Beranda blog Halaman 169

Pemkab Mamuju Targetkan ‘2-3 Inovasi per Instansi’ untuk Dongkrak Pelayanan Publik

0

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju tancap gas memacu roda reformasi birokrasi. Guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan, Pemkab Mamuju menggelar Acara Sosialisasi Inovasi Daerah di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Mamuju pada Senin (4/5/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai komitmen nyata untuk membawa Mamuju naik kelas dalam peta inovasi nasional tahun ini.

Acara bergengsi yang digelar secara hibrida (daring dan luring) ini dibuka oleh Bupati Mamuju yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Dr. H. Suaib, S.Sos, MM. Turut hadir dalam acara tersebut Asisten II Sekdakab Mamuju Muhammad Jufri Badau, Pimpinan Perangkat Daerah (PD), serta para Camat dan Lurah.

Pemkab Mamuju juga menghadirkan narasumber otoritatif dari pusat, yakni Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, TI dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri Kemendagri, Dr. Ir. David Yama, MSc., MA.

Dalam sambutannya, Sekda Mamuju H. Suaib menegaskan bahwa di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, aparatur pemerintah tidak boleh lagi terjebak dalam kerja-kerja rutin yang monoton. Kreativitas, adaptivitas, dan kemampuan menghadirkan solusi adalah harga mati.

Inovasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong efisiensi pemerintahan, serta mempercepat pembangunan daerah,” ujar H. Suaib.

Ia juga menekankan bahwa agenda ini harus menjadi pemantik kesadaran kolektif. “Inovasi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan gerakan bersama yang melibatkan seluruh perangkat daerah dan elemen masyarakat,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BAPPERIDA Mamuju, H. Budianto Muin, S.Ip., M.Si, selaku Ketua Panitia Pelaksana, menjelaskan bahwa budaya inovasi harus dimulai dari level individu sebelum berkembang menjadi inovasi organisasional. Sebagai langkah awal, BAPPERIDA kini tengah gencar melakukan penjaringan (screening) inovasi di setiap Perangkat Daerah (PD) agar praktik-praktik inovatif tersebut terstruktur dengan baik.

Meskipun Kabupaten Mamuju saat ini sudah resmi menyandang predikat sebagai Daerah Inovatif, perwakilan Kemendagri, David Yama, mengingatkan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri. Agar target naik level di tahun 2026 bisa terealisasi, David membeberkan tiga catatan krusial yang harus segera dibenahi oleh Pemkab Mamuju:

1. Komitmen Kepala Daerah belum sepenuhnya terintegrasi. Inovasi harus segera dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan (RPJMD) dan ditetapkan sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU).

2. Peran Orkestrator/Operator belum optimal. Penguatan peran operator inovasi di setiap lini Perangkat Daerah (PD).

3. Produktivitas dan kualitas inovasi masih rendah. Target Baru: Setiap Perangkat Daerah diwajibkan melahirkan minimal 2 sampai 3 inovasi per tahun.

Dengan adanya peta jalan (roadmap) yang jelas dari Kemendagri serta komitmen kuat dari internal pemkab, sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum titik balik bagi Kabupaten Mamuju untuk bertransformasi menjadi daerah yang jauh lebih kompetitif, efektif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (ZUL)

Pisah Sambut Kajati Sulbar: Menjaga Sinergitas, Mengawal Keadilan Menuju Asta Cita

0

Redaksi.co MAMUJU : Ballroom Hotel Maleo Mamuju menjadi saksi momen penting transisi kepemimpinan korps adhyaksa di Sulawesi Barat. Malam Ramah Tamah dan Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Barat yang digelar meriah tersebut menandai estafet kepemimpinan dari pejabat lama, Sukarman Sumarinton, SH., MH., kepada pejabat baru, Budi Hartawan Pandjaitan, SH., MH.

