Redaksi.co MAMUJU : Ballroom Hotel Maleo Mamuju menjadi saksi momen penting transisi kepemimpinan korps adhyaksa di Sulawesi Barat. Malam Ramah Tamah dan Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Barat yang digelar meriah tersebut menandai estafet kepemimpinan dari pejabat lama, Sukarman Sumarinton, SH., MH., kepada pejabat baru, Budi Hartawan Pandjaitan, SH., MH.
Acara strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran elit pemerintahan, termasuk Gubernur Sulawesi Barat Dr. H. Suhardi Duka, MM., Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana, ST., unsur Forkopimda Sulbar, Sekprov Dr. Junda Maulana, serta para Bupati, Wakil Bupati, dan Kepala Kejaksaan Negeri se-Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulbar Suhardi Duka menekankan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya fokus pada aspek fisik. Menyelaraskan visi lokal dengan program nasional, Suhardi menegaskan komitmen Sulbar untuk bergerak linear dengan Visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI demi mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera.
Namun, Gubernur mengingatkan bahwa kemajuan materiil belum lengkap tanpa kehadiran hukum yang berkeadilan.
“Sebagai mitra pemerintah, ‘Maju dan Sejahtera’ saja tidaklah cukup. Harus ada sumber keadilan sebagai penyeimbang dari Lembaga Kejaksaan, sehingga pada akhirnya kita semua dapat merasakan kebahagiaan,” tegas Suhardi Duka di hadapan para undangan.
Gubernur juga sempat mengulas historis dan demografi Sulbar sebagai daerah pemekaran Sulawesi Selatan yang kini memiliki enam kabupaten, di mana 49 persen masyarakatnya merupakan suku Mandar.
Sukarman Sumarinton, yang kini resmi mengemban amanah baru sebagai Inspektur Keuangan III pada Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung RI, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin erat selama hampir satu tahun masa jabatannya (16 April 2025 – 29 April 2026).
Menariknya, meski berpindah tugas ke Jakarta, Sukarman dipastikan tidak akan benar-benar “meninggalkan” Sulbar.
“Di tempat tugas yang baru, Wilayah Sulawesi Barat justru menjadi salah satu daerah pengawasan saya. Karena itu, saya berharap silaturahmi dan kerja sama yang baik ini tetap berjalan,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Sementara itu, Kajati Sulbar yang baru, Budi Hartawan Pandjaitan, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan. Berbekal pengalamannya sebagai mantan Kajati Maluku Utara, Budi berharap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulbar dapat terus solid.
Ia menegaskan bahwa kerja sama yang kuat antara institusi hukum dan pemerintah daerah adalah kunci utama dalam menciptakan iklim wilayah yang kondusif.
“Ke depan, kami mengharapkan sinergitas dan kerja sama yang telah terjalin baik selama ini dapat terus berjalan, sehingga proses penegakan hukum dan pengawasan keadilan di Sulawesi Barat dapat berjalan dengan lancar,” pungkas Budi.
Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian cenderamata sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi pejabat lama serta penyambutan hangat bagi pejabat baru yang siap mengawal hukum di Bumi Manakarra. (ZUL)

