Minggu, Maret 22, 2026
Beranda blog Halaman 47

SDN 1 Cibenda Juara Voli Putri di Gebyar Kreativitas Siswa SMP Negeri 1 Cimanggu

0

Redaksi.co – Prestasi membanggakan kembali diraih SDN 1 Cibenda. Tim bola voli putri SDN 1 Cibenda berhasil keluar sebagai juara setelah menampilkan permainan yang solid dan penuh semangat juang. Dalam babak final bola voli putri Ajang Gebyar Kreativitas Siswa yang digelar di SMP Negeri 1 Cimanggu, Jumat 13/02/2026

Sejak babak awal hingga partai final, tim voli putri SDN 1 Cibenda tampil konsisten. Kerja sama yang kompak, strategi yang matang, serta mental bertanding yang kuat menjadi kunci keberhasilan mereka menundukkan lawan-lawan dari berbagai sekolah peserta.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran guru olahraga sekaligus pembina ekstrakurikuler bola voli SDN 1 Cibenda yang akrab disapa Riseu. Di bawah bimbingannya, para siswi rutin menjalani latihan disiplin, penguatan teknik dasar, hingga pembentukan karakter dan kekompakan tim.

Risee menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian anak didiknya. “Kemenangan ini adalah hasil kerja keras bersama. Anak-anak berlatih dengan semangat, disiplin, dan pantang menyerah. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Pihak sekolah juga mengapresiasi perjuangan tim voli putri yang telah mengharumkan nama SDN 1 Cibenda di dapil VI. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan bakat dan minat siswa, khususnya di bidang olahraga, mampu melahirkan capaian yang membanggakan.
Ajang Gebyar Kreativitas Siswa sendiri menjadi wadah positif bagi peserta didik untuk menyalurkan potensi, baik akademik maupun non-akademik. Dengan raihan juara ini, SDN 1 Cibenda semakin menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang berprestasi, berkarakter, dan percaya diri, pungkas Risee. (OPK)***

Editor : Yosep M

SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

0

SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Kepada Yth.
Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia
Di Jakarta

UNTUK DISIARKAN SEGERA

Tragedi di di Pondok Rumah Jelai Hulu: Ketika Rakyat Kecil Dipaksa Takut di Tanah Sendiri

Dengan hormat,

Surat terbuka ini lahir dari jeritan sunyi masyarakat di Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat—jeritan yang mungkin tidak terdengar di ruang-ruang kekuasaan, tetapi nyata menghantam kehidupan rakyat kecil di tepian sungai.

Peristiwa penangkapan terhadap Saudara Pelapan dan Saudara Eek pada 23 Januari 2026 bukan sekadar insiden hukum biasa. Ia telah berubah menjadi simbol ketakutan kolektif: ketika warga sipil yang mencari nafkah secara sederhana justru diperlakukan layaknya ancaman.

Kronologi yang Mengguncang Rasa Keadilan Publik

Sekitar pukul 12.00 WIB, Saudara Pelapan berada di pondok sederhana di lahan milik keluarganya untuk memeriksa pukat ikan—sebuah aktivitas bertahan hidup yang jauh dari kemewahan. Sebelum bekerja, ia melakukan ritual adat menyugih sirih sebagai penghormatan terhadap leluhur dan alam.

Namun ketenangan itu hancur ketika petugas keamanan dari PT USP bersama aparat Brimob dan Polsek Jelai Hulu datang dan langsung melakukan penangkapan secara paksa.

Di saat hampir bersamaan, Saudara Eek yang sedang mengangkut buah sawit hasil panen di lahan milik neneknya sendiri turut diamankan—padahal aktivitas tersebut adalah bagian dari upaya keluarga mencari nafkah di tanah warisan mereka.

Pondok Dirusak, Uang Pengobatan Disita: Luka yang Lebih Dalam dari Sekadar Penangkapan

Setelah peristiwa tersebut, pondok tempat warga beristirahat ditemukan dalam kondisi rusak parah. Lebih memilukan lagi, keluarga menyatakan bahwa uang sebesar Rp37.000.000 milik Saudara Pelapan turut disita, padahal uang tersebut dipersiapkan untuk kebutuhan pengobatan.

Jika benar terjadi tanpa dasar hukum yang jelas dan tanpa prosedur transparan, tindakan ini bukan sekadar pelanggaran prosedural—melainkan pukulan moral yang dalam terhadap rasa kemanusiaan dan keadilan sosial.

Bagi rakyat kecil, uang pengobatan bukan angka di atas kertas. Itu adalah harapan hidup.

