Beranda blog Halaman 504

FHI 2025 Dorong Kolaborasi & Praktik Berkelanjutan di Industri F&B dan Hospitality Indonesia

0

redaksi.co, Jakarta, 22 Juli 2025 – Sebanyak kurang lebih 700+ produsen, distributor, dan retailer sektor kuliner dan perhotelan terkemuka lebih dari 35 negara, hadir serta turut ambil bagian dalam pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025 yang telah resmi dibuka pada hari ini. Bersama dengan Hotelex Indonesia, Finefood Indonesia, serta Retail Indonesia, acara yang berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 22-25 Juli di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta ini menghadirkan pameran dagang terkemuka yang selalu mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kemajuan industri melalui pengalaman dinamis yang mendunia untuk pelaku industri makanan, minuman, dan perhotelan di Indonesia.

Perhelatan FHI tahun ini dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, menurutnya FHI 2025 tak hanya menjadi ajang pameran produk dan teknologi terkini saja melainkan juga forum strategis untuk mempromosikan praktik berkelanjutan di seluruh sektor F&B dan hospitality. FHI juga dinilai menjadi forum yang penting bagi penggiat industri sektor ini baik lokal maupun internasional, agar bisa bersanding bersama. FHI 2025 memberikan kesempatan emas bagi industri kreatif Indonesia agar produknya bisa semakin kompetitif untuk bersaing dengan produk negara lain yang semakin agresif untuk melebarkan sayap ke pasar global.

“Industri makanan dan minuman menyumbang sekitar 38% PDB ekonomi kreatif dengan lebih dari 11.000 usaha. Sehingga kami sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksaan FHI 2025 yang dapat memberikan dorongan untuk pertumbuhan dan peningkatan industri kuliner dan perhotelan di Indonesia. Harapannya agar industri sektor ini dapat menjadi mesin penggerak yang dapat memajukan indutstri kreatif Indonesia,” kata TeIndu

Lebih lanjut ia juga menambahkan, nilai tambah ekonomi kreatif Indonesia meningkat sebesar 119% nilai ekspornya meningkat sebesar 67%. Dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 26,5 juta jiwa pada tahun 2024.Dan diperkirakan akan terus menciptakan 787,6 juta lapangan kerja dalam lima tahun ke depan, jika pertumbuhan ini terus berlanjut. Hal ini semakin menunjukan bahwa industri F&B dan hospitality semakin bertumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.

Juanita Soerakoesoemah selaku Portofolio Director FHI 2025 dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa FHI menjadi bentuk dukungan terhadap akselerasi pertumbuhan industri F&B dan hospitality yang berkelanjutan di Indonesia.

“FHI 2025 kembali hadir dengan misi yang sama, untuk mendukung keberlanjutan lingkungan serta efisiensi sumber daya. Dengan sejarah panjangnya yang hampir 30 tahun eksis dalam mendukung perkembangan industri F&B dan hospitality di Indonesia, penyelenggaraan FHI tahun ini terus dengan komitmen untuk hadir memberikan dampak positif bagi lingkungan demi kemajuan industri di sektor ini,” kata Juanita.

Juanita juga menambahkan hal ini didukung dengan tema pada edisi ke-19 tahun ini yaitu ‘Membangun Masa Depan Industri Kuliner dan Perhotelan yang Berkelanjutan.’ Kemudian menandakan bahwa, FHI 2025 hadir sebagai katalis transformasi berkelanjutan dengan menghadirkan perusahaan dan merek yang berkomitmen pada praktik ramah lingkungan di sektor makanan, minuman, dan perhotelan. Belakangan, FHI juga telah menjadi platform untuk menampilkan solusi inovatif, mulai dari produk organik, efisiensi energi, hingga pengelolaan limbah pameran.

Sejumlah produk dan merek-merek unggulan telah menunjukkan komitmen kuat terhadap praktik keberlanjutan dan akan ditampilkan dalam ajang FHI tahun ini, diantaranya Allana, Avani, Beragam, Botanical Essentials, Chungcheongnam-do, Delifru, Greenfields Professional, Healthy Choice, Japfa Food, Kawan Lama Solution, Interfood, Gastro, Nisuma, Danatini, Skyherb, Scent Air, Rotaryana, Tree Nut Asia, RunPack, Unox, Uqesh, USA Pulses, Vicando, Wallex, dan lain sebagainya.

Sebagai bagian dari inisiatif keberlanjutan, FHI 2025 menghadirkan berbagai zona pengalaman ramah lingkungan bagi pengunjung. Diantaranya Water Refill Stations bersama Waterhub yang mendukung kampanye #BringYourOwnTumbler, Powernap Area dari Alga dan Bobobox, serta Wellness Corner yang menawarkan pijat gratis dan konsultasi mental dari Perfect Health dan Naluri Life.

Pengunjung juga dapat menikmati Light Air Zone oleh ScentAir dan GLAM yang menghadirkan udara segar pegunungan di tengah pameran. Di Hall D1, FHI bekerja sama dengan Noovoleum menghadirkan UCollect Station untuk mengumpulkan minyak jelantah yang akan diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Pengunjung FHI 2025 dapat menggunakan kode referral: NOOVFHI25 untuk berpartisipasi.

Juanita juga menjelaskan, sebagai pameran dagang internasional yang unggul, FHI menjadi platform strategis untuk membangun jejaring bisnis secara efektif dan efisien, dengan menghadirkan International Booth Pavilions dari beberapa negara seperti Amerika Serikat, Cina, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand. Selain itu, terdapat area spesial ‘Kaiyuan’ Plan 2025 – China Bakery & Food Pavilion yang hadir perdana di FHI 2025, menampilkan inovasi lebih dari 20 perusahaan terkemuka di industri baking Tiongkok melalui demo langsung dan booth interaktif.

