Beranda blog Halaman 99

*Polda Metro Jaya Ungkap Sindikat Judi Online 1XBET, Empat Tersangka Diamankan*

0

Jakarta, Redaksi.Co – Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Siber mengungkap kasus tindak pidana perjudian online melalui situs 1XBET. Sebanyak empat orang tersangka ditangkap dalam kasus tersebut.

Kasubbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari patroli siber yang dilakukan Tim Siber Subdit IV Ditressiber Polda Metro Jaya pada 23 Mei 2026.

“Dari patroli tersebut, petugas menemukan informasi terkait situs 1XBET dan website lain yang memuat konten perjudian. Perkara ini menjadi perhatian karena perjudian online merupakan permasalahan yang tidak hanya menyerang pribadi, namun juga merambah kepada aspek-aspek sekitar,” kata Kasubbidpenmas di Polda Metro Jaya, Selasa (30/6/2026).

Kasubbidpenmas menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan, tim Direktorat Reserse Siber kemudian melakukan upaya paksa berupa penangkapan. Polisi mengamankan empat tersangka dengan berbagai peran, serta menyita sejumlah barang bukti berupa gawai, laptop, rekening, dan sarana lain yang digunakan untuk mendukung operasional perjudian online tersebut.

Sementara itu, Kasubdit IV Ditressiber Polda Metro Jaya AKBP Grawas Sugiharto mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan hasil patroli siber terhadap website perjudian 1XBET. Dari pendalaman tersebut, polisi menemukan adanya sindikat judi online jaringan internasional dan melakukan penindakan pada 9 Juni 2026.

“Kami melakukan patroli siber terhadap sebuah website perjudian bernama 1XBET. Dari website perjudian ini, kami mengungkap adanya sindikat jaringan judi internasional,” kata AKBP Grawas.

AKBP Grawas menjelaskan, jaringan tersebut terbagi dalam tiga kluster, yakni kluster pengepul rekening di Cianjur, Jawa Barat, kluster operator dan admin website di Banjarmasin, serta kluster pengendali yang berada di luar negeri.

“Secara garis besar terdapat tiga kluster. Yang pertama kluster pengepul rekening di Cianjur, yang kedua kluster operator dan admin website di Banjarmasin, dan yang ketiga kluster pengendali yang berada di luar negeri,” ungkapnya.

Dari kluster Banjarmasin, polisi menangkap tiga tersangka berinisial SGR, AC, dan WS. Ketiganya berperan sebagai koordinator admin yang menerima perintah dari DPO berinisial WN yang berada di luar negeri, serta membukukan transaksi aliran dana perjudian 1XBET melalui aplikasi percakapan.

Sementara dari kluster Cianjur, polisi menangkap tersangka APS yang berperan mencari orang untuk digunakan identitasnya sebagai nomine atau layering rekening deposit dan rekening withdraw judi online.

“Dari kluster Cianjur, tersangka APS bekerja sebagai koordinator dan mencari orang yang bersedia digunakan namanya sebagai nomine atau layering untuk menjadi rekening deposit dan rekening withdraw dari perjudian online,” jelas AKBP Grawas.

Dalam kasus ini, polisi turut mengamankan laptop, handphone, serta 23 rekening yang terinstal pada gadget pelaku. Selain itu, sebanyak 75 rekening terkait judi online telah diblokir dengan total saldo Rp119 juta.

“Total rekening yang telah kami blokir sebanyak 75 rekening yang terkait dengan perjudian online, baik menerima secara langsung maupun sebagai layering, dengan saldo sebesar Rp119 juta,” pungkasnya.

Polda Malut Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Perkuat Persatuan Jelang Hari Bhayangkara Ke-80  

0

REDAKSI.CO  – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026, Polda Maluku Utara menggelar Doa Bersama Lintas Agama di Pendopo Polda Maluku Utara, Selasa (30/6). Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat ini menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, sekaligus memohon doa agar Polri senantiasa diberikan kekuatan dalam mengemban tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., yang didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Utara, Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., Irwasda Polda Maluku Utara, para Pejabat Utama Polda Maluku Utara, personel Polri, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai agama.

Dalam sambutannya, Kapolda Maluku Utara menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar perayaan hari jadi institusi, tetapi menjadi momentum refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

“Tepat pada 1 Juli 2026, Polri memasuki usia ke-80. Delapan dekade pengabdian ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang Presisi,” ujar Kapolda.

Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Maluku Utara.

Menurutnya, semangat Marimoi Ngone Futuru harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

“Kehadiran para pemuka agama dalam doa bersama ini menunjukkan bahwa persaudaraan dan toleransi adalah modal utama dalam menjaga keamanan daerah. Sinergi antara Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa harus terus diperkuat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menangkal penyebaran hoaks, provokasi, paham radikalisme, serta berbagai potensi konflik sosial yang dapat mengganggu persatuan bangsa.

