Top 5 This Week

Related Posts

Proyek “Siluman” di Kelurahan Wowawanggu Dipertanyakan, Aktivitas Pengaspalan Tanpa Papan Informasi Disorot

Proyek “Siluman” di Kelurahan Wowawanggu Dipertanyakan, Aktivitas Pengaspalan Tanpa Papan Informasi Disorot

 

KENDARI, SULAWESI TENGGARA — Masyarakat di Kelurahan Wowawanggu, Kota Kendari, dibuat bertanya-tanya terkait aktivitas pengaspalan jalan yang berlangsung di wilayah permukiman mereka. Pasalnya, pekerjaan pengaspalan tersebut diduga tidak dilengkapi papan informasi proyek yang dapat menjelaskan sumber anggaran, volume pekerjaan, pelaksana, maupun nilai kontrak kegiatan.

 

Aktivitas pengaspalan jalan tersebut diketahui berlangsung pada Selasa, 1 September 2026, sekitar pukul 13.00 WITA. Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian dari sejumlah kalangan pemerhati pembangunan di Sulawesi Tenggara.

 

Salah satu sorotan datang dari Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) DPD Sultra.

 

Wakil Ketua ASWIN DPD Sultra, M Nurlan Ronga, yang ditemui di lokasi kegiatan pengaspalan, menyayangkan tidak terlihatnya papan informasi pada kegiatan tersebut.

 

«“Kami sangat menyayangkan aktivitas pengaspalan jalan tersebut. Seharusnya papan informasi dipasang terlebih dahulu sebagai bentuk transparansi dalam pengelolaan anggaran negara, agar masyarakat mengetahui sumber anggaran dan asal kegiatan pengaspalan jalan tersebut,” ujar Nurlan.»

 

Menurut Nurlan, keterbukaan informasi mengenai proyek pemerintah merupakan hal penting agar masyarakat dapat turut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan.

 

Ia juga mengaku memperoleh informasi bahwa pekerjaan tersebut diduga merupakan kegiatan swakelola yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari.

 

“Menurut informasi yang kami terima, ini adalah kegiatan swakelola dari Dinas PU Kota Kendari. Apabila betul kegiatan tersebut merupakan kegiatan Dinas PU Kota Kendari, kami akan segera melakukan aksi demonstrasi di kantor Dinas PU Kota Kendari sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap pengelolaan keuangan negara yang harus transparan,” tegasnya.

 

Nurlan menambahkan, pihaknya akan terlebih dahulu meminta penjelasan kepada instansi terkait mengenai sumber anggaran, mekanisme pelaksanaan, serta alasan tidak adanya papan informasi di lokasi pekerjaan.

 

Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai setiap kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah.

 

“Jangan sampai masyarakat hanya melihat pekerjaan fisiknya, tetapi tidak mengetahui berapa anggarannya, siapa pelaksananya, berapa volumenya, dan dari mana sumber dananya. Ini penting untuk mencegah munculnya kecurigaan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PU Kota Kendari terkait pekerjaan pengaspalan jalan tersebut, termasuk mengenai sumber anggaran dan alasan belum terpasangnya papan informasi proyek.

 

Pihak terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat serta memastikan seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara transparan dan da pat dipertanggungjawabkan.

Popular Articles