Beranda blog Halaman 137

Pangdam XII/Tpr Pimpin Seleksi Caba PK TNI AD Gel II Anggaran 2026

0

 

Singkawang – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mewujudkan rekrutmen yang bersih dan modern terus diperkuat. Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., memimpin langsung Sidang Penerimaan Calon Bintara Prajurit Karier (Caba PK) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 Sub Panitia Pusat (Sub Panpus) Kodam XII/Tpr di Rindam XII/Tpr, Selasa (9/6/2026).

Sidang pemilihan tingkat pusat ini diikuti oleh 210 peserta. Tahapan ini menjadi penentu untuk memastikan seluruh proses seleksi berjalan objektif, transparan dan akuntabel demi menjaring calon prajurit masa depan yang berkualitas.

Dalam amanat tertulis Aspers Kasad Mayjen TNI I Wayan Suarjana, S.E., M.M., yang dibacakan oleh Pangdam, ditegaskan bahwa TNI AD tengah masif beradaptasi dengan tantangan era modern melalui pembenahan sistem rekrutmen.

“Digitalisasi dan transparansi kini menjadi fokus utama kami. Mulai dari pengunggahan hasil seleksi secara langsung real-time ke server Panitia Pusat, hingga penerapan sistem Computer Assisted Test (CAT) pada tes psikologi,” ujar Pangdam menyampaikan amanat Aspers Kasad.

Langkah progresif ini diambil untuk menutup celah kecurangan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses penerimaan prajurit.

Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mengingatkan seluruh tim penguji agar setiap keputusan kelulusan murni didasarkan pada data hasil seleksi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. TNI AD tidak hanya mencari calon yang unggul secara fisik dan akademik tetapi juga yang berkarakter.

“Calon yang terpilih harus memiliki karakter tangguh, loyalitas tinggi serta kesiapan mental untuk mengabdi. Saya minta seluruh panitia menjaga ketelitian administrasi dan patuh pada prosedur,” tegas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.

Sebagai informasi, hasil sidang di tingkat Sub Panpus ini belum bersifat final karena masih harus melewati tahapan verifikasi akhir di tingkat Panitia Pusat (Panpus). Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat dihimbau untuk menjaga kerahasiaan hasil seleksi hingga pengumuman resmi dirilis.

Melalui sistem seleksi yang semakin profesional dan berbasis teknologi ini, Kodam XII/Tpr bersama TNI AD berkomitmen melahirkan prajurit-prajurit terbaik yang siap menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Pendam XII/Tpr)

Maraknya PMI Non-Prosedural, Imigrasi NTB Diminta Tidak Tutup Mata

0

REDASKI.CO | MATARAM
Maraknya PMI Non-Prosedural, Imigrasi NTB Diminta Tidak Tutup Mata

Mataram, 10 Juni 2026 – Dugaan masih terbukanya celah keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural melalui penerbitan paspor umum menjadi sorotan serius. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan dan sistem verifikasi di kantor-kantor Imigrasi yang ada di Nusa Tenggara Barat.
Ketua Umum DPP YPTKIS NTB, Henly Sunardi, menilai sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Imigrasi se-NTB. Menurutnya, masih adanya PMI asal NTB yang berangkat ke negara-negara berisiko melalui jalur non-prosedural menunjukkan adanya celah yang harus segera ditutup.

Imigrasi merupakan gerbang utama penerbitan dokumen perjalanan. Jika masih ditemukan PMI yang berangkat tanpa mekanisme resmi, maka perlu dipertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan berjalan,” tegasnya.

YPTKIS NTB juga menyoroti dugaan adanya calon PMI yang memperoleh paspor dengan alasan perjalanan umum atau wisata, namun pada akhirnya digunakan untuk bekerja di luar negeri tanpa melalui prosedur penempatan resmi pemerintah.
Tidak hanya itu, YPTKIS meminta dilakukan audit dan penelusuran terhadap sinkronisasi data antara rekomendasi ketenagakerjaan, proses pasporisasi, hingga keberangkatan PMI. Pasalnya, ditemukan indikasi adanya perbedaan antara tujuan keberangkatan yang tercatat dengan fakta di lapangan.

