Kamis, Maret 26, 2026
Beranda blog Halaman 86

Wirid Yasin maĺam jumat bertepatan satu tahun telah meninggal nya Almarhumah Poniatun binti Sadiran yatno

0

Meranti – Desa alah air Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti Yasinan di Rumah H. Mulyadi,Maĺam jumat 15.1.2026.

Almarhumah Poniatun binti Sadiranyatno semasa hidupnya sangat aktif di Media Lintas Pena.

Almarhumah Poniatun binti Sadiranyatno asal Jawa Tengah, Istri dari mantan DPRD Bengkalis H.Ramli Ishak dari awak media Lintas Pena dan Lintas Hukum Indonesia, sudah satu tahun meninggal dunia hàri rabu tgl.15.1.2025 tahun kemaren. Dan maĺam jumat ini tgl. 15.1.2026 genaplah sudah satu tahun.

Setiap subuh jumat H.Ramli Ishak menabur bunga diatas makam istri dan anak nya. Selama setahun sampai saat ini.

Yasinan ini di Pimpin oleh H.Mulyadi dan anggota wirid Yasin nya.disampaikan kepada Almarhum, Almarhumah, Orang tua nya H.RA.LI ISHAK, Yaitu : ISHAK BIN DAMIN, ESAH BINTI SAMAD.

Kepada Isrti Pertama H. Ramli Ishak yaitu SERI BANON BINTI ANEP.Dan istri ke dua nya yaitu PONIATUN BINTI SADIRANYATNO, WARTAWAN LINTAS PENA Serta anak Ramli Ishak yaitu,ERFINA BINTI H.RAMLI ISHAK.

H.Mulyadi menjelaskan bahwa wirid Yasin ini untuk memohon kepada Allah supaya doa kita dan niatnya dikabulkan oleh Allah subha nallah Ta’la. Karena surah Yasin adalah Jantung alquran.

Dan selanjutnya untuk lebih mengeratkan silaturahmi dan membudayakan membaca surah Yasin.

Andi anggota wirid Yasin mengatakan bahwa kami melaksanakan wirid Yasin ini setiap malam Jumat. Kami sangat merasakan dengan adanya aktivitas ini tali persaudaraan bertambah Erat.

H.RAMLI ISHAK Mengutarakan ia mengucapkan puji syukur kepada Allah subha nallah Ta’la. Dengan adanya wirid Yasin dikediaman H.MULYADI setiap malam jumat. Saya dapat mengirimkan doa untuk kedua orang tua saya dan keluarga saya. Untuk itu kami mengucapkan ribuan terima kasih.

Saya berharap semoga wirid Yasin ini beraktifitas terus menerus setiap malam Jumat. Ujar nya.

Yasinan maĺam jumat bertepatan satu tahun telah meninggal nya Almarhumah Poniatun binti Sadiran yatno

0

Meranti – Desa alah air Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti Yasinan di Rumah H. Mulyadi,Maĺam jumat 15.1.2026.

Almarhumah Ponitun binti Sadiranyatno semasa hidupnya sangat aktif di Media Lintas Pena.

Almarhumah Ponitun binti Sadiranyatno asal Jawa Tengah, Istri dari mantan DPRD Bengkalis H.Ramli Ishak dari awak media Lintas Pena dan Lintas Hukum Indonesia, sudah satu tahun meninggal dunia hàri rabu tgl.15.1.2025 tahun kemaren. Dan maĺam jumat ini tgl. 15.1.2026 genaplah sudah satu tahun.

Setiap subuh jumat H.Ramli Ishak menabur bunga diatas makam istri dan anak nya. Selama setahun sampai saat ini.

Yasinan ini di Pimpin oleh H.Mulyadi dan anggota wirid Yasin nya.disampaikan kepada Almarhum, Almarhumah, Orang tua nya H.RA.LI ISHAK, Yaitu : ISHAK BIN DAMIN, ESAH BIN SAMAD.

Kepada Isrti Pertama H. Ramli Ishak yaitu SERI BANON BIN ANEP.Dan istri ke dua nya yaitu PONIATUN BIN SADIRANYATNO, WARTAWAN LINTAS PENA Serta anak Ramli Ishak yaitu,ERFINA BIN H.RAMLI ISHAK.

