Beranda blog Halaman 514

Kapal Nelayan “Sinar” Belum Kembali Sejak Melaut, Polairud Jember Lakukan Pencarian Intensif

0

Jember, redaksi.co – Kapal nelayan tradisional bernama Sinar, yang berangkat dari Pelabuhan Puger, Kabupaten Jember, sejak Jumat (27/6/2025), hingga kini belum kembali. Kapal jenis jaring tradisional tersebut dinahkodai oleh H. Mistawi (64), bersama lima anak buah kapal (ABK).

Keluarga melaporkan hilangnya kapal tersebut ke Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Jember pada Minggu malam (29/6/2025). Menurut keterangan Vira Indayani, putri kandung sang nahkoda, kapal berangkat sekitar pukul 13.00 WIB menuju perairan sekitar Pulau Pager, Kecamatan Tempurejo.

“Biasanya paling lama dua malam sudah kembali. Tapi ini sudah tiga hari tanpa kabar. Kami coba hubungi nomor HP Ayah, tapi tidak aktif,” ungkap Vira.

Kapal Sinar berwarna hijau kombinasi putih itu biasa digunakan untuk menangkap ikan di perairan selatan Jember. Hingga saat ini, seluruh awak kapal belum ditemukan. Mereka adalah: H. Mistawi (nahkoda), Bahroji, Zainul Arifin, Daim, Ahmad Basori

Aiptu Agus Riyanto, PS. Kaur Bin Opsnal Satpolairud Polres Jember, ketika ditemui redaksi.co hari Selasa 01 Juli menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan keluarga dengan melakukan koordinasi lintas instansi. “Kami telah berkoordinasi dengan Basarnas, BPBD, TNI AL, serta para relawan dan komunitas nelayan di wilayah pesisir. Kami juga meminta informasi dari nelayan yang baru kembali dari laut,” jelasnya.

Upaya pencarian difokuskan pada wilayah perairan selatan yang dicurigai menjadi lokasi terakhir kapal tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun awaknya. Para korban diduga hilang kontak sejak Sabtu.

“Kami mengimbau masyarakat pesisir untuk segera melapor jika menemukan petunjuk terkait kapal Sinar. Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, agar tidak menimbulkan keresahan,” tegas Aiptu Agus.

Pihak kepolisian terus melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi di lapangan, sembari menunggu perkembangan lebih lanjut dari tim gabungan. (Sofyan)

Sinergitas Dari Kodim 0105/Abar di HUT Polri ke-79, Dandim Berikan Tumpeng Kepada Kapolres

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Dandim 0105/Abar Letkol Inf Hendra Mirza, S.E., M.Si., bersama unsur Forkopimda lainnya menghadiri Upacara HUT Bhayangkara ke – 79 yang digelar di Lapangan Mapolres Aceh Barat berlokasi di Jalan Swadaya Desa Drien Rampak Kecamatan Johan Pahlawan, Selasa ,1/7/2025

Rangkaian Upacara yang mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat”, ini dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., yang juga sekaligus membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Tema yang diangkat merupakan bagian dari tekad Polri mendukung program – program pemerintah, memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat dan sekaligus sebagai sarana meningkatkan kepedulian, kebersamaan dan sinergitas, bukan hanya sesama Anggota Polri, melainkan juga dengan unsur TNI, instansi dan lembaga terkait, Pemda dan juga seluruh elemen masyarakat.

“Dalam mendorong kemandirian bangsa dan mendukung terwujudnya cita – cita mulia untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, maka Polri telah mentargetkan penanaman Jagung 1 Juta Hektar dengan estimasi hasil panen mencapai 4 s/d 10 Juta Ton. Sampai saat ini terdapat 445,6 Ribu Hektar lahan siap tanam dan 922,7 Ribu Hektar lahan perhutanan sosial dalam tahap verifikasi”, kutip Kapolres

Pada momen baik ini, Kapolri mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan Bapak Presiden dan Wakil Presiden RI, anggota DPR/DPD RI, Kementerian, Lembaga TNI, Pemda, mitra kerja, para tokoh, ulama, pemuka agama, ormas, OKP, buruh, NGO, aktivis mahasiswa, rekan – rekan media serta seluruh elemen masyarakat.

Usai rangkaian kegiatan, sebagai wujud nyata sinergitas TNI – Polri, Dandim 0105/Abar Letkol Inf Hendra Mirza, S.E., M.Si., memberikan surprise atau kejutan berupa Nasi Tumpeng kepada Kapolres beserta jajaran.

