Beranda blog Halaman 39

WakapolriBergabungnya Irjen Pol. Susilo TeguhRaharjokeUBISA lPerkuatJejaringNasional Pusat Studi Kepolisian*

0

Jakarta, 3 Agustus 2026 ,Redaksi.Co– Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., yang juga menjabat sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri, resmi bergabung sebagai bagian dari sivitas akademika Universitas Bima Sakapenta (UBISA), Senin (3/8/2026).

Bergabungnya salah satu penggerak pengembangan Pusat Studi Kepolisian tersebut mendapat apresiasi dari Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Menurutnya, kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo di UBISA bukan hanya bentuk kepedulian terhadap pendidikan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi Polri dengan perguruan tinggi.

“Saya mengucapkan selamat kepada Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo atas bergabungnya di Universitas Bima Sakapenta. Kehadiran beliau akan semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan dunia pendidikan tinggi serta memperluas jejaring Pusat Studi Kepolisian yang terus kita bangun bersama perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia,” ujar Wakapolri.

Wakapolri mengatakan, Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo melalui perannya sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah menjadi salah satu motor penggerak dalam membangun jejaring akademik Polri. Hingga saat ini, pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah didorong di 79 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) di berbagai daerah di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 40 Pusat Studi Kepolisian telah beroperasi, 5 dalam tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 34 lainnya dalam proses menuju pembentukan dan kerja sama.

“Ini bukan sekadar soal jumlah. Yang lebih penting adalah bagaimana Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang bertemunya pengalaman praktis kepolisian dengan kekuatan akademik kampus. Dari sana kita ingin lahir riset, inovasi dan rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat menjawab persoalan keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Wakapolri.

Menurut Wakapolri, jejaring tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem Police Science yang semakin terbuka dan kolaboratif. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi mitra pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis Polri dalam mengembangkan evidence-based policing dan menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital.

Sementara itu, Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo mengatakan keputusannya bergabung dengan UBISA dilandasi semangat untuk ikut mendukung perguruan tinggi yang sedang tumbuh dan berkembang.

“Mendukung perguruan tinggi yang sedang bertumbuh bukan sekadar membantu sebuah institusi, melainkan ikut menanam benih masa depan bangsa. Perguruan tinggi merupakan salah satu pilar utama dalam membangun peradaban. Di dalamnya lahir sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, inovasi, dan berbagai solusi bagi persoalan bangsa,” ujar Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo.

Menurutnya, perguruan tinggi besar tidak lahir dalam waktu singkat. Dibutuhkan gotong royong, kepercayaan masyarakat, dedikasi para pendidik, dukungan pemerintah, serta kontribusi alumni dan mitra strategis agar sebuah kampus dapat tumbuh menjadi pusat keunggulan.

Kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo di UBISA diterima langsung oleh Ketua Yayasan Khafdilah, S.Kom., S.H., M.H., Sekretaris Yayasan Maylane Boni Abdillah, Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T., Wakil Rektor II Dra. Surtiati, M.Pd., jajaran Program Studi Hukum, serta sivitas akademika UBISA.

Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T. menyambut kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo dan berharap pengalaman serta jejaring akademiknya dapat memberikan energi baru bagi perkembangan universitas.

“Selamat bergabung di Universitas Bima Sakapenta. Semoga kehadiran beliau menginspirasi sekaligus memperkuat langkah UBISA dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berbudi luhur, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Rektor UBISA.

Dengan semangat “Mlesat Mabur Duwur, Nggayuh Adab Luhur”, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem akademik UBISA, tetapi juga membuka ruang yang semakin luas bagi sinergi perguruan tinggi dengan Polri.

Bagi Polri, berkembangnya jejaring Pusat Studi Kepolisian di berbagai kampus menjadi investasi jangka panjang untuk membangun kepolisian yang semakin berbasis ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan kebutuhan masyarakat.

