Beranda blog Halaman 49

*Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Kunjungi Pangkormar, Perkuat Sinergi TNI-Polri*

0

Jakarta ,Redaksi.Co– Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi mengunjungi Markas Komando Korps Marinir di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas Jakarta sekaligus mendukung kelancaran berbagai agenda kenegaraan.

Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya diterima langsung oleh Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Endi Supardi beserta jajaran. Pertemuan berlangsung hangat dengan membahas penguatan koordinasi, kesiapan personel, serta kolaborasi dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan di Jakarta.

Pangkormar Letjen TNI (Mar) Endi Supardi menyatakan kesiapan Korps Marinir untuk mendukung pelaksanaan tugas pengamanan di wilayah Jakarta.

“Korps Marinir siap dan harus terus bersinergi. Kami siap mendorong pasukan untuk memperkuat Kodam Jaya serta mendukung Polda Metro Jaya karena Jakarta merupakan _central of gravity_ atau pusat berbagai aktivitas nasional,” ujar Letjen TNI (Mar) Endi Supardi.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menekankan pentingnya soliditas antarinstitusi dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang.

“Sinergitas TNI-Polri merupakan pilar utama ketahanan NKRI. Dinamika geopolitik global dan regional yang dipengaruhi berbagai faktor harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antarinstitusi harus terus diperkuat,” kata Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi turut menyampaikan apresiasi atas dukungan personel Korps Marinir dalam berbagai kegiatan pengamanan di Jakarta.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan bantuan kendali operasi pasukan Marinir. Jakarta harus tetap kondusif agar aktivitas masyarakat berjalan aman dan seluruh agenda kenegaraan dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” ujar Letjen TNI Deddy Suryadi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, Asintel Kasdam Jaya Brigjen TNI Sri Marantika Beruh, Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, serta para pejabat utama Korps Marinir.

Melalui silaturahmi tersebut, Korps Marinir, Kodam Jaya, dan Polda Metro Jaya menegaskan komitmen untuk terus memperkuat soliditas dan kerja sama dalam menjaga keamanan serta stabilitas Jakarta. Komitmen itu sejalan dengan semangat *“TNI PRIMA, POLRI PRESISI, JAGA JAKARTA UNTUK INDONESIA”* dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Unjuk Rasa Berjilid-jilid Diabaikan, PMII Semprot Pemkab Mamuju “Tuli” Soal Darurat Sampah!

0

Redaksi.co MAMUJU : Kemarahan mahasiswa pecah di depan Kantor Bupati Mamuju, Selasa (28/7/2026). Puluhan massa aksi dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mamuju kembali mengepung pusat pemerintahan setempat. Mereka menuding Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju terkesan “tuli” dan main-main dalam menangani krisis sampah yang kian membusuk dan mengancam kesehatan warga.

Aksi jilid lanjutan ini memanas hingga memicu ketegangan tinggi. Ketua PC PMII Mamuju, Muhlis, menegaskan bahwa kesabaran mahasiswa sudah habis. Niat baik untuk berdialog justru dibalas dengan aksi lempar tanggung jawab dan benteng pengamanan berlapis.

“Bupati dan Wakil Bupati Mamuju terbukti tidak serius! Surat resmi audiensi dicueki, aksi berkali-kali diabaikan. Begitu kami datang, alasan klasik ‘Ibu Bupati tidak di tempat’ kembali dipakai. Warga diberi bau busuk sampah, sementara kami justru diperhadapkan dengan barikade ketat Satpol PP dan Polisi. Ini pengkhianatan terhadap rakyat!” seru orator PMII membakar semangat massa di tengah kepungan petugas.

Tak sekadar menyoal tumpukan limbah yang menyengat, PMII Mamuju mencium adanya kejanggalan besar terkait alokasi anggaran. Pemerintah daerah dituding rajin memungut uang retribusi dari kantong warga, namun pengelolaannya gelap gulita dan tak berdampak pada kebersihan kota.

