Sabtu, Maret 28, 2026
Beranda blog Halaman 90

CDCC Ingatkan Ancaman Retaknya Kerukunan Bangsa di Awal 2026

0

Redaksi.co, Jakarta | Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya gejala keretakan sosial di Indonesia pada awal 2026. CDCC menilai ketidakadilan ekonomi, politik identitas, serta ketegangan sosial berpotensi mengancam kerukunan dan persatuan nasional.

Ketua CDCC Prof. Dr. M. Din Syamsuddin menyebut kemajemukan bangsa Indonesia sebagai ketetapan dan karunia Ilahi yang harus dirawat secara sadar.

“Kemajemukan Bangsa Indonesia adalah ketetapan dan karunia Ilahi. Kita tidak pernah berpikir untuk terlahir dalam keragaman agama, suku, bahasa, dan budaya. Maka adalah kewajiban kita untuk merawat dan mengembangkannya untuk kemajuan bangsa,” ujarnya dalam jumpa pers di Hotel Grand Sahid Jaya, Selasa (13/1).

CDCC menyoroti meningkatnya ketidakpuasan publik yang tercermin dari gelombang demonstrasi pada Agustus hingga September 2025, yang dipicu persoalan ekonomi, ketimpangan sosial, dan kebijakan publik. Sentimen SARA dinilai mudah dimanfaatkan apabila ketegangan horizontal di masyarakat bertemu dengan ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

Meski pertumbuhan ekonomi nasional relatif stabil, CDCC menilai kualitas pertumbuhan masih rendah dan belum sepenuhnya menjawab persoalan pengangguran serta kesenjangan.

“Pertumbuhan ekonomi harus berkeadilan. Jika ketimpangan dibiarkan, ketegangan sosial akan meningkat dan dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kekacauan politik,” tegas Din.

CDCC juga menyampaikan pentingnya dialog, kolaborasi global yang berkeadilan, serta keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Sejumlah agenda telah disiapkan, antara lain peringatan World Interfaith Harmony Week, International Day of Human Fraternity, Dialog Pemuda Lintas Agama ASEAN, dan Majelis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia.

Menutup pernyataannya, CDCC berharap bangsa Indonesia mampu merajut kemajemukan untuk menjaga kerukunan dan mendorong kemajuan nasional.

Perkuat Kinerja Organisasi, Polres Jember Gelar Sertijab Kapolsek

0

JEMBER, redaksi.co – Guna memperkuat kinerja organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Polres Jember menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) delapan Kapolsek dan Kasiwas Polres Jember. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, dan berlangsung di halaman Mapolres Jember, Rabu (14/1/2026).

Dalam amanatnya, Kapolres Jember menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian penting dari dinamika organisasi Polri. Selain sebagai bentuk penyegaran, pergantian jabatan juga menjadi strategi pembinaan karier guna meningkatkan kinerja personel serta profesionalisme pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Pergantian jabatan ini diharapkan mampu menghadirkan semangat baru, melahirkan inovasi, serta mendorong peningkatan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas AKBP Bobby.

Salah satu pejabat yang mendapatkan amanah baru adalah Kompol Suhartanto. Setelah menjalankan tugas sebagai Kapolsek Sumbersari, ia kini dipercaya mengemban jabatan sebagai Kasat Samapta Polresta Banyuwangi. Dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di wilayah Sumbersari dinilai menjadi bekal berharga di tempat tugas yang baru.

Tongkat estafet kepemimpinan Polsek Sumbersari selanjutnya diemban oleh AKP Heri Supadmo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Tempurejo. Dengan pengalaman yang dimiliki, ia diharapkan mampu melanjutkan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di wilayah Sumbersari.

Pergantian jabatan juga terjadi di wilayah Tanggul. AKP Adam yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Tanggul kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kapolsek Besuki Polres Situbondo. Sementara itu, jabatan Kapolsek Tanggul diisi oleh AKP Fathurahman, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Mumbulsari.

Di wilayah Sumberbaru, AKP Agus Senja yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Sumberbaru kini mendapat amanah sebagai Kapolsek Mumbulsari. Jabatan Kapolsek Sumberbaru selanjutnya diemban oleh AKP Joko Sumargo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Bangsalsari. Adapun posisi Kapolsek Bangsalsari kini dipercayakan kepada AKP Sugiyono.

