Beranda blog Halaman 100

Tuha Peut Gampong Langung Kecamatan Meureubo Resmi di Lantik, Acara Berlangsung Khidmat

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Tuha Peut terpilih Gampong Langung kecamatan Meureubo kabupaten Aceh Barat resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya yang dihadiri oleh unsur Muspika kecamatan Meureubo pada Selasa 30/6/2026.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung meriah dan khidmat bertempat di kantor Keuchik setempat ini di pimpin oleh camat kecamatan Meureubo Maimun S.STP mewakili Bupati Aceh Barat,

Proses pelantikan ini menandai dimulainya masa bakti kepengurusan Tuha Peut periode 2026/2032 dalam mengawal aspirasi masyarakat serta pembangunan Gampong.

Camat Kecamatan Meureubo Maimun.S.STP dalam kata sambutan dan arahannya menyampaikan ucapan selamat kepada semua anggota pengurus Tuha Peut Gampong Langung yang baru saja di Lantik,ia menegaskan bahwa peranan Tuha Peut sangat strategis dalam perjalanan pemerintahan Gampong.

” Selamat kepada saudara yang telah di Lantik, kita ketahui bersama,Tuha Peut adalah mitra Keuchik dalam menjalankan roda pemerintahan dan mitra dalam mewujudkan pemerintahan Gampong yang bersih dan dapat menggali potensi potensi demi kemajuan Gampong dan menghindari dari perjudian online dan menghindari pengaruh narkoba sesuai dengan arahan dari bupati Aceh Barat ” Ujarnya.

Maimun juga mengatakan,Sinergi antara pemerintah Gampong dan Tuha Peut harus selalu terjaga antara keduanya dalam menjadikan pemerintah Gampong yang baik.

” Kerjasama ini sangat penting untuk melahirkan peraturan Gampong yang berpihak kepada masyarakat dan untuk memastikan seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan baik, transparan dan akuntabel ” kata camat

Sementara menanggapi arahan camat tersebut, ketua Tuha Peut Gampong Langung Dediarnan ,menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah tersebut ia menegaskan komitmennya untuk selalu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan Keuchik demi kemajuan Gampong.

” Sebagai ketua,saya siap bekerja sama dengan Keuchik untuk memajukan roda pemerintahan di Gampong Langung yang kita cintai ini ” tegas Dediarnan.

Dengan pelantikan ini kepengurusan Tuha Peut yg baru diharapkan dapat langsung berkontribusi untuk menjadi jembatan aspirasi yang efektif antara masyarakat dan pemerintah Gampong dan bersama sama membawa Gampong Langung ke arah yang lebih baik dan maju ****

Skandal Dugaan Korupsi Miliaran di PUPR Mamasa Terbongkar, FM-PK Desak Kejari Seret Pejabat Besar

0

Redaksi.co MAMASA : Aroma busuk dugaan korupsi menyengat dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamasa Tahun Anggaran 2025. Tidak main-main, anggaran bernilai miliaran rupiah yang seharusnya menjadi hak rakyat untuk infrastruktur, diduga kuat menguap ke kantong-kantong oknum tak bertanggung jawab.

Borok ini dibongkar secara gamblang oleh Forum Mahasiswa dan Pemuda Kontrol (FM-PK) Mamasa. Mereka mengendus adanya indikasi penyimpangan masif yang berpotensi merugikan negara dalam jumlah yang fantastis.

Bukan sekadar isapan jempol, FM-PK membeberkan tiga temuan krusial yang menjadi bukti rapuhnya pengelolaan anggaran di tubuh PUPR Mamasa:

Penyalahgunaan Dana Darurat: Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang bernilai miliaran rupiah diduga kuat dilarikan untuk peruntukan yang tidak jelas dan menyimpang dari aturan.

Proyek Longsor Fiktif/Manipulatif: Paket penanganan longsor senilai ratusan juta rupiah di wilayah Orobua dan Tawalian diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Proyek Infrastruktur ‘Disunat‘: Sederet paket pengerjaan jalan, irigasi, dan jaringan disinyalir kuat digarap di bawah spesifikasi (spek) baku, memicu potensi kerugian negara hingga ratusan juta rupiah.

Ketua FM-PK Mamasa, Rizal Kahfi, dengan lantang menyuarakan bahwa skandal ini tidak mungkin berdiri sendiri. Ada gurita keterlibatan yang diduga kuat mengarah ke lingkaran kekuasaan yang lebih tinggi.

“Nilai anggaran yang mencapai miliaran rupiah ini adalah uang rakyat Mamasa! Uang itu seharusnya untuk jalan, untuk jembatan, dan kesejahteraan rakyat, bukan untuk memperkaya diri sendiri. Kami menduga ada pihak lain—pejabat besar—yang ikut terlibat dalam kasus ini,” tegas Rizal Kahfi dengan nada geram.

Rizal mendesak agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa tidak loyo dan segera bertindak agresif memburu para pelaku.

Hukum harus menyentuh semua pihak tanpa terkecuali. Kami meminta Kejari Mamasa bekerja profesional, tuntas, transparan, dan percepat prosesnya! Keterlambatan hanya akan menimbulkan ketidakpastian dan ruang spekulasi liar di tengah publik,” tambahnya.

4 Tuntutan Berdarah FM-PK ke Kejari Mamasa:

Tangkap dan Periksa: Segera panggil, periksa, dan klarifikasi Kepala Dinas PUPR Mamasa beserta PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) terkait.

