Selasa, Maret 31, 2026
Beranda blog Halaman 99

Kelompok Tani Sri Gading Terima Bantuan Benih, Prioritas untuk Petani Aktif Tanam

0

JEMBER, redaksi.co – Bantuan benih padi dari pemerintah pusat, meski jumlahnya terbatas, tetap menjadi harapan bagi petani penerima. Di Dusun Jatisongo, Desa Tegalwangi, bantuan 7,5 kuintal benih padi yang diterima Kelompok Tani Sri Gading diarahkan kepada petani yang aktif menanam padi agar benar-benar memberi dampak pada musim tanam (09/01/2026).

Dengan jumlah anggota kelompok tani yang mencapai lebih dari 80 orang, tidak semua petani dapat menerima bantuan. Skema prioritas pun diterapkan agar benih tidak terbuang percuma dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produksi.

Dalam kondisi keterbatasan, efektivitas menjadi kunci agar bantuan yang ada tetap memberi hasil nyata di lapangan.

Ketua Kelompok Tani Sri Gading, H. Nur, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan lahan dan keseriusan petani dalam menanam.

“Bantuan ini kami arahkan ke petani yang benar-benar siap tanam, supaya benihnya langsung ditanam dan hasilnya bisa dirasakan bersama. Kami ingin bantuan ini betul-betul memberi manfaat, bukan sekadar dibagi rata tapi tidak optimal,” ujarnya.

Bagi petani penerima, bantuan benih bukan sekadar pengurangan biaya tanam, tetapi juga menjadi suntikan semangat untuk terus bertahan di tengah meningkatnya biaya produksi. Benih yang ditanam tepat waktu dan sesuai kebutuhan diharapkan mampu meningkatkan hasil panen serta menopang ketahanan pangan di tingkat desa.

“Harapan kami, meski jumlahnya terbatas, bantuan ini bisa menjadi pemicu semangat petani dan mendorong hasil panen yang lebih baik. Jika produksinya naik, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh anggota kelompok,” tambah H. Nur.

Pada akhirnya, manfaat bantuan tidak hanya diukur dari berapa banyak petani yang menerima, tetapi sejauh mana benih tersebut benar-benar tumbuh di sawah dan menghasilkan panen. Dengan pengelolaan yang terbuka dan bijak, bantuan yang terbatas sekalipun tetap dapat memberi arti besar bagi keberlanjutan pertanian desa.

Reporter: Sofyan.

Pengamanan Humanis Polres Purwakarta: Aksi Unjuk Rasa di Jatiluhur Berjalan Aman dan Kondusif

0

PURWAKARTA || Redaksi.co – Jajaran Polres Purwakarta bersama Polsek Jatiluhur sukses mengawal jalannya aksi unjuk rasa yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ormas GRIB Jaya Kabupaten Purwakarta di depan PT. Metro Pearl Indonesia, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, pada Jumat, 9 Januari 2026.

Detail Kejadian

  • Waktu: Jumat, 9 Januari 2026, Pukul 09.00 – 10.30 WIB.
  • Lokasi: PT. Metro Pearl Indonesia, Desa Bunder, Jatiluhur.
  • Peserta: Massa berjumlah ±50 orang dipimpin oleh Ketua DPC GRIB Jaya Purwakarta, H. Trisna Rizki Nugraha, S.Pt.
  • Tuntutan: 1. Dugaan pelecehan seksual di lingkungan perusahaan. 2. Legalitas perizinan dan kepatuhan perpajakan. 3. Transparansi program CSR dan TJSL perusahaan.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, melalui Kasi Humas AKP Enjang Sukandi, menyampaikan bahwa personel di lapangan mengedepankan pengamanan terbuka dan tertutup dengan pendekatan dialogis.

​“Polri hadir untuk memberikan rasa aman dan memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan tertib sesuai aturan. Pengamanan ini adalah wujud pelayanan kami agar situasi tetap kondusif bagi semua pihak,” ujar AKP Enjang Sukandi.

​Dalam aksi tersebut, sempat terjadi ketegangan berupa adu argumen antara massa aksi dengan sebagian warga sekitar. Namun, berkat kesiapsiagaan personel Polri yang melakukan pemisahan massa secara cepat, potensi konflik terbuka berhasil diredam.

“Alhamdulillah, melalui langkah cepat dan komunikasi yang baik di lapangan, situasi dapat segera dikendalikan hingga massa membubarkan diri dengan tertib pada pukul 10.30 WIB,” tambah AKP Enjang.

​Secara umum, situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Jatiluhur tetap terjaga. Polres Purwakarta akan terus melakukan monitoring pasca-kegiatan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi aksi susulan.

