Beranda blog Halaman 50

Solusi Krisis Air Bersih di Desa Watuduwur

0

TMMD Reguler 129 Kodim 0708 Purworejo Bangun Sumur Bor, Solusi Krisis Air Bersih di Desa Watuduwur

Purworejo – Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler 129 Kodim 0708 Purworejo terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Salah satu sasaran fisik yang saat ini dikerjakan adalah pembangunan sumur bor guna mengatasi krisis dan kesulitan akses air bersih bagi warga. Selasa, (28/7/2026).

 

Pembangunan sumur bor tersebut menjadi solusi cepat bagi masyarakat yang selama ini harus melangsir air dari sumber mata air yang berjarak cukup jauh. Kehadiran fasilitas air bersih ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Watuduwur.

 

Di lokasi pengerjaan, anggota Satgas TMMD bersama tenaga spesialis pengeboran sumur terus bekerja melanjutkan proses pembangunan agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga.

 

Danramil 10 Bruno, Kapten Inf Eko Setiawan mengatakan bahwa pembangunan sumur bor merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI melalui program TMMD dalam membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat.

 

“Pembangunan sumur bor ini merupakan upaya kami untuk membantu masyarakat Desa Watuduwur dalam memperoleh akses air bersih yang layak. Selama ini warga masih mengalami kesulitan air, sehingga melalui TMMD Reguler 129 diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih mudah,” ujarnya.

 

Kapten Eko menambahkan, keberadaan sumur bor nantinya tidak hanya memberikan kemudahan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat mendukung aktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Watuduwur.

 

“Dengan semangat gotong royong dan sinergi antara TNI, pemerintah desa, serta masyarakat, program TMMD Reguler 129 Kodim 0708 Purworejo terus menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara langsung,” pungkasnya.

Istirahat Sejenak, Sinergi TNI-Polri di Lokasi TMMD Semakin Erat

0

Istirahat Sejenak, Sinergi TNI-Polri di Lokasi TMMD Semakin Erat

Purworejo – Kekompakan antara TNI dan Polri kembali terlihat dalam pelaksanaan Program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Di sela-sela pengerjaan sasaran fisik berupa pengecoran jalan rabat beton, personel TNI dan Polri memanfaatkan waktu istirahat untuk duduk bersama dan mengobrol santai, Selasa (28/7/2026).

 

Suasana penuh keakraban tersebut mencerminkan soliditas aparat keamanan dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Canda tawa yang terjalin di tengah waktu istirahat menjadi bukti bahwa sinergi TNI dan Polri tidak hanya terbangun saat bertugas, tetapi juga dalam kebersamaan sehari-hari.

 

Danramil 10/Bruno Kapten Inf Eko Setiawan mengatakan, keharmonisan antara TNI dan Polri merupakan modal penting dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan TMMD.

 

“Melalui kebersamaan seperti ini, komunikasi dan koordinasi semakin baik. Sinergi TNI dan Polri akan terus kami jaga agar pelaksanaan TMMD berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kekompakan aparat di lapangan juga menjadi contoh positif bagi masyarakat untuk terus memelihara semangat gotong royong dan persatuan dalam membangun desa.

 

Program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sebagai wujud nyata kemanunggalan demi kemajuan dan kesejahteraan warga.

0

*Ketua DPW IWOI Jateng: Pernyataan “Londo Ireng” Sangat Menyakitkan, Jurnalistik Pilar Demokrasi yang Tak Boleh Direndahkan*

SEMARANG, 27 Juli 2026 – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Jawa Tengah, Teguh, menyampaikan kekecewaan yang mendalam dan penilaian tegas terkait pernyataan yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah “Londo Ireng” serta merujuk kalangan wartawan dan lembaga pers dalam konteks yang dinilai merendahkan.