Acara strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran elit pemerintahan, termasuk Gubernur Sulawesi Barat Dr. H. Suhardi Duka, MM., Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana, ST., unsur Forkopimda Sulbar, Sekprov Dr. Junda Maulana, serta para Bupati, Wakil Bupati, dan Kepala Kejaksaan Negeri se-Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulbar Suhardi Duka menekankan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya fokus pada aspek fisik. Menyelaraskan visi lokal dengan program nasional, Suhardi menegaskan komitmen Sulbar untuk bergerak linear dengan Visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI demi mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera.

Namun, Gubernur mengingatkan bahwa kemajuan materiil belum lengkap tanpa kehadiran hukum yang berkeadilan.

Sebagai mitra pemerintah, ‘Maju dan Sejahtera’ saja tidaklah cukup. Harus ada sumber keadilan sebagai penyeimbang dari Lembaga Kejaksaan, sehingga pada akhirnya kita semua dapat merasakan kebahagiaan,” tegas Suhardi Duka di hadapan para undangan.

Gubernur juga sempat mengulas historis dan demografi Sulbar sebagai daerah pemekaran Sulawesi Selatan yang kini memiliki enam kabupaten, di mana 49 persen masyarakatnya merupakan suku Mandar.

Sukarman Sumarinton, yang kini resmi mengemban amanah baru sebagai Inspektur Keuangan III pada Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung RI, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin erat selama hampir satu tahun masa jabatannya (16 April 2025 – 29 April 2026).

Menariknya, meski berpindah tugas ke Jakarta, Sukarman dipastikan tidak akan benar-benar “meninggalkan” Sulbar.

“Di tempat tugas yang baru, Wilayah Sulawesi Barat justru menjadi salah satu daerah pengawasan saya. Karena itu, saya berharap silaturahmi dan kerja sama yang baik ini tetap berjalan,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Kajati Sulbar yang baru, Budi Hartawan Pandjaitan, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan. Berbekal pengalamannya sebagai mantan Kajati Maluku Utara, Budi berharap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulbar dapat terus solid.

Ia menegaskan bahwa kerja sama yang kuat antara institusi hukum dan pemerintah daerah adalah kunci utama dalam menciptakan iklim wilayah yang kondusif.

“Ke depan, kami mengharapkan sinergitas dan kerja sama yang telah terjalin baik selama ini dapat terus berjalan, sehingga proses penegakan hukum dan pengawasan keadilan di Sulawesi Barat dapat berjalan dengan lancar,” pungkas Budi.

Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian cenderamata sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi pejabat lama serta penyambutan hangat bagi pejabat baru yang siap mengawal hukum di Bumi Manakarra. (ZUL)

Suhardi Duka Buka Pameran Budaya Pancasila 2026: “Pancasila Itu Perilaku Sehari-hari, Bukan Formalitas!”

0

Redaksi.co MAMUJU : Halaman Rumah Adat Mamuju mendadak semarak. Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, MM., secara resmi membuka gelaran akbar Pameran Budaya Pancasila 2026. Acara yang sarat akan nilai sejarah dan budaya ini menjadi panggung refleksi pentingnya menjaga ideologi bangsa di tengah gempuran modernisasi.

Pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sulbar, Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana, S.T., Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Mamuju Ariady Iksan, ST., serta jajaran dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya yang berapi-api, Gubernur Suhardi Duka mengingatkan kembali esensi lahirnya Pancasila. Ia menegaskan bahwa dasar negara ini bukan sekadar hafalan di atas kertas, melainkan akar budaya yang berhasil merekatkan ribuan perbedaan suku, bahasa, dan pulau di Indonesia.

Suhardi Duka juga menyoroti bagaimana ideologi ini kerap diuji oleh zaman, mulai dari penyelewengan hingga pengkhianatan sejarah yang melahirkan momentum Hari Kesaktian Pancasila.

“Pemahaman terhadap Pancasila jangan hanya dimaknai sebagai suatu kewajiban formal, tetapi harus dimaknai sebagai suatu proses budaya yang harus ditanamkan di setiap generasi. Pemahaman kita kepada Pancasila harus lebih bermakna dalam tingkah laku kita sehari-hari,” tegas Gubernur Sulbar.

