Beranda blog Halaman 174

Hari Pertama Menjabat, Kapolsek Campaka AKP Atik Sakron Sowan ke Ulama

0

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 (ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — 𝙼𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚝𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚘𝚊𝚕 𝚙𝚊𝚝𝚛𝚘𝚕𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚞𝚔𝚞𝚖, 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚝𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚙𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚞𝚕𝚊𝚖𝚊.

𝙷𝚊𝚕 𝚒𝚝𝚞 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙲𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔𝚊, 𝙰𝙺𝙿 𝙰𝚝𝚒𝚔 𝚂𝚊𝚔𝚛𝚘𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚜𝚒𝚕𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚑𝚖𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙿𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚗𝚍𝚘𝚔 𝙿𝚎𝚜𝚊𝚗𝚝𝚛𝚎𝚗 𝙰𝚕 𝙷𝚊𝚛𝚘𝚖𝚊𝚒𝚗 𝙲𝚒𝚛𝚊𝚗𝚐𝚒𝚗, 𝙰𝚋𝚞𝚢𝚊 𝙷𝚊𝚜𝚊𝚗 𝙰𝚜𝚢’𝚊𝚛𝚒, 𝙿𝚊𝚍𝚊 𝙹𝚞𝚖𝚊𝚝, 22 𝙼𝚎𝚒 2026.

𝚂𝚒𝚕𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚑𝚖𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚍𝚒 𝙿𝚘𝚗𝚙𝚎𝚜 𝙰𝚕 𝙷𝚊𝚛𝚘𝚖𝚊𝚒𝚗 𝙲𝚒𝚛𝚊𝚗𝚐𝚒𝚗, 𝙳𝚎𝚜𝚊 𝙲𝚒𝚖𝚊𝚑𝚒 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙲𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔𝚊, 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚑𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚜𝚊𝚗𝚝𝚛𝚎𝚗.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼 : Polsek Pasawahan Patroli Dialogis: Imbau Pekerja Utamakan Keselamatan dan Waspada Curanmor

𝚂𝚞𝚊𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚜𝚎𝚓𝚞𝚔 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚔𝚑𝚒𝚍𝚖𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚕𝚒𝚖𝚞𝚝𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚎𝚖𝚞𝚊𝚗. 𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚎𝚍𝚊𝚛 𝚜𝚒𝚕𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚑𝚖𝚒 𝚋𝚒𝚊𝚜𝚊, 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚠𝚞𝚓𝚞𝚍 𝚗𝚒𝚊𝚝 𝚝𝚞𝚕𝚞𝚜 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙲𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚜𝚙𝚒𝚛𝚒𝚝𝚞𝚊𝚕 𝚍𝚎𝚖𝚒 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚞𝚜𝚒𝚏𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙲𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔𝚊, 𝙰𝙺𝙿 𝙰𝚝𝚒𝚔 𝚂𝚊𝚔𝚛𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗, 𝚔𝚞𝚗𝚓𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚕𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚑𝚖𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚞𝚓𝚞𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚎𝚛𝚊𝚝 𝚑𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚘𝚔𝚘𝚑 𝚊𝚐𝚊𝚖𝚊, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚑𝚊𝚕 𝚒𝚗𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙲𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚞𝚕𝚊𝚖𝚊.

𝙰𝙺𝙿 𝙰𝚝𝚒𝚔 𝚂𝚊𝚔𝚛𝚘𝚗 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝙰𝚋𝚞𝚢𝚊 𝙷𝚊𝚜𝚊𝚗 𝙰𝚜𝚢’𝚊𝚛𝚒. 𝙸𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚛𝚞 𝚍𝚒 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙲𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔𝚊, 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚔𝚎𝚠𝚊𝚓𝚒𝚋𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 “𝚜𝚘𝚠𝚊𝚗” 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚘𝚑𝚘𝚗 𝚛𝚎𝚜𝚝𝚞 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚝𝚘𝚔𝚘𝚑 𝚊𝚐𝚊𝚖𝚊.

  • “𝙺𝚞𝚗𝚓𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚕𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚑𝚖𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙲𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔𝚊, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚑𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚎𝚕𝚎𝚖𝚎𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚝𝚎𝚛𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚜𝚊𝚗𝚝𝚛𝚎𝚗,” 𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙 𝙰𝚝𝚒𝚔.

𝚂𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚝𝚊𝚕𝚒 𝚜𝚒𝚕𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚑𝚖𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚕𝚒𝚗 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚞𝚕𝚊𝚖𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚞𝚖𝚊𝚛𝚘, 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚍𝚒 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙲𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔𝚊, 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚜𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚌𝚊𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚠𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚊𝚑.