Audit Total: Lakukan audit investigatif secara terbuka pada seluruh paket proyek PUPR TA 2025 tanpa ada yang ditutup-tupi.

Bongkar Sampai ke Akar: Usut tuntas struktur keterlibatan yang lebih luas. Seret sang ‘aktor intelektual’ atau pejabat besar di balik layar.

Gerak Cepat: Potong birokrasi yang berbelit, percepat proses hukum sekarang juga!

Sebagai bentuk keseriusan dan demi mengawal agar kasus ini tidak ‘di-es-kan’, FM-PK Mamasa memastikan tidak akan tinggal diam di balik meja. Dalam waktu dekat, gelombang massa dikabarkan akan mengepung Kantor Bupati dan Kantor Kejari Mamasa.

Rakyat Mamasa menuntut keadilan, dan demonstrasi besar-besaran ini akan menjadi penentu: apakah hukum di Mamasa masih punya taji, atau justru tunduk di bawah ketiak para penguasa korup? (ZUL)

PRJ Jadi Saksi Perdana,Harusny Horror Luncurkan Poster dan Trailer, Siap Guncang Bioskop 20 Agustus 2026

0

Jakarta,Redaksi.Co – Panggung Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran menjadi saksi kemeriahan peluncuran poster resmi dan trailer perdana film Harusnya Horror, Senin (29/6) malam. Disambut antusias ribuan pengunjung, film horor komedi produksi Ess Jay Pictures ini sukses mencuri perhatian lewat konsep promosi yang berbeda sekaligus menghadirkan hiburan spektakuler.

Di tengah semakin berkembangnya industri perfilman Indonesia, genre horor komedi terus menjadi salah satu favorit penonton. Melihat tren tersebut, Harusnya Horror hadir menawarkan warna baru dengan kisah unik, humor segar, serta sentuhan visual yang dekat dengan budaya pop generasi muda.

Film yang ditulis oleh Rahabi Mandra dan Syahrun Ramadhan ini menjadi debut penyutradaraan Reza Oktovian (Arap) di layar lebar. Sosok yang dikenal sebagai kreator konten dan musisi itu membawa gaya penyutradaraan yang enerjik dan penuh kreativitas.

Acara peluncuran dibuka dengan penampilan meriah DJ Bravy, salah satu pemain film sekaligus rekan Reza Arap. Alunan musik elektronik yang menghentak sukses menghidupkan suasana dan membuat ribuan pengunjung PRJ ikut bergoyang.

Kemeriahan berlanjut saat trailer berdurasi sekitar dua menit diputar untuk pertama kalinya di hadapan publik. Cuplikan film yang memadukan unsur horor, komedi, dan aksi itu langsung disambut tepuk tangan meriah.
Usai pemutaran trailer, poster resmi Harusnya Horror berukuran besar diperkenalkan dan ditandatangani bersama oleh produser Sridhar Jetty, Jimmy Lalwani, sutradara Reza Oktovian, serta para pemain, termasuk Bravy dan Nico.

Poster film menampilkan sembilan karakter utama dengan nuansa komikal yang mencerminkan kekacauan sekaligus kekompakan para tokohnya.
“Tanpa mereka susah untuk kompak dan keseruan itu terwujud. Bisa jadi karena kami bersembilan sudah terbiasa dengan joke dan suasana yang sangat akrab, sehingga syuting berlangsung dengan sangat fun,” ujar Reza Arap.

Mengangkat premis yang tidak biasa, Harusnya Horror berkisah tentang seorang setan penggemar anime yang meninggal sebelum sempat menonton episode terakhir anime favoritnya. Demi mewujudkan keinginannya, ia menerima tugas dari alam baka untuk menakut-nakuti 100 ribu manusia.
Ironisnya, sang setan justru tidak menyeramkan dan malah takut kepada manusia. Jalan satu-satunya adalah bergabung dengan sekelompok content creator horor gadungan yang tengah terlilit masalah ekonomi demi menciptakan konten paling viral di media sosial. Dari sinilah petualangan absurd sekaligus mengharukan dimulai, hingga ia harus memilih antara mengejar ambisi pribadi atau menyelamatkan satu-satunya “keluarga” yang pernah dimilikinya.

Menutup rangkaian acara, produser Sridhar Jetty mengaku terharu melihat sambutan luar biasa masyarakat terhadap film tersebut.
“Panggung PRJ Kemayoran benar-benar membuat saya takjub. Ini menjadi pengalaman pertama kami meluncurkan trailer dan official poster di hadapan ribuan pengunjung. Antusiasme yang luar biasa ini menjadi energi positif bagi seluruh tim. Kami berharap Harusnya Horror bisa menjadi tontonan yang menghibur sekaligus membawa pesan positif bagi anak muda,” ungkap Sridhar Jetty.
Dengan perpaduan horor, komedi,

persahabatan, dan sentuhan budaya digital yang lekat dengan kehidupan generasi masa kini, Harusnya Horror siap menjadi salah satu film nasional yang paling dinantikan saat tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.

Judul ini dirancang agar lebih menarik untuk portal berita hiburan karena memiliki unsur “hook”, menonjolkan antusiasme publik, serta tetap ramah SEO dengan menyebut judul film dan momentum peluncurannya.

*Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Dugaan Penyekapan di Mau Print Sesuai Prosedur*

0

Jakarta,Redaksi.Co – Polda Metro Jaya memastikan penanganan perkara dugaan penyekapan, pemerasan, dan penganiayaan di Percetakan Mau Print, Bungur, Senen, Jakarta Pusat, berjalan sesuai prosedur hukum.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penanganan perkara tersebut dilakukan secara profesional, proporsional, transparan, dan akuntabel. Hal itu disampaikan di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026).