Kompetisi F&B dan Hospitality di FHI 2025

Tahun ini, FHI 2025 juga menghadirkan beragam acara dan kompetisi bergengsi, salah satunya adalah kompetisi minuman internasional 2026 World Fashion Drinks Competition (WFDC) yang untuk pertama kalinya hadir di Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Shanghai Sinoexpo Informa Markets yang disponsori oleh LMK, Senfienta, Alpine Cool, Mengniu Dairy Professionals, dan Scotsman Ice Systems (Shanghai) Co., Ltd. WFDC Indonesia sekaligus menjadi ajang bagi bartender profesional, perwakilan merek minuman, barista, mahasiswa kuliner, dan pencipta minuman independen untuk unjuk kreativitas dan bersaing memperebutkan tiket ke final di Shanghai 2026.

Tak cukup sampai disitu, FHI 2025 juga kembali menghadirkan berbagai ragam kompetisi seperti; Indonesia Coffee Events (ICE) dengan kompetisi Hometown Indonesia Latte Art Scholar (HILACS25) oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI). Menurut Daryanto Witarsa, selaku Ketua Umum AKSI SCAI, kompetisi ini telah melewati penjurian secara online sebelumnya. Terdapat lebih dari 80 Latte Artist yang telah mengirimkan karya mereka pada babak Online Preliminary HILACS25.

“Saat ini terdapat 40 peserta yang sudah terpilih untuk mengikuti tahap kompetisi offline yang berlangsung pada HILACS25 dalam pemeran FHI 2025. Para peserta akan ditantang untuk menunjukkan kemampuannya dalam tiga babak; Throwdown, Semifinal Stage Presentation dan Art Bar, dan babak Final Stage Presentation. Sehingga calon juara Latte Art nantinya akan lahir pada event ini,” kata Daryanto.

Selain kompetisi tersebut, juga terdapat kompetisi lain seperti The 14th Salon Culinaire oleh Association of Culinary Professionals (ACP), Hotelicious Thematic Bed Making Competition oleh BINUS Business Hotel Management didukung oleh King Koil, Jakarta Best Sommelier Competition oleh Indonesia Sommelier Association (ISA) dan Ready-to-Drink Cocktails in a Can Competition oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) yang akan menyoroti kreativitas, cita rasa, dan ketajaman bisnis di salah satu segmen industri minuman yang paling pesat perkembangannya.

Kompetisi eksklusif ini dengan bangga diselenggarakan oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) bekerja sama dengan FHI. Ketua IFBEC, I Ketut Darmayasa, S.I.P, MM, CHT menjelaskan secara singkat mengenai kompetisi ini yang merupakan ajang inovasi bagi para bartender dan mixologist untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menciptakan minuman siap saji yang berkualitas premium, namun tetap praktis dan memiliki rasa yang konsisten.

“Kompetisi ini menyoroti tren global di mana konsep RTD (Ready-to-Drink) menjadi solusi modern bagi industri perhotelan dan restoran dalam menghadirkan signature drink tanpa mengurangi kualitas rasa maupun estetika. Kompetisi ini diikuti oleh kurang lebih 20 tim terpilih yang berasal dari hotel berbintang, restoran fine dining, dan brand minuman terkemuka di Indonesia,” jelasnya.

Untuk kategori utama kompetisi yang esensial yaitu; Signature RTD Cocktails, menonjolkan inovasi rasa dan identitas lokal; sedangan kategori Low & No Alcohol RTD Cocktails, lebih relevan dengan tren minuman sehat dan ramah lingkungan. Menghadirkan lebih dari 5 panel juri independen, terdiri dari praktisi mixology internasional, Brand Ambassador global, serta perwakilan IFBEC yang berpengalaman dalam penilaian teknis, rasa, estetika, dan sustainability yang berkesinambungan sesuai dengan misi FHI 2025.

Ragam Seminar Industri dan Sustainability

Terdapat pula beragam workshop menarik, seperti Wine Master Class oleh ISA, Interior Design Clinic oleh Rukita, Gelato Workshop oleh Gastro Gizi Sarana, dan salah satu yang menarik adalah Art Workshop with Natural Pigments oleh Rekalagam, yang akan menjelajahi kreativitas berkelanjutan secara langsung dalam lokakarya ramah lingkungan pada FHI 2025. Dalam workshop Rekalagam para peserta akan diajarkan bagaimana cara mengubah limbah menjadi karya menakjubkan dengan membuat dekorasi rumah menggunakan pigmen alami dari bahan organik sehari-hari. Dipandu oleh seniman yang peduli lingkungan, sehingga peserta dapat mempelajari teknik pewarnaan alami, pencampuran warna, dan desain yang sadar lingkungan serta membawa pulang hasil karya unik buatan para peserta nantinya.

Marketing Communication Manager FHI 2025, Leonarita Hutama juga turut menambahkan bahwa beragam kompetisi dan kegiatan menarik yang dihadirkan dalam FHI 2025 diharapkan dapat turut mendukung kemajuan industri nasional. “FHI tidak hanya hadir sebagai ajang pameran produk industri saja, namun juga sebagai sarana pembelajaran bagi pebisnis dan penggiat di industri ini, FHI 2025 juga menampilkan beragam seminar industri dan seminar sustainability yang diharapkan dapat mendukung akselerasi bisnis yang berkelanjutan,” ujar Leonarita.

Leona menyebutkan beberapa seminar industri oleh asosiasi dan lembaga lain di sektor ini seperti, ASEAN American Epicurean Table Seminar oleh U.S. Meat Export Federation; Global Beverage Services Solution Provider oleh Damin; Business Breakfast oleh Saladplate dan Global Data; Timeless Craft – Sustainable Future oleh Alga dan Wisewool; The Importance of the Media Industry in HORECA oleh Epicure; Coffee Talk oleh Dewan Kopi Indonesia; Seminar Sertifikasi Halal dan Standar Higienis oleh LPPOM; serta Bulog Seminar.