“Polri masa depan harus semakin dekat dengan ilmu pengetahuan. Kampus adalah mitra strategis kita. Semakin kuat kolaborasi Polri dan perguruan tinggi, semakin kuat pula fondasi transformasi Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Wakapolri.

Kodam Jaya,Polda MetroJaya danPempropDKI ApresiasiDukunganMasyarakat,SeluruhKegiatanBerjalan Aman dan Lancar*

0

Jakarta, Redaksi.co– Seluruh rangkaian kegiatan masyarakat yang berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada Sabtu (1/8/2026) berjalan aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan tersebut antara lain Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), pertandingan persahabatan pramusim Aston Villa melawan Indonesia All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), serta sejumlah agenda lain di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan meningkatnya aktivitas masyarakat turut berdampak pada bertambahnya volume kendaraan di sejumlah ruas jalan, khususnya di sekitar Monas dan GBK. Kondisi tersebut dapat dikelola melalui pengaturan petugas serta penyesuaian perjalanan oleh pengguna jalan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas pengertian dan kerja samanya dalam mengikuti arahan petugas. Dukungan tersebut sangat membantu menjaga kelancaran mobilitas selama kegiatan berlangsung,” ujar Budi.

“Keberhasilan pengamanan hari ini merupakan hasil sinergi antara Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, penyelenggara, serta dukungan seluruh masyarakat,” tutup Budi.

Pantau jagung di gempeng Bhabinkamtibmas perperkuat Pendampingan kelompok tani

0

http://redaksi.co-3-2026

PASURUAN – Bhabinkamtibmas Kelurahan Gempeng bersama Babinsa melakukan pemantauan pertumbuhan tanaman jagung di lahan persawahan Kelompok Tani di Lingkungan Pesanggrahan, Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan terhadap petani dalam mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan, Senin (3/8/2026).

Pemantauan dilakukan oleh Aipda Nur Cahyono selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Gempeng bersama Sertu Suharnoyo selaku Babinsa. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Kelompok Tani, Rois, beserta anggota kelompok tani yang memanfaatkan lahan persawahan seluas kurang lebih 2.500 meter persegi untuk budidaya tanaman jagung.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas meninjau langsung kondisi tanaman sekaligus berdialog dengan kelompok tani. Pendampingan dilakukan untuk memberikan motivasi kepada petani agar terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif, sekaligus membuka ruang komunikasi apabila terdapat kendala yang memerlukan koordinasi dengan instansi terkait.

Kapolsek Bangil Kompol Ahmad Firman Wahyudi, S.E., S.H. mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah sekaligus memperkuat kemitraan dengan kelompok tani.

“Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya kami membangun komunikasi yang baik dengan para petani. Harapannya, lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat,” ujar Kompol Ahmad Firman Wahyudi.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polres Pasuruan terus mendorong seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk hadir mendampingi masyarakat melalui berbagai program yang bermanfaat.

“Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendukung program pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga, termasuk di sektor pertanian,” tegas AKBP Harto Agung Cahyono.

Hasil pemantauan menunjukkan tanaman jagung tumbuh subur, terhindar dari hama maupun penyakit, serta tidak ditemukan kendala dalam ketersediaan pupuk maupun sarana pertanian. Kelompok tani pun optimistis tanaman dapat dipanen dengan hasil yang maksimal apabila kondisi tersebut terus terjaga.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar sebagai wujud sinergi antara Polri, TNI, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Pasuruan.

http://Agus.kostiadi

0

Pantau Jagung di Gempeng, Bhabinkamtibmas Perkuat Pendampingan Kelompok tani

Pasuruan. http://redaksi.co-3-2026                                   Bhabinkamtibmas Kelurahan Gempeng bersama Babinsa melakukan pemantauan pertumbuhan tanaman jagung di lahan persawahan Kelompok Tani di Lingkungan Pesanggrahan, Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan terhadap petani dalam mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan, Senin (3/8/2026).