 

Menurut Teguh, pernyataan tersebut bukan sekadar ucapan biasa, melainkan sangat menyakitkan hati seluruh insan pers yang telah berjuang menjaga prinsip jurnalistik yang benar, jujur, dan bertanggung jawab.

 

“Kami sangat tersentak dan kecewa mendengar pernyataan tersebut. Istilah yang disampaikan sangat menyakitkan dan terasa merendahkan martabat profesi kami. Jurnalistik adalah pilar keempat demokrasi yang kedudukannya setara dengan lembaga negara lainnya,” tegas Teguh dalam pernyataan persnya, Senin (27/7).

 

Lebih lanjut ia jelaskan, fungsi utama pers adalah menjadi jembatan aspirasi rakyat. Setiap karya jurnalistik yang dihasilkan bertujuan agar suara masyarakat, harapan, kritik, dan kenyataan yang terjadi di lapangan dapat tersampaikan secara lugas, adil, dan terbuka kepada publik.

 

“Melalui jurnalistik, kebenaran dapat terungkap dan suara rakyat bisa didengar oleh siapa saja, termasuk oleh pemimpin negara. Kami bekerja bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan demi menjaga keseimbangan demokrasi dan transparansi penyelenggaraan negara,” tambahnya.

 

Teguh berharap pernyataan tersebut bukanlah sikap resmi negara terhadap kalangan pers. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menjaga kehormatan antarprofesi, sebab pers yang independen dan kritis justru menjadi tanda bahwa demokrasi di negara ini masih berjalan dengan sehat.

 

Hingga berita ini dirilis, DPW IWOI Jawa Tengah berharap adanya klarifikasi atau sikap yang lebih menghargai peran pers, mengingat insan pers senantiasa bekerja menjunjung tinggi kode etik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ember Jadi Andalan, Satgas TMMD, Polri, dan Warga Kompak Lansir Material Pengecoran Jalan

0

Ember Jadi Andalan, Satgas TMMD, Polri, dan Warga Kompak Lansir Material Pengecoran Jalan

Purworejo – Kekompakan anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo bersama personel Polri dan warga kembali terlihat dalam pelaksanaan pembangunan jalan rabat beton di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Dengan memanfaatkan ember sebagai alat bantu, mereka bahu-membahu melansir material berupa split dan pasir menuju lokasi pengecoran jalan, Selasa (28/7/2026).

 

Kondisi medan yang tidak memungkinkan kendaraan menjangkau seluruh titik pekerjaan membuat proses distribusi material dilakukan secara manual. Meski demikian, semangat gotong royong yang ditunjukkan personel Satgas, Polri, dan masyarakat tetap tinggi demi mempercepat penyelesaian sasaran fisik TMMD.

 

Peltu Heri Kuncoro mengatakan bahwa penggunaan ember menjadi solusi efektif untuk mengangkut material ke titik pengecoran yang sulit dijangkau.

 

“Semua dikerjakan secara bersama-sama. Dengan memanfaatkan ember, material split dan pasir dapat terus tersalurkan sehingga proses pengecoran jalan tetap berjalan lancar. Inilah wujud semangat gotong royong dan sinergi antara TNI, Polri, serta masyarakat dalam menyukseskan program TMMD,” ujar Peltu Heri Kuncoro.

 

Melalui kebersamaan tersebut, diharapkan seluruh sasaran fisik TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses transportasi serta kesejahteraan warga Desa Watuduwur.

Bupati Tarmizi Serahkan Bantuan Pompa Air Bagi Petani di Gampong Cot Amun & Gampong Masjid Baro Samatiga

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM didampingi oleh Kadis Pertanian meninjau langsung kondisi sawah masyarakat yang mengalami kekeringan sekaligus menyerahkan bantuan mesin pompa air beserta selang bagi petani di Desa Cot Amun, dan di Desa Masjid Baro, Kecamatan Samatiga pada Selasa, 28/7/2026

Tarmizi mengatakan, selama ini yang menjadi kendala para petani di Aceh Barat untuk kebutuhan sawah mereka adalah ketersediaan air terlebih lagi pada musim kemarau para bajak sawah yang terancam gagal panen.