Selain itu, FHI 2025 juga hadirkan beragam seminar sustainability dengan topik yang menarik seperti Sustainable Water Solutions for the Future of HORECA oleh Waterhub, Sesi Seminar oleh Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS), Beyond the Fryer: UCO and Renewable Energy Innovation in Hotels & Restaurants oleh Noovoleum, Sustainable Innovation in Hospitality bersama Sentian, Evolve, dan MVB dalam tajuk “Built for Efficiency” dan “Who Pays the Climate Price?” serta “Sustainability for Businesses: It’s more than just Plastic” dan “Ecosystem of Value” oleh Magalarva. Selain itu FHI sendiri hadirkan akses business networking melalui FHI Business Matching Programme, FHI TV Programme, Red Bull Party Truck dan Lalamove Recharge Station serta masih banyak acara menarik lainnya.

Sebagai penutup, Juanita menambahkan bahwa digitalisasi merupakan kekuatan pendorong yang meningkatkan produktivitas dan membantu Indonesia mencapai status pendapatan tinggi pada tahun 2045. “FHI mempercepat pertumbuhan berkelanjutan dalam industri F&B di Indonesia dalam kerangka ‘Indonesia 4.0’ melalui FHI Digital Showroom yang didukung oleh Saladplate, untuk memamerkan pasokan produk F&B dan perhotelan yang dapat membuka peluang ekspansi ke pasar global,” jelas Juanita.

Terlebih, FHI selalu konsisten menjadi pameran bisnis terdepan yang unggul dengan terus memperluas cakupannya untuk mendukung sektor perhotelan, makanan, dan minuman secara menyeluruh ke tingkat yang lebih tinggi. FHI juga terus mendukung perkembangan industri di sektor ini, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada tahun 2025 diproyeksikan berada di kisaran 4,7% hingga 5,2%.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0

Redaksi.co, Jakarta, 22 Juli 2025 – Sebanyak kurang lebih 700+ produsen, distributor, dan retailer sektor kuliner dan perhotelan terkemuka lebih dari 35 negara, hadir serta turut ambil bagian dalam pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025 yang telah resmi dibuka pada hari ini. Bersama dengan Hotelex Indonesia, Finefood Indonesia, serta Retail Indonesia, acara yang berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 22-25 Juli di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta ini menghadirkan pameran dagang terkemuka yang selalu mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kemajuan industri melalui pengalaman dinamis yang mendunia untuk pelaku industri makanan, minuman, dan perhotelan di Indonesia.

Perhelatan FHI tahun ini dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, menurutnya FHI 2025 tak hanya menjadi ajang pameran produk dan teknologi terkini saja melainkan juga forum strategis untuk mempromosikan praktik berkelanjutan di seluruh sektor F&B dan hospitality. FHI juga dinilai menjadi forum yang penting bagi penggiat industri sektor ini baik lokal maupun internasional, agar bisa bersanding bersama. FHI 2025 memberikan kesempatan emas bagi industri kreatif Indonesia agar produknya bisa semakin kompetitif untuk bersaing dengan produk negara lain yang semakin agresif untuk melebarkan sayap ke pasar global.

“Industri makanan dan minuman menyumbang sekitar 38% PDB ekonomi kreatif dengan lebih dari 11.000 usaha. Sehingga kami sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksaan FHI 2025 yang dapat memberikan dorongan untuk pertumbuhan dan peningkatan industri kuliner dan perhotelan di Indonesia. Harapannya agar industri sektor ini dapat menjadi mesin penggerak yang dapat memajukan indutstri kreatif Indonesia,” kata TeIndu

Lebih lanjut ia juga menambahkan, nilai tambah ekonomi kreatif Indonesia meningkat sebesar 119% nilai ekspornya meningkat sebesar 67%. Dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 26,5 juta jiwa pada tahun 2024.Dan diperkirakan akan terus menciptakan 787,6 juta lapangan kerja dalam lima tahun ke depan, jika pertumbuhan ini terus berlanjut. Hal ini semakin menunjukan bahwa industri F&B dan hospitality semakin bertumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.

Juanita Soerakoesoemah selaku Portofolio Director FHI 2025 dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa FHI menjadi bentuk dukungan terhadap akselerasi pertumbuhan industri F&B dan hospitality yang berkelanjutan di Indonesia.

“FHI 2025 kembali hadir dengan misi yang sama, untuk mendukung keberlanjutan lingkungan serta efisiensi sumber daya. Dengan sejarah panjangnya yang hampir 30 tahun eksis dalam mendukung perkembangan industri F&B dan hospitality di Indonesia, penyelenggaraan FHI tahun ini terus dengan komitmen untuk hadir memberikan dampak positif bagi lingkungan demi kemajuan industri di sektor ini,” kata Juanita.

Juanita juga menambahkan hal ini didukung dengan tema pada edisi ke-19 tahun ini yaitu ‘Membangun Masa Depan Industri Kuliner dan Perhotelan yang Berkelanjutan.’ Kemudian menandakan bahwa, FHI 2025 hadir sebagai katalis transformasi berkelanjutan dengan menghadirkan perusahaan dan merek yang berkomitmen pada praktik ramah lingkungan di sektor makanan, minuman, dan perhotelan. Belakangan, FHI juga telah menjadi platform untuk menampilkan solusi inovatif, mulai dari produk organik, efisiensi energi, hingga pengelolaan limbah pameran.

Sejumlah produk dan merek-merek unggulan telah menunjukkan komitmen kuat terhadap praktik keberlanjutan dan akan ditampilkan dalam ajang FHI tahun ini, diantaranya Allana, Avani, Beragam, Botanical Essentials, Chungcheongnam-do, Delifru, Greenfields Professional, Healthy Choice, Japfa Food, Kawan Lama Solution, Interfood, Gastro, Nisuma, Danatini, Skyherb, Scent Air, Rotaryana, Tree Nut Asia, RunPack, Unox, Uqesh, USA Pulses, Vicando, Wallex, dan lain sebagainya.

Sebagai bagian dari inisiatif keberlanjutan, FHI 2025 menghadirkan berbagai zona pengalaman ramah lingkungan bagi pengunjung. Diantaranya Water Refill Stations bersama Waterhub yang mendukung kampanye #BringYourOwnTumbler, Powernap Area dari Alga dan Bobobox, serta Wellness Corner yang menawarkan pijat gratis dan konsultasi mental dari Perfect Health dan Naluri Life.

