Beranda blog Halaman 40

Sinergi KKN Kolaboratif #5 bersama BPJS Kesehatan dan Ponkesdes Tingkatkan Layanan Kesehatan di Sidomulyo

0

JEMBER, Redaksi.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif #5 Desa Sidomulyo yang terdiri atas mahasiswa Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Universitas Islam Jember (UIJ), dan Universitas dr. Soebandi berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan serta Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) Sidomulyo untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, Minggu (2/8/2026).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Konsultasi Virtual Office Layanan Peserta (VIOLA) BPJS Kesehatan serta pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik di sejumlah sekolah di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember.

Program ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, BPJS Kesehatan, dan Ponkesdes dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Selain mempermudah akses administrasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah.


Sosialisasi dan konsultasi VIOLA diikuti 24 warga Desa Sidomulyo. Setelah melakukan registrasi, peserta memperoleh penjelasan mengenai mekanisme layanan VIOLA dari mahasiswa KKN sebelum melanjutkan konsultasi secara daring dengan petugas BPJS Kesehatan.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengurus berbagai keperluan administrasi, mulai dari pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan, penyelesaian kendala administrasi dan tunggakan iuran, hingga konsultasi mengenai Program JKN tanpa harus datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan.
PIC BPJS Kesehatan, Astin Rochdya, menjelaskan bahwa VIOLA merupakan inovasi pelayanan berbasis teknologi komunikasi yang dirancang untuk mendekatkan layanan administrasi kepada masyarakat.


“Dengan diadakannya kegiatan ini, kami dapat memberikan informasi sekaligus membantu menangani berbagai kendala yang dialami masyarakat terkait kepesertaan JKN tanpa harus datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan,” ujar Astin.

Ia berharap layanan VIOLA yang hadir hingga tingkat desa mampu memperluas jangkauan pelayanan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan aktif dalam Program JKN.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kolaboratif #5 berperan sebagai fasilitator dengan menyiapkan perangkat pendukung, seperti laptop, jaringan internet, dan media konferensi daring (Zoom). Mereka juga mendampingi peserta selama proses konsultasi serta membantu menjelaskan informasi dari petugas BPJS Kesehatan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.


Salah seorang peserta layanan VIOLA, Uswatun Hasanah, mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan tersebut.
“Pelayanannya sangat memuaskan. Saya mendapat penjelasan yang jelas dari petugas BPJS Kesehatan dan juga didampingi mahasiswa KKN, sehingga proses pengaktifan kembali BPJS Kesehatan saya dapat berjalan lancar tanpa kendala,” tuturnya.

Selain menghadirkan layanan VIOLA, mahasiswa KKN Kolaboratif #5 bersama Ponkesdes Sidomulyo juga menggelar pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik di SDN Sidomulyo 01, SDN Sidomulyo 02, dan MI Nurul Hidayah.

Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan Ponkesdes sebagai upaya deteksi dini terhadap kondisi kesehatan anak. Mahasiswa KKN membantu proses registrasi, mendampingi peserta didik selama pemeriksaan, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Melalui pemeriksaan kesehatan sejak dini, berbagai potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dan tindak lanjut dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Meskipun menyasar kelompok yang berbeda, kedua program tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, dan pelayanan administrasi yang mudah diakses. Layanan VIOLA memberikan kemudahan dalam pengurusan administrasi kepesertaan JKN, sedangkan pemeriksaan kesehatan di sekolah menjadi langkah nyata untuk memantau kesehatan anak sejak usia dini.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat maupun pihak sekolah. Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi dalam memanfaatkan layanan konsultasi BPJS Kesehatan, sementara pihak sekolah mengapresiasi pemeriksaan kesehatan yang membantu memantau kondisi kesehatan peserta didik secara berkala.

Kehadiran mahasiswa KKN sebagai penghubung antara masyarakat, BPJS Kesehatan, Ponkesdes, dan Pemerintah Desa Sidomulyo semakin memperkuat sinergi pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Melalui kolaborasi empat perguruan tinggi bersama BPJS Kesehatan, Ponkesdes, dan Pemerintah Desa Sidomulyo, program ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, meningkatkan literasi masyarakat mengenai Program JKN, serta mendukung terwujudnya masyarakat Desa Sidomulyo yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (*)

KKN Kolaboratif #5 Gandeng BPJS dan Ponkesdes Tingkatkan Layanan Kesehatan di Sidomulyo

0

JEMBER, Redaksi.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif #5 Desa Sidomulyo yang terdiri atas mahasiswa Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Universitas Islam Jember (UIJ), dan Universitas dr. Soebandi berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan dan Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) Sidomulyo dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat (02/08/2026).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Konsultasi Virtual Office Layanan Peserta (VIOLA) BPJS Kesehatan serta pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik di sejumlah sekolah di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember.