Doa bersama tersebut dipimpin secara bergantian oleh para pemuka agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Hindu. Seluruh peserta memanjatkan doa agar Polri senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan, serta kebijaksanaan dalam menjalankan amanah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Momentum tersebut menjadi simbol eratnya persatuan lintas agama di Maluku Utara sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan, kedamaian, dan stabilitas keamanan daerah.

Melalui kegiatan ini, Polda Maluku Utara berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi milik institusi Polri, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Maluku Utara yang aman, damai, dan sejahtera.

Keluhan Pelayanan SPBU Sarudu Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Peningkatan Profesionalisme Petugas

0

Foto : Istimewa

Pasangkayu – Pelayanan di SPBU Sarudu, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, menuai sorotan dari sejumlah pelanggan. Keluhan tersebut berkaitan dengan sikap sebagian petugas yang dinilai kurang ramah dan kurang maksimal dalam memberikan pelayanan kepada konsumen.

Beberapa pelanggan mengaku merasa kurang nyaman saat melakukan pengisian bahan bakar di SPBU tersebut. Menurut mereka, terdapat petugas yang dinilai lebih banyak berbincang dengan rekan kerja di area pengisian BBM sehingga pelayanan kepada masyarakat dianggap kurang optimal.

Selain itu, sejumlah konsumen juga menyoroti ekspresi dan sikap petugas yang dianggap kurang bersahabat saat melayani pelanggan. Kondisi tersebut, menurut pelanggan, berpotensi mengurangi kenyamanan masyarakat yang setiap hari memanfaatkan layanan SPBU.

Diharapkan seluruh petugas dapat lebih fokus saat bekerja serta mengedepankan keramahan dalam melayani masyarakat,” ujar salah seorang pelanggan.

Dari dokumentasi foto yang diterima, terlihat aktivitas pengisian BBM berlangsung normal dengan sejumlah kendaraan antre di area SPBU. Namun demikian, berdasarkan foto tersebut belum dapat dipastikan atau dibuktikan secara langsung terkait perilaku yang dikeluhkan oleh pelanggan.

Masyarakat berharap pihak pengelola SPBU Sarudu dapat melakukan evaluasi internal guna meningkatkan kualitas pelayanan. Keramahan, profesionalisme, dan kedisiplinan petugas dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan pelayanan yang prima serta memberikan kenyamanan bagi konsumen.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU Sarudu belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut. Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari pihak SPBU sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan informasi.

Sinergitas Tanpa Batas, Polsek Kutoarjo Gelar Malam Tirakatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan Khidmat

0

 

KUTOARJO (ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠) – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Sektor (Polsek) Kutoarjo menggelar acara Malam Tirakatan secara khidmat pada Selasa malam, 30 Juni 2026. Bertempat di Aula Mapolsek Kutoarjo, kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergitas antara Polri, TNI, instansi pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.

​Acara ini dihadiri langsung oleh Plt. Kapolsek Kutoarjo Iptu Yogo Sutrisno, S.IP., Camat Kutoarjo Ahmadi Sunawar, S.Sos., M.M., serta perwakilan dari Danramil 05/Kutoarjo Peltu Madrim beserta anggota. Turut hadir pula Danki Brimob Kutoarjo AKP Puryanto, S.H., Kanit PJR Kutoarjo yang diwakili Ipda Nanang Agus Riyanto, S.H., Sekcam Kutoarjo Suhar, S.E., M.A.P., Ketua Polosoro Kecamatan Kutoarjo H. Supartono, A.Md., serta tokoh agama Kyai Abdul Hamid dari Kelurahan Semawung Kembaran.

​Kehadiran para sesepuh dari Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Kecamatan Kutoarjo yang diwakili AKP Purn. Sumardi, bersama AKP Purn. Sakino, S.E., Aiptu Purn. Sampe, dan Aiptu Purn. Jamroji, semakin menambah kekeluargaan dalam acara tersebut. Istimewanya, Ketua Bhayangkari Ranting Kutoarjo Ibu Ning Yogo Sutrisno beserta seluruh personel Polsek dan jajaran Bhayangkari juga tampak kompak mengikuti jalannya acara.

​Dalam sambutannya, Plt. Kapolsek Kutoarjo Iptu Yogo Sutrisno, S.IP., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran seluruh tamu undangan. Ia menegaskan bahwa Malam Tirakatan ini merupakan bagian dari rangkaian syukur menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026.

 

“Kami memohon dukungan dari semua unsur dan elemen masyarakat. Dukungan ini sangat berarti bagi kami untuk terus meningkatkan sinergitas antara Polri dan masyarakat demi terciptanya kamtibmas yang kondusif,” ujar Iptu Yogo Sutrisno.

