Minggu, Maret 22, 2026
Beranda blog Halaman 50

Sat Lantas Polres Langkat Gerak Cepat Tutup Jalan Berlubang, Fokus Cegah Risiko Kecelakaan

0

Langkat –redaksi.co

Aksi cepat dan responsif kembali ditunjukkan Sat Lantas Polres Langkat. Melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel), personel turun langsung melakukan penimbunan dan penutupan sejumlah titik jalan berlubang demi menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Langkah ini bukan sekadar perbaikan sementara, tetapi bagian dari strategi preventif untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas. Seperti diketahui, jalan berlubang kerap menjadi “silent hazard” yang berisiko tinggi, terutama bagi pengendara roda dua.

Kasat Lantas Polres Langkat, AKP MHD. Tommy Franata, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama.

“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi kecelakaan. Ketika ditemukan potensi bahaya di jalan, personel langsung bergerak melakukan penanganan. Ini bagian dari komitmen kami dalam menciptakan Kamseltibcar Lantas yang aman dan kondusif,” jelas AKP Tommy.

Menurutnya, pendekatan Sat Lantas saat ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga langkah-langkah preventif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas.

Sejumlah pengguna jalan menyambut positif kegiatan tersebut. Penanganan cepat di titik-titik rawan dinilai membantu menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mengurangi risiko kecelakaan, khususnya di jam-jam padat.

Dengan gerak cepat dan kolaboratif, Sat Lantas Polres Langkat terus memperkuat peran sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, sekaligus memastikan situasi lalu lintas di wilayah Kabupaten Langkat tetap aman, tertib, dan lancar.

M.ilyas

Sinergi Kodim 0708 Purworejo dan SMKN 4: Gembleng Karakter Siswa Jelang PKL

0

Purworejo | Redaksi.co – Sebanyak 131 siswa kelas XI SMK Negeri 4 Purworejo mengikuti kegiatan pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, serta pembinaan fisik dan mental di Kodim 0708 Purworejo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pra Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk menyiapkan mental siswa sebelum terjun ke dunia industri.

​Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0708 Purworejo, Mayor CBA M. Behaki, di halaman Makodim pada Rabu (11/2/2026). Program pembinaan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian materi intensif dari jajaran Kodim.

Point Utama dari sambutan yang diberikan Kasdim adalah:

    • Kepedulian TNI: Kegiatan ini adalah wujud nyata dukungan TNI terhadap dunia pendidikan dalam mencetak generasi muda yang disiplin dan bermental kuat.
    • Kesiapan Kerja: Fokus utama adalah membentuk karakter siswa SMKN 4 Purworejo agar siap bersentuhan langsung dengan dinamika dunia kerja.
    • Keseimbangan Skill: Siswa diharapkan tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan semangat kebangsaan yang tinggi.

​”Saya harapkan para peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan tetap menjaga faktor keamanan. Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang baik antara TNI dan dunia pendidikan dalam membangun generasi muda yang tangguh,” ujar Mayor CBA M. Behaki dalam penutup sambutannya.

Kegiatan tetsebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, bermental kuat, dan memiliki wawasan kebangsaan yang baik. (*)

Sumber: Kodim 0708 Purworejo

Redaksi Penyelaras: Wahidun

Warga Mamuju Resah, Galeri Salon Diduga Beroperasi Tak Lazim di Lingkungan Pendidikan

0

Redaksi.co MAMUJU : Keresahan warga mencuat di salah satu kawasan permukiman Kota Mamuju terkait keberadaan sebuah tempat usaha bernama Galeri Salon yang beroperasi di lingkungan yang berdekatan langsung dengan fasilitas ibadah dan pendidikan keagamaan, seperti masjid, madrasah, serta Pondok Tahfidz Al-Qur’an.

Sejumlah warga menilai aktivitas di tempat tersebut terkesan berbeda dari usaha salon pada umumnya. Dugaan adanya praktik menyimpang yang berkedok layanan kecantikan pun berkembang di tengah masyarakat. Kecurigaan itu dipicu oleh aktivitas keluar-masuk pengunjung yang dinilai tidak lazim serta jam operasional yang berlangsung hingga larut malam.

