Beranda blog Halaman 175

Respons Isu Pocong Jadi-Jadian, Sachrudin: Jangan Mudah Terprovokasi

0

Respons Isu Pocong Jadi-Jadian, Sachrudin: Jangan Mudah Terprovokasi

 

 

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, mengimbau masyarakat Kota Tangerang agar tidak mudah percaya maupun terprovokasi oleh isu terkait kemunculan pocong jadi-jadian yang belakangan disebut-sebut meresahkan warga di sejumlah wilayah.

 

 

 

Menurut Sachrudin, isu tersebut merupakan bentuk modus yang sengaja dimainkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menakut-nakuti masyarakat sekaligus memanfaatkan situasi demi kepentingan tertentu.

 

 

 

“Tidak ada yang namanya pocong. Kalau ada, saya yang hadapi. Di Kota Tangerang sudah ada Kampung Terang, dan pocong itu takut sama lampu,” ujar Sachrudin, sambil berseloroh usai kegiatan, Kamis (21/05/2026).

 

 

 

Meski demikian, Sachrudin, menegaskan, masyarakat tetap harus waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan ketakutan maupun keresahan warga.

 

 

 

“Yang ada itu ulah orang-orang iseng yang tidak bertanggung jawab. Tujuannya menakut-nakuti warga dan mengambil keuntungan dari situasi. Karena itu, saya minta masyarakat jangan mudah terpancing, jangan mudah takut, dan tetap berpikir rasional,” tegasnya.

 

 

 

Lebih lanjut, Sachrudin, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat keamanan lingkungan melalui kegiatan ronda malam maupun Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) secara bersama-sama.

 

 

 

Menurutnya, keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kepedulian serta partisipasi aktif masyarakat.

 

 

“Perkuat kembali ronda malam dan Siskamling. Warga harus saling menjaga dan peduli terhadap lingkungan sekitar agar berbagai bentuk gangguan keamanan maupun modus kejahatan bisa dicegah bersama,” katanya.

 

 

 

Selain itu, Sachrudin juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan kejadian mencurigakan atau tindakan yang berpotensi membahayakan keamanan warga.

 

Pemerintah Kota Tangerang, lanjut Sachrudin, telah menyediakan berbagai kanal pengaduan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari layanan hotline 112, aplikasi LAKSA, hingga kanal media sosial resmi Pemerintah Kota Tangerang.

 

 

 

“Kalau ada kejadian mencurigakan atau membahayakan, segera laporkan melalui hotline 112, aplikasi LAKSA, maupun kanal pengaduan resmi Pemkot Tangerang. Kita jaga bersama Kota Tangerang agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.(*/red)

Danrem 182/JO Pastikan Pembangunan Koperasi Merah Putih di Pegaf Berjalan Sesuai Rencana

0

Pegunungan Arfak, Redaksi.co – Komandan Korem (Danrem) 182/JO, Kolonel Inf Irwan Budiana, S.I.P., M.M., M.Han., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat, Kamis (21/5/2026), guna meninjau langsung proses pembangunan Koperasi Merah Putih di Kampung Umcep, Distrik Hingk, serta Kampung Nimsimoi, Distrik Minyambouw.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan progres pembangunan koperasi berjalan dengan baik sesuai tahapan yang telah direncanakan. Dalam kesempatan itu, Danrem 182/JO juga menyerahkan tali asih kepada masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian kepada warga di wilayah binaan.

Kolonel Irwan Budiana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih, khususnya Dandim 1812/Pegaf Letkol Inf M. Isnaini, pemerintah daerah, serta masyarakat yang dinilai memiliki semangat dan komitmen kuat dalam mendukung program tersebut.

Menurut Danrem, pembangunan koperasi di wilayah Pegunungan Arfak diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, terutama bagi para petani di daerah pedalaman agar lebih mudah dalam memasarkan hasil pertanian mereka.

“Keberadaan Koperasi Merah Putih ini nantinya diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pelayanan ekonomi di wilayah Distrik Minyambouw maupun Distrik Hingk,” ujar Danrem.

