Beranda blog Halaman 138

Kamar402 RumahSakitAngkerKorea,GuncangGrand IndonesiaMulaiTayang9Juli2026diBioskopTanahAir”

0

JAKARTA, Redaksi.Co – Gelombang antusiasme pecinta film horor memenuhi kawasan Grand Indonesia, Jakarta, saat final poster dan trailer film “402 Rumah Sakit Angker Korea” resmi diperkenalkan kepada publik dalam sebuah acara spesial yang berlangsung meriah dan penuh ketegangan, Selasa (9/6/2026).

Peluncuran materi promosi terbaru tersebut menjadi penanda semakin dekatnya penayangan salah satu film horor yang paling dinantikan tahun ini,Sejak trailer diputar untuk pertama kalinya, suasana di dalam auditorium berubah menjadi hening bercampur tegang, Setiap adegan yang ditampilkan sukses memancing rasa penasaran sekaligus menguji nyali para undangan yang hadir.

Melalui final trailer berdurasi lebih dari dua menit itu, penonton diajak menyusuri lorong-lorong gelap sebuah rumah sakit terbengkalai di Korea Selatan yang dikenal menyimpan sejarah kelam dan berbagai misteri menyeramkan, Dengan pendekatan found footage yang realistis, film ini menawarkan sensasi seolah penonton turut berada di lokasi dan menjadi bagian dari teror yang terjadi.

Film “402 Rumah Sakit Angker Korea” merupakan adaptasi resmi dari film horor Korea fenomenal “Gonjiam: Haunted Asylum”, yang sebelumnya sukses mencetak popularitas besar di Asia.

Namun, versi terbaru ini dikemas dengan sentuhan berbeda yang lebih dekat dengan selera penonton Indonesia, tanpa menghilangkan esensi ketegangan khas horor Korea.

Trailer terbaru memperlihatkan kisah sekelompok kreator konten yang nekat melakukan siaran langsung dari sebuah rumah sakit angker demi meraih popularitas dan target jutaan penonton, Namun, ambisi tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka mulai mengalami berbagai kejadian supranatural yang tidak dapat dijelaskan oleh logika.

Rumah Sakit Yongwon, lokasi utama dalam cerita, digambarkan sebagai tempat yang menyimpan berbagai tragedi masa lalu dan dipercaya menjadi salah satu lokasi paling menyeramkan di Korea, Semakin jauh mereka menelusuri bangunan tersebut, semakin besar ancaman yang harus dihadapi.

Tidak hanya trailer, final poster film ini juga berhasil mencuri perhatian,Dominasi nuansa gelap dengan sentuhan warna merah darah, dipadukan dengan visual koridor rumah sakit yang sunyi serta kehadiran sosok misterius di balik bayangan, menciptakan atmosfer mencekam yang kuat,Poster tersebut seolah menjadi peringatan bahwa teror sesungguhnya baru akan dimulai ketika pintu kamar 402 terbuka.

Sutradara Anggy Umbara menyebut proyek ini sebagai salah satu karya paling menantang sepanjang kariernya,Pendekatan teknis yang kompleks, tata visual yang detail, serta pembangunan atmosfer horor yang intens dilakukan demi menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda bagi para penonton.

Film ini diperkuat oleh jajaran pemain muda berbakat, di antaranya Arbani Yasiz, Saputra Kori, Elang El Gibran, Jang Han-sol, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, dan Aylena Fusil, yang siap membawa penonton larut dalam ketegangan dan misteri yang menghantui sepanjang cerita.

Peluncuran final poster dan trailer di Grand Indonesia semakin memperkuat optimisme bahwa “402 Rumah Sakit Angker Korea” berpotensi menjadi salah satu film horor terbesar dan paling berpengaruh di tahun 2026, Perpaduan antara kualitas produksi yang ambisius, kisah penuh misteri, serta atmosfer horor yang intens menjadi modal kuat untuk menarik perhatian pencinta film Tanah Air,”402 Rumah Sakit Angker Korea” dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.

Bagi para penggemar horor, satu pesan telah disampaikan dengan jelas melalui trailer terbarunya: ketika pintu kamar 402 terbuka, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk kembali keluar dengan selamat.

Wagub Aceh Soroti Inflasi Tertinggi Kedua Nasional,Minta Perhatian Pusat

0

Banda Aceh, Redaksi.co
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyoroti masih banyaknya kendala di wilayah pelosok Aceh enam bulan pasca bencana banjir dan longsor di hadapan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam rapat koordinasi dan evaluasi capaian penanganan pemulihan pascabencana di Aceh yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, pada Selasa, 9/6/2026

Persoalan utama yang disorot Gubernur yang akrab disapa Mualem itu adalah sektor pertanian dan infrastruktur dasar. Menurutnya, masih banyak sawah yang belum bisa digunakan, begitupun dengan jaringan irigasi dan jembatan.

