Beranda blog Halaman 515

*Bhayangkara Kie Raha Run 2025 Warnai Peringatan Hari Bhayangkara ke-79*

0

REDAKSI.CO – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si menghadiri kegiatan Bhayangkara Kie Raha Run 2025 dan Olahraga Bersama yang digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-79. berlangsung di Landmark Kota Ternate, Minggu (29/6/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Gubernur Malut, Kabinda Malut, Wakapolda Malut, Kasrem 152/Babullah, Ketua Bhayangkari Daerah Malut, pejabat utama Polda, serta peserta Bhayangkara Kie Raha Run dari berbagai kalangan.

Kabidhumas Polda Malut, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan Hari Bhayangkara, tetapi juga mempererat sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat.

“Melalui Bhayangkara Kie Raha Run, kami ingin membangun semangat kebersamaan dan hidup sehat. Selain itu, juga disediakan hiburan dan doorprize untuk menambah kemeriahan” ujar kabidhumas.

“Lebih lanjut, Bhayangkara Kie Raha Run menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan.

Bupati Tarmizi Hadiri Event Fhising Turnament HUT Bhayangkara Ke 79

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Jelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, yang jatuh pada 1 juli 2025 mendatang, Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat, Polda ACEH, menggelar Fishing Tournament yang berlangsung meriah di kawasan Pantai Meulaboh, Minggu 29/6/2025.

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM., yang sekaligus ikut serta dalam lomba memancing bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat.

Kegiatan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan.

Suasana akrab dan penuh kegembiraan tampak mewarnai turnamen tersebut sejak pagi hingga selesai.

Bupati Aceh Barat menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif Polres Aceh Barat yang menggelar event positif tersebut, dalam sesi wawancara singkat dengan sejumlah awak media.

Ia menilai kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara efektif membangun sinergi dan komunikasi yang sehat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

“Saya menyambut baik dan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain sebagai ajang hiburan, kegiatan memancing ini juga menjadi sarana silaturahmi, rekreasi, dan mempererat hubungan sosial antara masyarakat dan jajaran Polri. Semoga kegiatan seperti ini terus digalakkan, bukan hanya di momen peringatan HUT Bhayangkara,” ujar Tarmizi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Aceh Barat untuk terus mendukung kinerja Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah, serta bersinergi membangun Aceh Barat yang lebih baik dan damai.

Bupati Tarmizi juga tampak antusias berbaur dengan peserta lain, bahkan sempat berbincang akrab dengan warga yang hadir menyaksikan perlombaan.

sementara, Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, SIK, MIK., MH., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Fishing Tournament ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan menyambut HUT Bhayangkara, selain kegiatan sosial dan olahraga lainnya.

Menurutnya, animo masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi, terlihat dari banyaknya peserta yang mendaftar, baik dari kalangan pemancing lokal maupun pejabat daerah.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menciptakan suasana yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri adalah sahabat masyarakat,” Ringkas Kapolres Aceh Barat itu.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan hadiah serta Doorsprize kepada para peserta Lomba dan pemenang yang berhasil mendapatkan ikan dengan ukuran dan berat terbaik.

Fishing Tournament dalam rangka HUT Bhayangkara ke-79 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat keharmonisan antara aparat keamanan dan masyarakat Aceh Barat ****

DPRK Aceh Barat Dorong Pemerintah Daerah Gandeng Kejaksaan Amankan Aset Daerah

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Sengketa terkait pemasangan plang aset daerah di wilayah yang kini masuk dalam konsesi tambang salah satu perusahaan di Aceh Barat, memicu respons serius dari DPRK.
Menyikapi polemik tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat mendorong Pemerintah Kabupaten untuk segera meminta pendampingan hukum kepada Kejaksaan Negeri (KEJATI) guna mengamankan aset daerah secara sah dan terukur.

Desakan ini disampaikan oleh anggota DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani, yang menilai langkah hukum pendampingan perlu segera diambil menyusul adanya pelaporan terhadap Pemkab atas tindakan penyelamatan aset.

Menurutnya, pemda tidak boleh dibiarkan menghadapi tekanan hukum seorang diri dalam menghadapi persoalan ini.

“Pemerintah daerah punya kewajiban menyelamatkan aset milik rakyat. Maka sangat penting untuk menggandeng Kejaksaan sebagai pengacara negara yang dapat memberi perlindungan dalam urusan perdata dan tata usaha negara,” kata Ahmad Yani kepada awak media ,Minggu 29/6/25.