Dalam rangka penguatan fungsi pengawasan internal, AKP Danu Prastyo dipercaya menjabat sebagai Kasiwas Polres Jember, menggantikan AKP Sugiyono yang mendapat penugasan baru.

Sementara itu, AKP Sugeng Romdoni yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Mayang kini mengemban tugas sebagai Wakapolsek Sumbersari. Jabatan Kapolsek Mayang selanjutnya diemban oleh AKP Dian Eko, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Umbulsari. Posisi Kapolsek Umbulsari kini dipercayakan kepada AKP Setyo Budi.

Selain itu, IPTU Cristian Permana dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Tempurejo, IPTU Kukun Walubi mengemban amanah sebagai Pelaksana Sementara (Ps.) Kasubagdalops, serta IPDA Robet Ivan dipercaya menjabat sebagai KRI Polres Lumajang sebagai bagian dari pengembangan karier dan kebutuhan organisasi.

Melalui rotasi jabatan ini, Polres Jember berharap dapat memperkuat soliditas internal, meningkatkan kinerja organisasi, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Reporter: Sofyan

Polres Jember dan Lapas Kelas IIA Satukan Langkah Jaga Keamanan Warga Binaan

0

JEMBER, redaksi.co – Polres Jember Polda Jawa Timur terus memperkuat koordinasi lintas lembaga guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Komitmen tersebut ditegaskan Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Condroputra, saat melaksanakan kunjungan dan silaturahmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember, Selasa (13/1/2026).

Kedatangan Kapolres Jember beserta rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Jember, RM. Kristyo Nugroho, A.Md.IP., S.H., M.H., bersama jajaran struktural Lapas.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Bobby menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam memastikan sinergi pengamanan antara Polres Jember dan pihak Lapas berjalan secara optimal.

“Kami ingin memastikan situasi keamanan di dalam Lapas tetap kondusif dan terjaga dengan baik. Koordinasi yang solid sangat penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan,” ujar AKBP Bobby.

Ia menambahkan, kolaborasi yang berkelanjutan antara Polri dan jajaran pemasyarakatan menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas serta mendukung upaya pembinaan yang berorientasi pada pemulihan dan kemanusiaan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Jember, RM. Kristyo Nugroho, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kunjungan Kapolres Jember. Menurutnya, dukungan dan sinergi dari kepolisian sangat membantu pihak Lapas dalam mewujudkan lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan manusiawi.

“Kerja sama ini sangat berarti bagi kami. Dengan sinergi yang kuat bersama Polres Jember, kami optimistis proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan lancar dan keamanan tetap terjaga,” ungkap Kristyo.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi strategis terkait penguatan sistem pengamanan, pemantauan aktivitas warga binaan, serta langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai potensi kerawanan, termasuk penyelundupan barang terlarang dan gangguan ketertiban.

Polres Jember Polda Jawa Timur bersama Lapas Kelas IIA Jember berkomitmen untuk terus meningkatkan integrasi dan komunikasi secara berkelanjutan, demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, produktif, dan humanis.

Sinergi ini menjadi wujud nyata kolaborasi antar aparat penegak hukum dan lembaga pemasyarakatan dalam menjaga stabilitas serta keamanan di wilayah Kabupaten Jember.

Reporter: Sofyan

Lawyer Muda Kalbar dan LBH-RHI,Dampingi Warga Jelai Hulu, Atas Dugaan Salah Tangkap Tangkap Oleh PT. USP

0

KETAPANG — Dua warga Desa Asam Jalai, Kabupaten Ketapang, masing-masing berinisial A dan T, didampingi tim kuasa hukum dari Lawyer Muda Kalbar bersama Rumah Hukum Indonesia, mengaku menjadi korban dugaan salah tangkap dan kriminalisasi dalam kasus pencurian kelapa sawit di areal PT Umekah Sari Pratama (USP).