H.Mulyadi menjelaskan bahwa wirid Yasin ini untuk memohon kepada Allah supaya doa kita dan niatnya dikabulkan oleh Allah subha nallah Ta’la. Karena surah Yasin adalah Jantung alquran.

Dan selanjutnya untuk lebih mengeratkan silaturahmi dan membudayakan membaca surah Yasin.

Andi anggota wirid Yasin mengatakan bahwa kami melaksanakan wirid Yasin ini setiap malam Jumat. Kami sangat merasakan dengan adanya aktivitas ini tali persaudaraan bertambah Erat.

H.RAMLI ISHAK Mengutarakan ia mengucapkan puji syukur kepada Allah subha nallah Ta’la. Dengan adanya wirid Yasin dikediaman H.MULYADI setiap malam jumat. Saya dapat mengirimkan doa untuk kedua orang tua saya dan keluarga saya.

Saya berharap semoga wirid Yasin ini beraktifitas terus menerus setiap malam Jumat. Ujar nya.

Satpam UNEJ Raih Penghargaan Kapolres Jember untuk Kedua Kalinya

0

JEMBER, redaksi.co – Universitas Jember (UNEJ) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui satuan pengamanan (Satpam) kampus. Atas dedikasi, profesionalisme, serta kontribusinya dalam membantu tugas kepolisian dan menjaga keamanan lingkungan, Satpam UNEJ menerima Piagam Penghargaan dari Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jember.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satpam ke-45 Tahun 2025. Apresiasi ini diberikan sebagai pengakuan atas peran Satpam UNEJ yang dinilai konsisten, responsif, dan berprestasi dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, khususnya di lingkungan kampus.

Capaian ini terasa semakin istimewa karena merupakan penghargaan kedua yang diterima Satpam UNEJ dari Polres Jember. Hal tersebut menegaskan komitmen berkelanjutan Universitas Jember dalam membangun sistem pengamanan kampus yang profesional, humanis, dan senantiasa bersinergi dengan aparat penegak hukum.

Penghargaan tersebut turut mendapat perhatian pimpinan Universitas Jember. Wakil Rektor II Universitas Jember, Prof. Dr. drg. Sri Hernawati, M.Kes., menyampaikan bahwa apresiasi ini mencerminkan peran strategis Satpam dalam menopang kelancaran aktivitas akademik dan kemahasiswaan. Menurutnya, keamanan merupakan fondasi utama bagi terselenggaranya Tridarma Perguruan Tinggi. “Penghargaan ini menunjukkan bahwa Satpam UNEJ telah bekerja secara profesional dan konsisten dalam menjaga lingkungan kampus tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Jember, Mohamad Jazuli, S.H., M.H., menekankan pentingnya sinergi antara Satpam dan seluruh unit kerja di lingkungan kampus. Ia berharap capaian ini dapat menjadi pemacu semangat bagi Satpam UNEJ untuk terus meningkatkan kualitas layanan keamanan demi mendukung kegiatan akademik dan kemahasiswaan secara optimal.

Sementara itu, Komandan Satpam UNEJ, Mahfud, S.A.P., menyambut penghargaan tersebut dengan penuh rasa syukur, namun tetap menegaskan pentingnya menjaga kewaspadaan. Ia menilai bahwa mempertahankan prestasi justru menjadi tantangan tersendiri di tengah dinamika keamanan kampus yang terus berkembang.

“Di satu sisi kami bersyukur atas apresiasi dari pembina kami, Binmas Polres Jember. Namun di sisi lain, penghargaan ini tidak boleh membuat kami lengah atau berpuas diri,” ujar Mahfud saat ditemui di Pos Induk Satpam UNEJ.

Dalam mendukung keamanan lingkungan kampus yang menerapkan sistem terbuka, Satpam Universitas Jember dituntut bekerja ekstra. Berbagai upaya pengamanan terus dilakukan, mulai dari pengamanan selama 24 jam, patroli rutin dengan intensitas yang disesuaikan tingkat kerawanan, respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan, hingga koordinasi aktif antarpetugas di setiap unit kerja dan fakultas. Fokus pengamanan diarahkan pada pencegahan tindak pencurian kendaraan bermotor, helm, serta barang-barang pribadi di area parkir kampus.