“Sehingga Langkah konkrit yang bisa pemda lakukan untuk menangani persoalan ini, kita sudah menyiapkan dua 200 pompa air yang akan kita distribusikan ke seluruh sawah di Aceh Barat, nanti skala prioritasnya adalah sawah yang sumber airnya dimungkinkan dengan bantuan pompa tersebut sehingga jangan sampai nanti mubazir pompanya,” kata Tarmizi.

Dikatakan Tarmizi, pendistribusian pompa air untuk patani tersebut sudah mulai dilakukan pada hari ini di dua desa di Kecamatan Samatiga. Pompa – pompa air tersebut diserahkan langsung olehnya bersama dengan Kepala Dinas Pertanian.

“Kita berkoordinasi dengan penyuluh pertanian, jadi dari penyuluh lapor ke Dinas Pertanian kemudian kita minta dinas untuk membuat data dan maping mana yang skala prioritas dan yang luas lahannya banyak serta yang meungkinkan untuk diberikan pompa,” katanya.

Selain itu kata Tarmizi, pihaknya juga sudah mengusulkan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) ke Kementrian PU, nanti ada bangunan 10 kali 15 meter, ada tandon besar dan dia tenaga surya itu yang sedang kita usulkan.

“Terkait bibit, kita sudah sampaikan kepada kepala dinas di musim kemarau ini turunkan penyuluh cek kelapangan, mana bibit yang toleran terhadap kekeringan, itu yang kita rekomendasikan kedepan,” ujar Tarmizi.

Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Desa Cot Amun, Yusdiwar, mengatakan bahwa mereka sangat berterimakasih kepada Bupati Aceh Barat yang telah bersedia untuk turun langsung kelapangan melihat kondisi sawah masyarakat yang mengalami kekeringan.

“Dengan adanya bantuan mesin air ini maka besok sudah bisa mulai kita kasih naik air ke sawah supaya tanaman padi kita bisa sembuh kembali,” katanya ****

BOMBASTIS! Skandal Belanja Darurat Rp2,4 Miliar Mamasa Diseret Mahasiswa ke Gedung Merah Putih KPK

0

Redaksi.co MAMUJU : Praktik dugaan penggarongan uang rakyat di Kabupaten Mamasa siap dibongkar sampai ke akar-akarnya. Aliansi Mahasiswa Peduli Sulawesi Barat (AMPS) bersiap menghentak publik dengan menyeret dugaan skandal keuangan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamasa langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Jakarta.

Tak main-main, dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun Anggaran 2024 yang seharusnya dialokasikan untuk situasi darurat rakyat, diduga kuat diacak-acak hingga memicu indikasi kerugian negara fantastis bernilai Rp2,48 Miliar

Langkah garang mahasiswa ini dipicu oleh hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang membongkar borok pengelolaan anggaran di Dinas PUPR Mamasa. BPK menemukan serangkaian kejanggalan fatal yang mengarah pada dugaan pengerukan dana publik secara masif:

  • Kelebihan pembayaran dan proyek asal jadi dengan kekurangan volume.
  • Spesifikasi barang yang tidak sesuai standar.
  • Bukti pertanggungjawaban (SPJ) bodong yang diduga disulap alias tidak sesuai kondisi riil di lapangan.

Total dampak finansial dari dugaan permainan kotor ini menyentuh angka persis Rp2.483.113.935,15.

Ketua AMPS, Hasbi Assiddik, menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang napas bagi para oknum yang bermain-main dengan uang rakyat. Seluruh berkas audit BPK beserta bukti-bukti pendukung yang ‘panas‘ sudah dikemas untuk segera dihantamkan ke meja penyidik KPK RI.