Pemantauan dilakukan oleh Aipda Nur Cahyono selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Gempeng bersama Sertu Suharnoyo selaku Babinsa. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Kelompok Tani, Rois, beserta anggota kelompok tani yang memanfaatkan lahan persawahan seluas kurang lebih 2.500 meter persegi untuk budidaya tanaman jagung.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas meninjau langsung kondisi tanaman sekaligus berdialog dengan kelompok tani. Pendampingan dilakukan untuk memberikan motivasi kepada petani agar terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif, sekaligus membuka ruang komunikasi apabila terdapat kendala yang memerlukan koordinasi dengan instansi terkait.

Kapolsek Bangil Kompol Ahmad Firman Wahyudi, S.E., S.H. mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah sekaligus memperkuat kemitraan dengan kelompok tani.

“Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya kami membangun komunikasi yang baik dengan para petani. Harapannya, lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat,” ujar Kompol Ahmad Firman Wahyudi.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polres Pasuruan terus mendorong seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk hadir mendampingi masyarakat melalui berbagai program yang bermanfaat.

“Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendukung program pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga, termasuk di sektor pertanian,” tegas AKBP Harto Agung Cahyono.

Hasil pemantauan menunjukkan tanaman jagung tumbuh subur, terhindar dari hama maupun penyakit, serta tidak ditemukan kendala dalam ketersediaan pupuk maupun sarana pertanian. Kelompok tani pun optimistis tanaman dapat dipanen dengan hasil yang maksimal apabila kondisi tersebut terus terjaga.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar sebagai wujud sinergi antara Polri, TNI, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Pasuruan

http://Agus.kostiadi-3-2026

*Polda Metro Jaya Gelar Apel Kesiapan Personel dan Peralatan Penanganan Bencana*

0

Jakarta ,Redaksi.Co– Polda Metro Jaya menggelar Apel Kesiapan Personel dan Peralatan dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Bencana di Lapangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (3/8/2026). Apel dipimpin Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono sebagai upaya memastikan kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Apel diikuti 233 personel, terdiri dari 80 personel Satuan Brimob Daerah (Satbrimobda) Polda Metro Jaya, 100 personel Direktorat Samapta (75 personel satu kompi Dalmas dan 25 personel Tim SAR), 50 personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud), serta 3 personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes). Sejumlah sarana dan prasarana penanggulangan bencana juga diperiksa, di antaranya kendaraan Armoured Water Cannon (AWC), mobil SAR, perahu karet, alat pemadam api ringan (APAR), ambulans, alat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya guna memastikan seluruhnya dalam kondisi siap operasional.

Dalam arahannya, Wakapolda Metro Jaya mengajak seluruh personel meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya banjir, kebakaran, dan kekeringan. Menurutnya, kesiapsiagaan harus diawali dengan pemetaan wilayah rawan bersama seluruh pemangku kepentingan, meliputi daerah rawan banjir, kekeringan, krisis air bersih, titik rawan kebakaran, tempat pembuangan akhir (TPA), hingga sumber-sumber air cadangan yang dapat dimanfaatkan saat keadaan darurat.

Brigjen Pol. Dekananto juga menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi dan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Basarnas, serta instansi terkait lainnya agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu. Seluruh personel diminta selalu menjaga kesiapan, memastikan peralatan dalam kondisi baik, serta mengutamakan keselamatan petugas maupun masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.

Selain kesiapsiagaan personel dan peralatan, Brigjen Pol. Dekananto menekankan pentingnya meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai penghematan air dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Di sisi lain, jajaran kepolisian diminta melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap setiap bentuk kelalaian maupun tindakan yang mengakibatkan terjadinya kebakaran.

“Keberhasilan penanganan bencana tidak hanya diukur dari kemampuan saat merespons kejadian, tetapi juga dari upaya mencegah terjadinya bencana dan kecepatan memberikan pertolongan kepada masyarakat. Karena itu, soliditas, kesiapsiagaan, dan pengabdian seluruh personel harus terus diperkuat,” ujar Brigjen Pol. Dekananto.