“𝙺𝚊𝚖𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚘𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚞𝚕𝚊𝚖𝚊 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜-𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝙺𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚍𝚒𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚌𝚊𝚛. 𝚂𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚆𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝙷𝚞𝚔𝚞𝚖 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙲𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔𝚊 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚖𝚊𝚒,” 𝙷𝚊𝚛𝚊𝚙 𝙰𝚝𝚒𝚔. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 : 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Parah.! Ijazah Bermasalah, Dana PIP Disunat, SMAN 1 Mambi Diguncang Dugaan Pungli

0

Redaksi.co MAMASA : SMAN 1 Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kini berada di pusaran badai skandal. Sekolah yang seharusnya menjadi pilar pencerdas bangsa, diduga kuat telah berubah menjadi ladang maladministrasi, pungutan liar (pungli) sistematis, hingga pemotongan sepihak dana bantuan bagi siswa miskin.

Bobroknya tata kelola di sekolah negeri ini dibongkar secara gamblang oleh seorang tokoh pemuda setempat, Rizal Kahfi. Ia membeberkan rentetan kejanggalan yang tidak hanya merugikan masa depan alumni, tetapi juga mencekik dompet orang tua siswa.

Skandal ini mulai terendus ketika sejumlah lulusan tahun 2023 mendapati ijazah mereka tidak sinkron dengan data Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Akibat fatalitas administrasi ini, pihak sekolah sempat menarik kembali ijazah tersebut atas perintah Dinas Pendidikan.

Kasus ini dinilai sangat fatal karena mempertaruhkan masa depan lulusan yang ingin melanjutkan studi atau bekerja. Kekacauan ini baru bisa diselesaikan setelah adanya intervensi keras langsung dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Untuk kasus ijazah itu ada dua orang yang terdampak serius. Ini murni kelalaian yang mengorbankan siswa,” tegas Rizal Kahfi.

Tak berhenti di karut-marut ijazah, aroma korupsi semakin menyengat lewat pengelolaan keuangan sekolah. SMAN 1 Mambi diduga melakukan pungutan liar sebesar Rp150.000 hingga Rp180.000 per semester kepada siswa.

Lebih sadis lagi, dana Program Indonesia Pintar (PIP) periode 2024–2025 yang merupakan hak mutlak siswa dari keluarga kurang mampu, diduga kuat dipotong secara sepihak oleh oknum sekolah.

Pemotongan PIP itu nyata. Saya tidak tahu pasti berapa total korbannya, tapi yang jelas keluarga saya sendiri menjadi korban pemotongan dana PIP tersebut. Ini sempat diangkat media oleh teman-teman, tapi seperti lenyap begitu saja, tidak ada kejelasan hukumnya,” ungkap Rizal dengan nada geram.

Praktik lancung ini jelas-jelas menabrak UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan aturan ketat Permendikbudristek yang mengharamkan sekolah negeri memungut biaya atau menyunat bantuan pendidikan dalam bentuk apa pun.

Ironisnya, dugaan kejahatan anggaran di dunia pendidikan ini terkesan dibiarkan. Rizal mengaku sudah mengirimkan surat resmi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, namun hingga hari ini, laporan tersebut hanya menjadi angin lalu tanpa respons konkret. Bungkamnya pihak dinas memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.

Merespons pembiaran ini, Rizal Kahfi melayangkan desakan keras kepada sejumlah lembaga penegak hukum dan pengawas negara.

* Dinas Pendidikan & Inspektorat Prov. Sulbar untuk segera melakukan audit total.

* Ombudsman RI Perwakilan Sulbar untuk memeriksa maladministrasi sistemik ini.

* Satgas Saber Pungli Sulbar untuk segera menangkap oknum yang bermain.

“Kami mendesak audit menyeluruh terhadap SMAN 1 Mambi! Copot dan evaluasi jabatan Kepala Sekolah jika terbukti melakukan kelalaian dan pelanggaran hukum. Tindakan tegas harus diambil demi transparansi, akuntabilitas, dan menyelamatkan hak-hak anak didik yang telah dirampok,” cetus Rizal berapi-api.

Publik kini menunggu, beranikah aparat penegak hukum membongkar gurita pungli di SMAN 1 Mambi, ataukah kasus ini akan kembali menguap di bawah meja birokrasi? (ZUL)

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) – 𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚜𝚝𝚎𝚖 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚘𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚖𝚋𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚘𝚙𝚝𝚒𝚖𝚊𝚕, 𝚆𝚊𝚔𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙲𝚒𝚋𝚊𝚝𝚞 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚍𝚊 𝙹𝚊𝚋𝚊𝚛 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝙷𝚊𝚖𝚜𝚘𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚞𝚗𝚜𝚞𝚛 𝙵𝚘𝚛𝚔𝚘𝚙𝚒𝚖𝚌𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚖𝚘𝚗𝚒𝚝𝚘𝚛𝚒𝚗𝚐 𝙸𝚗𝚜𝚝𝚊𝚕𝚊𝚜𝚒 𝙿𝚎𝚗𝚐𝚘𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝙰𝚒𝚛 𝙻𝚒𝚖𝚋𝚊𝚑 (𝙸𝙿𝙰𝙻) 𝚂𝙿𝙿𝙶 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙲𝚒𝚋𝚊𝚝𝚞, 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙹𝚞𝚖𝚊𝚝, 22 𝙼𝚎𝚒 2026.

