Jumat, Maret 27, 2026
Beranda blog Halaman 89

Banjir Susulan, Polisi Bahu-Membahu Bangun Tanggul Darurat Demi Lindungi Warga Doitia

0

REDAKSI.CO – Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara untuk hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah tidak surut meski dihadapkan pada cuaca ekstrem.

Di tengah guyuran hujan lebat dan banjir susulan yang melanda Desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara, personil Polri bergerak cepat melakukan penyelamatan dan penanganan darurat. Selasa (13/1).

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, S.H, S.I.K., menegaskan bahwa keselamatan warga adalah hukum tertinggi. Hal ini dibuktikan dengan aksi heroik personel di lapangan yang semula melakukan bakti sosial pembersihan lingkungan, langsung beralih fungsi menjadi tim tanggap darurat saat air sungai Doitia meluap secara tiba-tiba pada pukul 13.20 WIT.

“Kehadiran Polri di lokasi bencana bukan sekadar formalitas. Anggota kami di lapangan, bersama rekan TNI dan instansi terkait, tetap bekerja meski hujan turun deras sejak pagi. Saat air sungai meluap dan mengancam pemukiman, tanpa menunggu lama, personil langsung berinisiatif membuat tanggul darurat,” ujarnya

Berdasarkan laporan di lapangan, intensitas hujan yang tinggi sejak Senin lalu menyebabkan Sungai Doitia meluap karena posisinya yang lebih tinggi dari pemukiman warga.

Melihat air mulai masuk ke rumah penduduk, personel Polri bersama tim gabungan dan masyarakat setempat melakukan tindakan preventif manual.

Dengan peralatan seadanya dan keterbatasan alat berat, personil Polri terlihat memanggul karung-karung berisi pasir untuk menyusun tanggul darurat.

Upaya ini dilakukan untuk memecah dan mengalihkan arus air agar tidak menerjang langsung ke dalam rumah warga.

“Ini adalah wujud kehadiran negara. Kami melihat anggota di lapangan basah kuyup, bahkan harus berhadapan dengan arus air yang cukup deras, namun mereka tidak berhenti. Mereka bahu-membahu mengisi karung pasir sebagai upaya pencegahan sementara agar harta benda warga bisa diselamatkan,” tambah Kapolres.

Selain upaya fisik membendung air, Polres Halmahera Utara juga memprioritaskan evakuasi warga.

Warga yang rumahnya terdampak banjir langsung dievakuasi ke Camp Posko Penanggulangan Bencana yang terletak di dataran yang lebih tinggi dan aman.

AKBP Erlichson Pasaribu juga menyoroti kendala di lapangan, di mana tumpukan kayu besar di sungai menghambat aliran air dan memerlukan alat berat (eksavator) untuk penanganan permanen.

Namun, ia menegaskan bahwa Polri tidak akan berpangku tangan menunggu bantuan datang.

“Sambil menunggu solusi teknis alat berat, tenaga dan otot personil kami dedikasikan sepenuhnya untuk masyarakat Doitia. Kami pastikan warga merasa aman dan terayomi di tengah situasi sulit ini. Perkembangan situasi terus kami pantau menit demi menit,” tegas Kapolres

Hingga pukul 17.30 WIT, upaya pembuatan tanggul darurat membuahkan hasil dengan mulai surutnya genangan air di pemukiman.

Polres Halmahera Utara menghimbau warga untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih fluktuatif dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.

LSM Maung DPC Kota Tangerang Gelar Rapat Awal 2026,Siap Audiensi Forkopimda

0

LSM Maung DPC Kota Tangerang, Gelar Rapat Awal Tahun 2026, Siap Audiensi ke Forkopimda Dan Jadi Garda Terdepan Indonesia Maju

 

Kota Tangerang, 13 Januari 2026 —

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Maung Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Tangerang menggelar rapat awal tahun 2026 pada Selasa malam (13/1/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota LSM Maung sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dalam menyusun program kerja strategis sepanjang tahun 2026.

 

Dalam sambutannya, Ketua LSM Maung DPC Kota Tangerang menegaskan, bahwa rapat awal tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen organisasi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, advokasi masyarakat, serta menjalin sinergi dengan berbagai instansi pemerintahan dan aparat negara.