Ia menyebut, tindakan Pemkab dalam memasang tanda kepemilikan di atas aset milik negara sudah sesuai prosedur. Namun, tindakan ini justru mendapat perlawanan hukum dari pihak perusahaan tambang yang mengklaim wilayah tersebut sebagai bagian dari Izin Usaha Pertambangan (IUP)

Ahmad Yani menyayangkan adanya pelaporan terhadap Pemkab yang tengah menjalankan tugas konstitusional.

Ia menilai hal itu berpotensi menjadi bentuk kriminalisasi terhadap kebijakan negara dalam menjaga kepentingan publik.

“Pendampingan Kejaksaan penting untuk memperkuat posisi hukum pemda. Kita harus melindungi aparat yang sedang bekerja untuk rakyat, bukan malah membiarkan mereka jadi korban tekanan hukum dari kepentingan tertentu,” tegasnya.

Selain itu, DPRK Aceh Barat juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak memperkeruh suasana.

Menurut ia, penyelamatan aset tidak seharusnya dipandang sebagai tindakan konfrontatif, melainkan bentuk tanggung jawab negara dalam menjaga harta kekayaan daerah.

“Kepastian hukum harus ditegakkan. Jangan ada lagi pihak yang merasa di atas aturan. Ini demi keadilan, demi keberlanjutan pembangunan, dan demi kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya ****

Tambak PT DGS Diam-diam Dibuka, Warga Desa Mayangan Siap Aksi

0

Jember, redaksi.co – dibukanya segel tambak milik PT DGS di Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, kembali memicu ketegangan di tengah masyarakat. Konflik lama yang sempat mereda, kini kembali memanas setelah tambak tersebut dibuka tanpa melalui musyawarah atau pemberitahuan kepada warga, khususnya mereka yang selama ini aktif memperjuangkan hak petani dan nelayan (29/06/2025).

Sebelumnya, tambak ini sempat disegel menyusul aksi protes besar-besaran oleh warga dua desa yang tergabung dalam Kelompok Pejuang Masyarakat Kepanjen (KPMK). Aksi tersebut dipicu dugaan pencemaran lingkungan yang berdampak langsung pada lahan pertanian dan kawasan pesisir.

Muhammad Saini warga Desa Mayangan yang terlibat dalam aksi penyegelan saat itu, mengaku kebingungan ketika ditanya warga lainnya terkait pembukaan kembali tambak tersebut.

“Saya bingung menjawab. Hampir setiap hari warga tanya kenapa tambak bisa dibuka lagi, padahal belum ada perbaikan apapun,” ujar Saini.

Ia menambahkan, kekecewaan warga kian memuncak karena tak ada transparansi dari pihak perusahaan maupun pemerintah. Jika aspirasi masyarakat terus diabaikan, Saini mengisyaratkan kemungkinan digelarnya aksi lanjutan.

“Jangan sampai kekecewaan berubah menjadi kemarahan. Kalau memang tidak ada itikad baik, kami siap turun melakukan aksi demo lagi,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, aksi penyegelan yang lalu dipimpin oleh KPMK, aliansi warga dari Desa Kepanjen dan Mayangan. Aksi itu dilatari oleh dugaan pencemaran sungai dan pesisir, yang mengganggu kehidupan petani serta nelayan setempat.

“Kami tidak pernah diajak bicara. Tiba-tiba saja tambak sudah di buka dari segel. Ini mencederai semangat perjuangan warga,” ujarnya.

Sementara Sahril yang juga ikut memperjuangkan hak masyarakat desa Mayangan menegaskan bahwa warga tidak menginginkan CSR atau bentuk kompensasi dari perusahaan. Yang mereka tuntut adalah keadilan dan kepastian bahwa limbah dari tambak tidak lagi mencemari sungai.

“Kami tidak melarang PT DGS beroperasi. Tapi jalankan aturan. Jangan buang limbah ke sungai, apalagi sekarang belum ada perbaikan sistem pembuangannya,” tambahnya.

Warga juga mempertanyakan siapa pihak yang memberi izin pembukaan kembali tambak, serta dalam kapasitas apa keputusan itu dibuat. Mereka menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas ?

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui panggilan telepon WhatsApp pun belum mendapatkan respons (Bersambung…)

Pewarta: Sofyan

SDN Mekar Jaya 02 Gelar Pentas Seni dengan Istimewa

0

Bogor, Redaksi.co – SDN Mekar Jaya 02 menggelar Pentas Seni dengan meriah di Halaman Sekolah serta menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka melalui berbagai penampilan seni. Pentas Seni menjadi hal yang paling menarik. Para siswa dengan penuh semangat menampilkan tarian tradisional maupun modern. Penampilan mereka yang memukau disambut tepuk tangan meriah dari tamu undangan.

