Top 5 This Week

Related Posts

Spillway Sungai Tanggul Diklaim Tuntas, Warga Minta Bukti PHO, Addendum, dan Uji Fungsi Lapangan

JEMBER, Redaksi.co – Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Provinsi Jawa Timur mengklaim pembangunan Spillway Sungai Tanggul di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember telah rampung 100 persen dan siap difungsikan untuk pengendalian banjir serta mendukung layanan irigasi bagi sekitar 1.046 hektare lahan pertanian.

Informasi tersebut disampaikan melalui sebuah tautan video TikTok yang dikirimkan oleh pihak PUSDA kepada awak media redaksi.co pada hari Jumat 19 Juni 2026.

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa proyek sempat mengalami perpanjangan waktu akibat kendala di lapangan, namun akhirnya dapat diselesaikan lebih cepat dari target akhir yang telah ditetapkan tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai klaim penyelesaian proyek tersebut perlu disertai dengan keterbukaan informasi kepada publik. Pasalnya, proyek senilai Rp15,6 miliar itu sebelumnya menjadi sorotan karena mengalami keterlambatan pelaksanaan, kerusakan akibat banjir, serta beberapa kali perubahan jadwal melalui addendum kontrak.

Sementara itu, Kepala UPT PSDA WS Bondoyudo Baru Lumajang–Jember, Ir. Prabowo, melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa proyek tersebut telah mendapat pemeriksaan dari Inspektorat.
“Mulai dua minggu yg lalu sudah dicek oleh Inspektorat,” tulis Prabowo saat dikonfirmasi.

Meski demikian publik kini menantikan penjelasan resmi mengenai sejumlah hal penting, di antaranya tanggal resmi proyek dinyatakan selesai 100 persen, status pelaksanaan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama pekerjaan, serta realisasi progres fisik dan keuangan hingga akhir masa pelaksanaan.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya penjelasan terkait jumlah dan nilai addendum yang diterbitkan selama proyek berlangsung, termasuk rincian pekerjaan perbaikan terhadap kerusakan konstruksi yang sempat terjadi akibat banjir pada Desember 2025.

Tak kalah penting, efektivitas bangunan dalam menjalankan fungsi utamanya juga menjadi perhatian publik.

Masyarakat menunggu pembuktian apakah spillway tersebut telah berfungsi optimal saat terjadi peningkatan debit Sungai Tanggul, serta sejauh mana manfaat irigasi bagi sekitar 1.046 hektare lahan pertanian benar-benar telah dirasakan oleh para petani.

Imam salah seorang warga sekitar, menilai keterbukaan informasi sangat diperlukan mengingat proyek tersebut dibiayai menggunakan anggaran negara.

“Masyarakat tentu ingin mengetahui bagaimana proses penyelesaiannya, dokumen serah terimanya, hasil perbaikannya, dan apakah bangunan itu benar-benar sudah siap digunakan sesuai fungsinya,” ujarnya.

Sebagai proyek strategis yang menggunakan dana publik, transparansi dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Hingga saat ini, masyarakat berharap instansi terkait dapat membuka data dan dokumen pendukung yang relevan guna menjawab berbagai pertanyaan yang masih berkembang di lapangan.

Menyusul pemberitaan yang sebelumnya ramai menjadi perhatian publik terkait proyek tersebut, pihak terkait telah mengirimkan tautan video TikTok yang berisi klarifikasi dan penjelasan menurut versi mereka.

Penyampaian video tersebut merupakan bagian dari hak jawab dan upaya memberikan informasi kepada publik atas berbagai isu yang berkembang.

Meski demikian, awak media tetap melakukan penelusuran dan verifikasi lebih lanjut terhadap berbagai fakta, dokumen, serta keterangan dari sejumlah pihak guna memastikan akurasi dan keberimbangan informasi (Tim).

Popular Articles