Sementara itu, Dandim 1812/Pegaf Letkol Inf M. Isnaini mengatakan bahwa dukungan masyarakat dan pemerintah daerah terhadap pembangunan koperasi sangat besar. Antusiasme warga, kata dia, menjadi modal penting dalam mendukung keberlanjutan program tersebut.

“Dengan adanya koperasi ini, masyarakat khususnya para petani tidak perlu lagi menjual hasil panen ke tempat yang jauh. Ini tentu akan sangat membantu perekonomian warga,” ungkapnya.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Korem 182/JO dalam mendukung pembangunan wilayah dan pemberdayaan masyarakat di Papua Barat melalui penguatan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Hari Kebangkitan Nasional, KPU Purworejo Edukasi Pemilih Pemula

0

PURWIREJO | REDAKSI.CO — KPU Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan bagi kelompok pemilih pemula bersama Forum Mahasiswa Kampus Purworejo (FORMAKAP) pada Selasa, 20 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor KPU Kabupaten Purworejo dan bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118.

Kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh mahasiswa yang tergabung dalam FORMAKAP ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pemilih pemula agar menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam setiap proses demokrasi.

 

Ketua FORMAKAP, Rahmat Fauzi Malik, dalam sambutannya menyampaikan bahwa semangat pemuda saat ini harus terus terinspirasi dari gerakan pemuda di masa Budi Utomo. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta berkontribusi aktif dalam kehidupan demokrasi.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Purworejo, Jarot Sarwosambodo, memberikan sambutan inspiratif yang mengajak para mahasiswa untuk tidak apatis terhadap proses demokrasi. Ia menegaskan bahwa pemilih pemula memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan dua materi utama. Materi pertama disampaikan oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Abdul Azis, yang mengangkat tema “Pemilih Pemula Hebat: Kritis, Rasional, dan Bertanggung Jawab”. Materi kedua disampaikan oleh Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan mengenai pencegahan praktik politik uang (money politic) dalam pemilu.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Ma’aruf Hidayat, salah satu perwakilan FORMAKAP, yang memandu jalannya diskusi secara interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, ditandai dengan aktifnya sesi tanya jawab dan diskusi.

 

Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Purworejo berharap dapat menumbuhkan kesadaran politik di kalangan pemilih pemula serta mendorong terciptanya pemilu yang berintegritas dan berkualitas di masa mendatang. (*/Rico)

FMI dan HP Luncurkan SecBox untuk Perkuat Monitoring Ancaman Siber di Indonesia

0

redaksi.co, Jakarta | PT FPT Metrodata Indonesia (FMI) bersama HP Indonesia dan PT Mitra Integrasi Informatika (MII) meluncurkan SecBox, platform monitoring keamanan siber yang dirancang untuk membantu perusahaan memantau ancaman digital secara terpusat. Peluncuran dilakukan di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (21/5), di tengah meningkatnya kasus serangan siber di Indonesia.

Direktur PT Metrodata Electronics Tbk, Alexander Kuntoro, mengatakan ancaman siber kini semakin sering menyasar berbagai sektor usaha dan organisasi.

“Serangan siber sekarang semakin sering terjadi dan menyasar banyak organisasi di Indonesia. Karena itu, perusahaan membutuhkan sistem keamanan yang dapat membantu proses monitoring dan penanganan ancaman digital,” ujarnya.

Presiden Direktur HP Indonesia, Juliana Cen, menilai perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) turut memengaruhi pola serangan digital, termasuk phishing, malware, dan ransomware.

“Serangan seperti phishing dan malware sekarang lebih mudah dibuat dan penyebarannya semakin luas. Banyak serangan juga bermula dari perangkat endpoint yang digunakan sehari-hari,” kata Juliana.

Dalam kerja sama tersebut, HP menghadirkan teknologi keamanan endpoint melalui HP Wolf Security yang diklaim memiliki perlindungan mulai dari perangkat keras, firmware, hingga sistem operasi.

Sementara itu, Division Manager PT FPT Metrodata Indonesia, Digit Oktavianto, menjelaskan SecBox dikembangkan untuk mengintegrasikan monitoring keamanan, threat intelligence, cloud monitoring, hingga incident response dalam satu sistem.

“Platform ini mengintegrasikan monitoring keamanan, threat intelligence, cloud monitoring, hingga incident response,” ujarnya.

