Aceh Barat.Redaksi.co
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengibarkan bendera Merah Putih serentak di lingkungan masing-masing.
Ajakan tersebut disampaikan Said Fadheil saat mengukuhkan panitia penyelenggara peringatan HUT RI ke-80 tingkat Kabupaten Aceh Barat yang berlangsung di Aula Teuku Umar Bappeda, Kamis (24/7/2025).
Said menegaskan pentingnya semangat nasionalisme dan kebersamaan seluruh masyarakat untuk merayakan kemerdekaan Indonesia dengan penuh suka cita. Ia menghimbau seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), unsur TNI-POLRI, hingga masyarakat di pelosok desa agar memasang bendera Merah Putih di kantor, rumah, maupun halaman.
Selain pengibaran bendera, masyarakat juga diimbau menghias lingkungan dengan gapura, umbul-umbul, dan atribut kemerdekaan lainnya sebagai wujud kecintaan pada tanah air.
“Semangat kemerdekaan ini harus kita jaga bersama. Mari kita tunjukkan rasa syukur kita atas perjuangan para pahlawan dengan meriahkan lingkungan sekitar. Mulai dari memasang bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga membuat gapura yang kreatif,” ujarnya.
Ia berharap momentum peringatan 80 tahun Indonesia merdeka menjadi okpemicu semangat untuk membangun Aceh Barat yang maju dan sejahtera.
Dengan persiapan matang dan semangat gotong royong, peringatan HUT RI ke-80 di Aceh Barat diharapkan menjadi momen kebersamaan yang membanggakan bagi seluruh lapisan masyarakat, pungkas said ****
Polri Bongkar Skandal Beras Premium Ilegal Ribuan Kilogram Tak Sesuai Standar
Redaksi.co, Jakarta 24 Juli 2025 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil mengungkap praktik produksi dan distribusi beras premium ilegal dalam skala besar. Pengungkapan ini disampaikan langsung dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, dan menjadi perhatian publik luas.
Kasus ini bermula dari laporan laboratorium yang menemukan bahwa sejumlah produk beras premium yang beredar di pasaran tidak sesuai dengan informasi yang tertera pada label kemasan. Temuan ini memicu penyelidikan mendalam oleh tim Bareskrim, yang akhirnya mengungkap fakta mengejutkan: beras diproduksi dengan metode campuran tradisional dan modern, namun diberi label “premium” tanpa memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Sebagai tindak lanjut, polisi menyegel sejumlah lokasi produksi dan gudang penyimpanan di Jakarta Timur, Jawa Barat, dan Serang. Tiga perusahaan besar yang terlibat adalah PT PPM, PT RS, dan PT USG, dengan merek-merek seperti “Sentra”, “Cerita Anak”, dan “Sentra Rambut Merah”. Dari operasi gabungan ini, sebanyak 39.360 kilogram beras dalam kemasan 5 kg dan 2,5 kg berhasil disita sebagai barang bukti.
“Dari hasil uji laboratorium, kelima merek tidak memenuhi standar mutu nasional sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Konsumen,” ungkap Dittipideksus dalam konferensi pers di Bareskrim. Hingga saat ini, 14 saksi telah diperiksa, termasuk ahli laboratorium, konsumen, hingga pejabat dari Kementerian Pertanian.
Para pelaku disinyalir melanggar Pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan terancam hukuman penjara hingga lima tahun serta denda Rp2 miliar. Lebih jauh lagi, perkara ini juga ditelusuri dalam kaitannya dengan pelanggaran Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Polri menegaskan bahwa penindakan ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari stabilitas nasional. “Kami akan terus menelusuri rantai distribusi hingga ke akar-akarnya, termasuk kemungkinan keterlibatan merek lain,” ujar juru bicara Bareskrim.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilih produk beras, dengan memeriksa label kemasan dan memastikan kesesuaian dengan SNI. Bareskrim juga memberikan kesempatan kepada pedagang yang tidak mengetahui adanya pelanggaran untuk mengembalikan produk serta menerima arahan lanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen membangun ekosistem pangan yang sehat dan adil, sekaligus memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
.Tak hanya itu, sebanyak 14 saksi telah diperiksa, termasuk ahli laboratorium, konsumen, serta pejabat dari Kementerian Pertanian. Pemeriksaan laboratorium memastikan bahwa lima merek beras premium yang beredar di pasaran tidak memenuhi ketentuan mutu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
“Pelabelan premium yang tidak sesuai ini adalah bentuk pemalsuan mutu yang menyesatkan konsumen,” ujar juru bicara Polri. Para pelaku terancam sanksi pidana hingga 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp2 miliar. Bahkan, penyelidikan kini berkembang ke potensi pelanggaran dalam Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Kementerian Pertanian turut ambil bagian dalam pengujian kandungan beras dan menemukan bahwa kelima merek tersebut memang tidak layak menyandang status “premium”. Sementara proses hukum masih berjalan, penetapan tersangka tinggal menunggu kelengkapan bukti, termasuk dokumen sertifikasi, SOP perusahaan, dan distribusi.