Melalui apel ini, Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kesiapsiagaan personel dan peralatan serta bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menghadirkan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam melindungi masyarakat dari berbagai potensi bencana.

RSUD Fakfak Terapkan SI CESA, Waktu Tunggu Pasien Ditargetkan di Bawah 60 Menit.

0

FAKFAK, Redaksi.co – RSUD Kabupaten Fakfak terus melakukan transformasi pelayanan kesehatan melalui inovasi SI CESA (Sigap, Cepat, Santun), sebuah sistem pendaftaran pasien rawat jalan berbasis patient flow management yang dirancang untuk mempercepat, mempermudah, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Inovasi tersebut merupakan implementasi proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I di Makassar yang bertujuan menjawab persoalan lamanya waktu tunggu pasien di rumah sakit.

Direktur RSUD Fakfak Farid Fauzan Mahubessy, S.Kep., M.A.R.S Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi tenaga kesehatan maupun kelengkapan fasilitas rumah sakit, tetapi juga oleh pengalaman pasien sejak pertama kali datang hingga memperoleh pelayanan medis.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan RSUD Fakfak, sebagian besar pasien masih harus datang langsung ke rumah sakit, mengambil nomor antrean, menunggu proses registrasi, kemudian baru mendapatkan pelayanan berikutnya. Kondisi tersebut menyebabkan waktu tunggu yang cukup panjang.

Data observasi menunjukkan sekitar 73 persen pasien harus menunggu lebih dari 60 menit sebelum memperoleh pelayanan. Analisis yang dilakukan menyimpulkan bahwa persoalan utama bukan hanya terletak pada proses pendaftaran, tetapi juga pada pengelolaan alur pelayanan pasien (patient flow management).

Berangkat dari kondisi tersebut, RSUD Fakfak menghadirkan SI CESA yang bukan sekadar aplikasi pendaftaran pasien, melainkan budaya pelayanan baru yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

SI CESA dibangun berdasarkan enam nilai utama, yakni Sigap, yaitu cepat merespons kebutuhan pasien; Akurat, memberikan data dan informasi yang benar serta dapat dipercaya; Nyaman, menghadirkan pelayanan yang mudah diakses; Terukur, memastikan setiap tahapan pelayanan memiliki standar yang jelas; Unggul, menghadirkan inovasi pelayanan yang berkualitas; serta Nyata, memastikan setiap inovasi benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Sebagai bentuk implementasi inovasi tersebut, RSUD Fakfak juga menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan SI CESA yang menjadi pedoman seluruh petugas dalam memberikan pelayanan yang seragam dan terukur.

Dalam SOP tersebut, setiap tahapan pelayanan telah memiliki target waktu yang jelas, mulai dari penyambutan pasien maksimal dua menit, proses skrining dua menit, registrasi lima menit, verifikasi biometrik tiga menit, pencetakan nomor antrean dua menit, hingga pasien diarahkan menuju poliklinik maksimal lima menit.

Dengan standar tersebut, seluruh proses registrasi ditargetkan selesai dalam waktu tidak lebih dari 15 menit, sehingga mampu mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal rumah sakit dengan waktu pelayanan kurang dari 60 menit.

Pada sistem yang baru, pasien peserta BPJS yang telah menggunakan aplikasi Mobile JKN cukup melakukan registrasi melalui anjungan pendaftaran mandiri dengan verifikasi biometrik atau barcode, mencetak identitas kunjungan pasien (IKP), kemudian langsung menuju poliklinik tujuan tanpa harus mengantre di loket pendaftaran.

Sementara bagi pasien umum, pasien program pengobatan gratis maupun medical check-up, RSUD Fakfak menghadirkan aplikasi SI CESA. Sebelum inovasi tersebut diterapkan, pasien umum harus melalui proses pengambilan nomor antrean, menunggu registrasi, kemudian baru menuju poliklinik.