Sorotan juga diarahkan pada dugaan masih beroperasinya praktik percaloan jasa pengurusan paspor yang berpotensi dimanfaatkan oleh jaringan penempatan PMI ilegal. Jika dibiarkan, praktik tersebut dinilai dapat memperbesar risiko perdagangan orang, eksploitasi tenaga kerja, hingga penempatan pekerja ke negara-negara yang tidak memiliki perlindungan memadai.
Atas kondisi tersebut, DPP YPTKIS NTB mendesak:

✅ Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Kantor Imigrasi di NTB.
✅ Pengetatan verifikasi terhadap pemohon paspor yang terindikasi akan bekerja ke luar negeri.
✅ Pemeriksaan terhadap dugaan praktik percaloan dalam pengurusan paspor.
✅ Penguatan koordinasi antara Imigrasi, BP3MI, dan Dinas Tenaga Kerja untuk mencegah kebocoran sistem penempatan PMI.

YPTKIS menegaskan bahwa perlindungan PMI tidak cukup hanya dilakukan saat mereka berada di luar negeri. Pengawasan harus dimulai sejak proses penerbitan paspor agar tidak ada lagi warga NTB yang menjadi korban penempatan non-prosedural.

Jurnalis : Suhaili
Media : �
redaksi.co

Kapolda Kepri Hadiri Penandatanganan Kesepakatan Bersama BP2MI Bersama Pemprov Kepri, Perkuat Sinergi PMI

0

Redaksi.co | Tanjungpinang – Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menghadiri kegiatan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/BP2MI dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Tanjungpinang, Pemerintah Kabupaten Karimun, Politeknik Negeri Batam, dan Batam Tourism Polytechnic di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Senin (8/6/2026).

Kesepakatan bersama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan dan pelatihan vokasi, serta mendukung upaya pelindungan pekerja migran Indonesia, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki posisi strategis sebagai daerah perbatasan.

Kehadiran Kapolda Kepri merupakan bentuk dukungan Polda Kepri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan tata kelola penempatan pekerja migran yang aman, legal, dan profesional. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kepulauan Riau memiliki peran penting dalam mendukung pengawasan dan pencegahan berbagai praktik penempatan pekerja migran nonprosedural.

Melalui kesepakatan tersebut, para pihak sepakat meningkatkan kerja sama dalam pengembangan kompetensi calon pekerja migran melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, sertifikasi profesi, serta penguatan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Polda Kepri selama ini turut berperan dalam mendukung upaya pelindungan pekerja migran melalui pengawasan di wilayah perbatasan serta penegakan hukum terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan praktik pengiriman pekerja migran secara ilegal.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan aparat penegak hukum diharapkan mampu membangun sistem pelindungan pekerja migran yang terpadu, mulai dari tahap persiapan, penempatan, hingga purna penempatan.

Kerja sama yang terjalin juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar semakin kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan pasar kerja global.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar serta menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung pelindungan pekerja migran Indonesia secara berkelanjutan. (Red)




Juminten Edan Tayangdi HariAnakNasional 2026,Horor PsikologisyangMenggugatStigmaterhadapPerempuanDisabilitas

0

JAKARTA,Redaksi..Co-  Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya yang memadukan horor, drama keluarga, dan isu sosial dalam satu narasi yang kuat. Film Juminten Edan resmi merilis official trailer dan mengumumkan jadwal tayangnya pada 23 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.

Diproduksi oleh Mercusuar Films bersama Digital Frame Production, film ini disutradarai oleh Dedy Mercy dan Jonathan Ozoh, dengan naskah karya Alim Sudio yang menghadirkan kisah penuh emosi tentang perjuangan seorang ibu dalam menghadapi trauma, diskriminasi, dan teror yang menghantui keluarganya.