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait penanganan perkara yang dilakukan Polres Metro Jakarta Pusat dengan dukungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ujar Budi.

Kombes Budi menjelaskan, perkara tersebut bermula dari laporan masyarakat melalui call center 110. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti Polres Metro Jakarta Pusat hingga petugas menemukan korban yang diduga mengalami penyekapan.

Menurut ia, kepolisian tidak menuduh tiga korban melakukan pencurian. Dugaan terkait hilangnya barang di percetakan yang disampaikan para tersangka masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan.

“Kami tidak menyampaikan atau menuduhkan bahwa tiga korban ini melakukan pencurian. Penyidik akan mendalami, benar atau tidak. Kenapa tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian, kenapa justru melakukan penyekapan dan perampasan kemerdekaan seseorang, lalu meminta uang kepada keluarga,” tegasnya.

Lebih lanjut Kombes Budi juga menyebut motif perkara masih didalami penyidik. Ia menegaskan keterangan awal para tersangka tidak serta-merta menjadi kesimpulan, melainkan harus diuji berdasarkan fakta dan alat bukti.

“Kami sampaikan bahwa proses perkara ini profesional, proporsional, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami berharap informasi terkait perkara ini tidak menjadi bias atau menyesatkan,” kata Budi.

Kebidhumas Polda Metro Jaya mengajak masyarakat dan media ikut mengawal proses penanganan perkara secara objektif. Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan 110 apabila mengetahui atau mengalami peristiwa yang membutuhkan kehadiran kepolisian.

Ia menambahkan, penanganan perkara tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan kepastian hukum kepada masyarakat.

“Polri hadir sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan,” kata Budi.

*Pastikan Proses Hukum Transparan,Ditreskrimum Polda Metro Jaya Dampingi Polres Jakpus Tangani KasusMauPrint*

0

Jakarta,Redaksi.Co – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan supervisi dan pendampingan terhadap penanganan perkara dugaan penyekapan, pemerasan, dan penganiayaan di Percetakan Mau Print, Bungur, Senen, Jakarta Pusat.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Imam Imanuddin mengatakan, perkara tersebut ditangani Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat setelah adanya laporan masyarakat melalui call center 110. Laporan itu langsung direspons petugas dengan mendatangi lokasi kejadian.

“Ini berawal dari laporan masyarakat melalui call center 110. Polres Metro Jakarta Pusat dengan cepat merespons laporan tersebut dan melakukan pengecekan ke lokasi tempat kejadian perkara,” ujar Kombes Imam di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026).

Kombes Imam menjelaskan, petugas menemukan korban yang diduga dalam kondisi disekap. Polisi kemudian melakukan penyelamatan serta menindaklanjuti perkara tersebut melalui proses hukum.

Menurut ia, supervisi dilakukan untuk memastikan proses penyelidikan dan penyidikan berjalan sesuai standar operasional prosedur serta ketentuan hukum acara yang berlaku.

“Kami dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus melakukan supervisi dan pendampingan dalam setiap proses penegakan hukum, baik penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan jajaran Satreskrim,” katanya.

Kombes Imam menegaskan, penanganan perkara tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, berjalan transparan, serta tetap memperhatikan perlindungan hak asasi manusia, baik terhadap korban maupun tersangka.

Selain proses hukum, kepolisian juga memberikan perhatian terhadap pemulihan kondisi korban. Imam menyebut, korban diduga mengalami penyekapan selama kurang lebih 21 hari sebelum diselamatkan oleh tim Polres Metro Jakarta Pusat.

“Karena itu, perlu dilakukan pendampingan pemulihan kesehatan, baik secara fisik maupun psikis. Ini menunjukkan Polri terus mewujudkan keberimbangan dalam proses penegakan hukum,” kata Kombes Imam.

LSM MAUNG Desak Pembatalan Kenaikan Tunjangan DPRD Kota Tangerang

0

LSM MAUNG DPC Kota Tangerang Kritik Kenaikan Tunjangan Anggota DPRD, Desak Transparansi Anggaran

 

Tangerang. Puluhan aktivis dari LSM MAUNG DPC Kota Tangerang berencana menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Tangerang. Mereka menyoroti kebijakan kenaikan tunjangan Anggota DPRD di tengah beban ekonomi masyarakat.

 

Ketua LSM MAUNG DPC Kota Tangerang, M. Soleh mengatakan, kenaikan tunjangan tersebut tidak mencerminkan rasa keadilan dan tidak memiliki rasa kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang kini sedang mengalami kesulitan.

 

“Saat ini masyarakat masih bergulat dengan harga pangan, sulitnya lapangan kerja, sulitnya membiayai sekolah dan fasilitas publik yang belum merata. Di sisi lain, walikota dan anggota DPRD kota Tangerang malah sibuk menaikkan tunjangan anggota dewan. Dimana hati nurani dan akal sehat para pembuat kebijakan. Ini melukai rasa keadilan publik “, tegas M. Soleh pada Selasa ( 30/6/2026 )

 

LSM MAUNG DPC Kota Tangerang menuntut :

Pembatalan kenaikan tunjangan yang tidak mendesak, keterbukaan seluruh rincian anggaran kepada publik, dan pengalihan anggaran untuk program pro-rakyat seperti santunan anak yatim, beasiswa, dan perbaikan infrastruktur.

 

Aksi yang rencananya akan digelar pada bulan Juli 2026 merupakan bentuk pengawasan sesuai motto LSM MAUNG : *”Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan”*.