“Kami khawatir dengan kondisi ini karena lingkungan kami dikenal sebagai kawasan religius dan pendidikan. Setiap hari ada anak-anak yang mengaji dan belajar di sekitar sini,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut warga, situasi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan sosial dan dikhawatirkan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan moral anak-anak serta mencoreng citra lingkungan yang selama ini dikenal agamis. Terlebih, lokasi usaha disebut berada sangat dekat dengan pusat kegiatan ibadah dan pendidikan keagamaan.

Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk melakukan penelusuran secara menyeluruh. Warga mendesak agar dilakukan pengecekan perizinan usaha, pengawasan aktivitas operasional, serta penindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran hukum atau penyalahgunaan izin usaha.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak keberadaan usaha kecil maupun aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, mereka berharap setiap bentuk usaha dapat berjalan sesuai aturan, norma, dan nilai yang berlaku di lingkungan tersebut.

“Yang kami inginkan hanya ketertiban dan suasana yang kondusif, apalagi menjelang Ramadan. Kami ingin anak-anak bisa belajar dan beribadah dengan tenang,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Galeri Salon terkait dugaan yang beredar. Masyarakat berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah nyata guna menjaga ketertiban umum serta keharmonisan lingkungan. (ZUL)

PASTI Indonesia Soroti Dugaan Diskriminasi dan Kekerasan Psikis Siswa SD di Sorong

0

Redaksi.co, Jakarta – Perhimpunan Persatuan Aksi Solidaritas untuk Transparansi dan Independensi (PASTI) Indonesia menggelar konferensi pers di Malacca Toast, Jalan Ir. H. Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (10/2). Dalam forum tersebut, PASTI menyoroti dugaan skandal pendidikan yang terjadi di SD Kalam Kudus Sorong, Papua Barat Daya.

PASTI Indonesia menilai kasus ini bukan sekadar konflik internal sekolah, melainkan rangkaian panjang dugaan penyalahgunaan kewenangan yayasan, diskriminasi terhadap anak, kekerasan psikis, hingga pembiaran oleh aparat penegak hukum.

Juru bicara PASTI Indonesia, Lex Wu, mengungkapkan seorang siswa sekolah dasar berinisial MKA (9) diduga dikeluarkan secara sepihak dari SD Kalam Kudus Sorong. Peristiwa itu disebut bermula dari kritik ayah korban, Johanes Anggawan, yang mempertanyakan transparansi pembangunan Gereja Kalam Kudus Sorong dengan nilai yang disebut mencapai lebih dari Rp10 miliar sejak 2018.

“Pertanyaan soal transparansi Rencana Anggaran Biaya dan laporan pertanggungjawaban justru dibalas dengan sentimen personal, yang kemudian berdampak langsung pada anak,” ujar Lex.

Menurutnya, anak tersebut tidak hanya dikeluarkan, tetapi juga ditolak saat pendaftaran ulang serta mengalami penahanan data Dapodik, sehingga kehilangan hak mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

PASTI Indonesia juga membeberkan hasil pemeriksaan psikologis resmi pada Oktober 2025 yang menyatakan korban mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD). Trauma tersebut diduga dipicu tekanan dan stigma sosial di lingkungan sekolah.

Dalam asesmen psikologis itu terungkap dugaan kekerasan psikis oleh seorang guru yang disebut mempermalukan korban di hadapan siswa lain saat ibadah sekolah. Peristiwa tersebut membuat korban menangis dan mengalami trauma mendalam.

Ironisnya, saat kondisi psikologis anak memburuk, pihak sekolah justru tampil di ruang publik dengan narasi bahwa korban dinilai malas, sering terlambat, dan kerap absen. PASTI menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk fitnah dan kampanye hitam terhadap anak.

Selain itu, PASTI Indonesia menyoroti kinerja aparat penegak hukum di Papua Barat Daya. Sejumlah laporan keluarga korban, mulai dari dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE hingga perlindungan anak, disebut dihentikan penyelidikannya. Bahkan, laporan terkait intimidasi massa di rumah keluarga korban dilaporkan ditolak.

“Kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen negara dalam melindungi anak dan menegakkan hukum secara adil,” ungkap Lex.

PASTI Indonesia merinci sejumlah peristiwa penting, di antaranya pemeriksaan psikologis pada Oktober 2025 yang menyatakan korban mengalami PTSD, dugaan kekerasan psikis oleh guru, hingga penghentian laporan perlindungan anak pada 4 Desember 2025 serta penolakan laporan intimidasi massa pada 13 Desember 2025.