“Yang paling urgen masalah sawah yang belum bisa dipakai, irigasi, dan jembatan jalan. Sungai juga perlu dibenahi agar tak terjadi luapan banjir saat hujan datang,” katanya.

Menurut Mualem kondisi sungai di Aceh juga menjadi persoalan paling mendesak karena berdampak langsung pada risiko banjir dan kehidupan masyarakat sekitar aliran sungai.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat penanganan dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.

“InsyaAllah kita kerja sama antara pusat dan Pemerintah Aceh, ini tugas kita agar penanganan sempurna, guna membangun yang sudah rusak dan hilang,” ujar pria yang akrab disapa Mualem itu.

Sementara Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah menyoroti tingginya tekanan inflasi di Aceh yang berdasarkan data kementerian berada pada peringkat kedua tertinggi di Indonesia. Oleh sebab itu, ia berharap perhatian pusat guna menstabilkan kondisi perekonomian Aceh.

Wagub Fadhlullah juga memaparkan realisasi anggaran Transfer Keuangan Daerah (TKD) di Aceh hingga kini mencapai 45 persen. Ia berharap semua bupati wali kota terus memacu realisasi anggaran tersebut.

“Realisasi anggaran tahun ini harus cepat, mengingat kita sedang berupaya agar perpanjangan dana otsus Aceh yang sedang diusulkan bisa terwujud tahun ini,” ujar Wagub.

Dari pemerintah pusat, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan hasil analisis Satgas Nasional bahwa dari 18 kabupaten/kota terdampak, 10 di antaranya sudah kembali fungsional secara normal.

Tito juga menekankan adanya sejumlah indikator pemulihan lintas sektor, termasuk pemerintahan, kesehatan, pendidikan, dan konektivitas. Untuk sektor pertanian, pemerintah pusat telah menyalurkan anggaran sekitar Rp371 miliar untuk rehabilitasi sawah, irigasi, dan lahan terdampak.

“Dari hasil analisis tim satgas nasional, sudah ada 10 kabupaten/kota yang fungsional. Kami juga sudah menyiapkan dukungan anggaran untuk percepatan pemulihan,” ujar Tito.

Ia turut menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memperjuangkan keberlanjutan dana otonomi khusus Aceh, termasuk upaya pengembalian skema dua persen mulai tahun mendatang, guna mempercepat proses pemulihan pascabencana di Aceh.

“Oleh sebab itu, dana TKD yang sudah dikembalikan pada tahun ini dapat digunakan segera dan dihabiskan untuk berbagai program pemulihan bencana agar usulan anggaran tahun berikutnya dapat berjalan lancar,” pungkas Tito.

Rakor ini juga dihadiri Wakil 18 Bupati/Wali Kota terdampak bencana dan PIC Kementerian/ Lembaga ****

Bekali Calon Keluarga Bhayangkara, Polres Purwakarta Gelar Sidang Pra-Nikah BP4R

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( ℝ𝔼𝔻𝔸𝕂𝕊𝕀.ℂ𝕆 ) – 𝚂𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜, 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚒, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝚊𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞 𝙿𝚎𝚗𝚊𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝 𝙿𝚎𝚛𝚔𝚊𝚠𝚒𝚗𝚊𝚗, 𝙿𝚎𝚛𝚌𝚎𝚛𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚁𝚞𝚓𝚞𝚔 (𝙱𝙿4𝚁) 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗.

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚜𝚊 (9/6/2026) 𝚙𝚞𝚔𝚞𝚕 09.00 𝚆𝙸𝙱 𝚍𝚒 𝙰𝚞𝚕𝚊 𝙿𝚛𝚎𝚜𝚒𝚜𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊.

𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁 𝚍𝚒𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚝𝚒𝚐𝚊 𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊, 𝚢𝚊𝚔𝚗𝚒 𝙱𝚛𝚒𝚙𝚔𝚊 𝚈𝚘𝚐𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚂𝚒𝚙𝚛𝚘𝚙𝚊𝚖 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙸𝚔𝚊 𝚁𝚊𝚑𝚖𝚊𝚠𝚊𝚝𝚒, 𝙱𝚛𝚒𝚙𝚝𝚞 𝙴𝚏𝚛𝚒𝚊𝚗𝚝𝚘 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚂𝚊𝚝𝚛𝚎𝚜𝚔𝚛𝚒𝚖 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙹𝚎𝚜𝚒𝚜𝚌𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚛𝚒 𝙰𝚍𝚎 𝙽𝚊𝚝𝚊𝚕𝚒𝚊, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝙱𝚛𝚒𝚙𝚝𝚞 𝚈𝚞𝚖𝚊 𝙳𝚠𝚒𝚔𝚒 𝚂𝚊𝚙𝚞𝚝𝚛𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚂𝚊𝚝𝚕𝚊𝚗𝚝𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙲𝚑𝚎𝚕𝚜𝚎𝚊 𝙰𝚞𝚕𝚒𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚛𝚒.