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚖𝚘𝚗𝚒𝚝𝚘𝚛𝚒𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚠𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚔𝚝𝚘𝚛𝚊𝚕 𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚕𝚘𝚕𝚊𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚖𝚋𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚜𝚞𝚊𝚒 𝚙𝚛𝚘𝚜𝚎𝚍𝚞𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚖𝚋𝚞𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚝𝚒𝚏 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼 : Kapolres Purwakarta Hadiri Upacara Sertijab PJU dan Kapolres Jajaran Polda Jawa Barat

𝚃𝚞𝚛𝚞𝚝 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝙲𝚊𝚖𝚊𝚝 𝙲𝚒𝚋𝚊𝚝𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚜 𝙺𝚘𝚛𝚊𝚖𝚒𝚕 𝙲𝚒𝚋𝚊𝚝𝚞 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚖𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑, 𝚃𝙽𝙸 𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚞𝚜𝚒𝚏.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒, 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙲𝚒𝚋𝚊𝚝𝚞, 𝙰𝙺𝙿 𝙳𝚊𝚛𝚖𝚊𝚓𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚖𝚘𝚗𝚒𝚝𝚘𝚛𝚒𝚗𝚐 𝙸𝙿𝙰𝙻 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚜𝚒𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚘𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚖𝚋𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚋𝚎𝚛𝚏𝚞𝚗𝚐𝚜𝚒 𝚘𝚙𝚝𝚒𝚖𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚎𝚗𝚞𝚑𝚒 𝚜𝚝𝚊𝚗𝚍𝚊𝚛 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚕𝚘𝚕𝚊𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗.

  • “𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚖𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚊𝚑, 𝚃𝙽𝙸 𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚕𝚘𝚕𝚊𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚖𝚋𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚜𝚎𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚖𝚋𝚞𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚖𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙰𝙺𝙿 𝙳𝚊𝚛𝚖𝚊𝚓𝚒.

 

𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏 : Penuh Haru dan Kekeluargaan, Polsek Cibatu Lepas AKP Udin Samosir di Penghujung Masa Tugas

𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝚝𝚒𝚖 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚌𝚎𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚜𝚊𝚕𝚞𝚛𝚊𝚗 𝙸𝙿𝙰𝙻, 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚒𝚊𝚕𝚘𝚐 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚕𝚘𝚕𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚊𝚒𝚝 𝚙𝚛𝚘𝚜𝚎𝚜 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚘𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚖𝚋𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚎𝚕𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚜𝚒𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜.

𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚌𝚎𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚔𝚗𝚒𝚜, 𝚙𝚎𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚒𝚖𝚋𝚊𝚞𝚊𝚗 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚕𝚘𝚕𝚊𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚖𝚋𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚖𝚊𝚔𝚜𝚒𝚖𝚊𝚕 𝚍𝚊𝚗 𝚛𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚠𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚖𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗.

𝚃𝚎𝚛𝚙𝚒𝚜𝚊𝚑, 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚠𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚕𝚘𝚕𝚊𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

  • “𝚂𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚔𝚝𝚘𝚛𝚊𝚕 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚍𝚒𝚙𝚎𝚛𝚕𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚕𝚘𝚕𝚊𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚖𝚋𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚒𝚔, 𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚖𝚋𝚞𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒.

𝙸𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚙𝚒𝚑𝚊𝚔, 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚕𝚘𝚕𝚊 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊-𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚎𝚍𝚞𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚕𝚘𝚕𝚊𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚖𝚋𝚊𝚑 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋.

“𝙺𝚎𝚙𝚎𝚍𝚞𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊. 𝙳𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚕𝚘𝚕𝚊𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚖𝚋𝚊𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚒𝚔, 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚒𝚙𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝, 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚒𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝,” 𝚙𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚜𝚗𝚢𝚊. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 : 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Mutasi Kanit 3 Satreskrim Polres Tuban Dinilai Ujian Keseriusan Penegakan Hukum

0

Redkasi.co||Tuban – Rotasi jabatan Kanit 3 Satreskrim di Polres Tuban dari IPTU I Made Riandika Darsana Saputra memicu perhatian publik.