Kuasa hukum korban, Rusliyadi, S.H, dan Ahmad Upin Ramadan, CPLA dalam keterangan resminya pada Rabu (14/1/2026), menyatakan bahwa kedua kliennya ditangkap oleh petugas keamanan PT USP yang didampingi anggota BKO Brimob, meski menurutnya keduanya tidak berada di lokasi kejadian saat peristiwa pencurian berlangsung.

“Saat penangkapan dilakukan, klien kami berada di rumah dan tidak melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan,” ujar Rusliyadi.

Ia menjelaskan, pihaknya telah menerima pernyataan dari seseorang berinisial AR yang mengakui secara langsung bahwa dialah yang melakukan pencurian kelapa sawit tersebut bersama rekannya. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah rekaman video berdurasi tiga menit tujuh detik yang telah diterima tim kuasa hukum.

Menurut pengakuan AR, saat aksinya diketahui, ia sempat ditarik bajunya oleh petugas saat coba kabur, namun berhasil melepaskan diri dan melarikan diri ke arah belakang rumah milik A. Rusliyadi menilai hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya kesalahan penangkapan terhadap A dan T.

Lebih lanjut, Rusliyadi menyampaikan keprihatinannya karena salah satu kliennya, T, masih berstatus anak di bawah umur. Ia menilai penangkapan dan pemeriksaan terhadap anak semestinya mengikuti mekanisme khusus sesuai Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Disisi lain LBH Rumah Hukum Indonesia mengecam keras penangkapan yang tidak manusiawi terhadap anak di bawah umur, Dan hal tersebut disampaikan pada saat inisial T. Anak dibawah umur melakukan Asesmen terhadap Dinas Sosial, dan pihak Bapas Ketapang, bahkan korban salah tangkap juga menyebutkan adanya dugaan intimidasi dan kekerasan fisik saat proses pemeriksaan dari anggota Security PT. USP.

Kantor Pertanahan Fakfak Laksanakan PTSL di Kampung Otoweri, Targetkan 150 Bidang Sertifikat.

0

Fakfak.Redaksi.co | Kantor Pertanahan Kabupaten Fakfak melaksanakan Program Strategis Nasional (PSN) berupa Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dengan target sebanyak 150 bidang sertifikat tanah yang dipusatkan di Kampung Otoweri, Kabupaten Fakfak. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026) dan diawali dengan pertemuan bersama Kepala Kampung Otoweri guna menyusun teknis pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Fakfak, Muhammad Biarpruga, S.Sos., mengatakan penetapan Kampung Otoweri sebagai lokasi pelaksanaan PTSL merupakan hasil usulan dari pemerintah kampung yang kemudian ditindaklanjuti oleh Kantor Pertanahan.

“Alhamdulillah, tahun ini kami mendapatkan target 150 bidang PTSL dan ditetapkan di Kampung Otoweri. Hari ini kami mengundang Kepala Kampung untuk bersama-sama menyusun teknis kerja di lapangan,” ujar Muhammad Biarpruga.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program PTSL akan melalui beberapa tahapan penting, di antaranya penyuluhan kepada masyarakat, identifikasi subjek dan objek tanah, serta pengukuran bidang tanah. Seluruh tahapan tersebut telah dibahas secara teknis bersama pemerintah kampung dan mendapat dukungan penuh.

Menurutnya, antusiasme masyarakat Kampung Otoweri terhadap program PTSL sangat tinggi. Warga telah lama menantikan adanya kepastian hukum atas tanah yang mereka miliki, sehingga program ini disambut dengan baik oleh masyarakat setempat.

Selain memberikan kepastian hukum hak atas tanah, pelaksanaan PTSL di Kampung Otoweri juga dinilai strategis. Wilayah tersebut berada di kawasan perbatasan antara Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Bintuni, sehingga dengan diterbitkannya sertifikat tanah, status kepemilikan lahan dan batas wilayah dapat ditegaskan secara legal sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Muhammad Biarpruga menambahkan, kegiatan identifikasi dan pengukuran lapangan direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadan. Setelah itu, proses akan dilanjutkan dengan pengolahan data dan dokumen di kantor.

