Beranda blog Halaman 355

Polres Langkat Ungkap Kasus Penemuan Mayat Bayi di Sungai Desa Gergas, Satu Orang Diamankan

0

Langkat _ redaksi.co

Warga Kecamatan Wampu sempat dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat bayi laki-laki di aliran Sungai Kebun Gergas, Dusun I, Desa Gergas, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Menindaklanjuti laporan warga, Polres Langkat bergerak cepat dengan menerjunkan Tim Unit Pidana Umum Sat Reskrim bersama Tim Inafis Polres Langkat ke lokasi kejadian. Aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh guna mengamankan bukti dan memastikan kronologi awal peristiwa.

Jenazah bayi tersebut selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSU Bhayangkara Medan untuk dilakukan pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah dan objektif.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan penyelidikan intensif dengan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan.

“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pendalaman di lapangan, kami memperoleh informasi adanya seorang perempuan yang diketahui sebelumnya dalam kondisi hamil,” ujar AKP Ghulam.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, penyidik kemudian mengantongi cukup bukti untuk menetapkan seorang perempuan berinisial S (33), warga Desa Gergas, Kecamatan Wampu, sebagai yang diduga pelaku dalam peristiwa tersebut.

“Yang diduga pelaku berhasil kami amankan pada Rabu malam, 14 Januari 2026, sekitar pukul 19.00 WIB di area perkebunan sawit wilayah Desa Gergas. Selanjutnya yang bersangkutan kami bawa ke Polres Langkat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kasat Reskrim.

AKP Ghulam menambahkan, saat ini penyidik masih mendalami secara komprehensif motif serta latar belakang dari peristiwa tersebut, termasuk kondisi psikologis dan faktor-faktor lain yang melatarbelakangi kejadian ini.

Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan pendekatan ilmiah serta kemanusiaan.

“Setiap peristiwa yang menyangkut hilangnya nyawa manusia, terlebih bayi yang tidak berdaya, merupakan tragedi kemanusiaan yang harus ditangani dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab,” tegas AKBP David.

Kapolres menjelaskan bahwa Polres Langkat berkomitmen menegakkan hukum secara adil, namun tetap memperhatikan aspek perlindungan hak asasi manusia.

“Kami memastikan seluruh proses penyidikan berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku dan setiap langkah dilakukan secara terukur, objektif, serta berbasis bukti,” tambahnya.

AKBP David juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang cepat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Sinergi antara masyarakat dan Polri sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami mengajak masyarakat untuk terus peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melapor apabila menemukan hal-hal mencurigakan,” pungkas Kapolres.

Polres Langkat memastikan akan terus mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas, demi menghadirkan rasa keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat.

M.ilyas

Polsek Padang Tualang Gelar Patroli Blue Light, Cegah Geng Motor dan Kejahatan Jalanan

0

Langkat –redaksi.co

Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Padang Tualang melaksanakan Patroli Blue Light Klaster Operasional Pencegahan guna mengantisipasi aksi geng motor, balap liar, begal, serta kejahatan jalanan lainnya di wilayah hukum Polres Langkat. Jumat, (16/01/2026).

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan pada Kamis malam, 15 Januari 2026, mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai, dengan menyasar lokasi-lokasi rawan kriminalitas, tempat berkumpulnya masyarakat, serta objek vital di wilayah Kecamatan Batang Serangan dan sekitarnya.

Kapolsek Padang Tualang, Iptu Bayu Mahardhika, S.Tr.K, M.H, menjelaskan bahwa patroli dilakukan secara mobile dan dialogis dengan menyentuh langsung warga, kepala dusun, serta kepala lingkungan sebagai mitra kamtibmas.

“Patroli Blue Light ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, khususnya kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor), premanisme, serta balap liar. Selain patroli, personel juga melakukan sambang dan memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat,” jelas Kapolsek.

Selama pelaksanaan patroli, personel yang dilibatkan sebanyak empat orang dengan menggunakan kendaraan dinas roda empat. Hasil kegiatan menunjukkan situasi wilayah terpantau aman dan kondusif, serta tidak ditemukan kejadian menonjol.

Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo S.H, S.I.K, M.Si, melalui Kasi Humas menyampaikan apresiasi atas langkah preventif yang dilakukan jajaran Polsek Padang Tualang.