Program ini hadir sebagai upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Selain mempermudah akses terhadap layanan administrasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah.

Sosialisasi dan Konsultasi VIOLA BPJS Kesehatan diikuti oleh 24 warga Desa Sidomulyo. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pemaparan singkat mengenai tujuan dan mekanisme layanan VIOLA oleh mahasiswa KKN Kolaboratif #5.

Selanjutnya, masyarakat memperoleh pelayanan langsung dari petugas BPJS Kesehatan, mulai dari pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan, penyelesaian kendala administrasi dan tunggakan, hingga konsultasi mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

PIC BPJS Kesehatan, Astin Rochdya, mengatakan bahwa layanan VIOLA merupakan upaya BPJS Kesehatan untuk mendekatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi sekaligus menyelesaikan berbagai kendala kepesertaan JKN tanpa harus datang langsung ke kantor cabang BPJS Kesehatan.

“Dengan diadakannya kegiatan ini, kami dapat memberikan informasi sekaligus membantu menangani berbagai kendala yang dialami masyarakat terkait kepesertaan JKN tanpa harus datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan,” ujar Astin Rochdya.

VIOLA merupakan inovasi layanan BPJS Kesehatan yang memanfaatkan teknologi komunikasi untuk memudahkan masyarakat memperoleh layanan administrasi kepesertaan tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan. Melalui layanan ini, masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan administrasi sekaligus berkonsultasi secara langsung dengan petugas BPJS Kesehatan. Kehadiran layanan VIOLA di tingkat desa diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan aktif dalam Program JKN.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kolaboratif #5 berperan sebagai fasilitator dengan menyiapkan perangkat pendukung, seperti laptop, jaringan internet, dan media konferensi daring (Zoom). Mahasiswa juga mendampingi masyarakat selama proses konsultasi berlangsung serta membantu menjelaskan kembali informasi yang disampaikan petugas BPJS Kesehatan dengan bahasa yang lebih sederhana sehingga mudah dipahami oleh peserta.

Salah seorang peserta layanan VIOLA, Uswatun Hasanah, mengaku terbantu dengan adanya pendampingan tersebut. Menurutnya, pelayanan yang diberikan petugas BPJS Kesehatan berlangsung responsif dan profesional, sementara pendampingan dari mahasiswa KKN membuat proses pengaktifan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan yang sebelumnya tidak aktif dapat berjalan dengan lancar. “Pelayanannya sangat memuaskan. Saya mendapat penjelasan yang jelas dari petugas BPJS Kesehatan dan juga didampingi mahasiswa KKN, sehingga proses pengaktifan kembali BPJS Kesehatan saya dapat berjalan lancar tanpa kendala,” ujar Uswatun Hasanah.

Selain program VIOLA, mahasiswa KKN Kolaboratif #5 juga bekerja sama dengan Ponkesdes Sidomulyo menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik di SDN Sidomulyo 01, SDN Sidomulyo 02, dan MI Nurul Hidayah. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan Ponkesdes meliputi pemeriksaan kesehatan dasar sebagai langkah deteksi dini terhadap kondisi kesehatan anak.

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa KKN membantu proses registrasi, mendampingi peserta didik selama pemeriksaan, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar. Melalui kolaborasi ini, potensi permasalahan kesehatan anak dapat diketahui lebih awal sehingga tindak lanjut dapat dilakukan secara tepat.

Meskipun menyasar kelompok yang berbeda, kedua program tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, dan pelayanan administrasi kesehatan yang mudah dijangkau. Program VIOLA memberikan kemudahan akses layanan administrasi kepesertaan JKN, sedangkan pemeriksaan kesehatan di sekolah menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak sejak usia dini.

Rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari masyarakat maupun pihak sekolah. Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi dalam memanfaatkan layanan konsultasi BPJS Kesehatan, sementara pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan pemeriksaan kesehatan karena membantu memantau kondisi kesehatan peserta didik.