​Senada dengan hal tersebut, Camat Kutoarjo Ahmadi Sunawar, S.Sos., M.M., atas nama Pemerintah Kecamatan Kutoarjo mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80. Ia mendoakan agar keluarga besar Polsek Kutoarjo selalu diberikan kesehatan dalam mengabdi dan melayani warga.

“Semoga Polri selalu maksimal dalam mengabdi untuk masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Kutoarjo. Sekali lagi kami ucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80, Polri Untuk Masyarakat,” tutur Camat Kutoarjo.

​Sementara itu, perwakilan PP Polri Kecamatan Kutoarjo, AKP Purn. Sumardi, menegaskan loyalitas jajaran purnawirawan yang tidak pernah luntur untuk institusi kepolisian.

“Hitam putihnya Polri tetap kami junjung tinggi, karena jiwa kami tetap Bhayangkara. Semoga Polri semakin baik dan semakin berguna bagi masyarakat,” tegasnya.

​Rangkaian acara yang disusun secara sistematis diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, dan penyampaian sambutan-sambutan. Memasuki acara inti, suasana terasa semakin sakral saat pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Abdul Hamid, memohon keselamatan serta kelancaran tugas Polri ke depan.

​Sebagai simbol rasa syukur, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Plt. Kapolsek Kutoarjo yang diserahkan kepada perwakilan tamu undangan, dilanjutkan dengan sesi ramah tamah penuh kehangatan antarinstansi dan masyarakat yang hadir.

​Hingga penghujung acara, seluruh rangkaian kegiatan Malam Tirakatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Polsek Kutoarjo ini berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. (*)

Reporter: Wahid
Redaksi Penyelaras: SK

*Polda Metro Jaya Ungkap 2.216 Kasus Curat Curas dan Curanmor, Sebanyak 2.054 Tersangka Diamankan*

0

Jakarta ,Redaksi.Co- Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres jajaran mengungkap 2.216 kasus tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor selama periode Januari hingga Juni 2026.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers pengungkapan kasus 3C yang digelar di Aula Satya Haprabu Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (30/6/2026).

Kasubbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, konferensi pers tersebut merupakan bentuk akuntabilitas Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam melaksanakan tugas penegakan hukum, khususnya terhadap kejahatan jalanan.

“Kegiatan hari ini merupakan bentuk akuntabilitas jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam melaksanakan penegakan hukum, khususnya pada kasus-kasus kejahatan jalanan, curat, curas, dan curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan jajaran,” ujar Kompol Andaru.

Kompol Andaru menjelaskan, penegakan hukum merupakan bagian dari rangkaian upaya kepolisian yang dilakukan secara berkesinambungan. Upaya tersebut diawali dengan langkah preemtif melalui sambang kamtibmas, kegiatan preventif melalui patroli, hingga tindakan represif berupa penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan.

Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Danang Setiyo menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun selama periode Januari hingga Juni 2026, tercatat 5.436 laporan polisi terkait tindak pidana 3C di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dari jumlah tersebut, polisi berhasil mengungkap 2.216 kasus dan mengamankan 2.054 tersangka. Para tersangka telah dilakukan proses hukum, sebagian di antaranya telah ditahan dan sebagian lainnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

AKBP Danang menjelaskan, dari total laporan yang diterima, kasus 3C terdiri atas pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor. Berdasarkan evaluasi, tindak pidana tersebut banyak terjadi pada malam hingga dini hari, terutama pada rentang pukul 22.00 WIB sampai 05.00 WIB.

“Pada jam-jam tersebut aktivitas masyarakat mulai berkurang dan pengawasan lingkungan cenderung menurun. Karena itu, jajaran Polda Metro Jaya bersama stakeholder terkait mengintensifkan patroli pada jam-jam rawan,” ujar AKBP Danang.

Dalam pengungkapan tersebut, penyidik turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya uang tunai Rp2.076.000.000, 14 pucuk senjata api, 41 senjata tajam, 1.825 unit sepeda motor, 22 unit mobil, 296 telepon genggam, 10 laptop, 95 butir peluru, 110 kunci letter T atau letter Y, 145 tabung gas LPG, 4 unit softgun, serta emas seberat 866,98 gram.

AKBP Danang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam rawan dan di lokasi sepi. Masyarakat juga diminta memarkir kendaraan di tempat aman, menggunakan kunci ganda, tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan, serta memastikan rumah terkunci dengan baik saat ditinggalkan.

Ia juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali kepedulian lingkungan melalui ronda malam, siskamling, dan saling berbagi informasi antarwarga. Apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau tindak pidana, masyarakat diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi layanan 110.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Polda Metro Jaya juga mengingatkan masyarakat agar tidak main hakim sendiri apabila mengamankan pelaku tindak pidana. Seluruh proses penegakan hukum diminta diserahkan kepada kepolisian agar berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dua Pria di Purworejo Masuk Penjara Usai Pesta Minuman Keras Dan Mengakibatkan Kecelakaan

0

PURWOREJO (Redaksi.co) – Berawal dari rasa kecewa saat pesta minuman keras (miras), dua pria asal Kecamatan Grabag nekat membawa kabur sepeda motor milik temannya di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. Pelarian kedua pelaku berakhir apes setelah mereka mengalami kecelakaan lalu lintas dan diringkus polisi.