“Patroli Blue Light merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Kapolres Langkat mengapresiasi upaya jajaran Polsek yang terus aktif melakukan pencegahan dini gangguan kamtibmas, serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing,” ujar Kasi Humas AKP Jekson.

Polres Langkat juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan melalui Call Center Polri 110, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Langkat tetap aman, tertib, dan kondusif.

M.ilyas

LAKUT Purworejo 2026: Menyiapkan Kader Paripurna di Tengah Tantangan Zaman & Teknologi

0

Purworejo || Redaksi.co – Sebuah tonggak sejarah baru saja terukir bagi organisasi pelajar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Purworejo. Untuk pertama kalinya, PC IPNU – IPPNU Purworejo resmi menggelar Latihan Kader Utama (LAKUT). Acara pembukaan yang berlangsung khidmat ini digelar di Yayasan Khasanah Nusantara (KHASNU), Kecamatan Bayan, dan dihadiri oleh puluhan peserta serta tamu undangan pada Kamis (15/01).

Ketua PC IPPNU Purworejo, Rekanita Debi Saktiyani, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya LAKUT perdana ini. Meski mengakui masih ada ruang evaluasi untuk penyempurnaan di masa mendatang, ia berharap kegiatan ini menjadi kawah candradimuka bagi pemimpin masa depan.

​”Semoga para calon kader utama ini mampu melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan PC IPNU – IPPNU Purworejo dengan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Selaku tuan rumah, Bapak Muhammad Musyafa (Ketua MA IPNU Purworejo/Ketua Yayasan KHASNU) memberikan pesan mendalam mengenai peran kader dalam melayani umat. Beliau menekankan pentingnya kepekaan sosial terhadap tantangan nyata seperti narkoba dan judi online. Menurutnya, IPNU-IPPNU harus menjadi wadah yang aman dan nyaman bagi pelajar agar terhindar dari pengaruh negatif lingkungan.

Hadir pula Bapak Muhaimin, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, yang menyoroti relevansi kaderisasi di era digital. Beliau mengingatkan bahwa meski Kecerdasan Buatan (AI) lebih cepat dan tepat dalam mengolah data, kebijaksanaan tetap menjadi hak prerogatif manusia.

​”Kita harus berpikir global dan bertindak lokal. Kompetitor kalian bukan lagi sesama anak negeri, melainkan pemuda dari Jepang hingga Amerika. Jadilah pemimpin yang berani mengambil risiko, karena setiap peran di dunia ini pasti ada tanggung jawabnya,” tegas beliau.

Mewakili Ketua PCNU Purworejo, Drs. Fathurrohman, M.M. (Wakil Ketua PCNU) secara resmi membuka kegiatan ini. Beliau menjelaskan bahwa LAKUT ini merupakan rangkaian peringatan Harlah 100 Tahun NU. Ia menekankan bahwa pemimpin hebat lahir dari dua hal: kematangan alami melalui proses organisasi dan penempaan manajemen serta penguatan ideologi Aswaja secara mendalam.

Rangkaian acara ditutup dengan Mauidzoh Hasanah dan doa bersama yang dipimpin oleh Rais Syuriah PCNU Purworejo, KH Dawud Maskuri. Sebagai simbolisasi dimulainya pelatihan, dilakukan penyematan tanda peserta serta penyerahan mandat dari PC IPNU – IPPNU Purworejo kepada Tim Instruktur & Pelatih PW IPNU – IPPNU Jawa Tengah yang akan mengawal proses pengkaderan hingga selesai. (WS)

Kebijakan Pemerataan MBG di Sukabumi Picu Respons Mitra, BGN Diminta Perkuat Koordinasi

0

Redaksi.Co || Penerapan kebijakan pemerataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) memicu dinamika di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Sejumlah mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menilai kebijakan tersebut dijalankan terlalu cepat tanpa didahului koordinasi menyeluruh, sehingga berdampak pada kenyamanan pelaksanaan di lapangan.

Pengelola SPPG Warnasari, Kabupaten Sukabumi, Ricky Julius, menuturkan bahwa secara substansi kebijakan pemerataan bertujuan baik. Namun, dalam praktiknya, kebijakan tersebut dinilai kurang memperhatikan kemitraan yang selama ini telah berjalan stabil dan tanpa kendala.