Pengunjung juga dapat menikmati Light Air Zone oleh ScentAir dan GLAM yang menghadirkan udara segar pegunungan di tengah pameran. Di Hall D1, FHI bekerja sama dengan Noovoleum menghadirkan UCollect Station untuk mengumpulkan minyak jelantah yang akan diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Pengunjung FHI 2025 dapat menggunakan kode referral: NOOVFHI25 untuk berpartisipasi.

Juanita juga menjelaskan, sebagai pameran dagang internasional yang unggul, FHI menjadi platform strategis untuk membangun jejaring bisnis secara efektif dan efisien, dengan menghadirkan International Booth Pavilions dari beberapa negara seperti Amerika Serikat, Cina, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand. Selain itu, terdapat area spesial ‘Kaiyuan’ Plan 2025 – China Bakery & Food Pavilion yang hadir perdana di FHI 2025, menampilkan inovasi lebih dari 20 perusahaan terkemuka di industri baking Tiongkok melalui demo langsung dan booth interaktif.

Kompetisi F&B dan Hospitality di FHI 2025

Tahun ini, FHI 2025 juga menghadirkan beragam acara dan kompetisi bergengsi, salah satunya adalah kompetisi minuman internasional 2026 World Fashion Drinks Competition (WFDC) yang untuk pertama kalinya hadir di Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Shanghai Sinoexpo Informa Markets yang disponsori oleh LMK, Senfienta, Alpine Cool, Mengniu Dairy Professionals, dan Scotsman Ice Systems (Shanghai) Co., Ltd. WFDC Indonesia sekaligus menjadi ajang bagi bartender profesional, perwakilan merek minuman, barista, mahasiswa kuliner, dan pencipta minuman independen untuk unjuk kreativitas dan bersaing memperebutkan tiket ke final di Shanghai 2026.

Tak cukup sampai disitu, FHI 2025 juga kembali menghadirkan berbagai ragam kompetisi seperti; Indonesia Coffee Events (ICE) dengan kompetisi Hometown Indonesia Latte Art Scholar (HILACS25) oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI). Menurut Daryanto Witarsa, selaku Ketua Umum AKSI SCAI, kompetisi ini telah melewati penjurian secara online sebelumnya. Terdapat lebih dari 80 Latte Artist yang telah mengirimkan karya mereka pada babak Online Preliminary HILACS25.

“Saat ini terdapat 40 peserta yang sudah terpilih untuk mengikuti tahap kompetisi offline yang berlangsung pada HILACS25 dalam pemeran FHI 2025. Para peserta akan ditantang untuk menunjukkan kemampuannya dalam tiga babak; Throwdown, Semifinal Stage Presentation dan Art Bar, dan babak Final Stage Presentation. Sehingga calon juara Latte Art nantinya akan lahir pada event ini,” kata Daryanto.

Selain kompetisi tersebut, juga terdapat kompetisi lain seperti The 14th Salon Culinaire oleh Association of Culinary Professionals (ACP), Hotelicious Thematic Bed Making Competition oleh BINUS Business Hotel Management didukung oleh King Koil, Jakarta Best Sommelier Competition oleh Indonesia Sommelier Association (ISA) dan Ready-to-Drink Cocktails in a Can Competition oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) yang akan menyoroti kreativitas, cita rasa, dan ketajaman bisnis di salah satu segmen industri minuman yang paling pesat perkembangannya.

Kompetisi eksklusif ini dengan bangga diselenggarakan oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) bekerja sama dengan FHI. Ketua IFBEC, I Ketut Darmayasa, S.I.P, MM, CHT menjelaskan secara singkat mengenai kompetisi ini yang merupakan ajang inovasi bagi para bartender dan mixologist untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menciptakan minuman siap saji yang berkualitas premium, namun tetap praktis dan memiliki rasa yang konsisten.

“Kompetisi ini menyoroti tren global di mana konsep RTD (Ready-to-Drink) menjadi solusi modern bagi industri perhotelan dan restoran dalam menghadirkan signature drink tanpa mengurangi kualitas rasa maupun estetika. Kompetisi ini diikuti oleh kurang lebih 20 tim terpilih yang berasal dari hotel berbintang, restoran fine dining, dan brand minuman terkemuka di Indonesia,” jelasnya.

Untuk kategori utama kompetisi yang esensial yaitu; Signature RTD Cocktails, menonjolkan inovasi rasa dan identitas lokal; sedangan kategori Low & No Alcohol RTD Cocktails, lebih relevan dengan tren minuman sehat dan ramah lingkungan. Menghadirkan lebih dari 5 panel juri independen, terdiri dari praktisi mixology internasional, Brand Ambassador global, serta perwakilan IFBEC yang berpengalaman dalam penilaian teknis, rasa, estetika, dan sustainability yang berkesinambungan sesuai dengan misi FHI 2025.

Ragam Seminar Industri dan Sustainability

Terdapat pula beragam workshop menarik, seperti Wine Master Class oleh ISA, Interior Design Clinic oleh Rukita, Gelato Workshop oleh Gastro Gizi Sarana, dan salah satu yang menarik adalah Art Workshop with Natural Pigments oleh Rekalagam, yang akan menjelajahi kreativitas berkelanjutan secara langsung dalam lokakarya ramah lingkungan pada FHI 2025. Dalam workshop Rekalagam para peserta akan diajarkan bagaimana cara mengubah limbah menjadi karya menakjubkan dengan membuat dekorasi rumah menggunakan pigmen alami dari bahan organik sehari-hari. Dipandu oleh seniman yang peduli lingkungan, sehingga peserta dapat mempelajari teknik pewarnaan alami, pencampuran warna, dan desain yang sadar lingkungan serta membawa pulang hasil karya unik buatan para peserta nantinya.