Pertanyaan Moral yang Tidak Bisa Dihindari Negara

Mengapa warga yang memanen hasil kebun keluarga sendiri diperlakukan sebagai ancaman keamanan?

Mengapa ritual adat yang sakral justru berakhir dengan penangkapan?

Mengapa uang pengobatan seorang warga dapat disita tanpa kejelasan hukum yang transparan?

Apakah negara hadir sebagai pelindung rakyat, atau justru menjadi sumber ketakutan baru bagi mereka yang lemah?

Seruan Keadilan kepada Presiden Republik Indonesia

Melalui surat ini, kami memohon perhatian serius dan tindakan nyata dari Presiden Republik Indonesia untuk:

Memerintahkan investigasi independen dan terbuka atas dugaan penangkapan paksa, perusakan pondok, serta penyitaan uang milik warga.

Menjamin bahwa seluruh proses hukum berjalan sesuai prinsip keadilan, HAM, dan due process of law.

Menghentikan praktik represif terhadap masyarakat adat dan warga kecil yang mencari nafkah di tanahnya sendiri.

Memastikan perlindungan terhadap hak hidup, hak kesehatan, serta hak ekonomi masyarakat yang rentan.

Mendorong penyelesaian konflik agraria secara adil, transparan, dan manusiawi.

Penutup: Negara Diuji Bukan Saat Rakyat Kuat, Tetapi Saat Rakyat Lemah

Bapak Presiden, peristiwa di Jelai Hulu bukan sekadar konflik lokal. Ia adalah ujian moral bagi negara: apakah kekuasaan berpihak pada yang kuat, atau berdiri tegak melindungi mereka yang paling rentan.

Rakyat kecil tidak meminta kemewahan. Mereka hanya ingin hidup tanpa rasa takut—memanen di kebunnya sendiri, mencari ikan di sungai leluhur, dan berobat dengan uang hasil kerja kerasnya tanpa khawatir dirampas.

Semoga suara dari tepian sungai ini sampai ke Istana Negara dan menggugah nurani keadilan bangsa.

Hormat kami,
Masyarakat dan Keluarga Korban
Serta Seluruh Warga yang Mendambakan Keadilan

Pendidikan di Mamasa Terpuruk, SDN 007 BOTTENG Diduga Berulang Kali “Libur di Luar Aturan”

0

Redaksi.co MAMASA : Dunia pendidikan di Kabupaten Mamasa tercoreng. SDN 007 Botteng di Dusun Kata-Kata, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, menjadi sorotan tajam publik setelah diduga berulang kali meliburkan kegiatan belajar mengajar di luar kalender akademik resmi.

Ironisnya, ini bukan kali pertama sekolah tersebut menjadi perhatian. Namun hingga kini, belum terlihat langkah tegas dari otoritas pendidikan setempat.

Di tengah medan perbukitan yang menantang, anak-anak Dusun Kata-Kata setiap hari mempertaruhkan tenaga dan semangat demi menggapai pendidikan. Mereka berjalan kaki berkilo-kilometer, menembus jalan terjal dan cuaca tak menentu. Namun perjuangan itu kerap berujung pahit—gerbang sekolah sepi, ruang kelas kosong, tanpa guru.

Fenomena “libur mendadak” ini disebut-sebut bukan kejadian sesaat, melainkan masalah menahun yang seolah dibiarkan.

Bukan cuma kali ini, sudah sering sekali tidak ada guru. Padahal anak-anak kami banyak yang jalan kaki jauh. Kasihan niat belajar mereka terpatahkan karena sekolah kosong,” ungkap salah satu orang tua siswa dengan nada getir, meminta identitasnya dirahasiakan.

Kondisi ini memantik reaksi keras dari kalangan pemerhati pendidikan di Mamasa. Stenly Gadion Buntukareang menilai ketidakhadiran tenaga pengajar secara berulang merupakan cermin buruknya pengawasan dan lemahnya tanggung jawab institusi.

Ini bukan sekadar soal guru tidak masuk. Ini soal hak dasar anak-anak yang diabaikan. Kami mendesak Bupati Mamasa dan Dinas Pendidikan untuk berhenti diam. Jangan hanya duduk di belakang meja sementara pendidikan di pelosok hancur,” tegas Stenly.

Menurutnya, kegagalan menghadirkan proses belajar yang konsisten di wilayah terpencil adalah bentuk ketimpangan yang tak bisa lagi ditoleransi. Apalagi, ini adalah kali kedua SDN 007 Botteng menjadi sorotan dengan persoalan serupa.