Kehadiran mahasiswa KKN sebagai penghubung antara masyarakat, BPJS Kesehatan, Ponkesdes, dan pemerintah desa turut memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

Melalui kolaborasi antara empat perguruan tinggi, BPJS Kesehatan, Ponkesdes Sidomulyo, dan Pemerintah Desa Sidomulyo, berbagai program kesehatan yang dilaksanakan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, instansi pelayanan kesehatan, dan pemerintah desa dapat menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses, meningkatkan literasi masyarakat mengenai Program JKN, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera (*)

Locker Band Resmi Meluncur, Energi Musisi Muda Siap Tembus Panggung Dunia

0

Jakarta, Redaksi.co – Semangat Hari Anak Nasional 2026 menjadi panggung lahirnya sebuah talenta baru di industri musik Indonesia, Band remaja Locker Band resmi memperkenalkan diri kepada publik melalui peluncuran yang digelar di Pawon Sultan, Jakarta, Minggu (2/8/2026), sekaligus menandai awal perjalanan grup yang digawangi lima musisi muda dengan karakter musikal yang unik.

Meski baru terbentuk pada Mei 2026, Locker Band langsung mencuri perhatian awak media nasional berkat penampilan yang matang, penuh energi, serta chemistry antarpersonel yang terbangun kuat di atas panggung,Publik dibuat terpukau melihat kemampuan para personelnya yang berasal dari latar belakang genre berbeda namun mampu berpadu dalam satu identitas musik yang segar.

Sorotan terbesar tertuju kepada Symphony, sang drummer yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar, Usianya yang paling muda tidak menjadi penghalang untuk menunjukkan permainan drum yang penuh tenaga, presisi, dan percaya diri, sehingga menuai apresiasi dari para tamu yang hadir.

Locker Band diperkuat oleh Regitha (Egy) sebagai vokalis, Namira (Nami) pada keyboard, Adrielle (Rielle) sebagai gitaris, Mikail (Mika) pada bass, serta Symphony di posisi drummer, Formasi tersebut lahir dari penyatuan dua grup berbeda yang kemudian dipertemukan oleh mentor sekaligus produser mereka, Harry Toledo.

Menurut para personel, perbedaan karakter musik justru menjadi kekuatan utama Locker Band, Mereka tidak membatasi diri pada satu warna musikal, melainkan mengembangkan konsep pop creative, sebuah pendekatan yang memadukan unsur pop modern dengan sentuhan rock, metal, jazz hingga nuansa K-Pop dalam satu karya yang tetap mudah dinikmati berbagai kalangan.

Dalam kesempatan tersebut, Locker Band juga memperkenalkan dua karya orisinal yang akan segera dirilis berjudul “Trapped” dan “Are U Still Here”. Kedua lagu tersebut menjadi representasi perjalanan emosional sekaligus identitas musikal mereka sebagai generasi muda yang ingin menyampaikan pesan melalui karya.

Harry Toledo menilai perpaduan karakter setiap personel menjadi modal besar bagi Locker Band untuk berkembang di industri musik, Menurutnya keberanian mengeksplorasi berbagai genre akan melahirkan warna musik yang berbeda dibanding grup sebayanya.

Kini berada di bawah naungan AZ Production, Locker Band menatap masa depan dengan optimisme tinggi, Mereka menargetkan dalam lima tahun ke depan karya-karyanya tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mampu menembus pasar musik internasional.

Peluncuran Locker Band menjadi bukti bahwa regenerasi musik Indonesia terus berjalan,Di tengah derasnya perkembangan industri kreatif, kehadiran musisi muda dengan kemampuan bermain instrumen, kemampuan menciptakan lagu sendiri, serta visi yang jelas menjadi angin segar bagi dunia musik Tanah Air.

Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan keberanian berkarya sejak usia muda, Locker Band hadir bukan sekadar sebagai grup musik baru, melainkan simbol bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di panggung musik dunia.

pantau tanaman jagung di pohgading bhabinkamtibmas perkuat sinergi ketahanan pangan

0

http://redaksi.co Agus kostiadi

PASURUAN – Tanaman jagung milik warga di Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, menjadi sasaran pemantauan Bhabinkamtibmas Polsek Pasrepan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat sekaligus memastikan pemanfaatan lahan pertanian terus berjalan, Sabtu (1/8/2026).