Menutup keterangannya, Mahfud berpesan kepada seluruh jajaran Satpam UNEJ agar tidak terlena dengan penghargaan yang diraih dua tahun berturut-turut tersebut. Ia berharap apresiasi dari Kapolres Jember justru menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kinerja dan kewaspadaan.

“Jangan sampai penghargaan ini menumbuhkan rasa sombong. Jadikanlah sebagai cambuk untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kewaspadaan dalam melindungi seluruh sivitas akademika, agar mahasiswa dan dosen dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan tertib,” pungkasnya.

Reporter: Sofyan

Unit Reskrim Polsek Salapian Ungkap Kasus Penganiayaan di Desa Ujung Teran

0

Langkat —redaksi.co

Komitmen Polres Langkat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali dibuktikan. Unit Reskrim Polsek Salapian berhasil mengungkap kasus tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Desa Ujung Teran, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi telah mengamankan dua orang yang diduga pelaku dari total enam orang yang diduga terlibat dalam peristiwa penganiayaan tersebut. Salah satunya berinisial EPB alias Betmen, yang berhasil diamankan pada Rabu, 14 Januari 2026, di wilayah Kecamatan Salapian.

Saat hendak diamankan, EPB sempat berusaha melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor. Namun berkat kesigapan dan respons cepat personel Unit Reskrim Polsek Salapian, upaya tersebut berhasil digagalkan dan yang bersangkutan diamankan tanpa menimbulkan gangguan kamtibmas lanjutan.

 

Selanjutnya, EPB dibawa ke Mapolsek Salapian bersama barang bukti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolsek Salapian IPTU Bima Prakasa menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait peristiwa penganiayaan yang dialami korban Faisal Adhitama.

“Berdasarkan keterangan pelapor, kejadian terjadi pada Selasa, 2 Desember 2025 sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu korban berada di salah satu warung di Simpang Glugur,” jelas IPTU Bima. Kamis (15/1/26)

Ia memaparkan, pada saat kejadian, datang sebuah mobil yang dikendarai oleh seorang pria berinisial AE alias D bersama EPB alias Betmen. Setelah sempat berkomunikasi dengan korban dan meninggalkan lokasi, para pelaku kembali dan melakukan penyerangan.

“Korban ditarik secara paksa dan diserang menggunakan senjata tajam jenis parang panjang. Serangan diarahkan ke kepala, namun ditangkis korban dengan tangan kiri sehingga menyebabkan luka pada jari. Selanjutnya korban kembali diserang pada bagian lengan dan punggung, sementara beberapa orang lainnya melakukan pemukulan dengan tangan kosong,” ungkap Kapolsek.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

IPTU Bima Prakasa menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya telah mengamankan AE alias D pada 2 Desember 2025. Selain itu, Polsek Salapian juga telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) Nomor: DPO/18/XII/2025/Reskrim.

“Saat ini, kami telah berhasil mengamankan dua orang yang diduga pelaku. Identitas empat orang lainnya telah kami dapatkan dan saat ini masih dalam pengejaran. Kami akan terus melakukan upaya maksimal hingga seluruh yang diduga terlibat dapat diamankan,” tegas IPTU Bima.

Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa Polres Langkat berkomitmen penuh dalam menindak setiap bentuk kekerasan yang meresahkan masyarakat.

“Setiap tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan warga tidak akan kami toleransi. Penegakan hukum kami lakukan secara tegas, profesional, dan berkeadilan,” tegas Kapolres.

AKBP David menjelaskan bahwa penanganan perkara dilakukan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pada upaya menjaga stabilitas keamanan dan kepercayaan publik.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan hukum, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ini adalah bentuk tanggung jawab Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Kapolres Langkat juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah memberikan informasi kepada kepolisian.

“Sinergi antara masyarakat dan Polri menjadi kunci utama terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. Kami mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dan tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan,” pungkasnya.