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚆𝚊𝚔𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙺𝙾𝙼𝙿𝙾𝙻 𝚂𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕𝚒𝚜𝚖𝚊𝚗 𝙼𝚞𝚑𝚊𝚖𝚖𝚊𝚍 𝙽𝚊𝚝𝚜𝚒𝚛, 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞 𝙺𝚎𝚝𝚞𝚊 𝙱𝙿4𝚁 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚒 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊, 𝙺𝚎𝚝𝚞𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒 𝙲𝚊𝚋𝚊𝚗𝚐 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙽𝚢. 𝙲𝚊𝚗𝚍𝚛𝚊 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙰𝚗𝚘𝚖, 𝙺𝚊𝚋𝚊𝚐 𝚂𝙳𝙼 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙿 𝚁𝚊𝚗𝚍𝚢 𝙵𝚛𝚎𝚜𝚑𝚝𝚒𝚊𝚍𝚒𝚎, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚞𝚛𝚞𝚜 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒, 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚂𝙳𝙼, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚠𝚊𝚕𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐-𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒.

𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚑𝚊𝚙𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚠𝚊𝚓𝚒𝚋 𝚍𝚒𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗.

𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒, 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚒𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚑𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊, 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚊𝚜𝚙𝚎𝚔 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚙𝚎𝚛𝚜𝚒𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜.

𝗕𝗔𝗖𝗔 𝗝𝗨𝗚𝗔 : Manfaatkan Lahan Produktif, Kapolres Purwakarta dan Bhayangkari Panen Raya Sayur-Ikan

𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚓𝚞𝚖𝚕𝚊𝚑 𝚊𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛.

𝚂𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚙𝚎𝚜𝚊𝚗 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚝𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚊 𝚒𝚗𝚜𝚊𝚗, 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚝𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚋𝚎𝚜𝚊𝚛 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚕𝚒𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝𝚒, 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚑𝚊𝚖𝚒, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚛𝚞𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚎𝚐𝚘 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐-𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚗𝚍𝚊𝚜𝚒 𝚗𝚒𝚊𝚝 𝚒𝚋𝚊𝚍𝚊𝚑 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚜𝚊𝚕𝚒𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚕𝚎𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚍𝚒𝚗𝚊𝚖𝚒𝚔𝚊 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊, 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜, 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒, 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚞𝚓𝚞𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚜𝚒𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔𝚒 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐.

  • “𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚒𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚔𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊, 𝚎𝚝𝚒𝚔𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚏𝚘𝚗𝚍𝚊𝚜𝚒 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝚃𝚒𝚗𝚒.

𝙸𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚒𝚗𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒. 𝙾𝚕𝚎𝚑 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒𝚜 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚊𝚝, 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗.

  • “𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚊𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚗𝚊𝚖𝚊 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚒𝚝𝚞𝚜𝚒, 𝚋𝚒𝚓𝚊𝚔 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚍𝚒𝚊 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚗𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚐𝚊𝚢𝚊 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝚑𝚎𝚍𝚘𝚗𝚒𝚜𝚖𝚎 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚝𝚒𝚏 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚌𝚒𝚝𝚛𝚊 𝚘𝚛𝚐𝚊𝚗𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒,” 𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜𝚗𝚢𝚊.

𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚒𝚝𝚞, 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚒𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚑𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚑𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚒𝚝𝚞𝚜𝚒 𝙺𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗.

  • “𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚘𝚊, 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚒𝚖𝚋𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚞𝚝𝚛𝚊-𝚙𝚞𝚝𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔𝚒 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊. 𝙿𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚍𝚒𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚞𝚍𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜,” 𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙 𝚃𝚒𝚗𝚒.

𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁 𝚒𝚗𝚒, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙 𝚕𝚊𝚑𝚒𝚛 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊-𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚔𝚒𝚗𝚊𝚑, 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜, 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝, 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋, 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚍𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒-𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚖𝚘𝚛𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚜𝚙𝚒𝚛𝚒𝚝𝚞𝚊𝚕. (*/𝚂𝙺)

𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿 : 𝕊𝕀ℍ𝕌𝕄𝔸𝕊 ℙ𝕆𝕃ℝ𝔼𝕊 ℙ𝕌ℝ𝕎𝔸𝕂𝔸ℝ𝕋𝔸

 

Polri Perkuat Rekrutmen Penyandang Disabilitas, Siapkan Perluasan Ruang Jabatan Secara Bertahap*

0

Jakarta,Redaksi.Co – Polri menegaskan komitmennya dalam mewujudkan institusi yang semakin inklusif melalui penguatan rekrutmen penyandang disabilitas sebagai anggota Polri. Komitmen tersebut disampaikan melalui kegiatan Forum Diskusi Publik tentang Rekrutmen Penyandang Disabilitas sebagai Anggota Polri yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).