Kini proses tersebut disederhanakan menjadi dua langkah, yakni melakukan registrasi melalui aplikasi SI CESA sebelum datang ke rumah sakit, kemudian saat tiba cukup melakukan verifikasi barcode atau biometrik dan langsung menuju poliklinik tujuan.

Menurut tim pengembang, penyederhanaan alur pelayanan ini menghilangkan tahapan yang tidak memberikan nilai tambah bagi pasien sehingga waktu tunggu dapat ditekan dan petugas lebih fokus melayani pasien yang benar-benar membutuhkan bantuan administrasi.

Pelaksanaan proyek perubahan tersebut juga berhasil melampaui target. Jika semula target jangka panjang direncanakan diselesaikan dalam waktu enam bulan, seluruh tahapan utama berhasil direalisasikan hanya dalam waktu dua bulan berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Fakfak, mentor, coach, tim efektif, serta seluruh unit kerja di RSUD Fakfak.

Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan mutu pelayanan, RSUD Fakfak juga menetapkan indikator kinerja yang dipantau secara berkala melalui monitoring dan evaluasi agar inovasi yang dijalankan terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.

Ke depan, SI CESA akan terus dikembangkan sebagai fondasi transformasi pelayanan digital di RSUD Kabupaten Fakfak, sehingga mampu meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan yang sigap, akurat, nyaman, terukur, unggul, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Fakfak.

Diduga Ada Kejanggalan Anggaran Bibit Kakao, FKP-Sulbar Minta DPRD Panggil BPK hingga Kejati

0

Redaksi.co MAMUJU : Polemik dugaan ketimpangan dalam pengadaan bibit kakao sambung pucuk di Kabupaten Mamuju kian memanas. Forum Komunikasi Pemuda Sulawesi Barat (FKP-Sulbar) mendesak DPRD Provinsi Sulbar untuk segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas lembaga guna membongkar kejanggalan anggaran tersebut secara terbuka.

Langkah ini diambil setelah audiensi FKP-Sulbar dengan Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar menemui jalan buntu. Dalam pertemuan mendadak yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan beserta jajarannya, pihak pemuda mencecar indikasi keuntungan tak wajar yang tercatat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulbar.

Namun, terjadi perbedaan narasi yang mencolok di dalam ruangan. Kepala Bidang yang membidangi pengadaan bibit secara tegas membantah temuan tersebut di hadapan Kadisbun dan peserta audiensi, sebuah klaim yang bertolak belakang dengan dokumen resmi BPK.

Ketua FKP-Sulbar, Sahrul, menegaskan bahwa silang pendapat antara dokumen resmi negara dan bantahan pejabat publik ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Kami menghormati penjelasan Dinas Perkebunan, tetapi di sisi lain ada LHP BPK yang memuat hasil pemeriksaan resmi. Agar tidak menjadi liar di masyarakat, persoalan ini harus dibuka terang-benderang melalui forum resmi di DPRD,” tegas Sahrul.

Tak main-main, FKP-Sulbar meminta DPRD Sulbar mendudukkan seluruh instansi kunci dalam satu meja RDP, meliputi:

  • Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar
  • BPK Perwakilan Sulbar
  • Inspektorat Provinsi Sulbar
  • Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar

Sahrul menggarisbawahi bahwa pergerakan pemuda ini murni bentuk pengawalan akuntabilitas uang rakyat, bukan ajang menghakimi. Kendati demikian, ia menegaskan tidak akan menoleransi jika ditemukan indikasi tindak pidana korupsi.

“Kami tidak ingin membangun opini tanpa dasar. Yang kami inginkan adalah keterbukaan. Jika bersih, jelaskan secara transparan. Namun, jika ada indikasi pelanggaran yang terbukti, proses hukum di Kejaksaan harus berjalan tanpa kompromi,” tambahnya.