Polri menegaskan komitmennya menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam peredaran beras ilegal. “Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada perlindungan konsumen dan ketahanan pangan sebagai bagian dari pertahanan nasional,” tegas juru bicara.
Masyarakat pun diminta lebih berhati-hati dalam membeli produk beras dan memastikan label serta kualitas sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Kepolisian juga membuka jalur komunikasi untuk para pedagang dan distributor yang merasa menjadi korban dan ingin mengembalikan produk.
Dalam upaya menjaga ekosistem pangan yang sehat dan adil, pengawasan harga eceran tertinggi (HET) kini diperketat, dengan instruksi khusus kepada kepala daerah agar turut mengawasi mutu dan distribusi pangan di daerah masing-masing.
Langkah tegas ini menjadi bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045, di mana integritas, kualitas, dan keadilan dalam sektor pangan menjadi prioritas utama.
Surabaya, redaksi.co – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur mengecam keras aksi pemerasan yang dilakukan oleh dua orang oknum berinisial SH dan SF yang mengaku sebagai aktivis mahasiswa. Keduanya ditangkap Unit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim pada Sabtu malam, 19 Juli 2025, di kawasan Prapen, Surabaya.
Kedua tersangka diduga memeras Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur dengan meminta uang Rp 50 juta, disertai ancaman akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran jika tuntutan tidak dipenuhi. Rencana aksi dengan 200 massa bahkan telah dilayangkan lewat surat resmi dengan titik kumpul di Taman Apsari dan tujuan aksi di depan Kantor Dinas Pendidikan Jatim.
Koordinator BEM Nusantara Jatim, Helvin Rosiyanda Putra, menegaskan:
“Tindakan ini tidak mencerminkan gerakan mahasiswa. Ini kriminal murni yang mencemari perjuangan kolektif kami. Kami minta kepolisian bertindak tegas tanpa kompromi.
Ironisnya, informasi yang dihimpun menyebut SH dan SF bukan pertama kali melakukan modus seperti ini. Mereka diduga kerap menekan OPD di lingkungan Pemprov Jatim dengan mengatasnamakan gerakan mahasiswa demi keuntungan pribadi.
BEM Nusantara Jatim menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa agar waspada terhadap praktik-praktik kotor semacam ini, dan tidak membiarkan gerakan mahasiswa dimanfaatkan oleh oknum yang haus kekuasaan dan uang.
“Kami mendukung penuh aparat hukum untuk memproses kasus ini sampai tuntas dan memberi efek jera. Citra mahasiswa harus dibersihkan dari parasit-parasit semacam ini,” tutup Helvin (As)
REDAKSI.CO – Kepolisian Daerah Maluku Utara menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi seluruh personel di lingkungan Polda Maluku Utara, bertempat di Masjid Nurul Huda Polda Maluku Utara. Kamis, (24/7).
Kegiatan Binrohtal ini merupakan program rutin yang bertujuan untuk membentuk karakter personel Polri yang berakhlak mulia, profesional, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Seluruh personel Polda Maluku Utara dan casis Polda Maluku Utara hadir mengikuti kegiatan ini dengan khidmat dan penuh semangat.
Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan bagian penting dalam pembinaan kepribadian anggota Polri.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai moral, serta menjaga integritas dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Binrohtal kali ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ceramah agama, serta doa bersama guna memperkuat mental dan spiritual para anggota.