Dalam Trailer resminya, penonton diperkenalkan pada sosok Juminten yang diperankan oleh Meisya Amira. Ia adalah perempuan penyandang disabilitas wicara dan hambatan pendengaran yang harus berhadapan dengan masa lalu kelam ketika kembali ke pulau tempat ia dibesarkan.
Kepulangan Juminten bersama suaminya, Manto, yang diperankan oleh Dimas Aditya, serta anak mereka, menjadi awal dari rangkaian peristiwa misterius yang perlahan mengubah kehidupan keluarga tersebut. Di tengah suasana yang seharusnya.

menghadirkan kehangatan, muncul berbagai kejadian ganjil yang memicu ketegangan, ketakutan, dan kecurigaan dari lingkungan sekitar,  namun, “Juminten Edan” tidak sekadar menawarkan ketegangan khas film horor. Di balik teror yang muncul, film ini mengangkat persoalan sosial yang relevan, yakni stigma terhadap penyandang disabilitas. Julukan “edan” yang disematkan kepada Juminten menjadi simbol bagaimana masyarakat kerap menghakimi seseorang tanpa memahami kondisi dan perjuangan yang mereka alami.

Konflik keluarga menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Hubungan antara Juminten dan Manto digambarkan penuh dinamika emosional, berada di antara cinta, pengorbanan, rasa takut, serta tekanan psikologis yang semakin besar ketika berbagai kejadian tak terjelaskan mulai mengancam keselamatan mereka.

Melalui pendekatan horor psikologis yang dibangun secara perlahan, film ini menghadirkan pengalaman sinematik yang bukan hanya menakutkan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Penonton diajak menyelami pergulatan batin seorang perempuan yang selama hidupnya harus menghadapi prasangka dan penilaian orang lain.

Selain Meisya Amira dan Dimas Aditya, film ini turut diperkuat oleh penampilan Anne J Coto, Kukuh Prasetyo, Deden Bagaskara, Bambang Oeban, Wina Marrino, Sharon Jovian, Teguh Julianto, Wanto Cacing, Feril Ali, dan Maria Lituhayu.

Dengan menggabungkan unsur misteri, trauma keluarga, dan kritik sosial, “Juminten Edan” hadir sebagai salah satu film horor Indonesia yang menawarkan sesuatu yang berbeda. Bukan hanya tentang rasa takut, tetapi juga tentang perjuangan, penerimaan, dan luka yang selama ini tersembunyi di balik stigma.

Film ini dijadwalkan menghantui layar bioskop Indonesia mulai 23 Juli 2026, membawa kisah yang diyakini akan meninggalkan kesan mendalam bagi para penontonnya.

PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) Targetkan Pertumbuhan 9,69% pada 2026, Siapkan Capex Rp88 Miliar

0

redaksi.co, jakarta | PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 9,69 persen pada 2026 seiring kinerja positif yang dibukukan sepanjang 2025. Untuk mendukung ekspansi usaha, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp88 miliar.

Dalam paparan publik di Bekasi Barat, Selasa (9/6/2026), manajemen melaporkan pendapatan dari kontrak pelanggan mencapai Rp917,3 miliar pada 2025, meningkat 5,54 persen dibandingkan Rp869,1 miliar pada tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan terutama ditopang oleh segmen industri farmasi yang tumbuh 7,23 persen secara tahunan menjadi Rp820 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba kotor perseroan naik 4,70 persen menjadi Rp137,2 miliar. Sementara laba usaha meningkat 22,18 persen menjadi Rp88,8 miliar, didukung peningkatan laba kotor serta efisiensi biaya operasional.

Presiden Direktur PT Champion Pacific Indonesia Tbk, Masanobu Ojima, mengatakan perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga menjaga profitabilitas.

“Kita ingin bagian atas di pendapatannya tercapai, tapi juga kita ingin berusaha untuk menetapkan margin sehingga kita juga mencapai laba yang ditargetkan,” kata Masanobu Ojima.

Dari sisi keuangan, kewajiban perusahaan tercatat meningkat Rp31,3 miliar atau 59,11 persen dibandingkan 2024, terutama akibat kenaikan utang usaha. Perseroan juga membukukan peningkatan rasio laba terhadap ekuitas sebesar 9,69 persen.

Memasuki 2026, IGAR tetap mempertimbangkan perkembangan industri farmasi dalam menyusun strategi pertumbuhan. Perseroan telah mengalokasikan capex sekitar Rp88 miliar untuk mendukung kebutuhan bisnis.

“Untuk capex seperti tadi yang disampaikan adalah kita rencana di 2026 itu sekitar Rp88 miliar,” ujar Masanobu.