Kebuntuan ini makin parah karena wakil rakyat pun dianggap main mata. Pada Hari Jadi Mamuju ke-486 (14 Juli lalu), PMII telah menggedor Gedung DPRD Mamuju untuk menuntut Rapat Dengar Pendapat (RDP). Namun hingga detik ini, baik eksekutif maupun legislatif kompak bungkam seribu bahasa.

PMII membeberkan lima titik krusial di Mamuju yang kini sudah berubah menjadi “bom waktu” ekologis dan mengancam keselamatan jiwa warga:

  • Kawasan dekat KUA Mamuju
  • Pasar Lama
  • Belakang BTN Passokkorang
  • Jalan Tamasapi
  • Jalan Poros Mamuju – Topo (serta belasan titik pemukiman padat lainnya)

Guna menghentikan penderitaan masyarakat, PC PMII Mamuju melayangkan 4 Tuntutan Harga Mati yang tidak bisa ditawar lagi:

  • Rombak Total Sistem: Seruan tegas untuk membenahi seluruh sistem pengelolaan sampah, meremajakan sarana-prasarana, dan menerbitkan kebijakan berkeadilan secara berkelanjutan.
  • Audit & Transparansi Uang Rakyat: Buka secara rinci dan jujur aliran dana hasil pemungutan retribusi sampah masyarakat.
  • Sikat Habis Sampah Tanpa Pilih Kasih: Pemerataan pengangkutan sampah secara cepat dan disiplin di seluruh wilayah kecamatan tanpa terkecuali.
  • Eksekusi Seketika: Mobilisasi armada untuk menyapu bersih seluruh titik penumpukan sampah liar hari ini juga.

PMII Mamuju mengancam akan melipatgandakan gelombang massa dan melumpuhkan aktivitas kota jika Pemkab Mamuju terus bersembunyi di balik barikade dan membiarkan warga bernapas di tengah busuknya sampah. (ZUL)

​Muhammad Taufik Prihatin Krisis Air Mata Ie, Skema Giliran Disiapkan untuk 14 Ribu Pelanggan

0

​​ACEH BESAR — Kepala Cabang Perumda Tirta Mountala Darul Imarah menyatakan keprihatinan mendalam atas krisis air bersih yang melanda 14.000 pelanggan di wilayah kerjanya. Kemarau panjang yang terjadi saat ini menyebabkan sumber air baku utama di Mata Ie mengering total dan mengganggu suplai air ke masyarakat.

​Kondisi tersebut berdampak langsung pada pelayanan air bersih yang tidak bisa lagi mengalir secara kontinu di empat kecamatan, yaitu Darul Imarah, Darul Kamal, Lhoknga, dan Peukan Bada.

​”Kami sangat prihatin dan merasakan betul kesulitan yang dialami belasan ribu keluarga di empat kecamatan ini. Sebagai pengelola di lapangan, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat fenomena alam ini,” ujar  Muhammad Taufik Kepala Cabang Perumda Tirta Mountala Darul Imarah.

​Peran Teknis dan Langkah Darurat

​Di tengah keprihatinan tersebut, Kepala Cabang mengambil sejumlah tindakan teknis untuk mengantisipasi krisis yang kian memburuk:

​Pengelolaan Pompa Tunggal: Dari seluruh armada mesin yang ada, saat ini hanya 1 unit pompa distribusi yang dapat beroperasi karena keterbatasan debit air. Kepala Cabang mengawal langsung skema kerja pompa ini agar tidak mengalami kerusakan fatal.

​Penerapan Sistem Pengaliran Bergilir: Mengatur ulang jadwal distribusi secara proporsional agar sisa air yang dipompa dapat menjangkau secara bergantian ke rumah-rumah warga di 14.000 titik pelanggan.

​Kesiapsiagaan Tim Lapangan: Menginstruksikan petugas teknis cabang untuk memantau fluktuasi debit air baku di Mata Ie serta keandalan pompa yang bekerja selama 24 jam.