 

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) ini dirilis oleh Wakapolres Purworejo, Kompol Nana Edi Sugito, didampingi Kasat Reskrim AKP Dwiono dan Kasi Humas AKP Ida Wida Astuti di Mapolres Purworejo.

 

Peristiwa terjadi pada Rabu (13/5/2026) di Desa Andong, Kecamatan Butuh. Dua tersangka yang diamankan petugas yakni YS (37), warga Harjobinangun, dan AP (49), warga Aglik, Kecamatan Grabag. Korban diketahui berinisial MI, rekan para pelaku sendiri.

 

Modus operandi kasus ini terbilang ironis. Tersangka mengaku kesal terhadap MI yang tiba-tiba tertidur di tengah pesta miras. Padahal, pelaku sudah patungan memberi uang kepada korban agar ditemani minum bersama.

“Tersangka kesal karena korban malah tertidur saat ditemani minum miras. Begitu melihat kunci motor korban masih menggantung, timbul niat spontan untuk membawa kabur kendaraan tersebut,” ujar Kompol Nana Edi Sugito.

 

Usai menggasak Honda Scoopy bernopol AA 5217 IL milik korban, kedua pelaku berbagi peran untuk kabur. Tersangka YS mengendarai motor curian, sementara AP mengawal dari belakang menggunakan motor Honda Vario pribadinya.

 

Namun, pelarian mereka tidak mulus. Saat melintas di wilayah Pasar Grabag, kedua motor yang dikendarai para pelaku justru terlibat tabrakan satu sama lain. Insiden kecelakaan ini memudahkan petugas untuk melacak dan membekuk keduanya.

 

Dari tangan tersangka, polisi menyita satu unit Honda Scoopy milik korban, satu unit Honda Vario milik pelaku, serta sebuah flashdisk berisi rekaman pendukung.

 

Saat ini, YS dan AP telah mendekam di sel tahanan Polres Purworejo untuk proses penyidikan lebih lanjut. Keduanya dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf g KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Di akhir rilisnya, Wakapolres mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak ceroboh meninggalkan kunci yang masih menempel di kendaraan.

 

“Kami minta masyarakat jangan pernah meninggalkan kunci masih menggantung di motor. Pastikan kendaraan selalu diparkir di tempat aman dan terkunci stang demi mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan,” pungkas Kompol Nana Edi Sugito.

(AGUS KUSTIADI)

Sarat Makna, Begini Tradisi Kenaikan Pangkat Anggota Polres Purwakarta

0

𝚃𝚛𝚊𝚍𝚒𝚜𝚒 𝙽𝚊𝚒𝚔 𝙿𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝙿𝚎𝚗𝚞𝚑 𝙼𝚊𝚔𝚗𝚊, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙶𝚎𝚕𝚊𝚛 𝙿𝚘𝚝𝚘𝚗𝚐 𝚃𝚞𝚖𝚙𝚎𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚎𝚗𝚢𝚒𝚛𝚊𝚖𝚊𝚗 𝙰𝚒𝚛 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚆𝚞𝚓𝚞𝚍 𝚁𝚊𝚜𝚊 𝚂𝚢𝚞𝚔𝚞𝚛

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 (ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠) – 𝚂𝚞𝚊𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚔𝚎𝚑𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚗, 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚜𝚢𝚞𝚔𝚞𝚛 𝚖𝚎𝚠𝚊𝚛𝚗𝚊𝚒 𝚝𝚛𝚊𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚞𝚜𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚄𝚙𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝙻𝚊𝚙𝚘𝚛𝚊𝚗 𝙺𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝙿𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚃𝚎𝚛𝚑𝚒𝚝𝚞𝚗𝚐 𝙼𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚃𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕 (𝚃𝙼𝚃) 1 𝙹𝚞𝚕𝚒 2026, 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚜𝚊 (30/6/2026).

𝚃𝚛𝚊𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚋𝚞𝚍𝚊𝚢𝚊 𝚍𝚒 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚒𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊, 𝚍𝚒𝚍𝚊𝚖𝚙𝚒𝚗𝚐𝚒 𝚆𝚊𝚔𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙺𝚘𝚖𝚙𝚘𝚕 𝚈𝚞𝚍𝚒𝚘𝚗𝚘, 𝙺𝚎𝚝𝚞𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒 𝙲𝚊𝚋𝚊𝚗𝚐 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙽𝚢. 𝙲𝚊𝚗𝚍𝚛𝚊 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙰𝚗𝚘𝚖, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝙿𝚎𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚄𝚝𝚊𝚖𝚊, 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝚓𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚋𝚎𝚜𝚊𝚛 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊.