Terkait rencana pembangunan pabrik baru, perusahaan masih melakukan kajian dan akan menyesuaikan keputusan investasi dengan perkembangan penjualan serta peluang pasar.

“Kalau memang dibutuhkan suatu saat mungkin kita juga akan melakukan pembangunan di tempat yang baru,” ucapnya.

Selain ekspansi, perusahaan juga terus menjalankan program efisiensi proses produksi guna menjaga produktivitas dan mendukung pertumbuhan usaha pada tahun berjalan.

Tag Berita
IGAR, Champion Pacific Indonesia, Emiten Farmasi, BEI, Kinerja Keuangan 2025, Pendapatan IGAR, Capex 2026, Industri Farmasi, Saham IGAR, Ekspansi Bisnis, Masanobu Ojima, Investasi, Pasar Modal, Berita Ekonomi, Laporan Keuangan, Emiten Manufaktur, Bursa Efek Indonesia, Pertumbuhan Bisnis, Efisiensi Produksi, Keuangan Perusahaan.

Kamar402 RumahSakitAngkerKorea,GuncangGrand IndonesiaMulaiTayang9Juli2026diBioskopTanahAir”

0

JAKARTA, Redaksi.Co – Gelombang antusiasme pecinta film horor memenuhi kawasan Grand Indonesia, Jakarta, saat final poster dan trailer film “402 Rumah Sakit Angker Korea” resmi diperkenalkan kepada publik dalam sebuah acara spesial yang berlangsung meriah dan penuh ketegangan, Selasa (9/6/2026).

Peluncuran materi promosi terbaru tersebut menjadi penanda semakin dekatnya penayangan salah satu film horor yang paling dinantikan tahun ini,Sejak trailer diputar untuk pertama kalinya, suasana di dalam auditorium berubah menjadi hening bercampur tegang, Setiap adegan yang ditampilkan sukses memancing rasa penasaran sekaligus menguji nyali para undangan yang hadir.

Melalui final trailer berdurasi lebih dari dua menit itu, penonton diajak menyusuri lorong-lorong gelap sebuah rumah sakit terbengkalai di Korea Selatan yang dikenal menyimpan sejarah kelam dan berbagai misteri menyeramkan, Dengan pendekatan found footage yang realistis, film ini menawarkan sensasi seolah penonton turut berada di lokasi dan menjadi bagian dari teror yang terjadi.

Film “402 Rumah Sakit Angker Korea” merupakan adaptasi resmi dari film horor Korea fenomenal “Gonjiam: Haunted Asylum”, yang sebelumnya sukses mencetak popularitas besar di Asia.

Namun, versi terbaru ini dikemas dengan sentuhan berbeda yang lebih dekat dengan selera penonton Indonesia, tanpa menghilangkan esensi ketegangan khas horor Korea.

Trailer terbaru memperlihatkan kisah sekelompok kreator konten yang nekat melakukan siaran langsung dari sebuah rumah sakit angker demi meraih popularitas dan target jutaan penonton, Namun, ambisi tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka mulai mengalami berbagai kejadian supranatural yang tidak dapat dijelaskan oleh logika.

Rumah Sakit Yongwon, lokasi utama dalam cerita, digambarkan sebagai tempat yang menyimpan berbagai tragedi masa lalu dan dipercaya menjadi salah satu lokasi paling menyeramkan di Korea, Semakin jauh mereka menelusuri bangunan tersebut, semakin besar ancaman yang harus dihadapi.

Tidak hanya trailer, final poster film ini juga berhasil mencuri perhatian,Dominasi nuansa gelap dengan sentuhan warna merah darah, dipadukan dengan visual koridor rumah sakit yang sunyi serta kehadiran sosok misterius di balik bayangan, menciptakan atmosfer mencekam yang kuat,Poster tersebut seolah menjadi peringatan bahwa teror sesungguhnya baru akan dimulai ketika pintu kamar 402 terbuka.

Sutradara Anggy Umbara menyebut proyek ini sebagai salah satu karya paling menantang sepanjang kariernya,Pendekatan teknis yang kompleks, tata visual yang detail, serta pembangunan atmosfer horor yang intens dilakukan demi menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda bagi para penonton.