Pergantian tersebut terjadi di tengah meningkatnya sorotan masyarakat terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar dan pertalite menggunakan jerigen, serta aktivitas tambang yang dipersoalkan legalitasnya dan disebut masih berlangsung di sejumlah wilayah Tuban.

Momentum pergantian ini menjadi bahan pembicaraan karena berlangsung tidak lama setelah kunjungan Listyo Sigit Prabowo dan Prabowo Subianto ke Tuban. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai arah evaluasi dan pengawasan di tubuh penegakan hukum setempat.

Di lapangan, laporan mengenai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi masih terus terdengar.

Praktik pengisian menggunakan jerigen disebut masih ditemukan, sementara aktivitas tambang yang dipersoalkan legalitasnya juga dilaporkan belum sepenuhnya berhenti.

Kondisi ini membuat masyarakat mempertanyakan apakah rotasi jabatan tersebut akan diikuti langkah nyata dalam penanganan persoalan yang selama ini menjadi sorotan.

Dalam aspek hukum, penyalahgunaan distribusi BBM subsidi diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang memuat sanksi terhadap praktik distribusi dan penyimpanan BBM tanpa hak atau tidak sesuai aturan.

Sedangkan dugaan pertambangan tanpa izin diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang memberikan ancaman pidana terhadap pelaku tambang ilegal.

Di sisi lain, hak masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan penanganan kasus dijamin dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Karena itu, publik menilai transparansi mengenai langkah evaluasi dan tindak lanjut menjadi hal yang sangat penting.

Pertanyaan masyarakat kini semakin tegas: Apakah pergantian ini menjadi bagian dari penguatan pengawasan?

Apakah ada evaluasi terhadap penanganan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi dan tambang yang disorot?

Dan apakah setelah rotasi ini akan muncul tindakan yang benar-benar terlihat di lapangan?

Karena ketika pergantian jabatan terjadi di tengah tekanan publik yang begitu besar, masyarakat tidak hanya melihat perubahan personel.

Yang diuji adalah keseriusan institusi dalam menjawab persoalan yang selama ini terus menjadi perhatian di Tuban.(bersambung)

Waduh.! Jeritan Petani Sawit Diabaikan, Dinas Perkebunan Malah ‘Walk Out’ Saat Rakyat Datang!

0

Redaksi.co SULBAR : Sebuah drama memuakkan tersaji di ruang Komisi II DPRD Sulawesi Barat. Harapan ratusan petani sawit untuk mengadu nasib justru berujung tamparan keras. Pihak Dinas Perkebunan (Disbun) Sulbar secara mengejutkan memilih walk out dan angkat kaki tepat saat Aliansi Rakyat Sulbar Peduli Petani Sawit melangkah masuk ke ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Aksi “kabur” para pejabat ini sontak menyulut kemarahan besar dan meninggalkan tanda tanya raksasa: Mengapa pemerintah takut menghadapi rakyatnya sendiri?

Kehadiran aliansi masyarakat yang membawa sejuta pilu dan penderitaan petani sawit justru disambut dengan punggung para pejabat yang menghindar dari tanggung jawab. Koordinator aksi, Muh Idsal Ramadhani, dengan nada bergetar menumpahkan amarahnya atas perlakuan diskriminatif tersebut.

“Begitu kami datang, Dinas Perkebunan langsung keluar dari ruangan! Ini bukan sekadar soal meninggalkan rapat, ini penghinaan! Rakyat merasa tidak dihargai sama sekali saat ingin menyampaikan penderitaannya,” tegas Idsal dengan nada geram.

Idsal menekankan bahwa kedatangan mereka ke gedung wakil rakyat bukanlah untuk memicu keributan, melainkan menjadi penyambung lidah bagi para petani yang kian menjerit akibat ketidakpastian harga sawit yang mencekik leher.

Sikap defensif dan antipati yang ditunjukkan oleh Dinas Perkebunan Sulbar ini dinilai menjadi bukti nyata bobroknya komitmen pelayanan publik di wilayah tersebut. Forum resmi yang difasilitasi oleh DPRD yang seharusnya menjadi ruang dialog sehat, justru dicoreng oleh aksi tidak terpuji para birokrat.

“Kalau rakyat datang lalu pejabat memilih pergi, maka jangan salahkan jika masyarakat mulai mempertanyakan, pemerintah ini berdiri di pihak siapa?” tandas Idsal berapi-api.

Ia menambahkan bahwa di tengah krisis yang menjepit, petani sawit tidak lagi membutuhkan retorika atau janji manis di atas kertas. Mereka butuh nyali dan keberpihakan nyata dari pemerintah untuk membela hak-hak rakyat kecil yang terus diperas keadaan.