Tak sampai disitu, Dandim juga langsung memotongkan Nasi Tumpeng sekaligus menyuapi Kapolres. Pemandangan hangat ini sangat mengharukan dan menganalogikan bahwa Pucuk Pimpinan TNI – Polri di Aceh Barat sangat solid dan harmonis bak kakak adik kandung.

Bukan hanya ucapan selamat, Dandim juga bermunajat semoga Polri semakin profesional dalam membimbing dan mengayomi masyarakat sesuai take line “Polri Untuk Masyarakat”.

“Demi mewujudkan slogan tersebut, maka dalam menjalankan tugasnya Polri harus mengedepankan sikap humanis dan harmoni sehingga makin dicintai masyarakat. Kami atas nama Kodim 0105/Abar mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke – 79 Tahun dan kami akan siap mendukung serta bersinergi dalam menjaga keutuhan NKRI dan kemajuan Aceh Barat”, tegas Dandim ****

Pelaporan Bupati Aceh Barat Oleh PT.Mifa Memicu Gelombang Protes Keras Dari Masyarakat

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Tindakan PT Mifa Bersaudara, salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Aceh Barat, yang melaporkan Bupati Aceh Barat ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) telah memicu gelombang kecaman luas dari berbagai kalangan di daerah itu.

Protes keras terus bermunculan dari berbagai pihak ,menandai penolakan terhadap langkah hukum yang dinilai mencederai martabat pemerintah daerah.

Laporan ini tidak hanya memicu reaksi dari masyarakat umum, tetapi juga dari tokoh-tokoh pemuda, aparatur desa (gampong), dan elemen masyarakat lainnya.

Mereka menilai tindakan perusahaan ini sebagai bentuk pembangkangan terang-terangan terhadap pemerintah daerah, yang merupakan pemegang mandat tertinggi di Aceh Barat.

Kecaman dan kritikan juga datang dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat dari Fraksi Partai Aceh (PA), Tarmizi Satar, S.E., turut angkat bicara dan mengecam keras tindakan PT Mifa. dikutip dari Liputanone Senin 30/6/2025

Langkah perusahaan tersebut ,sebut dia , sperti menunjukkan ketidakhormatan terhadap budaya musyawarah yang selama ini menjadi landasan utama penyelesaian konflik di Aceh.

“Kabupaten Aceh Barat memiliki tradisi kuat dalam menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan mufakat. Sebagai perusahaan yang mencari keuntungan di bumi Aceh Barat ini, sudah seharusnya PT Mifa menghargai nilai-nilai tersebut, bukan malah memicu konflik dengan menyeret pemimpin daerah ke ranah hukum,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa pelaporan Bupati ke Mabes Polri adalah insiden luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah hubungan antara perusahaan dan pemerintah daerah di Aceh.

“Ini preseden buruk. Tindakan ini mencerminkan bahwa pihak perusahaan tidak mengindahkan etika komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah. Ini bukan hanya persoalan hukum, tapi menyentuh aspek martabat dan kehormatan daerah,” lanjutnya.

Ia menekankan pentingnya menghormati kekhususan Aceh terkait adat istiadat. Menurutnya, setiap interaksi bisnis harus selaras dengan nilai-nilai lokal.

“Kami tidak alergi investasi, tetapi perusahaan harus paham bahwa adat dan budaya lokal adalah fondasi kedamaian dan keharmonisan di daerah ini,” pungkas Tarmizi Satar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Mifa Bersaudara terkait gelombang kecaman dari berbagai elemen masyarakat yang terus menguat.

Desakan publik agar PT Mifa mencabut laporannya dan meminta maaf secara resmi kepada pemerintah serta seluruh masyarakat Aceh Barat semakin meningkat.

Masyarakat berharap gejolak ini dapat diselesaikan dengan mengedepankan kearifan lokal, bukan dengan ego korporasi****

PLN DIDUGA SEMBUNYIKAN DATA LISTRIK LOMBOK BARAT, KETUA LSM EDUKASI CURIGA ADA KORUPSI!

0

PLN DIDUGA SEMBUNYIKAN DATA LISTRIK LOMBOK BARAT, KETUA LSM EDUKASI CURIGA ADA KORUPSI!