Marketing Communication Manager FHI 2025, Leonarita Hutama juga turut menambahkan bahwa beragam kompetisi dan kegiatan menarik yang dihadirkan dalam FHI 2025 diharapkan dapat turut mendukung kemajuan industri nasional. “FHI tidak hanya hadir sebagai ajang pameran produk industri saja, namun juga sebagai sarana pembelajaran bagi pebisnis dan penggiat di industri ini, FHI 2025 juga menampilkan beragam seminar industri dan seminar sustainability yang diharapkan dapat mendukung akselerasi bisnis yang berkelanjutan,” ujar Leonarita.

Leona menyebutkan beberapa seminar industri oleh asosiasi dan lembaga lain di sektor ini seperti, ASEAN American Epicurean Table Seminar oleh U.S. Meat Export Federation; Global Beverage Services Solution Provider oleh Damin; Business Breakfast oleh Saladplate dan Global Data; Timeless Craft – Sustainable Future oleh Alga dan Wisewool; The Importance of the Media Industry in HORECA oleh Epicure; Coffee Talk oleh Dewan Kopi Indonesia; Seminar Sertifikasi Halal dan Standar Higienis oleh LPPOM; serta Bulog Seminar.

Selain itu, FHI 2025 juga hadirkan beragam seminar sustainability dengan topik yang menarik seperti Sustainable Water Solutions for the Future of HORECA oleh Waterhub, Sesi Seminar oleh Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS), Beyond the Fryer: UCO and Renewable Energy Innovation in Hotels & Restaurants oleh Noovoleum, Sustainable Innovation in Hospitality bersama Sentian, Evolve, dan MVB dalam tajuk “Built for Efficiency” dan “Who Pays the Climate Price?” serta “Sustainability for Businesses: It’s more than just Plastic” dan “Ecosystem of Value” oleh Magalarva. Selain itu FHI sendiri hadirkan akses business networking melalui FHI Business Matching Programme, FHI TV Programme, Red Bull Party Truck dan Lalamove Recharge Station serta masih banyak acara menarik lainnya.

Sebagai penutup, Juanita menambahkan bahwa digitalisasi merupakan kekuatan pendorong yang meningkatkan produktivitas dan membantu Indonesia mencapai status pendapatan tinggi pada tahun 2045. “FHI mempercepat pertumbuhan berkelanjutan dalam industri F&B di Indonesia dalam kerangka ‘Indonesia 4.0’ melalui FHI Digital Showroom yang didukung oleh Saladplate, untuk memamerkan pasokan produk F&B dan perhotelan yang dapat membuka peluang ekspansi ke pasar global,” jelas Juanita.

Terlebih, FHI selalu konsisten menjadi pameran bisnis terdepan yang unggul dengan terus memperluas cakupannya untuk mendukung sektor perhotelan, makanan, dan minuman secara menyeluruh ke tingkat yang lebih tinggi. FHI juga terus mendukung perkembangan industri di sektor ini, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada tahun 2025 diproyeksikan berada di kisaran 4,7% hingga 5,2%.

Harapan Warga Sipiongot Paluta: Proyek Jalan Dilanjutkan!

0

REDAKSI.CO – Padanglawas Utara  Sungguh malang nasib warga sekitar Pasar Sipiongot Kecamatan Dolok Kabupaten Padanglawas Utara. Pasalnya aktivitas pembangunan jalan lintas di kawasan Pasar Sipiongot tersebut saat ini untuk sementara terhenti.

Pantauan REDAKSI.CO di lapangan menunjukkan bahwa sebagian bahu jalan sudah melalui proses pengerasan.

Selain itu, penggalian drainase juga tampak telah dikerjakan di beberapa titik, meskipun seluruh aktivitas kini dihentikan sementara.

Penghentian sementara proyek pembangunan jalan di Pasar Sipiongot berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada 28 Juni 2025, KPK menetapkan 5 tersangka dalam kasus korupsi proyek jalan senilai Rp231,8 miliar. Tersangka tersebut termasuk pejabat dari Dinas PUPR dan dua direktur perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut.

Setelah OTT tersebut, semua aktivitas pembangunan dihentikan, dan alat berat yang digunakan untuk proyek tersebut telah diangkut. Hal ini tentu saja berdampak pada kondisi infrastruktur dan mobilitas warga di sekitar Pasar Sipiongot.

Warga dan pihak terkait berharap agar pemerintah segera mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini, baik dari segi hukum maupun kelanjutan proyek pembangunan jalan yang sangat dibutuhkan.

Proyek pembangunan jalan di Pasar Sipiongot memang memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan mobilitas warga dan mendukung perekonomian di kawasan tersebut.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut, H. Aswin Parinduri, baru-baru ini mendesak Pemprov Sumut untuk segera melanjutkan pembangunan jalan di Desa Sipiongot. Ini menunjukkan adanya perhatian dari pihak legislatif terhadap situasi ini.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, telah memastikan bahwa proyek pembangunan jalan menuju Desa Sipiongot tetap akan dilanjutkan meskipun ada masalah hukum yang melibatkan pejabat terkait. Ini memberikan harapan bagi warga bahwa proyek ini akan kembali berjalan. (ER)

 

Kemenag Aceh Barat Adakan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Materi Penyuluhan Bagi PNS dan PPPK

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Dalam rangka meningkatkan kualitas dan efektivitas penyampaian materi penyuluhan, Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Materi Penyuluhan bagi Penyuluh Agama PNS dan PPPK.

Kegiatan ini berlangsung selama satu hari bertempat di Aula Kankemenag Kabupaten Aceh Barat pada Selasa 22/7-2025

Pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 65 peserta yang terdiri dari penyuluh agama PNS dan PPPK dari berbagai kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Subbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat H. Khairul Azhar, S.Ag, MA. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan bahwa peran penyuluh agama saat ini dituntut untuk lebih adaptif dan inovatif dalam menghadapi perkembangan zaman, termasuk dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui media digital.

“Penyuluh agama harus mampu membuat konten yang menarik, menyentuh, dan mudah dipahami oleh masyarakat, terutama generasi muda yang sangat akrab dengan media sosial,” tegasnya.