Stenly juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja guru dan kepala sekolah, serta penerapan sanksi tegas jika terbukti ada kelalaian.

“Kalau tidak ada tindakan nyata, kualitas pendidikan Mamasa akan semakin tertinggal. Jangan sampai semangat belajar anak-anak pelosok dipadamkan oleh kelalaian birokrasi,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah konkret yang akan diambil. Upaya konfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN 007 Botteng juga masih terus dilakukan. (ZUL)

Peradi DPC Jakarta Pusat Gelar Rapat Anggota Tingkatkan Persatuan Menuju Advokat Yang Profesional

0

 

Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Jakarta Pusat menggelar Rapat Anggota Cabang (RAC) pada Kamis, 12 Februari 2026 di Hotel Grand Cemara, Menteng. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menjadi momentum konsolidasi penting menjelang Musyawarah Nasional (Munas) PERADI yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

 

Dengan tema besar “Tingkatkan Persatuan Menuju Advokat yang Profesional, Berintegritas dan Bermartabat”, forum ini menegaskan kembali komitmen organisasi advokat terbesar di Indonesia tersebut dalam memperkuat etika profesi, integritas, dan kualitas pelayanan hukum.

 

Rapat dihadiri jajaran pengurus DPC PERADI Jakarta Pusat, yakni Ketua M. Mangunsong, S.H., Bendahara Andar T. Manik, S.E., S.H., M.H., dan Sekretaris Ir. Anita Andrianie, S.H., M.H. Suasana rapat berlangsung hangat dan produktif, dengan fokus utama pada pematangan sikap organisasi jelang Munas.

 

 

 

DPC Jakarta Pusat Nyatakan Dukungan Penuh untuk Munas PERADI 2026

 

Ketua DPC PERADI Jakarta Pusat, M. Mangunsong, S.H., menegaskan bahwa pihaknya melihat penyelenggaraan Munas sudah sesuai mekanisme anggaran dasar serta tidak ada persoalan struktural yang perlu dipersoalkan.

 

“Munas ini sudah melalui proses yang benar dan sesuai anggaran dasar. DPC Jakarta Pusat mendukung penuh dan solid untuk menyukseskan Munas tersebut,” ujarnya.

 

Mangunsong menyampaikan bahwa Munas akan membahas penyempurnaan AD/ART, program kerja nasional, serta pemilihan Ketua Umum DPN PERADI periode 2026–2031.

 

 

 

Sekretaris Panitia Munas: Pemilihan Ketua Umum Dilakukan Dengan Sistem Modern ‘One Man One Vote’

 

Sekretaris Panitia Pelaksana Munas, Daud Berueh, S.H., menjelaskan bahwa pemilihan Ketua Umum PERADI kini mengadopsi sistem modern berbasis elektronik (e-voting).

 

“Pemilihan dilakukan dengan sistem one man one vote melalui email yang sudah diverifikasi panitia. Ini menjadi contoh role model terbaik bagi organisasi advokat lainnya,” katanya.

 

Ia menambahkan bahwa tahapan Munas sudah berlangsung sejak Juni 2025, mencakup penyusunan panduan, penjaringan bakal calon ketua umum, hingga sosialisasi teknis pemilihan elektronik. Puncak Munas akan digelar pada 24–25 April 2026 di Jakarta.

 

 

 

Anggota DPC Siap Dukung Agenda Lima Tahunan

 

Advokat anggota DPC Jakarta Pusat, Paskalis Da Cunha, S.H., menegaskan dukungan penuh terhadap agenda Munas.

 

“Kami menyambut baik seluruh proses yang telah disusun panitia sesuai AD/ART. Sebagai anggota, kami siap mendukung penuh peristiwa lima tahunan ini demi kemajuan organisasi advokat,” ujarnya.

 

 

 

Menyatukan Visi dalam Memilih Calon Ketua Umum

 

Pimpinan Sidang RAC, Mangatur Nainggolan, S.E., S.H., M.M., M.H., CPA, menjelaskan bahwa DPC Jakarta Pusat berupaya menyelaraskan visi anggota agar objektif dalam menentukan calon Ketua Umum DPN PERADI.

 

“RAC hari ini merumuskan agar peserta memiliki satu visi dalam memilih calon ketua umum. Yang kita harapkan adalah pemimpin yang benar-benar memiliki visi dan mau bekerja untuk pengembangan organisasi serta menjaga marwah profesi advokat,” ungkapnya.

