Senin, Maret 23, 2026
Beranda blog Halaman 65

Bupati Dan Wakil Bupati Aceh Barat Serta Unsur Terkait Kunjungi Lokasi Sekolah Rakyat Di Kecamatan Meureubo

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM bersama Wakil Bupati, Sekda dan sejumlah unsur terkait melakukan kunjungan lapangan ke lokasi lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Gampong Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo pada Sabtu 31/1/2026

Tarmizi mengatakan, kunjungannya bersama Wakil Bupati dan Sekda ke lokasi lahan Sekolah Rakyat tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung aktivitas yang saat ini sedang dilakukan di lahan yang rencananya akan dibangun SR itu.

“Kita sudah lihat tadi aktivitas di lapangan sedang dibuat jalan, kemudian juga untuk rencana penimbunan, secara lahan administrasi sudah selesai semuanya. Lahan kita sudah bersertifikat tinggal timbunan,” kata Tarmizi.

Tarmizi berharap, pembangunan SR di Kabupaten Aceh Barat masuk dalam tahap kedua yang rencananya akan dibangun pada Oktober tahun ini bersamaan dengan 100 kabupaten lainnya di Indonesia.

“Kalau tidak ada kolaborasi dan gotong royong dari semua pihak tentu Pemda tidak akan memiliki cukup anggaran untuk penimbunan lahan SR. Kita sudah menganggarkan Rp 2 miliar lebih sebagai bentuk keseriusan kita dalam persiapan, tapi untuk timbunan perlu kolaborasi dengan perusahaan menggunakan dana CSR,” katanya.

Beberapa waktu lalu kata Tarmizi , dirinya telah bertemu dengan Menteri Sosial (Mensos), dia meminta jika bisa dan memungkinkan pembangunan SR di kabupaten lain yang saat ini belum memenuhi persyaratan dialihkan ke Aceh Barat.

“Itu lagi dikaji sekarang apa bisa atau tidak, karena ada sekolah rintisan, proses administrasinya kan harus pindah guru dan murid, ribet memang tetapi kita akan terus berikhtiar, kalau bisa nantinya kita akan masuk dalam tahap satu untuk pembangunan SR,” ujar Tarmizi ***”

Ciletuh Alam Indah, Anugerah Allah Pada Warga Sukabumi

0

Oleh : Opik Ketua GPI Kab.Sukabumi

Sukabumi, Redaksi.Co || Ciletuh adalah nama sebuah tempat yang lokasinya berada di desa cibenda kecamatan ciemas kabupaten sukabumi, Jawa barat Indonesia .

Ciletuh sendiri merupakan sebuah tempat yang sangat luar biasa karena selain pemandangannya yang sangat memukau juga terdapat 3 waterpall atau warga sekitar menebutnya curug yang dalam bahasa Indonesia berarti air terjun ,yang sangat indah.

Curug yang paling hulu dinamakan curug awang, sesuai dengan namanya awang berarti tinggi, curug ini memang memiliki ketinggian sekitar 40 m, lebar 60 m, selain itu keadaan alam yang mengelilingi curug ini juga sangat memanjakan indra penglihatan, sehingga tidak berlebihan jika banyak orang yang berkunjung ke sana menyebut kawasan ini sebagai amazon Asia.

Kekayaan alam yang melimpah seperti ikan yang terdapat di sungai yang masih alami dan terpelihara dengan baik, di kawasan ini masyarakat bisa menangakap ikan yang sangat melimpah dengan cara dipancing, atau orang sunda menyebutnya dengan nguseup.

Curug yang kedua dinamakan curug tengah, sesuai dengan namanya curug ini terletak di tengah diantara curug yang pertama dan yang terakhir, curug ini juga memiliki keistimewaan yang tidak berkurang dari curug awang, secara lingkungan pendukung, curug ini memiliki keindahan yang sangat memukau, hutan di sepanjang aliran sungai yang masih alami, keaneka ragaman hayati, plora dan pauna, berbagai jenis tanaman kayu-kayu langka bisa ditemui disana, juga binatang- binatang seperti kera, lutung ( oa dalam bahasa sunda ), masih banyak terdapat disana. Pada musim kemarau air sungai di tempat ini sangat tenang dan jernih sama halnya dengan curug awang sehingga memungkinkan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung untuk berenang di sana.

