Top 5 This Week

Related Posts

Istimewa” Tak Minta Dikasiha­ni, Justru Mengajak Penonton Melihat dari Sisi Berbeda

JAKARTA, Redaksi.co — Film drama keluarga Istimewa mencoba menawarkan cara pandang berbeda terhadap kehidupan anak penyandang disabilitas, Bukan dengan membangun rasa iba, film produksi Kairos Film itu justru menempatkan mereka sebagai tokoh penting yang memiliki keberanian, mimpi, persahabatan, sekaligus persoalan hidup yang tidak berbeda dari manusia lainnya.

Gagasan tersebut mengemuka dalam konferensi pers Istimewa yang digelar di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan,Film yang disutradarai Ruben Adrian dan diproduseri Abdullah Mansuri ini mengangkat persoalan keluarga melalui perjalanan sejumlah anak yang harus menghadapi kehilangan sosok yang selama ini menjadi tempat mereka bersandar.

Cerita berpusat di Rumah Istimewa, tempat anak-anak tumbuh bersama Pak Mahendra, karakter yang diperankan aktor senior Mathias Muchus,Situasi berubah ketika sosok tersebut menghilang secara tiba-tiba.

Kehilangan itu kemudian menjadi titik awal perjalanan para anak untuk mencari kembali sosok yang mereka anggap sebagai keluarga,Dari sinilah konflik berkembang, membawa mereka menghadapi berbagai situasi yang menguji keberanian, kekompakan, dan cara mereka memaknai kehidupan.

Menariknya, perjalanan tersebut tidak hanya berbicara tentang pencarian seseorang, Film ini secara perlahan mengajak penonton mempertanyakan kembali arti keluarga.

Apakah keluarga harus selalu dibangun berdasarkan hubungan darah?
Atau keluarga justru terbentuk dari orang-orang yang hadir, menerima, dan bertahan ketika seseorang berada dalam kondisi paling sulit?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Istimewa,Cerita tidak berhenti pada persoalan disabilitas, tetapi bergerak menuju isu yang lebih universal tentang penerimaan, kehilangan, kasih sayang, dan kebutuhan setiap manusia untuk memiliki tempat yang disebut rumah.

Sejumlah pemain turut memperkuat jajaran pemeran, di antaranya Ajil Ditto (Muhammad Fazzill Alditto), Yanni Melwani, Mustofa, Niatus Sholihah, Zulfadli Aldiansyah, Rein, Bambang Ceper, Salsabila Bella, Ricky Komo, Fauzan Nasrul, Agus Kuncoro, serta Ence Bagus.

Keterlibatan anak-anak penyandang disabilitas sebagai bagian penting dari cerita juga menjadi pembeda film tersebut,Perspektif yang dihadirkan tidak semata-mata menempatkan mereka sebagai objek, melainkan sebagai individu yang memiliki kehendak dan peran dalam menggerakkan cerita.

Ruben Adrian menyebut gagasan Istimewa berangkat dari berbagai cerita nyata yang diperoleh melalui interaksi dengan komunitas disabilitas, Pengalaman tersebut kemudian menjadi pijakan dalam membangun cerita yang diharapkan mampu menghadirkan sudut pandang lebih dekat terhadap kehidupan mereka.

Dengan durasi sekitar 1 jam 59 menit dan menyasar penonton keluarga, Istimewa dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026.

Lebih dari sekadar film keluarga, Istimewa datang dengan tantangan kepada penonton: berhenti melihat seseorang dari keterbatasannya dan mulai melihat manusia dari cerita, perjuangan, serta kasih sayang yang dimilikinya.

Pada akhirnya, film ini bukan tentang meminta penonton untuk mengasihani, Istimewa justru ingin menunjukkan bahwa setiap orang—dengan kondisi apa pun—berhak memiliki keluarga, dicintai, bermimpi, dan menentukan arti rumah bagi dirinya sendiri.

Popular Articles