PASTI menegaskan akan terus mengawal kasus ini dan mendorong agar hak-hak anak atas pendidikan yang aman dan bermartabat dapat dipulihkan.

Pastikan Angkutan Umum Aman, Satlantas Polres Purwakarta Gelar Ramp Check dan Tes Alkohol di Cikopo

0

PURWAKARTA | Redaksi.coDalam rangka menyukseskan Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purwakarta menggelar inspeksi keselamatan kendaraan (ramp check) dan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi angkutan umum di Pos Polisi Cikopo pada Selasa, 10 Februari 2026.

​Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Enggar Jati Nugroho, ini bertujuan untuk memastikan kelaikan kendaraan serta kondisi fisik pengemudi demi menjamin keamanan masyarakat.

​Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pengecekan mendalam yang terbagi dalam dua aspek utama:

  • Aspek Teknis Kendaraan: Pemeriksaan sistem pengereman, kondisi ban, fungsi lampu, hingga kelengkapan administrasi surat kendaraan.
  • Aspek Fisik Pengemudi: Pemeriksaan kesehatan dasar dan tes kadar alkohol untuk memastikan sopir dalam kondisi prima serta bebas dari pengaruh zat berbahaya.

​Langkah preventif ini merupakan hasil kolaborasi solid antara:

  1. Satlantas Polres Purwakarta
  2. Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta
  3. Jasa Raharja

​Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, melalui Kasat Lantas AKP Enggar Jati Nugroho, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pengawasan rutin, melainkan upaya membangun kesadaran keselamatan.

​”Kami ingin memastikan kendaraan laik jalan dan pengemudi sehat tanpa pengaruh alkohol. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami dalam Operasi Keselamatan Lodaya 2026,” tegas AKP Enggar.

Dengan langkah preventif yang berkelanjutan, diharapkan potensi kecelakaan lalu lintas dapat ditekan seminimal mungkin sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi umum di wilayah Purwakarta. (*)

Sumber: Si Humas Polres Purwakarta

Redaksi Penyelarasa: SK

Kecamatan Tajur Halang Melaksanakan Kegiatan Gerakan Bogor Hijau Hutan Kota

0

Bogor, Redaksi.co – Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, melaksanakan kegiatan Gerakan Bogor Hijau dan Lestari Program Satu Hektar Hutan Kota di Setiap Kecamatan. Dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup di Kecamatan Tajur Halang dan memenuhi kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan target 15 ha. Oleh karena itu, penanaman pohon merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan ruang terbuka hijau yang dapat memberikan dampak positif terhadap ekosistem, kualitas udara, kualitas air, serta kesehatan masyarakat.
Selasa, (10/2/2026)

Camat Tajur Halang Ivan Pramudia, S.Sos., M.M., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya pemulihan hutan kota melalui penanaman pohon dan membangkitkan semangat, motivasi generasi muda untuk menanam dan memelihara pohon dalam rangka untuk keberlangsungan ekosistem dan penghijauan lingkungan, ujarnya.

Lanjutnya, penambahan ruang terbuka hijau ini merupakan salah satu upaya pengendalian dampak perubahan iklim. Kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam, dan kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap konservasi lingkungan dan berperan aktif dalam penghijauan untuk masa depan yang lebih baik, pungkasnya.
(Okta)

Kalah Judi Online Berujung Maut: Polres Purworejo Ungkap Kasus Pembunuhan di Desa Mudalrejo

0

PURWOREJO | Redaksi.co – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purworejo bergerak cepat mengungkap tabir di balik kasus percobaan pencurian dengan kekerasan yang merenggut nyawa seorang warga Desa Mudalrejo, Kecamatan Loano. Pelaku nekat menghabisi nyawa korban setelah aksi pencuriannya dipergoki di tengah malam.

​Peristiwa tragis ini terjadi di Dusun Kalongan 2, Desa Mudalrejo, pada Senin (03/02) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Wakapolres Purworejo, Kompol Nana Edi Sugito, S.H., terungkap bahwa tersangka berinisial DN (40), seorang pekerja swasta asal Loano, melakukan aksinya dengan cara yang cukup nekat.