Langkah taktis diambil oleh Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Barat dalam menyukseskan acara ini. Mereka menggandeng Pemuda Pancasila Sulawesi Barat untuk mengawal keterlibatan aktif generasi muda.

Apresiasi tinggi pun datang dari Gubernur atas kolaborasi ini. Menurutnya, melibatkan generasi muda secara langsung adalah cara paling efektif agar nilai-nilai luhur Pancasila tidak luntur dan tetap relevan bagi generasi Z dan milenial.

Pameran Budaya Pancasila 2026 ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan dengan menyajikan berbagai kegiatan menarik yang memadukan unsur edukasi, seni, dan pelestarian budaya lokal.

Beberapa agenda unggulan yang siap menyedot perhatian masyarakat antara lain:

Pameran Kebudayaan: Eksplorasi sejarah dan artefak budaya yang digelar di dalam Museum Rumah Adat Mamuju.

Lomba Tari Tradisional: Panggung unjuk bakat pemuda dalam melestarikan tarian khas daerah.

Lomba Mewarnai: Ruang kreasi bagi anak-anak usia dini untuk menanamkan rasa cinta tanah air sejak belia.

Masyarakat Mamuju dan sekitarnya diimbau untuk hadir dan meramaikan festival budaya ini, guna menyelami kembali kekayaan identitas bangsa yang berlandaskan Pancasila. (ZUL)

Cetak 434 Sarjana Baru, UT Majene Siap Pasok Angkatan Kerja Unggul di Sulawesi Barat

0

Redaksi.co MAMUJU : Universitas Terbuka (UT) Majene sukses menggelar prosesi Wisuda Daerah Periode I Tahun 2026 di Grand Maleo Hotel and Convention, Kabupaten Mamuju, Senin (11/5/2026). Sebanyak 434 wisudawan dari berbagai penjuru Sulawesi Barat resmi dikukuhkan dalam rapat senat terbuka yang berlangsung khidmat dan penuh haru.

Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat Dr. H. Suhardi Duka, MM, Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana, ST, jajaran Forkopimda, serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Majene. Dari jajaran akademisi, hadir Dekan FHISIP UT Dr. Meita Istianda, S.Ip., M.Si., yang mewakili Rektor UT, serta Direktur UT Majene, Devi Ayuni, S.T., M.Si.

Dalam orasinya yang membakar semangat, Gubernur Sulbar H. Suhardi Duka menegaskan bahwa gelar sarjana saja tidak lagi cukup di era kompetisi global. Beliau menitipkan tiga pilar utama yang wajib dipegang teguh oleh alumni UT, yaitu Revolusioner, Integritas, dan Adaptif.

“Saya tidak meminta saudara hanya menjadi sarjana, saya meminta saudara menjadi penjaga kepercayaan. Karena dalam dunia yang penuh kompetisi, yang bertahan bukan yang paling kuat, tetapi yang paling dipercaya,” tegas Suhardi Duka di hadapan ratusan wisudawan dan orang tua.

Menurutnya, sifat revolusioner berarti mampu melahirkan inovasi yang mengangkat potensi lokal. Sementara integritas adalah keselarasan antara ucapan dan tindakan, dan adaptif adalah kelincahan dalam merespons perkembangan zaman.

Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, ST., menyatakan rasa bangganya atas pencapaian para wisudawan yang mayoritas berasal dari wilayahnya. Menjawab tantangan dunia kerja pasca-kampus, Pemkab Mamuju telah menyiapkan karpet merah melalui program strategis.

Tahap ini adalah batu loncatan awal menuju pengabdian nyata. Saat ini, Pemkab Mamuju bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja memiliki Program Magang khusus untuk mengakomodir lonjakan angkatan kerja dari universitas lokal,” ungkap Yuki di sela-sela kegiatan.

Dekan FHISIP UT, Dr. Meita Istianda, mengingatkan bahwa esensi pendidikan sejati baru dimulai setelah ijazah di tangan. Keunggulan utama lulusan UT terletak pada mentalitas yang terbentuk selama masa kuliah.

Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) di UT bukan sekadar transfer ilmu, tetapi telah menempa kemandirian, kedisiplinan waktu yang tinggi, dan kemampuan adaptasi yang luar biasa pada diri alumni kita,” ujar Meita dalam laporannya.

Dari total 434 wisudawan yang tersebar di 22 Program Studi, Kabupaten Mamuju mencatatkan jumlah lulusan terbanyak sekaligus memborong predikat lulusan terbaik (IPK tertinggi).

Berikut adalah peta sebaran geografis wisudawan UT Majene Periode I 2026:

Kabupaten Mamuju 140 Orang

Kabupaten Majene 102 Orang

Kabupaten Polman 78 Orang

Kabupaten Mamuju Tengah 58 Orang

Kabupaten Mamasa 37 Orang

Kabupaten Pasangkayu 19 Orang

Lulusan Terbaik Periode Ini:

Program Magister (S2): Jasmiati Paba (Magister Manajemen – Asal Kabupaten Mamuju)

Program Sarjana (S1): Cindy Novia Handiyanti (S1 Agribisnis – Asal Kabupaten Mamuju)

Acara ditutup dengan prosesi foto bersama dan isak tangis bahagia dari keluarga wisudawan yang memadati area ballroom hotel, menandai lahirnya gelombang baru penggerak kemajuan di tanah Mandar, Sulawesi Barat. (ZUL)

Polsek Pasawahan Edukasi Bahaya Judi Online dan Miras ke Pedagang

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 (ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) – 𝚄𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 (𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜) 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚍𝚊 𝙹𝚊𝚋𝚊𝚛 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚎𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚑𝚞𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚎𝚍𝚞𝚔𝚊𝚝𝚒𝚏.

𝚂𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝙱𝚑𝚊𝚋𝚒𝚗𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜 𝙳𝚎𝚜𝚊 𝙿𝚊𝚜𝚊𝚠𝚊𝚑𝚊𝚗 𝙺𝚒𝚍𝚞𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚊𝚜𝚊𝚠𝚊𝚑𝚊𝚗, 𝙰𝙸𝙿𝚃𝚄 𝙳𝚒𝚍𝚒𝚗 𝙷𝚘𝚎𝚛𝚞𝚍𝚒𝚗, 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚍𝚊𝚐𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚍𝚊𝚐𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚕𝚒𝚕𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝚂𝚊𝚋𝚝𝚞, 23 𝙼𝚎𝚒 2026.

𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝, 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚔𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚒𝚊𝚕𝚘𝚐 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚛𝚊𝚙 𝚊𝚜𝚙𝚒𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚎𝚍𝚞𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚊𝚒𝚝 𝚋𝚊𝚑𝚊𝚢𝚊 𝚓𝚞𝚍𝚒 𝚘𝚗𝚕𝚒𝚗𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚒𝚗𝚞𝚖𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚛𝚊𝚜 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚌𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚝𝚒𝚗𝚍𝚊𝚔 𝚔𝚛𝚒𝚖𝚒𝚗𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚍𝚒 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝙰𝙸𝙿𝚃𝚄 𝙳𝚒𝚍𝚒𝚗 𝙷𝚘𝚎𝚛𝚞𝚍𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚓𝚞𝚍𝚒 𝚘𝚗𝚕𝚒𝚗𝚎 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚊𝚗𝚌𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚒𝚞𝚜 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚎𝚛𝚞𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚎𝚔𝚘𝚗𝚘𝚖𝚒, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚌𝚞 𝚔𝚘𝚗𝚏𝚕𝚒𝚔 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊, 𝚝𝚒𝚗𝚍𝚊𝚔 𝚙𝚒𝚍𝚊𝚗𝚊, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚛𝚞𝚜𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚒𝚝𝚞, 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚍𝚒𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚞𝚊𝚕 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚘𝚗𝚜𝚞𝚖𝚜𝚒 𝚖𝚒𝚗𝚞𝚖𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚛𝚊𝚜. 𝙿𝚊𝚜𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊, 𝚙𝚎𝚛𝚎𝚍𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚖𝚒𝚛𝚊𝚜 𝚔𝚎𝚛𝚊𝚙 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚏𝚊𝚔𝚝𝚘𝚛 𝚙𝚎𝚖𝚒𝚌𝚞 𝚝𝚎𝚛𝚓𝚊𝚍𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚎𝚛𝚒𝚋𝚞𝚝𝚊𝚗, 𝚙𝚎𝚛𝚔𝚎𝚕𝚊𝚑𝚒𝚊𝚗, 𝚊𝚔𝚜𝚒 𝚔𝚛𝚒𝚖𝚒𝚗𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜 𝚕𝚊𝚒𝚗𝚗𝚢𝚊.