 

“ LSM Maung akan segera mengagendakan audiensi ke Wali Kota Tangerang, Kejaksaan, Pengadilan, Polres, serta Kodim. Langkah ini sebagai bentuk keseriusan kami untuk membangun komunikasi, koordinasi, dan kemitraan yang baik demi kepentingan masyarakat “, ujar Ketua Maung dalam sambutannya.

 

Ia juga menekankan bahwa LSM Maung siap menjadi garda terdepan dalam mendukung terwujudnya Indonesia Maju, dengan mengedepankan peran aktif organisasi masyarakat sipil yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.

 

“ LSM Maung berkomitmen untuk terus bersinergi dan bermitra bersama TNI dan Polri, serta seluruh unsur pemerintahan, dalam menjaga stabilitas, ketertiban, dan kondusivitas di wilayah Kota Tangerang “, tambahnya.

 

Rapat awal tahun ini juga membahas evaluasi program kerja sebelumnya, serta perumusan langkah-langkah strategis ke depan, termasuk penguatan internal organisasi dan peningkatan peran LSM Maung dalam mengawal kebijakan publik.

 

Melalui rapat ini, LSM Maung DPC Kota Tangerang berharap seluruh pengurus dan anggota dapat satu visi dan satu langkah, demi menjadikan LSM Maung sebagai organisasi yang solid, dipercaya masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Penghargaan untuk Kejari Praya Tuai Kritik, NCW Nilai Cederai Kepercayaan Publik

0

Penghargaan untuk Kejari Praya Tuai Kritik, NCW Nilai Cederai Kepercayaan Publik

Lombok Tengah — Redaksi.co Pemberian piagam penghargaan oleh Bupati Lombok Tengah kepada Kejaksaan Negeri Praya menuai sorotan tajam dari kalangan pegiat antikorupsi. Penghargaan yang diberikan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Ayu, dinilai sarat nuansa “drama” dan berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Direktur NTB Corruption Watch, Faturahman, menyampaikan kekecewaannya atas sikap Bupati Lombok Tengah Pathul Bahri yang memberikan piagam tersebut hanya sehari setelah Kejari Praya menyebut adanya dugaan aliran dana kasus Pajak Penerangan Jalan (PPJ) kepada pihak Bupati, Wakil Bupati, dan sejumlah pejabat lainnya.

Ini seperti berbalas pantun yang mempermainkan instrumen hukum. Hari ini jaksa menyebut ada aliran dana PPJ, besoknya Ibu Kajari menerima penghargaan dari Bupati. Ini drama yang menyakiti hati rakyat,” ujar Faturahman.

Menurutnya, dalam kondisi tersebut semestinya Kejari Praya menolak penghargaan tersebut. Pasalnya, terdapat sejumlah kasus yang telah dilaporkan, bahkan sebagian sudah mulai disidangkan, dan berkaitan langsung dengan pimpinan daerah Lombok Tengah saat ini.

Ia menegaskan bahwa marwah Kejari Praya harus dijaga dengan menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan kecurigaan publik, khususnya terkait independensi proses penegakan hukum di daerah.
Faturahman yang akrab disapa Lord juga menyoroti masa tugas Kepala Kejari Praya yang dinilai belum lama. Oleh karena itu, pemberian piagam dari Bupati patut diduga memiliki muatan lain. “Semoga yang diterima hanya lebaran piagam saja, bukan yang lain,” ucapnya.

Lebih lanjut, NCW menilai pemberian penghargaan kepada lembaga penegak hukum seharusnya dilakukan oleh Kejaksaan Agung atau lembaga independen yang memiliki mekanisme penilaian kinerja aparat penegak hukum. Jika pun berasal dari daerah, idealnya datang dari koalisi masyarakat sipil antikorupsi, bukan dari kepala daerah yang tengah disorot kasus hukum.

NCW juga mendesak Kejari Praya untuk fokus melanjutkan laporan-laporan dugaan korupsi yang telah masuk. Beberapa di antaranya disebut memiliki potensi kerugian negara lebih dari Rp500 juta, bahkan ada laporan terkait desa-desa dengan dugaan kerugian hingga Rp700 juta yang hingga kini belum ditindaklanjuti.