​Koordinasi Suplai Tangki: Berkoordinasi dengan manajemen pusat Perumda Tirta Mountala untuk menyiapkan opsi penyaluran air bersih melalui truk tangki ke wilayah yang paling kritis.

​Pihak cabang mengimbau seluruh pelanggan di empat kecamatan terdampak untuk menghemat penggunaan air serta menampung air saat jadwal pengaliran bergilir berlangsung.

Politikus Senior H.M. Izzul Islam Desak Audit PDAM, OPD Lobar Diminta Siap Dievaluasi

0
H.M izzul islam bersama Aktivis Lombok Barat Egas Bulan perdana

Politikus Senior H.M. Izzul Islam Desak Audit PDAM, OPD Lobar Diminta Siap Dievaluasi

LOMBOK BARAT | Redaksi.co
Gelombang evaluasi birokrasi di Kabupaten Lombok Barat dinilai harus dilakukan secara menyeluruh pasca operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret Bupati Lombok Barat nonaktif.

Politikus senior Lombok Barat, H.M. Izzul Islam, mendesak agar Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tidak berhenti pada penanganan kasus hukum semata, tetapi segera melakukan pembenahan total terhadap tata kelola pemerintahan.

Menurut mantan Wakil Bupati Lombok Barat itu, momentum pasca-OTT harus dijadikan pintu masuk untuk membersihkan birokrasi dari praktik yang berpotensi melanggar hukum serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah.

H.M Izzul Islam
( Tokoh Politik senior Lombok Barat )

Kita semua tentu prihatin. Kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi di Lombok Barat. Karena itu, sudah saatnya dilakukan pembenahan secara menyeluruh,” ujar Izzul, Selasa (28/7).

Izzul mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari DPRD, akademisi, kepala desa, tokoh masyarakat, insan pers hingga LSM untuk ikut mengawal reformasi birokrasi agar tidak berhenti sebatas slogan.

Salah satu lembaga yang menurutnya layak mendapat perhatian serius adalah PDAM Lombok Barat. Ia mengaku akan menyampaikan langsung kepada Wakil Bupati Hj. Nurul Adha yang kini menjalankan roda pemerintahan agar dilakukan audit investigasi secara menyeluruh terhadap perusahaan daerah tersebut.
Menurutnya, pemeriksaan administrasi oleh BPK maupun BPKP berbeda dengan audit investigasi yang bertujuan menelusuri secara mendalam apabila terdapat dugaan penyimpangan.

H.M izzul islam bersama Aktivis Lombok Barat
Egas Bulan perdana

Dalam keterangannya, Izzul juga menyampaikan pandangannya mengenai pola yang menurutnya pernah terjadi dalam pengelolaan pemerintahan daerah, seperti dugaan penitipan anggaran pada sejumlah OPD hingga praktik yang ia sebut sebagai “ijon proyek“. Pernyataan tersebut, kata Izzul, merupakan pandangan berdasarkan pengalaman selama menjabat sebagai Wakil Bupati, Pelaksana Tugas Bupati, dan anggota DPRD Lombok Barat.

Ia juga memperkirakan proses penyidikan KPK berpotensi menyentuh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), baik dalam kapasitas sebagai saksi maupun pihak yang dimintai keterangan, sesuai kebutuhan penyidik.

Selain itu, Izzul kembali menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya belum tuntas, mulai dari perkara PDAM yang sebelumnya dihentikan melalui SP3 hingga penjualan aset milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di Kota Mataram yang menurutnya dilakukan di bawah harga pasar. Ia mengklaim dokumen terkait persoalan tersebut telah disampaikan kepada KPK.

Tak hanya itu, Izzul mempertanyakan efektivitas fungsi pengawasan internal pemerintah daerah. Menurutnya, Inspektorat Kabupaten Lombok Barat semestinya mampu mendeteksi indikasi penyimpangan sebelum berkembang menjadi persoalan hukum.