Menurutnya, perusahaan saat ini menghadapi tantangan dalam mengelola sistem keamanan yang tersebar di berbagai perangkat dan platform sehingga kebutuhan monitoring terpusat semakin meningkat.

Technical Consultant HP Indonesia, Krismayadi, mengatakan phishing masih menjadi salah satu metode serangan yang paling sering digunakan.

“Sekarang phishing tidak hanya melalui email, tetapi juga lewat aplikasi pesan instan dan berbagai platform komunikasi lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, salah satu fitur keamanan yang digunakan adalah isolasi ancaman melalui ruang virtual terpisah agar file mencurigakan tidak langsung memengaruhi sistem utama perangkat.

Pada sesi diskusi, Presiden Direktur PT FPT Metrodata Indonesia, Edwin Putraoetama Octosa, menyebut penggunaan AI dalam sistem keamanan saat ini difokuskan untuk membantu proses analisis dan deteksi awal ancaman.

“AI membantu tim keamanan dalam membaca pola ancaman dan mempercepat proses analisis insiden,” ujarnya.

Kapolres Purwakarta Hadiri Upacara Sertijab PJU dan Kapolres Jajaran Polda Jawa Barat

0

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) – 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊, 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚄𝚙𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚂𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝙹𝚊𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗 (𝚂𝚎𝚛𝚝𝚒𝚓𝚊𝚋) 𝙿𝚎𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚄𝚝𝚊𝚖𝚊 (𝙿𝙹𝚄) 𝚍𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙹𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚍𝚊 𝙹𝚊𝚠𝚊 𝙱𝚊𝚛𝚊𝚝 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚍𝚒 𝙼𝚊𝚔𝚘 𝚂𝚊𝚝𝚋𝚛𝚒𝚖𝚘𝚋 𝙿𝚘𝚕𝚍𝚊 𝙹𝚊𝚋𝚊𝚛, 𝚁𝚊𝚋𝚞, 20 𝙼𝚎𝚒 2026.

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚍𝚊 𝙹𝚊𝚋𝚊𝚛 𝙸𝚛𝚓𝚎𝚗 𝙿𝚘𝚕. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚍𝚊 𝙹𝚊𝚋𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝚓𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚍𝚒𝚗𝚊𝚖𝚒𝚔𝚊 𝚘𝚛𝚐𝚊𝚗𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚎𝚐𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒.

𝚄𝚙𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚒𝚓𝚊𝚋 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚑𝚒𝚍𝚖𝚊𝚝 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚜𝚎𝚜𝚒 𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚖𝚙𝚊𝚑 𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗, 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚗𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊 𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚜𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚝 𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗𝚊𝚗.

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚒𝚓𝚊𝚋 𝚍𝚒 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚛𝚘𝚜𝚎𝚜 𝚛𝚎𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚘𝚛𝚐𝚊𝚗𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒 𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚒𝚗𝚎𝚛𝚓𝚊, 𝚙𝚛𝚘𝚏𝚎𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕𝚒𝚜𝚖𝚎 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚞𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼 : Polres Purwakarta Luncurkan Pemasangan Stiker Layanan Darurat 110 pada Kendaraan Operasional

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚞𝚝𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚛𝚘𝚝𝚊𝚜𝚒 𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚠𝚊𝚓𝚊𝚛 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚒𝚝𝚞𝚜𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚎𝚐𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚘𝚛𝚐𝚊𝚗𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚒𝚎𝚛 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕.

  • “𝚂𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚞𝚖 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗, 𝚙𝚛𝚘𝚏𝚎𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕𝚒𝚜𝚖𝚎 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊.

𝚂𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚒𝚓𝚊𝚋 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚜𝚒𝚗𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚐𝚛𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚞𝚋𝚕𝚒𝚔.

  • “𝙳𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚍𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚛𝚘𝚝𝚊𝚜𝚒 𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚠𝚊 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚛𝚞, 𝚒𝚗𝚘𝚟𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚒𝚗𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚕𝚒𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗, 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚢𝚘𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒.