Di sisi lain, Faturahman menilai kondisi Pemerintah Daerah Lombok Tengah juga tengah berada dalam situasi yang tidak baik. “Kebijakan dan program di Loteng tidak terlihat berpihak pada kepentingan publik. Infrastruktur seperti jalan dan jembatan banyak yang rusak namun bukan menjadi prioritas, sementara anggaran justru digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat,” pungkasnya.

Sumber: Redaksi.co
Abah Uhel

Saksikan Dalam Film Berjudul Alas Roban dijalur Legendaris Jawa Tengah

0

Jakarta,Redaksi.Co- Alas Roban di Batang, Jawa Tengah, selama ini dikenal bukan hanya sebagai jalur penghubung antarkota, tetapi juga ruang yang sarat cerita. Hutan lebat, kabut mendadak, dan rasa tidak nyaman yang kerap muncul membuat kawasan ini lekat dengan berbagai kisah yang diwariskan dari generasi ke generasi. Banyak pelintas mengaku pulang dengan perasaan serupa, meski mengalami kejadian yang berbeda.

Kondisi itu melahirkan beragam mitos dan “aturan tak tertulis” yang dipercaya harus dihormati. Sutradara Hadrah Daeng Ratu dalam press screening & press conference film di kawasan Kuningan Jakarta, Senin (5/1) menyebut Alas Roban memiliki latar kuat karena sejarah dan misterinya yang terus hidup di masyarakat. Ia menilai jalur ini dikenal sebagai salah satu lintasan paling angker di Jawa, dengan banyak cerita pengendara yang mengalami kejadian ganjil, baik saat melintas maupun setelahnya.

Pengalaman kolektif tersebut menjadi dasar film “Alas Roban” yang dijadwalkan tayang pada 15 Januari 2026. Film ini merangkum berbagai larangan yang kerap dibicarakan, mulai dari menghindari perjalanan tengah malam, tidak singgah di warung pinggir jalan, mewaspadai spion, hingga tidak menanggapi suara atau bayangan di sekitar hutan.

Taskya Namya, pemeran Tika, menyoroti momen ketika tokohnya mulai curiga setelah menemukan gambar Gendis yang tidak wajar, terutama saat Gendis mengajak bermain petak umpet dengan sikap yang terasa berbeda.

Film “Alas Roban” digarap oleh Unlimited Production, Narasi Semesta, dan Legacy Pictures, dengan Hadrah Daeng Ratu sebagai sutradara. Deretan pemainnya antara lain Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Taskya Namya, Imelda Therinne, dan Fara Shakila.

Ganteng – Ganteng Manipulatif Di Balik Kokpit Dalam Sebuah Film Berjudul Penerbangan Terakhir

0

Jakarta, Redaksi.Co-Senin (12/1/2026) VMS Studio mempersembahkan sebuah karya Film drama berjudul Penerbangan Terakhir yang akan mulai ditayangkan di seluruh bioskop indonesia mulai 15 Januari 2026.

Film yang turut dibintangi oleh para pemain senior antara lain Jerome Kurnia, Nadya Arina, serta Aghni Hague dan di Sutradarai oleh Benni Setiawan,Tony Ramesh selaku Produser serta didukung Produser eksekutif Shalu T.M.

Film tersebut mengisahkan kisah tentang skandal dunia penerbangan serta mengajak penonton untuk dapat lebih jauh mengenali sosok laki-laki manipulatif, karakter Tiara yang diperankan (Nadia Arina)adalah seorang Pramugari baru yang belum memiliki pengalaman dalam dunia percintaan dengan perjuangan untuk bangkit saat menjadi korban laki-laki manipulatif.

Kapten Deva yang di perankan oleh (Jerome Kurnia) sebagai Pilot Muda menjadi sosok yang menjerat banyak perempuan termasuk Tiara dengan cara menunjukkan kegantengannya.