Keluhan masyarakat terkait kenaikan tarif PDAM juga menjadi perhatian. Menurutnya, aspirasi tersebut banyak disampaikan oleh kepala desa dan tokoh masyarakat sehingga perlu segera dikoordinasikan dengan pihak yang berwenang.

Ia turut menyoroti belum optimalnya realisasi sejumlah program pembangunan desa, termasuk janji bantuan Rp1 miliar per desa yang dinilai belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

H.M izzul islam bersama para wartawan

Di akhir keterangannya, Izzul mengingatkan agar pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemkab Lombok Barat dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan kompetensi, bukan karena kedekatan maupun kepentingan politik.
Baginya, fokus utama saat ini bukan sekadar membahas siapa yang akan mengisi kursi wakil bupati, melainkan memastikan pemerintahan tetap berjalan baik di bawah kepemimpinan pelaksana tugas kepala daerah.

Izzul berharap kasus OTT KPK menjadi titik balik reformasi birokrasi di Lombok Barat melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan transparansi, serta penempatan aparatur sesuai kapasitas dan integritasnya.

Sumber: Redaksi.co
Jurnalis: Suhaili

Pesan Gus Fawait untuk Pelajar Jember, Kejar Cita – cita, Jangan Terburu-buru Menikah

0

JEMBER, Redaksi.co – Lebih dari seribu pelajar memadati halaman SMP Negeri 1 Tanggul dalam kegiatan Apel 1.000 Siswa yang menjadi bagian dari program “Bunga Desaku”, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan motivasi bagi generasi muda untuk terus mengejar pendidikan.

Program “Bunga Desaku” mengusung filosofi bahwa setiap anak adalah bunga yang tumbuh dari desa kelahirannya. Dengan pendidikan dan pembinaan yang tepat, mereka diharapkan berkembang menjadi generasi yang mampu memberi warna dan membawa kemajuan bagi daerahnya.

Di hadapan para pelajar, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan pesan khusus agar siswa tidak terburu-buru menikah setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP.

“Setelah lulus SMP, jangan berpikir untuk segera menikah. Fokuslah melanjutkan pendidikan dan mempersiapkan masa depan,” pesan Gus Fawait.

Menurutnya, usia remaja merupakan masa terbaik untuk menimba ilmu, mengembangkan keterampilan, dan membangun cita-cita. Ia menilai pernikahan pada usia yang belum matang berpotensi menghambat pendidikan serta menimbulkan berbagai persoalan, baik dari sisi mental, kesehatan, maupun ekonomi.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong lahirnya generasi muda yang berdaya saing melalui pendidikan, sehingga mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang siap membangun daerah.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Tanggul, Sugiarto, S.Pd., menegaskan bahwa sekolah berkomitmen mencetak peserta didik yang berkarakter, mandiri, dan memiliki semangat belajar tinggi.

“Kami ingin anak-anak memanfaatkan masa mudanya untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan meraih cita-cita. Kelak, ketika mereka telah siap secara ilmu, mental, dan ekonomi, barulah membangun rumah tangga,” ujarnya.

Ia juga mengajak para orang tua serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendukung anak-anak melanjutkan pendidikan dan tidak mendorong mereka mengambil keputusan menikah di usia yang masih terlalu muda.

Melalui kegiatan “Bunga Desaku”, diharapkan lahir generasi muda Jember yang cerdas, berkarakter, serta mampu menjadi agen perubahan bagi desa dan daerahnya di masa mendatang (Sofyan).

TMMD Reguler 129 Hadir Membawa Harapan Baru bagi Masyarakat Watuduwur

0

TMMD Reguler 129 Hadir Membawa Harapan Baru bagi Masyarakat Watuduwur

 

Purworejo – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0708 Purworejo hadir membawa harapan baru bagi masyarakat Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Melalui berbagai sasaran fisik dan nonfisik, TMMD menjadi wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

 

Pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Berbagai sasaran fisik yang dikerjakan meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.392 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 0,15 meter.