Film ini diperkuat oleh jajaran pemain muda berbakat, di antaranya Arbani Yasiz, Saputra Kori, Elang El Gibran, Jang Han-sol, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, dan Aylena Fusil, yang siap membawa penonton larut dalam ketegangan dan misteri yang menghantui sepanjang cerita.

Peluncuran final poster dan trailer di Grand Indonesia semakin memperkuat optimisme bahwa “402 Rumah Sakit Angker Korea” berpotensi menjadi salah satu film horor terbesar dan paling berpengaruh di tahun 2026, Perpaduan antara kualitas produksi yang ambisius, kisah penuh misteri, serta atmosfer horor yang intens menjadi modal kuat untuk menarik perhatian pencinta film Tanah Air,”402 Rumah Sakit Angker Korea” dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.

Bagi para penggemar horor, satu pesan telah disampaikan dengan jelas melalui trailer terbarunya: ketika pintu kamar 402 terbuka, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk kembali keluar dengan selamat.

Wagub Aceh Soroti Inflasi Tertinggi Kedua Nasional,Minta Perhatian Pusat

0

Banda Aceh, Redaksi.co
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyoroti masih banyaknya kendala di wilayah pelosok Aceh enam bulan pasca bencana banjir dan longsor di hadapan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam rapat koordinasi dan evaluasi capaian penanganan pemulihan pascabencana di Aceh yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, pada Selasa, 9/6/2026

Persoalan utama yang disorot Gubernur yang akrab disapa Mualem itu adalah sektor pertanian dan infrastruktur dasar. Menurutnya, masih banyak sawah yang belum bisa digunakan, begitupun dengan jaringan irigasi dan jembatan.

“Yang paling urgen masalah sawah yang belum bisa dipakai, irigasi, dan jembatan jalan. Sungai juga perlu dibenahi agar tak terjadi luapan banjir saat hujan datang,” katanya.

Menurut Mualem kondisi sungai di Aceh juga menjadi persoalan paling mendesak karena berdampak langsung pada risiko banjir dan kehidupan masyarakat sekitar aliran sungai.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat penanganan dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.

“InsyaAllah kita kerja sama antara pusat dan Pemerintah Aceh, ini tugas kita agar penanganan sempurna, guna membangun yang sudah rusak dan hilang,” ujar pria yang akrab disapa Mualem itu.

Sementara Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah menyoroti tingginya tekanan inflasi di Aceh yang berdasarkan data kementerian berada pada peringkat kedua tertinggi di Indonesia. Oleh sebab itu, ia berharap perhatian pusat guna menstabilkan kondisi perekonomian Aceh.

Wagub Fadhlullah juga memaparkan realisasi anggaran Transfer Keuangan Daerah (TKD) di Aceh hingga kini mencapai 45 persen. Ia berharap semua bupati wali kota terus memacu realisasi anggaran tersebut.

“Realisasi anggaran tahun ini harus cepat, mengingat kita sedang berupaya agar perpanjangan dana otsus Aceh yang sedang diusulkan bisa terwujud tahun ini,” ujar Wagub.

Dari pemerintah pusat, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan hasil analisis Satgas Nasional bahwa dari 18 kabupaten/kota terdampak, 10 di antaranya sudah kembali fungsional secara normal.

Tito juga menekankan adanya sejumlah indikator pemulihan lintas sektor, termasuk pemerintahan, kesehatan, pendidikan, dan konektivitas. Untuk sektor pertanian, pemerintah pusat telah menyalurkan anggaran sekitar Rp371 miliar untuk rehabilitasi sawah, irigasi, dan lahan terdampak.

“Dari hasil analisis tim satgas nasional, sudah ada 10 kabupaten/kota yang fungsional. Kami juga sudah menyiapkan dukungan anggaran untuk percepatan pemulihan,” ujar Tito.

Ia turut menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memperjuangkan keberlanjutan dana otonomi khusus Aceh, termasuk upaya pengembalian skema dua persen mulai tahun mendatang, guna mempercepat proses pemulihan pascabencana di Aceh.

“Oleh sebab itu, dana TKD yang sudah dikembalikan pada tahun ini dapat digunakan segera dan dihabiskan untuk berbagai program pemulihan bencana agar usulan anggaran tahun berikutnya dapat berjalan lancar,” pungkas Tito.