𝙸𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚖𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚙𝚛𝚘𝚐𝚛𝚊𝚖 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚋𝚒𝚓𝚊𝚔𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚍𝚊 𝙹𝚊𝚋𝚊𝚛 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚠𝚞𝚓𝚞𝚍𝚔𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝙿𝚛𝚎𝚜𝚒𝚜𝚒, 𝚑𝚞𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚍𝚒𝚙𝚎𝚛𝚌𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 : 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Di Balik Senyum Sang Motivator, “Suamiku Lukaku” Bongkar Teror Sunyi dalam Rumah Tangga

0

Jakarta,Redaksi.Co – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya drama yang tidak sekadar menawarkan kisah haru, tetapi juga mengguncang kesadaran publik tentang realitas sosial yang kerap disembunyikan rapat di balik tembok rumah tangga.

Film terbaru produksi SinemArt berjudul Suamiku Lukaku dipastikan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026 dengan membawa isu sensitif tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan tekanan psikologis dalam relasi.

Berbeda dari drama keluarga pada umumnya yang dipenuhi romansa dan kehangatan, film ini justru hadir dengan atmosfer emosional yang intens serta cerita yang terasa dekat dengan kehidupan nyata masyarakat, “Suamiku Lukaku” mengangkat sisi gelap hubungan yang tampak sempurna di mata publik, namun menyimpan luka mendalam bagi orang-orang di dalamnya.

Disutradarai oleh Ssharad Sharaan bersama Viva Westi, film ini mempertemukan Acha Septriasa dan Baim Wong dalam konflik rumah tangga yang penuh ketegangan emosional.

Acha Septriasa memerankan sosok Amina, seorang istri yang perlahan hidup dalam tekanan batin akibat perlakuan suaminya sendiri, Sementara Baim Wong tampil sebagai Irfan, figur publik yang dikenal baik, sopan, dan inspiratif di hadapan masyarakat, namun menyimpan sifat manipulatif dan penuh kontrol di balik kehidupan pribadinya.

Karakter Irfan menjadi salah satu daya tarik utama film ini karena menggambarkan bahwa pelaku kekerasan tidak selalu tampil kasar atau temperamental, Justru lewat pembawaan tenang dan citra sempurna, sosok tersebut terasa lebih realistis sekaligus menakutkan,Film ini seperti ingin menyampaikan pesan bahwa luka emosional sering kali hadir tanpa suara dan sulit dikenali orang lain.

Ketegangan cerita semakin memuncak ketika kondisi psikologis putri mereka, Nadia, mulai terdampak akibat situasi rumah tangga yang tidak sehat.

Dalam kondisi tertekan, Amina akhirnya dipaksa memilih antara terus bertahan demi mempertahankan keluarga atau mengambil langkah berani untuk menyelamatkan dirinya dan anaknya dari hubungan yang merusak.

Tak hanya mengandalkan kekuatan cerita dan akting para pemainnya, Suamiku Lukaku juga diperkuat dengan lagu original soundtrack berjudul Aku Bangkit yang dibawakan Kris Dayanti, Lagu tersebut menjadi simbol perjalanan luka, keberanian, dan proses bangkit dari hubungan penuh trauma, Versi emosional lainnya juga dibawakan oleh Chae Yeon yang menambah nuansa dramatis dalam film.

Menariknya, menjelang penayangan film, tim produksi juga aktif mengadakan berbagai kegiatan sosial seperti psychology talkshow, diskusi publik, kunjungan kampus, hingga kampanye bertajuk di sejumlah kota besar Indonesia, Langkah ini menunjukkan bahwa film tersebut ingin menjadi medium edukasi sekaligus ruang diskusi tentang pentingnya keberanian berbicara terhadap kekerasan dalam relasi.

Dengan tema yang kuat, pendekatan emosional yang realistis, serta pesan sosial yang relevan, Suamiku Lukaku diprediksi menjadi salah satu film drama Indonesia paling menyentuh dan paling berani tahun ini.

Film ini bukan hanya tentang tangisan dan luka, tetapi juga tentang keberanian seseorang untuk kembali menemukan dirinya setelah lama hidup dalam ketakutan.

Peringati Hari Bumi, Wabup Purworejo Resmikan Pompa Air Tenaga Surya di Desa Krandegan

0

PURWOREJO | Redaksi.co — Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., menghadiri peringatan Hari Bumi yang dipusatkan di Desa Krandegan Kecamatan Bayan, sekaligus meresmikan pompa air irigasi tenaga surya berkapasitas 15 PK, untuk mendukung ketahanan pangan dan kemandirian energi di wilayah tersebut, pada Kamis (21/05/2026).