Film yang berlatar belakang dunia penerbangan menurutku secara cerita dan dinamika karakter akan banyak relate untuk penonton, cerita dalam film yang dialami Tiara bisa terjadi dimana Saja dan oleh siapa saja bahkan sering terjadi disekitar kita, Laki-laki yang sudah kasih pujian berlebihan Semua itu sudah wktunya untuk mundur perlahan agar tidak terjebak dalam hubungan yang manipulatif,”jelas Nadya Arina selaku pemeran Tiara.

Ada banyak roller coaster emosi dalam adegan film ini,”ujar Jerome Kurnia selaku pemeran Kapten muda Deva,salah satu yang paling sulit saat memohon-mohon agar cintanya dapat diterima kembali oleh Tiara, karakter kapten Deva ini memang sangat kompleks, kesulitan yang paling terbesar dalam adegan ini disaat adanya pertengkaran kapten deva dengan tiara karena disitu untuk mengatur turun naiknya emosi sangat sulit menyebabkan kamera anglenya susah,”tambahnya.

“Bagi kami VMS Studio cerita ini penting untuk di ceritakan, sebagai bagian dari edukasi yang belajar dari pengalaman, apapun kesalahan kita berusaha bangkit dari kesalahan tersebut ini terdapat dalam karakter Tiara, Film penerbangan terakhir mendapatkan sambutan yang sangat besar setelah terpilihnya sebagai salah satu Hot Picks oleh media Film Internasional Variety saat special Screening di 10 kota pada 10-11 Januari 2026 di Jakarta, Tangerang, Palembang, Bekasi, Malang, Bogor, Depok, Cirebon, Surabaya dan Makassar,”ungkap Tony Ramesh selaku Produser.

Jangan lewatnya kisah film drama Penerbangan Terakhir di bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026.

DHY KETUA KOMISI IV DPRD SUMBAR TINJAU PROYEK POKIR TERBANGKALAI K

0
oppo_32

Redaksi.Co, Sumbar.-Kecewa  dengan janji kontraktor  yang sampai saat ini telah berganti tahun baru 2026. Projek pemasangan parit bandar saluran air buangan Jalan Taratak Sungai Lundang  tahun 2025 tak kunjung diselesaikan.

Nazarudin  Wali Nagari Kampung  Baru Korong Nan Ampek (KBKA) Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan meminta  bantuan Doni Harsisiva Yanda S.IP., M.E (DHY) Ketua Komisi IV  DPRD Provinsi Sumatera Barat untuk meninjau projek pokirnya  tahun 2025 yang terbangkalai

Dalam kunjungan DHY kelapangan yang didampingi oleh  Robi Binur Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Partai Demokrat dan Nazarudin Wali Nagari serta tokoh masyarakat  KBKA yang akrap disapa ucok di lokasi Projek Pemasangan Parid Bandar Saluran Air Buang Jalan Taratak Sungai Lundang (11/01/25). terlihat agak kecewa dirawut wajahnya melihat projek pokirnya belum terbangkalai.

Dari pantauan Redaksi.co dilapangan terhadap Projek pemasangan parit bandar saluran air buangan Jalan Taratak Sungai Lundang  tahun 2025 . itu masih terlihat tumpukan tanah hasil galian bandar dibadan jalan taratak sungai lundang  sepanjang kegiatan projek yang diselingi lobang lobang diantara bahu jalan dan pasangan  batu parit nandar.

Selain itu lantai parit bandar saluran air bungan masih ada yang terlihat tanahnya sepertinya tergerus  air. dan dinding parit bandar juga  tampak tergelupas plasternya dan juga retak. diduga pemasanganya  tidak sesuai bestek.

Dikatakan  Nazarudin kepada redaksi.co, dalam perkerjaan ini saya sebagai wali nagari hampir setiap hari mengawasi perkerjaan ini karena kekantor melawati jalan ini. Terkait   tentang tumpukan galian pondasi  yang kepingir  bahu jalan ini sudah sering disampaikan kepada pemborong, katanya akan dirapikan  timbunnya.  Tetapi setelah di tunggu  tunggu  sampai saat ini belum ada dikerjakan .

Lebih Lanjut dikatakan wali Nagari KBKA sebenarnya  proyek ini kan program pokok pikiran ( pokir) bapak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Barat (DPRD SUMBAR) kita,  Bapak Doni  Harsisiva Yanda, S.IP,.M.E dari Partai Domokrat wilayah Sumatera Barat yang sudi membantu nagari kami.