​DN menyusup ke rumah korban dengan memanjat atap dan menyingkap lembaran asbes. Sial bagi pelaku, saat sedang mencari harta benda, korban terbangun dan memergoki keberadaannya.

​”Karena panik dan takut wajahnya dikenali, DN secara membabi buta menyerang korban menggunakan pisau yang sudah ia siapkan dari rumah. Korban menderita lima luka tusuk hingga meninggal dunia,” jelas Kompol Nana Edi Sugito.

Berdasarkan hasil penyidikan mendalam, terungkap fakta miris di balik aksi nekat pelaku. DN mengaku sedang berada di bawah tekanan ekonomi yang hebat. Ia kehabisan uang setelah kalah telak dalam permainan judi online, yang kemudian mendorongnya untuk melakukan tindak kriminal tersebut.

​Hanya butuh waktu tiga hari bagi tim Satreskrim untuk melacak keberadaan pelaku. DN diringkus tanpa perlawanan pada Kamis (05/02). Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti krusial:

  • 1 unit sepeda motor Yamaha Mio tanpa plat nomor (kendaraan operasional pelaku).
  • 1 buah linggis besi berwarna biru.
  • 1 potong sarung yang robek akibat sabetan senjata tajam.
  • 1 unit handphone milik pelaku.

​Atas tindakan kejinya, DN kini harus bersiap menghadapi hari-harinya di balik jeruji besi. Ia dijerat dengan Pasal 479 Ayat (1) dan (3) Jo Pasal 17 Ayat (1) dan/atau Pasal 458 Ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

​”Tersangka terancam pidana penjara maksimal 15 tahun,” tegas Kompol Nana.

​Sebagai penutup, pihak Polres Purworejo menghimbau masyarakat untuk kembali mengaktifkan siskamling dan memperketat kewaspadaan lingkungan. Jika melihat aktivitas yang mencurigakan, warga diminta segera melapor ke pihak berwajib guna mencegah terjadinya tindak pidana serupa. (*)

Sumber: Si Humas Polres Purworejo

Redaksi Penyelaras: Wahidun

Diduga “Sekolah Bayangan”, SMK Torije’ne Jadi Sorotan, Bangunan Ada, Aktivitas Belajar Dipertanyakan

0

Redaksi.co MAMASA : Aroma kejanggalan menyelimuti pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Torije’ne di Desa Tabulahan, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa. Sekolah yang dibangun pada tahun 2021 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), kini menjadi sorotan keras. Bangunan berdiri megah, namun aktivitas belajar mengajar diduga tak berjalan sebagaimana mestinya.

Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat tiga bangunan utama di kompleks sekolah tersebut. Satu gedung memuat dua ruang kelas dan satu laboratorium komputer, sementara dua gedung lainnya masing-masing difungsikan sebagai ruang belajar. Secara fisik, tak ada yang janggal. Namun pertanyaannya, di mana proses pendidikannya?

Jumlah siswa yang tercatat hanya sekitar 16 orang. Angka ini dinilai tak sebanding dengan fasilitas yang dibangun menggunakan dana negara. Publik pun bertanya, apakah pembangunan tersebut benar-benar dirancang berdasarkan kebutuhan riil, atau sekadar proyek formalitas?

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pengelolaan awal sekolah berada di tangan Kevin, sebelum kemudian diambil alih oleh Ibu Ponny. Namun pergantian kepemimpinan itu tidak serta-merta menjawab polemik utama, apakah kegiatan belajar mengajar benar-benar berjalan?

LSM KPK RI yang melakukan pemantauan langsung di lokasi mengaku tidak menemukan tahapan proses pembelajaran sebagaimana mestinya. Simson, perwakilan lembaga tersebut, menyatakan tegas, “Saat kami turun ke lapangan, tidak terlihat adanya aktivitas belajar mengajar.” ungkapnya Selasa 10 Februari 2026.

Pernyataan itu berseberangan dengan keterangan Kevin yang mengklaim bahwa proses belajar tetap aktif dan berjalan normal.

Kontradiksi semakin tajam setelah seorang warga sekitar, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyebut bahwa aktivitas belajar di sekolah tersebut tidak berjalan. “Yang terlihat hanya sapi berkeliaran di lingkungan sekolah, bukan siswa yang sedang belajar,” ungkapnya.