Dalam sambutannya, Wabup Dion mengapresiasi inovasi Pemerintah Desa Krandegan dalam pemanfaatan teknologi energi terbarukan untuk mendukung sektor pertanian. Menurutnya, penggunaan tenaga surya sebagai penggerak pompa irigasi merupakan langkah strategis dan visioner di tengah tantangan energi global.

  • “Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Desa Krandegan atas inovasi luar biasa ini. Pompa air yang biasanya menggunakan bahan bakar minyak kini memanfaatkan tenaga matahari yang tidak akan habis. Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi energi surya yang sangat besar dan harus dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Disampaikan Dion, ketidakpastian situasi global menjadi pengingat akan pentingnya kemandirian energi dan ketahanan pangan. Karena itu, inovasi yang dilakukan Desa Krandegan dinilai mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kabupaten Purworejo.

  • “Negara yang mampu bertahan adalah negara yang memiliki kemandirian energi. Apa yang dilakukan Desa Krandegan ini menjadi contoh nyata bagaimana kemandirian energi dapat berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Dion juga menegaskan bahwa Pemkab Purworejo siap mendukung dan memfasilitasi pengembangan program serupa di wilayah lain yang mengalami kendala irigasi. Pemkab juga akan mendorong kerja sama dengan perguruan tinggi dan pihak terkait agar inovasi tersebut dapat direplikasi di desa-desa lain.

Sementara itu, Kepala Desa Krandegan Dwinanto, menyampaikan bahwa program pompa air tenaga surya tersebut merupakan bagian dari upaya desa dalam memperingati Hari Bumi, sekaligus mengurangi emisi gas buang yang mencemari lingkungan.

Menurutnya, hingga saat ini Desa Krandegan telah memasang panel surya dengan kapasitas total 40.000 watt, yang digunakan untuk menggerakkan tujuh pompa air irigasi. Inovasi tersebut berdampak signifikan terhadap produktivitas pertanian warga.

“Dengan adanya pompa air tenaga surya ini, sawah warga dapat terairi dengan baik, sehingga petani kini mampu panen hingga tiga kali dalam setahun, yang sebelumnya hanya satu kali panen,” jelasnya. (*/Rico)

Sumber: Prokopim Kab. Purworejo

Senator Maya Rumantir Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Peringatan 10 Tahun Pergerakan Indonesia Maju

0

Senator Maya Rumantir Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Peringatan 10 Tahun Pergerakan Indonesia Maju

Jakarta — Anggota DPD RI Sulawesi Utara, Maya Rumantir menghadiri acara peringatan 10 Tahun Pergerakan Indonesia Maju yang digelar di Hotel Ambhara, Rabu (21/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Maya Rumantir menegaskan pentingnya menjaga persatuan, perdamaian, dan semangat positif dalam membangun bangsa Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa besar yang kaya akan sumber daya alam maupun sumber daya manusia sehingga seluruh elemen masyarakat harus bersatu tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan golongan.

“Kita semua adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhan mencintai seluruh umat-Nya tanpa membeda-bedakan. Karena itu, kita juga harus mampu menghargai sesama manusia dan melihat kelebihan dari setiap orang,” ujar Maya Rumantir.

Ia mengatakan perjalanan menuju Indonesia maju membutuhkan proses panjang, kerja sama, dan optimisme seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, setiap masa kepemimpinan memiliki tantangan, kelemahan, serta kelebihan masing-masing, namun semangat membangun bangsa harus terus dijaga.

“Kalau kita bersatu membangun bangsa ini dengan menghargai kelebihan satu sama lain, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang semakin besar. Tetapi jika manusia dipenuhi iri hati, dengki, dan dendam, itu justru akan menghambat kemajuan,” katanya.

Maya juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan demi mewujudkan Indonesia yang damai dan harmonis.

“Kita harus memiliki positive attitude dan terus berpikir positif. Jangan mudah terprovokasi oleh perbedaan. Mari kita fokus pada persamaan karena kita semua bersaudara dalam satu Ibu Pertiwi Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya.

Menurut Maya Rumantir, Indonesia merupakan bangsa yang dikagumi dunia karena keberagaman dan persatuannya. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak mudah terpecah oleh isu-isu yang menimbulkan kebencian maupun rasa iri terhadap sesama.