​Pihak Kepolisian mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar selalu menjaga ketertiban dan menyalurkan aspirasi melalui jalur yang damai serta sesuai dengan koridor hukum yang berlaku demi kenyamanan bersama di Kabupaten Purwakarta. (*)

Sumber: Si Humas Polres Purwakarta

Dikeluarkan oleh Si Humas Polres Purwakarta
Jl. Veteran No.408, Ciseureuh, Kec. Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41118.

PPL Hadir Dampingi Petani, Dorong Solusi dan Pengembangan Produk Pertanian

0

JEMBER, redaksi.co – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendampingi petani di Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari.

Kehadiran PPL di tengah petani tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga mendorong lahirnya solusi atas berbagai persoalan pertanian serta pengembangan produk pertanian yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Yudi selaku PPL memberikan pemahaman kepada petani tentang pentingnya inovasi, efisiensi pengelolaan usaha tani, serta strategi menghadapi tantangan produksi di lapangan. Petani didorong untuk tidak terpaku pada pola lama, namun mulai mengembangkan potensi dan nilai tambah hasil pertanian agar lebih kompetitif.

“Sosialisasi ini kami lakukan agar petani tidak berjalan sendiri. Kami ingin petani mampu menemukan solusi atas permasalahan di lapangan sekaligus mengembangkan produk pertanian yang memiliki daya saing,” ujar Yudi.

Selain pendampingan teknis, PPL juga turut mengawal penyaluran bantuan bibit padi dari pemerintah pusat agar tepat sasaran. Bantuan sebanyak 7,5 Kwintal tersebut disalurkan kepada petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Sri Gading, Dusun Jatisongo, Desa Tegalwangi.

“Kami memastikan bantuan bibit padi ini diterima sesuai data kelompok tani dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil produksi,” tambahnya.
Ketua Poktan Sri Gading, H. Nur Halim, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan PPL.

Menurutnya, kehadiran PPL sangat membantu petani, baik dalam pendampingan teknis budidaya maupun pengawalan bantuan dari pemerintah.

Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara petani, PPL, dan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tingkat desa.

Reporter: Sofyan.

Bank Titil Menjerat Warga Desa, LPKNI Teriak: Negara Jangan Diam

0

JEMBER, redaksi.co – Warga Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, kembali menjadi korban praktik pinjaman harian ilegal atau bank titil. Janji uang cepat ternyata jebakan mematikan: bunga mencekik dan cicilan harian yang melelahkan membuat masyarakat kecil terperangkap dalam utang yang tak berujung.

Penelusuran di lapangan menemukan fakta memprihatinkan: banyak warga terpaksa meminjam karena akses ke bank resmi sulit, sementara pinjaman bank titil cair dalam hitungan jam tanpa agunan atau administrasi. Tapi sistem cicilan harian yang mencekik justru menjerat nasabah dalam lingkaran utang yang sulit lepas.

Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen dan Keadilan Nasional (LPKNI), Sugeng Hariyadi, mengecam keras praktik ini. Menurutnya, bank titil bukan sekadar masalah perdata, melainkan eksploitasi sistematis terhadap warga desa yang rentan.

“Bunga yang tidak wajar, dilakukan berulang dan menarget masyarakat kecil, itu perbuatan melawan hukum. Negara tidak boleh pura-pura tidak tahu. Jangan biarkan rakyat kecil menderita!” tegas Sugeng, Jumat (09/01/2026).

Sugeng menyoroti fakta bahwa pelaku bank titil kerap beroperasi tanpa identitas jelas dan luput dari pengawasan OJK. Nasabah berada dalam posisi lemah, tanpa perjanjian tertulis yang adil, dan tanpa perlindungan hukum saat terjadi sengketa.

Secara hukum, praktik ini berada di wilayah abu-abu. Namun bila penagihan dilakukan dengan intimidasi, tekanan psikologis, atau skema menjerat, hal ini dapat berpotensi pidana. Lebih jauh, jika menyerupai lembaga keuangan tanpa izin, jelas melanggar Undang-Undang Perbankan.

LPKNI mendesak tindakan tegas pemerintah dan aparat hukum: pendataan, pembinaan, hingga penindakan terhadap pelanggaran. Sugeng menegaskan, membiarkan bank titil beroperasi sama artinya dengan membiarkan penderitaan ekonomi rakyat desa berlanjut.

“Solusi nyata bukan hanya larangan, tapi hadirkan akses pembiayaan yang adil, legal, dan mudah dijangkau rakyat kecil. Jika tidak, bank titil akan terus hidup… dan terus menjerat,” pungkasnya dengan tegas.