  • “𝙺𝚊𝚖𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚖𝚋𝚊𝚞 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚞𝚑𝚒 𝚙𝚛𝚊𝚔𝚝𝚒𝚔 𝚓𝚞𝚍𝚒 𝚘𝚗𝚕𝚒𝚗𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚒𝚗𝚞𝚖𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚛𝚊𝚜 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚍𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚐𝚒𝚔𝚊𝚗, 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒, 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊, 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛. 𝙺𝚎𝚙𝚎𝚍𝚞𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚜𝚒𝚝𝚞𝚊𝚜𝚒 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚞𝚜𝚒𝚏,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙰𝙸𝙿𝚃𝚄 𝙳𝚒𝚍𝚒𝚗 𝙷𝚘𝚎𝚛𝚞𝚍𝚒𝚗.

𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚝𝚞, 𝙱𝚑𝚊𝚋𝚒𝚗𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚍𝚊𝚐𝚊𝚗𝚐 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚠𝚊𝚜𝚙𝚊𝚍𝚊𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚝𝚒𝚗𝚍𝚊𝚔 𝚔𝚛𝚒𝚖𝚒𝚗𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚝𝚎𝚛𝚌𝚒𝚙𝚝𝚊 𝚜𝚞𝚊𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚗𝚢𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜, 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒, 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐 𝚛𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝙱𝚑𝚊𝚋𝚒𝚗𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚙𝚛𝚎𝚟𝚎𝚗𝚝𝚒𝚏 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚍𝚎𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚍𝚎𝚝𝚎𝚔𝚜𝚒 𝚍𝚒𝚗𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜.

“𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐, 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚎𝚍𝚞𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚊𝚒𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕, 𝚝𝚎𝚛𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚋𝚊𝚑𝚊𝚢𝚊 𝚓𝚞𝚍𝚒 𝚘𝚗𝚕𝚒𝚗𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚒𝚗𝚞𝚖𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚛𝚊𝚜 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚑𝚊𝚝𝚒𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊,” 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚃𝚒𝚗𝚒. 

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼 : Sambang Tokoh Agama, Polsek Cibatu Perkuat Sinergitas dan Edukasi Waspada Penipuan Umroh Murah

𝙸𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚎𝚍𝚞𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

  • “𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚙𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚞𝚔𝚞𝚖, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚎𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚎𝚍𝚞𝚔𝚊𝚝𝚒𝚏 𝚍𝚊𝚗 𝚑𝚞𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚜𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚞𝚑𝚒 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚜𝚊𝚔 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕, 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚓𝚞𝚍𝚒 𝚘𝚗𝚕𝚒𝚗𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚒𝚗𝚞𝚖𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚛𝚊𝚜,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝚃𝚒𝚗𝚒.

𝙸𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚏 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚐𝚎𝚛𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚙𝚘𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚒𝚑𝚊𝚔 𝚔𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚊𝚙𝚊𝚋𝚒𝚕𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚖𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚍𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚞𝚍𝚒𝚊𝚗, 𝚙𝚎𝚛𝚎𝚍𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚖𝚒𝚗𝚞𝚖𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚛𝚊𝚜, 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜 𝚕𝚊𝚒𝚗𝚗𝚢𝚊. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 : 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

25 TAHUN KEPERGIAN SANG PENDEKAR HUKUM: Mengenang Eksklusif Sisi Humanis Baharuddin Lopa

0

Redaksi.co JAKARTA : Di tengah dahaga publik akan figur penegak hukum yang bersih dan berintegritas, nama Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa, SH. kembali mencuat dan menggetarkan sanubari bangsa. Hampir seperempat abad sejak wafatnya sang Jaksa Agung legendaris era Presiden Gus Dur ini pada 3 Juli 2001, sebuah kesaksian eksklusif dari orang dalam akhirnya terungkap ke publik, membuka tabir kehidupan sehari-hari sang “Pendekar Hukum” yang belum pernah tertulis di buku sejarah mana pun.