 

Mangatur juga menyebutkan bahwa RAC menjadi wadah untuk merumuskan usulan perbaikan AD/ART yang akan dibawa ke Munas.

 

 

 

Penguatan Rekrutmen dan Kualitas Anggota Advokat

 

Dalam sesi diskusi, Jericho Mandahari, S.H., menyoroti pentingnya rekrutmen anggota yang berkualitas untuk menjaga reputasi organisasi.

 

“PERADI memiliki kewenangan resmi dari pemerintah untuk pembinaan advokat. Karena itu, kita harus merekrut advokat yang benar-benar berkualitas agar tidak bermasalah di masyarakat,” tegasnya.

 

Bendahara Andar T. Manik, S.E., S.H., M.H., menjelaskan bahwa Harapan kita, kita terima kasih kepada para peserta dengan Agenda RAC ini bisa terlaksana dengan baik. Kemudian ada agenda tentang pemilihan Ketua Umum. Kita mengharapkan Ketum ini yang terbaik. Kita rekomendasikan dua-duanya. Karena bagaimanapun dari kedua ini adalah figur terbaik dari PERADI. Harapan kita kedepan menjaga soliditas dari PERADI.

 

Kita merekomendasikan untuk Caketum yaitu rekomendasi dua orang kemudian dan nanti dibulan 5 ini kita juga ada agenda untuk Munas pemilihan Ketum. Setelah itu kita ada pemilihan ketua DPC. Ini berlanjut terus. Kita berharap agenda terlaksana dengan baik dan tidak ada yang memaksakan kehendak. Semua menerima RAC tersebut.

 

RAC PERADI Jakarta Pusat 2026 berhasil memperkuat konsolidasi internal dan memantapkan arah dukungan jelang Munas. Dengan sistem pemilihan ketua umum yang semakin modern dan semangat reformasi AD/ART, PERADI menegaskan komitmennya sebagai organisasi advokat yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan penegakan hukum di Indonesia.

Mahasiswa Mamasa Desak Kepastian, Realisasi Student Center Dinilai Mendesak dan Strategis

0

Redaksi.co MAJENE : Aliansi Mahasiswa Mamasa di Majene kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal realisasi pembangunan Student Center bagi mahasiswa asal Kabupaten Mamasa yang tengah menempuh pendidikan di Majene. Fasilitas tersebut dinilai sebagai kebutuhan mendesak dan strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia Mamasa.

Ferianto, perwakilan Aliansi Mahasiswa Mamasa, menyampaikan bahwa keberadaan Student Center bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan simbol tanggung jawab pemerintah daerah terhadap generasi muda Mamasa yang sedang berjuang menempuh pendidikan di luar daerah.

Ini adalah kebutuhan prioritas. Pemerintah Kabupaten Mamasa memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan mahasiswa Mamasa mendapatkan dukungan fasilitas yang layak selama menempuh pendidikan,” tegas Ferianto.

Dalam upaya mengawal aspirasi tersebut, Aliansi Mahasiswa Mamasa telah melakukan serangkaian pertemuan resmi dengan Pemerintah Kabupaten Mamasa. Pertemuan pertama berlangsung di Kampus Universitas Sulawesi Barat, setelah mahasiswa memenuhi undangan Rektor Universitas Sulawesi Barat untuk berdialog bersama pemerintah daerah terkait kebutuhan fasilitas mahasiswa Mamasa di Majene.

Selanjutnya, pertemuan kedua digelar di ruang kerja Bupati Mamasa sebagai tindak lanjut pembahasan sebelumnya. Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah membahas rencana pengadaan fasilitas mahasiswa Mamasa, termasuk opsi dan langkah awal realisasinya.

Tak berhenti di situ, pertemuan ketiga dilakukan secara daring bersama Asisten Pemerintah Daerah dan Kepala Bidang Aset Kabupaten Mamasa. Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan aspek teknis dan administratif, termasuk kemungkinan penganggaran serta mekanisme pengadaan.

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamasa menyampaikan bahwa rencana pembangunan Student Center akan diupayakan masuk dalam Anggaran Tahun 2026. Namun hingga kini, belum ada kepastian terkait tahapan pelaksanaan, mekanisme teknis, maupun perkembangan konkret atas komitmen tersebut.

