Beranda blog Halaman 46

POLDAMETROJAYAMENGUNGKAP SINDIKATPENGEDAROBATKERASDAFTAR G SEBANYAK575.200BUTIRDISEBUAH BANGUNANSEMIPERMANEN

0

Jakarta,Redaksi.Co – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali mengungkap praktik peredaran ilegal obat keras daftar G dalam jumlah besar yang diduga dikendalikan oleh sebuah sindikat di wilayah kebon kacang, Jakarta Pusat. Dalam operasi yang digelar pada Sabtu 25 Juli 2026, Polisi mengamankan 5 orang pelaku berinisial K (40),  AM (43),  B (40), GR (25), dan  RN (34) dari sebuah bangunan semi permanen yang dijadikan sebagai tempat tinggal sementara sekaligus lokasi penyimpanan dan transaksi obat keras ilegal.

Pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat yang menyebut adanya aktivitas mencurigakan di sebuah bangunan semi permanen di wilayah Kebon Kacang, Tanah Abang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dan penggeledahan di dua lokasi. Dari lokasi pertama, Polisi menemukan 15.900 butir Tramadol, 4.000 butir Hexymer, 1.800 butir Trihexyphenidyl, tujuh unit telepon genggam, uang tunai sebesar Rp 140.691.000, serta buku catatan yang diduga berisi transaksi penjualan obat keras.

Hasil pemeriksaan awal terhadap para terduga pelaku kemudian mengarahkan petugas ke sebuah gudang yang tidak jauh dari TKP pertama yang diduga menjadi lokasi penyimpanan utama. Dari gudang tersebut, polisi kembali menemukan barang bukti dalam jumlah jauh lebih besar, yakni 499.000 butir Hexymer, 28.000 butir tablet berwarna putih berlogo “Y”, serta 26.500 butir Trihexyphenidyl.

Secara keseluruhan, Polisi menyita 575.200 butir obat keras daftar G dari dua lokasi berbeda. Besarnya jumlah barang bukti tersebut mengindikasikan adanya aktivitas peredaran obat keras ilegal yang terorganisir dan diduga melayani distribusi dalam skala besar di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Kanit Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Denny Simanjuntak mengatakan “ Pada hari Sabtu, 25 Juli 2026 kami dari Ditres Narkoba Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap tindak pidana peredaran ilegal obat-obatan keras dalam daftar G di wilayah Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pelaku yang telah kami amankan berjumlah 5  orang terdiri dari satu orang wanita dan empat orang laki-laki berinisial K (40),  AM (43),  B (40), GR (25), dan  RN (34).

Kemudian barang bukti yang berhasil kami amankan obat-obatan keras dalam daftar G seperti tramadol, trihexfenidil, heximer, dan juga tablet warna putih berlogo Y total berjumlah 575.200 butir.  Kemudian kami juga mengamankan uang tunai hasil penjualan total berjumlah 140.691.000 Rupiah.

Kemudian barang bukti yang lainnya yang kami amankan buku catatan hasil penjualan dan juga tujuh unit handphone sebagai alat komunikasi. Saat ini kelima orang pelaku telah kami tetapkan sebagai tersangka dan kami terapkan Pasal 435 dan atau 436 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Pasal 20 huruf C Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Saat ini lima orang tersangka sedang dalam proses penyidikan di Subdit III Ditres Narkoba Polda Metro Jaya.

Keberhasilan pengungkapan ini juga berkat peran serta aktif masyarakat melalui penyampaian informasi kepada kami yang peduli terhadap keamanan lingkungannya dan sejalan dengan program JagaJakarta oleh Kapolda Metro Jaya khususnya dalam pencegahan dan penegakan hukum kejahatan peredaran narkotika dan obat-obatan keras dalam daftar G untuk mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya”.