Materi yang diberikan dalam pelatihan ini meliputi teknik dasar penulisan naskah dakwah digital, pembuatan desain visual dakwah, video editing sederhana menggunakan ponsel, hingga strategi distribusi konten dakwah melalui platform-platform digital seperti Instagram, YouTube, dan TikTok. Para peserta juga diberikan praktik langsung untuk membuat konten penyuluhan yang sesuai dengan nilai-nilai moderasi beragama.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Kanwil Kemenag Aceh dan Pranata Humas STAIN TDM yang telah aktif dalam dunia konten kreatif. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan praktik, serta hasil karya kreatif yang dipresentasikan di akhir sesi pelatihan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para penyuluh agama dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya aktif di lapangan, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat luas melalui media digital, serta menjadi pionir dalam menyebarkan nilai-nilai keagamaan yang damai, toleran, dan konstruktif ****

Satpol PP – WH Aceh Barat Tertibkan ASN Nongkrong di Warung Kopi Saat Jam Dinas

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kabupaten Aceh Barat menertibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kedapatan nongkrong di warung kopi (warkop) pada jam kerja, Senin 21/7/2025

Razia mendadak ini dilakukan di sejumlah warkop di kawasan Kota Meulaboh sebagai tindak lanjut arahan Bupati Aceh Barat yang menekankan pentingnya disiplin pegawai.

Kepala Satpol PP-WH Aceh Barat, Aziim, M.Si, mengatakan Bupati Aceh Barat telah menegaskan larangan bagi ASN untuk bersantai di warkop pada jam dinas. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan demi meningkatkan kinerja dan citra positif jajaran pemerintah daerah di mata publik.

“Larangan ini merupakan bagian dari upaya menegakkan disiplin, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil,” ujar Aziim.

Ia menambahkan, Satpol PP-WH bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) akan rutin melakukan patroli dan pengawasan. ASN yang nekat melanggar akan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Kata Azim, Bupati juga meminta para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) agar tidak lepas tangan. Mereka diimbau untuk aktif membina dan mengawasi pegawai di lingkungannya masing-masing.

Langkah tegas ini kata Azim, diharapkan mampu menumbuhkan budaya kerja yang disiplin, profesional, dan bertanggung jawab di kalangan ASN Aceh Barat, sehingga pelayanan publik dapat berjalan maksimal sesuai harapan masyarakat, pungkas nya ***”

LBH-RHI Dampingi Korban Pengeroyokan di Jelai Hulu, Desak Penanganan Serius dari Pihak Kepolisian*

0

Ketapang, 20 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum Rumah Hukum Indonesia (RHI) resmi menerima kuasa dari Masdar, seorang warga Desa Periangan, Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, yang menjadi korban pengeroyokan brutal pada 12 Juli 2025.

Peristiwa tragis itu terjadi di rumah pribadi korban, saat ia diserang oleh empat orang pelaku berinisial LN, R, DH, dan NW. Tidak tinggal diam, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jelai Hulu pada hari yang sama (12 Juli 2025) sekitar pukul 10.30 pagi, disertai dengan dua orang saksi mata yang siap memberikan keterangan di hadapan penyidik.

Namun, hingga hari ini, 20 Juli 2025, belum terdapat tindak lanjut yang signifikan dari pihak Polsek Jelai Hulu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dari pihak korban dan publik mengenai lambannya proses hukum terhadap tindak kekerasan yang nyata-nyata telah dilaporkan disertai alat bukti dan saksi.

Atas dasar ini, korban melalui kuasa hukumnya dari DPD LBH Rumah Hukum Indonesia Kabupaten Ketapang, yakni Ahmad Upin Ramadan, CPLA dan Rekan mengajukan pendampingan hukum dan advokasi, sekaligus akan melayangkan surat laporan serta permintaan klarifikasi dan percepatan penanganan perkara ke Polres Ketapang, agar kasus ini mendapat penanganan secara objektif, adil, dan sesuai hukum yang berlaku.

“Kami menilai unsur pidana dalam kasus ini sudah cukup terang benderang, mulai dari pelaku, saksi, tempat kejadian perkara hingga bukti visum dapat diperkuat. Maka tidak ada alasan bagi pihak kepolisian untuk menunda proses penegakan hukum,” tegas Ahmad Upin Ramadan, Paralegal RHI.

LBH RHI mengingatkan bahwa dugaan tindak pidana pengeroyokan diatur dalam:

Pasal 170 KUHP

Pasal 354 KUHP

Pasal 351 ayat (1) dan (2) KUHP

Pasal 55 dan 56 KUHP

Pasal 167 KUHP

Pihaknya juga menyatakan siap mengawal proses hukum ini sampai tuntas, baik melalui upaya mediasi, pelaporan ulang ke Polres, maupun gugatan lanjutan jika diperlukan, demi melindungi hak korban atas keadilan dan rasa aman sebagai warga negara.

LBH RHI menegaskan komitmennya untuk berdiri di garda terdepan dalam membela hak korban kekerasan dan mendorong aparat penegak hukum bekerja sesuai amanat undang-undang.

7 Pimpinan Anak Ranting Pemuda Pancasila Se-Kecamatan SU II Palembang Periode 2025-2027 Gelar RPP

0

Redaksi.co | Palembang – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Seberang Ulu Dua (SU II) Palembang menggelar Rapat Pemilihan Pengurus Serentak Pimpinan Ranting Se-Kecamatan Seberang Ulu Dua (SU II) Palembang.

Rapat Pemilihan Pengurus Serentak Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila Se-Kecamatan Seberang Ulu Dua (SU II) Palembang, di lakasanakan di Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Palembang Jalan Kolonel Atmo Kelurahan 17 Ilir Palembang, Sumatera Selatan.Minggu, (20/07/25).

Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) tersebut turut di hadiri oleh Nursyamsu M.A.H Iding Ketua MPC Pemuda Pancasila Palembang, R.M. H. Ari Maulana.S.H.M. Si Wakil Ketua I MPW Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan, Heri Suyatno, SH Seketaris MPC Pemuda Pancasila Palembang.