Kondisi ini memunculkan harapan sekaligus pertanyaan dari kalangan mahasiswa. Aliansi Mahasiswa Mamasa menegaskan akan terus mengawal proses ini agar komitmen yang telah disampaikan tidak berhenti pada wacana, melainkan benar-benar terealisasi demi kepentingan mahasiswa dan masa depan Kabupaten Mamasa. (ZUL)

Peradi DPC Jakarta Pusat Gelar Rapat Anggota Cabang,Dukung Penuh Munas Peradi 2026

0

 

Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Jakarta Pusat menggelar Rapat Anggota Cabang (RAC) pada Kamis, 12 Februari 2026 di Hotel Grand Cemara, Menteng. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menjadi momentum konsolidasi penting menjelang Musyawarah Nasional (Munas) PERADI yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

Dengan tema besar “Tingkatkan Persatuan Menuju Advokat yang Profesional, Berintegritas dan Bermartabat”, forum ini menegaskan kembali komitmen organisasi advokat terbesar di Indonesia tersebut dalam memperkuat etika profesi, integritas, dan kualitas pelayanan hukum.

Rapat dihadiri jajaran pengurus DPC PERADI Jakarta Pusat, yakni Ketua M. Mangunsong, S.H., Bendahara Andar T. Manik, S.E., S.H., M.H., dan Sekretaris Ir. Anita Andrianie, S.H., M.H. Suasana rapat berlangsung hangat dan produktif, dengan fokus utama pada pematangan sikap organisasi jelang Munas.

 

DPC Jakarta Pusat Nyatakan Dukungan Penuh untuk Munas PERADI 2026

Ketua DPC PERADI Jakarta Pusat, M. Mangunsong, S.H., menegaskan bahwa pihaknya melihat penyelenggaraan Munas sudah sesuai mekanisme anggaran dasar serta tidak ada persoalan struktural yang perlu dipersoalkan.

“Munas ini sudah melalui proses yang benar dan sesuai anggaran dasar. DPC Jakarta Pusat mendukung penuh dan solid untuk menyukseskan Munas tersebut,” ujarnya.

Mangunsong menyampaikan bahwa Munas akan membahas penyempurnaan AD/ART, program kerja nasional, serta pemilihan Ketua Umum DPN PERADI periode 2026–2031.

 

Sekretaris Panitia Munas: Pemilihan Ketua Umum Dilakukan Dengan Sistem Modern ‘One Man One Vote’

Sekretaris Panitia Pelaksana Munas, Daud Berueh, S.H., menjelaskan bahwa pemilihan Ketua Umum PERADI kini mengadopsi sistem modern berbasis elektronik (e-voting).

“Pemilihan dilakukan dengan sistem one man one vote melalui email yang sudah diverifikasi panitia. Ini menjadi contoh role model terbaik bagi organisasi advokat lainnya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tahapan Munas sudah berlangsung sejak Juni 2025, mencakup penyusunan panduan, penjaringan bakal calon ketua umum, hingga sosialisasi teknis pemilihan elektronik. Puncak Munas akan digelar pada 24–25 April 2026 di Jakarta.

 

Anggota DPC Siap Dukung Agenda Lima Tahunan

Advokat anggota DPC Jakarta Pusat, Paskalis Da Cunha, S.H., menegaskan dukungan penuh terhadap agenda Munas.

“Kami menyambut baik seluruh proses yang telah disusun panitia sesuai AD/ART. Sebagai anggota, kami siap mendukung penuh peristiwa lima tahunan ini demi kemajuan organisasi advokat,” ujarnya.

 

Menyatukan Visi dalam Memilih Calon Ketua Umum

Pimpinan Sidang RAC, Mangatur Nainggolan, S.E., S.H., M.M., M.H., CPA, menjelaskan bahwa DPC Jakarta Pusat berupaya menyelaraskan visi anggota agar objektif dalam menentukan calon Ketua Umum DPN PERADI.

“RAC hari ini merumuskan agar peserta memiliki satu visi dalam memilih calon ketua umum. Yang kita harapkan adalah pemimpin yang benar-benar memiliki visi dan mau bekerja untuk pengembangan organisasi serta menjaga marwah profesi advokat,” ungkapnya.

Mangatur juga menyebutkan bahwa RAC menjadi wadah untuk merumuskan usulan perbaikan AD/ART yang akan dibawa ke Munas.

 

Penguatan Rekrutmen dan Kualitas Anggota Advokat

Dalam sesi diskusi, Jericho Mandahari, S.H., menyoroti pentingnya rekrutmen anggota yang berkualitas untuk menjaga reputasi organisasi.

“PERADI memiliki kewenangan resmi dari pemerintah untuk pembinaan advokat. Karena itu, kita harus merekrut advokat yang benar-benar berkualitas agar tidak bermasalah di masyarakat,” tegasnya.