Reporter: Sofyan.

Warga Dusun Bongor Induk Sampaikan Tuntutan Pemberhentian Kepala Dusun

0

Warga Dusun Bongor Induk Sampaikan Tuntutan Pemberhentian Kepala Dusun

Lombok Barat | Redaksi.co

Jumat, 9 Januari 2026

Warga Dusun Bongor Induk, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah desa terkait pemberhentian Kepala Dusun Bongor Induk, Sahwan, Jumat (9/1/2026).

Aksi tersebut dilakukan karena masyarakat menilai selama ini tidak mendapatkan perhatian dan pelayanan yang optimal dari Kepala Dusun dalam berbagai aspek pemerintahan dan kemasyarakatan.

Ketua Remaja Dusun Bongor Induk, Muhayadi, mengatakan bahwa tuntutan warga telah ditempuh melalui mekanisme dan prosedur yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami sudah melakukan rapat bersama di rumah Ketua BPD sebagai langkah awal. Dari hasil rapat tersebut, masyarakat sepakat membuat petisi dan mengumpulkan tanda tangan sebagai bentuk persetujuan bersama untuk memberhentikan perangkat kewilayahan, dalam hal ini Kepala Dusun Bongor Induk,” ujar Muhayadi.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan, Ketua BPD menyatakan tidak dapat hadir dan tidak mengawal langsung jalannya aksi masyarakat Dusun Bongor Induk. Pada saat yang sama, Kepala Desa Taman Ayu juga tidak berada di kantor desa.

Babinkamtibmas Desa Taman Ayu, Wayan, menjelaskan bahwa Kepala Desa saat itu sedang berada di kantor camat untuk menghadiri agenda mediasi terkait persoalan lain dan tidak berkaitan dengan tuntutan warga Dusun Bongor Induk.

Sementara itu, melalui pesan WhatsApp yang disampaikan oleh Sekretaris Desa Taman Ayu, Mahsin, Kepala Desa menyatakan bahwa Kepala Dusun Sahwan telah menyampaikan kesiapan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Atas dasar tersebut, Kepala Desa menginstruksikan massa aksi untuk kembali pulang.

Mobil Dinas inspektorat lombok barat

Namun demikian, warga menegaskan bahwa hingga saat ini mereka masih menunggu bukti tertulis berupa surat pernyataan pengunduran diri Kepala Dusun Sahwan.

“Apabila sampai hari Senin Kepala Desa atau Ketua BPD tidak dapat memperlihatkan surat pernyataan pengunduran diri tersebut, maka kami selaku warga akan kembali mendatangi kantor desa dengan massa yang lebih banyak, hingga ada keputusan yang mutlak dan resmi,” tegas Muhayadi.

Secara regulasi, pemberhentian perangkat desa diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang menyebutkan bahwa perangkat desa dapat diberhentikan apabila tidak lagi memenuhi syarat, melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, atau tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Ketentuan teknisnya juga diperkuat dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Sementara itu, terkait aksi penyampaian pendapat di muka umum, hak warga negara dijamin oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, yang menegaskan bahwa setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat secara lisan maupun tulisan di ruang publik, selama dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab.

Warga Dusun Bongor Induk menyatakan akan terus mengawal proses ini secara damai dan konstitusional hingga ada keputusan resmi yang memiliki kepastian hukum.

(Abach Uhel)

Wartawan Redaksi.co

Perkuat Iman Dan Harapan, WBP Nasrani Lapas Batam 

0

 

Redaksi.co – Batam | Sebanyak 52 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Nasrani Lapas Kelas II A Batam, mengikuti kegiatan Ibadah Bersama tim Pelayanan Kerohanian GPdI Pelita Batam bertema “Kristus Sang Juruselamat” yang diselenggarakan pada Selasa, 06 Januari 2026, siang.

Kedatangan tim disambut hangat oleh Kabag Umum Lapas Kelas II A Batam,  Jhon Piter Simbolon dan tim yang datang diwajibkan melalui tahap pemeriksaan sebagai syarat berlaku untuk seluruh tamu pengunjung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian dan pemenuhan hak beribadah bagi WBP,  yang diinisiasi oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dan diikuti oleh WBP Nasrani dari berbagai Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Warga Binaan Lapas memasuki ruangan ibadah dan mengikuti ibadah dengan tertib
Ibadah Bersama ini, dengan rangkaian acara meliputi puji-pujian, penyampaian firman Tuhan oleh Pendeta Rusdi Palandi.