(*/red)

Jakarta Barat Pimpin LayananPertanahanNasional!ATR/BPN Sistem Baru,UrusSertipikat MakinCepat,Berbasis Digital

0

JAKARTA, Redaksi.Co – Transformasi besar dalam pelayanan pertanahan nasional mulai memasuki babak baru,Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat resmi dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam implementasi sistem layanan pertanahan modern yang dikembangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Penetapan Jakarta Barat sebagai pilot project menandai keseriusan ATR/BPN dalam membangun layanan publik yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi,Melalui sistem yang mengedepankan digitalisasi, pemerintah menargetkan proses administrasi pertanahan menjadi lebih cepat, akurat, transparan, dan memberikan kepastian layanan kepada masyarakat.

Program modernisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Hubungan Kelembagaan dan Pengembangan Layanan Pertanahan, Hiskia Simarmata, yang mendorong percepatan reformasi birokrasi di lingkungan ATR/BPN, Fokus utamanya adalah menghadirkan pelayanan yang tidak hanya efisien, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pertanahan.

Dengan penerapan sistem layanan modern, berbagai proses pengurusan sertipikat tanah diharapkan berlangsung lebih sederhana melalui pemanfaatan teknologi digital.

Selain mempercepat penyelesaian layanan, sistem ini juga dirancang untuk memperkuat akuntabilitas serta mengurangi potensi hambatan administratif yang selama ini menjadi tantangan dalam pelayanan pertanahan.

Sebagai wilayah percontohan, pengalaman Jakarta Barat akan menjadi bahan evaluasi penting sebelum model pelayanan ini diterapkan secara lebih luas di berbagai kantor pertanahan di Indonesia,Hasil implementasi tersebut diharapkan mampu menjadi standar baru dalam pelayanan pertanahan nasional.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen ATR/BPN untuk terus melakukan inovasi dalam membangun birokrasi modern yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Transformasi digital di sektor pertanahan diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, cepat, transparan, dan semakin mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ke depan, keberhasilan pilot project di Jakarta Barat diharapkan menjadi momentum percepatan reformasi layanan pertanahan nasional, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari sistem pelayanan yang lebih modern, terpercaya, dan berorientasi pada kualitas pelayanan publik.

Sindikat Curanmor Lintas Provinsi Digulung, Jual Motor Mahasiswa Purworejo Secara Borongan ke Lampung!

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙾𝚁𝙴𝙹𝙾 (ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠) – 𝚂𝚊𝚝𝚞𝚊𝚗 𝚁𝚎𝚜𝚎𝚛𝚜𝚎 𝙺𝚛𝚒𝚖𝚒𝚗𝚊𝚕 (𝚂𝚊𝚝𝚛𝚎𝚜𝚔𝚛𝚒𝚖) 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚘𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛 𝚓𝚊𝚛𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚙𝚎𝚜𝚒𝚊𝚕𝚒𝚜 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚞𝚛𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚍𝚊 𝚖𝚘𝚝𝚘𝚛 (𝚌𝚞𝚛𝚊𝚗𝚖𝚘𝚛) 𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚛𝚘𝚟𝚒𝚗𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚛𝚊𝚙 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚔𝚜𝚒 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝙹𝚊𝚠𝚊 𝚃𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝙳𝙸 𝚈𝚘𝚐𝚢𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊. 𝙺𝚘𝚖𝚙𝚕𝚘𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚘𝚛𝚐𝚊𝚗𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚒𝚔𝚎𝚝𝚊𝚑𝚞𝚒 𝚖𝚎𝚕𝚎𝚖𝚙𝚊𝚛 𝚙𝚞𝚕𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚖𝚘𝚝𝚘𝚛 𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚌𝚞𝚛𝚒𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚔𝚎 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝙿𝚛𝚘𝚟𝚒𝚗𝚜𝚒 𝙻𝚊𝚖𝚙𝚞𝚗𝚐.

𝙿𝚎𝚗𝚐𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚜𝚞𝚜 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚖𝚞𝚕𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚕𝚊𝚙𝚘𝚛𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚞𝚛𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚊 𝚞𝚗𝚒𝚝 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚍𝚊 𝚖𝚘𝚝𝚘𝚛 𝚍𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚞𝚊𝚑 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚔𝚘𝚜 𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔 𝚂𝚞𝚍𝚊𝚛𝚢𝚘𝚝𝚘 𝚍𝚒 𝙳𝚎𝚜𝚊 𝙶𝚛𝚊𝚗𝚝𝚞𝚗𝚐 𝚁𝚃 001 𝚁𝚆 006, 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙱𝚊𝚢𝚊𝚗, 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘, 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚂𝚎𝚗𝚒𝚗, 27 𝙰𝚙𝚛𝚒𝚕 2026 𝚍𝚒𝚗𝚒 𝚑𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛 𝚙𝚞𝚔𝚞𝚕 05.30 𝚆𝙸𝙱.