Polres Langkat memastikan akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Langkat.

M.ilyas

Dukung Konektivitas dan Ekonomi Daerah, Pertamina Hadirkan Layanan Avtur di Jember

0

JEMBER, redaksi.co – PT Pertamina Patra Niaga resmi memperkuat ekosistem penerbangan di Kabupaten Jember melalui penyediaan layanan pengisian bahan bakar pesawat udara (Avtur) di Bandara Notohadinegoro. Langkah strategis ini menjadi wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendukung peningkatan konektivitas udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Jawa Timur bagian timur.

Dalam kunjungannya ke Bandara Notohadinegoro, Kamis (15/1/2026), Eksekutif General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatim Bali Nusra, Iwan Yudha Wibawa, menegaskan bahwa kehadiran layanan Avtur tersebut merupakan respons cepat atas kebutuhan daerah serta dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Gus Fawait, dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Pertamina Patra Niaga senantiasa hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di Kabupaten Jember. Bandara Notohadinegoro kini membutuhkan layanan Avtur yang berkelanjutan, dan kami siap menyiapkan sumber daya terbaik guna menopang perkembangan sektor penerbangan di daerah ini,” ujar Iwan kepada awak media.

Pada tahap awal operasional, Pertamina telah menyiagakan infrastruktur pengisian bahan bakar yang memadai untuk melayani jadwal penerbangan yang tersedia. Iwan merinci, fasilitas tersebut meliputi satu unit refueller, satu unit troli dispenser, serta satu unit bridger guna memastikan proses distribusi Avtur berjalan aman dan lancar.

“Kapasitas tangki yang kami siapkan mencapai 16 ribu liter. Dengan rata-rata kebutuhan sekitar 3 ribu liter per penerbangan, fasilitas ini sangat mencukupi untuk melayani beberapa jadwal penerbangan dalam satu hari,” jelasnya.

Dari sisi rantai pasok, Iwan memastikan ketersediaan Avtur di Bandara Notohadinegoro berada dalam kondisi aman dan terkendali. Pasokan bahan bakar didukung oleh dua titik suplai utama, yakni Depot Aviasi Juanda Surabaya dan Banyuwangi.

“Dengan dukungan dua depot tersebut, kami memastikan pasokan Avtur ke Jember dalam kondisi aman dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kehadiran layanan bahan bakar pesawat ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Jember. Bupati Jember, Gus Fawait, yang turut hadir dalam peninjauan tersebut, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Pertamina. Menurutnya, ketersediaan Avtur langsung di bandara akan meningkatkan daya saing Bandara Notohadinegoro dan membuka peluang masuknya maskapai untuk menghadirkan rute-rute penerbangan baru.

Lebih lanjut, Iwan Yudha Wibawa menegaskan bahwa kehadiran Pertamina di Jember tidak semata berorientasi pada keuntungan bisnis, melainkan juga sebagai bagian dari peran aktif perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami melihat potensi Jember ke depan sangat besar. Fokus kami adalah mengawal program pemerintah dan memenuhi kebutuhan masyarakat melalui layanan Avtur yang andal. Apabila ke depan terjadi peningkatan frekuensi penerbangan, kami membuka peluang penambahan armada refueller, bahkan tidak menutup kemungkinan pembangunan Depot Aviasi permanen di Jember,” pungkasnya.

Dengan kepastian layanan pengisian bahan bakar pesawat ini, Bandara Notohadinegoro diharapkan kembali bergairah serta mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat Jember dan wilayah sekitarnya.

Reporter: Sofyan

Trailer dan Poster “Titip Bunda di Surga-Mu” Diluncurkan, Angkat Hangatnya Pelukan Keluarga

0

Redaksi.co, Jakarta | Film drama keluarga Titip Bunda di Surga-Mu resmi merilis official trailer dan poster dalam konferensi pers yang digelar di Metropole XXI, Jakarta, Rabu (15/1). Film hasil kolaborasi RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures.

Official poster menampilkan visual intim sosok Ibu Mozza (Meriam Bellina) yang tertidur bersama keluarganya dalam pelukan hangat. Gambar tersebut merepresentasikan tema utama film: rasa aman, kelekatan, dan cinta ibu yang tanpa syarat.