Insiden memalukan ini dipastikan menjadi bahan bakar baru bagi perlawanan masyarakat. Aliansi Rakyat Sulbar Peduli Petani Sawit menegaskan, aksi boikot dari Dinas Perkebunan tidak akan menciutkan nyali mereka.

Satu pesan mutlak dikirimkan ke mapolresta dan gedung gubernur: Perjuangan tidak akan pernah usai sampai ada keadilan mutlak dan keberpihakan nyata bagi petani sawit di bumi Sulawesi Barat! (ZUL)

Kutukan Gunung Klawih Kembali Bangkit! Sekawan Limo 2 Hadir Lebih Gelap, Lucu, dan Penuh Teror Keluarga

0

Jakarta, Redaksi.Co – Industri film horor Indonesia kembali bersiap diramaikan oleh kehadiran film terbaru Sekawan Limo 2: Gunung Klawih yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 27 Mei 2026, Setelah film pertamanya sukses mencuri perhatian publik lewat perpaduan horor dan komedi khas Jawa Timur, sekuel terbaru ini hadir dengan ancaman yang lebih menyeramkan sekaligus emosional.

Disutradarai oleh Bayu Skak, film ini membawa penonton kembali mengikuti perjalanan lima sahabat Bagas, Lenni, Juna, Andrew, dan Dicky yang kali ini harus menghadapi kutukan gaib dari Gunung Klawih, Teror yang muncul tidak lagi hanya membayangi perjalanan mereka, tetapi mulai menyerang kehidupan keluarga dan orang-orang terdekat.

Cerita bermula ketika keluarga Andrew mengalami serangkaian kejadian aneh yang diyakini berkaitan dengan ritual pesugihan kuno dari Gunung Klawih.

Dari suara misterius di tengah malam hingga kemunculan sosok menyeramkan yang mengintai rumah mereka, situasi berubah menjadi mimpi buruk yang perlahan mengancam nyawa.

Di balik balutan horor supranatural, film ini tetap mempertahankan identitas khas franchise Sekawan Limo lewat humor spontan dan dialog jenaka yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Timur,Perpaduan unsur komedi dan ketegangan membuat film ini terasa lebih hidup tanpa kehilangan nuansa mistisnya.

Tidak hanya menawarkan teror, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih juga mengangkat tema tentang arti persahabatan dan pengorbanan demi keluarga.

Para karakter dipaksa menghadapi pilihan sulit ketika ancaman gaib mulai menuntut tumbal dan menguji loyalitas mereka satu sama lain.

Atmosfer lokal menjadi salah satu kekuatan utama film ini,Gunung Klawih digambarkan sebagai tempat penuh rahasia kelam, ritual hitam, dan legenda turun-temurun yang dipercaya masyarakat sekitar.

Sentuhan budaya Jawa yang kental membuat kisah terasa lebih dekat sekaligus menambah kesan mencekam sepanjang cerita.

Film ini turut diperkuat deretan pemain baru yang memberi dinamika segar, di antaranya Gisella Anastasia dan Joshua Suherman yang bergabung bersama Nadya Arina serta Benedictus Siregar.

Dengan kombinasi horor yang lebih intens, komedi yang tetap menghibur, serta konflik emosional yang lebih dalam, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih diprediksi menjadi salah satu film nasional paling ramai diperbincangkan tahun ini.

Film ini tidak hanya menghadirkan ketakutan, tetapi juga mengajak penonton memahami pentingnya kebersamaan ketika menghadapi ancaman yang tak terlihat.

*Kadensus 88: Perlindungan Anak dan Literasi Digital Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digital*

0

Jakarta, 21 Mei 2026 ,Redaksi.Co— Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K., menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan anak, literasi digital, dan deteksi dini berbasis kolaborasi dalam menghadapi dinamika ruang digital yang terus berkembang.

Penegasan tersebut disampaikan dalam bedah buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” pada 20 Mei 2026, yang membahas pentingnya pendekatan pencegahan yang lebih adaptif, humanis, dan berbasis perlindungan masyarakat.

Dalam paparannya, Kadensus 88 menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru, terutama bagi anak dan remaja yang berada pada fase pencarian identitas dan rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial maupun ruang digital.

“Anak dan remaja berada pada fase pencarian identitas. Karena itu, penguatan literasi digital, ketahanan psikologis, dan lingkungan sosial yang sehat menjadi bagian penting agar mereka mampu menghadapi berbagai pengaruh di ruang digital secara lebih kritis dan sehat,” ujar Irjen Pol. Sentot Prasetyo.