Curug yang terakhir ini yang paling Istimewa, curug ini dinamakan dengan curug puncakmanik, sesuai dengan namanya puncak berarti tertinggi curug ini memang yang paling tinggi diantara curug – curug yang lainnya.curug ini bertahap seperti tangga yang menambah keistimewaannya, kondisi alam yang masih sangat alami ditambah dengan disebelah selatan curug ini terdapat kebun kelapa masyarakat yang terawat dan berbuah lebat, sehingga memungkinkan pengunjung untuk menikmati air buah kelapa segar.

Disamping itu masyarakat sekitar ada sebagian yang bermatapancaharian sebagai produsen gula kelapa, atau orang sunda menyebutnya tukang sadap, gula di tempat ini sangat istimewa karena diproduksi dengan cara alami, tanpa bahan kimia sehingga mutu dan kesehatanny terjamin, pengunjung juga bisa menikmati cimlung kelapa atau ada juga cimplung ubi, makanan khas warga sekitar yang sangat enak dan menyehatkan, cara membuatnyapun sangat mudah dan sederhana, cukup dengan mengupas ubi atau daging kelapa, kemudian di masukan (cimplungkan dalam bahasa sunda ) kedalam olahan aren kelapa yang sedang mendidih setelah beberapa saat diangkat lalu di tiriskan, maka jadilah rebusan daging kelapa atau rebusan ubi berbalut gula murni.

Selain keindahan alam sepanjang aliran sungai ciletuh ini yang paling menarik dan sangat berharga adalah bebatuan yang terdapat di sana. Batu tertua dipulau jawa terdapat di kawasan ciletuh ini batu ini menjadi objek penelitian para ahli geologi dari berbagai belahan dunia juga para ahli geologi domestic. Salah satu batu yang paling menarik adalah batu Ukir bentuknya sangat indah seperti ukiran batik yang menjadi budaya bangsa Indonesia, batu ini terbentuk sekitar 2,5 juta tahun yang lalu, akibat dari pergeseran lempeng bumi, yang mengakibatkan keluarnya lahar panas dari dalam perut bumi dan menghancurkan bebatuan di wilayah ini, seiring dengan waktu berjalan dan dengan reaksi alam maka bebatuan ini terbentuk kembali.

Masih banyak jenis bebatuan yang terdapat disana yang terbantuk oleh gejala alam pada jutaan tahun yang lalu, hal inilah yang menarik para peneliti untuk mempelajari dan meneliti bebatuan purba ini.

Kawasan ini berada di ujung desa cibenda di pelosok pedesaan yang masih asri, untuk mengakses ke kawasan ini memerlukan seseorang yang mengerti dan paham seluk beluk dan lingkungan alam disana hal ini sangat diperlukan untuk menghindari kalau kalau pengunjung tersesat di tengah kawasan, dan untuk memudahkan pengunjung mengunjungi objek – objek yang di inginkan.
Untuk mengakses kawasan ini bisa langsung mengikuti akses jalan ke desa Cibenda kecamatan ciemas kabupaten sukabumi. Disana pengunjung akan sangat mudah mendapatkan informasi mengenai kawanan Ciletuh ini, pengunjung bisa mendapatkan dengan mudah pemandu wisata yang sangat mengerti dengan lingkungan alam Kawasan Ciletuh.***

Editor : AS

JUMSIH Terus Digelorakan, Kepala Desa Cibenda Kab.Sukabumi Ajak Warga Peduli Lingkungan

0

Sukabumi, Redaksi.Co || Program JUMSIH (Jumat Bersih) terus digelorakan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan, kata Adi Rizwan S.IP Kepala Desa Cibenda Ciemas Kab.Sukabumi, Jumat (30/01/2026).

Kegiatan Jumsih ini di lakukan di setiap kedusunan Se-desa Cibenda wajib setiap hari Jum’at membersihkan lingkungan di laksanakan mulai dari jalan desa, fasilitas umum, hingga area pemukiman, ujar Adi Rizwan.