𝙺𝚎𝚍𝚞𝚊 𝚖𝚘𝚝𝚘𝚛 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔 𝚖𝚊𝚑𝚊𝚜𝚒𝚜𝚠𝚊, 𝚢𝚊𝚔𝚗𝚒 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚞𝚗𝚒𝚝 𝙷𝚘𝚗𝚍𝚊 𝚙𝚞𝚝𝚒𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚗𝚘𝚙𝚘𝚕 𝙿 2290 𝙵𝙹 𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔 𝙰𝚋𝚒𝚐𝚊𝚒𝚕 𝙿𝚞𝚝𝚛𝚊 𝙽𝚊𝚝𝚊 𝚂𝚞𝚋𝚒𝚊𝚗𝚝𝚘 (22), 𝚖𝚊𝚑𝚊𝚜𝚒𝚜𝚠𝚊 𝚊𝚜𝚊𝚕 𝚂𝚒𝚝𝚞𝚋𝚘𝚗𝚍𝚘, 𝙹𝚊𝚠𝚊 𝚃𝚒𝚖𝚞𝚛, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚞𝚗𝚒𝚝 𝙷𝚘𝚗𝚍𝚊 𝚑𝚒𝚝𝚊𝚖 𝚋𝚎𝚛𝚗𝚘𝚙𝚘𝚕 𝙰𝙱 3437 𝙿𝙾 𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔 𝙰𝚛𝚕𝚒𝚗𝚊 𝙲𝚒𝚗𝚍𝚢 𝙻𝚎𝚜𝚝𝚊𝚛𝚒 (18), 𝚖𝚊𝚑𝚊𝚜𝚒𝚜𝚠𝚒 𝚊𝚜𝚊𝚕 𝙺𝚞𝚕𝚘𝚗 𝙿𝚛𝚘𝚐𝚘, 𝚈𝚘𝚐𝚢𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊.

𝙳𝚊𝚛𝚒 𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚎𝚕𝚒𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖, 𝚙𝚎𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚗𝚒𝚜𝚒𝚊𝚕 𝚃𝙽 (38), 𝚠𝚊𝚛𝚐𝚊 𝙺𝚞𝚗𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗, 𝙹𝚊𝚠𝚊 𝙱𝚊𝚛𝚊𝚝, 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝙹𝚞𝚖𝚊𝚝, 22 𝙼𝚎𝚒 2026 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛 𝚙𝚞𝚔𝚞𝚕 04.00 𝚆𝙸𝙱. 𝚂𝚊𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚒, 𝚃𝙽 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚎𝚔𝚊𝚖 𝚍𝚒 𝚁𝚞𝚝𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚒 𝚙𝚛𝚘𝚜𝚎𝚜 𝚑𝚞𝚔𝚞𝚖.

𝙱𝚎𝚛𝚍𝚊𝚜𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚙𝚎𝚖𝚎𝚛𝚒𝚔𝚜𝚊𝚊𝚗, 𝚊𝚔𝚜𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚞𝚛𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚕𝚘𝚖𝚙𝚘𝚔 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚛𝚊𝚙𝚒. 𝚃𝚎𝚛𝚜𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊 𝚃𝙽 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚒𝚗𝚍𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚎𝚔𝚜𝚎𝚔𝚞𝚝𝚘𝚛 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚛𝚎𝚔𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝚉 (𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚋𝚞𝚛𝚘𝚗/𝙳𝙿𝙾). 𝚂𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚍𝚞𝚊 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞 𝚕𝚊𝚒𝚗, 𝚁 𝚊𝚕𝚒𝚊𝚜 𝙵 𝚍𝚊𝚗 𝚈𝚁, 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚒𝚗𝚍𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚓𝚘𝚔𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚠𝚊𝚜𝚒 𝚜𝚒𝚝𝚞𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚙𝚒 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚢𝚊. 𝙳𝚞𝚊 𝚗𝚊𝚖𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚒 𝚙𝚛𝚘𝚜𝚎𝚜 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚒𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚙𝚒𝚜𝚊𝚑 𝚍𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜𝚝𝚊 𝙼𝚊𝚐𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐.

𝙼𝚘𝚍𝚞𝚜 𝚘𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗𝚍𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚐𝚞𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚕𝚘𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚜𝚊𝚛 𝚐𝚊𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚔𝚘𝚜-𝚔𝚘𝚜𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚞𝚗𝚌𝚒 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚍𝚒𝚗𝚒 𝚑𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛 𝚙𝚞𝚔𝚞𝚕 04.05 𝚆𝙸𝙱. 𝙿𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞 𝚔𝚎𝚖𝚞𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚜𝚊𝚔 𝚔𝚞𝚗𝚌𝚒 𝚜𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚜𝚒𝚗 𝚖𝚘𝚝𝚘𝚛 𝚔𝚘𝚛𝚋𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚞𝚗𝚌𝚒 𝚃 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚠𝚊 𝚔𝚊𝚋𝚞𝚛 𝚋𝚊𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝.

𝙼𝚎𝚗𝚊𝚛𝚒𝚔𝚗𝚢𝚊, 𝚕𝚘𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚔𝚘𝚜-𝚔𝚘𝚜𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝙳𝚎𝚜𝚊 𝙶𝚛𝚊𝚗𝚝𝚞𝚗𝚐 𝚒𝚗𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚍𝚞𝚊 𝚔𝚊𝚕𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚎𝚖𝚙𝚞𝚔 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚕𝚘𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝, 𝚢𝚊𝚔𝚗𝚒 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝙹𝚞𝚕𝚒 2025 𝚍𝚊𝚗 𝙰𝚙𝚛𝚒𝚕 2026. 𝙼𝚘𝚝𝚘𝚛 𝙷𝚘𝚗𝚍𝚊 𝚅𝚊𝚛𝚒𝚘 𝚋𝚎𝚛𝚗𝚘𝚙𝚘𝚕 𝙰𝙳 4752 𝚆𝙴 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚜𝚒𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚌𝚞𝚛𝚒𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚍𝚒 𝚕𝚘𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝙹𝚞𝚕𝚒 2025, 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚖𝚞𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚊𝚕𝚒𝚑𝚏𝚞𝚗𝚐𝚜𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚊 𝚘𝚙𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚗𝚌𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚜𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊.