RAC PERADI Jakarta Pusat 2026 berhasil memperkuat konsolidasi internal dan memantapkan arah dukungan jelang Munas. Dengan sistem pemilihan ketua umum yang semakin modern dan semangat reformasi AD/ART, PERADI menegaskan komitmennya sebagai organisasi advokat yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan penegakan hukum di Indonesia.

Haru dan Isak Tangis Warnai Penayangan Perdana Titip Bunda di Surga-Mu

0

Redaksi.co, Jakarta – Suasana haru menyelimuti CGV Grand Indonesia saat RRK Pictures bersama Spectrum Film dan Festival Pictures menggelar konferensi pers dan gala premiere film Titip Bunda di Surga-Mu, Rabu (12/2). Penayangan perdana drama keluarga ini langsung disambut respons emosional dari para penonton.

Acara tersebut dihadiri produser Dono Indarto, sutradara Hanny R. Saputra, serta para pemain seperti Kevin Julio, Abun Sungkar, Meriam Bellina, Ikang Fawzi, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, Asri Welas, dan Zora Vidyanata yang juga menulis skenario film ini.

Usai pemutaran, sejumlah penonton tampak menitikkan air mata. Kisah tentang hubungan orang tua dan anak, penyesalan yang datang terlambat, serta pentingnya mengungkapkan cinta sebelum waktu habis terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Akting Meriam Bellina sebagai Ibu Mozza mendapat apresiasi khusus karena dinilai berhasil menghadirkan sosok ibu yang hangat sekaligus tegar.

“Peran Ibu Mozza ini sangat penting bagi saya. Film ini mengajarkan bukan hanya anak untuk menghargai orang tua, tapi juga orang tua untuk belajar memahami, memaafkan, dan menerima anak-anaknya,” ujar Meriam.

Kevin Julio turut membagikan cerita di balik layar. Meski dalam film banyak menghadirkan konflik keluarga, suasana di lokasi syuting justru terasa hangat.

“Karena sering adegan berantem, malah jadi terasa seperti keluarga sungguhan. Sampai sekarang masih suka bercanda kalau ketemu,” katanya.

Titip Bunda di Surga-Mu berkisah tentang Ibu Mozza, pilar keluarga yang diam-diam menyimpan luka di tengah konflik anak-anaknya yang sibuk dengan ego masing-masing. Ketika sebuah rahasia terungkap dan waktu kian menipis, penyesalan pun datang. Film ini menjadi pengingat bahwa orang tua tidak selamanya ada, dan setiap kesempatan untuk mencintai serta meminta maaf tak boleh disia-siakan.

Dengan respons hangat di malam perdana, film ini diprediksi menjadi pilihan tontonan keluarga menjelang Ramadan dan Lebaran.

Na Willa: Perayaan Hangat Masa Kanak-Kanak untuk Keluarga di Lebaran 2026

0

Redaksi.co, Jakarta | Lahir dari kreator film JUMBO yang sukses menyentuh hati jutaan penonton Indonesia, Na Willa menjadi debut film live action dari Ryan Adriandhy, sekaligus kolaborasi kreatif dengan penulis Reda Gaudiamo, yang novelnya menjadi dasar cerita film ini. Dengan pendekatan storytelling yang khas dan penuh empati, Na Willa menghadirkan perspektif anak yang jarang diangkat dalam sinema keluarga Indonesia.

Official poster Na Willa memperlihatkan dunia imajinasi yang lahir dari mata seorang anak perempuan yang hidup di Indonesia era 1960-an. Sementara itu, official trailer mengajak penonton masuk ke pengalaman menjadi anak-anak kembali, saat ketidaktahuan bukan kelemahan, melainkan pintu menuju petualangan.

Diproduseri oleh Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, serta diproduseri eksekutif oleh Herry B. Salim, Na Willa menegaskan komitmen Visinema Studios dalam menghadirkan produksi film keluarga bernilai tinggi, baik dari sisi cerita, visual, maupun pengalaman menonton lintas generasi.

“Na Willa merupakan bentuk komitmen Visinema Studios yang mengajak kita mengingat kembali bagaimana rasanya menjadi anak-anak. Ajakan untuk masuk dan merasakan sebuah dunia yang dibangun dengan imajinasi, kejujuran, dan keberanian anak-anak,” ujar Anggia Kharisma, Produser Na Willa sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios.