Adi Rizwan, menyampaikan bahwa JUMSIH bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi juga gerakan membangun budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat, ungkapnya.

“Melalui JUMSIH, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih akan menciptakan desa yang sehat, nyaman, dan asri”.

Program JUMSIH diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi kebiasaan positif warga Desa Cibenda dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan, pungkas Kades Cibenda. (OPK)***

Editor : AS

Alun-alun Desa Cibenda Ciemas Kab.Sukabumi, Ruang Publik Favorit Warga untuk Berolahraga

0

Sukabumi, Redaksi.Co || Taman Desa Cibenda kini menjadi pusat aktivitas warga setiap sore hari. Puluhan masyarakat, mulai dari remaja hingga orang dewasa, tampak memadati area taman untuk berolahraga, khususnya bermain bola voli dan sepak bola, kata Gunawan Novaris Ketua Karang Taruna Desa Cibenda Ciemas, Sabtu (31/01/2026).

Gunawan novaris sebagai ketua karang taruna desa menyampaikan, kegiatan olahraga ini sudah menjadi rutinitas harian warga Desa Cibenda, Selain menjaga kebugaran tubuh, aktivitas tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga, ujarnya.

“Suasana alun-alun pun terlihat hidup dan penuh semangat dengan suara- suara riang orang berolahrga, ungkap Gunawan.

Keberadaan alun-alun Desa Cibenda sebagai ruang terbuka publik memberikan dampak positif bagi masyarakat. Warga tidak hanya memanfaatkan taman sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan olahraga dan gaya hidup sehat, tegas Gunawan.

Kedepannya Gunawan berharap aktivitas positif ini terus berkembang dan mampu melahirkan bibit-bibit atlet desa, sekaligus menjadikan alun-alun desa sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh lapisan masyarakat desa, pungkasnya. (OPK)***

Editor : Abdul Salam

Pemkab Jember Gerak Cepat Benahi MBG, Satgas Turun Langsung Pastikan Makanan Anak Aman dan Layak

0

JEMBER, redaksi.co – Pemerintah Kabupaten Jember tidak tinggal diam menyikapi sorotan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menindaklanjuti viralnya keluhan masyarakat terkait menu makanan yang dinilai tidak layak konsumsi bagi anak-anak, Satgas MBG Kabupaten Jember langsung bergerak cepat dengan melakukan peninjauan lapangan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Umbulsari.

Peninjauan tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ratno C. Sembodo, bersama tim Satgas MBG Kabupaten serta Satgas MBG Kecamatan Umbulsari. Langkah ini merupakan bentuk keseriusan Pemkab Jember dalam menjaga mutu dan keamanan pangan bagi anak-anak penerima manfaat MBG.

Dalam hasil peninjauan, Satgas menemukan adanya ketidaksempurnaan dalam proses pengendalian mutu bahan pangan, khususnya pada menu tempe yang sebelumnya dikeluhkan oleh salah satu sekolah.

“Pihak SPPG mengakui ada tempe yang kualitasnya kurang layak dan sudah disisihkan. Namun pada pelaksanaannya, masih ada yang terdistribusi ke sekolah. Inilah yang kemudian memicu keluhan karena tempe tersebut diduga beraroma asam,” jelas Akhmad Helmi Luqman.

Pemkab Jember menegaskan bahwa temuan tersebut menjadi bahan evaluasi serius. Melalui Satgas MBG Kabupaten dan Kecamatan, pemerintah akan melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkala terhadap seluruh SPPG agar standar kualitas dan keamanan pangan dijalankan secara konsisten.

“Ini bukan sekadar inspeksi. Ini adalah pembinaan berkelanjutan. Quality control harus diperketat sejak bahan pangan diterima, proses pengolahan, hingga penyajian. Anak-anak harus menerima makanan yang segar, aman, dan bergizi,” tegas Helmi.