“Kunjungan tim kerohanian Kristen ke Lapas adalah program rutin untuk pembinaan kepribadian warga binaan (WBP) beragama Kristen yang dilakukan sebulan sekali, bertujuan memberikan penghiburan, kekuatan, dan motivasi hidup baru berbasis firman,” kata Pendeta Rusdi Palandi.

“Dengan harapan mereka lebih tekun beribadah dan kelak saat Kembali ke masyarakat menjadi lebih baik,” Pungkas Rusdi Palandi. (Nanang AS)

Deklarasi ORADO Nasional Jadi Momentum Baru Domino Tradisional Menuju Olahraga Prestasi

0

Redaksi.co, Jakarta | Dunia olahraga tradisional Indonesia mencatat babak baru dengan dideklarasikannya Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO). Acara yang berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (7/1), sekaligus dirangkai dengan pelantikan pengurus ORADO dari berbagai daerah di Indonesia.

Deklarasi ini dinilai sebagai langkah awal yang krusial untuk membawa permainan domino keluar dari stigma sekadar hiburan tradisional, menuju cabang olahraga yang lebih terstruktur dan memiliki pengakuan nasional.

Ketua DPRD / Ketua Cabang Olahraga Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan, Ayu, mengungkapkan bahwa selama ini domino kerap dipandang sebelah mata karena belum memiliki payung organisasi resmi sebagai cabang olahraga nasional. Padahal, domino telah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat lintas daerah dan latar belakang sosial.

“Domino ini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari kalangan menengah sampai bawah, hampir di setiap daerah pasti ada yang memainkannya,” ujar Ayu.

Ia menilai, deklarasi dan pelantikan pengurus ORADO se-Indonesia menjadi momentum strategis untuk mendorong kemajuan domino, khususnya di daerah. Dengan struktur organisasi yang kuat dari pusat hingga kabupaten, pembinaan atlet dan pengembangan olahraga domino diyakini dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar permainan, Ayu menekankan bahwa domino memiliki nilai positif, mulai dari membangun kebersamaan hingga melatih strategi dan daya pikir. “Permainan ini seru, tapi juga menantang. Kita dituntut untuk berpikir dan menyusun strategi agar bisa menang,” katanya.

Ke depan, Ayu berharap ORADO semakin aktif menggelar berbagai kegiatan, terutama di tingkat pusat. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk menambah wawasan dan pengalaman pengurus daerah, baik dalam hal pengelolaan organisasi maupun pembinaan atlet.

Ia pun menaruh optimisme besar terhadap perjalanan ORADO dalam beberapa tahun ke depan, termasuk menatap 2026 sebagai tahun kebangkitan domino Indonesia.

“Insyaallah, dengan adanya kegiatan hari ini, ORADO bisa bangkit dan menjadi lebih baik. Harapannya, kegiatan di tingkat pusat bisa lebih sering dilakukan agar kami di daerah terus belajar dan berkembang,” tutupnya.

ORADO Resmi Berdiri, Domino Dibidik Jadi Cabang Olahraga Prestasi

0

Redaksi.co, Jakarta | Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) secara resmi mendeklarasikan pendiriannya pada Selasa, 7 Januari 2025, bertempat di Hotel Mulia Senayan, Jakarta. Deklarasi nasional ini dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO Papua Selatan serta pengurus ORADO dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I ORADO dan Training Nasional I Wasit ORADO. Agenda ini menjadi langkah awal dalam membangun tata kelola, pembinaan, serta sistem kompetisi domino yang lebih terstruktur dan profesional.

Ketua Pengprov ORADO Papua Selatan, Nickson Pampang, menilai kehadiran ORADO sebagai momentum penting untuk mengubah paradigma terhadap permainan domino. Menurutnya, domino tidak lagi semata-mata dipandang sebagai permainan tradisional, melainkan memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai olahraga prestasi.

“Deklarasi nasional dan Rakernas I ini menjadi titik awal untuk memajukan domino. Harapannya, domino dikelola secara profesional dan bisa naik kelas sebagai olahraga prestasi,” ujar Nickson, Rabu malam (7/1/2025).

Nickson berkomitmen membangun domino melalui sistem pembinaan atlet yang berkesinambungan, regulasi pertandingan yang jelas, serta kompetisi berjenjang dari tingkat daerah hingga nasional. Dengan sistem tersebut, ORADO menargetkan lahirnya atlet-atlet domino yang mampu bersaing di level nasional bahkan internasional.

Dalam Rakernas, sejumlah program strategis turut dibahas, termasuk rencana penyelenggaraan kejuaraan domino terbesar tingkat nasional. Kejuaraan ini akan diawali dari seleksi dan kompetisi di daerah, sebelum mempertemukan para juara di tingkat nasional.