“Kado untuk Ibu” Mengajak Penonton Pulang ke Pelukan Keluarga Lewat Kisah yang Menyentuh Hati

0

Jakarta, Redaksi.co – Di tengah maraknya film yang mengandalkan aksi spektakuler dan efek visual megah, “Kado untuk Ibu” justru hadir menawarkan sesuatu yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni kehangatan keluarga, cinta tanpa syarat, dan pengorbanan yang sering kali terlupakan, Film produksi Starvision bersama FMM Studios ini siap menemui penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 6 Agustus 2026.

Nuansa emosional sudah terasa sejak digelarnya konferensi pers di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026)., Para pemain, kru, hingga insan perfilman yang hadir tidak hanya berbicara mengenai proses produksi, tetapi juga berbagi pengalaman tentang makna keluarga yang menjadi ruh utama film tersebut.

Alih-alih menawarkan drama yang berlebihan, “Kado untuk Ibu” memilih menyampaikan kisah sederhana yang dekat dengan realitas banyak keluarga Indonesia, Kesederhanaan itulah yang justru menjadi kekuatan utama film ini, menghadirkan emosi yang tumbuh perlahan dan meninggalkan kesan mendalam setelah lampu bioskop kembali menyala.

Produser Chand Parwez Servia menilai film keluarga memiliki peran penting sebagai ruang berkumpul lintas generasi, Menurutnya layar lebar tidak hanya menjadi tempat menikmati hiburan, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara orang tua dan anak melalui cerita yang penuh nilai kehidupan.

Di balik layar, sutradara M. Amrul Ummami menghadirkan pendekatan berbeda dengan membangun chemistry para pemain secara alami, Kehadiran banyak aktor cilik bukan menjadi hambatan, melainkan memberikan warna yang membuat setiap adegan terasa jujur dan dekat dengan keseharian masyarakat.

Cerita berpusat pada Ara, seorang anak perempuan yang berusaha memberikan hadiah terbaik bagi ibunya, Perjalanan sederhana itu berubah menjadi petualangan emosional setelah ia bertemu Faris, seorang petugas pemadam kebakaran yang sedang menantikan kelahiran buah hatinya, Pertemuan keduanya membuka rangkaian peristiwa yang mengajarkan arti ketulusan, pengorbanan, kehilangan, serta pentingnya menghargai keluarga selagi masih bersama.

Penulis skenario M. Ali Ghifari mengembangkan cerita dari pengalaman pribadi yang sangat sederhana, Dari sebuah hadiah kecil yang diterimanya dari sang anak, lahirlah gagasan mengenai makna sebuah pemberian yang tidak diukur dari harga, melainkan dari kasih sayang yang menyertainya.

Film ini diperkuat jajaran pemeran lintas generasi seperti Luisa Adreena, Emir Mahira, Agla Artalidia, Dimas Aditya, Rey Bong, Elsa Japasal, Maizura, Mazaya Amania, Jordan Omar, Dennis Adhiswara, Ence Bagus, Dio Pratama, dan Siti Fauziah, Kombinasi para pemain tersebut menghadirkan dinamika cerita yang hangat sekaligus menghibur.

Selama proses syuting, rumah produksi juga menempatkan kenyamanan para pemain anak sebagai prioritas utama, Lingkungan kerja yang ramah, jadwal yang tertata, serta perhatian terhadap kebutuhan mereka menjadi bagian dari komitmen agar proses kreatif berlangsung secara sehat dan menyenangkan.

Lebih dari sekadar film keluarga, “Kado untuk Ibu” membawa pesan bahwa perhatian, waktu, dan kasih sayang merupakan hadiah paling berharga yang dapat diberikan kepada orang-orang tercinta, Di tengah kesibukan dan perubahan gaya hidup modern, film ini mengingatkan bahwa rumah selalu menjadi tempat pertama untuk belajar mencintai dan menghargai sesama.

Dengan perpaduan drama yang hangat, humor yang ringan, dan nilai kemanusiaan yang kuat, “Kado untuk Ibu” berpotensi menjadi salah satu tontonan keluarga paling berkesan pada Agustus 2026, Film ini tidak hanya mengajak penonton menitikkan air mata, tetapi juga pulang dari bioskop dengan hati yang lebih hangat dan keinginan untuk kembali memeluk orang-orang yang paling berarti dalam hidup.