Maka oleh sebab itu dengan adanya masalah ini, maka kembali kami sampaikan  kepada beliau. Agar dapat dibantu lagi oleh beliau bagaimana  bandar salauran airbuangan jalan teratak sungai lundang  yang diberikan pak dewan ini kepada kemasyarakat kami. dapat  tuntas dan indah  dilihat  mayarakat.

Menyambung  pembicaraan wali Ditempat terpisah yang tidak jauh jaraknya . Dikatakan DHY yang juga ketua kimisi IV DPDR Sumbar membenarkan apa yan dikatakan wali nagari oleh sebab  itu saya datang  kesini untuk mencek  perkerjaan kontraktor ini sesuai apa yang disampaikan wali.

Ya  ternyata pekerjaan  masih banyak  kekurangan kekuranganya ungkap DHY. Untuk itu saya akan sampaikan  instansi dinas terkait  agar dimintak  kontraktonyanya sesegara  mungkin untuk menyelesaikan pekerjaanya dengan rapi tegas DHY. Hal senada juga diampaikan oleh Robi binur anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan

Dalam keempatan yang sama ucok tokoh masyarakat nagari kampung baru korong nan ampek pertama sekali kami dari masyarakat mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak dewan kita bapak Harsisiva Yanda, S.IP,.M.E yang telah membantu masyarakat kami dengan bantuan dana pokir tali bandar air buangn  di jalan taratak sungai lundang ini

sehingga dengan bantuan ini terbukti  sangat dirasakan mamfaatnya oelh masarakat, dimana nagari bersih dari sampah. Sampah  tidak lagi berserakan dijalan setelah hari hujan. Namun demikian yang menjadi harapan lagi bagi kami bagaimana tanah perkerjaan dibahu jalan ini bersih. Sehingga ini kelihatanya indah dipandang mata  harap Bang Ucok. (ot)

Merajut Kemajemukan untuk Kerukunan RESONANSI CDCC 2026 dan Kemajuan Bangsa

0

Jakarta,Redaksi.Co- 13 Januari 2025 , Bangsa Indonesia adalah ketetapan dan karunia Ilahi. Kita tidak pernah berpikir untuk terlahir dalam keragaman agama, suku, bahasa dan budaya. Maka kewajiban kita untuk merawat dan mengembangkannya untuk kemajuan bangsa. kerukunan dan kebersamaan bukanlah sesuatu yang terwujud secara serta merta tapi harus direkayasa secara nyata. Walaupun derajat kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa relatif ada, namun kita tidak boleh menutup mata dan telinga akan adanya gejala dan gelagat keretakan baik yang disebabkan oleh sentimen primordial (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan atau SARA) maupun perbedaan kepentingan sosial ekonomi dan politik. Acapkali yang terakhir” menjadi faktor picu yang mendorong muncul dan berkembangnya yang pertama. Jika hal demikian terjadi, yakni perpecahan bernuansa primordial, maka konflik akan susah diatasi. Apalagi, disharmoni pada dataran horizontal antara warga masyarakat ini berhimpit dengan disharmoni pada tataran vertikal yakni kurang harmonisnya hubungan pemerintah dan rakyat, maka instabilitas dan integrasi bangsa menjadi ancaman

Dalam kaitan itulah, CDCC sebagai lembaga pengembang dialog dan kerja sama mengungkapkan keprihatinan mendalam atas bekembangnya gejala dan gelagat “retaknya perahu besar bangsa”, dan mengingatkan semua pihak, baik Penyelenggara Negara maupun organisasi-organi sasi Masyarakat dan Partai-Partai Politik untuk mawas diri, melakukan muhasabah secara bersama-sama.