Kami tidak main-main. Hasil audit BPK ini adalah bukti otentik adanya pembegalan anggaran. Dalam waktu dekat, laporan resmi beserta berkas pamungkas akan kami serahkan langsung ke KPK RI!” tegas Hasbi Assiddik dengan nada berapi-api, Senin (27/7/2026).

Hasbi menambahkan, penggunaan dana darurat BTT yang diduga dimanipulasi adalah bentuk kejahatan luar biasa terhadap rakyat Mamasa. Oleh karena itu, penanganan tingkat daerah dinilai tak lagi cukup dan butuh taring KPK untuk mengeksekusinya secara objektif, profesional, dan tanpa kompromi.

Gerakan ‘menyeret‘ pejabat Mamasa ke KPK ini dibentengi landasan hukum yang kokoh, mengacu pada:

  •  UU No. 19/2019 tentang KPK – Kewenangan penuh untuk mengusut dan menindak tindak pidana korupsi.
  •  UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor – Jerat hukum berat bagi penyalah guna kewenangan yang merugikan keuangan negara.
  • UU No. 15/2006 tentang BPK – Mandat konstitusi bahwa temuan audit wajib ditindaklanjuti secara hukum.
  • UU No. 28/1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dari KKN.

AMPS menegaskan tidak akan berhenti pada penyerahan berkas semata. Mereka berjanji akan mengobarkan gelombang pengawasan dari masyarakat adat dan pemuda Sulawesi Barat untuk mengawal kasus ini hingga para aktor intelektual di balik skandal BTT Mamasa ini mengenakan rompi oranye.

Sinyal bahaya kini menyala terang untuk Dinas PUPR Kabupaten Mamasa. Akankah penyidik KPK segera turun gunung melakukan tangkap tangan? Publik menanti! (ZUL)

Wakil Wali Kota Tangerang Dorong Dishub Maksimalkan Pelayanan dan Atasi Titik Kemacetan

0

Pimpin Apel Siaga Dishub, Maryono Minta Dishub Bergerak Cepat Atasi Kemacetan di Kota Tangerang

 

 

 

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, menginstruksikan seluruh jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang untuk memperkuat kehadiran petugas di lapangan sebagai langkah utama mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat.

 

 

 

Instruksi tersebut disampaikan Maryono saat memimpin Apel Siaga Dinas Perhubungan Kota Tangerang di Kantor Dishub, Neglasari, Selasa (28/7/2026). Menurutnya, kehadiran petugas di titik-titik rawan kemacetan menjadi kunci untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

 

 

 

“Kita mungkin tidak bisa menghilangkan kemacetan sepenuhnya. Namun, yang bisa dan harus kita lakukan adalah hadir di lapangan untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Kehadiran petugas menjadi hal yang paling penting,” ujar Maryono.

 

 

 

Ia menegaskan, kelancaran lalu lintas tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan produktivitas masyarakat. Karena itu, seluruh personel Dishub diminta meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi, serta memberikan pelayanan yang cepat dan responsif.

 

 

 

Selain fokus pada penanganan kemacetan, Maryono juga meminta Dishub melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai layanan transportasi. Mulai dari pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU), prasarana dan operasional teknis, layanan angkutan Tayo, SiBenteng, hingga bus sekolah gratis harus terus dibenahi agar semakin optimal.

 

 

 

“Kita urai satu per satu persoalan yang ada, kita diskusikan bersama penataannya. Harus ada perbaikan agar pelayanan transportasi di Kota Tangerang semakin baik dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

 

 

 

Maryono juga mengingatkan bahwa setiap petugas Dishub merupakan representasi pemerintah di tengah masyarakat. Untuk itu, ia meminta seluruh personel tetap menjaga semangat, disiplin, dan sigap dalam menjalankan tugas di lapangan.