Perbedaan pernyataan ini memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara laporan dan realitas di lapangan. Jika benar proses belajar mengajar tidak berjalan optimal, maka penggunaan Dana Alokasi Khusus 2021 untuk pembangunan SMK Torije’ne patut diaudit secara menyeluruh.

Pendidikan bukan sekadar deretan bangunan yang berdiri untuk difoto dan dilaporkan. Pendidikan adalah aktivitas nyata yang menyentuh masa depan generasi muda. Jika ruang kelas kosong dan laboratorium tak difungsikan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya anggaran negara, tetapi juga harapan anak-anak Mamasa.

Publik kini menunggu klarifikasi terbuka dan transparan dari pihak terkait. Jangan sampai sekolah berubah menjadi simbol proyek tanpa roh pendidikan di dalamnya. (ZUL)

Sat Lantas Polres Langkat “Goes to School” di MTsN 3 Langkat, Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini

0

Langkat —redaksi.co

Dalam rangka pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Langkat melaksanakan kegiatan “Sat Lantas Goes to School” di MTsN 3 Langkat. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi preventif kepolisian dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), khususnya di kalangan pelajar.

Edukasi dan penyuluhan tersebut dipimpin langsung oleh jajaran perwira Sat Lantas Polres Langkat, yakni KBO Sat Lantas IPTU Didi Iskandar, S.H., M.H., Kanit Turjawali IPTU Arifin YS, S.H., M.H., Kanit Gakkum IPDA Maskrei Budi S. Sihotang, S.H., serta Kanit Kamsel IPDA Ira Fatmawati, S.H. Selasa (10/02/2026)

Kegiatan berlangsung interaktif dan komunikatif, dengan materi seputar pentingnya penggunaan helm berstandar SNI, larangan berkendara bagi pelajar yang belum cukup umur, bahaya penggunaan ponsel saat berkendara, hingga konsekuensi hukum terhadap pelanggaran lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Langkat, AKP MHD. Tommy Franata, S.T.K., S.I.K., M.H., M.T., menegaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi prioritas utama dalam Operasi Keselamatan Toba 2026.

“Kami tidak hanya berbicara soal penindakan, tetapi membangun kesadaran. Pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus dibekali pemahaman sejak dini tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas. Keselamatan di jalan bukan hanya soal aturan, melainkan soal tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Menurutnya, data kecelakaan lalu lintas secara nasional menunjukkan bahwa kelompok usia produktif, termasuk remaja, masih menjadi kelompok yang rentan. Karena itu, edukasi di lingkungan sekolah dinilai sebagai langkah strategis dalam menekan potensi pelanggaran maupun kecelakaan.

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., secara terpisah menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Toba 2026 mengedepankan pendekatan humanis dan kolaboratif.

“Keselamatan berlalu lintas adalah bagian dari budaya disiplin yang harus dibangun bersama. Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan, kita ingin menciptakan kesadaran kolektif bahwa tertib berlalu lintas adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan,” tegas Kapolres.

Kapolres juga menambahkan bahwa keberhasilan menciptakan Kamseltibcarlantas tidak hanya diukur dari menurunnya angka pelanggaran dan kecelakaan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk patuh secara sukarela.

Kegiatan Sat Lantas Goes to School ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan para siswa. Selain menambah wawasan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara pelajar dan kepolisian dalam membahas berbagai persoalan lalu lintas yang mereka hadapi sehari-hari.

Melalui Operasi Keselamatan Toba 2026, Polres Langkat berharap terciptanya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga disiplin dan bertanggung jawab dalam berlalu lintas, sebagai fondasi menuju masyarakat yang aman, tertib, dan berkeselamatan.

M.ilyas

Semoga Muktamar PII Hasilkan Calon Pemimpin Yang Inovatif dan Religius

0

Redaksi.co | Palembang – Kota Palembang ibukota Provinsi Sumsel kembali dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan nasional, kali ini giliran Muktamar XXXIII Pelajar Islam Indonesia (PII) yang digelar di kota Pempek.
Pembukaan muktamar berlangsung Selasa (10/2) di Gedung Aula BPSDMD Sumsel di Jl Putri Kembang Dadar, muktamar bakal berlangsung hingga 15 Februari 2026 mendatang dengan agenda utama pemilihan ketua umum Pengurus Besar (PB) PII.