Rakor ini juga dihadiri Wakil 18 Bupati/Wali Kota terdampak bencana dan PIC Kementerian/ Lembaga ****

Bekali Calon Keluarga Bhayangkara, Polres Purwakarta Gelar Sidang Pra-Nikah BP4R

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( ℝ𝔼𝔻𝔸𝕂𝕊𝕀.ℂ𝕆 ) – 𝚂𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜, 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚒, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝚊𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞 𝙿𝚎𝚗𝚊𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝 𝙿𝚎𝚛𝚔𝚊𝚠𝚒𝚗𝚊𝚗, 𝙿𝚎𝚛𝚌𝚎𝚛𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚁𝚞𝚓𝚞𝚔 (𝙱𝙿4𝚁) 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗.

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚜𝚊 (9/6/2026) 𝚙𝚞𝚔𝚞𝚕 09.00 𝚆𝙸𝙱 𝚍𝚒 𝙰𝚞𝚕𝚊 𝙿𝚛𝚎𝚜𝚒𝚜𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊.

𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁 𝚍𝚒𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚝𝚒𝚐𝚊 𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊, 𝚢𝚊𝚔𝚗𝚒 𝙱𝚛𝚒𝚙𝚔𝚊 𝚈𝚘𝚐𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚂𝚒𝚙𝚛𝚘𝚙𝚊𝚖 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙸𝚔𝚊 𝚁𝚊𝚑𝚖𝚊𝚠𝚊𝚝𝚒, 𝙱𝚛𝚒𝚙𝚝𝚞 𝙴𝚏𝚛𝚒𝚊𝚗𝚝𝚘 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚂𝚊𝚝𝚛𝚎𝚜𝚔𝚛𝚒𝚖 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙹𝚎𝚜𝚒𝚜𝚌𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚛𝚒 𝙰𝚍𝚎 𝙽𝚊𝚝𝚊𝚕𝚒𝚊, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝙱𝚛𝚒𝚙𝚝𝚞 𝚈𝚞𝚖𝚊 𝙳𝚠𝚒𝚔𝚒 𝚂𝚊𝚙𝚞𝚝𝚛𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚂𝚊𝚝𝚕𝚊𝚗𝚝𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙲𝚑𝚎𝚕𝚜𝚎𝚊 𝙰𝚞𝚕𝚒𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚛𝚒.

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚆𝚊𝚔𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙺𝙾𝙼𝙿𝙾𝙻 𝚂𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕𝚒𝚜𝚖𝚊𝚗 𝙼𝚞𝚑𝚊𝚖𝚖𝚊𝚍 𝙽𝚊𝚝𝚜𝚒𝚛, 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞 𝙺𝚎𝚝𝚞𝚊 𝙱𝙿4𝚁 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚒 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊, 𝙺𝚎𝚝𝚞𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒 𝙲𝚊𝚋𝚊𝚗𝚐 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙽𝚢. 𝙲𝚊𝚗𝚍𝚛𝚊 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙰𝚗𝚘𝚖, 𝙺𝚊𝚋𝚊𝚐 𝚂𝙳𝙼 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙿 𝚁𝚊𝚗𝚍𝚢 𝙵𝚛𝚎𝚜𝚑𝚝𝚒𝚊𝚍𝚒𝚎, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚞𝚛𝚞𝚜 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒, 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚂𝙳𝙼, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚠𝚊𝚕𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐-𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒.

𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚑𝚊𝚙𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚠𝚊𝚓𝚒𝚋 𝚍𝚒𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗.

𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒, 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚒𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚑𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊, 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚊𝚜𝚙𝚎𝚔 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚙𝚎𝚛𝚜𝚒𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜.

𝗕𝗔𝗖𝗔 𝗝𝗨𝗚𝗔 : Manfaatkan Lahan Produktif, Kapolres Purwakarta dan Bhayangkari Panen Raya Sayur-Ikan

𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚓𝚞𝚖𝚕𝚊𝚑 𝚊𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛.