 

 

 

“Tetap semangat menjalankan tugas. Mari kita bantu masyarakat Kota Tangerang dengan memastikan lalu lintas tetap lancar dan seluruh program kerja Dishub berjalan optimal. Titik-titik kemacetan yang menjadi tanggung jawab kita harus segera ditangani dengan baik,” tegasnya.

 

 

 

Usai apel, Maryono meninjau Area Traffic Control System (ATCS) Kota Tangerang yang menjadi pusat pengendalian lalu lintas berbasis teknologi. Sistem tersebut terintegrasi dengan 33 kamera CCTV di sejumlah persimpangan strategis sehingga kondisi lalu lintas dapat dipantau secara real time. Melalui ATCS, pengaturan arus kendaraan diharapkan semakin cepat, efektif, dan responsif dalam mendukung mobilitas masyarakat Kota Tangerang.

 

(*/Red)

Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Lepas 604 Mahasiswa KKN Reguler UTU Angkatan XXVI Tahun 2026

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM didampingi Wakil Bupati Said Fadheil SH, secara resmi melepas 604 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan XXVI Tahun 2026 Universitas Teuku Umar (UTU) yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Selasa 28/7/2026

Bupati Aceh Barat, Tarmizi memberikan apresiasi kepada Universitas Teuku Umar (UTU) yang secara konsisten menghadirkan program KKN sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

“Program KKN bukan hanya bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata kampus dalam mendukung pembangunan masyarakat dan gampong. Hari ini juga menjadi wujud kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dengan Universitas Teuku Umar,” kata Tarmizi.

Bupati menilai tema KKN tahun ini sangat relevan karena mengedepankan kolaborasi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berbasis data.

Menurutnya, Pemkab Aceh Barat terus mendorong penyusunan kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran melalui pemanfaatan data yang akurat.

Karena itu, Tarmizi berharap para mahasiswa dapat terjun langsung ke tengah masyarakat untuk membantu validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.

Selain mendukung pendataan, Tarmizi juga mendorong mahasiswa menjadi agent of change yang mampu menghadirkan gagasan, inovasi, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat gampong.

“Amati persoalan-persoalan yang ada di kampung. Dari sana akan lahir empati, ide-ide cemerlang, serta solusi yang nantinya bisa menjadi kontribusi nyata bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama pelaksanaan KKN para mahasiswa diharapkan membantu pemerintah gampong dalam meningkatkan kualitas administrasi pelayanan publik, mendampingi pelaku UMKM memanfaatkan pemasaran digital, menggerakkan budaya literasi bagi anak-anak dan masyarakat, serta mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, edukasi mengenai Gerakan ASRI yang tengah digalakkan Pemkab Aceh Barat juga perlu diperkuat di tengah masyarakat, khususnya kepada generasi muda agar terbiasa hidup bersih dan bebas sampah.

Selain itu, mahasiswa juga diminta aktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan generasi muda, sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal agar mampu melahirkan inovasi yang berdampak terhadap peningkatan pendapatan asli gampong.

“Kami yakin mahasiswa Universitas Teuku Umar memiliki kapasitas untuk menjalankan program tersebut. Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi intelektual yang bukan hanya menjadi kebanggaan Barat Selatan, tetapi juga kebanggaan Aceh,” katanya.

Bupati juga berpesan agar seluruh mahasiswa membangun komunikasi yang baik dengan keuchik, aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta seluruh warga selama berada di lokasi KKN. Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat akan menjadi bekal penting dalam kehidupan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang di masa depan tidak hanya ditentukan oleh ijazah maupun kecerdasan akademik, tetapi juga ditopang oleh adab, akhlak, dan kemampuan berkomunikasi.

“Hari ini kita tidak bisa hanya mengandalkan ijazah, bahkan kecerdasan pun sudah banyak dibantu teknologi. Tetapi yang tidak bisa dikalahkan adalah adab, akhlak, dan kemampuan berkomunikasi,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Tarmizi juga meminta para mahasiswa menyampaikan secara langsung kepada Bupati maupun Wakil Bupati apabila menemukan berbagai persoalan di gampong selama pelaksanaan KKN.