Pemantauan dilaksanakan oleh Kanit Binmas Polsek Pasrepan AIPDA Yudha S., S.H. di lahan jagung milik warga Desa Pohgading. Selain melihat perkembangan tanaman, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun komunikasi dengan petani agar terus memanfaatkan lahan pertanian secara produktif dalam mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.

Kapolsek Pasrepan AKP Marti, S.H., M.H. mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah sekaligus memperkuat kemitraan dengan warga.

“Melalui kegiatan pemantauan ini, kami ingin terus menjalin komunikasi dengan masyarakat serta memberikan motivasi agar pemanfaatan lahan pertanian dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi ketahanan pangan,” ujar AKP Marti.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan, Polri akan terus mendukung berbagai program yang berdampak positif bagi masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan kolaboratif.

“Kehadiran anggota Polri di lapangan diharapkan dapat memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta mendorong partisipasi warga dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” tegas AKBP Harto Agung Cahyono.

Kegiatan pemantauan berlangsung aman dan lancar. Melalui komunikasi dan pendampingan yang terus dilakukan, diharapkan semangat masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian semakin meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan.

http://redaksi.co Agus kostiadi-2026

Mantan Kajari Singkil & Banda Aceh Dipercaya Jabat Koordinator JAM Pidum

0
Screenshot

JAKARTA — Rotasi dan promosi jabatan kembali bergulir di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banda Aceh sekaligus Mantan Kajari Aceh Singkil, Irwansyah, S.H., M.H., resmi melangkah ke kancah nasional setelah dipromosikan menduduki jabatan strategis sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) Kejaksaan Agung RI.

​Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 879 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan Dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia tertanggal 29 Juli 2026 yang ditandatangani langsung oleh Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin.

​Rekam Jejak Matang: Mantan Pimpinan Kejari Singkil hingga Kejari Banda Aceh

​Langkah Irwansyah menembus jajaran pimpinan nasional di Kejagung RI tidak terlepas dari rekam jejak kariernya yang panjang dan teruji dari tingkat daerah hingga pusat. Pria kelahiran Aceh, 3 September 1976 ini mengawali pengabdiannya dari level paling bawah hingga dipercaya memimpin berbagai posisi kunci.

​Kiprah kepemimpinannya di Serambi Mekkah diwarnai penugasan penting:

​Mantan Kajari Aceh Singkil (2015): Menjadi salah satu tonggak awal kepemimpinan strukturalnya dalam mengawal penegakan hukum di daerah.

​Mantan Kajari Banda Aceh (2023): Memimpin Kejaksaan Negeri di ibu kota provinsi dengan rekam jejak manajerial dan penanganan perkara yang semakin mengukuhkan kapabilitasnya.

​Sebelum kini dipromosikan ke kancah nasional sebagai Koordinator JAM Pidum, perjalanan karier berjenjang Irwansyah mencatatkan rekam jejak yang lengkap:

​Awal Karier & Teknis: Staf Tata Usaha Kejari Banda Aceh (2000), Jaksa Fungsional Kejari Lhokseumawe (2003), Kasi Penyidikan Kejari Aceh Utara (2004), dan Kasi Pidum Kejari Lhokseumawe (2005).

​Penguatan Struktural Wilayah: Kasi Sosbud & Kemasyarakatan Kejati Aceh (2007), Koordinator Kejati Aceh (2014), Kajari Aceh Singkil (2015), dan Aspidum Kejati Kepulauan Bangka Belitung (2018).

​Kiprah Lintas Pusat & Daerah: Kasubdit Peredaran Barang Cetakan & Media Komunikasi Jamintel Kejagung (2022), Kajari Banda Aceh (2023), Kasubdit Penuntutan Pelanggaran HAM Berat Jampidsus Kejagung (2024), serta Aspidum Kejati Jawa Tengah (2025).

​Kapasitas penegakan hukumnya juga ditopang latar belakang akademis yang solid sebagai lulusan S-1 (2000) dan S-2 Ilmu Hukum (2022) dari Universitas Syiah Kuala, serta pendidikan dasar keagamaan dari SD MIN, MTsN, hingga MAN 1.