𝕊𝕀𝕄𝕀𝕃𝕃𝔸ℝ ℙ𝕆𝕊𝕋​64 Personel Polres Purwakarta Naik Pangkat di Hari Bhayangkara ke-80

𝚄𝚜𝚊𝚒 𝚞𝚙𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊, 𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚛𝚊𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚍𝚒𝚊𝚠𝚊𝚕𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚘𝚝𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚖𝚙𝚎𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚜𝚒𝚖𝚋𝚘𝚕 𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚜𝚢𝚞𝚔𝚞𝚛 𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚊𝚗𝚞𝚐𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚝𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚘𝚕𝚎𝚑 64 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊.

𝙿𝚘𝚝𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚖𝚙𝚎𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚜𝚎𝚛𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚜𝚒𝚖𝚋𝚘𝚕𝚒𝚜 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚠𝚊𝚔𝚒𝚕𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚊𝚙𝚛𝚎𝚜𝚒𝚊𝚜𝚒 𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚍𝚎𝚍𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚕𝚘𝚢𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜.

𝚂𝚞𝚊𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚔𝚎𝚖𝚞𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚛𝚊𝚔 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔𝚒 𝚙𝚛𝚘𝚜𝚎𝚜𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚒𝚛𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚊𝚒𝚛 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚗𝚊𝚒𝚔 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝. 𝚃𝚛𝚊𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚔𝚎𝚊𝚔𝚛𝚊𝚋𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚒𝚛𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚙𝚞𝚔 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚛𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚛𝚎𝚔𝚊𝚗-𝚛𝚎𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊.

𝙿𝚛𝚘𝚜𝚎𝚜𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚒𝚛𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚊𝚒𝚛 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚛𝚎𝚖𝚘𝚗𝚒, 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚖𝚊𝚔𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚜𝚒𝚖𝚋𝚘𝚕 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚞𝚌𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚛𝚒, 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚜𝚢𝚞𝚔𝚞𝚛 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚃𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚈𝚊𝚗𝚐 𝙼𝚊𝚑𝚊 𝙴𝚜𝚊, 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚒𝚛𝚒𝚗𝚐𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚛𝚞, 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚋𝚎𝚜𝚊𝚛, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚝𝚛𝚊𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚑𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚗𝚓𝚞𝚔𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚍𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒, 𝚍𝚒𝚜𝚒𝚙𝚕𝚒𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚒𝚗𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜.

  • “𝚃𝚛𝚊𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚛𝚎𝚖𝚘𝚗𝚒. 𝙳𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚊𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚔𝚗𝚊 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗, 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚜𝚢𝚞𝚔𝚞𝚛, 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚛𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚠𝚊 𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚋𝚎𝚜𝚊𝚛. 𝙹𝚊𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚞𝚖 𝚒𝚗𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚖𝚘𝚝𝚒𝚟𝚊𝚜𝚒 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚏𝚎𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕𝚒𝚜𝚖𝚎, 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜.

𝙸𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚌𝚎𝚙𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚞𝚊𝚜 𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚊𝚙𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚛𝚊𝚒𝚑, 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚌𝚞 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚒𝚝𝚞𝚜𝚒, 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊, 𝚍𝚊𝚗 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚛𝚊.

𝚂𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝙺𝚊𝚋𝚊𝚐 𝚂𝙳𝙼 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙿 𝚁𝚊𝚗𝚍𝚢 𝙵𝚛𝚎𝚜𝚑𝚝𝚒𝚊𝚍𝚒𝚎, 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚝𝚛𝚊𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚞𝚓𝚞𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚎𝚛𝚊𝚝 𝚜𝚘𝚕𝚒𝚍𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚖𝚋𝚞𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚒𝚝𝚞𝚜𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒.

𝙳𝚒 𝚝𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚝𝚎𝚛𝚙𝚒𝚜𝚊𝚑, 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚝𝚛𝚊𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚎𝚍𝚞𝚔𝚊𝚝𝚒𝚏 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚒𝚕𝚘𝚜𝚘𝚏𝚒𝚜.

  • “𝙿𝚎𝚖𝚘𝚝𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚖𝚙𝚎𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚒𝚛𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚊𝚒𝚛 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚒𝚖𝚋𝚘𝚕 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚜𝚢𝚞𝚔𝚞𝚛 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚊𝚗 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚗𝚊𝚗𝚝𝚒𝚊𝚜𝚊 𝚍𝚒𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝𝚊𝚗, 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚔𝚎𝚔𝚞𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗 𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚑 𝚋𝚊𝚛𝚞. 𝙺𝚊𝚖𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚝𝚞𝚖𝚋𝚞𝚑 𝚜𝚎𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚏𝚎𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕, 𝚑𝚞𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜, 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚍𝚎𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝,” 𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒.

𝚃𝚛𝚊𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚞𝚊𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚔𝚎𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊𝚊𝚗, 𝚍𝚒𝚠𝚊𝚛𝚗𝚊𝚒 𝚜𝚎𝚗𝚢𝚞𝚖, 𝚌𝚊𝚗𝚍𝚊, 𝚍𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚛𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚔𝚜𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚎𝚓𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝.

𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚝𝚛𝚊𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚒𝚗𝚒, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚛𝚐𝚊𝚊𝚗 𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚌𝚊𝚙𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚙𝚛𝚒𝚋𝚊𝚍𝚒, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚊𝚠𝚊𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚋𝚎𝚜𝚊𝚛 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚕𝚞𝚜 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝙷𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎-80 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚎𝚖𝚊 “𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝙼𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.” (*/𝚂𝙺)

𝚂𝚞𝚖𝚋𝚎𝚛: 𝕊𝕚𝕙𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

​64 Personel Polres Purwakarta Naik Pangkat di Hari Bhayangkara ke-80

0

64 𝙿𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙽𝚊𝚒𝚔 𝙿𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝, 𝙼𝚘𝚖𝚎𝚗 𝙷𝚊𝚛𝚞 𝚆𝚊𝚛𝚗𝚊𝚒 𝚄𝚙𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝙹𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐 𝙷𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎-80

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 (ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠) – 𝙼𝚎𝚗𝚓𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚛𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙷𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎-80, 𝚜𝚞𝚊𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚜𝚢𝚞𝚔𝚞𝚛, 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚊𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚕𝚒𝚖𝚞𝚝𝚒 𝙻𝚊𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙰𝚙𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚜𝚊 (30/6/2026). 𝚂𝚎𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔 64 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚛𝚎𝚜𝚖𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚗𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚛𝚞 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚛𝚐𝚊𝚊𝚗 𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚍𝚎𝚍𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒, 𝚕𝚘𝚢𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝚄𝚙𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝙻𝚊𝚙𝚘𝚛𝚊𝚗 𝙺𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝙿𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚃𝚎𝚛𝚑𝚒𝚝𝚞𝚗𝚐 𝙼𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚃𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕 (𝚃𝙼𝚃) 1 𝙹𝚞𝚕𝚒 2026 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚆𝚊𝚔𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙺𝚘𝚖𝚙𝚘𝚕 𝚈𝚞𝚍𝚒𝚘𝚗𝚘, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝙿𝚎𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚄𝚝𝚊𝚖𝚊, 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝚓𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗, 𝙺𝚎𝚝𝚞𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒 𝙲𝚊𝚋𝚊𝚗𝚐 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙽𝚢. 𝙲𝚊𝚗𝚍𝚛𝚊 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝚋𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚞𝚛𝚞𝚜, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚛𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚔𝚜𝚒 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝.

𝔹𝔸ℂ𝔸 𝕁𝕌𝔾𝔸 : Polres Purwakarta Resmi Buka Kapolres Cup 2026, Wadah Prestasi Esports Generasi Muda

𝙳𝚒 𝚋𝚊𝚕𝚒𝚔 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚎𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚛𝚞, 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚒𝚖𝚙𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗. 𝙺𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗𝚕𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚊𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚐𝚒𝚝𝚞 𝚜𝚊𝚓𝚊, 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚔𝚎𝚛𝚊𝚜, 𝚍𝚒𝚜𝚒𝚙𝚕𝚒𝚗, 𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚍𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚕𝚒𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐, 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚢𝚘𝚖, 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝙰𝚍𝚊𝚙𝚞𝚗 𝚛𝚒𝚗𝚌𝚒𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚕𝚒𝚙𝚞𝚝𝚒 18 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝙰𝚒𝚙𝚍𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝙰𝚒𝚙𝚝𝚞, 26 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚛𝚒𝚙𝚔𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝙰𝚒𝚙𝚍𝚊, 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚛𝚒𝚐𝚊𝚍𝚒𝚛 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝙱𝚛𝚒𝚙𝚔𝚊, 10 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚛𝚒𝚙𝚝𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝙱𝚛𝚒𝚐𝚊𝚍𝚒𝚛, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚖𝚋𝚒𝚕𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚛𝚒𝚙𝚍𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝙱𝚛𝚒𝚙𝚝𝚞, 𝚜𝚎𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚝𝚘𝚝𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔 64 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚛𝚐𝚊𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚒.

𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚝𝚗𝚢𝚊, 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚛𝚞 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚜𝚒𝚖𝚋𝚘𝚕 𝚔𝚎𝚑𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚕𝚎𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚒 𝚙𝚞𝚗𝚍𝚊𝚔, 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚠𝚞𝚓𝚞𝚍𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

  • “𝙺𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚔𝚎𝚙𝚎𝚛𝚌𝚊𝚢𝚊𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚒𝚝𝚞𝚜𝚒 𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚍𝚎𝚍𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚝𝚞𝚗𝚓𝚞𝚔𝚔𝚊𝚗. 𝙽𝚊𝚖𝚞𝚗, 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚛𝚐𝚊𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚋𝚎𝚜𝚊𝚛, 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚏𝚎𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕𝚒𝚜𝚖𝚎, 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝,” 𝚝𝚎𝚐𝚊𝚜 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚙𝚛𝚎𝚜𝚒𝚊𝚜𝚒 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊, 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒, 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚞𝚖𝚋𝚎𝚛 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜. 𝙼𝚎𝚗𝚞𝚛𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊, 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚕𝚎𝚙𝚊𝚜 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚊𝚖𝚙𝚒𝚗𝚐𝚒 𝚍𝚒 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚙𝚛𝚘𝚜𝚎𝚜 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗.