Ia juga menekankan pentingnya saling mendukung dan memotivasi satu sama lain agar masyarakat Indonesia mampu berkembang bersama.

“Kalau orang lain bisa berhasil, maka kita juga bisa berhasil. Jangan iri hati dan dengki karena itu hanya menjadi penyakit yang menghambat diri sendiri. Mari kita saling mendukung, saling merangkul, dan mempersatukan seluruh potensi anak bangsa,” ungkapnya.

Acara peringatan 10 Tahun Pergerakan Indonesia Maju berlangsung penuh semangat kebangsaan dan dihadiri berbagai tokoh masyarakat, organisasi, serta elemen bangsa yang mendukung persatuan dan kemajuan Indonesia.

JOL Siapkan “Berkas Maut” ke Kejati Sulbar, Dugaan Korupsi Tunjangan Guru Menguak

0

Redaksi.co MAMASA : Anggaran pendidikan yang seharusnya menjadi hak para pahlawan tanpa tanda jasa di Kabupaten Mamasa diduga kuat telah diacak-acak oleh gurita sistemik yang korup. Tidak tanggung-tanggung, dana sebesar Rp4,6 Miliar menguap dan salah sasaran dalam sengkarut pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Khusus Guru (TKG) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Mamasa.

Gerah dengan aroma busuk penyelewengan ini, Jaringan Oposisi Loyal (JOL) langsung mengambil langkah ekstrem. Mereka memastikan akan menyeret skandal “gila” ini ke ranah hukum dengan melaporkannya secara resmi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat.

Kotak pandora ini terbuka lebar setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI merilis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Kabupaten Mamasa Tahun Anggaran 2024. Hasilnya mencengangkan sekaligus menyayat hati: terjadi kelebihan pembayaran yang ugal-ugalan sekaligus pemangkasan hak guru yang zalim dengan total nilai mencapai Rp4.650.021.084,00!

Bancakan Dana Terlarang: Duit negara sebesar Rp3.659.946.476,00 mengalir deras sebagai “kelebihan pembayaran” ke rekening pihak-pihak yang sama sekali TIDAK BERHAK.

Hak Guru Dikebiri: Di sisi lain, para guru yang bersimbah keringat mendidik anak bangsa justru gigit jari karena “kekurangan pembayaran” alias haknya ditahan sebesar Rp990.074.608,00.

Pembayaran miliaran rupiah kepada pihak yang tidak berhak ini jelas bukan human error biasa. Ini adalah kejahatan anggaran yang terstruktur!” gertak Central Commite JOL Nasional, Cornelius Dehata.

Cornelius Dehata menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main. Dokumen pelaporan sudah rampung disusun dan siap diledakkan di meja penyidik kejaksaan.

Kami sudah menyusun dokumen pelaporan. Jika tidak ada aral melintang, Senin 25 Mei 2026 akan kami laporkan secara resmi ke Kejati,” tegas Cornelius dengan nada dingin tanpa kompromi.

JOL mendesak Kejati Sulbar tidak hanya memeriksa kulit luar, tetapi harus memotong hingga ke akar-akarnya. Ada indikasi kuat terjadinya manipulasi data penerima tunjangan secara sistematis dan penyalahgunaan wewenang demi mengeruk keuntungan pribadi.

JOL menuntut pemeriksaan total terhadap mata rantai pencairan dana ini, yang meliputi:

1. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mamasa sebagai pemegang kuasa anggaran.

2. Pejabat Pengelola Keuangan dan Verifikator TPG/TKG yang meloloskan data-data mencurigakan.

3. Operator Siluman yang diduga memanipulasi input data.

4. Para Penerima Gelap yang menikmati duit haram tersebut.

Temuan BPK ini harus menjadi pintu masuk penegakan hukum. Tarik semua uang yang bocor, kembalikan ke kas daerah, dan bayar hak guru yang ditahan! Kami akan kawal kasus ini sampai ada yang memakai rompi oranye!” pungkas Cornelius.

