Top 5 This Week

Related Posts

Pemkab Mamuju Targetkan ‘2-3 Inovasi per Instansi’ untuk Dongkrak Pelayanan Publik

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju tancap gas memacu roda reformasi birokrasi. Guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan, Pemkab Mamuju menggelar Acara Sosialisasi Inovasi Daerah di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Mamuju pada Senin (4/5/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai komitmen nyata untuk membawa Mamuju naik kelas dalam peta inovasi nasional tahun ini.

Acara bergengsi yang digelar secara hibrida (daring dan luring) ini dibuka oleh Bupati Mamuju yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Dr. H. Suaib, S.Sos, MM. Turut hadir dalam acara tersebut Asisten II Sekdakab Mamuju Muhammad Jufri Badau, Pimpinan Perangkat Daerah (PD), serta para Camat dan Lurah.

Pemkab Mamuju juga menghadirkan narasumber otoritatif dari pusat, yakni Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, TI dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri Kemendagri, Dr. Ir. David Yama, MSc., MA.

Dalam sambutannya, Sekda Mamuju H. Suaib menegaskan bahwa di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, aparatur pemerintah tidak boleh lagi terjebak dalam kerja-kerja rutin yang monoton. Kreativitas, adaptivitas, dan kemampuan menghadirkan solusi adalah harga mati.

Inovasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong efisiensi pemerintahan, serta mempercepat pembangunan daerah,” ujar H. Suaib.

Ia juga menekankan bahwa agenda ini harus menjadi pemantik kesadaran kolektif. “Inovasi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan gerakan bersama yang melibatkan seluruh perangkat daerah dan elemen masyarakat,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BAPPERIDA Mamuju, H. Budianto Muin, S.Ip., M.Si, selaku Ketua Panitia Pelaksana, menjelaskan bahwa budaya inovasi harus dimulai dari level individu sebelum berkembang menjadi inovasi organisasional. Sebagai langkah awal, BAPPERIDA kini tengah gencar melakukan penjaringan (screening) inovasi di setiap Perangkat Daerah (PD) agar praktik-praktik inovatif tersebut terstruktur dengan baik.

Meskipun Kabupaten Mamuju saat ini sudah resmi menyandang predikat sebagai Daerah Inovatif, perwakilan Kemendagri, David Yama, mengingatkan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri. Agar target naik level di tahun 2026 bisa terealisasi, David membeberkan tiga catatan krusial yang harus segera dibenahi oleh Pemkab Mamuju:

1. Komitmen Kepala Daerah belum sepenuhnya terintegrasi. Inovasi harus segera dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan (RPJMD) dan ditetapkan sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU).

2. Peran Orkestrator/Operator belum optimal. Penguatan peran operator inovasi di setiap lini Perangkat Daerah (PD).

3. Produktivitas dan kualitas inovasi masih rendah. Target Baru: Setiap Perangkat Daerah diwajibkan melahirkan minimal 2 sampai 3 inovasi per tahun.

Dengan adanya peta jalan (roadmap) yang jelas dari Kemendagri serta komitmen kuat dari internal pemkab, sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum titik balik bagi Kabupaten Mamuju untuk bertransformasi menjadi daerah yang jauh lebih kompetitif, efektif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (ZUL)

Popular Articles