Brigjen Pol. Erthel Stephan selaku Karodalpers SSDM Polri menjelaskan bahwa Polri telah melakukan berbagai penyesuaian sejak dimulainya kebijakan rekrutmen penyandang disabilitas pada tahun 2016, mulai dari aspek regulasi hingga penyesuaian kebutuhan organisasi dan kompetensi sumber daya manusia yang direkrut.

“Sejak tahun 2016 hingga saat ini banyak hal yang harus disesuaikan, termasuk aturan hukum dan penyesuaian antara ruang jabatan dengan kompetensi dari rekrutan kelompok disabilitas untuk bisa menjadi bagian dari anggota Polri,” ujar Brigjen Pol. Erthel.

Menurutnya, proses inklusi tidak hanya menuntut kesiapan penyandang disabilitas untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja Polri, tetapi juga kesiapan seluruh personel Polri untuk bekerja bersama rekan-rekan penyandang disabilitas.

Ia menegaskan bahwa Polri memiliki komitmen untuk terus memperluas ruang jabatan bagi penyandang disabilitas secara bertahap dengan dukungan berbagai pihak.

“Untuk membuka ruang jabatan yang lebih besar ke depan, Polri mantap dan insyaallah akan bertahap memenuhi hal tersebut. Namun, ini tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari seluruh komponen bangsa agar potensi teman-teman disabilitas dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam organisasi Polri,” katanya.

Saat ini, Polri masih memfokuskan rekrutmen pada kelompok disabilitas fisik dan pancaindra, yakni motorik dan sensorik. Sementara untuk kelompok disabilitas mental dan intelektual, Polri akan melakukan kajian serta klasifikasi lebih lanjut guna menentukan pola rekrutmen dan penempatan yang tepat.

“Untuk kelompok disabilitas mental dan intelektual akan dilakukan secara bertahap. Kami akan melakukan kualifikasi terlebih dahulu terhadap kategori yang ada, termasuk dalam penempatannya. Saat ini mereka lebih banyak ditempatkan pada jabatan fungsional, namun ke depan terbuka peluang untuk menduduki jabatan struktural sesuai dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas manajerial yang dimiliki,” jelasnya.

Komisioner Komnas Disabilitas Eka Prastama Widiyanta memberikan apresiasi atas langkah Polri dalam membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mendorong peningkatan akses terhadap pekerjaan.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Polri ini. Sebagai institusi besar yang hadir hingga ke daerah, Polri memiliki peran strategis dalam memberikan ruang partisipasi bagi tenaga disabilitas untuk menjadi bagian dari institusi,” ujarnya.

Eka berharap kebijakan rekrutmen penyandang disabilitas di lingkungan Polri dapat menjadi model bagi berbagai institusi pemerintah maupun daerah dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif dan ramah disabilitas.

“Rekrutmen ini dapat menjadi contoh bagaimana sebuah institusi membangun sistem yang ramah terhadap penyandang disabilitas sekaligus membantu memperluas akses pekerjaan bagi mereka,” tambahnya.

Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Jenderal Komnas Perempuan Dwi Ayu Kartika Sari. Menurutnya, langkah Polri merupakan bagian penting dari upaya mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam reformasi sektor keamanan serta mewujudkan organisasi yang lebih inklusif.

“Kesadaran untuk memastikan teman-teman penyandang disabilitas dapat berkontribusi dalam reformasi sektor keamanan, termasuk di kepolisian, merupakan langkah yang sangat baik dan dapat menjadi contoh bagi lembaga negara lainnya,” kata Dwi Ayu.

Ia juga menyoroti pentingnya memperhatikan aspek interseksionalitas antara perempuan dan penyandang disabilitas, khususnya dalam penanganan berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Interseksionalitas antara disabilitas dan perempuan perlu menjadi perhatian karena penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di lapangan membutuhkan perspektif yang sensitif terhadap aspek disabilitas,” ujarnya.

Melalui forum diskusi ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kebijakan rekrutmen yang inklusif, membuka kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas, serta membangun organisasi yang mampu mengakomodasi keberagaman kompetensi.