𝚂𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝙺𝚊𝚋𝚊𝚐 𝚂𝙳𝙼 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙿 𝚁𝚊𝚗𝚍𝚢 𝙵𝚛𝚎𝚜𝚑𝚝𝚒𝚊𝚍𝚒𝚎, 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚒𝚜𝚝𝚎𝚖 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚒𝚎𝚛 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚘𝚋𝚓𝚎𝚔𝚝𝚒𝚏 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚊𝚜𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚒𝚗𝚎𝚛𝚓𝚊, 𝚍𝚒𝚜𝚒𝚙𝚕𝚒𝚗, 𝚍𝚎𝚍𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚖𝚎𝚗𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚊𝚍𝚖𝚒𝚗𝚒𝚜𝚝𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚜𝚎𝚜𝚞𝚊𝚒 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚗𝚝𝚞𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚔𝚞.

𝙳𝚒 𝚜𝚒𝚜𝚒 𝚕𝚊𝚒𝚗, 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚞𝚖 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚛𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐 𝙷𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎-80 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚖𝚊𝚔𝚗𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖. 𝙼𝚎𝚗𝚞𝚛𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊, 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚛𝚐𝚊𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

  • “𝙺𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗𝚕𝚊𝚑 𝚐𝚊𝚛𝚒𝚜 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛 𝚜𝚎𝚋𝚞𝚊𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚊𝚗, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚊𝚠𝚊𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚋𝚎𝚜𝚊𝚛. 𝚂𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚍𝚒𝚝𝚞𝚗𝚝𝚞𝚝 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚏𝚎𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕, 𝚑𝚞𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜, 𝚛𝚎𝚜𝚙𝚘𝚗𝚜𝚒𝚏, 𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚛𝚎𝚜𝚒𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚕𝚒𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗, 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚢𝚘𝚖𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝. 𝙸𝚗𝚒𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚍𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚖𝚊 𝙷𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎-80, 𝚢𝚊𝚒𝚝𝚞 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝙼𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒.

𝚄𝚙𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚑𝚒𝚍𝚖𝚊𝚝 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚙𝚊𝚗𝚌𝚊𝚛 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚠𝚊𝚓𝚊𝚑 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛. 𝙱𝚊𝚐𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊, 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚛𝚞 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚙𝚎𝚛𝚞𝚋𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚍𝚊 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚜𝚒𝚖𝚋𝚘𝚕 𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚝𝚎𝚔𝚊𝚍 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚒𝚝𝚞𝚜𝚒, 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚞𝚖 𝚒𝚗𝚒, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚜𝚞𝚖𝚋𝚎𝚛 𝚍𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚗𝚞𝚜𝚒𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕, 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚍𝚒𝚌𝚒𝚗𝚝𝚊𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝. 𝚂𝚎𝚋𝚊𝚋, 𝚍𝚒 𝚋𝚊𝚕𝚒𝚔 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝, 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚒𝚖𝚙𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚜𝚊𝚛 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚏𝚎𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕, 𝚖𝚘𝚍𝚎𝚛𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚙𝚎𝚛𝚌𝚊𝚢𝚊. (*/𝚂𝙺)

𝚂𝚞𝚖𝚋𝚎𝚛 : 𝕊𝕚𝕙𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Gara-Gara Teman Ketiduran saat Mabuk, Dua Pria di Purworejo Kompak Masuk Penjara Usai Kecelakaan

0

 

PURWOREJO (ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠) – Berawal dari rasa kecewa saat pesta minuman keras (miras), dua pria asal Kecamatan Grabag nekat membawa kabur sepeda motor milik temannya di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. Pelarian kedua pelaku berakhir apes setelah mereka mengalami kecelakaan lalu lintas dan diringkus polisi.

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) ini dirilis oleh Wakapolres Purworejo, Kompol Nana Edi Sugito, didampingi Kasat Reskrim AKP Dwiono dan Kasi Humas AKP Ida Wida Astuti di Mapolres Purworejo.

Peristiwa terjadi pada Rabu (13/5/2026) di Desa Andong, Kecamatan Butuh. Dua tersangka yang diamankan petugas yakni YS (37), warga Harjobinangun, dan AP (49), warga Aglik, Kecamatan Grabag. Korban diketahui berinisial MI, rekan para pelaku sendiri.

Modus operandi kasus ini terbilang ironis. Tersangka mengaku kesal terhadap MI yang tiba-tiba tertidur di tengah pesta miras. Padahal, pelaku sudah patungan memberi uang kepada korban agar ditemani minum bersama.

