redaksi.co, Jakarta | PT FPT Metrodata Indonesia (FMI) bersama HP Indonesia dan PT Mitra Integrasi Informatika (MII) meluncurkan SecBox, platform monitoring keamanan siber yang dirancang untuk membantu perusahaan memantau ancaman digital secara terpusat. Peluncuran dilakukan di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (21/5), di tengah meningkatnya kasus serangan siber di Indonesia.
Direktur PT Metrodata Electronics Tbk, Alexander Kuntoro, mengatakan ancaman siber kini semakin sering menyasar berbagai sektor usaha dan organisasi.
“Serangan siber sekarang semakin sering terjadi dan menyasar banyak organisasi di Indonesia. Karena itu, perusahaan membutuhkan sistem keamanan yang dapat membantu proses monitoring dan penanganan ancaman digital,” ujarnya.
Presiden Direktur HP Indonesia, Juliana Cen, menilai perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) turut memengaruhi pola serangan digital, termasuk phishing, malware, dan ransomware.
“Serangan seperti phishing dan malware sekarang lebih mudah dibuat dan penyebarannya semakin luas. Banyak serangan juga bermula dari perangkat endpoint yang digunakan sehari-hari,” kata Juliana.
Dalam kerja sama tersebut, HP menghadirkan teknologi keamanan endpoint melalui HP Wolf Security yang diklaim memiliki perlindungan mulai dari perangkat keras, firmware, hingga sistem operasi.
Sementara itu, Division Manager PT FPT Metrodata Indonesia, Digit Oktavianto, menjelaskan SecBox dikembangkan untuk mengintegrasikan monitoring keamanan, threat intelligence, cloud monitoring, hingga incident response dalam satu sistem.
“Platform ini mengintegrasikan monitoring keamanan, threat intelligence, cloud monitoring, hingga incident response,” ujarnya.
Menurutnya, perusahaan saat ini menghadapi tantangan dalam mengelola sistem keamanan yang tersebar di berbagai perangkat dan platform sehingga kebutuhan monitoring terpusat semakin meningkat.
Technical Consultant HP Indonesia, Krismayadi, mengatakan phishing masih menjadi salah satu metode serangan yang paling sering digunakan.
“Sekarang phishing tidak hanya melalui email, tetapi juga lewat aplikasi pesan instan dan berbagai platform komunikasi lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu fitur keamanan yang digunakan adalah isolasi ancaman melalui ruang virtual terpisah agar file mencurigakan tidak langsung memengaruhi sistem utama perangkat.
Pada sesi diskusi, Presiden Direktur PT FPT Metrodata Indonesia, Edwin Putraoetama Octosa, menyebut penggunaan AI dalam sistem keamanan saat ini difokuskan untuk membantu proses analisis dan deteksi awal ancaman.
“AI membantu tim keamanan dalam membaca pola ancaman dan mempercepat proses analisis insiden,” ujarnya.