Brimob Polda Metro Jaya Gagalkan Tawuran dan Amankan Sajam di Babelan*

0

Jakarta,Redaksi.Co— Patroli dini hari yang dilakukan personel Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan tawuran di wilayah Ujung Harapan, Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (9/6/2026). Dalam operasi tersebut, tim mengamankan dua remaja yang diduga hendak terlibat tawuran beserta tiga bilah senjata tajam.

Kegiatan patroli rutin ini dilakukan untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif sekaligus mencegah tawuran, balap liar, dan tindak kriminalitas jalanan yang berpotensi meresahkan masyarakat. Kehadiran personel di lapangan menjadi langkah preventif agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan patroli dini hari ini memberikan efek pencegahan sekaligus menimbulkan rasa aman bagi masyarakat. “Kehadiran personel di lapangan penting untuk mencegah aksi negatif dan memberikan edukasi sekaligus pengawasan bagi remaja,” ujar Kombes Henik.

Selanjutnya Kombes Henik menegaskan, upaya mencegah tawuran tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua dan masyarakat. Pengawasan terhadap aktivitas remaja serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar menjadi kunci agar generasi muda tidak terlibat tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Kedua remaja beserta barang bukti telah diserahkan ke Polsek Babelan untuk proses hukum lebih lanjut. Masyarakat dihimbau segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas di lingkungannya melalui layanan darurat Polri 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

(Yoga-Rully)

Kabidhumas, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya SerapAspirasi WargaCikarangBarat Lewat Program Jakarta On TheSpot*

0

Jakarta, Redaksi.Co— Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto bersama Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Victor Dean Mackbon melaksanakan kegiatan Jakarta On The Spot di Warung Sop Janda Ibu Darmi, Kampung Rawa Julang, Desa Ganda Mekar, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini dihadiri Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RT, serta 13 perwakilan warga dan pengemudi ojek daring.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan komunikatif. Kabidhumas Polda Metro Jaya menegaskan program ini menjadi sarana mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi antara kepolisian dan warga.

“Program Jakarta On The Spot hadir untuk menyerap keluhan, kebutuhan, dan harapan warga secara langsung. Masukan terkait keamanan, patroli wilayah, dan persoalan ketenagakerjaan akan menjadi perhatian kami bersama instansi terkait,” kata Kombes Pol. Budi Hermanto.

Dalam dialog, warga menyampaikan sejumlah permasalahan, antara lain: potongan aplikasi ojek daring yang dirasa berat; minimnya penerangan jalan di beberapa titik rawan; tawuran remaja di lintas bawah Tambun dan Cibitung; respon satuan pengamanan kawasan industri MM2100 yang dinilai perlu diperkuat; dugaan praktik calo perekrutan kerja dan pinjaman daring ilegal; kebutuhan pos polisi di wilayah yang jauh dari markas Polsek; serta perkembangan perkara dugaan pembunuhan di Kertamukti. Warga juga menyampaikan harapan agar antisipasi Pemilihan Kepala Desa 2026 dilakukan sejak dini.

Sementara itu Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Victor Dean Mackbon, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus yang merugikan, termasuk calo perekrutan kerja dan penagihan utang kendaraan yang tidak sesuai ketentuan. Masyarakat diimbau untuk segera melapor apabila mengalami intimidasi, penipuan, atau tindakan yang berpotensi melanggar hukum.

Kegiatan Jakarta On The Spot berjalan tertib dan lancar. Masyarakat menyambut baik kehadiran Polri dan TNI serta berharap masukan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( ℝ𝔼𝔻𝔸𝕂𝕊𝕀.ℂ𝕆 ) – 𝚂𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜, 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚒, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝚊𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞 𝙿𝚎𝚗𝚊𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝 𝙿𝚎𝚛𝚔𝚊𝚠𝚒𝚗𝚊𝚗, 𝙿𝚎𝚛𝚌𝚎𝚛𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚁𝚞𝚓𝚞𝚔 (𝙱𝙿4𝚁) 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗.

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚜𝚊 (9/6/2026) 𝚙𝚞𝚔𝚞𝚕 09.00 𝚆𝙸𝙱 𝚍𝚒 𝙰𝚞𝚕𝚊 𝙿𝚛𝚎𝚜𝚒𝚜𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊.

𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁 𝚍𝚒𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚝𝚒𝚐𝚊 𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊, 𝚢𝚊𝚔𝚗𝚒 𝙱𝚛𝚒𝚙𝚔𝚊 𝚈𝚘𝚐𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚂𝚒𝚙𝚛𝚘𝚙𝚊𝚖 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙸𝚔𝚊 𝚁𝚊𝚑𝚖𝚊𝚠𝚊𝚝𝚒, 𝙱𝚛𝚒𝚙𝚝𝚞 𝙴𝚏𝚛𝚒𝚊𝚗𝚝𝚘 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚂𝚊𝚝𝚛𝚎𝚜𝚔𝚛𝚒𝚖 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙹𝚎𝚜𝚒𝚜𝚌𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚛𝚒 𝙰𝚍𝚎 𝙽𝚊𝚝𝚊𝚕𝚒𝚊, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝙱𝚛𝚒𝚙𝚝𝚞 𝚈𝚞𝚖𝚊 𝙳𝚠𝚒𝚔𝚒 𝚂𝚊𝚙𝚞𝚝𝚛𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚂𝚊𝚝𝚕𝚊𝚗𝚝𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙲𝚑𝚎𝚕𝚜𝚎𝚊 𝙰𝚞𝚕𝚒𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚛𝚒.

𝔹𝔸ℂ𝔸 𝕁𝕌𝔾𝔸 : Gerak Cepat Satpolairud Polres Purwakarta Tangani Kebakaran Keramba Jaring Apung di Waduk Jatiluhur

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚆𝚊𝚔𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙺𝙾𝙼𝙿𝙾𝙻 𝚂𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕𝚒𝚜𝚖𝚊𝚗 𝙼𝚞𝚑𝚊𝚖𝚖𝚊𝚍 𝙽𝚊𝚝𝚜𝚒𝚛, 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞 𝙺𝚎𝚝𝚞𝚊 𝙱𝙿4𝚁 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚒 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊, 𝙺𝚎𝚝𝚞𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒 𝙲𝚊𝚋𝚊𝚗𝚐 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙽𝚢. 𝙲𝚊𝚗𝚍𝚛𝚊 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙰𝚗𝚘𝚖, 𝙺𝚊𝚋𝚊𝚐 𝚂𝙳𝙼 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙿 𝚁𝚊𝚗𝚍𝚢 𝙵𝚛𝚎𝚜𝚑𝚝𝚒𝚊𝚍𝚒𝚎, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚞𝚛𝚞𝚜 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒, 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚂𝙳𝙼, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚠𝚊𝚕𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐-𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒.

𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚑𝚊𝚙𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚠𝚊𝚓𝚒𝚋 𝚍𝚒𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗.

𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒, 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚒𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚑𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊, 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚊𝚜𝚙𝚎𝚔 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚙𝚎𝚛𝚜𝚒𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜.

𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚓𝚞𝚖𝚕𝚊𝚑 𝚊𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛.

𝚂𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚙𝚎𝚜𝚊𝚗 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚝𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚊 𝚒𝚗𝚜𝚊𝚗, 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚝𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚋𝚎𝚜𝚊𝚛 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚕𝚒𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝𝚒, 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚑𝚊𝚖𝚒, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚛𝚞𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚎𝚐𝚘 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐-𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚗𝚍𝚊𝚜𝚒 𝚗𝚒𝚊𝚝 𝚒𝚋𝚊𝚍𝚊𝚑 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚜𝚊𝚕𝚒𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚕𝚎𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚍𝚒𝚗𝚊𝚖𝚒𝚔𝚊 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊, 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜, 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒, 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚞𝚓𝚞𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚜𝚒𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔𝚒 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐.

  • “𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚒𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚔𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊, 𝚎𝚝𝚒𝚔𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚏𝚘𝚗𝚍𝚊𝚜𝚒 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝚃𝚒𝚗𝚒. 

𝙸𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚒𝚗𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒. 𝙾𝚕𝚎𝚑 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒𝚜 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚊𝚝, 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗.

  • “𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚊𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚗𝚊𝚖𝚊 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚒𝚝𝚞𝚜𝚒, 𝚋𝚒𝚓𝚊𝚔 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚍𝚒𝚊 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚗𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚐𝚊𝚢𝚊 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝚑𝚎𝚍𝚘𝚗𝚒𝚜𝚖𝚎 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚝𝚒𝚏 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚌𝚒𝚝𝚛𝚊 𝚘𝚛𝚐𝚊𝚗𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒,” 𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜𝚗𝚢𝚊. 

𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚒𝚝𝚞, 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚒𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚑𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚑𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚒𝚝𝚞𝚜𝚒 𝙺𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗.

  • “𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚘𝚊, 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚒𝚖𝚋𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚞𝚝𝚛𝚊-𝚙𝚞𝚝𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔𝚒 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊. 𝙿𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚍𝚒𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚞𝚍𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜,” 𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙 𝚃𝚒𝚗𝚒. 

𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚂𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙱𝙿4𝚁 𝚒𝚗𝚒, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙 𝚕𝚊𝚑𝚒𝚛 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊-𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚔𝚒𝚗𝚊𝚑, 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜, 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝, 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋, 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚍𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒-𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚖𝚘𝚛𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚜𝚙𝚒𝚛𝚒𝚝𝚞𝚊𝚕. (*/𝚂𝙺)

𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿 : 𝕊𝕀ℍ𝕌𝕄𝔸𝕊 ℙ𝕆𝕃ℝ𝔼𝕊 ℙ𝕌ℝ𝕎𝔸𝕂𝔸ℝ𝕋𝔸

*Kapolda Metro Jaya Bersama Pangdam Jaya Melaksanakan Jaga Jakarta On The Spot ke Warga Masyarakat*

0

Jakarta,Redaksi.Co — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot bersama warga di Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara TNI-Polri dengan tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, dan warga untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin, Dirintelkam Polda Metro Jaya Kombes Pol Miko Indrayana, serta Asintel Kodam Jaya Brigjen TNI Sri Marantika Beruh. Pada saat yang sama, kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak oleh PJU, Kapolres, dan Dandim jajaran di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Di lokasi pertama, Kapolda Metro Jaya bersama Pangdam Jaya mengunjungi Cafe Junet, Jalan Keutamaan Dalam RT 06 RW 03, Kelurahan Krukut. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, keduanya berdialog dengan Ketua RW 03, para Ketua RT, serta warga setempat terkait situasi kamtibmas, penguatan Satkamling, peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa, hingga keberadaan Pos Pantau Anti Tawuran.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Metro Jaya mengimbau warga untuk terus menjaga keamanan lingkungan, menjauhi penyalahgunaan obat-obatan terlarang, termasuk tramadol, serta segera melaporkan setiap informasi maupun kejadian kepada aparat melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

“Keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Peran aktif masyarakat, tokoh lingkungan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa sangat penting agar setiap potensi gangguan dapat dicegah sejak awal,” ujar Komjen Pol Asep Edi Suheri.

Rombongan kemudian melanjutkan kegiatan ke Kedai Go Pilan, Jalan Ketapang Utara I RW 07, Kelurahan Krukut. Di lokasi tersebut, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya kembali berdialog dengan tokoh masyarakat serta warga mengenai situasi kamtibmas dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Kapolda Metro Jaya menyampaikan bahwa Jaga Jakarta On The Spot merupakan wujud kehadiran langsung aparat keamanan di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana menyerap aspirasi sekaligus memperkuat komunikasi antara warga, kepolisian, dan TNI.

“Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan masyarakat. Setiap masukan akan menjadi bahan bagi kami untuk melakukan langkah tindak lanjut, termasuk berkoordinasi dengan stakeholder terkait,” kata Komjen Pol Asep Edi Suheri.

Sementara itu, dalam kegiatan serentak di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya, warga menyampaikan berbagai aspirasi. Di antaranya terkait kebutuhan penerangan jalan, titik rawan gangguan kamtibmas, kondisi proyek jalan yang dinilai berpotensi membahayakan warga, antisipasi tawuran dan curanmor, usulan pembangunan Pos Polisi, apresiasi terhadap layanan 110, hingga kerawanan menjelang Pilkades.

Polda Metro Jaya memastikan seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut. Khusus terkait penerangan jalan dan jalan rusak, Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan pihak serta stakeholder terkait agar dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Metro Jaya bersama Pangdam Jaya juga membagikan paket sembako kepada warga sekitar. Seluruh rangkaian Jaga Jakarta On The Spot berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Melalui kegiatan ini, Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya berharap komunikasi antara aparat dan masyarakat semakin terbuka, sehingga setiap potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi lebih dini.

Setelah PKB, Kini Yenny Wahid Masuk dalam Pusaran Konflik KOWANI

0

KOWANI TEGASKAN KLB YANG MENGATASNAMAKAN ORGANISASI TIDAK SAH, AJAK SELURUH ANGGOTA MENJAGA MARWAH ORGANISASI

 

Jakarta, 9 Juni 2026

 

 

Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menyampaikan klarifikasi resmi terkait penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) yang mengatasnamakan KOWANI pada 3 Juni 2026 dan menghasilkan keputusan yang menetapkan Yenny Wahid sebagai Ketua Umum baru. Dewan Pimpinan KOWANI di bawah kepemimpinan Nanny Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa forum tersebut tidak memiliki dasar kewenangan yang sah menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KOWANI.

 

Ketua Umum KOWANI, Nanny Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa organisasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia ini tidak boleh dijadikan arena perebutan kepentingan yang berpotensi merusak persatuan gerakan perempuan Indonesia.

 

“Kami menghormati setiap individu yang memiliki perhatian terhadap perjuangan perempuan Indonesia, termasuk Ibu Yenny Wahid. Namun persoalan yang kami hadapi bukanlah soal figur, melainkan soal tata kelola organisasi, konstitusi organisasi, dan penghormatan terhadap mekanisme yang telah disepakati bersama,” ujar Nanny Hadi Tjahjanto.