 

Lombok Barat | Redaksi.co – Media Nasional Investigasi

PT. PLN Persero diduga melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dugaan itu menguat setelah muncul ketidakjelasan terkait data penggunaan listrik Lampu Penerangan Jalan (LPJ) di Kabupaten Lombok Barat.

Informasi yang dihimpun Redaksi.co, jumlah titik LPJ di Lombok Barat saat ini mencapai 2.500 titik, namun hanya sekitar 35 persen yang menggunakan sistem meterisasi. Ironisnya, pihak PLN hingga kini tidak berani membeberkan data titik-titik mana saja yang sudah terpasang meterisasi dan berapa angka riil konsumsi listrik yang sebenarnya digunakan untuk penerangan jalan tersebut.

Akibat ketidakjelasan ini, Pemerintah Daerah Lombok Barat tetap membayar tagihan listrik sebesar Rp21 miliar per bulan kepada PLN, tanpa rincian data yang transparan.

Di sisi lain, pendapatan Pemda Lombok Barat dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) tahun 2024 dilaporkan hanya mencapai Rp35 miliar. Angka ini jauh dari perhitungan logis, jika melihat jumlah pelanggan listrik di Lombok Barat yang mencapai 290 ribu pengguna.

Berdasarkan simulasi sederhana, jika rata-rata warga membayar listrik sebesar Rp200 ribu per bulan, maka potensi PPJ yang dikumpulkan seharusnya sekitar Rp58 miliar, mengingat besaran PPJ adalah sekitar 10 persen dari tagihan.

Fakta di lapangan justru menunjukkan sebagian besar masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah, bahkan menghabiskan biaya listrik antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan, belum termasuk penggunaan listrik di sektor usaha, hotel, pusat perbelanjaan, hingga rumah sakit. Sebagai contoh, RSUD Tripat Lombok Barat saja saat ini membayar tagihan listrik sekitar Rp170 juta per bulan.

Menanggapi hal ini, Ketua LSM Edukasi Lombok Barat, Yusri, angkat bicara. Ia menilai sikap PLN yang enggan membuka data penggunaan listrik adalah bentuk pelanggaran keterbukaan informasi yang patut dicurigai.

PLN jangan main-main dengan rakyat. Ini soal uang negara, uang rakyat. Ketertutupan data ini membuka celah dugaan korupsi. Kalau PLN tidak punya niat buruk, buka saja datanya, tunjukkan transparansi,” tegas Yusri.

Ia juga mempertanyakan sikap Pemda Lombok Barat yang terkesan “legowo” membayar tagihan listrik miliaran rupiah tanpa menuntut transparansi data dari PLN.

Jangan sampai Pemda terkesan ikut bermain atau malah tidak paham hitung-hitungan yang sebenarnya. Kami desak Pemda untuk tegas, minta data real konsumsi listrik dan evaluasi total pembayaran ini. Kalau perlu, minta audit independen,” tambahnya.

Redaksi.co hingga berita ini diturunkan masih berupaya mengonfirmasi pihak PLN maupun Pemda Lombok Barat terkait polemik ini.

Read: HS2025 Abach Uhel
Sumber: Media Nasional Investigasi – Redaksi.co

Ratusan Mahasiswa Ikuti Seminar Kepemudaan Aliansi Mahasiswa Palembang X BEM STIE Aprin Palembang

0

Redaksi.co | Palembang, – Aliansi Mahasiswa Palembang Berkolaborasi Dengan BEM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) APRIN Palembang melaksanakan kegiatan seminar Kepemudaan terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tema “Peran Mahasiswa Pemuda dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis Pemerintah” bertempat di kampus STIE APRIN Senin (30/6/2025).

Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi sebuah terobosan bagi pemerintah dalam menjalankan regulasi MBG di masyarakat.

Hadir Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) APRIN, Dr.H.Dasmadi,SE, MM, Pembina BEM Sekolah Tinggu Ilmu Ekonomi APRIN Serli Lestari,S.P.d,M.P.d,MM, para dosen dan staf Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi APRIN.

Sebagai Keynote Speaker Dr (C) Zainul Arifin,.S.H. M.H . Narasumber Ir Evi Yulianti,Fitria Yulianti, S.Pd., M.Si dan Ani Rahmawati,S.Tr.Gz.
Selanjutnya hadir, Koordinator Aliansi Mahasiswa Palembang Zulkifli, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Aprin Ekik Winando, Ketua Pelaksana seminar kepemudaan Perdi.