“Tersangka kesal karena korban malah tertidur saat ditemani minum miras. Begitu melihat kunci motor korban masih menggantung, timbul niat spontan untuk membawa kabur kendaraan tersebut,” ujar Kompol Nana Edi Sugito.

Usai menggasak Honda Scoopy bernopol AA 5217 IL milik korban, kedua pelaku berbagi peran untuk kabur. Tersangka YS mengendarai motor curian, sementara AP mengawal dari belakang menggunakan motor Honda Vario pribadinya.

Namun, pelarian mereka tidak mulus. Saat melintas di wilayah Pasar Grabag, kedua motor yang dikendarai para pelaku justru terlibat tabrakan satu sama lain. Insiden kecelakaan ini memudahkan petugas untuk melacak dan membekuk keduanya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita satu unit Honda Scoopy milik korban, satu unit Honda Vario milik pelaku, serta sebuah flashdisk berisi rekaman pendukung.

Saat ini, YS dan AP telah mendekam di sel tahanan Polres Purworejo untuk proses penyidikan lebih lanjut. Keduanya dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf g KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Di akhir rilisnya, Wakapolres mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak ceroboh meninggalkan kunci yang masih menempel di kendaraan.

“Kami minta masyarakat jangan pernah meninggalkan kunci masih menggantung di motor. Pastikan kendaraan selalu diparkir di tempat aman dan terkunci stang demi mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan,” pungkas Kompol Nana Edi Sugito. (*/Rico)

Sumber: Sihumas Polres Purwakarta

Wabup Dion Tekankan Peran Aktif Seluruh Pihak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

0

 

PURWOREJO (REDAKSI.CO) — Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi menekankan kepada seluruh pihak untuk ikut berperan aktif dalam mendukung dan menyukseskan program Sensus Ekonomi 2026. Hal tersebut disampaikannya pada acara Pencanangan Sensus Ekonomi dan Desa Cinta Statistik (Cantik) 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purworejo di Ruang Arahiwang Setda Kabupaten Purworejo, pada Senin (29/6/2026).

Disampaikan Wabup Dion, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS saja. Namun diperlukan dukungan dari seluruh perangkat daerah, instansi hingga unsur pemerintahan desa.

“Harus ada keterlibatan aktif dari perangkat daerah yang ada Kabupaten Purworejo. Baik dari Dinas KUKMP, DPMPTSP, dan sampai DINKESDA, kecamatan dan sampai pemerintah desa, yang tentunya akan mempengaruhi keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 ini,” ujarnya.

Menurut Dion, melalui sensus ini diharapkan dapat memotret kondisi sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Purworejo secara nyata, yang nantinya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan daerah ke depan.

“Saya berpesan jangan sampai ada blank spot, baik itu di pasar tradisional, di sentra UMKM, Desa Wisata atau pelaku ekonomi kreatif. Agar hasil datanya valid untuk penentuan arah kebijakan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Selain itu, Dion juga berharap sensus ini dapat menjangkau sektor-sektor informal, karena sektor tersebut juga menjadi bagian penting untuk menunjukkan potret ekonomi di Kabupaten Purworejo yang sesungguhnya. Dion mendorong sosialisasi secara masif tentang pelaksanaan dan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 ini.

“Karena masih banyak masyarakat yang memiliki ketakutan dengan pemahaman bahwa sensus ini bisa menjadi pedoman petugas pajak untuk melakukan validasi data, padahal sensus ini bukan untuk pendataan tarif pajak tentunya,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPS Kabupaten Purworejo, Budi Prawoto MM, mengatakan bahwa sensus ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi yang ke-5 dari rangkaian yang dilakukan oleh BPS selama ini. Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan bagi perencanaan dan pembangunan nasional.

“Secara khusus, Sensus Ekonomi akan menyediakan informasi struktur ekonomi, karakteristik usaha, dan memotret ekonomi digital, ekonomi lingkungan dan ekonomi kreatif untuk menjawab transformasi ekonomi modern,” jelasnya.

BPS Kabupaten Purworejo pada program ini menurunkan 1.132 petugas yang terdiri dari 1.000 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 132 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) yang tersebar di 16 Kecamatan di Kabupaten Purworejo.

“Tentu pekerjaan ini harus adanya sinergitas dengan pemerintah daerah, yang dimana hasil sensus ekonomi nantinya akan memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah berupa gambaran riil potret ekonomi daerah, penguatan penyusunan perencanaan pembangunan, penyusunan kebijakan dan berbasis data, dan identifikasi potensi ekonomi daerah serta dukungan pengambilan keputusan yang lebih akurat,” terangnya.

Dalam pencanangan tersebut turut diserahkan penghargaan kepada perwakilan empat Desa Cantik 2026 yaitu Desa Sidorejo Kecamatan Purworejo, Desa Kemanukan Kecamatan Bagelen, Desa Bulus Kecamatan Gebang dan Desa Kebonsari Kecamatan Purwodadi. (*/WS)