Publik kini menanti, seberapa taring Kejati Sulbar mengejar para “tikus berdasi” yang tega memakan anggaran tunjangan guru di Mamasa. (ZUL)

DARURAT SAWIT SULBAR: “Petani Sekarat di Lahan Sendiri”, Mahasiswa Ngamuk Desak Kadis Perkebunan Dicopot!

0

Redaksi.co SULBAR : Jeritan ratusan ribu petani sawit di Sulawesi Barat pecah menjadi kemarahan besar. Aliansi Rakyat Sulbar Peduli Petani Sawit resmi “menabuh genderang perang” melawan Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar yang dinilai mandul, lumpuh, dan diduga sengaja membiarkan korporasi raksasa “memeras” keringat petani lokal lewat permainan harga yang ugal-ugalan.

Tak lagi kompromi, mahasiswa kini menuntut kepala dinas dicopot secara tidak hormat. Institusi plat merah tersebut dituding hanya menjadi “stempel formalitas” korporasi tanpa taring untuk melindungi rakyat!

Skandal jatuhnya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Sulbar dinilai penuh dengan kejanggalan dan permainan kotor. Koordinator Lapangan, Asrullah, membongkar bagaimana sistem penentuan harga hari ini telah berubah menjadi lelucon yang menyakitkan bagi petani swadaya.

Tragedi Harga Sawit Sulbar: Di atas kertas, pemerintah mengumumkan kenaikan harga penetapan. Namun fakta di lapangan sangat biadab: Korporasi membeli dengan harga Rp2.100Rp2.200/kg, sementara tengkulak dan sistem yang timpang memaksa petani swadaya gigit jari menerima recehan Rp1.700 – Rp1.800/kg.

Jangan hanya duduk manis menetapkan harga lalu diam di ruangan ber-AC! Ketika harga jatuh terjun payung dan masyarakat menjerit, pemerintah baru sibuk pura-pura turun ke lapangan setelah ada gejolak,” amuk Asrullah dengan nada tinggi.

Bukan rahasia lagi, mahasiswa mengendus adanya dugaan konspirasi sistemik berupa penumpukan buah dan rekayasa antrean panjang kendaraan sawit di pabrik. Modus klasik alasan “kapal lambat sandar” diduga sengaja dimainkan agar buah petani membusuk, sehingga petani terpaksa menjual dengan harga murah di bawah tekanan psikologis.

Anehnya, di tengah hantaman badai krisis ini, Kepala Dinas Perkebunan Sulbar justru terkesan “penakut” dan menutup mata.

Kami sudah melakukan aksi berjilid-jilid, tetapi Kepala Dinas selalu kabur dan menolak menemui kami. Bahkan ketika DPRD Provinsi memanggilnya untuk hearing, dia tetap mangkir! Ada apa di Dinas Perkebunan? Siapa yang sedang mereka lindungi?” cecar Asrullah curiga.

6 Tuntutan Berdarah Aliansi Rakyat Peduli Sawit:

Menolak kalah dari gurita perusahaan nakal, mahasiswa melayangkan ultimatum keras:

* Pecat Kadis Perkebunan: Segera copot jabatan Kepala Dinas karena gagal total mengawasi implementasi harga di lapangan.

* Audit Total PKS: Lakukan sidak dan audit investigatif terhadap implementasi harga TBS di seluruh perusahaan kelapa sawit Sulbar.

* Bongkar HGU & CSR: Transparansi penuh terkait Hak Guna Usaha (HGU) dan aliran dana CSR yang selama ini dinilai tidak menyentuh rakyat.

* Hukum Perusahaan Nakal: Berikan sanksi berat hingga pencabutan izin operasi bagi korporasi yang memanipulasi harga.

* Selamatkan Petani Swadaya: Keberpihakan nyata dan proteksi harga mutlak bagi petani mandiri.

Kami tidak ingin pemerintah hanya hadir di meja rapat, tetapi hilang seperti hantu ketika masyarakat membutuhkan perlindungan. REALISASIKAN HARGA PENETAPAN, JANGAN BIARKAN RAKYAT MATI DI ATAS LAHANNYA SENDIRI!” tutup Asrullah membakar semangat massa.

Gelombang massa yang lebih besar diprediksi akan kembali mengepung kantor Gubernur jika Dinas Perkebunan tetap memilih bungkam dan bersekutu dengan kemiskinan petani. (ZUL)