Polda Maluku Utara terus berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang religius dan berintegritas tinggi dalam rangka mendukung terwujudnya Polri yang Presisi.
redaksi.co, Jakarta, 23 Juli 202 Setelah sukses menyapa penonton di sejumlah kota lewat rangkaian roadshow, film Bertaut Rindu kini menyelenggarakan gala premiere dengan tema istimewa: Prom Night. Bertempat di Epicentrum XXI, Jakarta, 23 Juli 2025 malam spesial ini menjadi bagian dari perjalanan film Bertaut Rindu yang mengajak penonton kembali ke masa-masa remaja penuh harapan, keresahan, dan pertanyaan besar tentang masa depan.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pemeran dan tim di balik layar, antara lain Rako Prijanto (sutradara), David S. Suwarto (produser eksekutif), MGS. Fahri Fahrudin (produser), Nuridzka Mutiaradini (penulis naskah), dan Tian Topandi (penulis novel Bertaut Rindu).
Turut hadir pula para pemeran utama dan pendukung film seperti Adhisty Zara (Jovanka), Ari Irham (Magnus), Aida Nurmala (Mama Magnus), Willem Bevers (Papa Magnus), Putri Ayudya (Mama Jovanka), Irgi Achmad Fahrezi (Papa Jovanka), Nadine Alexandra, Aulia Deas, dan Bertram Beryl.
Gala premiere ini dirancang untuk menjadi ruang nostalgia dan refleksi, khususnya generasi. muda dan para orang tua. Dalam suasana prom night, para tamu hadir mengenakan sentuhan busana biru yang menjadi simbol emosi, kedewasaan, dan kejujuran perasaan dalam film ini.
Dalam sesi wawancara, Adhisty Zara menyampaikan harapannya tentang dampak film ini. “Aku berharap film ini bisa jadi teman buat siapa pun yang sedang berjuang meraih mimpi. Dan buat teman-teman yang pernah merasa dipaksa atau nggak didengar, semoga kalian bisa lebih dekat sama orang tua dan berani bilang apa yang kalian mau untuk masa depan kalian. Keluarga harusnya jadi support system, bukan sumber tekanan,” ujar Zara dengan penuh haru.
Salah satu momen yang paling membekas adalah penampilan Jasmine Nadya yang membawakan lagu OST Bertaut Rindu berjudul “Seiring”, yang turut mengiringi emosi penonton sepanjang malam. Lagu ini menjadi jembatan antara cerita Jovanka dan Magnus dengan para penonton yang mungkin sedang, atau pernah, menghadapi konflik serupa dalam hidupnya.
Tak hanya itu, dalam acara ini juga dihadirkan Mading Surat untuk Diriku di Masa Lalu, berupa kumpulan pesan dari para penonton yang ditampilkan sebagai instalasi emosi bersama. Serta Puisi on The Spot bersama penyair muda Hamzah Muhammad yang merupakan sebuah sesi spontan yang menghadirkan puisi dari emosi yang tertangkap di malam premiere.
Film Bertaut Rindu akan tayang secara luas di bioskop mulai 31 Juli 2025. Dengan cerita yang dekat, menyentuh, dan relevan dengan dinamika hubungan orang tua dan anak, film ini menjadi ajakan bagi seluruh keluarga untuk saling mendengar dan memahami, serta menjadi support system terkuat.
Aceh Barat.Redaksi.co
Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh melakukan kunjungan kerja sekaligus kerjasama dengan Universitas Teuku Umar Meulaboh bertempat di Komplek UTU Jalan Alue Penyareng Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat,pada Rabu 23/7/2025
Kunjungan terkait dengan ketersediaan anak magang dimana di program ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan mahasiswa (i) dalam mengembangkan kompetisi profesional.
Program kerjasama antara pegadaian syariah meulaboh adalah untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiswa dalam mendapatkan pengalaman kerja dilingkungan pegadaian syariah dan dengan program ini juga diharapkan dapat mengembangkan keterampilan serta pengetahuan yang relevan sesuai bidang studi yang mereka pelajari.
Dan mahasiswa yang mengikuti program magang di pegadaian syariah cabang meulaboh berkesempatan mendapatkan pengalaman kerja di perusahaan BUMN, sekaligus diharapkan dengan program ini menumbuhkan kembangkan ketrampilan, karena tujuan utama dari program magang adalah menjembatani antara teori yang diajarkan di kampus dan di praktekkan didunia kerja agar kedepannya lebih profesional dalam bidangnya.