Lebih jauh, ia berharap program PTSL dapat membuka peluang peningkatan perekonomian masyarakat. Sertifikat tanah yang dimiliki warga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai jaminan perbankan serta mendukung pengembangan ekonomi lokal di Kampung Otoweri.

“Melalui PTSL ini, kami ingin menghadirkan masa depan bagi masyarakat dengan memberikan kepastian hukum atas tanah mereka. Sertipikat ini bisa menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Ia juga berharap dukungan penuh dari pemerintah kampung, masyarakat, serta para pemilik hak adat agar seluruh proses pensertifikasian tanah dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Program ini diperuntukkan bagi masyarakat kampung sendiri, bukan untuk pihak luar. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis PTSL di Kampung Otoweri dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

Atas Arahan Bupati Jember, Dinsos Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Bangsalsari

0

JEMBER, redaksi.co – suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di Dusun Magersari, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari. Dari balik pintu rumah yang bersahaja ibarat “istana kecil” bagi penghuninya, muncul seorang perempuan lanjut usia berkerudung, wajahnya tampak lesu. Namun raut itu seketika berubah menjadi senyum penuh harap saat rombongan Dinas Sosial Kabupaten Jember bersama Camat Bangsalsari tiba di kediamannya.

Kehadiran mereka bukan tanpa maksud. Dinas Sosial Kabupaten Jember, Rabu (14/01/2026), menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu di Desa Badean sebagai bagian dari program layanan cepat tanggap kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan tersebut diberikan kepada tiga penerima manfaat yang berdomisili di Dusun Magersari.

Proses penyaluran bantuan berlangsung dengan pendampingan pemerintah desa serta tim dari Kecamatan Bangsalsari, guna memastikan bantuan diterima secara langsung dan tepat sasaran oleh warga yang benar-benar membutuhkan.

“Bantuan ini merupakan amanat dari Bupati Jember, Gus Fawaid, yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Jember. Bantuan berupa sembako ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, khususnya bagi tiga penerima manfaat di Desa Badean,” ungkap Irfan, yang mewakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember.

Irfan juga menjelaskan bahwa pihaknya terus berkolaborasi dengan pemerintah desa dalam melakukan pendataan calon penerima bantuan. Pendataan tersebut dilakukan secara cermat agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang membutuhkan.

Sementara itu, Ibu Juma, salah satu penerima bantuan, mengaku sangat bersyukur atas perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan sembako yang diberikan sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya.

“Kami sangat terbantu. Sembako ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai keluarga tidak mampu,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Hal senada disampaikan Mistari, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Ranting Partai Gerindra Desa Badean. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Jember atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat kecil.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Jember, Gus Fawaid, karena melalui Dinas Sosial Jember telah mengupayakan dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” ujar Mistari di sela-sela kegiatan penyerahan bantuan.

Di lokasi yang sama, Camat Bangsalsari, Bambang Erwin Setyono, yang turut hadir secara langsung, berharap bantuan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

“Kami dari pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa akan terus mendukung program-program Bupati Jember, khususnya dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Harapannya, ke depan bantuan sosial di Kecamatan Bangsalsari semakin tepat sasaran dan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan,” pungkasnya.

Reporter: Sofyan.

Demi Kepastian Tanah Warga, Kepala Kampung Otoweri Dukung PTSL

0

FAKFAK, Redaksi.co – Kepala Kampung Otoweri, Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Daing Kutanggas, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di bidang pertanahan yang dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Fakfak pada tahun 2026. Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah kampung dalam mendukung upaya pemerintah pusat dan daerah memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat.

Program Strategis Nasional yang dimaksud meliputi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) serta Redistribusi Tanah yang dibiayai melalui alokasi anggaran pemerintah pusat dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2026.

Menurut Daing Kutanggas, kedua program tersebut sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat kampung, khususnya bagi warga yang selama ini belum memiliki sertifikat hak atas tanah.

Ia menilai, PTSL menjadi salah satu solusi efektif dalam menjawab persoalan administrasi pertanahan yang kerap dihadapi masyarakat, terutama terkait kepemilikan tanah yang belum terdata secara resmi. Dengan adanya program ini, tanah-tanah milik warga dapat tercatat secara sah, sehingga memberikan rasa aman dan kepastian hukum.