Ketum PB PII, Abdul Kohar Ruslan, mengatakan Pelajar islam Indonesia (PII) bukan sekedar organisasi tapi juga merupakan rumah nilai yang akan membentuk karakteristik para pelajar.

“Sebab itu perlu Kolaborasi dalam menyiapkan SDM, untuk menguatkan Kelembagaan, dan kolaborasi untuk menyiapkan kader Agar suatu saat nanti di ruang-ruang pengambilan keputusan bangsa ada anak-anak PII yang berdiri dengan nilai bukan sekedar nama,” Katanya

Ia berharap dari Muktamar ini akan melahirkan program program Sesuai dengan landasan syariat Islam serta nilai-nilai keislaman.

Lebih jauh dikatakannya Muktamar ini merupakan evaluasi PII selama satu periode sebelumnya dan juga persiapan periode kedepan agar mampu merumuskan kebijakan-kebijakan dengan zaman mengingat basis anggota kita ini adalah Gen Z pelajar.

“Nah artinya belajar dekat dengan dunia digital dan PII mesti ada berdiri ditengah dunia saat ini,” Pungkasnya.

Ia menjelaskan tantangan PII saat ini adalah soal waktu karena anggota adalah siswa sekolah yang mana sudah mulai full day school banyak tugas di sekolah kemudian banyak pilihan aktivitas banyak pilihan kegiatan pilihan organisasi.

Ketua Pelaksana, Zepriansyah mengatakan pesert yang hadir pada hari ini dari Sabang sampai Merauke yang hadir dari 24 provinsi pengurus wilayah Indonesia peserta yang lain sekitar 200 peserta.

“ini suatu pencapaian yang kita banggakan untuk agenda terutama pelajar Islam Indonesia ke-33 di Provinsi Sumatera Selatan,” Katanya.

kemudian perlu tahu bahwasanya PII ini adalah organisasi tertua pelajar serta banyak alumni PII sudah menjadi salah satu tokoh nasional.

“Kami berharap pengurus, alumni PII baik itu tingkat provinsi ataupun tingkat daerah selalu memberikan dukungannya agar bisa mensejahterakan PII untuk kemajuan pelajar Islam di dunia bukan untuk memajukan orientasi pribadi ataupun lainnya,” Pungkasnya.

Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Zulkarnain, SE.,MM mengatakan, kegiatan ini diharapkan bukan hanya agenda organisasi tapi juga momentum strategis untuk merumuskan langkah-langkah besar dalam membangun masa depan bangsa.

Melalui peranan pelajar kita menyadari bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks mulai dari perkembangan teknologi digital perubahan sosial budaya hingga tantangan antara bangsa.

“Karena itu pelajar harus mampu menjadi Generasi Kreatif tetap berpegang pada akhirnya di wilayah kecamatan karakter bangsa pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, “harapnya.

Lanjut Asisten, Pemprov Sumsel terus mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini guna pembangunan sumber daya manusia khususnya melalui pendidikan dan pembinaan generasi muda.

“Kami berharap PII dapat menjadi Mitra pelajar pemerintah dalam melahirkan gagasan-gagasan, program-program yang inovatif, serta bisa melahirkan calon calon pemimpin yang mempunyai karakter dan memiliki nilai nilai keimanan,” Pungkasnya.

Rokhmi Vita Kusuma, Deputi bidang Pelayanan dan Kepemudaan Kemenpora berharap kedepan hasil muktamar PII ini bisa Berfokus pada penguatan jati diri pelajaran dan bangsa.
Ia mengatakan, di tahun 2026 ada beberpa program unggulan yang bisa dimanfaatkan bagi pelajar di Indonesia, diantara pertukaran pertukaran Pemuda Antar Provinsi kita akan kolaborasi dengan pemerintah provinsi.

Kemudian program pelajar ke luar negeri mulai dari tingkat kecamatan kabupaten kota Provinsi hingga nasional. “Akan kita ambil tempat-tempat calon peserta untuk diajak kemajuan Negeri Nah nanti untuk tempat waktunya nanti akan diturunkan kemudian tema pemuda cocok bagi kalian organisasi kepemudaan ini,” Pungkasnya.(ril)