Adalah Wajidi Sayadi, seorang akademisi yang berkesempatan emas hidup satu atap dengan Baharuddin Lopa selama tiga tahun di Komplek Pondok Bambu, Jakarta Timur. Saat itu, Wajidi yang sedang menempuh studi Magister dan Doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyaksikan langsung bagaimana seorang pejabat tinggi negara menjalani hidup dengan kesederhanaan yang hampir tidak masuk akal untuk ukuran zaman sekarang.

“Ini bukan kajian akademik atau biografi resmi. Ini adalah kesaksian pribadi tentang bagaimana sosok beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Wajidi.

Kenangan yang sempat tersimpan rapat selama 25 tahun ini kembali menyeruak ke permukaan dipicu oleh dua peristiwa besar yang terjadi baru-baru ini:

* Bedah Buku di Kampung Halaman: Diskusi buku Biografi Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa, SH. (Kesaksian Seorang Jaksa Berintegritas) karya Prof. Dr. H. Ahmad Sewang, MA. yang digelar langsung di Aula Pondok Pesantren An-Nuhiyah Pambusuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

* Reuni “Alumni Pondok Bambu” di Jakarta: Resepsi pernikahan cucu Baharuddin Lopa, Ananda Ghina Ashila (putri dari Ir. H. Iskandar Muda Baharuddin Lopa) pada 2 Mei 2026 lalu di Jakarta. Momentum ini menjadi ajang berkumpulnya kembali para sahabat lama yang dahulu kerap menghabiskan waktu di rumah dinas Lopa.

Nama “Barlop” dikenal sebagai momok menakutkan bagi para koruptor. Karir pria kelahiran Pambusuang, 27 Agustus 1935 ini melesat dari Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Utara, merambah ke berbagai daerah sebagai Kajati di Sulawesi Tenggara, Aceh, Kalimantan Barat, hingga Sulawesi Selatan. Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Dirjen Pemasyarakatan, Sekjen Komnas HAM, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Menteri Kehakiman, hingga puncaknya sebagai Jaksa Agung RI.

Namun, di balik sederet jabatan mentereng tersebut, Wajidi Sayadi mengungkap 4 pilar utama yang membentuk karakter asli Baharuddin Lopa:

Tauhid yang Kokoh (Tanpa Pencitraan): Lopa adalah manusia yang merdeka dari kepura-puraan. Apa yang ia yakini di dalam hati, itulah yang ia praktikkan di lapangan. Tidak ada rekayasa citra di depan kamera.

Keberanian Berbasis Moral: Ketegasannya yang menakutkan para pelanggar hukum tidak lahir dari kemarahan personal, melainkan dari rasa tanggung jawab mutlak kepada Allah SWT dan bangsa.

Kesederhanaan yang Ekstrem: Meski menguasai jaringan hukum nasional, kehidupan pribadi Lopa dan istrinya, Hj. Andi Indrawulan, tetap bersahaja layaknya masyarakat biasa. Kemewahan adalah hal tabu di rumah mereka.

Takzim kepada Ulama: Di tengah kesibukannya memburu keadilan, Lopa selalu menyempatkan diri bersimpuh di hadapan para alim ulama untuk meminta nasihat spiritual.

Baharuddin Lopa mengembuskan napas terakhirnya di Riyadh, Arab Saudi, pada usia 65 tahun 11 bulan saat masih aktif menjabat sebagai Jaksa Agung. Secara biologis, usianya memang singkat. Namun, warisan integritasnya abadi.

Bagi Wajidi Sayadi, tinggal bersama Lopa bukan sekadar menumpang hidup, melainkan sebuah kuliah kehidupan tentang arti sejati dari keberanian.