“Kami berharap kegiatan pada hari ini tidak hanya sebagai seremonial semata. Bukan hanya sekedar pengumpulan data semata. Tapi kegiatan ini bisa menjadi inisiasi dan masukan baik bagi pemerintah maupun stakeholder yang ada di Sumatera Selatan, ” harap Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), APRIN Palembang Dr H Dasmadi SE MM.

Lebih lanjut ia mengatakan, melalui program MBG dari pemerintah ini dapat menurunkan angka stunting. Terutama bagi anak-anak yang masih dalam usia sekolah.

“Saat ini masih ada masalah stunting,meskipun terbilang rendah. Saya berharap MBG dapat menjadi solusi penurunan angka stunting, ” ucapnya.

Sementara itu, Dosen Unsri Sekaligus Ketua Pemuda ICMI Sumsel Zainul Arifin mengatakan, untuk pelaksanaan MBG di Sumsel sendiri perlunya pengawasan yang lebih mendalam. Seperti pembayaran yang dikeluarkan oleh pihak pusat. Sedangkan mekanisme anggaran tersebut turun sampai ke daerah sendiri sering terjadi pemangkasan. Sehingga anggaran yang diterima oleh pihak pengelolaan jasa penyediaan makanan dalam hal ini catering tidak dapat berjalan secara maksimal.

“Jika hal mengenai makan bergizi gratis ini bisa menemukan formula yang tepat dalam pelaksanaannya. Saya optimis MBG ini bisa jadi solusi pengentasan masalah gizi di Indonesia, ” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh,
Ketua DPD PPJI (Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia) Sumatera Ir Evie Hadenli mengatakan, saat mengenai pembayaran yang dilakukan oleh pihak pemerintah kepada pihak penyediaan layanan makanan sudah berjalan baik. Memang di awal-awal pembayaran dan mekanisme lainnya masih ada sedikit kendala. Tapi untuk saat ini sudah berjalan sangat baik.

“Memang sempat terjadi penundaan pembayaran selama satu atau dua pekan. Tapi tentu saja saja pembayaran ini tetap dilanjutkan. Intinya pemerintah pasti memberikan gak pengusaha. Hanya saja kita selalu pengusaha harus memiliki sikap sebagai seorang pengusaha, ” tandasnya. (*)

Bupati Tarmizi Tinjau Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) di Gunong Mata Ie Kecamatan Meureubo

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM, meninjau langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Gampong Gunong Mata Ie, Kecamatan Meurebo, Senin 30/6/2025

Peninjauan ini dilakukan di sela kegiatan Berkantor Sehari di Gampong Pucok Reudeup.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Plt.Sekda, Plt Asisten II, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora).

Melihat kondisi TPA yang kurang tertata dengan sampah yang menumpuk dan berserakan, Bupati Tarmizi menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang terintegrasi dan pengawasan yang berkelanjutan.

“Pengelolaan sampah harus terintegrasi supaya tidak berserakan seperti ini. Kita berharap ke depan ada pengawasan yang baik,” ujar Bupati

Ia juga menekankan bahwa persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab semua pihak, termasuk masyarakat dan korporasi.

“Sampah ini bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Apalagi di sini juga ada pihak korporasi yang membuang sampah, mereka harus punya tanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat Bukhari, ST meminta agar TPA tersebut segera dipagari. Hal ini untuk mencegah hewan ternak masuk ke area pembuangan dan memakan sampah yang berpotensi membahayakan kesehatan hewan maupun manusia.

“Kami minta dilakukan pemagaran agar hewan ternak tidak masuk dan memakan sampah. Ini juga bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat,” kata Kadis DLH.

Disebutkannya, Peninjauan ini menjadi salah satu langkah nyata Pemkab Aceh Barat untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah dan memastikan TPA berfungsi optimal demi kebersihan lingkungan yang berkelanjutan, demikian Bukhari****

Desa Mangkurajo Melaksanakan Titik Nol Pelapis Tebing Dana Desa Tahun 2025 berjalan dengan sukses

0

Lebong 30-06-2025 Redaksi.co- Dalam Mengupayakan Kepentingan Masyarakat PJS Kedes Irwan Ansori di tahun 2025 Melaksanakan Pembangunan Pelapis tebing (TPT) dengan panjang lebih kurang 162m (meter) di dana desa DD tahun 2025 dan pelaksanaan Titik Nol ini berjalan dengan sukses,