 

Pembangunan lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih, serta pembangunan jambanisasi bagi warga yang membutuhkan.

 

Kehadiran program TMMD di Desa Watuduwur disambut antusias oleh masyarakat. Pasalnya, pembangunan yang dilakukan diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi, menunjang aktivitas perekonomian warga, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan masyarakat.

 

Dansatgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, menyampaikan bahwa TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata hingga ke pelosok desa.

 

“TMMD bukan hanya membangun sarana dan prasarana, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan kebersamaan. Harapan kami, seluruh hasil pembangunan dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

Selain pembangunan fisik, TMMD Reguler ke-129 juga diisi dengan berbagai kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat, seperti wawasan kebangsaan, kesehatan, penanggulangan bencana, hingga penyuluhan kamtibmas yang melibatkan berbagai instansi terkait.

 

“Dengan semangat kebersamaan yang terus terjalin antara Satgas TMMD dan masyarakat, Program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 Purworejo diharapkan mampu membawa perubahan positif dan menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Watuduwur menuju kehidupan yang lebih baik, “pungkasnya.

Komunikasi Dua Arah Jadi Kunci Sukses TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 Purworejo

0

Komunikasi Dua Arah Jadi Kunci Sukses TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 Purworejo

Purworejo – Komunikasi dua arah terus dilakukan antara warga, Satgas TMMD, dan personel Polri guna menyukseskan pelaksanaan Program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 Purworejo di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Selasa, (28/7/2026).

 

Melalui komunikasi yang baik dan koordinasi yang intens, setiap kegiatan dalam program TMMD dapat berjalan dengan lancar. Sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung penyelesaian seluruh sasaran fisik maupun nonfisik TMMD secara optimal.

 

Danramil 10 Bruno, Kapten Inf Eko Setiawan, menjelaskan bahwa komunikasi yang terjalin antara warga, Satgas TMMD, dan Polri merupakan salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan TMMD. Dengan adanya kebersamaan dan koordinasi yang baik, berbagai kendala di lapangan dapat segera diatasi sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.

 

“Komunikasi yang baik antara warga, Satgas TMMD, dan Polri sangat penting untuk menjaga kekompakan serta mempercepat penyelesaian seluruh sasaran program TMMD. Semangat gotong royong dan sinergi inilah yang menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” jelas Kapten Inf Eko Setiawan.

 

Ia menambahkan, keberhasilan Program TMMD tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik semata, tetapi juga oleh kuatnya hubungan dan kerja sama antara seluruh unsur yang terlibat.

 

 

” Dengan komunikasi dua arah yang terus terjalin, diharapkan pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 Purworejo dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Watuduwur.”pungkasnya.

Satgas TMMD Reguler 129 Kodim 0708 Purworejo Belajar Ilmu Peternakan Kambing 

0
  1. Satgas TMMD Reguler 129 Kodim 0708 Purworejo Belajar Ilmu Peternakan Kambing

Purworejo – Di sela-sela pelaksanaan program TMMD Reguler ke-129 Tahun 2026, anggota Satgas TMMD Kodim 0708 Purworejo memanfaatkan waktu untuk belajar ilmu peternakan kambing dari warga Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Selasa (28/7/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komunikasi sosial yang terjalin antara Satgas TMMD dengan masyarakat. Dengan penuh keakraban, anggota Satgas berdiskusi mengenai cara pemeliharaan kambing, pemberian pakan, hingga pengelolaan kandang yang baik.

 

Selain melaksanakan sasaran fisik pembangunan, anggota Satgas TMMD juga terus membangun kedekatan dengan warga melalui berbagai aktivitas sehari-hari. Momen belajar beternak kambing ini semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

 

Salah satu anggota Satgas TMMD Serda Selamet menyampaikan bahwa banyak ilmu dan pengalaman yang dapat diperoleh dari masyarakat desa, khususnya dalam bidang peternakan yang menjadi salah satu mata pencaharian warga setempat.