Dalam pengawasan ke depan, Pemkab Jember akan melibatkan lintas sektor secara menyeluruh, mulai dari pihak kecamatan, puskesmas, tenaga ahli gizi, tenaga kesehatan lingkungan, hingga unsur TNI dan Polri di wilayah. Puskesmas akan berperan strategis sebagai ujung tombak pengawasan dengan keterlibatan aktif tenaga gizi, kesehatan, dan sanitasi.

Helmi menambahkan, keterlibatan penuh Pemkab Jember dalam pengawasan SPPG sejalan dengan regulasi dan arahan pemerintah pusat, termasuk Permendagri serta perintah langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Pengawasan ini wajib dilakukan. Program MBG bukan sekadar administrasi, melainkan menyangkut masa depan anak-anak bangsa. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan program ini berjalan sesuai standar,” ujarnya.

Ke depan, koordinasi antara Satgas MBG Kabupaten dan Satgas Kecamatan akan terus diperkuat guna mencegah kejadian serupa terulang. Pemkab Jember berharap seluruh SPPG semakin terbuka terhadap evaluasi dan pembinaan demi peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan. (Sofyan/Edi).

Lindungi Petani dari Kelangkaan, Kadis Pertanian Jember Aktifkan Pengawasan Pupuk

0

JEMBER, redaksi.co – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si., mengajak seluruh jajaran di lingkungan Dinas Pertanian, mulai dari tingkat kabupaten hingga Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), untuk berperan aktif mengawal serta menghidupkan koordinasi dalam proses pendistribusian pupuk agar benar-benar tepat sasaran (30/01/2026).

Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk berjalan sesuai ketentuan, transparan, serta tidak menimbulkan persoalan di lapangan. Kepala Dinas menegaskan bahwa pupuk merupakan kebutuhan vital bagi petani, sehingga pengawasan harus dilakukan secara ketat dan berjenjang.

“Seluruh jajaran, termasuk PPL yang bersentuhan langsung dengan petani, harus ikut mengawasi proses distribusi pupuk. Pastikan pupuk sampai kepada petani yang terdaftar dan benar-benar membutuhkan,” tegas Drs. Moh. Djamil.

Ia menambahkan, peran PPL sangat strategis karena menjadi ujung tombak pemerintah dalam melakukan pendampingan sekaligus pengawasan di tingkat desa. Dengan keterlibatan aktif PPL, potensi penyimpangan dalam distribusi pupuk diharapkan dapat dicegah sejak dini.

Dinas Pertanian Kabupaten Jember juga mendorong terbangunnya koordinasi yang intensif antara pemerintah daerah, Pupuk Indonesia, distributor, kios pupuk, serta kelompok tani. Sinergi tersebut dinilai penting agar penyaluran pupuk dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.

Melalui pengawalan bersama ini, pemerintah daerah berharap produktivitas pertanian di Kabupaten Jember terus meningkat, sekaligus menjaga kepercayaan petani terhadap program dan kebijakan pemerintah di sektor pertanian.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Account Executive (AE) Pupuk Indonesia wilayah Jember, Slamet Saputra, serta para distributor pupuk di Kabupaten Jember sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengawal distribusi pupuk agar tepat sasaran. (Sofyan/ Edi)

Warga Jagakarsa Gelar Aksi Damai Tolak Party Station di Hotel Kartika One, Soroti Dugaan Izin Bermasalah

0

Jakarta, Redaksi.co— Puluhan warga Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, menggelar aksi damai menolak keberadaan “party station” yang beroperasi di area Hotel Kartika One, Lenteng Agung, Jumat (30/1/2026). Aksi ini melibatkan perwakilan warga dari 22 RT di 2 RW yang menilai tempat tersebut telah menyimpang dari fungsi awal dan meresahkan lingkungan sekitar.

Warga menilai aktivitas di lokasi itu tidak hanya bertentangan dengan norma sosial, agama, dan budaya masyarakat, tetapi juga diduga kuat bermasalah secara administratif, Menjelang bulan suci Ramadan, penolakan ini semakin menguat karena warga menganggap keberadaan tempat tersebut berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan keresahan sosial.