FKP-Sulbar memastikan akan terus mengawal skandal pengadaan bibit ini hingga tuntas demi menjaga transparansi dan mengamankan kepercayaan publik terhadap tata kelola anggaran di Sulawesi Barat. (ZUL)

Bupati Fakfak Luncurkan Aplikasi SICESA,Dorong Transformasi Pelayanan Publik yang Cepat,Terpadu,dan Santun.

0

FAKFAK, Redaksi.co – Pemerintah Kabupaten Fakfak resmi meluncurkan aplikasi SI CESA (Sistem Integrasi Cepat Pelayanan Terpadu Santun) yang dirangkaikan dengan kegiatan Implementasi Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), Senin (3/8/2026).

Peluncuran aplikasi tersebut menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam mendorong transformasi birokrasi berbasis digital guna meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Dalam sambutan tertulis Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP, disampaikan bahwa implementasi aksi perubahan yang lahir dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator bukan sekadar memenuhi tuntutan pembelajaran formal, tetapi merupakan wujud nyata komitmen aparatur sipil negara dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Implementasi aksi perubahan yang kita saksikan hari ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ini adalah bentuk nyata transformasi birokrasi yang tidak hanya berbasis pada regulasi, tetapi juga pada inovasi dan pelayanan publik yang berkualitas,” demikian isi sambutan Bupati.

Bupati menegaskan, di tengah perkembangan era digital, pemerintah daerah dituntut mampu beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai instrumen utama dalam memberikan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran aplikasi SI CESA diharapkan menjadi terobosan penting dalam mendukung integrasi pelayanan publik di Kabupaten Fakfak.

“Aplikasi ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mempercepat proses koordinasi antar perangkat daerah,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan apresiasi kepada Direktur RSUD Kabupaten Fakfak selaku peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang telah menggagas inovasi tersebut beserta seluruh pihak yang telah mendukung lahirnya aplikasi SI CESA.

Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti pada tahap peluncuran semata, melainkan dapat dimanfaatkan secara optimal, terus dikembangkan, serta direplikasi pada berbagai sektor pelayanan publik lainnya.

“Saya berharap aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal serta terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru demi peningkatan kinerja pelayanan publik di Kabupaten Fakfak,” katanya.

Di akhir sambutannya, Bupati Fakfak secara resmi meluncurkan Aplikasi SI CESA (Sistem Integrasi Cepat Pelayanan Terpadu Santun) sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Bupati.

Warga Keluhkan Aktivitas Truk Pengangkut Tanah,Pengemudi di Nilai Abaikan Keselamatan Pengendara

0

Aceh Barat .Redaksi.co
Aktivitas lalu lintas truk pengangkut material tanah timbunan di lintasan jalan PT.RGM di wilayah kecamatan Meureubo kini menjadi keluhan serius warga sekitar, selain mengganggu kenyamanan,laju kendaraan di nilai melanggar aturan serta kondisi jalan yang sering licin dan berdebu di khawatirkan memicu resiko kecelakaan yang lebih besar.

Hal ini di ungkapkan oleh Jalaludin warga yang berdomisili di pinggir jalan PT RGM tepatnya di Gampong mesjid Tuha ketika di kompirmasi media ini pada Minggu 2/8/2026.

Jalaludin menuturkan,dalam sepekan terakhir kondisi debu di lokasi dekat tempat usahanya semakin parah,ini di sebabkan banyaknya tanah liat tumpahan dari truk maupun tanah liat yang menempel di ban truk ikut menambah banyaknya tanah liat yang menempel di permukaan aspal, saat kemarau seperti sekarang tumpahan itu berubah jadi debu yang berterbangan setiap kali di lewati kendaraan.