“Pemerataan memang niatnya bagus, tapi penerapannya terlalu terburu-buru. Akhirnya situasi menjadi kurang kondusif. Padahal, kami sudah bekerja sama dengan SMKN 1 lebih dari tujuh bulan dan tidak pernah ada persoalan,” ujar Ricky saat ditemui di SMKN 1 Kota Sukabumi, Kamis (15/1/2026) malam.

Ia menjelaskan, imbas dari kebijakan tersebut, pihaknya diminta melepas sebagian penerima manfaat. Namun, pihak sekolah mitra justru menyampaikan penolakan karena menilai kerja sama yang terjalin selama ini berjalan aman dan efektif.
“Sekolah merasa tidak ada masalah. Kerja sama sudah berjalan baik dan kondusif, sehingga mereka menolak perubahan mendadak,” ungkapnya.

Menurut Ricky, kebijakan pemerataan terkesan memosisikan mitra lama seolah harus mengakhiri kerja sama secara sepihak, padahal tidak pernah ada forum konsolidasi yang melibatkan semua pihak terkait, baik pengelola dapur maupun institusi pendidikan.

Ia menilai, meskipun regulasi pemerataan yang diterbitkan BGN cukup ideal secara konsep, pelaksanaannya semestinya diawali dengan pengarahan dan koordinasi yang matang bersama para mitra.

“Membangun kepercayaan sekolah itu proses panjang. Ada evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan. Tidak bisa serta-merta dipindahkan ke dapur lain yang rekam jejaknya belum tentu dipahami pihak sekolah,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya aspek jarak dalam distribusi MBG. Saat ini, jarak dapur SPPG Warnasari ke sekolah penerima manfaat hanya sekitar 2,7 kilometer, sehingga kualitas dan ketepatan distribusi makanan lebih terjamin.

Apabila kebijakan pemerataan tetap diberlakukan tanpa kesepahaman bersama, Ricky menyebut SPPG Warnasari berpotensi kehilangan sekitar 2.000 penerima manfaat.

“Ini bukan sekadar soal bisnis. Melayani ribuan penerima manfaat membutuhkan kesiapan dan konsistensi. Sekolah juga sudah merasa nyaman dengan layanan kami,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan pihaknya tetap akan menyalurkan MBG selama belum ada keputusan resmi terkait perubahan kemitraan.

“Kami patuh pada aturan, tetapi berharap ada konsolidasi yang jelas dan adil. Jangan hanya menunjuk satu dapur, padahal di wilayah Cikole ada dapur lain yang jaraknya lebih dekat,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator BGN Wilayah Kota Sukabumi, Septo Suharyanto, menyampaikan bahwa kebijakan pemerataan merupakan bagian dari proses penataan dan sinkronisasi data penerima manfaat MBG yang telah diatur dalam regulasi resmi.

Ia menjelaskan, BGN telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2025 tertanggal 11 Agustus 2025, serta Surat Keputusan Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026 yang ditandatangani pada 29 Desember 2025.

“Dalam petunjuk teknis sudah diatur bahwa lokasi satuan pendidikan harus berada dalam radius maksimal enam kilometer dari SPPG atau waktu tempuh distribusi tidak lebih dari 30 menit,” jelas Septo.

Ia menambahkan, distribusi MBG masih diperbolehkan melintasi batas administrasi kecamatan selama berada dalam wilayah kota atau kabupaten yang sama.

Septo mengakui, hingga kini masih ditemukan distribusi MBG lintas wilayah, termasuk di Kecamatan Cikole. Berdasarkan data sementara, terdapat 153 penerima manfaat yang tercatat, dan setelah dilakukan pemerataan jumlahnya disesuaikan menjadi 113 orang.

“Masih ada sekitar 40 penerima manfaat yang distribusinya lintas kota dan kabupaten. Ini kami benahi secara bertahap melalui sinkronisasi data,” ungkapnya.

Ia menegaskan, proses penataan dilakukan secara bertahap mengingat BGN masih merupakan lembaga yang relatif baru dan membutuhkan evaluasi berkelanjutan.

“Ini merupakan persoalan internal antar mitra dan kami upayakan penyelesaiannya tetap kondusif. Saat ini, jumlah SPPG di Kota Sukabumi mencapai 46,” pungkas Septo.***(RAF)

Editor : Ujang S

Ucapan terima kasih masyarakat Desa Kuala Merbau, Rehabilitasi Pelabuhan Anggaran 2025.