Ungkap PJs Mangkurajo”
“Saya selalu mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat namun masyarakat yang menilai tugas saya berbuat untuk masyarakat”Tutur PJs kades yang sering di sapa Irwan Ansori (Wek)

“Lanjutnya” Di tahun 2025 ini dan bertepatan hari ini telah kita laksanakan Titik Nol,dan alaham Dulillah berjalan dengan lancar,harapan saya di perjalanan pembangunan ini nanti tidak ada masalah dan kendala semua masyarakat saya berharap dapat memantau dan membantu kegiatan ini terutama TPK harus betul betul bekerja dengan baik dan transfaran sebab ini desa yang kita cintai,bagaimana pun kita membangun desa ini agar mampu bersaing dengan Desa Desa Lain yang Jauh maju dari Desa Kita ini dengan semangat yang besar dan bekerja telaten insak Allah selalu di ridoi Allah SWT, tutup PJs kades

Terlihat hadir langsung Di dalam kegiatan Titik Nol Kegiatan Di Desa Mangkurajo Kecamatan Lebong Selata Kabupaten Lebong Propinsi Bengkulu pemerintah kecamatan,Pendamping Desa, Babinsa, Babinkabtimas ,Konsultan Perencanaan,Ketua BPD,Ketua TPK,Dan Beberapa Masyarakat Desa mangkurajo Serta Pemdes Desa mangkurajo

Rilis CIKAK S.A

Marsha Timothy & Darius Sinathrya : Perjuangan Haru Dalam Film Lyora Penantian Buah Hati

0

redaksi.co, Jakarta – Jarasta Enterprise bersama Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment resmi merilis teaser perdana film drama Lyora: Penantian Buah Hati. Film ini menghadirkan Marsha Timothy dan Darius Sinathrya sebagai pasangan suami istri yang tengah melalui ujian berat dalam rumah tangga: menanti hadirnya sang buah hati.

Mengangkat isu yang dekat dengan banyak keluarga Indonesia, di mana 1 dari 6 pasangan mengalami kesulitan memiliki anak. Teaser film ini menyuguhkan potongan perjalanan emosional Meutya (Marsha Timothy) dan Fajrie (Darius Sinathrya). Keduanya digambarkan sebagai pasangan modern yang sukses secara karier, namun tak luput dari tekanan pertanyaan klasik “Kapan punya anak?”, yang kerap kali terdengar seperti doa tapi menyisakan luka batin.

Dalam cuplikan teaser, tergambar dengan kuat betapa Meutya hampir menyerah pada ikhtiar panjangnya. Namun, di tengah keputusasaan itu, Fajrie hadir sebagai pilar ketenangan, suami yang tak hanya setia secara fisik, tapi juga emosional. Peran Darius sebagai Fajrie menunjukkan sosok suami yang menjadi tempat pulang bagi Meutya dalam suka maupun duka.

Disutradarai oleh Pritagita Arianegara dan diproduseri oleh Virgie Baker, Robert Ronny, dan Pandu Birantoro, film ini tak hanya menghadirkan dua pemeran utama yang kuat, namun juga didukung jajaran aktor ternama seperti Widyawati, Olga Lydia, Hannah Al Rashid, Aimee Saras, Ariyo Wahab, dan Ivanka Suwandi. Produser eksekutif film ini adalah Andi Boediman.

“Lyora adalah film yang membawa pesan ketabahan, harapan, dan cinta. Tentang bagaimana perjuangan dan empati menjadi bahan bakar untuk terus melangkah,” ujar Pritagita Arianegara.

Teaser juga memperlihatkan beragam metode yang ditempuh Meutya dan Fajrie untuk mendapatkan keturunan, mulai dari prosedur medis hingga cara-cara tradisional yang masih diyakini masyarakat. Salah satu momen paling menyayat hati adalah saat Meutya mengalami keguguran, menjadi titik kritis yang menguji mental dan cinta mereka sebagai pasangan.

“Memerankan Meutya bagi saya adalah bentuk penghormatan bagi semua perempuan yang sedang memperjuangkan kehadiran buah hati. Semoga film ini bisa menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Marsha Timothy.

“Saya harap karakter Fajrie bisa menjadi cermin bagi banyak suami di luar sana. Perjuangan ini bukan hanya milik istri, tapi juga milik kita sebagai pasangan.” Darius menambahkan.

Produser Virgie Baker mengungkapkan bahwa Lyora adalah film yang sangat relevan dengan realitas banyak rumah tangga di Indonesia saat ini.