“Untuk penonton dewasa, film ini seperti perjalanan menelusuri memori masa kecil, tentang keluarga, tentang rumah, dan tentang hal-hal sederhana yang dulu terasa begitu berarti. Sementara untuk anak-anak, ini adalah ruang untuk bermain, berimajinasi, bernyanyi, dan merayakan rasa ingin tahu mereka.”

Lebih lanjut, Anggia menegaskan bahwa Na Willa dirancang sebagai tontonan yang aman dan hangat untuk semua kalangan..

“Na Willa adalah film yang paling aman untuk semua orang, untuk anak-anak, untuk keluarga, dan juga untuk siapa pun yang ingin kembali merasakan hangatnya keluarga dan masa kanak-kanak,” tambah Anggia.

Disutradarai sekaligus ditulis oleh Ryan Adriandhy, film ini menghadirkan dunia anak tanpa menggurui.

“Sebagai orang dewasa, kita sering lupa bagaimana dulu kita memandang dunia,” ujar Ryan.

“Lewat Na Willa, saya ingin mengajak penonton melihat dunia dari mata anak-anak, mata yang jujur, penuh rasa penasaran, dan selalu menemukan keajaiban dari apa pun yang dihadirkan dunia.”

Kolaborasi dengan penulis Reda Gaudiamo menjadi fondasi penting dalam membangun semesta cerita Na Willa yang hangat dan reflektif.

“Sejak awal, Na Willa selalu berbicara tentang keluarga dan proses saling belajar. Bukan hanya anak yang belajar memahami dunia, tapi juga orang tua yang belajar memahami cara berpikir anak-anak. Film ini menghadirkan nilai tentang tanggung jawab, rasa hormat, dan menerima perbedaan dengan cara yang lembut dan membumi,” ungkap Reda.

Official Trailer Na Willa menghadirkan potongan masa kecil yang begitu dekat dengan keseharian: memanggil teman dari balik pagar, berlari di lapangan sar menerbangkan layangan, hingga meneguk minuman orange cruz yang “nyekruss siang hari. Warna-warna yang ceria, tawa lepas, serta kebebasan berimajinasi men napas utama film ini, mengingatkan bahwa kebahagiaan lahir dari hal-hal y sederhana.

Seperti karya Visinema Studios lainnya, musik kembali menjadi bagian penting dari film. Original soundtrack berjudul “Sikilku Iso Muni” yang diciptakan Laleilmanino hadir sebagai lagu vang tidak hanva nvaman didengar, tetani juga

Menssa Karım, ira WIDOWO, Putri Ayudya, Nayia rurnama, Agia Artandia, ningga Ratna Riantiarno turut memperkaya cerita.

Bagi Luisa Adreena, Na Willa adalah pengalaman yang penuh kehangatan. “Di film ini aku banyak bermain dan berimajinasi. Mak sama Pak selalu ngajarin dengan sabar. Rasanya kayak main, tapi juga belajar.” cerita Luisa Adreena.

Dalam kesempatan yang sama, Visinema Studios juga mengumumkan bahwa film Na Willa akan menjadi pembuka dari Na Willa Universe, sebuah semesta cerita yang akan tumbuh dan menemani keluarga dan masyarakat Indonesia.

KPU Sulbar Diguncang Dugaan Skandal, Dana Hibah Disorot, Komisioner Terseret Isu Bisnis

0

Redaksi.co SULBAR : Aroma tak sedap menyelimuti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Barat. Lembaga yang seharusnya menjadi penjaga marwah demokrasi kini diterpa dugaan skandal serius. Aktivis Sulbar, Dzul Bakri, secara terbuka membeberkan indikasi penyalahgunaan dana hibah hingga dugaan keterlibatan komisioner dalam aktivitas bisnis yang berpotensi melanggar aturan.

Dua isu besar ini sontak memantik sorotan publik dan memicu pertanyaan tajam: apakah integritas penyelenggara pemilu di Sulbar sedang dipertaruhkan?

Dzul Bakri menyoroti pengelolaan dana hibah yang seharusnya menopang tahapan pemilu agar berjalan jujur dan transparan. Namun, menurutnya, terdapat indikasi kuat bahwa realisasi anggaran tidak sepenuhnya sejalan dengan prinsip efisiensi dan akuntabilitas.

Dana hibah ini adalah uang rakyat. Tapi dari pemantauan kami, ada indikasi penyimpangan dan penggunaan yang tidak tepat sasaran. Kami menduga ada skema yang sengaja dimainkan di luar tugas pokok KPU,” tegas Dzul.