0

Meranti – Masyarakat Desa Kuala Merbau kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti,mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Jumat.16.1.2026

Dengan adanya Rehabilitasi Pelabuhan Desa Kuala Merbau kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti.

Pelabuhan ini sangat kondusif bagi perekonomian masyarakat Kuala Merbau dan juga tempat bongkar muat barang dagangan dari Selatpanjang dan sebagai nya.

Dana Rehabilitasi ini adalah anggaran APBD dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Semoga yang akan datang ditambah lagi Pembangunan pelabuhan yang menghubungkan Desa Kuala Merbau dengan Desa Tanjung Bunga. Kecamatan Pulau Merbau.

Masyarakat Desa Kuala Merbau, mendoakan agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sehat selalu…Amin. Dan dapat meneruskan Pembangunan secara kontinu dalam segala bidang.

Kami masyarakat Desa Kuala Merbau khususnya dan kecamatan Pulau Merbau Umum nya sangat berharap dengan adanya Camat Pulau Merbau yang baru ini lebih bersenergi sebagai Putra daerah kecamatan Pulau Merbau, Dalam Pembangunan disegala bidang.

Sebenarnya Desa Kuala Merbau sungguh banyak Nuangsa sejarah yang terpendam belum lagi terungkap oleh Dinas Kebudaýan Kabupaten maupun Provinsi Riau, contohnya ada Peninggalan Makam Datuk Setia Indra di Desa Tanjung Bunga, makam Datuk setia Pati di Desa Kuala Merbau. Pemimpin Negeri di Zaman kerajaan Siak. Mudah mudahan dapat perhatian dari Pemerintah.Ujar nya.

Wirid Yasin maĺam jumat bertepatan satu tahun telah meninggal nya Almarhumah Poniatun binti Sadiran yatno

0

Meranti – Desa alah air Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti Yasinan di Rumah H. Mulyadi,Maĺam jumat 15.1.2026.

Almarhumah Poniatun binti Sadiranyatno semasa hidupnya sangat aktif di Media Lintas Pena.

Almarhumah Poniatun binti Sadiranyatno asal Jawa Tengah, Istri dari mantan DPRD Bengkalis H.Ramli Ishak dari awak media Lintas Pena dan Lintas Hukum Indonesia, sudah satu tahun meninggal dunia hàri rabu tgl.15.1.2025 tahun kemaren. Dan maĺam jumat ini tgl. 15.1.2026 genaplah sudah satu tahun.

Setiap subuh jumat H.Ramli Ishak menabur bunga diatas makam istri dan anak nya. Selama setahun sampai saat ini.

Yasinan ini di Pimpin oleh H.Mulyadi dan anggota wirid Yasin nya.disampaikan kepada Almarhum, Almarhumah, Orang tua nya H.RA.LI ISHAK, Yaitu : ISHAK BIN DAMIN, ESAH BINTI SAMAD.

Kepada Isrti Pertama H. Ramli Ishak yaitu SERI BANON BINTI ANEP.Dan istri ke dua nya yaitu PONIATUN BINTI SADIRANYATNO, WARTAWAN LINTAS PENA Serta anak Ramli Ishak yaitu,ERFINA BINTI H.RAMLI ISHAK.

H.Mulyadi menjelaskan bahwa wirid Yasin ini untuk memohon kepada Allah supaya doa kita dan niatnya dikabulkan oleh Allah subha nallah Ta’la. Karena surah Yasin adalah Jantung alquran.

Dan selanjutnya untuk lebih mengeratkan silaturahmi dan membudayakan membaca surah Yasin.

Andi anggota wirid Yasin mengatakan bahwa kami melaksanakan wirid Yasin ini setiap malam Jumat. Kami sangat merasakan dengan adanya aktivitas ini tali persaudaraan bertambah Erat.

H.RAMLI ISHAK Mengutarakan ia mengucapkan puji syukur kepada Allah subha nallah Ta’la. Dengan adanya wirid Yasin dikediaman H.MULYADI setiap malam jumat. Saya dapat mengirimkan doa untuk kedua orang tua saya dan keluarga saya. Untuk itu kami mengucapkan ribuan terima kasih.

Saya berharap semoga wirid Yasin ini beraktifitas terus menerus setiap malam Jumat. Ujar nya.