“Film ini bukan hanya kisah Meutya dan Fajrie, tapi mewakili jutaan pasangan yang tengah berjuang. Semoga bisa menjadi penyemangat dan penghibur bagi mereka yang membutuhkan harapan.” ujar Vurgue Baker

Film Lyora: Penantian Buah Hati kini tengah menyelesaikan tahap akhir produksi dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia tahun ini. Untuk informasi terkini, ikuti akun Instagram resmi @paragonpictures.id.

Hari Ini Pemkab Aceh Barat Berkantor Sehari di Gampong Pucok Reudep Kecamatan Meureubo

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali melaksanakan program Berkantor Sehari di Gampong yang kali ini dipusatkan di Gampong Pucok Reudeup, Kecamatan Meureubo, Senin 30/6/2025

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Barat bersama Wakil Bupati, serta seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di lingkungan Pemkab Aceh Barat.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Aceh Barat Erdian Mourny mengatakan Program berkantor di desa ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat hingga ke gampong-gampong. Salah satu SKPK yang berperan aktif adalah Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh Barat yang turut menghadirkan sejumlah layanan langsung di lokasi.

Menurutnya, ada tiga layanan utama yang diberikan Diskominsa pada kesempatan ini. Pertama, penyediaan layanan internet bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melayani masyarakat berbasis digital, seperti DPMPTSP yang memberikan layanan perizinan usaha, serta Disdukcapil dengan layanan administrasi kependudukan.

Kedua, Diskominsa juga memfasilitasi perekaman tanda tangan elektronik bagi para Keuchik (Kepala Desa) dan Camat. Langkah ini bertujuan mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) agar pelayanan publik makin cepat dan transparan.

Layanan ketiga adalah publikasi dan pendokumentasian seluruh rangkaian kegiatan agar informasi dapat segera disebarluaskan kepada masyarakat luas. Dengan demikian, berbagai program dan inovasi pemerintah dapat diketahui secara langsung oleh warga, ucap Erdian

Ia berharap program ini bisa menjadi sarana efektif bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat layanan-layanan pemerintah, khususnya Diskominsa yang terus mendorong transformasi digital di wilayah Aceh Barat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat semakin paham pentingnya pemanfaatan internet, tanda tangan elektronik, dan layanan digital lainnya demi mempercepat penyebaran informasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ungkap Erdian

Ia menambahkan, Program Berkantor Sehari di Gampong menjadi salah satu agenda rutin Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam rangka mendekatkan diri dan mendengar langsung aspirasi warga, sekaligus memastikan layanan pemerintahan dapat dirasakan merata hingga ke pelosok desa, tandasnya****

Hiu Tutul Terdampar di Pesisir Gumukmas, Berhasil Dievakuasi Nelayan dalam Keadaan Hidup

0

Jember, redaksi.co – Seekor hiu tutul (Rhincodon typus) sepanjang 8 hingga 9 meter dengan berat diperkirakan mencapai satu ton ditemukan terdampar di pesisir Dusun Camplung Kobong, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, pada Senin (30/6) dini hari.

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 03.00 WIB oleh Ali, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Putra Lestari, yang saat itu bersama sejumlah nelayan tengah bersiap melaut. Mereka mendapati hiu tutul tersebut dalam kondisi hidup, namun tidak mampu kembali ke laut.

Menyadari bahwa hiu tutul merupakan satwa laut yang dilindungi, para nelayan segera menghubungi Dinas Perikanan Kabupaten Jember. Tak lama berselang, proses evakuasi dimulai dengan melibatkan perahu jenis payang milik nelayan dari Puger.

Sekitar pukul 05.30 WIB, upaya penyelamatan berhasil dilakukan dengan cara menarik hiu ke perairan yang lebih dalam menggunakan perahu nelayan. Berkat koordinasi cepat dan kerja sama antara masyarakat, Pokmaswas, dan instansi terkait, evakuasi berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Rio, perwakilan dari Dinas Perikanan Jember, menyampaikan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud), serta Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar untuk penanganan lanjutan.

“Ini adalah bentuk kesigapan luar biasa dari nelayan dan masyarakat pesisir dalam menjaga kelestarian satwa laut yang dilindungi,” ujar Rio.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antara masyarakat, nelayan, dan instansi pemerintah dalam menjaga ekosistem laut, terutama bagi keberlangsungan hidup spesies langka seperti hiu tutul (Sofyan).