 

Menurut Nanny, hingga saat ini kepengurusan KOWANI hasil Kongres XXVI Tahun 2024 masih sah, aktif, dan menjalankan mandat organisasi sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, segala keputusan yang lahir dari forum yang tidak memiliki legitimasi konstitusional tidak dapat diakui sebagai keputusan organisasi.

 

Lebih lanjut, Nanny mengingatkan bahwa konflik internal yang berkembang belakangan ini seharusnya tidak mengaburkan fokus utama KOWANI dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, perlindungan anak, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta penguatan partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional.

 

“KOWANI telah berdiri hampir satu abad. Organisasi ini dibangun oleh para pendiri bangsa dengan semangat persatuan, bukan dengan semangat perebutan kekuasaan. Karena itu kami mengajak seluruh organisasi anggota untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh narasi yang memecah belah, dan mengedepankan penyelesaian berdasarkan aturan organisasi,” katanya.

 

Terkait munculnya nama Yenny Wahid dalam dinamika organisasi, Nanny menegaskan bahwa KOWANI tidak mempersoalkan latar belakang maupun kapasitas pribadi siapa pun. Namun seluruh proses kepemimpinan organisasi harus lahir dari mekanisme yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami tidak sedang berhadapan dengan individu tertentu. Kami sedang menjaga konstitusi organisasi. Siapa pun yang ingin memimpin KOWANI harus melalui proses yang sesuai AD/ART dan prinsip-prinsip organisasi yang demokratis,” tegasnya.

 

KOWANI juga membuka ruang dialog dan rekonsiliasi yang berlandaskan hukum organisasi demi menjaga persatuan gerakan perempuan Indonesia. Organisasi berharap seluruh pihak dapat mengedepankan etika berorganisasi dan menghindari langkah-langkah yang berpotensi menimbulkan dualisme kepengurusan serta merugikan perjuangan perempuan Indonesia secara lebih luas.

 

Sebagai rumah besar lebih dari seratus organisasi perempuan di Indonesia, KOWANI berkomitmen untuk terus menjalankan program-program strategis yang berpihak pada perempuan, anak, keluarga, dan pembangunan bangsa.

“Perempuan Indonesia membutuhkan persatuan, bukan perpecahan. KOWANI akan tetap berdiri teguh menjaga marwah organisasi, konstitusi organisasi, dan amanah para pendiri bangsa,” tutup Nanny Hadi Tjahjanto.

Kapolresta Banyuwangi Pimpin Upacara Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek, Ini Daftar Lengkapnya

0

BANYUWANGI, Estafet kepemimpinan kembali bergulir di lingkungan Polresta Banyuwangi. Tiga jabatan strategis, mulai Kasatresnarkoba hingga Kapolsek Genteng dan Pesanggaran, resmi berganti melalui upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, Selasa (9/6/2026).

Upacara sertijab turut dihadiri Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, para pejabat utama (PJU), serta seluruh kapolsek di wilayah hukum Polresta Banyuwangi.

Dalam sertijab kali ini, terdapat tiga jabatan yang mengalami pergantian sebagai bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel Polri.

Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan yakni:

– Kasatresnarkoba Polresta Banyuwangi
Pejabat lama: Kompol Nanang Sugiyono, S.H., M.H.
Pejabat baru: Kompol Angga Perdana Brahmada, S.I.K., M.I.K.
– Kapolsek Genteng
Pejabat lama: Kompol Edy Priswanto, S.Sos.
Pejabat baru: Kompol Khoirul Anwar, S.H., M.H.
– Kapolsek Pesanggaran
Pejabat lama: Kompol Maskur, S.H.
Pejabat baru: AKP Agus Hari Widodo, S.H.

Dalam amanatnya, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang biasa dalam tubuh Polri. Selain menjadi bagian dari penyegaran organisasi, mutasi juga menjadi sarana pembinaan karier dan peningkatan profesionalisme personel.

“Mutasi dan serah terima jabatan di lingkungan Polri adalah hal yang lumrah sekaligus strategis demi penyegaran organisasi dan pembinaan karier personel. Kepada pejabat lama, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, serta kerja keras yang telah diberikan selama bertugas di Polresta Banyuwangi,” ujar Kapolresta.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik dan berharap dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas masing-masing.

“Segera lakukan adaptasi, petakan potensi kerawanan wilayah, dan lanjutkan program-program positif yang sudah berjalan. Tantangan tugas ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan pelayanan yang terbaik, humanis, dan presisi kepada masyarakat Banyuwangi,” tegasnya.