Menurutnya, pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital perlu mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan, bukan semata pendekatan penindakan.

Berdasarkan hasil asesmen dan pemetaan, Densus 88 menemukan bahwa kerentanan anak di ruang digital dipengaruhi banyak faktor, mulai dari krisis identitas, keterasingan sosial, perundungan, hingga kebutuhan akan penerimaan sosial.

Namun demikian, Kadensus menegaskan bahwa data tersebut harus menjadi dasar untuk memperkuat sistem perlindungan dan pencegahan, bukan membangun stigma terhadap anak.

“Data dan pola yang kami temukan harus menjadi dasar memperkuat perlindungan. Anak perlu dipandang sebagai pihak yang harus dilindungi dan diperkuat ketahanannya,” jelasnya.

Untuk itu, Densus 88 mendorong collaborative approach, yakni penguatan sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, akademisi, komunitas, platform digital, dan masyarakat dalam membangun ekosistem perlindungan bersama.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui penguatan literasi digital, deteksi dini berbasis multi-stakeholder, serta ecological prevention yang melibatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial secara menyeluruh.

Selain itu, berbagai program pencegahan juga terus diperkuat melalui Pendidikan Kritis dan Ketahanan Digital, edukasi di sekolah, serta penguatan kapasitas guru dan orang tua sebagai garda terdepan dalam mengenali perubahan perilaku anak sejak dini.

Pandangan tersebut mendapat penguatan dari para akademisi dan pakar lintas disiplin yang menjadi penanggap dalam bedah buku.

Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi menilai perlindungan anak perlu menjadi perhatian utama, terutama terhadap anak yang mengalami alienasi sosial, merasa tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna, karena kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan psikologis.

“Pendekatan perlindungan dan deteksi dini terhadap anak menjadi sangat penting, terutama di tengah perubahan pola interaksi sosial di era digital,” ujar Dr. Zora Arfina Sukabdi.

Sementara itu, Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D., mengingatkan bahwa pencegahan harus tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti ilmiah, sehingga tidak menimbulkan stigma atau generalisasi terhadap generasi muda.

Pandangan lain disampaikan psikolog forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto, yang menekankan pentingnya penguatan kesehatan mental dan ketahanan psikologis sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang lebih tangguh menghadapi tantangan ruang digital.

Sementara Dr. Ismail Fahmi menyoroti pentingnya edukasi publik dan sistem deteksi dini berbasis data agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap perubahan dinamika digital.

Menutup paparannya, Kadensus 88 menegaskan bahwa tujuan utama berbagai upaya tersebut adalah membangun lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.

“Tujuan akhirnya bukan menciptakan rasa takut, tetapi membangun kesadaran bersama agar anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan memiliki ketahanan menghadapi tantangan era digital,” tutup Irjen Pol. Sentot Prasetyo.

Pesan tersebut menegaskan bahwa keamanan masa depan dibangun melalui perlindungan, pendidikan, kolaborasi, dan penguatan ketahanan generasi muda.

*Satbrimob Polda Metro Jaya Gagalkan Tawuran di 3 Lokasi, 18 Orang Diamankan*

0

Jakarta , Redaksi.Co- Satbrimob Polda Metro Jaya menggagalkan aksi tawuran di tiga lokasi berbeda pada Jumat (22/5/2026) dini hari. Total 18 orang diamankan dalam patroli tersebut.

Tiga lokasi itu berada di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur; Koja, Jakarta Utara; dan Setu, Tangerang Selatan. Dari lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti, mulai dari celurit, parang, stick golf, handphone, sepeda motor, hingga botol berisi air keras.

Di Penggilingan, patroli gabungan personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur mengamankan lima remaja. Mereka diduga terlibat tawuran di kawasan Jalan Pisangan, Penggilingan, Cakung.

Sementara di Koja, personel Patra Kompi 4 Yon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya membubarkan tawuran sekitar pukul 03.35 WIB. Empat pemuda diamankan bersama barang bukti 11 celurit dan satu handphone.

Pada waktu hampir bersamaan, Tim Patra Yon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya juga menggagalkan tawuran di Jalan Puspitek Raya, Kelurahan Setu, Tangerang Selatan. Polisi mengamankan sembilan orang berikut barang bukti empat celurit, satu parang, satu botol berisi air keras, dan tiga sepeda motor.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto mengatakan patroli tersebut dilakukan untuk mencegah gangguan kamtibmas, khususnya pada jam rawan malam hingga dini hari.