“Informasi yang disampaikan mahasiswa kami yakini akurat dan dapat dipercaya. Karena itu, apabila menemukan persoalan di masyarakat, sampaikan langsung kepada kami agar segera dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya ****

JALAN TOBURI-TAMPABULU BELUM GENAP SATU TAHUN RUSAK, DESAK INSPEKTORAT & KEJARI BOMBANA TURUN TANGAN PERIKSA.

0

JALAN TOBURI–TAMPABULU BELUM GENAP SATU TAHUN SUDAH RUSAK, “PIJAR KEADILAN RAKYAT SULAWESI TENGGARA “ DESAK INSPEKTORAT DAN KEJARI BOMBANA TURUN TANGAN

REDAKSI.Co, SULAWESI TENGGARA, Bombana, kamis, 27 juli 2026 — Kondisi ruas jalan Toburi-Tampabulu, Kecamatan Tampabulu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, menuai sorotan serius. Jalan yang dibangun dengan anggaran kurang lebih Rp853.220.000,00 tersebut dilaporkan telah mengalami kerusakan di sejumlah titik, meskipun belum genap satu tahun sejak pekerjaan selesai.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas pekerjaan dan penggunaan anggaran publik. Dengan nilai anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah, masyarakat tentu memiliki hak untuk mendapatkan infrastruktur jalan yang layak, berkualitas, dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang wajar.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya kerusakan pada sejumlah bagian jalan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa terdapat persoalan yang perlu diperiksa secara serius, baik terkait kualitas pekerjaan, ketebalan lapisan aspal, mutu material, maupun kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan kontrak yang telah ditetapkan.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Asyrof Athoilah T. menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi jalan Toburi – Tampabulu.

“Saya Ahmad Asyrof Athoilah T. turut prihatin melihat kondisi jalan Toburi – Tampabulu yang belum genap satu tahun selesai dikerjakan, tetapi sudah mengalami banyak kerusakan. Apalagi anggaran yang digunakan kurang lebih mencapai Rp853.220.000,00. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Menurutnya, kerusakan jalan dalam waktu yang relatif singkat tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Pemerintah dan aparat pengawasan harus memastikan apakah pekerjaan tersebut benar-benar telah dilaksanakan sesuai dengan standar teknis dan ketentuan kontrak.

“Pertanyaannya sederhana: apakah pekerjaan ini sudah sesuai dengan spesifikasi teknis? Apakah ketebalan aspal dan material yang digunakan benar-benar memenuhi standar? Atau ada persoalan lain dalam proses pelaksanaannya? Semua itu harus dijawab melalui pemeriksaan yang objektif dan transparan,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, ia mendesak Inspektorat Kabupaten Bombana dan Kejaksaan Negeri Bombana untuk segera turun langsung ke lokasi guna melakukan pengecekan dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pekerjaan jalan Toburi–Tampabulu.

Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui penyebab kerusakan secara objektif, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap kualitas dan ketebalan lapisan aspal, material yang digunakan, metode pelaksanaan pekerjaan, serta kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis.

“Kami meminta Inspektorat Kabupaten Bombana dan Kejaksaan Negeri Bombana tidak hanya menunggu laporan di meja. Turun langsung ke lapangan, lihat kondisi jalan, lakukan pemeriksaan teknis, dan pastikan ke mana anggaran ratusan juta rupiah tersebut digunakan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menggunakan uang negara harus dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai masyarakat kembali dirugikan akibat pembangunan jalan yang cepat mengalami kerusakan, sementara anggaran yang digunakan cukup besar.

“Uang rakyat harus menghasilkan pembangunan yang berkualitas. Jika memang ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam pekerjaan, maka harus ada langkah tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai kerusakan jalan seperti ini dianggap hal biasa,” tambahnya.