Ia mendesak dilakukan audit forensik terhadap laporan pertanggungjawaban keuangan KPU Sulbar. Menurutnya, tanpa pembuktian terbuka dan transparan, kepercayaan publik terhadap proses demokrasi bisa runtuh.

Jika benar terjadi kebocoran, ini bukan sekadar pelanggaran administratif, ini ancaman langsung terhadap legitimasi pemilu,” tambahnya.

Tak berhenti di soal anggaran, Dzul juga mengangkat isu yang tak kalah panas: dugaan adanya komisioner KPU Sulbar yang memiliki atau terlibat aktif dalam badan usaha.

Ia menegaskan, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu secara jelas mewajibkan anggota KPU untuk tidak memiliki keterikatan bisnis yang berpotensi memicu konflik kepentingan.

“Bagaimana publik bisa yakin pada netralitas penyelenggara jika ada urusan bisnis pribadi yang berjalan bersamaan? Ini bukan sekadar soal etika, tapi soal kepatuhan terhadap hukum dan prinsip full-time dalam UU Pemilu,” ujarnya tajam.

Jika dugaan tersebut terbukti, lanjut Dzul, kredibilitas hasil pemilu di Sulbar bisa dipertanyakan.

Atas berbagai dugaan itu, Dzul Bakri mendesak Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) segera turun tangan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pihak yang dimaksud. Ia juga meminta KPU RI melakukan supervisi ketat terhadap aliran dana hibah di Sulawesi Barat.

Kami tidak akan tinggal diam. Data dan indikasi ini adalah pintu masuk bagi penegak hukum dan lembaga etik untuk melakukan bersih-bersih. Jangan sampai pesta demokrasi dinodai kepentingan pragmatis oknum penyelenggara,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak KPU Sulbar belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.

Publik kini menanti: akankah dugaan ini terbukti, atau justru menjadi ujian transparansi bagi lembaga penyelenggara pemilu di Sulbar? Satu hal pasti, integritas demokrasi tidak boleh dikompromikan. (ZUL)

Sorotan Tajam ke KPU Sulbar, Audit Dana Hibah Dituntut, Dugaan Bisnis Komisioner Diselidiki

0

Redaksi.co SULBAR : Internal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Barat diguncang isu serius. Aktivis Sulbar, Dzul Bakri, secara terbuka membeberkan dugaan praktik tidak sehat di tubuh lembaga penyelenggara pemilu tersebut. Sorotan tajam diarahkan pada dua isu panas: dugaan penyimpangan dana hibah dan indikasi keterlibatan komisioner dalam aktivitas bisnis.

Dalam pernyataan kerasnya, Dzul menyebut pengelolaan dana hibah di KPU Sulbar patut dipertanyakan. Dana yang bersumber dari uang rakyat dan seharusnya menopang tahapan demokrasi, menurutnya, diduga tidak sepenuhnya dikelola secara transparan dan akuntabel.

Dana hibah ini adalah uang rakyat. Tapi dari hasil pemantauan kami, ada indikasi penggunaan anggaran yang tidak tepat sasaran. Kami menduga ada skema yang perlu diuji secara serius melalui audit menyeluruh,” tegas Dzul.

Ia mendesak dilakukan audit forensik terhadap laporan pertanggungjawaban keuangan KPU Sulbar guna memastikan tidak ada potensi kerugian negara. Menurutnya, transparansi bukan sekadar slogan, tetapi kewajiban mutlak bagi lembaga yang mengawal demokrasi.

Tak berhenti di soal anggaran, isu yang lebih menggelegar adalah dugaan adanya komisioner KPU Sulbar yang memiliki atau terlibat aktif dalam badan usaha. Jika benar, hal ini dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan serius.

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, anggota KPU diwajibkan untuk melepaskan jabatan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, termasuk aktivitas bisnis yang bisa memengaruhi independensi.

Bagaimana publik bisa percaya pada netralitas penyelenggara pemilu jika ada dugaan keterlibatan bisnis pribadi? Jabatan komisioner itu full-time. Jika benar ada badan usaha aktif, maka ini bukan sekadar pelanggaran etika, tapi bisa masuk ranah pelanggaran hukum,” ujar Dzul.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian publik. Dzul meminta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. Ia juga mendesak KPU RI melakukan supervisi dan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dana hibah di Sulbar.

Jangan sampai demokrasi kita ternoda oleh kepentingan pragmatis oknum. Jika ada pelanggaran, harus dibuka seterang-terangnya. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak KPU Sulawesi Barat terkait dugaan yang disampaikan tersebut. (ZUL)