Beranda blog Halaman 349

Bupati Tarmizi Pimpin Rapat Penanganan Stunting,Kemiskinan & Inflasi Bersama Unsur Stakeholder Terkait

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM memimpin rapat penanganan stunting, kemiskinan dan inflasi di ruang rapat Sekda pada Rabu 21/1/2026

Bupati diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekda, Dr,Ir. Kurdi, ST, MT, MH Kurdi mengatakan, rapat penanganan stunting, kemiskinan dan inflasi tersebut dilaksanakan bersama seluruh unsur stakeholder yang ada di Aceh Barat, dengan harapan pada tahun ini seluruhnya dapat menurun dari tahun sebelumnya.

“Harapan kita kemiskinan yang saat ini berada di 15 sekian persen bisa turun di tahun ini sekitar dua persen, kemudian inflasi bisa terjaga di sasaran nasional yaitu tetap di sekitar 2,5 persen. Pada Desember lalu posisi inflasi kita Year on Year nya adalah 5,5 sekian persen,” kata Kurdi.

Kemudian terkait dengan stunting kata Kurdi, pada tahun 2025 lalu jumlah stunting di Aceh Barat yaitu sekitar 33 persen dan pada tahun ini sudah turun menjadi 25,8 persen, namun itu masih berada di atas angka rata – rata nasional yaitu 18 persen.

“Harapan kita bisa turun lima persen untuk stunting, seluruh stakeholder yang ada seperti Dinas pangan, Kesehatan, DP3AKB, PUPR, Perkim, DKP, Dinsos, ekonomi dan sebagainya berkumpul hari ini untuk mengintervensi secara terintegrasi dan terpadu demi percepatan penurunan tiga sasaran itu,” katanya ****

Gubernur Kepri Hadiri Peresmian Kantor Pusat Promosi Investasi Daerah Di Batam

0

 

Redaksi.co | Batam – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menghadiri peresmian Kantor Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) yang diresmikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di kawasan Pelita, Kota Batam, Selasa (20/1/2026) siang.

 

PPID merupakan inisiatif International Business Association (IBA) yang bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKSI).

 

Kehadiran PPID diharapkan menjadi pusat promosi dan fasilitasi investasi daerah guna memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

 

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya promosi yang lebih terstruktur dan terasa dampaknya bagi perekonomian nasional.

 

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar, tidak hanya di sektor pertambangan dan perkebunan, tetapi juga pada industri kreatif, kerajinan, budaya, dan produk berbasis kearifan lokal.

 

“Indonesia ini sangat kaya dan beragam. Dari Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan hingga Papua, produk-produk lokal kita sangat kreatif dan berkualitas. Sayangnya, banyak yang belum terpromosikan dan belum terjual secara optimal,” ujar Tito.

 

Ia menambahkan, negara-negara seperti Singapura dan Malaysia justru mampu memasarkan dan menjual produk, termasuk yang berasal dari Indonesia, dengan sangat baik. Padahal, Indonesia memiliki keunggulan sumber daya dan dukungan pemerintah yang kuat.

 

Tito juga menyoroti posisi strategis Batam yang sangat dekat dengan Singapura. Kedekatan geografis ini dinilai sebagai peluang besar untuk menarik perusahaan-perusahaan internasional menjadikan Batam dan Kepulauan Riau sebagai basis produksi maupun investasi.

 

“Singapura adalah salah satu investor terbesar di Indonesia. Banyak perusahaan besar berkantor pusat di sana, sementara lokasi produksi bisa dikembangkan di Batam karena jaraknya sangat dekat,” jelasnya.

 

Selain sektor industri dan manufaktur, Mendagri menilai peluang investasi di bidang pangan juga sangat besar.

 

Kebutuhan bahan pangan segar untuk pasar Singapura, misalnya, dapat dipenuhi dari Kepulauan Riau dengan sistem logistik yang efisien.

 

Melalui kehadiran PPID, Tito berharap pemerintah daerah, termasuk para gubernur dan bupati/wali kota, dapat lebih aktif mempromosikan potensi daerahnya kepada investor dalam dan luar negeri.