Ketua MPC Pemuda Pemuda Pancasila Kota Palembang Nursyamsu M.A.H Idding mengatakan kegiatan hari ini dan kemarin, di laksanakan RPP Serentak 18 Kecamatan Pimpinan Anak Ranting Pemuda Pancasila.

“Ada 107 Kelurahan Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila yang melaksanakan RPP,”ujarnya.

“Mudah-mudahan dengan dilaksanakannya RPP di setiap Kecamatan, Pemuda Pancasila akan lebih berkembang lagi,”tutupnya

Ditempat yang sama, R.M. H. Ari Maulana.S.H.M. Si
Wakil Ketua I MPW Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan menambahkan kegiatan hari ini sebenarnya merupakan kewajiban daripada organisasi yang diamanahkan oleh anggaran dasar rumah tangga (AD/ART) Pemuda Pancasila yaitu konsolidasi organisasi.

“Bahwa selama ini di Sumatera Selatan telah melaksanakan konsolidasi struktural, dan pada bulan Juli ini dilaksanakan oleh kota Palembang di beberapa Kecamatan tentunya ini menjadi sebuah keharusan yang dilakukan oleh Pimpinan Anak Cabang dalam mendefinisikan pimpinan ranting desa dan kelurahan,”jelasnya.

Sementara itu, Susanto, SE Ketua PAC Pemuda Pancasila Kota Palembang mengatakan, Alhamdullilah hari ini PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Seberang Ulu Dua (SU II) Palembang menggelar Rapat Pemilihan Pengurus Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila Se-Kecamatan Seberang Ulu Dua Palembang.

“Dan, alhamdullilah juga sudah terbentuk 7 (Tujuh) Kelurahan Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila Se-Kecamatan Seberang Ulu Dua Palembang,”ujarnya.

“Pentingnya peran Pemuda Pancasila dalam masyarakat dan mengharapkan para pengurus terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik,”tambahnya.

“Pemilihan ini diharapkan dapat membawa Pemuda Pancasila khususnya Pemuda Pancasila Kecamatan Seberang Ulu Dua (SU II) Palembang ke arah yang lebih baik dan meningkatkan peran serta organisasi dalam masyarakat.

Adapun hasil RPP Ranting Pemuda Pemcasila Se-Kecamatan Seberang Ulu Dua (SU II) Palembang sbb ;

1.Romy Ketua Pimpinan Ranting PP Kelurahan 11 Ulu
2.Akbar Ketua Maulid Pimpinan Ranting PP Kelurahan 12 Ulu
3.Rehan Ketua Pimpinan Ranting PP Kelurahan 13 Ulu
4.Zulkifli Ketua Pimpinan Ranting PP Kelurahan 14 Ulu
5.Juweni Ketua Pimpinan Ranting PP Kelurahan 16 Ulu
6.Indra Ketua Pimpinan Ranting PP Kelurahan Tangga Takat
7.Desi Natalia Ketua Pimpinan Ranting PP Kelurahan Sentosa

Dan,”terakhir saya selaku ketua PAC Pemuda Pancasila Seberang Ulu Dua Palembang beserta pengurus mengucapkan selamat kepada para Ketua Ranting terpilih periode 2025-2027,”pungkasnya.

Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi Anak di Media Sosial Dikendalikan dari Dalam Penjara

0

redaksi.co, Jakarta – Satuan Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya kembali mengungkap praktik kejahatan luar biasa. Sebuah jaringan eksploitasi seksual anak di bawah umur yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang berhasil dibongkar oleh Subdirektorat Siber, setelah dua pekan melakukan patroli di dunia maya sepanjang Juli 2025.

Pengungkapan ini disampaikan secara resmi dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu, 19 Juli 2025, di Lobby Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu, Kompol Syarif Hidayatullah, S.H., S.I.K., selaku Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa salah satu dari tiga kasus kejahatan siber yang dirilis hari ini adalah kejahatan seksual terhadap anak yang dikendalikan langsung dari balik jeruji besi.

“Ini sangat mengkhawatirkan. Korbannya adalah anak-anak perempuan di bawah umur yang dijadikan objek eksploitasi seksual secara daring oleh pelaku yang justru berada di dalam lembaga pemasyarakatan,” ujar Kompol Syarif.

Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Hadis Wibowo, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari patroli yang dilakukan tim Siber terhadap akun-akun media sosial yang terindikasi memuat aktivitas mencurigakan. Salah satu temuan penting adalah grup “Pretty 1185 Pelajar Jakarta” di platform X, yang ternyata digunakan sebagai sarana transaksi prostitusi anak.

Polisi kemudian menetapkan AM, narapidana Lapas Cipinang, sebagai otak di balik jaringan ini. AM diketahui telah divonis sembilan tahun penjara dalam kasus serupa, dan saat ini baru menjalani enam tahun masa hukumannya. Meski demikian, ia tetap mampu mengatur jalannya bisnis haram dari balik penjara, dengan memanfaatkan perantara dan teknologi digital.

Kompol Bayu Setiawan, S.I.K., Kasubdit II Siber Ditreskrimsus, mengungkapkan bahwa setidaknya dua anak perempuan telah menjadi korban eksploitasi sejak Oktober 2023.
“Korban mengaku telah melayani satu hingga dua pelanggan setiap minggu. Bahkan mereka mengaku sudah tak lagi mampu menghitung berapa kali telah dieksploitasi,” ujar Kompol Bayu.

Modus yang digunakan pun cukup sistematis. Pelaku memanfaatkan platform seperti Facebook untuk mendekati calon korban, lalu mengatur pertemuan dengan pelanggan di hotel-hotel tertentu. Setiap transaksi seksual dihargai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta, yang kemudian dibagi dua. Korban menerima separuhnya, sementara sisanya dikirim kepada AM di Lapas melalui perantara yang sudah diatur.

Dalam penyelidikan ini, tim kepolisian menyita sejumlah barang bukti, termasuk ponsel, akun media sosial, serta bukti transaksi keuangan. Polisi juga terus melacak para pelanggan dan pihak-pihak lain yang terlibat, baik dari luar maupun dari dalam lembaga pemasyarakatan.