𝙹𝚊𝚛𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚐𝚘𝚕𝚘𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚙𝚛𝚘𝚍𝚞𝚔𝚝𝚒𝚏. 𝚂𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚔𝚜𝚒 𝚍𝚒 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘, 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚜𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚊𝚜𝚊𝚔 𝚝𝚒𝚐𝚊 𝚞𝚗𝚒𝚝 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚍𝚊 𝚖𝚘𝚝𝚘𝚛 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚑𝚞𝚔𝚞𝚖 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙼𝚊𝚐𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐 𝙺𝚘𝚝𝚊 (𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚃𝚎𝚖𝚙𝚞𝚛𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚂𝚊𝚕𝚊𝚖𝚊𝚗). 𝙱𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚖𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚜𝚎𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚔𝚜𝚒 𝚍𝚒 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘, 𝚔𝚎𝚕𝚘𝚖𝚙𝚘𝚔 𝚒𝚗𝚒 𝚔𝚎𝚖𝚋𝚊𝚕𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚊𝚓𝚊𝚕𝚎𝚕𝚊 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚈𝚘𝚐𝚢𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚘𝚗𝚍𝚘𝚕 5 𝚞𝚗𝚒𝚝 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚍𝚊 𝚖𝚘𝚝𝚘𝚛.

𝚂𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚖𝚘𝚝𝚘𝚛 𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚌𝚞𝚛𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘 𝚍𝚊𝚗 𝙼𝚊𝚐𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚔𝚞𝚖𝚙𝚞𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚍𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚗𝚒𝚜𝚒𝚊𝚕 𝙹𝙰 𝚍𝚒 𝚍𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑 𝙺𝚎𝚖𝚒𝚛𝚒, 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘. 𝚃𝚘𝚝𝚊𝚕 𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚞𝚗𝚒𝚝 𝚖𝚘𝚝𝚘𝚛 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚍𝚞𝚊 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚔𝚎𝚖𝚞𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚓𝚞𝚊𝚕 𝚔𝚎 𝙿𝚛𝚘𝚟𝚒𝚗𝚜𝚒 𝙻𝚊𝚖𝚙𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚋𝚘𝚛𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚁𝚙20.000.000. 𝚄𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚕𝚊𝚋𝚞𝚒 𝚙𝚎𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜, 𝚖𝚘𝚝𝚘𝚛-𝚖𝚘𝚝𝚘𝚛 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚊𝚗𝚐𝚔𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚘𝚋𝚒𝚕 𝙶𝚛𝚊𝚗𝙼𝚊𝚡 𝚋𝚊𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚞𝚔𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚔𝚎𝚗𝚍𝚊𝚛𝚊𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚂 𝚊𝚕𝚒𝚊𝚜 𝙱 (𝚔𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚒𝚙𝚛𝚘𝚜𝚎𝚜 𝚍𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜𝚝𝚊 𝚈𝚘𝚐𝚢𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊).

𝚄𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚔𝚎𝚓𝚊𝚑𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚔𝚎𝚖𝚞𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚛𝚊𝚝𝚊, 𝚍𝚒 𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚎𝚔𝚜𝚎𝚔𝚞𝚝𝚘𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝚓𝚘𝚔𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐-𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚁𝚙3.000.000, 𝚜𝚎𝚍𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚞𝚛𝚒𝚛 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚐𝚔𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚎𝚜𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚁𝚙8.000.000. 𝙼𝚘𝚝𝚒𝚏 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚕𝚘𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚞𝚛𝚗𝚒 𝚏𝚊𝚔𝚝𝚘𝚛 𝚎𝚔𝚘𝚗𝚘𝚖𝚒 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚞𝚊𝚜𝚊𝚒 𝚑𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚗𝚍𝚊 𝚔𝚘𝚛𝚋𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚖𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚞𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚊𝚗.

𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊 𝚃𝙽, 𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚞𝚔𝚝𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚞𝚗𝚒𝚝 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚍𝚊 𝚖𝚘𝚝𝚘𝚛 𝙷𝚘𝚗𝚍𝚊 𝚅𝚊𝚛𝚒𝚘 𝚑𝚒𝚝𝚊𝚖 𝚋𝚎𝚛𝚗𝚘𝚙𝚘𝚕 𝙰𝙳 4752 𝚆𝙴 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚔𝚎𝚗𝚍𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚊 𝚔𝚎𝚓𝚊𝚑𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚜𝚎𝚝 𝚔𝚞𝚗𝚌𝚒 𝚃.

𝙰𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚛𝚋𝚞𝚊𝚝𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊 𝚃𝙽 𝚍𝚒𝚓𝚎𝚛𝚊𝚝 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚜𝚊𝚕 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚞𝚛𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚍𝚒𝚊𝚝𝚞𝚛 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝙿𝚊𝚜𝚊𝚕 477 𝙰𝚢𝚊𝚝 (1) 𝙷𝚞𝚛𝚞𝚏 𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚐 𝚄𝚗𝚍𝚊𝚗𝚐-𝚄𝚗𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙽𝚘𝚖𝚘𝚛 1 𝚃𝚊𝚑𝚞𝚗 2023 𝚝𝚎𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝙺𝚒𝚝𝚊𝚋 𝚄𝚗𝚍𝚊𝚗𝚐-𝚄𝚗𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙷𝚞𝚔𝚞𝚖 𝙿𝚒𝚍𝚊𝚗𝚊 (𝙺𝚄𝙷𝙿 𝚋𝚊𝚛𝚞). 𝚃𝚎𝚛𝚜𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊 𝚔𝚒𝚗𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚊𝚗𝚌𝚊𝚖 𝚑𝚞𝚔𝚞𝚖𝚊𝚗 𝚙𝚒𝚍𝚊𝚗𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚓𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚊𝚕𝚒𝚗𝚐 𝚕𝚊𝚖𝚊 7 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝚍𝚎𝚗𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚝𝚎𝚛𝚒𝚒𝚕 𝚖𝚊𝚔𝚜𝚒𝚖𝚊𝚕 𝚔𝚊𝚝𝚎𝚐𝚘𝚛𝚒 𝚅. (*/𝚁𝚒𝚌𝚘)

𝚂𝚞𝚖𝚋𝚎𝚛: 𝚂𝚒𝚑𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘

Menggagas “Semarak Literasi 2026”: Purworejo Siap Gelar Festival Kolaboratif Lintas Sektor!