 

“PPID ini diharapkan menjadi jembatan promosi investasi, sehingga potensi daerah bisa dikenal dunia dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Redaksi/Nanang S)

Pemkab Fakfak Dorong Cetak Sawah 450 Hektare, Tahap Awal Dimulai 2026

0

FAKFAK, Redaksi.co – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya ketahanan pangan nasional melalui program swasembada pangan, khususnya untuk komoditas strategis seperti padi dan jagung. Arahan tersebut ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah hingga ke tingkat kabupaten, termasuk Pemerintah Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Zulkifly Laode Hilu, SP, MM, saat ditemui Redaksi.co, Selasa 20/01/2026.

Menurut Zulkifly, Pemerintah Kabupaten Fakfak terus mendorong Dinas Pertanian agar aktif melaksanakan program swasembada pangan secara berkelanjutan, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Target swasembada beras nasional ditetapkan pada periode 2025–2035, dan tahun 2025–2026 menjadi fase awal yang sangat menentukan.

“Untuk mendukung target tersebut, Fakfak mendapat alokasi program cetak sawah seluas 450 hektare dari pemerintah pusat. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap, dan pada tahun 2026 direncanakan pencetakan sawah seluas 150 hektare yang difokuskan di wilayah Bomberai. Perencanaan teknisnya sudah disiapkan,” jelas Zulkifly.

Ia menambahkan, alokasi 450 hektare tersebut merupakan hasil lobi langsung Pemerintah Kabupaten Fakfak kepada Kementerian Pertanian. Pemerintah daerah menargetkan seluruh luasan cetak sawah dapat direalisasikan hingga tahun 2029, sehingga Fakfak mampu berkontribusi nyata terhadap pencapaian swasembada pangan nasional.

Dalam waktu dekat, Tim Survey, Investigasi, dan Desain (SID) dari Manokwari dijadwalkan tiba di Fakfak pada hari Jumat untuk melakukan peninjauan lapangan di wilayah Bomberai. Selanjutnya, pada hari Senin akan digelar pertemuan khusus bersama Bupati dan Wakil Bupati Fakfak, serta Tim SID Provinsi Papua Barat guna memfinalisasi desain dan perencanaan teknis.

“Meski pusat pengembangan swasembada pangan Papua difokuskan di Merauke, Fakfak optimistis bisa menjadi daerah penyangga swasembada pangan, terutama jika target 450 hektare sawah bisa tercapai sebelum 2030,” ujarnya.

Zulkifly mengakui tantangan utama saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia petani, khususnya di wilayah Bomberay. Namun kondisi tersebut terbantu dengan kehadiran Batalyon Pangan yang ikut mendukung proses pencetakan sawah dan pengelolaan lahan pertanian.

Ke depan, Fakfak dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian padi. Bendungan yang dibangun sejak 2014–2015 di wilayah Bomberay diketahui mampu mengairi hingga 1.200 hektare lahan sawah.

“Dengan dukungan infrastruktur irigasi ini, kami optimistis Fakfak dapat menjadi daerah swasembada beras dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” tutup Zulkifly.

Kekuatan Doa Perempuan Dan Anak Dari Keluarga Broken Home Hadir Dalam Film “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?”

0

Jakarta, Redaksi.Co -Selasa (20/1/2026) Penayangan Premier Sebuah Film Drama Religi persembahan Paragon Pictures Dan Ideosource Entertainment yang berjudul”Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?”Di Sutradarai oleh Jay Sukmo dengan Penulis Cerita Utiuts serta di Produseri oleh Robert Ronny,Prima Taufik dan Andi Boediman sebagai Produser Eksekutif.

Film Drama Religi ini menghadirkan kisah yang emosional dan membumi, memotret spiritualitas perempuan di tengah badai ujian hidup sekaligus menjadi pelukan hangat bagi para single mother serta anak-anak yang tumbuh dalam dinamika keluarga broken home, film drama religi”Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” ini dibintangi oleh para Aktris dan Aktor Senior diantaranya Revalina S.Temat, Gunawan Sudrajat, Megan Domain, Annisa Kaila, Roy Sungkono, Risma Nilawati, Dhawiya Zaida, Daniella Sya, Alex Abbad, Sheila Kusnadi, Venly Arauna serta Ustadzah Shofwatunnida.