BRIN Sebut Mamuju Berpotensi Jadi Kota Masa Depan, Muhammad Yusuf: Saatnya Bersatu Wujudkan Mimpi Besar

0

Redaksi.co MAMUJU : Pengakuan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebut Kabupaten Mamuju sebagai kawasan strategis yang berpotensi menjadi “kota masa depan” Indonesia dinilai menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Hal itu disampaikan Muhammad Yusuf, SH., MH., Alumni Hipermaju, yang menegaskan bahwa pernyataan Kepala BRIN bukan sekadar slogan, melainkan didasarkan pada hasil riset ilmiah mengenai potensi luar biasa yang dimiliki Mamuju.

Menurutnya, Mamuju memiliki kekayaan geologi yang sangat strategis, mulai dari potensi Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements/REE) yang menjadi komoditas penting bagi industri teknologi masa depan hingga karakteristik radiasi alam yang menjadikan wilayah tersebut sebagai laboratorium riset berskala nasional.

“Predikat sebagai kota masa depan tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan semata. Pengakuan tersebut harus diterjemahkan menjadi kebijakan publik berbasis data, program pembangunan yang terukur, dan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar Muhammad Yusuf.

Ia menjelaskan, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Barat sekaligus daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Mamuju memiliki posisi yang sangat strategis. Letaknya di pesisir Selat Makassar membuka peluang besar bagi pengembangan sektor maritim, perikanan, logistik, hingga pariwisata bahari melalui potensi Teluk Manakarra.

Selain itu, kekayaan geologi yang dimiliki Mamuju dinilai dapat menjadi daya tarik investasi sekaligus pusat pengembangan riset nasional apabila dikelola secara transparan, bertanggung jawab, dan berbasis edukasi kepada masyarakat.

Muhammad Yusuf juga menilai, gagasan besar BRIN sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Mamuju di bawah kepemimpinan Bupati Hj. St. Sutinah Suhardi melalui visi “Mamuju Keren“, yang menitikberatkan pada pembangunan daerah yang kreatif, edukatif, ramah, energik, dan nyaman bagi masyarakat.

Menurutnya, langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Mamuju yang mulai membangun kolaborasi resmi dengan BRIN, termasuk rencana penyusunan nota kesepahaman (MoU) di bidang riset dan pengembangan sumber daya manusia, menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun daerah berbasis ilmu pengetahuan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa terdapat sejumlah agenda strategis yang harus segera diwujudkan agar peluang tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pertama, hasil-hasil riset mengenai geologi dan radiasi alam harus diterjemahkan menjadi kebijakan publik sekaligus disosialisasikan secara terbuka agar tidak memunculkan kesalahpahaman, tetapi justru meningkatkan literasi masyarakat.

Kedua, pemerintah perlu mempercepat hilirisasi potensi daerah melalui pembangunan infrastruktur produktif, seperti penguatan pelabuhan, sistem rantai dingin (cold chain) sektor perikanan, jaringan digital, hingga kawasan industri pendukung guna menyambut investasi.

Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas. Menurutnya, pembangunan kota masa depan bukan hanya menghadirkan infrastruktur modern, tetapi juga menciptakan masyarakat yang adaptif, memiliki daya saing tinggi, serta menguasai literasi digital dan riset.

Muhammad Yusuf menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Dukungan seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, pelaku usaha, pemuda, tokoh adat, media, hingga masyarakat di desa dan perkotaan menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan.

Dukungan terhadap pembangunan bukan berarti menghilangkan sikap kritis. Kritik yang konstruktif justru menjadi energi positif untuk menjaga iklim investasi, memperkuat partisipasi masyarakat, dan bersama-sama menjaga Tampo Pembolongan sebagai tanah kelahiran yang harus diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Ia juga mengaitkan semangat pembangunan tersebut dengan tema Hari Jadi Mamuju ke-486, “Mamuju Marendeng“, yang bermakna tenteram, aman, damai, dan berkelanjutan.

