Redaksi.co MAMUJU : Kemarahan mahasiswa pecah di depan Kantor Bupati Mamuju, Selasa (28/7/2026). Puluhan massa aksi dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mamuju kembali mengepung pusat pemerintahan setempat. Mereka menuding Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju terkesan “tuli” dan main-main dalam menangani krisis sampah yang kian membusuk dan mengancam kesehatan warga.
Aksi jilid lanjutan ini memanas hingga memicu ketegangan tinggi. Ketua PC PMII Mamuju, Muhlis, menegaskan bahwa kesabaran mahasiswa sudah habis. Niat baik untuk berdialog justru dibalas dengan aksi lempar tanggung jawab dan benteng pengamanan berlapis.
“Bupati dan Wakil Bupati Mamuju terbukti tidak serius! Surat resmi audiensi dicueki, aksi berkali-kali diabaikan. Begitu kami datang, alasan klasik ‘Ibu Bupati tidak di tempat’ kembali dipakai. Warga diberi bau busuk sampah, sementara kami justru diperhadapkan dengan barikade ketat Satpol PP dan Polisi. Ini pengkhianatan terhadap rakyat!” seru orator PMII membakar semangat massa di tengah kepungan petugas.
Tak sekadar menyoal tumpukan limbah yang menyengat, PMII Mamuju mencium adanya kejanggalan besar terkait alokasi anggaran. Pemerintah daerah dituding rajin memungut uang retribusi dari kantong warga, namun pengelolaannya gelap gulita dan tak berdampak pada kebersihan kota.
Kebuntuan ini makin parah karena wakil rakyat pun dianggap main mata. Pada Hari Jadi Mamuju ke-486 (14 Juli lalu), PMII telah menggedor Gedung DPRD Mamuju untuk menuntut Rapat Dengar Pendapat (RDP). Namun hingga detik ini, baik eksekutif maupun legislatif kompak bungkam seribu bahasa.
PMII membeberkan lima titik krusial di Mamuju yang kini sudah berubah menjadi “bom waktu” ekologis dan mengancam keselamatan jiwa warga:
- Kawasan dekat KUA Mamuju
- Pasar Lama
- Belakang BTN Passokkorang
- Jalan Tamasapi
- Jalan Poros Mamuju – Topo (serta belasan titik pemukiman padat lainnya)
Guna menghentikan penderitaan masyarakat, PC PMII Mamuju melayangkan 4 Tuntutan Harga Mati yang tidak bisa ditawar lagi:
- Rombak Total Sistem: Seruan tegas untuk membenahi seluruh sistem pengelolaan sampah, meremajakan sarana-prasarana, dan menerbitkan kebijakan berkeadilan secara berkelanjutan.
- Audit & Transparansi Uang Rakyat: Buka secara rinci dan jujur aliran dana hasil pemungutan retribusi sampah masyarakat.
- Sikat Habis Sampah Tanpa Pilih Kasih: Pemerataan pengangkutan sampah secara cepat dan disiplin di seluruh wilayah kecamatan tanpa terkecuali.
- Eksekusi Seketika: Mobilisasi armada untuk menyapu bersih seluruh titik penumpukan sampah liar hari ini juga.
PMII Mamuju mengancam akan melipatgandakan gelombang massa dan melumpuhkan aktivitas kota jika Pemkab Mamuju terus bersembunyi di balik barikade dan membiarkan warga bernapas di tengah busuknya sampah. (ZUL)