Sutradara Hanny R. Saputra menyebut film ini sebagai karya yang sangat personal baginya. “Film ini sangat dekat dengan saya secara emosional. Kehangatan dalam pelukan seorang bunda dan kebersamaan keluarga adalah memori yang sangat kuat, dan itulah yang ingin kami bagikan lewat film ini. ‘Titip Bunda di Surga-Mu’ adalah tentang cinta yang sering kita anggap selalu ada, sampai suatu hari kita sadar betapa berharganya,” ujarnya.

Sementara itu, official trailer memperlihatkan konflik tiga bersaudara Alya (Acha Septriasa), Adam (Kevin Julio), dan Azzam (Abun Sungkar) yang terjebak masalah ekonomi dan jarak emosional dengan keluarga. Keputusan nekat yang mereka ambil menjadi titik balik yang memaksa ketiganya menghadapi konsekuensi besar serta menafsir ulang makna keluarga.

Film ini juga menandai transformasi peran Meriam Bellina yang tampil sebagai Bunda Mozza, sosok ibu penuh kelembutan. “Ini peran yang sangat berbeda untuk saya. Biasanya saya dikenal lewat karakter antagonis, tapi di film ini saya menjadi seorang bunda. Ceritanya sangat membekas, karena ‘Titip Bunda di Surga-Mu’ mengingatkan kita semua akan pentingnya pulang, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara emosional, kepada keluarga,” kata Meriam.

Diadaptasi dari novel karya Dono Indarto dan Zora Vidyanata yang juga menulis skenario film ini turut dibintangi Ikang Fawzi, Zora Vidyanata, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, dan Asri Welas.

Kepala SDN 02 Wringinagung Dengan Sabar Dampingi Anak Berkebutuhan Khusus

0

JEMBER, redaksi.co – Tak ada kata menyerah bagi Eni Khusniyah, Kepala Sekolah SDN 02 Wringinagung, Kecamatan Jombang Kabupaten Jember. Di tengah padatnya tugas sebagai pimpinan sekolah, ia tetap sabar dan konsisten mengabdikan diri demi memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang setara.

Selain menjalankan peran sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, pemimpin, inovator, dan motivator, Eni Khusniyah juga turun langsung mengajar dua siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh, sejalan dengan visi dan misi sekolah.

SDN 02 Wringinagung sendiri merupakan sekolah inklusi, yang membuka ruang bagi siswa berkebutuhan khusus untuk belajar bersama siswa lainnya. Saat ini terdapat empat siswa ABK dengan kondisi yang beragam. Sebagian sudah dapat mengikuti pembelajaran di kelas reguler, sementara yang lain masih memerlukan bimbingan khusus di luar kelas.

“Kalau anak belum bisa dilepas di kelas, maka kami lakukan pendampingan khusus. Kami menyesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing anak,” ujar Eni Khusniyah saat ditemui diruangannya pada hari kamis 15 Januari 2026

Dari keterangan Eni Jenis kebutuhan khusus yang ditangani meliputi ADHD, disabilitas intelektual, tuna rungu, dan tuna wicara. Salah satu siswa dengan disabilitas intelektual secara usia seharusnya duduk di kelas tiga, namun usia mentalnya masih setara anak TK, bahkan di bawahnya. Kondisi tersebut menuntut pendampingan ekstra dan pendekatan pembelajaran yang sangat personal.

Menurut Eni, dalam membimbing anak-anak berkebutuhan khusus, guru tidak bisa memaksakan standar kemampuan seperti pada siswa reguler. “Kami harus menurunkan ego dan cara pandang kami. Tidak bisa menuntut anak harus cepat pintar, cepat membaca, atau cepat memahami. Yang terpenting adalah mengikuti ritme perkembangan anak,” jelasnya.

Pendekatan tersebut telah dijalankan selama dua tahun terakhir dan mulai menunjukkan hasil positif. Salah satu siswa ABK bernama Finaldo, kini sudah mampu menulis dengan lebih rapi, menceritakan gambar, menghafal hitungan, serta mengikuti gerakan dalam kegiatan olahraga dan senam. Aktivitas tersebut dinilai sangat membantu dalam merangsang kecepatan berpikir dan perkembangan motorik anak.