Menurutnya, filosofi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati bukan hanya membangun jalan dan gedung, tetapi juga membuka akses terhadap pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Bumi Manakarra.

“Momentum HUT Mamuju ke-486 harus menjadi titik tolak untuk memperkuat komitmen bersama. Predikat kota masa depan dari BRIN adalah peta jalannya, visi Mamuju Keren menjadi kompasnya, sedangkan kerja keras seluruh masyarakat merupakan mesin penggeraknya. Dengan kolaborasi yang kuat, saya optimistis Mamuju akan tumbuh menjadi kota masa depan yang maju, berdaya saing, aman, dan membanggakan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” tutupnya. (ZUL)

Penuh Haru dan Khidmat, Parade Farewell Kapolres Purwakarta Diwarnai Penyerahan Cendera Mata Kujang

0

 

PURWAKARTA | REDAKSI.CO – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Lapangan Apel Polres Purwakarta saat digelarnya Apel Farewell Parade Serah Terima Jabatan Kapolres Purwakarta dari AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya kepada AKBP Febri Nurzam, pada Rabu (29/7/2026).

Prosesi tersebut menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya sekaligus dimulainya pengabdian AKBP Febri Nurzam sebagai Kapolres Purwakarta.

Kegiatan yang diikuti Wakapolres Purwakarta, para Pejabat Utama, para Kapolsek jajaran, personel Polres Purwakarta, ASN Polri, serta Bhayangkari Cabang Purwakarta itu berlangsung dengan penuh rasa hormat sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi pejabat lama sekaligus penyambutan kepemimpinan baru.

Prosesi diawali dengan Apel Farewell Parade yang merupakan tradisi di lingkungan Polri dalam setiap pergantian pimpinan. Barisan personel memberikan penghormatan kepada pejabat lama dan pejabat baru sebagai simbol loyalitas, soliditas, serta kesinambungan organisasi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah penyerahan cendera mata berupa Kujang kepada AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya.

Kujang, yang merupakan senjata tradisional khas Tatar Sunda, memiliki makna filosofis sebagai lambang kehormatan, kebijaksanaan, keberanian, dan pengabdian.

Penyerahan cendera mata tersebut menjadi ungkapan terima kasih atas dedikasi, kepemimpinan, serta kontribusi yang telah diberikan selama memimpin Polres Purwakarta.

Momentum tersebut juga menjadi simbol bahwa jejak pengabdian AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya akan selalu menjadi bagian dari perjalanan Polres Purwakarta dalam membangun institusi yang profesional, humanis, dan Presisi.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi pelepasan pejabat lama. Diiringi penghormatan dari seluruh personel, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya bersama Ny. Candra Dewa Anom berpamitan kepada keluarga besar Polres Purwakarta.

Suasana haru tampak ketika para personel memberikan salam perpisahan sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih atas kepemimpinan yang telah menginspirasi.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, Bhayangkari, Forkopimda, serta masyarakat Purwakarta yang telah memberikan dukungan selama dirinya mengemban amanah sebagai Kapolres.

BACA JUGA: Resmi Berganti Nakhoda, AKBP Febri Nurzam Jabat Kapolres Purwakarta

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Polres Purwakarta atas kebersamaan, loyalitas, dan dedikasi yang luar biasa. Saya juga memohon maaf apabila selama memimpin masih terdapat kekurangan. Semoga tali silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga, dan saya memohon doa restu untuk melaksanakan amanah di tempat tugas yang baru,” ungkapnya.

Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pendahulunya atas berbagai capaian yang telah diraih selama memimpin Polres Purwakarta.