” Karena lagi kemarau maka begitu banyak debu, apalagi tanah liat yang berserakan lumayan banyak,pas truk melaju kencang maka seperti inilah,kita kebagian abu tiap hari, padahal kalau jalannya pelan mungkin tidak separah ini ” Ujarnya

Jalaludin juga menyoroti upaya penyiraman yang justru mendatangkan masalah baru,upaya penyiraman yang seharusnya meredam debu malah membuat permukaan jalan menjadi licin karena bercampur dengan tumpahan tanah liat, sehingga kondisi ini bahkan sudah beberapa kali menimbulkan kecelakaan.

” Pas jalan di siram jadi licin dan ada yang jatuh menyebabkan luka luka, bahkan tadi siang terjadi lagi,ada pengendara yang terpeleset sehingga terluka serius ” Tutup Jalaludin.

Dari pantauan di sepanjang jalan di lokasi , terlihat iring iringan truk pengangkut material tanah timbunan melintas dengan kecepatan cukup kencang di sertai kepulan debu pekat di belakang truk yang melaju sehingga membuat jarak pandang mata terganggu dan membuat mata perih.

Meskipun warga mengetahui aktivitas truk pengangkut material tanah timbunan itu untuk keperluan proyek bangunan pemerintah,namun warga dan Pengguna jalan berharap ada solusi terbaik agar fenomena ini bisa di atasi dengan tetap mengedepankan kenyamanan masyarakat dan kenyamanan warga berlalu lintas ***”

polres probolinggo kota ungkap kasus pembunuhan manusia silver dua tersangka diamankan

0

http://redaksi.co,2-aug-2026

PROBOLINGGO – Satreskrim Polres Probolinggo Kota Polda Jatim berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pengamen manusia silver di Kota Probolinggo.

Korban diketahui berinisial AWS (21), seorang pengamen asal Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Pada ungkap kasus ini, Polisi telah mengamankan Dua tersangka masing-masing berinisial NAS (27) dan AH (28) asal Kabupaten Lumajang, sementara satu pelaku lain berinisial KA masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri,S.I.K, M.I.K menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari penemuan jasad korban di belakang Warkop di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Setelah menerima laporan, Satreskrim Polres Probolinggo Kota bersama Tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan sejumlah barang bukti serta keterangan saksi.

Dari hasil penyelidikan, petugas mengarah kepada teman-teman korban sesama pengamen manusia silver. Tim kemudian melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang sempat melarikan diri hingga ke Banyuwangi dan Bali, hingga Kota Kediri,” ujar AKBP Rico, Sabtu (1/8/2026).

Pengejaran akhirnya membuahkan hasil. Pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, dua tersangka, yakni NAS dan AH, berhasil ditangkap di sebuah rumah kos di Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Dalam pemeriksaan, kedua tersangka mengakui melakukan penganiayaan bersama KA yang kini masih buron.

“Peristiwa itu bermula ketika tersangka menggelar pesta minuman keras bersama korban di lokasi kejadian,” terang AKBP Rico.

Akibat dipengaruhi minuman keras, terjadi perselisihan yang berujung aksi kekerasan. Korban dipukul berkali-kali menggunakan tangan kosong.

Setelah korban terjatuh, para pelaku kembali menganiaya korban menggunakan batu dan bongkahan aspal yang berada di sekitar lokasi hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya rekaman CCTV, pakaian yang terdapat bercak darah, batu, bongkahan aspal, serta pakaian yang dikenakan para tersangka saat kejadian.

Atas perbuatannya, tersangka NAS dan AH dijerat Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang tindak pidana pembunuhan, subsider Pasal 468 ayat (2) tentang penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Keduanya terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Kapolres Probolinggo Kota menegaskan penyidik masih memburu satu pelaku lain yang telah ditetapkan sebagai DPO.

Kami berkomitmen menuntaskan penanganan perkara ini. Satu pelaku yang masih buron akan terus kami kejar agar seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kapolres Probolinggo Kota. (Kabiro Pasuruan, Abdul Rohman)

http://Agus,kostiadi