0

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙾𝚁𝙴𝙹𝙾 (ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠) – 𝙳𝚒𝚗𝚊𝚜 𝙿𝚎𝚛𝚙𝚞𝚜𝚝𝚊𝚔𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝙺𝚎𝚊𝚛𝚜𝚒𝚙𝚊𝚗 (𝙳𝚒𝚗𝚙𝚞𝚜𝚒𝚙) 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚛𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚔𝚘𝚘𝚛𝚍𝚒𝚗𝚊𝚜𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚒𝚊𝚙𝚊𝚗 𝙵𝚎𝚜𝚝𝚒𝚟𝚊𝚕 𝙻𝚒𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚃𝚊𝚑𝚞𝚗 2026 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚂𝚎𝚗𝚒𝚗 (29/6/2026). 𝚁𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚍𝚒𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝙺𝚎𝚙𝚊𝚕𝚊 𝙳𝚒𝚗𝚙𝚞𝚜𝚒𝚙 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘, 𝚂𝚝𝚎𝚙𝚑𝚊𝚗𝚞𝚜 𝙰𝚊𝚗 𝙸𝚜𝚊 𝙽𝚞𝚐𝚛𝚘𝚑𝚘, 𝚂𝚂𝚃𝙿., 𝙼.𝚂𝚒.

​𝙰𝚐𝚎𝚗𝚍𝚊 𝚔𝚛𝚞𝚜𝚒𝚊𝚕 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚞𝚗𝚜𝚞𝚛 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐, 𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚠𝚊𝚔𝚒𝚕𝚊𝚗 𝙾𝚛𝚐𝚊𝚗𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒 𝙿𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝙳𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑 (𝙾𝙿𝙳) 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚊𝚒𝚝, 𝙲𝚊𝚖𝚊𝚝 𝙺𝚞𝚝𝚘𝚊𝚛𝚓𝚘, 𝙺𝚘𝚛𝚊𝚖𝚒𝚕, 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔, 𝙳𝚒𝚗𝚊𝚜 𝙺𝚘𝚖𝚞𝚗𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒 𝙸𝚗𝚏𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝𝚒𝚔𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚂𝚊𝚗𝚍𝚒 (𝙺𝚘𝚖𝚒𝚗𝚏𝚘𝚜𝚝𝚊𝚝𝚜𝚊𝚗𝚍𝚒), 𝚂𝚊𝚝𝚞𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒 𝙿𝚊𝚖𝚘𝚗𝚐 𝙿𝚛𝚊𝚓𝚊 (𝚂𝚊𝚝𝚙𝚘𝚕 𝙿𝙿), 𝙺𝚘𝚛𝚠𝚒𝚕𝚌𝚊𝚖𝚋𝚒𝚍𝚒𝚔, 𝙵𝚘𝚛𝚞𝚖 𝙵𝚒𝚕𝚖 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘, 𝚖𝚎𝚍𝚒𝚊 𝚁𝚎𝚍𝚊𝚔𝚜𝚒.𝚌𝚘, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚞𝚗𝚜𝚞𝚛 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚕𝚊𝚒𝚗𝚗𝚢𝚊.

 

​𝚁𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚔𝚘𝚘𝚛𝚍𝚒𝚗𝚊𝚜𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚊𝚠𝚊𝚕 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚒𝚊𝚙𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚎𝚕𝚎𝚗𝚐𝚐𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗 𝙵𝚎𝚜𝚝𝚒𝚟𝚊𝚕 𝙻𝚒𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 2026 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚞𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚖𝚊 “𝚂𝚎𝚖𝚊𝚛𝚊𝚔 𝙻𝚒𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒”.

​𝙱𝚎𝚋𝚎𝚛𝚊𝚙𝚊 𝚊𝚜𝚙𝚎𝚔 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚋𝚊𝚑𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚕𝚒𝚙𝚞𝚝𝚒:

​• 𝙺𝚘𝚗𝚜𝚎𝚙 𝚍𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚒𝚖𝚊𝚜𝚊 𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊

​• 𝙿𝚎𝚖𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 (𝚙𝚕𝚘𝚝𝚒𝚗𝚐)

​• 𝚂𝚒𝚜𝚝𝚎𝚖 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜

​• 𝚂𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒 𝚙𝚞𝚋𝚕𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚍𝚒𝚊

​• 𝙳𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚔𝚗𝚒𝚜 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚊𝚗𝚜𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚒𝚋𝚊𝚝

​𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝙺𝚎𝚙𝚊𝚕𝚊 𝙳𝚒𝚗𝚙𝚞𝚜𝚒𝚙 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘, 𝚂𝚝𝚎𝚙𝚑𝚊𝚗𝚞𝚜 𝙰𝚊𝚗 𝙸𝚜𝚊 𝙽𝚞𝚐𝚛𝚘𝚑𝚘, 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝙵𝚎𝚜𝚝𝚒𝚟𝚊𝚕 𝙻𝚒𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚎𝚖𝚘𝚗𝚒𝚊𝚕 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗𝚊𝚗. 𝙻𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚒𝚝𝚞, 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚐𝚎𝚛𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚋𝚞𝚍𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊, 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚂𝙳𝙼, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚔𝚘𝚕𝚊𝚋𝚘𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚔𝚝𝚘𝚛 𝚍𝚒 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘.