​Peran Strategis Pengendalian Perkara Nasional

​Pengalaman mengawal penegakan hukum dari tingkat daerah—seperti saat menjabat Kajari Aceh Singkil dan Kajari Banda Aceh—hingga penanganan isu-isu besar di pusat menjadi modal berharga bagi Irwansyah.

​Sebagai Koordinator pada JAM Pidum, ia kini memegang peran vital di tingkat nasional untuk mendukung pelaksanaan fungsi koordinasi, supervisi, monitoring, dan pengendalian seluruh proses penanganan perkara tindak pidana umum di seluruh wilayah Indonesia.

sambut HUT ke- 81 RI Pemprov Jatim hapuskan beban pajak daerah se- bulan penuh

0

 

Surabaya, http://redaksi.co— Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menghadirkan kado spesial bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/482/013/2026, Pemprov Jatim resmi memberlakukan kebijakan Pembebasan Pajak Daerah 2026 yang berlangsung selama satu bulan penuh, mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2026.

Program pemutihan dan pembebasan pajak kali ini mencakup lima poin krusial yang dapat dinikmati oleh warga Jawa Timur ;

å Bebas Sanksi Administratif : Penghapusan denda keterlambatan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

å Bebas PKB Progresif: Pembebasan tarif pajak progresif bagi pemilik kendaraan lebih dari satu.

Diskon Pokok Tunggakan PKB 20%: Insentif khusus berupa potongan 20% untuk tunggakan pokok PKB tahun 2025 dan tahun-tahun sebelumnya yang diperuntukkan bagi kelompok pekerja/buruh (maksimal PKB pokok Rp500.000 untuk kendaraan roda dua).

å Bebas Denda & Pokok Tunggakan PKB: Pembebasan total denda dan pokok tunggakan tahun 2025 ke bawah bagi pengendara roda dua kurang mampu (terdaftar dalam DTSEN dengan pokok maks. Rp500.000), ojek online (ojol), serta sepeda motor roda tiga.

å Bebas Denda SWDKLLJ: Penghapusan denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan untuk tahun-tahun yang telah lewat.

Selain pembebasan sanksi, Pemprov Jatim juga memberikan kepastian hukum bahwa tarif pengenaan PKB dan BBNKB tahun 2026 dipastikan tidak naik. Hal ini diperkuat dengan kebijakan keringanan dasar pengenaan PKB sebesar 24,7% dan BBNKB sebesar 37,25% berdasarkan Kepgub Jatim Nomor 100.3.3.1/261/013/2026.

Guna memberikan kemudahan akses, layanan pembayaran ini telah terintegrasi secara digital. Masyarakat tidak hanya dapat mengurusnya langsung di seluruh gerai Kantor Bersama SAMSAT se-Jawa Timur, melainkan juga melalui berbagai mitra platform digital populer seperti Tokopedia, GoPay, Shopee, Alfamart, Indomaret, hingga Bank Jatim.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk segera memanfaatkan momentum satu bulan ini guna melegalisasi dokumen kendaraan mereka secara gratis tanpa beban denda. (dir)

“Artikel Informasi Resmi Pemprov Jatim”

http://Agus kostiadi 2026

Sterilisasi Kos-Kosan Kembali Digelar di Komplek DPR, Warga Sisir Sejumlah Rumah Indekos

0

Padangsidimpuan – Menindaklanjuti penggerebekan yang sebelumnya dilakukan, masyarakat Komplek DPR kembali menggelar sterilisasi terhadap sejumlah rumah indekos pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Komplek DPR, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, dengan melibatkan unsur pemerintahan setempat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat.

Sterilisasi dilakukan setelah sebelumnya warga menggelar penggerebekan terhadap puluhan pintu rumah indekos yang diduga menjadi lokasi aktivitas yang mengganggu ketenteraman lingkungan. Pascakegiatan itu, masyarakat sepakat untuk meningkatkan pengawasan melalui sterilisasi secara berkala agar kejadian serupa tidak terulang.

Dalam kegiatan itu, tim gabungan menyisir seluruh rumah indekos yang berada di kawasan Komplek DPR. Setiap rumah kos yang masih berpenghuni dilakukan pendataan untuk memastikan identitas para penghuni tercatat dengan baik serta sesuai dengan ketentuan administrasi yang berlaku di lingkungan setempat.

Tokoh masyarakat setempat mengatakan kegiatan ini merupakan upaya preventif yang dilakukan secara swadaya oleh warga. Menurutnya, seluruh penghuni indekos dipersilakan tinggal dengan nyaman selama menghormati norma, aturan lingkungan, dan tidak melakukan aktivitas yang meresahkan masyarakat.