 

“Kami merasa senang dapat belajar langsung dari warga mengenai cara beternak kambing. Selain menambah pengetahuan, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.

 

Melalui kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD, diharapkan tidak hanya pembangunan infrastruktur yang terwujud, tetapi juga terbangun hubungan yang harmonis serta saling berbagi ilmu pengetahuan antara Satgas TMMD dan warga Desa Watuduwur.

Memasak Bersama Pererat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat

0

Kebersamaan Satgas TMMD dan Ibu-Ibu Desa, Memasak Bersama Pererat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat

Purworejo – Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat di lokasi TMMD Reguler 129 Kodim 0708 Purworejo di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Di sela-sela pelaksanaan program TMMD, anggota Satgas TMMD turut memasak bersama ibu-ibu warga setempat untuk menyiapkan konsumsi bagi para pekerja di lokasi pembangunan RTLH , Selasa (28/7/2026).

 

Kegiatan memasak bersama tersebut menjadi salah satu wujud nyata kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Tidak hanya bekerja bersama dalam pembangunan sasaran fisik, namun juga menjalin hubungan kekeluargaan melalui aktivitas sederhana di dapur warga.

 

Anggota Satgas TMMD tampak antusias membantu ibu-ibu mulai dari menyiapkan bahan makanan, memasak hingga menyajikan hidangan yang nantinya akan dinikmati bersama. Kebersamaan ini semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi semangat utama dalam pelaksanaan TMMD.

 

Sertu Supriyanto mengatakan bahwa kegiatan memasak bersama merupakan bentuk kebersamaan yang selalu dibangun selama pelaksanaan TMMD. Menurutnya, keberhasilan program TMMD tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

 

 

“Melalui kegiatan sederhana seperti memasak bersama, terjalin komunikasi dan rasa kekeluargaan yang semakin erat antara Satgas TMMD dengan warga. Inilah semangat gotong royong yang terus kami bangun selama TMMD berlangsung,” ujarnya.

 

Dengan kebersamaan yang terjalin, diharapkan pelaksanaan TMMD Reguler 129 Kodim 0708 Purworejo dapat berjalan lancar sekaligus semakin memperkuat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat Desa Watuduwur.

Satgas TMMD dan Ibu-Ibu Warga Kompak Menganyam Besi Demi Percepatan Pembangunan

0

Satgas TMMD dan Ibu-Ibu Warga Kompak Menganyam Besi Demi Percepatan Pembangunan

Purworejo – Kebersamaan dan semangat gotong royong terlihat dalam pelaksanaan TMMD Reguler 129 Kodim 0708 Purworejo di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Anggota Satgas TMMD bersama ibu-ibu warga bahu-membahu menganyam besi yang akan digunakan sebagai material pembangunan sasaran fisik TMMD. Selasa, (28/7/2026).

 

Kegiatan menganyam besi tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan yang menjadi sasaran program TMMD. Kehadiran ibu-ibu warga yang turut membantu menunjukkan tingginya antusiasme dan kepedulian masyarakat dalam menyukseskan program pembangunan di desanya.

 

Di sela-sela pekerjaan, suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak terjalin antara anggota Satgas TMMD dengan warga. Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

 

Salah satu anggota Satgas TMMD mengatakan bahwa keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat membantu kelancaran pekerjaan di lapangan.

 

“Dengan adanya partisipasi ibu-ibu warga, pekerjaan menjadi lebih ringan dan cepat selesai. Inilah semangat TMMD, yakni membangun desa bersama masyarakat,” ujarnya.

 

Melalui kebersamaan dan kerja sama yang baik, program TMMD Reguler 129 Kodim 0708 Purworejo diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Watuduwur serta semakin mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.