Fenomena ketidakpuasan sosial dan demonstrasi masyarakat yang terjadi pada bulan Agustus dan awal September tahun 2025 yang lalu bukan masalah sederhana. Unjuk rasa di berbagai daerah terjadi karena kondisi dan masalah ketidakadilan ekonomi dan sosial secara luas, kecemasan kelas menengah dan tekanan ekonomi yang meluas di sektor informal dan golongan bawah. Pemantiknya tidak lain karena protes terhadap adanya tunjangan baru bagi anggota DPR, kenaikan pajak bumi dan bangunan yang terjadi di beberapa wilayah, serta ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi, pengangguran dan kenaikan biaya hidup. Secara ekonomi politik, ini merupakan isu tekanan distribusi ekonomi dan masalah persepsi keadilan publik malam konteks ekonomi politik, tahun 2025 ditandai adanya tuntutan keadilan sosial dan —kecemasan kelas menengah, yang menjadi pekerjaan rumah pada

Jadi ekonomi Indonesia tetap tumbuh meskipun hanya di tingkat moderat, tetapi dimensi memualitas nya masih rendah dan akan terus diuji pada tahun 2026 ini. Secara makro, ekonomi mam donesia relatif stabil dan inflasi terjaga. Namun tantangan utama terletak pada kualitas pertumbuhan, antara lain: penciptaan lapangan kerja formal yang terbatas, produktivitas yang tumbuh lambat, ketergantungan pada konsums! domestik dan komoditas perkembangan sektor luar negeri dan ekspor Indonesia tertinggal jauh dengan negara tetangga seperti Vietnam. Ini terjadi karena sektor-sektor strategis seperti industri manufaktur dan teknologi belum sepenuhnya menjadi MESIN pertumbuhan baru.

CDCC memandang dengan harap cemas pertumbuhan ekonomi nasional pada Tahun 2026. Pada kuartal pertama inilah prospek ekonomi akan terlihat, apakah ada indikasi perbaikan dengan reformasi kebijakan ekonomi yang mengarah pada pertumbuhan dan keadilan. Prospek positif 2026 tidak otomatis terjadi. la sangat bergantung pada kebijakan reformasi ekonomi dan kualitas kepemimpinan ekonomi. Stabilitas politik Tahun 2026 bisa dijaga dengan reformasi ekonomi yang membebaskan pertumbuhan ekonomi dari stagnasi selama ini. Sementara itu, perbaikan dalam kualitas pertumbuhan ekonomi yang lebih adil akan membawa sosial dan dapat menjaga stabilitas politik nasional.

CDCC memesankan kepada segenap elemen bangsa untuk mewaspadai masalah perekonomian tidak berdampak pada kehidupan politik, apalagi jika krisis ekonomi sampai membawa akibat pada, dan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab adanya kekacauan politik (political chaos). Hal demikian hanya akan membawa kehancuran bangsa Indonesia.

Politik Nasional Indonesia bersifat rentan dan mudah retak (fragile). Hal ini, paling tidak telah membawa dua kali episode perubahan radikal dan fundamental pada 1966 dan 1993 dengan beralihnya masa atau orde kekuasaan. Paska Reformasi kerentanan itu masih bersifat taten dan potensial, serta dapat memun- culkan unsur kejutan (element of surprise). Lanskap perpolitikan nasional dengan pengubahan Konst itusi Negara dari UUD 1945 ke UUD 2002 telah membuka peluang bagi liberalisasi politik, selain liberalisasi ekonomi, yang telah dan potensial menciptakan kesenjangan baik antara pusat dan daerah (spatial gap), dan antara kelompok-kelompo k dalam masyarakat (social and economic

Hal demikian, ditambah dengan sistem politik multi partai (multiparty system), menciptakan konstelasi politik yang dinamis namun tidak mendorong munculnya budaya politik yang kompetitif untuk perbaikan dan kemajuan. Sistem pemilihan yang liberal dan pertautan kuasa ekonomi dan kuasa politik telah menciptakan budaya politik rakyat yang pragmatis, permisif, dan materialistik. Penyelenggara negara pun cendrung cenderung eksklusif, hanya berdialog sesamanya (Lembaga Eksekutif, Lembaga Legislatif, dan Lembaga Yudikatif). Begitu pula, Koalisi Partai Politik bersikap segala ya, mengabaikan suara, prakarsa, dan partisipasi

Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi 17 Penumpang Kapal KM BIMA Mati Mesin di Perairan Onrust

0

Jakarta,Redakai.co- Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 WIB saat KM BIMA bertolak dari Pelabuhan Kali Adem menuju Pulau Tidung. Di tengah pelayaran, kapal mengalami gangguan pada bagian gearbox sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Menindaklanjuti laporan itu, Ditpolairud Polda Metro Jaya langsung mengerahkan sejumlah kapal patroli wilayah barat, yakni KP VII-3003, KP VII-2008, dan KP VII-2006 untuk melakukan pengecekan di lokasi sekaligus memberikan bantuan kepada kapal yang mengalami gangguan.

Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Pol. Mustofa mengatakan, pihaknya juga segera berkoordinasi dengan Markas Polairud Kali Adem untuk mempercepat proses penanganan dan pengamanan di lokasi kejadian.

“Begitu menerima informasi adanya kapal penumpang yang mengalami gangguan mesin, personel Ditpolairud langsung kami kerahkan ke lokasi. Prioritas kami adalah keselamatan penumpang dan memastikan seluruh proses evakuasi berjalan aman,” ujar Kombes Pol. Mustofa dalam keterangannya,

KM BIMA kemudian mendapatkan bantuan pengawalan dan penarikan oleh kapal KM Aquarius menuju Dermaga Kali Adem. Proses penarikan dilakukan dengan pengawasan ketat hingga kapal sandar dengan aman.

Selain melakukan pengamanan, personel Ditpolairud juga membantu proses evakuasi penumpang serta melakukan pendataan sesuai manifest kapal. Berdasarkan data yang dihimpun, KM BIMA membawa 37 orang penumpang dan 4 orang kru kapal, dan seluruhnya dalam kondisi selamat.

“Kami memastikan seluruh penumpang dan kru dalam keadaan aman. Tidak ada korban dalam peristiwa ini, dan kapal berhasil kami bawa kembali ke dermaga untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Kombes Pol.Mustofa.

Ia menegaskan, kegiatan pencarian, pertolongan, evakuasi, dan pengawalan ini merupakan wujud respons cepat serta komitmen Ditpolairud Polda Metro Jaya dalam menjamin keselamatan pelayaran dan memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna transportasi laut.

Polres Langkat Gelar Munajat Awal Tahun, Perkuat Spiritualitas dan Kepedulian Sosial

0

Langkat _redaksi.co

Mengawali tahun 2026 dengan refleksi dan doa, Polres Langkat menggelar Munajat Awal Tahun berupa Shalat Tasbih dan Doa Bersama di Masjid Darussalam Polres Langkat, Senin malam, 12 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi jajaran kepolisian untuk memperkuat keimanan, menata niat pengabdian, serta memohon keberkahan dalam pelaksanaan tugas ke depan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Langkat Ny. Ayu David, Wakapolres Langkat, para Pejabat Utama Polres Langkat, serta pengurus Bhayangkari Cabang Langkat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Shalat Maghrib berjamaah yang dipimpin oleh Ustadz Azdan Iqbal selaku imam. Suasana khidmat semakin terasa saat dilanjutkan dengan tausiah keagamaan oleh Ustadz Ibrahim Fansuri, yang mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan awal tahun sebagai titik evaluasi diri, memperkuat keikhlasan, serta menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.

Sebagai wujud nyata nilai kemanusiaan dan kepedulian, kegiatan ini juga diisi dengan santunan kepada anak yatim yang diserahkan langsung oleh Kapolres Langkat bersama Ketua Bhayangkari Cabang Langkat. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa pengabdian Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam sentuhan sosial dan kemanusiaan.

Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan Shalat Isya berjamaah serta Shalat Tasbih, diikuti oleh personel Polres Langkat yang beragama Islam serta para santri dari Pondok Pesantren Baitul Ulum Stabat.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo dalam keterangannya menyampaikan bahwa munajat awal tahun ini merupakan bagian dari ikhtiar batin Polres Langkat dalam menyeimbangkan profesionalisme tugas dengan kekuatan spiritual.

“Dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, kami menyadari pentingnya fondasi spiritual. Munajat ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk menata hati, memperkuat keikhlasan, serta memohon agar setiap langkah pengabdian kami senantiasa diberi petunjuk dan perlindungan oleh Allah SWT,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa nilai-nilai religius dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam mewujudkan Polri yang Presisi, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat.