Kini, di tahun 2026, ketika hukum sering kali dipandang bisa diperjualbelikan, Indonesia membeku dalam rindu. Bangsa ini merindukan kembali sosok seperti Baharuddin Lopa, seorang pejabat yang berbicara apa adanya, bekerja dengan hati nurani, dan tidak pernah takut menghadapi risiko apa pun demi tegaknya keadilan di bumi pertiwi.

Fajar 1908: Ketika Pena dan Pikiran Membakar Kegelapan Nusantara!

0

Redaksi.co MAMUJU : Ada masa di mana Nusantara didera kesunyian yang panjang. Bukan karena sepi tanpa suara, melainkan karena hilangnya riuh kebebasan. Berabad-abad lamanya bangsa ini bergerak dalam kegelapan; terkotak-kotak oleh sekat kedaerahan, dan terbelenggu oleh ketidakberdayaan yang dipelihara oleh waktu. Namun, sejarah selalu punya cara magis untuk melahirkan keajaibannya sendiri.

Tepat pada 20 Mei 1908, sebuah fajar baru menyingsing bagi bumi pertiwi. Menariknya, fajar ini terbit tanpa gemuruh senjata atau tumpahan darah, melainkan lahir lewat goresan pena dan ketajaman pikiran.

Di sebuah ruang kelas sederhana di Batavia, sekumpulan anak muda, para “anak zaman” yang menolak tunduk pada takdir kolonial, berkumpul membawa kegelisahan yang sama. Di sanalah mereka menyalakan sebatang lilin kecil bernama Budi Utomo.

Siapa sangka, dari ruang kecil itulah api kesadaran mulai menjalar, yang kelak membakar habis seluruh kegelapan penjajahan.

Hari itu bukan sekadar deretan angka di kalender. Hari itu adalah momen krusial ketika bangsa ini akhirnya sadar: belenggu terkuat bukanlah rantai besi di kaki, melainkan rasa tidak percaya diri yang bersarang di kepala.”

Momentum emas ini berhasil mengubah total lanskap perjuangan Nusantara. Sejak hari itu, kita bangkit tidak lagi berjalan sendiri-sendiri sebagai manusia Jawa, Sumatra, Sulawesi, atau Maluku. Kita melebur, merajut jalinan erat yang kini kita sebut sebagai Indonesia.

Hari Kebangkitan Nasional sejatinya adalah jembatan emas sejarah. Sebuah momentum agung yang berhasil mengubah ratapan masa lalu menjadi harapan masa depan, dan mengubah perpecahan menjadi persatuan yang abadi.

Wabup Dion Dorong Penguatan Karakter Anak Sejak Usia Dini

0

 

𝗣𝗨𝗥𝗪𝗢𝗥𝗘𝗝𝗢 | 𝗥𝗘𝗗𝗔𝗞𝗦𝗜.𝗖𝗢 – Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Raja Thifal Mazaya Izzati SIKom tampak antusias menghadiri dan menyaksikan Pentas Seni Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK) Maria, di Aula Kompleks SD Maria Purworejo, Sabtu (23/05/2026).

Dalam sambutannya Wabup Dion mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan ini sangat baik untuk menumbuhkan semangat kreativitas pada Anak Usia Dini (AUD), yang tentunya akan mendukung pertumbuhan karakter anak ke depannya.

“Saya berharap, KB TK Maria tetap konsisten dalam membentuk karakter anak. Karena sampai umur lima tahun anak merupakan waktu yang krusial,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dion menegaskan bahwa usia emas anak dimulai dari nol tahun sampai dengan lima tahun. Oleh karenanya, dalam masa-masa pertumbuhan tersebut, sangat membutuhan perhatian dan kepedulian bersama.

“Tidak hanya dari peran keluarga, bapak ibu orang tua, tetapi juga bapak ibu guru di sekolah,” ucap Dion.

Mengakhiri sambutannya, Dion menyampaikan harapan pada KB TK Maria Purworejo, untuk dapat turut serta dalam mencetak generasi emas di Kabupaten Purworejo.