Selain Finaldo, terdapat pula seorang siswa perempuan yang mengalami trauma, yang juga mendapatkan perhatian dan pendampingan khusus dari pihak sekolah.

Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan inklusi bukan sekadar konsep, melainkan praktik nyata yang membutuhkan kesabaran, empati, dan dedikasi tinggi. Bagi Eni Khusniyah, keberhasilan sekecil apa pun dari anak-anak tersebut adalah pencapaian besar yang patut diperjuangkan.

Reporter: Sofyan.

Eksekusi PN Fakfak Diprotes Kuasa Hukum, Dinilai Langgar Prosedur dan Kawasan Cagar Alam

0

FAKFAK, Redaksi.co — Kuasa hukum pihak tereksekusi, Carles Darwin Rahangmetan, melayangkan protes keras terhadap pelaksanaan eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Fakfak, Kamis, 15/01/2026. Ia menilai proses eksekusi tersebut mengandung cacat hukum dan tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Carles Darwin Rahangmetan, terdapat sejumlah pelanggaran mendasar dalam pelaksanaan eksekusi yang seharusnya tidak dapat dibenarkan dalam penegakan hukum.

“Pelaksanaan eksekusi ini kami nilai cacat secara hukum,” tegas Carles dalam keterangannya kepada media.

Ia menjelaskan, cacat pertama terletak pada tidak sampainya surat pemberitahuan pelaksanaan eksekusi kepada pihak tereksekusi. Menurutnya, hal tersebut merupakan pelanggaran prosedur dan bertentangan dengan asas due process of law yang menjamin hak para pihak dalam proses peradilan.

“Surat pemberitahuan eksekusi tidak pernah diterima oleh pihak tereksekusi dalam hal ini Donatus Nimbitkendik sebagai person bukan sebagai pejabat negara. Ini jelas pelanggaran prosedur,” ujarnya.

Cacat kedua, lanjut Carles, adalah tindakan Pengadilan Negeri Fakfak yang memanggil pihak KonserfasSDA untuk dimintai kesediaan menutup papan nama yang berada di lokasi sengketa. Padahal, KSDA bukan merupakan pihak yang berperkara dalam perkara tersebut.

“Putusan pengadilan hanya mengikat para pihak yang berperkara. KSDA bukan pihak dalam perkara ini, sehingga pemanggilan dan permintaan tersebut tidak memiliki dasar hukum,” tegasnya.

Sementara itu, cacat ketiga yang disoroti adalah status objek sengketa yang berada di dalam kawasan cagar alam dan perlindungan satwa. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan wilayah yang dilindungi oleh hukum dan memiliki fungsi ekologis penting bagi masyarakat Fakfak.

“Objek sengketa berada di kawasan cagar alam dan perlindungan satwa. Ini bukan hanya soal tanah, tetapi juga soal perlindungan lingkungan, sumber mata air, dan habitat satwa yang dilindungi,” jelas Carles.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menghalangi pelaksanaan eksekusi, namun menolak eksekusi yang dilakukan dengan cara melanggar hukum dan mengabaikan status kawasan konservasi.

“Penegakan hukum tidak boleh dilakukan dengan cara melanggar hukum. Kami hormat pada putusan pengadilan, tetapi pelaksanaannya harus sesuai hukum,” pungkasnya.

Biaya Kegiatan Kelas VI Capai Ratusan Ribu, Wali Murid Merasa Terbebani

0

JEMBER, redaksi.co – Rincian anggaran pelaksanaan kegiatan Kelas VI Tahun Pelajaran 2025–2026 yang beredar di kalangan wali murid di Kencong menuai pertanyaan. Dokumen tersebut memuat sejumlah komponen biaya yang disebut sebagai “yang harus dibayar siswa”, dengan nominal mencapai ratusan ribu rupiah per peserta didik.

