Padangsidimpuan — Setelah hampir 24 jam dilakukan pencarian, warga yang diduga hanyut terseret arus Sungai Sibontar sejak kemarin akhirnya berhasil ditemukan pada Rabu, 26 November 2025. Korban bernama Prawira Adi Putra Batubara, warga Jalan Alboin Hutabarat LK I, Gang Dame 6, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
Penemuan korban dilakukan oleh tim gabungan Polres Padangsidimpuan, PMI, serta masyarakat sekitar. Korban ditemukan di wilayah Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, setelah tim melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Proses evakuasi berlangsung lancar dan jenazah segera dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Aparat kepolisian mengimbau warga agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca dan debit air sungai yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir.
Gelar Aksi Warga Sunter Jaya Tuntut Pembukaan Blokir Tanah Kantor BPN Jakarta Utara
Jakarta,Redaksi.co— Rabu (26/11/2025) Warga Sunter Jaya Gelar Aksi Unjuk Rasa di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Administrasi Jakarta Utara.
Aksi yang diperkirakan mencapai seribu orang datang menggunakan mobil komando, mini bus, kendaraan roda dua, dan ambulans. Mereka membawa spanduk berisi tuntutan agar BPN membuka blokir tanah yang dinilai tidak transparan Dan merugikan warga serta menolak klaim kepemilikan lahan oleh Kodam Jaya.
Tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa tersebut adalah :
1. Penghapusan blokir tanah yang dianggap ilegal dan bertentangan dengan ketentuan Permen ATR/BPN Nomor 13 Tahun 2017 tentang Tata Cara Blokir dan Sita.
2. Kepastian hukum bagi pemilik tanah yang telah menguasai dan menempati lahan selama puluhan tahun serta memegang sertifikat resmi.
3. Pertanggungjawaban Kepala BPN Jakarta Utara, termasuk desakan untuk mundur bila tidak mampu menyelesaikan persoalan pemblokiran tersebut.
Unjuk rasa dihadiri Oleh Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Ida Mahmuda.
Warga hanya menuntut hak yang “seharusnya dilindungi negara, Warga sudah membayar pajak, punya Sertifikat Resmi,tinggalpun sudah puluhan tahun,disini warga hanya meminta kejelasan,”ungkap Ida Mahmuda selaku Anggota DPRD DKI Fraksi PDI Perjuangan ditengah orasinya.
Pemblokiran tanah tanpa kejelasan membuat warga kehilangan hak paling dasar,tanah merupakan kebutuhan fundamental bagi masyarakat,”jelas Eki Lamo selaku Aktivis 98.
Sontang Coin Manurung selaku Kepala BPN Kota Administrasi Jakarta Utara,hadir ditengah-tengah massa aksi unjuk rasa,pemblokiran tanah di Sunter Jaya dilakukan pada tahun 2019 atas permintaan Kodam Jaya, terkait klaim aset dalam trase pembangunan Jalan Tol Sunter–Pulo Gebang,”jelas kepala BPN Sontang Coin Manurung.
sertifikat tanah yang dimiliki warga tetap sah, pihaknya sedang berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mencari solusi,Kami pun memahami keresahan warga, Proses sedang berjalan dan kami membutuhkan waktu satu minggu untuk menyampaikan tindak lanjut resmi,” ujarnya.
BPN kemudian menyerahkan surat jawaban kepada perwakilan aksi, yang pada intinya menyatakan komitmen untuk melakukan koordinasi dan menyelesaikan persoalan pemblokiran dalam waktu satu minggu.
Aksi berlangsung sejak pukul 09.40 WIB hingga sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah doa bersama, massa membubarkan diri secara tertib.
Sebanyak 273 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan, terdiri dari anggota Kodim 0502/JU, Polres Metro Jakarta Utara, Intelgab, serta petugas keamanan BPN.
*Sambut HUT ke-75, Direktorat Polairud Polda Malut Gelar Tabur Bunga di Laut*
REDSKSI.CO MALUT – Direktorat Polairud Polda Maluku Utara menggelar upacara tabur bunga di laut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Polairud, Selasa (25/11/2025). Kegiatan berlangsung di Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Bastiong, Kota Ternate.
Upacara tabur bunga dipimpin oleh Direktur Polairud Polda Malut, Kombes Pol Azhari Juanda, S.I.K. Acara ini turut dihadiri oleh Danlanal Ternate, Kepala Kantor SAR Ternate, Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, serta sejumlah tamu undangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel penghormatan kepada para pahlawan dan pendahulu Korps Polairud yang telah berjasa dalam menjaga keamanan perairan Indonesia. Selanjutnya, para peserta menaiki kapal patroli untuk melaksanakan prosesi tabur bunga.
Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa upacara tabur bunga merupakan tradisi tahunan yang memiliki makna penting bagi keluarga besar Polairud.
“Tabur bunga ini menjadi momentum untuk mengenang pengorbanan dan dedikasi anggota Polairud yang telah gugur dalam tugas. Sekaligus menguatkan komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam menjaga keamanan laut,” ujarnya.
Ia menambahkan, peringatan HUT Polairud ke-75 tahun ini mengusung semangat memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga wilayah perairan Maluku Utara. “Kolaborasi menjadi kunci, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan laut yang semakin dinamis,” pungkasnya.









Aceh Barat.Redaksi.co