“Semoga putra putri bapak ibu yang saat ini sedang dididik di KB TK SD Maria Purworejo, dapat menggantikan pemimpin-pemimpin Indonesia mendatang, maupun Kabupaten Purworejo khususnya,” pungkasnya. (*/𝙒𝙎)

Sumber: 𝙋𝙧𝙤𝙠𝙤𝙥𝙞𝙢 𝙆𝙖𝙗. 𝙋𝙪𝙧𝙬𝙤𝙧𝙚𝙟𝙤

*Warga Tambun Selatan Apresiasi Samsat Cikarang, Proses Lancar dan Petugas Membantu*

0

Jakarta,Redaksi.Co— Pelayanan yang memberi kemudahan dirasakan Eli saat mengurus administrasi kendaraan di Samsat Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Rabu (20/5/2026).

Eli mengatakan proses pelayanan berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi sikap petugas yang ramah, membantu, serta adanya fasilitas air minum bagi masyarakat yang datang mengurus administrasi kendaraan. “Alhamdulillah prosesnya lancar, petugasnya welcome, support banget, dan sangat membantu. Di sini juga ada fasilitas air minum untuk warga yang datang,” ujarnya.

Eli turut mengimbau masyarakat agar mengurus pembayaran pajak kendaraan secara langsung ke Samsat Cikarang tanpa melalui calo. Menurutnya, proses pelayanan mudah dan cepat apabila dilakukan sesuai prosedur. “Saran saya untuk warga yang akan membayar pajak sebaiknya datang langsung ke Samsat Cikarang, jangan lewat calo. Prosesnya gampang banget dan cepat,” tambahnya.

Kanit Samsat Kabupaten Bekasi, AKP Resi Ratuleni, mengatakan pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan yang mudah, cepat, ramah, dan transparan kepada masyarakat. “Pelayanan yang jelas dan transparan kami hadirkan agar masyarakat merasa nyaman mengurus administrasi kendaraannya sendiri tanpa perlu melalui perantara,” ujarnya.

Melalui pelayanan tersebut, Samsat Cikarang Kabupaten Bekasi berharap masyarakat semakin percaya dan terbantu dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan bermotor.

Dana Desa Dipangkas, Pemdes Losso Putar Otak Salurkan BLT 2026 demi Pemerataan

0

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Desa (Pemdes) Losso, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk periode Januari hingga April tahun anggaran 2026. Sebanyak 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat menerima bantuan tunai tersebut pada penyaluran kali ini.

Namun, ada yang berbeda pada nominal penyaluran tahun ini. Setiap keluarga penerima manfaat menerima sebesar Rp150.000 per bulan, dari yang seharusnya dianggarkan sebesar Rp300.000 per bulan.

Kepala Desa Losso, Firman Yahya, memberikan penjelasan langsung terkait adanya penyesuaian nominal tersebut. Menurutnya, langkah ini terpaksa diambil menyusul adanya kebijakan pengurangan alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

“Harusnya warga menerima Rp300.000 per bulan. Namun karena anggaran dari pusat sekarang dikurangi, kami di desa harus mengambil kebijakan agar seluruh warga yang membutuhkan tetap terakomodasi,” ungkap Firman Yahya.

Firman juga tidak menampik jika ada desa lain yang tetap menyalurkan BLT dengan nominal utuh Rp300.000. Namun, hal itu terjadi karena jumlah penerima manfaat di desa-desa tersebut jauh lebih sedikit.

Sementara di Desa Losso, ada 20 kepala keluarga yang benar-benar memenuhi kriteria dan sangat membutuhkan bantuan tersebut. Jika nominal dipaksakan utuh, maka akan ada warga miskin yang terancam dicoret dari daftar penerima.

Pemerintah Desa Losso menegaskan bahwa langkah ini diambil demi mengedepankan asas keadilan dan pemerataan, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

Pemdes Losso juga memastikan proses penyaluran berjalan dengan transparan dan terbuka, sehingga masyarakat memahami betul kondisi pemotongan anggaran yang datang dari pusat, bukan dari kebijakan sepihak pemerintah desa. (ZUL)