TindakLanjutiArahanPresiden,WakapolridanWamenKehutananKonsolidasikanLangkah NasionalHadapi El NinodanKarhutla

0

Jakarta,Redaksi.Co – Polri bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan dalam Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan pada 28 Juli 2026 terkait antisipasi fenomena El Nino, cuaca ekstrem, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Pencegahan dan Penanganan Karhutla yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. bersama Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Kamis (30/7), di Ruang Pusdalsis Stamaops Polri, Mabes Polri.

Rapat dihadiri pejabat utama Mabes Polri, seluruh Kapolda dan Wakapolda dari wilayah rawan Karhutla secara virtual, serta kementerian dan lembaga terkait, di antaranya Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, dan Basarnas. Forum tersebut menjadi langkah konsolidasi nasional untuk menyatukan strategi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026.

Sebagai tindak lanjut arahan Presiden, Polri memperkuat langkah mitigasi sejak tahap prabencana melalui pendekatan pencegahan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, dan kesiapsiagaan personel. Seluruh jajaran diperintahkan memperbarui pemetaan wilayah rawan Karhutla, memverifikasi hotspot di lapangan, memperkuat early warning system, serta mengoptimalkan patroli terpadu bersama TNI, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Polri juga menginstruksikan Bhabinkamtibmas bersama Babinsa melakukan pendataan langsung terhadap kondisi masyarakat di wilayah rawan, meliputi ketersediaan sumber air, potensi kekeringan, kondisi lahan pertanian, hingga kebutuhan bantuan sosial adaptif apabila dampak El Nino meningkat.

Upaya tersebut diperkuat dengan pemanfaatan command center yang telah terintegrasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memantau hotspot secara real time. Penggunaan drone, CCTV di pos-pos pantau, serta sistem informasi kebakaran menjadi bagian dari penguatan deteksi dini sehingga setiap potensi kebakaran dapat segera diverifikasi dan ditangani sebelum meluas.

Di lapangan, Polri telah menggelar 151 apel kesiapsiagaan, 29 rapat siaga tingkat Polda, 180 kegiatan kesiapan aksi, serta 2.850 kegiatan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas bersama Babinsa. Selain itu, telah dilaksanakan lebih dari 168.500 patroli terpadu darat dan perairan di wilayah rawan Karhutla sebagai langkah preventif untuk menekan potensi kebakaran.

Kesiapan personel juga terus diperkuat. Polri menyiagakan 48.368 personel Sabhara dan 23.360 personel Brimob untuk mendukung operasi penanganan Karhutla, disertai penerapan sistem rayonisasi antar-Polres dan antar-Polda agar dukungan personel maupun peralatan dapat digerakkan secara cepat sesuai perkembangan situasi.

Dalam aspek penegakan hukum, Polri terus meningkatkan pengawasan terhadap praktik pembakaran lahan. Hingga Juni 2026 tercatat 118 penyelidikan, 30 penyidikan, dan 115 tersangka telah diproses. Penegakan hukum tidak hanya menyasar pelaku lapangan, tetapi juga pihak yang memerintahkan, membiayai, atau memperoleh keuntungan dari pembakaran hutan dan lahan, termasuk korporasi yang terbukti melanggar ketentuan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan rapat tersebut merupakan bentuk respons cepat Polri dalam menerjemahkan arahan Presiden menjadi langkah operasional yang terukur dan terintegrasi.

“Arahan Bapak Presiden menjadi pedoman bagi Polri untuk memperkuat mitigasi sejak dini. Seluruh jajaran telah bergerak melalui patroli terpadu, penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah mencegah kebakaran sebelum meluas sekaligus mengurangi dampak El Nino terhadap masyarakat,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Ia menambahkan bahwa Polri akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap kebijakan yang telah diarahkan Presiden dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan, mulai dari pencegahan, penanganan saat terjadi kebakaran, penegakan hukum, hingga pemulihan pascabencana.