​”𝙵𝚎𝚜𝚝𝚒𝚟𝚊𝚕 𝙻𝚒𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚃𝚊𝚑𝚞𝚗 2026 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚖𝚊 ‘𝚂𝚎𝚖𝚊𝚛𝚊𝚔 𝙻𝚒𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒’ 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚞𝚖 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚎𝚕𝚎𝚖𝚎𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚒𝚗𝚝𝚊𝚒 𝚋𝚞𝚍𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊, 𝚋𝚎𝚕𝚊𝚓𝚊𝚛, 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊. 𝙺𝚎𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚐𝚊𝚗𝚝𝚞𝚗𝚐 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚕𝚊𝚋𝚘𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚔𝚝𝚘𝚛. 𝙾𝚕𝚎𝚑 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚊𝚗𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊-𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚜𝚞𝚊𝚒 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚠𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐-𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚏𝚎𝚜𝚝𝚒𝚟𝚊𝚕 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚕𝚊𝚗𝚌𝚊𝚛, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚗𝚏𝚊𝚊𝚝 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚞𝚊𝚜 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝚂𝚝𝚎𝚙𝚑𝚊𝚗𝚞𝚜 𝙰𝚊𝚗 𝙸𝚜𝚊 𝙽𝚞𝚐𝚛𝚘𝚑𝚘.

​𝙱𝚎𝚕𝚒𝚊𝚞 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚖𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚏𝚎𝚜𝚝𝚒𝚟𝚊𝚕 𝚒𝚗𝚒 𝚗𝚊𝚗𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚎𝚍𝚞𝚔𝚊𝚝𝚒𝚏, 𝚒𝚗𝚜𝚙𝚒𝚛𝚊𝚝𝚒𝚏, 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚋𝚞𝚛. 𝙰𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚒𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚔𝚊𝚕 𝚖𝚎𝚕𝚒𝚋𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚓𝚊𝚛, 𝚔𝚘𝚖𝚞𝚗𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚕𝚒𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒, 𝚙𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝 𝚋𝚞𝚍𝚊𝚢𝚊, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚞𝚖𝚞𝚖 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚞𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚎𝚔𝚘𝚜𝚒𝚜𝚝𝚎𝚖 𝚕𝚒𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚒 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘.

​𝙱𝙰𝙲𝙰 𝙹𝚄𝙶𝙰 : Mengusung Tema ‘Melangkah untuk Sejarah’, Milad Akbar Majelis As-Shofa Sukses Gelar Purworejo Bersholawat

𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚛𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚔𝚘𝚘𝚛𝚍𝚒𝚗𝚊𝚜𝚒 𝚒𝚗𝚒, 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚙𝚒𝚑𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚎𝚙𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚖𝚊. 𝙳𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚐𝚒𝚝𝚞, 𝙵𝚎𝚜𝚝𝚒𝚟𝚊𝚕 𝙻𝚒𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚃𝚊𝚑𝚞𝚗 2026 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚜𝚞𝚔𝚜𝚎𝚜, 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚕𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚕𝚒𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚕𝚞𝚊𝚜. (𝚆𝚂)

𝚁𝚎𝚙𝚘𝚛𝚝𝚎𝚛: 𝚆𝚊𝚑𝚒𝚍

𝚁𝚎𝚍𝚊𝚔𝚜𝚒 𝙿𝚎𝚗𝚢𝚎𝚕𝚊𝚛𝚊𝚜: 𝚂𝙺

Terima PAW, Irwansyah Sebut Akan Tetap Mengabdi untuk Masyarakat

0

Redaksi.co | MURATARA – Anggota DPRD Musi Rawas Utara (Muratara), Irwansyah, menyatakan menerima keputusan Pergantian Antar Waktu (PAW) yang dijatuhkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kepadanya.

Keputusan itu diambil setelah PDIP menggelar sidang Dewan Kehormatan Partai secara virtual melalui Zoom pada September 2024 lalu. Dalam sidang tersebut, Irwansyah dinilai tidak sejalan dengan keputusan partai terkait data hasil Pemilu Legislatif 2024.

“Saya menerima keputusan partai. Sebagai kader, saya harus tunduk dan legowo terhadap keputusan organisasi, apa pun bentuknya,” ujar Irwansyah kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).

Ia menjelaskan, perbedaan data sempat menjadi sorotan. Berdasarkan rekapitulasi suaranya di seluruh TPS dapil, ia memperoleh 1.087 suara. Sementara dalam sidang Dewan Kehormatan Partai disebut memperoleh 1.027 suara, atau selisih 60 suara.

Meski begitu, Irwansyah menegaskan tidak akan menempuh jalur protes atau aksi. Ia juga mengacu pada kesepakatan Deklarasi Pilkada Damai di Polres Muratara pada 16 Oktober 2024, di mana seluruh caleg sepakat menerima hasil penghitungan suara di Kecamatan Karang Jaya.

“Pada saat deklarasi itu kami semua sepakat menerima. Sekarang saya juga tetap berpegang pada semangat itu. Saya hargai keputusan partai dan tidak akan mengajukan tuntutan,” katanya.

Dengan sikap legowo tersebut, proses PAW terhadap Irwansyah akan dilanjutkan sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Muratara dan KPU.

Hingga berita ini ditulis, wartawan masih berupaya mengonfirmasi Ketua DPC PDIP Muratara terkait tahapan PAW selanjutnya.