  • “Beliau telah meletakkan fondasi yang baik bagi Polres Purwakarta. Kami akan melanjutkan berbagai program positif yang telah dibangun dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui kerja sama, soliditas, serta sinergi dengan seluruh stakeholder,” ujar AKBP Febri Nurzam.

Dalam pada itu, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan bahwa tradisi Farewell Parade dan penyerahan cenderamata kujang merupakan simbol penghormatan kepada setiap pemimpin yang telah mengabdikan diri bagi institusi dan masyarakat.

  • “Penyerahan kujang bukan hanya menjadi kenang-kenangan, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai simbol penghormatan, keberanian, dan pengabdian. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai luhur Polri yang menjunjung tinggi rasa hormat kepada setiap insan Bhayangkara yang telah memberikan dedikasi terbaiknya, sekaligus menjadi penyemangat bagi kepemimpinan baru untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat,” tutur IPTU Tini Yutini.

Rangkaian Farewell Parade ditutup dengan tradisi pelepasan pejabat lama yang berlangsung penuh kehangatan. Diiringi doa dan penghormatan dari seluruh personel, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya beserta Ny. Candra Dewa Anom meninggalkan Mapolres Purwakarta untuk melanjutkan pengabdian di tempat tugas yang baru, membawa kenangan, dedikasi, dan semangat pengabdian yang akan selalu menjadi bagian dari sejarah Polres Purwakarta. (*/SK)

Sumber: Sihumas Polres Purwakarta

Patroli Brimob dan Polsek Cilincing Amankan Dua Pria Diduga Terlibat Curanmor*

0

Jakarta,Redaksi.Co – Tim Patra Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya bersama personel Polsek Cilincing mengamankan dua pria yang diduga terlibat pencurian kendaraan bermotor di Gang Teratai, Jalan Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 00.15 WIB. Keduanya diamankan setelah petugas menerima laporan saat melaksanakan patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) untuk menjaga keamanan wilayah.

Sebelumnya, petugas menerima informasi mengenai dua pria yang telah diamankan warga karena diduga terlibat pencurian sepeda motor. Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan laporan korban, pencurian diduga terjadi di Gang Melati, Jalan Kali Baru, Cilincing. Sepeda motor tersebut selanjutnya diduga dibawa dan disembunyikan di sebuah rumah di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan, patroli KRYD dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan sekaligus memberikan respons cepat terhadap laporan masyarakat.

“Patroli KRYD merupakan bagian dari upaya kami menjaga keamanan wilayah sekaligus merespons cepat setiap informasi dari masyarakat. Pihak yang diamankan selanjutnya diserahkan kepada satuan kewilayahan untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Kombes Henik.

Lebih lanjut, kedua pria tersebut telah dibawa ke Polsek Cilincing untuk pemeriksaan serta pendalaman lebih lanjut.

*Perkuat Program Jaga Jakarta, Polda Metro Jaya Rangkul Organisasi Kemasyarakatan*

0

Jakarta ,Redaksi.Co– Polda Metro Jaya memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan melalui pertemuan dan silaturahmi yang digelar di Gedung Promoter Polda Metro Jaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Jaga Jakarta yang dicanangkan Kapolda Metro Jaya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol H.Y. Arief Satriyo, S.I.K., Direktur Intelijen Keamanan Polda Metro Jaya Kombes Pol Miko Indrayana, S.I.K., serta perwakilan dari 20 organisasi kemasyarakatan di wilayah Jakarta.

Organisasi yang hadir antara lain BPPKB Banten, Kembang Latar, GIBAS, KBPP Polri, GMBI, PETIR, FPMM, Forkabi, PPBNI Satria Banten, Laskar Merah Putih, AMBI, FBR, Senkom Mitra Polri, GRIB Jaya, Bang Japar, Pemuda Batak Bersatu, dan Pemuda Pancasila.

Direktur Binmas Polda Metro Jaya Kombes Pol H.Y. Arief Satriyo mengatakan, keterlibatan organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

“Pertemuan ini merupakan wujud komitmen Polda Metro Jaya bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, untuk menciptakan Jakarta yang aman dan nyaman,” kata Kombes Pol Arief.