Salah satu tokoh masyarakat, H. Fauzi, menyampaikan bahwa lokasi tersebut telah berubah menjadi pusat aktivitas yang tidak sejalan dengan nilai-nilai masyarakat setempat.

“Yang terjadi bukan sekadar hiburan,Ada peredaran minuman keras, aktivitas malam hari yang tidak sehat, dan pergaulan yang meresahkan. Warga tidak bisa menerima kampungnya dijadikan tempat seperti itu,” ujarnya.

Selain aspek moral dan sosial, warga juga menyoroti persoalan legalitas,Pengurus lingkungan menyebutkan bahwa hingga kini tidak ditemukan izin operasional resmi dari tingkat RT, RW, maupun kelurahan. Bahkan, berdasarkan hasil konfirmasi warga kepada aparatur wilayah, tempat tersebut diduga belum mengantongi izin usaha yang sah.

“Secara administratif ini bermasalah, Tidak ada izin lingkungan dan tidak ada persetujuan warga, Kami sudah konfirmasi ke aparat wilayah, dan informasinya jelas: izin belum ada,” ungkap salah satu pengurus RW.

Warga juga mengungkap bahwa lokasi tersebut sebelumnya beberapa kali berganti nama usaha,Namun menurut mereka pergantian nama tidak mengubah pola aktivitas yang dinilai meresahkan masyarakat,Hal ini justru memperkuat kecurigaan warga bahwa praktik yang terjadi tetap sama.

Penolakan ini mendapat dukungan luas dari tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, serta warga lintas RT dan RW, Mereka menilai keberadaan tempat tersebut berpotensi berdampak negatif terhadap generasi muda dan ketenteraman lingkungan.

Dalam tuntutannya, warga meminta pemerintah daerah, aparat kelurahan, kecamatan, hingga Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk segera melakukan penindakan tegas dan penutupan lokasi tersebut karena terbukti melanggar aturan.

“Kami memilih jalur damai dan konstitusional,Tapi jika ini dibiarkan akan menjadi preseden buruk,Warga sepakat meminta penutupan permanen, apalagi menjelang Ramadan,” tegas H. Fauzi selaku kepala perwakilan warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Hotel Kartika One belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan warga.

Sementara itu, warga menegaskan akan terus mengawal proses ini melalui jalur hukum, administratif, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, dan siap melanjutkan aksi apabila tidak ada tindak lanjut nyata dalam waktu yang telah mereka tetapkan.

Dukung Optimalisasi Pelaksanaan APBD, Wakapolda Malut Hadiri Rakorda Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026

0

REDAKSI.CO – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., menghadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026 di Hotel Bella, Ternate, Kamis (29/1) kemarin. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Rakornas pengelolaan keuangan daerah ini dihadiri oleh Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, A. Fatoni, Sekretaris Daerah Provinsi Se-Indonesia, instansi vertikal dan peserta dari kabupaten/Kota se-Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Utara menggarisbawahi tantangan fiskal berat di tahun 2026. Ia menekankan pentingnya perencanaan anggaran yang presisi, mempertahankan program yang berdampak langsung pada penurunan kemiskinan dan stunting, serta meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berperan sebagai pengingat dan pengaman kebijakan agar sesuai aturan.

Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., menekankan fleksibilitas anggaran dalam kondisi darurat dan mendesak. Ia mendorong daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi, revitalisasi BUMD, dan inovasi. Solusi kreatif seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), pemanfaatan Dana CSR, dan pinjaman daerah juga diajukan sebagai alternatif pembiayaan. Dirjen juga menargetkan capaian serapan anggaran yang terukur per triwulan untuk menghindari stagnasi di awal tahun.

Kehadiran Wakapolda Malut Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., dalam forum strategis ini menegaskan komitmen Polri untuk mendukung tata kelola keuangan daerah yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

TPT Plengsengan Oplah di Puger Jadi Penopang Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

0
0-0x0-0-0#

JEMBER, redaksi.co – Program Optimalisasi Lahan (Oplah) melalui pembangunan TPT plengsengan di wilayah Wargo Mulya 6, Kelompok Tani (Poktan) Sutikno, Dusun Kalimalang, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional (30/01/2026).