Hal ini disampaikan oleh pimpinan Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh Desmanita Soraya kepada media ini, menurut pimpinan Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh ini dengan kerjasama itu pihaknya berharap dapat membantu Universitas Teuku Umar dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasiswa.
“Kami harapkan dengan kerjasama ini dapat membantu UTU dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan harapan kami, kerjasama ini dapat terus berlanjut, dapat memberikan manfaat bagi antar dua lembaga,tidak tertutup kemungkinan kami bisa memperoleh Sumber daya manusia dari program ini ” Ujar Desmanita Soraya.
Selanjutnya ia mengatakan, pertemuannya selaku pimpinan Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh dengan Rilis Juliansyah SE.MSi selaku kepala prodi S1 Ekonomi pembangunan dan Asesor Prof.Indra Maipita.SE.MSi di ruang prodi tersebut banyak membahas masalah kesiapan mahasiswa dalam program magang.
“Salah satu dari pembahasan adalah terkait kesiapan mahasiswa (i) dalam program magang yang kita lakukan ini ” ujarnya
Sementara Ka Prodi S1 Ekonomi Pembangunan,Rollis Yuliansyah mengatakan bahwa kerjasama yang dilakukan ini pihaknya berharap dapat berjalan dengan baik dan dapat membantu mahasiswa magang.
“Program ini di rancang guna membantu para peserta magang dapat meningkatkan ketrampilan (Soft Skill dan Hard Skill) yang relevan dengan dunia kerja,akan terlibat langsung dalam kegiatan operasional administrasi di lingkungan kerja Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh” Ujar Rollis.
Pada program kerjasama magang, Para peserta akan berinteraksi langsung dengan karyawan pegadaian syariah,juga tidak tertutup kemungkinan para mahasiswa magang akan berhubungan dengan pihak eksternal dan nasabah, diharapkan dapat memperluas jaringan profesional.
” Sejauh ini kinerja mahasiswa magang asal universitas Teuku Umar Sangat baik dan mampu mengikuti ritme kerja di lingkungan pegadaian syariah cabang meulaboh, terlihat mulai dari proses melayani nasabah, proses Aktivasi Aplikasi Pegadaian Syariah Digital Servis,dan juga mampu menjual produk Emas Galery 24 “pungkasnya
Pengajuan proposal program magang terbuka bagi mahasiswa aktif dari berbagai jurusan, seperti Ekonomi, Management Pemasaran , Bisnis,Ilmu Komunikasi dan TI. ****
Aceh Barat.Redaksi.co
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Aceh Barat menggelar kegiatan Edukasi dan Sosialisasi dengan tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045, Anak Aceh Barat Terlindungi, Stop Kekerasan.”
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, (23/7/2025) ini digelar di beberapa sekolah di wilayah Aceh Barat, di antaranya SMA Negeri 2, SMP Negeri 3, dan SD Negeri 3 Meulaboh. Fokus kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam kepada siswa, guru, dan masyarakat mengenai pentingnya hak-hak anak dan upaya perlindungan dari segala bentuk kekerasan.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas DP3AKB Kabupaten Aceh Barat, Imilda Sukma, SE, M.Si, mewakili Kepala Dinas, menegaskan bahwa peringatan HAN bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum untuk menguatkan komitmen bersama agar anak-anak di Aceh Barat dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Makna Hari Anak Nasional ini menjadi barometer sejauh mana komitmen kita semua untuk menjamin hak-hak anak. Anak harus hidup dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, maupun diskriminasi,” tegas Imilda.
Ia berharap, melalui edukasi ini nilai-nilai perlindungan anak dapat ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah dan keluarga. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan generasi Aceh Barat yang tangguh, cerdas, dan terlindungi, demi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa dan guru, yang berharap program serupa terus digalakkan sebagai upaya membangun kesadaran kolektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak ****
Aceh Barat.Redaksi.co
Kabar gembira bagi masyarakat Aceh Barat, khususnya di daerah terpencil. Layanan internet satelit Starlink resmi beroperasi di kabupaten ini. Sebanyak 15 unit perangkat Starlink disiapkan untuk mendukung konektivitas jaringan internet berkecepatan tinggi di sekolah-sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang selama ini kesulitan akses internet stabil.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan persandian,(Dikominsa) Aceh Barat,Erdian Mourny pada Rabu 27/7/2025.