“Personel yang melaksanakan patroli langsung mengambil tindakan kepolisian saat menemukan maupun menerima laporan adanya potensi tawuran. Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban dan menjaga keamanan masyarakat,” ujar Kombes Henik.

Kombes Henik mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak dan remaja. Ia juga meminta warga segera melapor apabila mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan kamtibmas.

“Apabila masyarakat melihat potensi tawuran atau gangguan kamtibmas lainnya, segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau hubungi Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Jumat Curhat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Plered Serap Aspirasi Warga

0

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — 𝙱𝚊𝚋𝚒𝚗𝚜𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚋𝚒𝚗𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚓𝚞𝚔 𝙹𝚞𝚖𝚊𝚝 𝙲𝚞𝚛𝚑𝚊𝚝, 𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚑 𝚔𝚎𝚜𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐. 

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚍𝚎𝚛𝚑𝚊𝚗𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚜𝚒𝚕𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚑𝚖𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚖𝚞𝚗𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚃𝙽𝙸-𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙼𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚑𝚞𝚔𝚞𝚖 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍, 𝚓𝚞𝚖𝚊𝚝 𝚌𝚞𝚛𝚑𝚊𝚝 𝚍𝚒𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚝𝚘𝚔𝚘𝚑 𝚊𝚐𝚊𝚖𝚊, 𝚝𝚘𝚔𝚘𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚠𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼 : Polsek Pasawahan Patroli Dialogis: Imbau Pekerja Utamakan Keselamatan dan Waspada Curanmor

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍, 𝙰𝙺𝙿 𝙰𝚕𝚒 𝙼𝚞𝚛𝚝𝚊𝚍𝚑𝚘 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗, 𝚓𝚞𝚖𝚊𝚝 𝙲𝚞𝚛𝚑𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚐𝚎𝚗𝚍𝚊 𝚛𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚖𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚓𝚊𝚋𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚐𝚛𝚊𝚖 𝚀𝚞𝚒𝚌𝚔 𝚆𝚒𝚗𝚜 𝙿𝚛𝚎𝚜𝚒𝚜𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚔𝚎𝚋𝚒𝚓𝚊𝚔𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚍𝚊 𝙹𝚊𝚋𝚊𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚎𝚛𝚌𝚊𝚢𝚊𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚘𝚝𝚝𝚘 𝚐𝚎𝚛𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚒𝚗𝚍𝚊𝚔 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚕𝚒𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐𝚒.

  • “𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚛𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚛 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚌𝚞𝚛𝚑𝚊𝚝 𝚠𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗, 𝚔𝚛𝚒𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗, 𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚊𝚍𝚞𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚊𝚒𝚝 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚆𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝙷𝚞𝚔𝚞𝚖 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍. 𝙹𝚊𝚍𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚑𝚊𝚕 𝚒𝚗𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍 𝚍𝚞𝚍𝚞𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚑𝚊𝚗, 𝚌𝚞𝚛𝚑𝚊𝚝, 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚛𝚊𝚙 𝚒𝚗𝚏𝚘𝚛𝚖𝚊𝚜𝚒 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐,” 𝚞𝚌𝚊𝚙 𝙰𝚕𝚒, 𝙿𝚊𝚍𝚊 𝙹𝚞𝚖𝚊𝚝, 22 𝙼𝚎𝚒 2026.

𝙳𝚒𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝙿𝚛𝚘𝚐𝚛𝚊𝚖 𝙹𝚞𝚖’𝚊𝚝 𝙲𝚞𝚛𝚑𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚖𝚒𝚝𝚛𝚊𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚍𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚎𝚛𝚊𝚔𝚜𝚒 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗, 𝚔𝚛𝚒𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗, 𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚊𝚍𝚞𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚊𝚒𝚝 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗.

  • “𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚛 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚑 𝚔𝚎𝚜𝚊𝚑 𝚠𝚊𝚛𝚐𝚊, 𝙹𝚞𝚖𝚊𝚝 𝚌𝚞𝚛𝚑𝚊𝚝 𝚒𝚝𝚞 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚎𝚛𝚊𝚝 𝚜𝚒𝚕𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚑𝚖𝚒, 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚖𝚙𝚕𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚜𝚒𝚔𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝. 𝚂𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚊𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗 𝙿𝚊𝚔 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚎𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙼𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝,” 𝚞𝚌𝚊𝚙 𝚙𝚛𝚒𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚎𝚗𝚊𝚕 𝚖𝚞𝚛𝚊𝚑 𝚜𝚎𝚗𝚢𝚞𝚖 𝚒𝚝𝚞. 