Bangunan TPT plengsengan tersebut terbukti sangat bermanfaat dalam memperbaiki sistem irigasi pertanian. Saat ini, saluran irigasi mampu mengaliri lahan seluas 77,64 hektare, meningkat signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya yang hanya mampu mencukupi sekitar 50 persen kebutuhan air.

Ketua Poktan Sutikno menjelaskan, sebelum adanya program oplah, keterbatasan air menjadi kendala utama petani dalam mengelola sawah. Akibatnya, penanaman padi tidak bisa dilakukan secara maksimal dan tidak serentak.

“Dengan adanya bangunan TPT plengsengan ini, aliran air menjadi stabil dan merata. Sekarang petani bisa menanam padi hingga tiga kali dalam setahun, dan penanaman dapat dilakukan secara serentak,” ujarnya.

0-0x0-0-0#

Poktan Sutikno yang membawahi 180 anggota kini mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Penanaman serentak juga mempermudah pengendalian hama dan penyakit tanaman, sehingga hasil panen lebih optimal dan efisien.

Para petani menilai, keberhasilan program oplah ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap ketersediaan pangan, khususnya komoditas padi, di tingkat daerah dan nasional.

Atas manfaat besar tersebut, petani Dusun Kalimalang menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Kementerian Pertanian, serta Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Fawait, yang telah menghadirkan program pembangunan infrastruktur pertanian yang tepat sasaran.

“Program ini sangat membantu petani dan menjadi bagian penting dalam mendukung swasembada pangan. Kami berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah terus berlanjut,” ungkap perwakilan petani.

Pembangunan TPT plengsengan melalui program oplah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan nasional.

Reporter: Sofyan.

Parade Drum Band Fakfak Membara, Irama Semangat Generasi Muda Menggema

0

FAKFAK, Redaksi.co – Semangat generasi muda Fakfak menggema dalam kegiatan Parade Drum Band “Fakfak Membara” yang berlangsung meriah pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP, sebagai bagian dari upaya membangkitkan kreativitas, sportivitas, dan karakter generasi muda di Kabupaten Fakfak.

Dalam sambutannya, Bupati Samaun Dahlan menegaskan bahwa parade drum band bukan sekadar ajang unjuk kemampuan dan kreativitas, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan olahraga seni, khususnya drum band, di Fakfak. Kegiatan ini dinilai sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang menempatkan generasi muda sebagai motor penggerak kemajuan.

“Drum band adalah sarana pembentukan karakter. Di dalamnya tertanam nilai disiplin, kerja sama, kepemimpinan, sportivitas, serta rasa tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita tanamkan kepada anak-anak muda Fakfak,” ujar Bupati.

Parade ini mengusung tema “PDBI Siap Bangkit Bersama Generasi Muda Menuju Fakfak Membara”, yang mencerminkan tekad bersama untuk menjadikan generasi muda sebagai kekuatan utama dalam membangun daerah. Bupati juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Fakfak, para pelatih, official, serta seluruh pihak yang telah berkomitmen membina generasi muda melalui kegiatan positif dan kreatif.

Lebih lanjut, Bupati berharap kegiatan ini dapat melahirkan bibit-bibit unggul atlet dan seniman drum band yang mampu mengharumkan nama Fakfak, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Ia juga menekankan pentingnya menyediakan ruang ekspresi yang sehat bagi anak-anak muda agar terhindar dari pengaruh negatif dan tumbuh menjadi generasi yang membanggakan.

“Jadikan parade ini sebagai motivasi untuk terus berlatih, berprestasi, dan mencintai daerah kita. Fakfak membutuhkan generasi muda yang kuat, kreatif, dan berkarakter,” pesannya.

Di akhir sambutan, Bupati Samaun Dahlan mengucapkan selamat kepada seluruh peserta parade dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dalam membangun Fakfak yang mandiri, sejahtera, aman, dan berdaya saing, berlandaskan keberagaman.

Kegiatan Parade Drum Band Fakfak Membara pun menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi antara pemerintah, organisasi, dan generasi muda terus hidup dan berkembang di negeri pala ini.