“Kami sebagai pemerintah kampung sangat mendukung pelaksanaan PTSL, karena program ini memberikan kepastian hukum bagi masyarakat atas tanah yang mereka miliki. Selama ini masih banyak warga yang memiliki tanah tetapi belum memiliki sertifikat resmi,” ujar Daing Kutanggas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kepastian hukum atas tanah sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik atau sengketa di kemudian hari, baik antarwarga maupun dengan pihak lain. Menurutnya, program PTSL dan Redistribusi Tanah juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib administrasi pertanahan.

Daing Kutanggas berharap agar pelaksanaan PTSL dan Redistribusi Tanah di Distrik Tomage dapat berjalan dengan lancar, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga mendorong agar program tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau seluruh kampung di wilayah Distrik Tomage serta daerah lain di Kabupaten Fakfak.

“Harapan kami, program ini tidak hanya berhenti di satu atau dua kampung saja, tetapi bisa menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan. Dengan begitu, persoalan pertanahan di Kabupaten Fakfak dapat diminimalisir,” ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat Kampung Otoweri untuk turut mendukung dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program PTSL dengan melengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan serta mengikuti proses yang telah ditetapkan oleh Kantor Pertanahan.
“Jika masyarakat sadar akan pentingnya administrasi pertanahan, maka ke depan kita bisa hidup lebih tertib dan terhindar dari persoalan sengketa tanah,” pungkas Daing Kutanggas.

Perjuangan Bupati Jember Berbuah Hasil, Revitalisasi SMPN 1 Puger Resmi Rampung

0

JEMBER, redaksi.co – Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 1 Puger resmi rampung. Realisasi program ini disebut tidak lepas dari peran dan perjuangan Bupati Jember, Gus Fawait Dalam mendorong peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di wilayahnya (14/01/2026).

Revitalisasi tersebut meliputi rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, toilet, ruang laboratorium, serta pembangunan satu Ruang Kelas Baru (RKB). Fasilitas yang telah diperbarui kini dimanfaatkan langsung oleh siswa dan guru dalam kegiatan belajar-mengajar.

Sejumlah siswa SMPN 1 Puger mengaku merasakan perubahan signifikan pasca-revitalisasi. Kondisi ruang kelas yang lebih layak dinilai membuat proses pembelajaran menjadi lebih nyaman dan kondusif.

“Kelas sekarang lebih bersih, adem, dan nyaman. Belajar jadi lebih fokus dan semangat,” ujar salah satu siswa.

Para siswa juga secara terbuka menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program revitalisasi pendidikan, serta kepada Bupati Jember Gus Fawait yang dinilai telah aktif memperjuangkan agar sekolah mereka mendapatkan bantuan tersebut.

Kepala SMPN 1 Puger, Drs. Edi Haryanto, menjelaskan bahwa total anggaran revitalisasi yang diterima sekolah mencapai sekitar Rp1,55 miliar. Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi empat ruang kelas, perpustakaan, toilet, laboratorium, serta pembangunan satu RKB.

Menurut Edi Haryanto, dukungan pemerintah daerah, khususnya dari Bupati Jember, menjadi faktor penting dalam kelancaran dan keberhasilan program ini.

0-0x0-0-0#

“Peran pemerintah daerah sangat membantu, mulai dari pengusulan hingga pendampingan pelaksanaan. Dengan kondisi sekolah yang kini jauh lebih baik, kami optimistis minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMPN 1 Puger akan meningkat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden, Bupati Jember, serta dinas terkait yang telah mendampingi hingga program revitalisasi di SMPN 1 Puger dapat diselesaikan dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Program revitalisasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait dalam memperkuat sektor pendidikan, khususnya melalui penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang layak dan memadai.

Reporter: Sofyan.