“Kasus ini belum berakhir. Kami masih memburu semua yang terlibat, termasuk yang menjadi pemesan layanan maupun yang memfasilitasi kegiatan ini dari dalam penjara,” tegas Kompol Bayu.

Kompol Ferizal Fardinanto, S.I.K., dari Subdit I Siber, turut menekankan bahwa kasus ini menjadi peringatan keras tentang bahaya media sosial, khususnya bagi anak-anak. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan dari orang tua terhadap aktivitas daring anak-anak mereka.

Hal senada disampaikan kembali oleh Kompol Syarif Hidayatullah. Menurutnya, dalam banyak kasus, pelaku kejahatan seksual terhadap anak justru berasal dari lingkungan terdekat korban.

“Kita harus lebih peka. Internet bisa menjadi ruang eksploitasi yang sangat gelap jika

 

Aktivitas Para Pedagang KL di Seputaran Jalan H.Daud Dariyah II di Izinkan Sementara

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Keberadaan pedagang yang kembali berjualan di sepanjang Jalan Haji Daud Dariyah II, Meulaboh, kabupaten Aceh Barat yang sempat di sorot wakil Komisi II DPRK Aceh Barat pada Jumat 18/7/2025 kemarin di izinkan untuk sementara waktu

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, menyebutkan sejumlah pedagang kaki lima kembali menggelar lapak dagangannya di trotoar dan bahu jalan H.Daud Dariah II Meulaboh Aceh barat.

Keberadaan mereka melakukan aktivitas transaksi berjualan dinilai mengganggu kenyamanan lalu lintas serta mengurangi fungsi jalan yang seharusnya digunakan untuk kendaraan dan parkir.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perindagkop Aceh Barat, Khairuzzadi, menjelaskan, bahwa keberadaan pedagang di sepanjang Jalan Haji Daud Dariyah II sebelumnya memang sempat diizinkan berjualan oleh pejabat Dinas yang lama. kata Kadis Perindakop kepada Media, Sabtu, 19/7/25.

Hal tersebut dikatakan, dilakukan sebagai langkah sementara selama proses penataan pasar masih berlangsung.

“Pedagang kaki lima maupun pedagang lainnya memang sempat diizinkan berjualan di situ karena waktu itu pasar masih dalam proses penataan. Namun, saat ini penataan tersebut sudah masuk tahap akhir. Dalam waktu dekat akan ada perhitungan lebih lanjut dari BPKD (Badan Pengelolaan Keuangan Daerah),” jelas Khairuzzadi.

kepala Dinas Perindagkop itu juga menambahkan, setelah semua proses administrasi dan teknis selesai, para pedagang akan diarahkan untuk berjualan di dalam area pasar yang telah disiapkan oleh pemerintah.

Dengan begitu, sambungnya, jalan raya dapat kembali difungsikan sebagai sarana umum, termasuk untuk tempat parkir kendaraan.

“Harapan kami ke depan, masyarakat bisa berdagang khusus di dalam area pasar, dan jalan Haji Daud Dariyah II bisa digunakan kembali sebagaimana mestinya, seperti parkir dan akses lalu lintas,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat pun berharap kerja sama semua pihak, termasuk para pedagang, agar proses penataan bisa berjalan lancar dan kawasan pasar menjadi lebih tertib, nyaman, dan layak sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat***”

0

GAS NTB Somasi Kepsek SD 2 Gerung, Tuntut Pemecatan dan Proses Hukum Dugaan Korupsi Dana BOS

Gerung, 18 Juli 2025 —Redaksi.Co Gabungan Aktivis Sasak NTB (GAS NTB) resmi melayangkan surat somasi kepada Kepala Satuan Intel Polres Gerung dengan tembusan kepada Kepala SD Negeri 2 Gerung. Somasi ini berisi tuntutan pencopotan dan proses hukum terhadap Kepala Sekolah SD 2 Gerung atas dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2021 hingga 2024.

Dalam surat bernomor 010:GAS-NTB-11/07/2025 tersebut, GAS NTB menyebut bahwa mereka telah melakukan investigasi dan menemukan indikasi kuat adanya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SD 2 Gerung. Dana BOS yang seharusnya digunakan untuk operasional sekolah, diduga dipakai demi kepentingan pribadi kepala sekolah.

 

Fakta Lapangan:

1. Terjadi dugaan penyalahgunaan anggaran BOS tahun 2021–2024 untuk kepentingan pribadi.

2. Praktik KKN ini telah menimbulkan kerugian finansial bagi sekolah dan masyarakat.

3. Kepala sekolah diduga menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri.

 

Dasar Hukum:

UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

PP No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan

KUHP Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3

UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Tuntutan GAS NTB:

1. Kepala Dinas Pendidikan Lombok Barat segera mencopot Kepala SD 2 Gerung dari jabatannya.

2. Dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut atas dugaan praktik KKN.

3. Jika tidak ada tanggapan, GAS NTB akan menggelar aksi pada:

Hari/Tanggal: Selasa, 22 Juli 2025

Tempat: Kantor Dikbud Lombok Barat & Polda NTB

Jumlah Massa: 100 orang dan 50 wali murid

 

Dalam surat tersebut, GAS NTB juga melampirkan data penyaluran dana BOS sebagai bukti pendukung. Data menunjukkan rincian dana yang diterima sekolah per tahun, lengkap dengan status penyaluran.

Surat ini ditandatangani oleh Ketua GAS NTB, L. Imron Herdiansyah, S.H., M.H., dan Sekretaris Jenderal Agus Salim, S.Pd., yang menegaskan bahwa mereka akan mengawal kasus ini hingga tuntas demi tegaknya keadilan dan bersihnya dunia pendidikan dari praktik-praktik kotor.

> “Kalau dunia pendidikan dibiarkan tercemar oleh korupsi, maka anak-anak kita lah yang akan menerima dampaknya,” tegas Imron dalam pernyataannya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kepala Sekolah SD 2 Gerung maupun Dinas Pendidikan Lombok Barat.

Sumber: Media Nasional Investigasi – Redaksi.Co
Read: HS2025