Ia mengatakan, Teknologi Starlink memanfaatkan jaringan satelit yang memiliki jangkauan sangat luas, sehingga cocok diterapkan di wilayah pedalaman dengan medan sulit dijangkau jaringan fiber optik konvensional.
“Starlink ini sebuah perangkat teknologi penarik jaringan internet berkecepatan tinggi dari satelit. Ini dikhususkan untuk digunakan di 14 SD dan 2 SMP, tak terkecuali juga untuk masyarakat sekitar sekolah,” ujar Erdian
Adapun sekolah penerima perangkat Starlink tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Pante Ceureumen, Woyla Barat, Sungai Mas, Kaway XVI, Woyla Timur, hingga Panton Reu. Beberapa nama sekolah yang akan menikmati layanan internet satelit ini antara lain SD Swasta Sikundo di Desa Sikundo, SD PIR Batee Puteh Satu di Desa Aluee Keumeuneng, SD Tungkop, SD Gaseu, SD Sarah Peureulak, hingga SMP 3 Woyla Timur dan SMP Satu Atap Kubu Capang.
Erdian berharap kehadiran Starlink mampu membuka akses informasi yang lebih luas bagi siswa-siswi di pelosok Aceh Barat. “Kami berharap ini dapat menunjang proses belajar mengajar sehari-hari, mendukung pelaksanaan ujian berbasis online, dan juga membuka peluang literasi digital bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya
Menurutnya, dengan hadirnya Starlink, pemerataan akses internet di wilayah pedalaman Aceh Barat semakin nyata. Pemerintah daerah pun berkomitmen akan terus memaksimalkan teknologi ini demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk semua anak negeri, tanpa terkecuali, pungkas Erdian ****
Jember, redaksi.co – Pemerintah Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember kembali menggelar tradisi sakral Ruwat Desa, sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan budaya untuk memohon keselamatan, keharmonisan, dan kesejahteraan seluruh warga. Digelar dengan penuh khidmat, Ruwat Desa tahun ini mengangkat lakon “Semar Mbangun Deso” yang dibawakan oleh dalang kondang Ki Sri Sabdho Kuncoro, seorang maestro pewayangan yang dikenal kuat dalam mengangkat nilai-nilai filosofis dan spiritualitas Jawa (23/07/2025).
Dalam puncak acara, pertunjukan wayang kulit yang berlangsung di pendopo kantor desa kepanjen juga menjadi media penyampai pesan-pesan luhur. Di tengah panggung, gunungan berdiri tegak, bukan sekadar simbol pembuka dan penutup lakon, tetapi sebagai lambang kosmis yang kaya makna bagi masyarakat Jawa. Gunungan merepresentasikan hubungan manusia dengan alam semesta dan Tuhan, sekaligus menjadi penuntun arah spiritual dalam setiap langkah kehidupan.
Sementara makna Gunungan dalam Konteks Ruwat Desa menurut Ki Sabdho Kuncoro, gunungan mengandung simbol-simbol adiluhung yang berkaitan erat dengan nilai-nilai ruwatan:
Lambang Jagad Raya: Gunungan melambangkan keseluruhan alam semesta, baik dunia kasat mata maupun dunia gaib sebagai pengingat bahwa manusia hidup dalam tatanan kosmis yang harus dijaga keseimbangannya.
Simbol Penyucian dan Perlindungan: Dalam tradisi ruwat, gunungan menjadi penanda dimulainya prosesi pembersihan desa dari energi negatif dan ancaman spiritual, sekaligus sebagai benteng perlindungan kolektif.
Filosofi Unsur Kehidupan, Gunungan merepresentasikan unsur-unsur dasar alam: api, air, angin, tanah, dan roh yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat desa.
Pohon Hayat dan Naga Pelindung: Ornamen Kalpataru yang dililit naga mencerminkan harapan akan kelimpahan, perlindungan, dan petunjuk kebijaksanaan dari leluhur.
Lanjut Ki asri Sabdho Kuncoro dalam Siklus Kehidupan dan Pembangunan, Lakon Semar Mbangun Deso menggambarkan semangat membangun desa dengan nilai keadilan, welas asih, dan harmoni. Tokoh Semar menjadi representasi rakyat yang arif, sederhana, dan dekat dengan kehendak ilahi.