Sinergi Polisi dan Warga, Polsek Besitang Gerebek Sarang Narkoba di Desa Bukit Mas

0

Langkat _redaksi.co

Komitmen Polri dalam memberantas peredaran narkoba kembali ditunjukkan melalui sinergi nyata bersama masyarakat. Tim Opsnal Reskrim Polsek Besitang melaksanakan Gerebek Sarang Narkoba (GSN) di Dusun Kodam Bawah, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, sebagai tindak lanjut dari laporan warga yang resah terhadap dugaan aktivitas transaksi narkoba di wilayah tersebut. Rabu (14/01/2026)

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan unsur pemerintah desa, yakni Kepala Desa Bukit Mas, Wahid, serta Kepala Dusun Kodam Bawah, Mhd. Yusuf, sebagai bentuk transparansi dan kebersamaan dalam menjaga lingkungan dari ancaman narkoba.

Saat dilakukan penggerebekan di salah satu gubuk yang dilaporkan sering dijadikan lokasi transaksi, petugas tidak menemukan pelaku penyalahgunaan narkoba. Namun demikian, tim tetap melakukan penyisiran lanjutan ke rumah warga yang berada di sekitar lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman dan kondusif.

Sebagai langkah tegas dan preventif, petugas kemudian membongkar dan memusnahkan gubuk yang diduga kuat kerap digunakan sebagai tempat peredaran dan transaksi narkoba, guna mencegah kembali dimanfaatkannya lokasi tersebut.

Dari hasil GSN, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan aktivitas penyalahgunaan narkoba, di antaranya dua alat timbangan elektrik kecil, alat bong, kaca pitek, mancis, dompet kecil, pisau kater, gunting kecil, toples, plastik berisi pipet, serta beberapa plastik transparan berisi klip bening kecil.

Kepala Desa Bukit Mas, Wahid, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas respon cepat dan langkah tegas yang dilakukan jajaran Polres Langkat dan Polsek Besitang.

“Kami sangat mengapresiasi kepolisian yang cepat menindaklanjuti laporan warga. Ini membuat masyarakat merasa dilindungi dan semakin berani untuk bersama-sama menolak narkoba,” ungkapnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh salah satu warga setempat. Ia mengaku merasa lebih tenang setelah adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian.

“Dengan adanya penggerebekan ini, kami merasa lebih aman dan berharap wilayah kami benar-benar bersih dari narkoba,” ujarnya.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si menjelaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pemberantasan narkoba. Menurutnya, Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan keberanian warga dalam menyampaikan informasi.

“Perang terhadap narkoba harus dimulai dari kesadaran bersama. Ketika masyarakat berani melapor dan aparat bergerak cepat, maka ruang gerak pelaku akan semakin sempit. Ini adalah bentuk nyata sinergitas Polri dan warga dalam menjaga generasi dan lingkungan,” ujar AKBP David.

Kapolres Langkat menegaskan bahwa kegiatan GSN akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya preventif dan represif Polri. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungannya.

“Polres Langkat berkomitmen hadir melindungi masyarakat. Laporkan, kami akan tindaklanjuti. Bersama, kita wujudkan Langkat yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba,” tegasnya.

Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat, Polres Langkat berharap upaya pemberantasan narkoba tidak hanya menindak, tetapi juga membangun kesadaran kolektif demi masa depan generasi yang lebih baik.

M.ilyas

Pohon Tumbang di Sitamiang Baru, Seorang Siswa di Padangsidimpuan Meninggal Dunia

0

PADANGSIDIMPUAN — Peristiwa tragis terjadi di Jalan Sisingamangaraja (SM Raja), tepatnya di Tanggal, Kelurahan Sitamiang Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Rabu (14/1/2026). Seorang siswa dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang saat melintas di kawasan tersebut.


Kejadian itu sontak mengejutkan warga dan pengguna jalan yang sedang melintas. Pohon berukuran cukup besar tiba-tiba tumbang dan menimpa korban yang saat itu berada di lokasi kejadian. Warga sekitar segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban dari bawah pohon.


Namun nahas, korban dinyatakan telah meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan penanganan medis. Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan untuk keperluan lebih lanjut.


Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di Jalan SM Raja sempat mengalami gangguan karena pohon tumbang menutup sebagian badan jalan. Warga bersama petugas terkait bergotong royong menyingkirkan batang dan dahan pohon agar akses jalan kembali normal.


Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penyelidikan terkait penyebab tumbangnya pohon tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur yang dipenuhi pepohonan, terlebih dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.