Sabtu, (21/6/2025)

Kepala Sekolah SDN Mekar Jaya 02, Bagus Eko Kurniawan menjelaskan ini momen istimewa bagi siswa untuk menunjukkan hasil belajar mereka di bidang non-akademik. Ini momen kebersamaan bagi seluruh komunitas sekolah, termasuk orang tua dan sponsor yang telah banyak mendukung kegiatan sekolah, ucapnya

Lanjutnya, semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi pondasi bagi kesuksesan pendidikan anak-anak kita, ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mengembangkan bakat, dan kreativitas siswa, serta mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat. Acara ini diharapkan dapat memberikan inspirasi, dan motivasi bagi para siswa untuk terus belajar, dan berprestasi, tutupnya

(Okta)

Tokoh Sepuh Leuhan Dusun Raja Aceh Minta PT Mifa Cabut Laporan Polisi dan Kedepankan Dialog

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Tokoh sepuh masyarakat Gampong leuhan di dusun Raja Aceh,Muhammad Jamin, berharap PT Mifa Bersaudara segera mencabut laporan polisi terhadap Bupati Aceh Barat

Menurutnya, pelaporan terhadap kepala daerah bukanlah solusi yang tepat dalam menyikapi dinamika yang terjadi di lapangan, apalagi jika hanya berangkat dari persoalan miskomunikasi antara perusahaan dan pemerintah daerah.

“Kita memaklumi, ada banyak persoalan yang terjadi lapangan. Tapi masalah tersebut bukan berarti jalan keluarnya harus main lapor ke pihak polisi. Apalagi Ini bukan soal pidana, ini soal komunikasi. Saya jadi bertanya tanya,Apa PT Mifa lupa sedang menjalankan bisnis di mana?, mengambil hasil dari mana?, dan berkegiatan untuk apa? Jangan lupa bahwa Meulaboh adalah tanah masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi martabat dan dialog,” tegas Muhammad Jamin, kepada media ini, Minggu 29/6/2025

Menurut M Jamin, perusahaan besar seperti PT Mifa harus menunjukkan sikap bijak, dan menghargai kepala daerah sebagai simbol demokrasi yang dipilih secara mayoritas di Aceh Barat ini.

“PT Mifa jangan merasa diri paling berkuasa atas sumber daya alam. Justru menurut saya ,seharusnya pihak Mifa menjadi mitra strategis pemerintah daerah, bukan justru jadi pihak yang membuat konflik dengan pimpinan daerah” lanjutnya.

Menurut tokoh sepuh masyarakat khususnya dusun Raja Aceh dalam kecamatan Johan Pahlawan ini, menilai langkah pelaporan ini berpotensi memicu ketegangan horizontal yang merugikan iklim investasi di Aceh Barat.

“Pendukung kepala daerah tentu tidak tinggal diam jika pemimpinnya dikriminalisasi. Ini bisa berdampak pada stabilitas dan kinerja pemerintahan daerah. Karena itu menurut hemat saya, musyawarah harus di kedepankan, bukan pendekatan emosional atau adu kekuatan,” ujarnya lagi

Sebagai langkah konkret, selaku masyarakat sepuh ia berharap Bupati Aceh Barat untuk segera membentuk tim ahli khusus yang fokus di sektor mineral, batu bara, dan perkebunan sawit.

” Menurut saya ini penting untuk memperkuat posisi daerah dalam mengawal investasi secara profesional, adil, dan berkelanjutan. Kita butuh pendekatan yang kolaboratif, bukan konfrontatif, pungkasnya,****

Bhayangkara Fishing Turnament Dandim 0105/Abar Turut Berpartisipasi Lempar Joran

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Dandim 0105/Abar Letkol Inf Hendra Mirza, S.E., M.Si., turut serta berpartisipasi melempar Joran dalam ajang Bhayangkara Fishing Tournament yang digelar oleh Polres Aceh Barat di Pasi Lhok Timun Desa Suak Pandan Kecamatan Samatiga, Minggu ,29/6/2025

Lomba mancing strike ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Polres Aceh Barat dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara yang ke – 79 Tahun. Gebyar semarak Mancing Mania ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan Polri dengan TNI, Pemda dan masyarakat. Hal ini selaras dengan take line yang diangkat, yakni “Mancing Sekedar Hobby, Silaturahmi Yang Utama”.

Selain Dandim, dalam acara seremonial pembukaan tampak juga dihadiri oleh Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M., Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., Kepala PN Faridh Zuhri, S.H., M.Hum., Kadispora Said Azmi, Kabid Perikanan Tangkap DKP Erfan dan Keuchik Suak Pandan Hendra Yuliadi serta elemen masyarakat yang antusias mengikuti lomba mancing ini.

