JAKARTA, Redaksi.co— Film Harusnya Horror menawarkan pendekatan berbeda di tengah maraknya film bergenre horor, Alih-alih mengandalkan teror sebagai kekuatan utama, film produksi Ess Jay Pictures ini memadukan komedi, absurditas, dan drama persahabatan yang perlahan mengarah pada kisah emosional.
Film ini sekaligus menandai debut penyutradaraan Reza “Arap” Oktovian di layar lebar. Reza membawa para personel AAAClan ke dalam cerita yang tidak hanya mengeksplorasi sisi komedi, tetapi juga perjalanan karakter menghadapi persoalan persahabatan, kehilangan, pengkhianatan, hingga pengorbanan.

Cerita Harusnya Horror mengambil latar dunia content creator, Fenomena mengejar popularitas dan konten viral menjadi bagian penting dalam cerita, sekaligus membuka ruang bagi film untuk menyentil realitas creator economy yang berkembang pesat di Indonesia.
Namun, kekuatan film ini tidak berhenti pada satire, Di balik berbagai adegan absurd, penonton diajak mengikuti perjalanan sekelompok sahabat yang harus menghadapi pilihan sulit dan memahami arti kehadiran orang-orang terdekat.
Bagi Reza, pengalaman menggarap film ini juga memiliki nilai personal,Harusnya Horror menjadi salah satu kenangan bersama almarhumah Lula Lahfah yang turut memberikan warna dalam perjalanan produksi film tersebut.
“Harusnya Horror” menjadi debut layar lebar seluruh anggota AAAClan, yakni George Tiersom (Jot), Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), Garry Andriawan Ang (Garry), Teguh Prakoso (Tepe), Aldy Renaldy (Aloy), Ariyanto (Ibot), Niko Junius (Niko), dan Bravyson (Vicong).
Film ini turut menghadirkan sejumlah pemain lain, di antaranya Reymavenzka, Ronny P. Tjandra, Heroe Soewarn, Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos.
Dari sisi produksi, Harusnya Horror digarap Ess Jay Pictures dengan Sridhar Jetty sebagai produser, Jimmy L. Lalwani sebagai ko-produser, dan David S. Suwarto sebagai produser eksekutif.
Dengan perpaduan komedi, horor, dan drama persahabatan, Harusnya Horror diharapkan memberikan pengalaman menonton yang tidak sekadar menghibur, Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.
Bagi penonton, film ini menawarkan satu kejutan emosional: cerita yang sejak awal terasa ringan dan absurd, tetapi justru dapat meninggalkan kesan mendalam ketika kisah persahabatan mencapai titik akhirnya.