𝚂𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚙𝚎𝚜𝚊𝚗 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚝𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚊 𝚒𝚗𝚜𝚊𝚗, 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚝𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚋𝚎𝚜𝚊𝚛 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚕𝚒𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝𝚒, 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚑𝚊𝚖𝚒, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚛𝚞𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚎𝚐𝚘 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐-𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚗𝚍𝚊𝚜𝚒 𝚗𝚒𝚊𝚝 𝚒𝚋𝚊𝚍𝚊𝚑 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚜𝚊𝚕𝚒𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚕𝚎𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚍𝚒𝚗𝚊𝚖𝚒𝚔𝚊 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊, 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜, 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒, 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚞𝚓𝚞𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚜𝚒𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔𝚒 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐.

  • “𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚒𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚔𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊, 𝚎𝚝𝚒𝚔𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚏𝚘𝚗𝚍𝚊𝚜𝚒 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝚃𝚒𝚗𝚒.

𝙸𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚒𝚗𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒. 𝙾𝚕𝚎𝚑 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒𝚜 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚊𝚝, 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗.

  • “𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚊𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚗𝚊𝚖𝚊 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚒𝚝𝚞𝚜𝚒, 𝚋𝚒𝚓𝚊𝚔 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚍𝚒𝚊 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚗𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚐𝚊𝚢𝚊 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝚑𝚎𝚍𝚘𝚗𝚒𝚜𝚖𝚎 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚝𝚒𝚏 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚌𝚒𝚝𝚛𝚊 𝚘𝚛𝚐𝚊𝚗𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒,” 𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜𝚗𝚢𝚊.

𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚒𝚝𝚞, 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚒𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚑𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚑𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚒𝚝𝚞𝚜𝚒 𝙺𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗.

  • “𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚘𝚊, 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚒𝚖𝚋𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚞𝚝𝚛𝚊-𝚙𝚞𝚝𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔𝚒 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊. 𝙿𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚍𝚒𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚞𝚍𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜,” 𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙 𝚃𝚒𝚗𝚒.

𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁 𝚒𝚗𝚒, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙 𝚕𝚊𝚑𝚒𝚛 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊-𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚔𝚒𝚗𝚊𝚑, 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜, 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝, 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋, 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚍𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒-𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚖𝚘𝚛𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚜𝚙𝚒𝚛𝚒𝚝𝚞𝚊𝚕. (*/𝚂𝙺)

𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿 : 𝕊𝕀ℍ𝕌𝕄𝔸𝕊 ℙ𝕆𝕃ℝ𝔼𝕊 ℙ𝕌ℝ𝕎𝔸𝕂𝔸ℝ𝕋𝔸

 

Polri Perkuat Rekrutmen Penyandang Disabilitas, Siapkan Perluasan Ruang Jabatan Secara Bertahap*

0

Jakarta,Redaksi.Co – Polri menegaskan komitmennya dalam mewujudkan institusi yang semakin inklusif melalui penguatan rekrutmen penyandang disabilitas sebagai anggota Polri. Komitmen tersebut disampaikan melalui kegiatan Forum Diskusi Publik tentang Rekrutmen Penyandang Disabilitas sebagai Anggota Polri yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).

Brigjen Pol. Erthel Stephan selaku Karodalpers SSDM Polri menjelaskan bahwa Polri telah melakukan berbagai penyesuaian sejak dimulainya kebijakan rekrutmen penyandang disabilitas pada tahun 2016, mulai dari aspek regulasi hingga penyesuaian kebutuhan organisasi dan kompetensi sumber daya manusia yang direkrut.

“Sejak tahun 2016 hingga saat ini banyak hal yang harus disesuaikan, termasuk aturan hukum dan penyesuaian antara ruang jabatan dengan kompetensi dari rekrutan kelompok disabilitas untuk bisa menjadi bagian dari anggota Polri,” ujar Brigjen Pol. Erthel.

Menurutnya, proses inklusi tidak hanya menuntut kesiapan penyandang disabilitas untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja Polri, tetapi juga kesiapan seluruh personel Polri untuk bekerja bersama rekan-rekan penyandang disabilitas.

Ia menegaskan bahwa Polri memiliki komitmen untuk terus memperluas ruang jabatan bagi penyandang disabilitas secara bertahap dengan dukungan berbagai pihak.

“Untuk membuka ruang jabatan yang lebih besar ke depan, Polri mantap dan insyaallah akan bertahap memenuhi hal tersebut. Namun, ini tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari seluruh komponen bangsa agar potensi teman-teman disabilitas dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam organisasi Polri,” katanya.