Dalam kesempatan ini, Kapolres mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada para peserta sekaligus mengingatkan untuk mengutamakan faktor keamanan alias zero accident.

“Lomba mancing ini bukan sekedar hiburan belaka, namun yang paling fundamental adalah sebagai bentuk sinergi dan kedekatan Polri baik dengan instansi pemerintahan maupun masyarakat. Selain untuk memperingati HUT Polri, momentum ini juga menjadi sarana rekreasi sehat, murah dan ramah lingkungan”, ujar Kapolres

Kemudian, melalui kegiatan ini juga Kapolres ingin menciptakan iklim yang guyub baik internal maupun eksternal. Jika ikan yang didapat sangat potensial, maka tidak menutup kemungkinan bahari Aceh Barat akan menjadi destinasi wisata bagi masyarakat yang gemar memancing.

Di sela – sela mengunggu Joran, Dandim 0105/Abar Letkol Inf Hendra Mirza, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Kapolres Aceh Barat yang telah menggelar acara Bhayangkara Fishing Tournament ini. Pasalnya, mayoritas masyarakat Aceh Barat berprofesi sebagai nelayan dan sebagian lagi hobby memancing di waktu senggang.

“Kegiatan ini sangat positif karena bisa berbaur dan lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, lemparan – lemparan Joran ini juga sangat menghibur kendatipun menegangkan karena sama – sama menginginkan umpan kail disantap ikan. Selamat Hari Bhayangkara yang ke – 79 dan semoga soliditas lintas institusi dan mempererat hubungan dengan masyarakat dapat terus berlanjut”, pungkas Dandim ****

*Kapolda Malut Jadikan Desa Wangongira sebagai Kampung Adat dan Bangun Fasilitas Pendukung*

0

REDAKSI.CO-Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si yang didampingi oleh Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Utara Ny. Sari Waris Agono menjadikan Desa Wangongira yang terletak di kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara, sebagai kampung adat, Sabtu (28/5).

Kedatangan Kapolda Maluku Utara dan rombongan disambut secara adat oleh masyarakat setempat melalui tarian penyambutan dan atraksi Cakalele. Penyambutan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan yang datang ke kampung adat Desa Wangongira.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku Utara, Sekretaris Daerah Halut, Kapolres Halut serta unsur Forkopimda Halmahera Utara.

Di Desa Wangongira Kapolda meresmikan sejumlah fasilitas desa, di antaranya fasilitas air bersih dan MCK yang dibangun untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Peresmian dilanjutkan dengan partisipasi dalam ritual adat masyarakat O’Hongana Manyawa sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya lokal.

Dalam sambutannya, Kapolda menyatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran Polri mendukung masyarakat hukum adat yang menjaga kearifan lokal secara turun-temurun.

“Namun di balik peresmian ini, saya ingin menyampaikan pesan yang lebih besar, eksistensi masyarakat hukum adat, termasuk masyarakat O’Hongana Manyawa, kini menghadapi tantangan besar dari ekspansi industri, terutama pertambangan”. Ujar Kapolda.

Kapolda mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga adat, hingga akademisi untuk bahu-membahu melindungi hak-hak masyarakat adat.

“Perlindungan ini tidak hanya menyangkut keberlangsungan hidup mereka secara fisik, tetapi juga kelestarian nilai-nilai adat dan wilayah hidup yang menjadi bagian dari identitas mereka,” tegas Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda menekankan masyarakat adat tidak boleh hanya menjadi penonton atau korban dari pembangunan yang tidak inklusif. Mereka harus dilibatkan dan diberikan ruang untuk tetap eksis di tengah arus modernisasi.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kapolda juga menyerahkan bantuan tali asih berupa paket sembako kepada masyarakat setempat.

_Subbid Penmas Bidhumas Polda Maluku Utara, 28 Juni 2025_

Rapat Besar Forum Cakar Sriwijaya 2025 Bersama Abah Ucin

0

Redaksi.co | Palembang – Rapat Besar kali ini 28 Juni 2025 dilakukan untuk membahas pencapaian dan program kerja lanjutan Forum Cakar Sriwijaya sebagai Ormas nasional Indonesia yang berdiri pada tanggal 31 Oktober 2022 di kota Palembang. Baru jalan 2 tahun lebih Forum Cakar Sriwijaya sudah hadir di 3 provinsi dan 6 kabupaten kota

Turut hadir dalam Rapat Besar DPD Bangka Belitung, DPD Sumsel, DPC Belitung, DPC Banyuasin, DPC Palembang, DPC Ogan Ilir dan tokoh pendiri seperti Abah Ucin, Ajun Tanah, Indra Idea, dan Notaris Lius yang memberikan masukan untuk perkembangan Ormas Forum Cakar Sriwijaya Kedepan.