Yasinan maĺam jumat bertepatan satu tahun telah meninggal nya Almarhumah Poniatun binti Sadiran yatno

0

Meranti – Desa alah air Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti Yasinan di Rumah H. Mulyadi,Maĺam jumat 15.1.2026.

Almarhumah Ponitun binti Sadiranyatno semasa hidupnya sangat aktif di Media Lintas Pena.

Almarhumah Ponitun binti Sadiranyatno asal Jawa Tengah, Istri dari mantan DPRD Bengkalis H.Ramli Ishak dari awak media Lintas Pena dan Lintas Hukum Indonesia, sudah satu tahun meninggal dunia hàri rabu tgl.15.1.2025 tahun kemaren. Dan maĺam jumat ini tgl. 15.1.2026 genaplah sudah satu tahun.

Setiap subuh jumat H.Ramli Ishak menabur bunga diatas makam istri dan anak nya. Selama setahun sampai saat ini.

Yasinan ini di Pimpin oleh H.Mulyadi dan anggota wirid Yasin nya.disampaikan kepada Almarhum, Almarhumah, Orang tua nya H.RA.LI ISHAK, Yaitu : ISHAK BIN DAMIN, ESAH BIN SAMAD.

Kepada Isrti Pertama H. Ramli Ishak yaitu SERI BANON BIN ANEP.Dan istri ke dua nya yaitu PONIATUN BIN SADIRANYATNO, WARTAWAN LINTAS PENA Serta anak Ramli Ishak yaitu,ERFINA BIN H.RAMLI ISHAK.

H.Mulyadi menjelaskan bahwa wirid Yasin ini untuk memohon kepada Allah supaya doa kita dan niatnya dikabulkan oleh Allah subha nallah Ta’la. Karena surah Yasin adalah Jantung alquran.

Dan selanjutnya untuk lebih mengeratkan silaturahmi dan membudayakan membaca surah Yasin.

Andi anggota wirid Yasin mengatakan bahwa kami melaksanakan wirid Yasin ini setiap malam Jumat. Kami sangat merasakan dengan adanya aktivitas ini tali persaudaraan bertambah Erat.

H.RAMLI ISHAK Mengutarakan ia mengucapkan puji syukur kepada Allah subha nallah Ta’la. Dengan adanya wirid Yasin dikediaman H.MULYADI setiap malam jumat. Saya dapat mengirimkan doa untuk kedua orang tua saya dan keluarga saya.

Saya berharap semoga wirid Yasin ini beraktifitas terus menerus setiap malam Jumat. Ujar nya.

Satpam UNEJ Raih Penghargaan Kapolres Jember untuk Kedua Kalinya

0

JEMBER, redaksi.co – Universitas Jember (UNEJ) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui satuan pengamanan (Satpam) kampus. Atas dedikasi, profesionalisme, serta kontribusinya dalam membantu tugas kepolisian dan menjaga keamanan lingkungan, Satpam UNEJ menerima Piagam Penghargaan dari Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jember.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satpam ke-45 Tahun 2025. Apresiasi ini diberikan sebagai pengakuan atas peran Satpam UNEJ yang dinilai konsisten, responsif, dan berprestasi dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, khususnya di lingkungan kampus.

Capaian ini terasa semakin istimewa karena merupakan penghargaan kedua yang diterima Satpam UNEJ dari Polres Jember. Hal tersebut menegaskan komitmen berkelanjutan Universitas Jember dalam membangun sistem pengamanan kampus yang profesional, humanis, dan senantiasa bersinergi dengan aparat penegak hukum.

Penghargaan tersebut turut mendapat perhatian pimpinan Universitas Jember. Wakil Rektor II Universitas Jember, Prof. Dr. drg. Sri Hernawati, M.Kes., menyampaikan bahwa apresiasi ini mencerminkan peran strategis Satpam dalam menopang kelancaran aktivitas akademik dan kemahasiswaan. Menurutnya, keamanan merupakan fondasi utama bagi terselenggaranya Tridarma Perguruan Tinggi. “Penghargaan ini menunjukkan bahwa Satpam UNEJ telah bekerja secara profesional dan konsisten dalam menjaga lingkungan kampus tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Jember, Mohamad Jazuli, S.H., M.H., menekankan pentingnya sinergi antara Satpam dan seluruh unit kerja di lingkungan kampus. Ia berharap capaian ini dapat menjadi pemacu semangat bagi Satpam UNEJ untuk terus meningkatkan kualitas layanan keamanan demi mendukung kegiatan akademik dan kemahasiswaan secara optimal.