Ditempat yang sama Kepala Desa Kepanjen, Sukamid, menegaskan bahwa Ruwat Desa bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga bentuk doa kolektif masyarakat kepada Tuhan agar desa dijauhkan dari bencana, diberi kelimpahan rezeki, dan hidup dalam kerukunan.
“Lewat lakon Semar Mbangun Deso, kami ingin menyampaikan bahwa membangun desa tidak hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga membangun jiwa, keharmonisan, dan nilai-nilai kebajikan,” ungkap Sukamid.
Tradisi ini menjadi cerminan kearifan lokal yang masih terjaga, di mana spiritualitas, budaya, dan gotong royong menyatu dalam satu tarikan napas. Di tengah prosesi, gunungan berdiri sebagai simbol arah dan pusat kehidupan: menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.
“Ini bukan sekadar ritual, tetapi pengingat bahwa kita hidup dalam kehendak Tuhan. Kita harus terus menyelaraskan niat, sikap, dan langkah hidup agar selalu dalam lindungannya,” tambah Sukamid.
Dari pantauan redaksi.co sesuai pertunjukan dan prosesi utama, warga mengikuti slametan atau kenduri bersama sebagai wujud syukur atas keselamatan, hasil bumi, dan limpahan rezeki. Makanan dibagikan secara merata sebagai lambang keberkahan yang harus dinikmati bersama, bukan dimonopoli.
Selain pelestarian budaya, Ruwat Desa juga membawa pesan mendalam tentang tanggung jawab sosial, spiritualitas kolektif, dan kesadaran akan hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan, serta hubungan horisontal antarsesama. Di tengah arus modernisasi yang kian deras, tradisi ini membuktikan bahwa kearifan lokal tetap menjadi fondasi moral dan spiritual masyarakat,”imbuhnya.
“Ruwat Desa bukan hanya menjaga warisan, tapi memperkuat keyakinan bahwa keselamatan sejati hanya akan tercapai jika manusia hidup selaras dengan alam, sesama, dan Sang Pencipta,” pungkas Sukamid (Sofyan)
Redaksi.co | Palembang, – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Seberang Ulu Dua (SU II) Palembang menghadiri acara kegiatan Sosialisasi Pelaporan Ormas dengan tema “Mewujudkan Tertib Administrasi Masyarakat Melalui Digitalisasi Pendaftaran Ormas” yang di gelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palembang yang bertempat di Kantor Badan KesbangPol Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (23/07/25).
Kegiatan tersebut turut di hadiri oleh Rudi Indawan, SH.,M.Kn Kepala Badan Kesbangpol Kota Palembang yang di Wakili Oleh H. Irwantono, S.Ag., MM Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama dan Ormas (Ekososbud) Kesbangpol Kota Palembang, Suprapti, SE.,M.Si Analisis Ormas Kesbangpol Kota Palembang, Ahmad Thohir Univ. Indo Global Mandiri (Narasumber), Tri PSDM Kota Palembang (Narasumber), Susanto, SE Ketua Pemuda Pancasila Seberang Ulu Dua Palembang serta beberapa Ormas yang ada di Kota Palembang.
Acara dibuka secara resmi oleh H.Irwantono, S.Ag.,MM Kepala Bidang Ekososbud Kesbangpol Kota Palembang mengatakan dalam sambutannya,”tujuan di adakannya kegiatan sosialisasi pendaftaran ormas ini bertujuan untuk mempermuda kita (ormas-ormas) yang ada di Kota Palembang cara melaporkan ormas secara digitalisasi, di mana sebelumnya kita mendaftarkan ormas ini secara manual,”ujarnya.
Dan,”berharap agar sosialisasi pelaporan ormas ini dapat di implentasikan oleh para peserta sosialisasi dalam rangka mempermudah untuk melakukan pelaporan yang baik,”pungkasnya.
Sementara itu, Susanto, SE Ketua PAC PP SU II Palembang mengatakan mengucapkan terima kasih kepada Kesbangpol Kota Palembang yang telah mengundang kami Pemuda Pancasila Kota Palembang dalam hal ini PAC PP SU II Palembang dalam acara kegiatan Sosialisasi Pelaporan Ormas.
“Kegiatan Pelaporan Ormas ini sangat positif sekali terutama bagi ormas yang ada di kota Palembang, apa lagi jaman sekarang pelaporan oramas audah Digitalisasi,”pungkasnya.