Karakter Sarah yang diperankan oleh Revalina S. Temat digambarkan sebagai perempuan yang harus belajar memaafkan, bertahan dan berserah melalui doa disaat hidup tidak memberi pilihan yang mudah serta mengeksplorasi kerapuhan sekaligus ketangguhan sebagai seorang ibu tunggal.

Sarah digambarkan sebagai seorang istri dan ibu yang perfeksionis, Mandiri dan terlihat Kuat namun dunianya runtuh ketika sang suami Satrio yang diperankan oleh (Gunawan Sudrajat) menikah lagi, keputusan untuk bercerai akhirnya diambil oleh sarah dan menjadikannya sebagai seorang single mother yang harus menghadapi stigma, kehilangan serta luka bathin yang mendalam, sosok sarah adalah perempuan yang kuat diluar namun ketika sudah tidak lagi menemukan jalan keluar satu-satunya yang menjadi pegangan adalah Doa kepada Allah ia serahkan sepenuhnya,ujian yang dihadapinya itu suatu tanda kalau Allah sedang menyayangi kita,” ujar Revalina selaku pemeran sarah.

Film drama religi ini tidak hanya berbicara tentang konflik rumah tangga melainkan sebuah perjalanan hidup seorang perempuan serta tentang sebuah doa yang akhirnya menemukan jawabannya melalui ketenangan hati, keberanian untuk memaafkan,”ujar Robert Ronny selaku Produser.

Film drama religi Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku ini menyoroti dampak perceraian dari perspektif anak melalui karakter Laila yang diperankan oleh Annisa Kaila, perubahan besar dalam keluarganya membuat dia kaget dan terluka dan harus belajar mengendalikan emosinya sendiri,” ujar Megan Domani selaku pemeran Annisa.

Annisa sendiri adalah sosok perempuan yang hadir diantara keretakan rumah tangga sarah,sosok yang menggambarkan karakter pribadi dilematis, kompleks Ia datang dari masa lalu yang sulit tetapi mempunyai keinginan yang tulus untuk mencari jalan yang benar, semua kesadaran itu tumbuh ketika melihat keteguhan sarah,”ujar Megan Domani selaku pemeran Annisa.

Film drama religi “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku merupakan kolaborasi Indonesia-Melayu bersama Astro Shaw yang turut didukung oleh Netzme, KMIF, WOW Multinet Pictures serta Virtuelines Entertainment.

Film drama religi ini pun telah mendapatkan sambutan hangat dan penuh haru melalui rangkaian nobar dan early screening di berbagai kota di Indonesia, Film drama religi Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?”siap tayang serentak di Bioskop seluruh Indonesia mulai 29 Januari 2026 jangan lewatkan untuk menontonnya.

Dua Tahun Mengabdi Sebagai PJ, Widhi Asmoro Jati Akhirnya Resmi Pimpin Dinas Perkebunan Fakfak

0

FAKFAK, Redaksi.co – Setelah lebih dari dua tahun mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt), Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T., akhirnya dilantik secara definitif sebagai Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak. Pelantikan ini mengakhiri masa penantian selama dua tahun satu bulan sejak dirinya dipercaya memimpin dinas tersebut.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.Si., dan berlangsung dengan khidmat di Gedung Winder Tuare, Fakfak, Rabu (21/1/2026).

Dengan pelantikan ini, kepemimpinan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak resmi memasuki babak baru setelah cukup lama berada dalam masa transisi. Selama menjabat sebagai Plt, Widhi dinilai konsisten mengawal berbagai program perkebunan rakyat serta menjaga keberlanjutan kebijakan di sektor perkebunan yang menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat pedesaan.

Dalam arahannya, Bupati Samaun Dahlan menegaskan bahwa setiap pelantikan pejabat memiliki makna strategis, bukan sekadar pengisian jabatan struktural. Ia menilai jabatan merupakan bentuk kepercayaan yang harus dibarengi dengan tanggung jawab besar terhadap peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan publik.

“Ini bukan sekadar pelantikan, tetapi amanah yang menuntut kerja nyata, cepat, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari langkah penyegaran birokrasi sekaligus upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah. Karena itu, seluruh pejabat dituntut untuk bekerja profesional, adapDua Tahun Mengabdi Sebagai Plt, Widhi tif, dan berorientasi pada hasil.