Abah Ucin yang tidak bisa hadir terlalu lama memberikan pesan “agar Forum Cakar Sriwijaya selalu kompak memupuk persaudaraan dan bisa besar di Nusantara Indonesia”. Setelah memberikan petuah Abah ucin bergegas pulang karena ada kesibukan lain.

Gery Hary Wijaya sebagai Ketum DPP Forum Cakar Sriwijaya memperjelas kembali “Untuk rekan kita 60 orang yang telah kita kirim ke Kendal menjadi tenaga sekuriti di perkebunan akan menjadi awal dari amal usaha FCS seperti Cakar Sriwijaya Perkasa dan akan terus mencetak tenaga keamanan yang handal dan terpecaya.

Ko Ajun salah satu pendiri FCS “Untuk mempermudah operasional FCCS Saya akan mensuport tempat sebagai Sekretariat DPP FCS dan semoga FCS terus maju dan berkembang”

Sebelumnya FCS sudah mendirikan amal usaha media online Cakarsriwijya.com yang berdiri 6 bulan dengan sedikit tenaga Jurnalistik. Cakarsriwijaya.com kedepan akan terus berkembang dan menjadi media tajam dan terpecaya di Sumatera Selatan.

Pahlawan Darah Diperlakukan Tak Layak, Thamrin: Ketua PMI Jember Jadi Sorotan

0

Jember, redaksi.co – Kepemimpinan Thamrin sebagai ketua PMI Cabang Jember tidak hanya dikeluhkan oleh masyarakat umum. Para relawan pendonor darah yang selama ini aktif menjadi relawan pendonor darah juga berkeluh kesah. Termasuk relawan pendonor yang sudah lebih dari 100 kali mendonorkan darahnya secara sukarela ke  PMI Cabang Jember (28/06/2025).

Hal itu memuncak saat ada pengiriman puluhan pendonor 100 kali ke Istana Negara untuk mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan Presiden Republik Indonesia kepada pendonor darah di Indonesia yang sudah lebih dari 100 kali. Termasuk dari Kabupaten Jember.

“Terus terang saya sangat kecewa dengan pengurus PMI Cabang Jember saat ini. Sebelum berangkat ke Jakarta sudah bersitegag karena PMI hanya akan mengirimkan 5 orang saja ke Jakarta. Padahal pendonor lebih dari 100 kali ada 25 orang,” kata seorang pendonor darah yang tidak disebutkan Namanya.

Alasannnya, menurut pendonor ini, anggaran yang terbatas di PMI Cabang Jember. “Saya tidak tahu juga kok alasannya anggara terbatas karena hampir tiap tahun PMI Cabang Jember mengirimkan pendonor 100 kali ke Jakarta,” ujarnya.

Tak hanya itu, menurut pendonor ini, puluhan pedonor 100 kali yang akhirnya dikirimkan ke Jakarta itu tidak diberikan seragam. “Yang hadir di Istana negara saat itu hanya rombongan pendonor dari Jember yang tidak berseragam. Semoga hal ini tidak diulangi lagi untuk kepengurusan berikutnya,” ungkapnya.

Bahkan, uang saku yang diberikan kepada para pendonor juga sangat kecil. “Bukannya tidak iklas tetapi dibandingkan daerah lain jauh. Ada kabupaten kecil dikasih uang saku Rp 3,5 jta per orang, ujarnya.

Masalah pengiriman pendonor darah lebih dari 100 kali juga sampai kepada Aep Ganda Permana, pengamat pelayanan public Jember. “Saya juga mendapatkan keluhan  pengiriman pendonor darah lebih dari 100 kali selama ini mereka mendonorkan darah sukarela tanpa pamrih dan tidak dapat apa-apa padahal harga satu kantong darah itu Rp 490 ribu saat ini,” ujarnya.

Sedangkan saat mereka mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat, khususnya dari Presiden malah diperlakukan tidak baik dengan alasan anggaran terbatas. “Tidak sebanding sumbangan para pendonor lebih dari 100 X ini yang bisa jadi darahnya telah menyelamatkan banyak pasien di rumah sakit. Mereka ini adalah para pahlawan kemanusiaan sebenarnya tapi diperlakukan tidak baik oleh pengurus PMI Jember saat ini,” ujarnya (us)