Menurutnya, dinamika kehidupan di Jakarta, baik di ruang publik maupun ruang digital, memiliki keterkaitan erat dengan stabilitas keamanan nasional. Karena itu, diperlukan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat antara kepolisian dengan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui pertemuan tersebut, Polda Metro Jaya mengajak organisasi kemasyarakatan untuk berperan aktif menjaga lingkungan, mencegah potensi konflik, serta membantu menangkal provokasi dan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Sinergi yang terus dibangun ini diharapkan dapat memperkuat peran organisasi kemasyarakatan sebagai mitra kepolisian dalam menyerap aspirasi, menyelesaikan persoalan secara dialogis, dan bersama-sama menjaga stabilitas keamanan Jakarta.

*Polda Metro Jaya Dalami Kematian Pria Berinisial S, Puslabfor Dilibatkan dalam Olah TKP*

0

Jakarta ,Redaksi.Co- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama Polres Metro Jakarta Selatan tengah menyelidiki meninggalnya seorang pria berinisial S yang diduga tidak wajar.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada Minggu, (26/07/2026) dengan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik. Sejumlah sampel turut diambil untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

“Kami juga memahami kekhawatiran serta pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat. Untuk memastikan penyebab meninggalnya sdr. S, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dengan melibatkan Puslabfor dan serangkaian tindakan penyelidikan lainnya,” kata Kombes Budi dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Selain itu, penyelidik telah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan informasi dan petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Seluruh fakta masih didalami untuk memastikan penyebab kematian korban secara objektif.

Diduga Meresahkan Lingkungan, Kompleks Rumah Kos Digerebek Ratusan Warga

0

Padangsidimpuan – Ratusan warga mendatangi dan menggerebek sebuah kompleks rumah kos yang memiliki puluhan pintu kamar di kawasan Komplek DPR, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Kamis (30/7). Aksi tersebut dipicu oleh keresahan warga yang mengaku telah lama terganggu dengan aktivitas yang diduga terjadi di lokasi tersebut.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, sekitar 45 orang diamankan dari sejumlah kamar kos saat penggerebekan berlangsung. Sejumlah di antaranya diduga merupakan pasangan yang bukan suami istri.

Menurut informasi awal, di lokasi juga ditemukan barang yang diduga narkotika jenis sabu. Selain itu, terdapat tiga perempuan yang diduga sedang dalam kondisi hamil. Seluruh informasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun hasil pemeriksaan yang berwenang.

Sejumlah warga mengaku aktivitas di kompleks rumah kos itu kerap berlangsung hingga dini hari bahkan menjelang subuh. Suara kendaraan bermotor, penggunaan knalpot brong, percakapan dengan volume keras, serta keluar masuknya penghuni dan tamu dinilai telah mengganggu ketenangan lingkungan.

Warga juga mengaku sering melihat kendaraan bermotor dikendarai secara ugal-ugalan di sekitar lokasi. Selain itu, beberapa warga menyebut kerap melihat perempuan keluar masuk kompleks rumah kos dengan mengenakan pakaian yang menurut mereka terbuka. Berbagai kondisi tersebut disebut menjadi alasan warga akhirnya mendatangi lokasi dan melakukan penggerebekan.

Tak lama setelah penggerebekan berlangsung, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk mengamankan situasi. Seluruh orang yang diamankan beserta barang yang diduga sebagai barang bukti kemudian dibawa untuk menjalani pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum memberikan keterangan resmi mengenai status hukum para pihak yang diamankan maupun hasil pemeriksaan terhadap barang yang diduga sebagai narkotika.