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚑𝚘𝚕𝚊𝚝 𝚓𝚞𝚖𝚊𝚝 𝚒𝚝𝚞, 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚗𝚝𝚊𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚔𝚎𝚊𝚔𝚛𝚊𝚋𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚒𝚒𝚜𝚒 𝚍𝚒𝚊𝚕𝚘𝚐 𝚒𝚗𝚝𝚎𝚛𝚊𝚔𝚝𝚒𝚏 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚌𝚞𝚛𝚑𝚊𝚝 𝚠𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚊𝚒𝚝 𝚜𝚒𝚝𝚞𝚊𝚜𝚒 𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜.

  • “𝙼𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚛𝚒𝚝𝚒𝚔 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍 𝚍𝚊𝚗 𝚃𝚎𝚐𝚊𝚕𝚠𝚊𝚛𝚞. 𝙸𝚗𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚝𝚞𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗, 𝚔𝚛𝚒𝚝𝚒𝚔, 𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚏𝚘𝚛𝚖𝚊𝚜𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝. 𝙷𝚊𝚕 𝚒𝚗𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚋𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚎𝚟𝚊𝚕𝚞𝚊𝚜𝚒 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚗𝚊𝚑𝚒, 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔𝚒 𝚊𝚝𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚔𝚒𝚗𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗,” 𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜𝚗𝚢𝚊. 

𝙻𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝 𝙰𝚕𝚒, 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚛 𝚌𝚞𝚛𝚑𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚊𝚝𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚋𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚙𝚒𝚑𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚒𝚖𝚋𝚊𝚞𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜.

“𝙺𝚊𝚖𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚒𝚔𝚞𝚝 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚜𝚒𝚝𝚞𝚊𝚜𝚒 𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜 𝚍𝚒 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗, 𝙹𝚊𝚍𝚒𝚕𝚊𝚑 𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊. 𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚕𝚊𝚙𝚘𝚛 𝚔𝚎 𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒 𝚓𝚒𝚔𝚊 𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚞𝚊𝚝𝚞 𝚑𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚞𝚛𝚒𝚐𝚊𝚔𝚊𝚗. 𝙺𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚒, 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚢𝚘𝚖𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚒𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝,” 𝚄𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙 𝙰𝙺𝙿 𝙰𝚕𝚒. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 : 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Respons Isu Pocong Jadi-Jadian, Sachrudin: Jangan Mudah Terprovokasi

0

Respons Isu Pocong Jadi-Jadian, Sachrudin: Jangan Mudah Terprovokasi

 

 

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, mengimbau masyarakat Kota Tangerang agar tidak mudah percaya maupun terprovokasi oleh isu terkait kemunculan pocong jadi-jadian yang belakangan disebut-sebut meresahkan warga di sejumlah wilayah.

 

 

 

Menurut Sachrudin, isu tersebut merupakan bentuk modus yang sengaja dimainkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menakut-nakuti masyarakat sekaligus memanfaatkan situasi demi kepentingan tertentu.

 

 

 

“Tidak ada yang namanya pocong. Kalau ada, saya yang hadapi. Di Kota Tangerang sudah ada Kampung Terang, dan pocong itu takut sama lampu,” ujar Sachrudin, sambil berseloroh usai kegiatan, Kamis (21/05/2026).

 

 

 

Meski demikian, Sachrudin, menegaskan, masyarakat tetap harus waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan ketakutan maupun keresahan warga.

 

 

 

“Yang ada itu ulah orang-orang iseng yang tidak bertanggung jawab. Tujuannya menakut-nakuti warga dan mengambil keuntungan dari situasi. Karena itu, saya minta masyarakat jangan mudah terpancing, jangan mudah takut, dan tetap berpikir rasional,” tegasnya.

 

 

 

Lebih lanjut, Sachrudin, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat keamanan lingkungan melalui kegiatan ronda malam maupun Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) secara bersama-sama.

 

 

 

Menurutnya, keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kepedulian serta partisipasi aktif masyarakat.

 

 

“Perkuat kembali ronda malam dan Siskamling. Warga harus saling menjaga dan peduli terhadap lingkungan sekitar agar berbagai bentuk gangguan keamanan maupun modus kejahatan bisa dicegah bersama,” katanya.

 

 

 

Selain itu, Sachrudin juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan kejadian mencurigakan atau tindakan yang berpotensi membahayakan keamanan warga.

 

Pemerintah Kota Tangerang, lanjut Sachrudin, telah menyediakan berbagai kanal pengaduan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari layanan hotline 112, aplikasi LAKSA, hingga kanal media sosial resmi Pemerintah Kota Tangerang.

 

 

 

“Kalau ada kejadian mencurigakan atau membahayakan, segera laporkan melalui hotline 112, aplikasi LAKSA, maupun kanal pengaduan resmi Pemkot Tangerang. Kita jaga bersama Kota Tangerang agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.(*/red)