Saat ini, Polri masih memfokuskan rekrutmen pada kelompok disabilitas fisik dan pancaindra, yakni motorik dan sensorik. Sementara untuk kelompok disabilitas mental dan intelektual, Polri akan melakukan kajian serta klasifikasi lebih lanjut guna menentukan pola rekrutmen dan penempatan yang tepat.

“Untuk kelompok disabilitas mental dan intelektual akan dilakukan secara bertahap. Kami akan melakukan kualifikasi terlebih dahulu terhadap kategori yang ada, termasuk dalam penempatannya. Saat ini mereka lebih banyak ditempatkan pada jabatan fungsional, namun ke depan terbuka peluang untuk menduduki jabatan struktural sesuai dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas manajerial yang dimiliki,” jelasnya.

Komisioner Komnas Disabilitas Eka Prastama Widiyanta memberikan apresiasi atas langkah Polri dalam membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mendorong peningkatan akses terhadap pekerjaan.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Polri ini. Sebagai institusi besar yang hadir hingga ke daerah, Polri memiliki peran strategis dalam memberikan ruang partisipasi bagi tenaga disabilitas untuk menjadi bagian dari institusi,” ujarnya.

Eka berharap kebijakan rekrutmen penyandang disabilitas di lingkungan Polri dapat menjadi model bagi berbagai institusi pemerintah maupun daerah dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif dan ramah disabilitas.

“Rekrutmen ini dapat menjadi contoh bagaimana sebuah institusi membangun sistem yang ramah terhadap penyandang disabilitas sekaligus membantu memperluas akses pekerjaan bagi mereka,” tambahnya.

Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Jenderal Komnas Perempuan Dwi Ayu Kartika Sari. Menurutnya, langkah Polri merupakan bagian penting dari upaya mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam reformasi sektor keamanan serta mewujudkan organisasi yang lebih inklusif.

“Kesadaran untuk memastikan teman-teman penyandang disabilitas dapat berkontribusi dalam reformasi sektor keamanan, termasuk di kepolisian, merupakan langkah yang sangat baik dan dapat menjadi contoh bagi lembaga negara lainnya,” kata Dwi Ayu.

Ia juga menyoroti pentingnya memperhatikan aspek interseksionalitas antara perempuan dan penyandang disabilitas, khususnya dalam penanganan berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Interseksionalitas antara disabilitas dan perempuan perlu menjadi perhatian karena penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di lapangan membutuhkan perspektif yang sensitif terhadap aspek disabilitas,” ujarnya.

Melalui forum diskusi ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kebijakan rekrutmen yang inklusif, membuka kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas, serta membangun organisasi yang mampu mengakomodasi keberagaman kompetensi.

Brimob Polda Metro Jaya Gagalkan Tawuran dan Amankan Sajam di Babelan*

0

Jakarta,Redaksi.Co— Patroli dini hari yang dilakukan personel Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan tawuran di wilayah Ujung Harapan, Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (9/6/2026). Dalam operasi tersebut, tim mengamankan dua remaja yang diduga hendak terlibat tawuran beserta tiga bilah senjata tajam.

Kegiatan patroli rutin ini dilakukan untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif sekaligus mencegah tawuran, balap liar, dan tindak kriminalitas jalanan yang berpotensi meresahkan masyarakat. Kehadiran personel di lapangan menjadi langkah preventif agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan patroli dini hari ini memberikan efek pencegahan sekaligus menimbulkan rasa aman bagi masyarakat. “Kehadiran personel di lapangan penting untuk mencegah aksi negatif dan memberikan edukasi sekaligus pengawasan bagi remaja,” ujar Kombes Henik.

Selanjutnya Kombes Henik menegaskan, upaya mencegah tawuran tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua dan masyarakat. Pengawasan terhadap aktivitas remaja serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar menjadi kunci agar generasi muda tidak terlibat tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Kedua remaja beserta barang bukti telah diserahkan ke Polsek Babelan untuk proses hukum lebih lanjut. Masyarakat dihimbau segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas di lingkungannya melalui layanan darurat Polri 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

(Yoga-Rully)