Ancol Ubah Program Loyalitas Jadi Pengalaman Wisata Bernilai, Undian Berhadiah Perkuat Kepercayaan Pengunjung

0

Jakarta, Redaksi.co – Industri pariwisata kini tidak lagi hanya bersaing menghadirkan destinasi menarik, tetapi juga berlomba membangun hubungan jangka panjang dengan para pengunjung, Langkah tersebut terlihat dari strategi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang terus memperkuat ekosistem digital melalui program Ancol Points, sebuah layanan loyalitas yang dikembangkan untuk memberikan nilai tambah kepada setiap pelanggan.

Program tersebut kembali menjadi perhatian publik saat Ancol menggelar pengundian hadiah bagi para anggota Ancol Points di kawasan Ancol, Jakarta, Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pembagian hadiah, melainkan menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kepercayaan masyarakat melalui proses pengundian yang dilakukan secara terbuka dan diawasi berbagai pihak terkait.

Ribuan pengunjung yang hadir menyaksikan langsung jalannya pengundian hingga penetapan pemenang hadiah utama, Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa program loyalitas kini telah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kenyamanan sekaligus mendorong masyarakat untuk kembali berkunjung ke destinasi wisata.

Tidak hanya menawarkan kesempatan memperoleh hadiah, Ancol juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan berbagai manfaat layanan digital yang dapat dinikmati anggota Ancol Points, Setiap transaksi di dalam kawasan wisata dapat dikonversi menjadi poin yang kemudian ditukarkan dengan beragam keuntungan, mulai dari voucher hingga berbagai penawaran eksklusif.

Pengamat industri pariwisata menilai pendekatan seperti ini menjadi tren baru dalam pengelolaan destinasi wisata modern, Program loyalitas dinilai mampu menciptakan hubungan yang lebih erat antara pengelola dan pelanggan, sekaligus mendorong pertumbuhan kunjungan secara berkelanjutan melalui layanan berbasis digital.

Bagi Ancol, inovasi tersebut menjadi bagian dari transformasi menuju kawasan wisata yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga pengalaman yang memberikan manfaat nyata bagi pengunjung, Ke depan, perusahaan berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi baru agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati keuntungan sebagai anggota Ancol Points.

Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan digital dan program loyalitas, Ancol berharap ekosistem Ancol Points mampu menjadi salah satu penggerak utama dalam meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kepercayaan publik, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Respons Cepat Bupati Konawe Selatan, Dinas PUTR Tinjau Jembatan Sumber Sari – Bisikori Kec.Moramo 

0

Personil PUTR Konsel Tinjau Lokasi JembatanRedaksi.Co,Moramo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) memastikan akan membangun jembatan permanen di Desa Bisikori, Kecamatan Moramo, pada Tahun Anggaran 2027.

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bupati Konawe Selatan dalam meningkatkan pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya pada akses-akses vital yang menjadi penunjang mobilitas dan aktivitas perekonomian masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, pada 29 Juli 2026 jajaran Dinas PUTR Kabupaten Konawe Selatan telah turun langsung ke Desa Bisikori untuk meninjau kondisi jembatan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus menyiapkan perencanaan teknis pembangunan jembatan permanen yang akan direalisasikan pada Tahun Anggaran 2027.

Jembatan tersebut memiliki peran yang sangat strategis karena menjadi jalur konektivitas antara Desa Bisikori dan Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo.

Keberadaannya menjadi akses utama yang digunakan masyarakat kedua desa untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta urusan pemerintahan.

Sebelum adanya kepastian pembangunan tersebut, masyarakat telah bergotong royong memperbaiki jembatan secara swadaya agar tetap dapat dilalui.

Upaya itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian warga dalam menjaga akses transportasi, meskipun kondisi jembatan masih membutuhkan penanganan yang lebih permanen dan memenuhi standar keselamatan.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan melalui Dinas PUTR menegaskan bahwa hasil peninjauan lapangan akan menjadi dasar penyusunan dokumen perencanaan teknis agar pembangunan dapat dilaksanakan sesuai target pada Tahun Anggaran 2027.

Pembangunan jembatan permanen ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat Desa Bisikori dan Desa Sumber Sari, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Bupati Konawe Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Konawe Selatan.