Sementara itu, Komandan Satpam UNEJ, Mahfud, S.A.P., menyambut penghargaan tersebut dengan penuh rasa syukur, namun tetap menegaskan pentingnya menjaga kewaspadaan. Ia menilai bahwa mempertahankan prestasi justru menjadi tantangan tersendiri di tengah dinamika keamanan kampus yang terus berkembang.

“Di satu sisi kami bersyukur atas apresiasi dari pembina kami, Binmas Polres Jember. Namun di sisi lain, penghargaan ini tidak boleh membuat kami lengah atau berpuas diri,” ujar Mahfud saat ditemui di Pos Induk Satpam UNEJ.

Dalam mendukung keamanan lingkungan kampus yang menerapkan sistem terbuka, Satpam Universitas Jember dituntut bekerja ekstra. Berbagai upaya pengamanan terus dilakukan, mulai dari pengamanan selama 24 jam, patroli rutin dengan intensitas yang disesuaikan tingkat kerawanan, respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan, hingga koordinasi aktif antarpetugas di setiap unit kerja dan fakultas. Fokus pengamanan diarahkan pada pencegahan tindak pencurian kendaraan bermotor, helm, serta barang-barang pribadi di area parkir kampus.

Menutup keterangannya, Mahfud berpesan kepada seluruh jajaran Satpam UNEJ agar tidak terlena dengan penghargaan yang diraih dua tahun berturut-turut tersebut. Ia berharap apresiasi dari Kapolres Jember justru menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kinerja dan kewaspadaan.

“Jangan sampai penghargaan ini menumbuhkan rasa sombong. Jadikanlah sebagai cambuk untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kewaspadaan dalam melindungi seluruh sivitas akademika, agar mahasiswa dan dosen dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan tertib,” pungkasnya.

Reporter: Sofyan

Unit Reskrim Polsek Salapian Ungkap Kasus Penganiayaan di Desa Ujung Teran

0

Langkat —redaksi.co

Komitmen Polres Langkat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali dibuktikan. Unit Reskrim Polsek Salapian berhasil mengungkap kasus tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Desa Ujung Teran, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi telah mengamankan dua orang yang diduga pelaku dari total enam orang yang diduga terlibat dalam peristiwa penganiayaan tersebut. Salah satunya berinisial EPB alias Betmen, yang berhasil diamankan pada Rabu, 14 Januari 2026, di wilayah Kecamatan Salapian.

Saat hendak diamankan, EPB sempat berusaha melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor. Namun berkat kesigapan dan respons cepat personel Unit Reskrim Polsek Salapian, upaya tersebut berhasil digagalkan dan yang bersangkutan diamankan tanpa menimbulkan gangguan kamtibmas lanjutan.

 

Selanjutnya, EPB dibawa ke Mapolsek Salapian bersama barang bukti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolsek Salapian IPTU Bima Prakasa menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait peristiwa penganiayaan yang dialami korban Faisal Adhitama.

“Berdasarkan keterangan pelapor, kejadian terjadi pada Selasa, 2 Desember 2025 sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu korban berada di salah satu warung di Simpang Glugur,” jelas IPTU Bima. Kamis (15/1/26)

Ia memaparkan, pada saat kejadian, datang sebuah mobil yang dikendarai oleh seorang pria berinisial AE alias D bersama EPB alias Betmen. Setelah sempat berkomunikasi dengan korban dan meninggalkan lokasi, para pelaku kembali dan melakukan penyerangan.

“Korban ditarik secara paksa dan diserang menggunakan senjata tajam jenis parang panjang. Serangan diarahkan ke kepala, namun ditangkis korban dengan tangan kiri sehingga menyebabkan luka pada jari. Selanjutnya korban kembali diserang pada bagian lengan dan punggung, sementara beberapa orang lainnya melakukan pemukulan dengan tangan kosong,” ungkap Kapolsek.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

IPTU Bima Prakasa menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya telah mengamankan AE alias D pada 2 Desember 2025. Selain itu, Polsek Salapian juga telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) Nomor: DPO/18/XII/2025/Reskrim.

“Saat ini, kami telah berhasil mengamankan dua orang yang diduga pelaku. Identitas empat orang lainnya telah kami dapatkan dan saat ini masih dalam pengejaran. Kami akan terus melakukan upaya maksimal hingga seluruh yang diduga terlibat dapat diamankan,” tegas IPTU Bima.

Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa Polres Langkat berkomitmen penuh dalam menindak setiap bentuk kekerasan yang meresahkan masyarakat.

“Setiap tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan warga tidak akan kami toleransi. Penegakan hukum kami lakukan secara tegas, profesional, dan berkeadilan,” tegas Kapolres.

AKBP David menjelaskan bahwa penanganan perkara dilakukan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pada upaya menjaga stabilitas keamanan dan kepercayaan publik.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan hukum, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ini adalah bentuk tanggung jawab Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Kapolres Langkat juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah memberikan informasi kepada kepolisian.

“Sinergi antara masyarakat dan Polri menjadi kunci utama terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. Kami mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dan tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan,” pungkasnya.

Polres Langkat memastikan akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Langkat.

M.ilyas

Dukung Konektivitas dan Ekonomi Daerah, Pertamina Hadirkan Layanan Avtur di Jember

0

JEMBER, redaksi.co – PT Pertamina Patra Niaga resmi memperkuat ekosistem penerbangan di Kabupaten Jember melalui penyediaan layanan pengisian bahan bakar pesawat udara (Avtur) di Bandara Notohadinegoro. Langkah strategis ini menjadi wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendukung peningkatan konektivitas udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Jawa Timur bagian timur.

Dalam kunjungannya ke Bandara Notohadinegoro, Kamis (15/1/2026), Eksekutif General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatim Bali Nusra, Iwan Yudha Wibawa, menegaskan bahwa kehadiran layanan Avtur tersebut merupakan respons cepat atas kebutuhan daerah serta dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Gus Fawait, dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Pertamina Patra Niaga senantiasa hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di Kabupaten Jember. Bandara Notohadinegoro kini membutuhkan layanan Avtur yang berkelanjutan, dan kami siap menyiapkan sumber daya terbaik guna menopang perkembangan sektor penerbangan di daerah ini,” ujar Iwan kepada awak media.

Pada tahap awal operasional, Pertamina telah menyiagakan infrastruktur pengisian bahan bakar yang memadai untuk melayani jadwal penerbangan yang tersedia. Iwan merinci, fasilitas tersebut meliputi satu unit refueller, satu unit troli dispenser, serta satu unit bridger guna memastikan proses distribusi Avtur berjalan aman dan lancar.

“Kapasitas tangki yang kami siapkan mencapai 16 ribu liter. Dengan rata-rata kebutuhan sekitar 3 ribu liter per penerbangan, fasilitas ini sangat mencukupi untuk melayani beberapa jadwal penerbangan dalam satu hari,” jelasnya.

Dari sisi rantai pasok, Iwan memastikan ketersediaan Avtur di Bandara Notohadinegoro berada dalam kondisi aman dan terkendali. Pasokan bahan bakar didukung oleh dua titik suplai utama, yakni Depot Aviasi Juanda Surabaya dan Banyuwangi.

“Dengan dukungan dua depot tersebut, kami memastikan pasokan Avtur ke Jember dalam kondisi aman dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kehadiran layanan bahan bakar pesawat ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Jember. Bupati Jember, Gus Fawait, yang turut hadir dalam peninjauan tersebut, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Pertamina. Menurutnya, ketersediaan Avtur langsung di bandara akan meningkatkan daya saing Bandara Notohadinegoro dan membuka peluang masuknya maskapai untuk menghadirkan rute-rute penerbangan baru.

Lebih lanjut, Iwan Yudha Wibawa menegaskan bahwa kehadiran Pertamina di Jember tidak semata berorientasi pada keuntungan bisnis, melainkan juga sebagai bagian dari peran aktif perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami melihat potensi Jember ke depan sangat besar. Fokus kami adalah mengawal program pemerintah dan memenuhi kebutuhan masyarakat melalui layanan Avtur yang andal. Apabila ke depan terjadi peningkatan frekuensi penerbangan, kami membuka peluang penambahan armada refueller, bahkan tidak menutup kemungkinan pembangunan Depot Aviasi permanen di Jember,” pungkasnya.

Dengan kepastian layanan pengisian bahan bakar pesawat ini, Bandara Notohadinegoro diharapkan kembali bergairah serta mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat Jember dan wilayah sekitarnya.

Reporter: Sofyan