Melalui konsolidasi nasional ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pencegahan sebagai strategi utama dalam menghadapi El Nino dan Karhutla, guna melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Kapolri ResmiTutup Kejuaraan BuluTangkisKapolri Cup2026,Tegaskan Komitmen Polri DukungPrestasi AtletNasional*

0

Jakarta ,Redaksi.Co– Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., secara resmi menutup Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Penutupan turnamen tersebut menjadi akhir dari rangkaian kejuaraan yang berlangsung sejak 27 Juli 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, mulai dari klub bulu tangkis, atlet, perwakilan Polda, Polres, kementerian dan lembaga, hingga masyarakat umum yang telah berpartisipasi dan menyukseskan penyelenggaraan Kapolri Cup 2026.

Kapolri juga menyampaikan terima kasih kepada PP PBSI atas dukungannya sehingga Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 masuk dalam kalender turnamen nasional yang memberikan poin bagi para atlet untuk melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh klub, seluruh pemain, rekan-rekan perwakilan dari Polda-Polda, Polres, klub-klub dari masyarakat umum, serta kementerian dan lembaga yang telah berkenan ikut memeriahkan Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026. Terima kasih juga kepada Ketua Umum PBSI, karena Kapolri Cup menjadi salah satu event nasional yang diperhitungkan untuk menambah poin bagi para atlet yang akan berlaga di kelas yang lebih tinggi, kelas internasional,” kata Kapolri.

Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 diikuti sebanyak 1.219 peserta yang terdiri dari 591 atlet kategori umum, 558 peserta kategori Polri yang mewakili Polda dan satuan kerja Mabes Polri, serta 70 atlet para bulu tangkis. Turnamen digelar di tiga venue, yakni GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Duren Sawit, dan GOR Pondok Bambu, hasil kolaborasi Polri dengan PP PBSI dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Ajang ini juga menjadi bagian dari kalender nasional PBSI sehingga hasil pertandingan berkontribusi terhadap perolehan poin peringkat atlet nasional.

Menutup sambutannya, Kapolri secara resmi mengakhiri penyelenggaraan Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026.

“Dengan memohon ridha Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari ini Sabtu, 1 Agustus 2026 pukul 17.36 WIB, Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” ujar Kapolri.

Melalui penyelenggaraan Kapolri Cup 2026, Polri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan olahraga nasional, memperluas ruang kompetisi bagi atlet muda dan atlet disabilitas, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, insan olahraga, serta masyarakat melalui semangat sportivitas dan prestasi.

Tangis dan Jeritan Warnai Eksekusi Rumah Nenek Sani, Warga Ramai-Ramai Ulurkan Bantuan

0
0-3840x2160-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:1315828326424113;appts:1785569197591;qlty:1;;illum:2 scene:0 humanIn:2;

Redaksi.co MAMUJU : Suara jerit histeris dan isak tangis pecah di Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Mamuju. Kamis, 30 Juli 2026 menjadi hari paling kelam bagi Nenek Sani. Di usianya yang sudah senja, ia harus menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana tempatnya berteduh puluhan tahun dan menyandarkan hidupnya diratakan dengan tanah, menyusul eksekusi lahan atas sengketa antara Nuryani D melawan dirinya.

Tak kuasa menahan remuk hatinya, tubuh renta Nenek Sani roboh. Ia tak sadarkan diri di tengah riuhnya proses pengosongan bangunan yang selama ini menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya. Suasana kian memilukan saat pihak keluarga yang mendampinginya menangis histeris, meratapi ketidakberdayaan seorang lansia yang mendadak kehilangan tempat tinggal dalam sekejap mata.

Nenek Sani yang terkulai lemas harus segera dievakuasi dari reruntuhan pondok sederhananya. Di tengah debu yang membumbung dan jeritan pilu yang menyayat hati, hilang sudah gubuk reoknya yang selama ini melindunginya dari terik matahari dan hujan.

Peristiwa yang begitu menyayat hati ini mengetuk nurani masyarakat luas. Tergerak oleh rasa keprihatinan yang mendalam atas nasib tragis sang nenek, warga sekitar Kecamatan Kalukku berbondong-bondong mengulurkan tangan. Seperti yang disampaikan oleh Suwandi Patta, gelombang donasi dan bantuan mengalir deras untuk Nenek Sani.

Meskipun uluran tangan warga tak mampu menghapus trauma dan mengembalikan kenangan di tanah yang kini berstatus sengketa itu, setidaknya hangatnya kepedulian tetangga menjadi pelipur lara di tengah dinginnya kenyataan yang harus dihadapi Nenek Sani. (ZUL)