“JANGAN BIARKAN UANG RAKYAT HABIS UNTUK PEMBANGUNAN YANG HANYA BERTAHAN SEUMUR JAGUNG”

JALAN TOBURI-TAMPABULU BELUM GENAP SATU TAHUN RUSAK, DESAK INSPEKTORAT & KEJARI BOMBANA TURUN TANGAN PERIKSA.

0

JALAN TOBURI–TAMPABULU BELUM GENAP SATU TAHUN SUDAH RUSAK, “PIJAR KEADILAN RAKYAT SULAWESI TENGGARA “ DESAK INSPEKTORAT DAN KEJARI BOMBANA TURUN TANGAN

REDAKSI.Co, SULAWESI TENGGARA, Bombana, kamis, 27 juli 2026 — Kondisi ruas jalan Toburi-Tampabulu, Kecamatan Tampabulu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, menuai sorotan serius. Jalan yang dibangun dengan anggaran kurang lebih Rp853.220.000,00 tersebut dilaporkan telah mengalami kerusakan di sejumlah titik, meskipun belum genap satu tahun sejak pekerjaan selesai.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas pekerjaan dan penggunaan anggaran publik. Dengan nilai anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah, masyarakat tentu memiliki hak untuk mendapatkan infrastruktur jalan yang layak, berkualitas, dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang wajar.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya kerusakan pada sejumlah bagian jalan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa terdapat persoalan yang perlu diperiksa secara serius, baik terkait kualitas pekerjaan, ketebalan lapisan aspal, mutu material, maupun kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan kontrak yang telah ditetapkan.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Asyrof Athoilah T. menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi jalan Toburi – Tampabulu.

“Saya Ahmad Asyrof Athoilah T. turut prihatin melihat kondisi jalan Toburi – Tampabulu yang belum genap satu tahun selesai dikerjakan, tetapi sudah mengalami banyak kerusakan. Apalagi anggaran yang digunakan kurang lebih mencapai Rp853.220.000,00. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Menurutnya, kerusakan jalan dalam waktu yang relatif singkat tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Pemerintah dan aparat pengawasan harus memastikan apakah pekerjaan tersebut benar-benar telah dilaksanakan sesuai dengan standar teknis dan ketentuan kontrak.

“Pertanyaannya sederhana: apakah pekerjaan ini sudah sesuai dengan spesifikasi teknis? Apakah ketebalan aspal dan material yang digunakan benar-benar memenuhi standar? Atau ada persoalan lain dalam proses pelaksanaannya? Semua itu harus dijawab melalui pemeriksaan yang objektif dan transparan,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, ia mendesak Inspektorat Kabupaten Bombana dan Kejaksaan Negeri Bombana untuk segera turun langsung ke lokasi guna melakukan pengecekan dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pekerjaan jalan Toburi–Tampabulu.

Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui penyebab kerusakan secara objektif, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap kualitas dan ketebalan lapisan aspal, material yang digunakan, metode pelaksanaan pekerjaan, serta kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis.

“Kami meminta Inspektorat Kabupaten Bombana dan Kejaksaan Negeri Bombana tidak hanya menunggu laporan di meja. Turun langsung ke lapangan, lihat kondisi jalan, lakukan pemeriksaan teknis, dan pastikan ke mana anggaran ratusan juta rupiah tersebut digunakan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menggunakan uang negara harus dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai masyarakat kembali dirugikan akibat pembangunan jalan yang cepat mengalami kerusakan, sementara anggaran yang digunakan cukup besar.

“Uang rakyat harus menghasilkan pembangunan yang berkualitas. Jika memang ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam pekerjaan, maka harus ada langkah tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai kerusakan jalan seperti ini dianggap hal biasa,” tambahnya.

“JANGAN BIARKAN UANG RAKYAT HABIS UNTUK PEMBANGUNAN YANG HANYA BERTAHAN SEUMUR JAGUNG”