Dalam dokumen bertajuk Rincian Anggaran Pelaksanaan Kegiatan Kelas 6 (AM, Semester, Try Out, Praktik, Akhirussanah) itu, tercantum berbagai pos pembiayaan, mulai dari bimbingan belajar, biaya ujian semester dan asesmen, buku LKS, penulisan dan foto ijazah, hingga kegiatan wisata rohani dan akhirussanah.

Total anggaran keseluruhan tercatat mencapai Rp49 juta untuk 49 siswa. Sementara itu, pada bagian akhir dokumen

disebutkan bahwa setiap siswa dibebankan biaya sebesar Rp1.000.000, dikurangi subsidi BOS Rp50.000, sehingga “yang harus dibayar siswa” menjadi Rp950.000. Dalam catatan tulisan tangan pada dokumen tersebut, nominal itu kembali dikoreksi menjadi Rp750.000 dengan alasan pengurangan biaya tertentu.

Sejumlah wali murid menilai rincian anggaran tersebut kurang transparan dan berpotensi menimbulkan beban tambahan bagi orang tua. Mereka mempertanyakan dasar penetapan pungutan, terutama pada item yang selama ini dipahami sebagai bagian dari pembiayaan operasional sekolah.

“Beberapa item seperti ujian, administrasi kelulusan, hingga buku pembelajaran seharusnya sudah dibiayai melalui dana BOS. Kami hanya ingin ada kejelasan dan keterbukaan,” ungkap salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pengamat kebijakan pendidikan menjelaskan bahwa Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada prinsipnya digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional pendidikan, termasuk kegiatan pembelajaran, pelaksanaan ujian, pengadaan bahan ajar, serta administrasi kelulusan peserta didik. Oleh karena itu, pembebanan biaya kepada wali murid untuk komponen-komponen tersebut dinilai perlu dikaji secara cermat agar tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

“Dalam aturan BOS ditegaskan bahwa sekolah tidak dibenarkan melakukan pungutan wajib kepada peserta didik atau wali murid untuk membiayai kegiatan yang seharusnya ditanggung dana BOS. Jika pun ada kontribusi dari wali murid, sifatnya harus sukarela, tidak ditentukan nominalnya, dan tidak bersifat mengikat,” ujar seorang pemerhati pendidikan.

Sementara itu, awak media redaksi.co telah berupaya menemui Kepala Sekolah MI yang bersangkutan, Saifudin, guna meminta klarifikasi terkait rincian anggaran tersebut. Namun saat didatangi, yang bersangkutan tidak berada di sekolah. Upaya konfirmasi lanjutan melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan respons.

Wali murid berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan, sekaligus meluruskan informasi yang beredar, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman serta keresahan di tengah masyarakat.

Reporter: Sofyan

KPA: Reforma Agraria Prabowo-Gibran 2025 “Tancap Gas di Jalur yang Salah”

0

Redaksi.co, Jakarta | Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika menilai kebijakan reforma agraria pemerintahan Prabowo-Gibran sepanjang 2025 masih berjalan di jalur yang keliru. Hal itu disampaikan Dewi dalam diskusi publik peluncuran Catatan Akhir Tahun 2025 KPA bertajuk “Tancap Gas di Jalur yang Salah: Paradoks Kebijakan Agraria Prabowo-Gibran 2025” di Restoran Tjikini Lima, Jakarta, Kamis (15/1).

Menurut Dewi, capaian reforma agraria masih didominasi pendekatan sertifikasi tanah tanpa menyentuh akar persoalan ketimpangan penguasaan tanah dan konflik agraria.

“Reforma agraria direduksi menjadi bagi-bagi sertifikat, padahal ketimpangan dan konflik agraria terus meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan agraria juga kalah cepat dibanding pemberian konsesi skala besar kepada korporasi. “Alih-alih menyelesaikan konflik dan memulihkan hak rakyat, negara justru lebih agresif memperluas konsesi tanah,” kata Dewi Kartika.

KPA mendesak pemerintah melakukan koreksi menyeluruh dengan memprioritaskan redistribusi tanah, penyelesaian konflik agraria, serta membentuk lembaga khusus reforma agraria yang dipimpin langsung oleh Presiden agar agenda pembaruan agraria benar-benar berpihak pada petani dan masyarakat adat.