“Kami ingin mengawali tahun ini dengan doa dan kepedulian. Dengan hati yang bersih dan niat yang tulus, kami berharap Polres Langkat dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, adil, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan munajat awal tahun ini, Polres Langkat berharap tercipta kekuatan moral dan spiritual yang menjadi bekal dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan masyarakat Kabupaten Langkat sepanjang tahun 2026.

M.ilyas

Terus Bergerak Bantu Pemulihan ,Solusi Bangun Andalas Kerahkan Alat Berat Pembersihan Area Terdampak Banjir

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Komitmen PT Solusi Bangun Andalas (“Solusi Bangun Andalas/Perusahaan”) dalam mendampingi masyarakat Aceh pascabencana banjir dan longsor terus berlanjut.

Bersama Serikat Pekerja Semen Andalas (SPSA) serta PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) selaku induk usaha, Perusahaan mengerahkan alat berat dan perlengkapan kebersihan untuk membantu percepatan pembersihan dan pemulihan area terdampak banjir.

General Manager Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, mengatakan bahwa tahap pemulihan tak kalah krusial untuk mengembalikan kondisi kehidupan masyarakat seperti semula.

“Kami mendukung upaya-upaya pemulihan yang dilakukan pemerintah yang diawali dengan pembersihan area-area terdampak agar dapat segera dilanjutkan dengan aktivitas pemulihan dan pembangunan kembali,” kata Adi Santosa.

Pasca bantuan tanggap darurat di penghujung 2025 lalu, Solusi Bangun Andalas terus bergerak mendukung aktivitas pemulihan dengan mengerahkan truk dan loader untuk pembersihan lumpur di Kabupaten Pidie Jaya.

SIG selaku induk usaha juga turut terjun langsung melalui bantuan semen untuk area terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang. Selain itu, bantuan kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, makanan, selimut, handuk, dan pasokan air bersih untuk warga terdampak di Kabupaten Aceh Utara juga kembali disalurkan dari partisipasi para karyawan.

Penanganan pascabencana yang sempat terkendala akses dan mobilitas, tak hanya membutuhkan waktu untuk pemulihan secara fisik, namun juga penanganan dampak kesehatan dan aktivitas penunjang seperti pendidikan.

Selain kebutuhan dasar dan pembersihan, kepedulian karyawan Semen Andalas juga turut diwujudkan melalui pemberian layanan kesehatan serta program trauma healing bagi masyarakat Desa Dayah Kruet, serta penyaluran perlengkapan belajar bagi siswa SDIT Ceudah Rabbani, Pidie Jaya, untuk mendukung keberlanjutan proses belajar-mengajar bagi generasi muda di wilayah terdampak.

Ketua SPSA, Syukurullah Jalil, menyampaikan bahwa seluruh aksi ini merupakan wujud kepedulian kolektif para pekerja.

“Ini merupakan kepedulian kita sesama manusia, dari kita dan untuk kita. Seluruh pekerja Semen Andalas ingin turut membantu masyarakat kembali beraktivitas, beribadah, dan menjalani kehidupan dengan lebih layak,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara perusahaan, SPSA, dan pemerintah daerah, Solusi Bangun Andalas terus berkomitmen menjadi bagian dari upaya bersama memulihkan Aceh pascabencana.

Tentang PT Solusi Bangun Andalas
PT Solusi Bangun Andalas (SBA) adalah anak perusahaan dari PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) – bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. SBA memiliki kapasitas produksi 1.8 juta ton semen per tahun. Perusahaan mengoperasikan pabrik terintegrasi di Lhoknga, dan fasilitas pengemasan yang berlokasi di Lhoknga, Lhokseumawe, Belawan, Batam and Dumai.

Memasarkan produk semen dengan merek Semen Andalas, perusahaan berkomitmen mendukung pertumbuhan perekonomian bangsa dengan inovasi dan solusi. Sebagai mitra terpercaya, perusahaan terus berupaya tumbuh bersama masyarakat melalui lima pilar CSR yaitu: SBA Cerdas, SBA Sehat, SBA Mandiri, SBA Lestari dan SBA Peduli ****