“Kompetisi akan dimulai dari daerah. Nantinya para juara daerah akan bertemu di kejuaraan nasional,” jelas Nickson.

Dukungan terhadap pengembangan olahraga domino juga datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengelolaan domino secara profesional, dengan sistem pembinaan yang jelas serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Saat ini, ORADO telah membentuk 38 Pengprov dan sekitar 300 Pengurus Daerah (Pengda) di tingkat kabupaten dan kota. Seluruh pengurus daerah diharapkan aktif melakukan penjaringan, pembinaan, serta pembentukan atlet domino di wilayah masing-masing.

Meningkatkan Kinerja Melalui Evaluasi Berkala, Sat Lantas Polres Langkat Gelar Anev Bulanan

0

Langkat —redaksi.co

Dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja serta pelayanan kepada masyarakat, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Langkat melaksanakan kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) bulanan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Langkat yang berlangsung di Aula Sat Lantas Polres Langkat. Kamis (8/1/26)

Kegiatan Anev ini menjadi forum strategis untuk meninjau capaian kinerja personel selama satu bulan terakhir, sekaligus mengevaluasi berbagai dinamika lalu lintas di wilayah hukum Polres Langkat. Salah satu fokus utama pembahasan adalah pemetaan dan penanganan titik-titik rawan kecelakaan atau blackspot, serta perumusan langkah-langkah preventif dalam menekan angka pelanggaran lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Langkat, AKP Mhd Tommy Franata, S.T.K., S.I.K., M.H., M.T., dalam arahannya menegaskan bahwa evaluasi rutin merupakan bagian penting dari manajemen kinerja satuan lalu lintas. Menurutnya, Anev bukan sekadar menilai capaian angka, tetapi juga sebagai sarana memperbaiki pola kerja agar semakin efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Melalui evaluasi ini, kami ingin memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta mampu bekerja lebih terukur dalam memberikan pelayanan. Penanganan lokasi rawan kecelakaan dan upaya pencegahan pelanggaran harus dilakukan secara konsisten dan berbasis data,” ujar AKP Tommy.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarunit serta peningkatan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas di lapangan, sehingga kehadiran polisi lalu lintas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan dilaksanakannya Anev bulanan ini, Sat Lantas Polres Langkat berharap kualitas pelayanan publik di bidang lalu lintas semakin meningkat, sekaligus mewujudkan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif di Kabupaten Langkat, Negeri Bertuah.

M.ilyas

Tak Perlu Mahal, Kini Terbang dari Jember Lebih Hemat dan Nyaman

0

JEMBER, redaksi.co – Kini terbang dari Jember semakin mudah dan ramah di kantong. Mulai pertengahan Januari 2026, Bandara Notohadinegoro menghadirkan kabar gembira bagi masyarakat dengan penurunan harga tiket pesawat sekaligus peningkatan kapasitas penumpang.

Melalui kerja sama strategis Pemerintah Kabupaten Jember dengan maskapai Fly Jaya, harga tiket penerbangan dari Jember resmi disesuaikan. Mulai 13 Januari 2026, masyarakat dapat menikmati tarif penerbangan yang sebelumnya dengan harga mulai Rp1,5 jutaan, kini lebih hemat sekitar Rp600 ribu dibandingkan tarif sebelumnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Gatot Triyono, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi udara bagi warga Jember dan sekitarnya. Penyesuaian harga ini diharapkan mampu mendorong minat masyarakat untuk kembali memanfaatkan roda transportasi udara secara lebih luas.

Tak hanya soal harga, layanan penerbangan di Jember juga semakin optimal. Mulai minggu depan, Bandara Notohadinegoro akan dilengkapi fasilitas refuelling avtur mandiri hasil kerja sama dengan Pertamina Patra Niaga. Fasilitas ini memungkinkan pesawat beroperasi dengan kapasitas maksimal.

“Jika sebelumnya hanya bisa mengangkut sekitar 50 penumpang, kini kapasitas bisa penuh hingga 70 penumpang per penerbangan,” jelas Gatot.

Artinya, semakin banyak masyarakat yang bisa terbang langsung dari Jember dengan lebih efisien dan nyaman.

Meski menghadirkan berbagai peningkatan, jadwal dan jam penerbangan tetap berjalan stabil menggunakan armada yang sama. Seluruh langkah ini merupakan arahan langsung Bupati Jember, Gus Fawait, sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

Dengan harga yang lebih terjangkau dan layanan yang semakin optimal, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis sektor penerbangan dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang investasi, serta mendukung kemajuan pariwisata Jember.

Terbang dari Jember kini bukan hanya lebih mudah, tapi juga lebih hemat dan menguntungkan (*)