“Tidak ada ruang untuk kinerja yang biasa-biasa saja. Amanah jabatan harus dibuktikan dengan prestasi,” tutupnya.

Bupati Fakfak: Pejabat Dilantik Wajib Jalankan Program, yang Tidak Mampu Dievaluasi.

0

FAKFAK, Redaksi.co – Bupati Fakfak menegaskan bahwa seluruh pejabat yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak wajib melaksanakan semua program kerja yang telah ditetapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Fakfak. Penegasan tersebut disampaikan kepada awak media usai prosesi pelantikan pejabat, Rabu (21/01/2026).

Bupati menyatakan tidak ada toleransi bagi pejabat yang tidak mampu menjalankan program pemerintah daerah sesuai dengan visi dan misi kepemimpinan yang sedang berjalan.

“Semua pejabat yang dilantik wajib menjalankan program Bupati dan Wakil Bupati. Tidak bisa tidak. Program-program ini harus benar-benar sampai ke bawah, bukan hanya berhenti di atas,” tegasnya.

Menurut Bupati, pelantikan bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penugasan dan tanggung jawab penuh untuk bekerja melaksanakan kebijakan daerah. Oleh karena itu, evaluasi kinerja akan dilakukan secara tegas dan berkelanjutan.

“Kalau ada yang tidak mampu melaksanakan tugas, pasti akan dilakukan evaluasi. Ini untuk memastikan program berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak akan memperkuat komitmen para pejabat melalui penandatanganan pakta integritas serta penerapan evaluasi berbasis kinerja di setiap OPD.

Bupati menegaskan bahwa seluruh sumber daya manusia di OPD harus memiliki kemampuan dan komitmen untuk menjalankan kebijakan pemerintah daerah secara konsisten dan bertanggung jawab.

 

 

Bupati Fakfak Lantik Enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.

0

FAKFAK. Redaksi.co — Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak, Rabu (21/1/2026).

Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Fakfak Nomor SK.800.1.3.3/001-006/BUP/2026 tentang pengangkatan pejabat pimpinan tinggi pratama, dan berlangsung dengan khidmat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak.

Enam pejabat yang dilantik merupakan hasil dari proses seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi yang telah dilaksanakan secara transparan dan sesuai ketentuan perundang-undangan. Pelantikan ini dilakukan dalam rangka penguatan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Adapun pejabat yang dilantik adalah:

1. Liza Nerkasari, S.T., M.T. sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Fakfak

2. Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T. sebagai Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak

3. Sadali La Hadalia, S.Sos., M.Si. sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Fakfak

4. Jubair Hegemur, S.T., M.Msp. sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Fakfak

5. Saleh Hindom, S.KM., M.P.H. sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak

6. Achmad Uswanas, S.STP., M.Si. sebagai Inspektur Kabupaten Fakfak

Dalam sambutannya, Bupati Fakfak menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi bagian dari upaya memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah agar lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Saya berharap para pejabat yang dilantik dapat bekerja dengan penuh integritas, loyalitas, dan tanggung jawab, serta mampu menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan,” tegas Bupati.

Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat pencapaian program prioritas daerah serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih di Kabupaten Fakfak.

Rapat kelompok Pengelola Sistim Penyediaan Air Minum (KP – SPAM) Desa Alah air Timur ii.

0

Meranti – Rapat kelompok pengelola sistem penyediaan air minum (KP – SPAM) Desa alah air Timur kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti. Bertempat di Aula Kantor Desa Alah air Timur Jalan H. Nordin.Selasa malam tanggal. 20.1.2026.

Acara ini mulai pukul 20.30 wib oleh ketua ķelompok KP- SPAM Bapak H.Suprapto dengan membaca basmalah Semoga Acara ini di berkahi Allah subha nallah Ta’la…amin.

Dan selanjutnya kata sambutan dari Kepala Desa Alah air Timur Bapak Waluyo.S.Pd. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan masa yang lalu di musim kemarau sekelompok masyarakat Desa Alah air Timur mengambil air dari Masjid untuk itu kami berkonsultasi dengan Tokoh masyarakat, Tokoh agama.

Dan selanjutnya kami menemukan hasil perlu ada Pengelola Sistim Penyediaan Air Minum dan kami juga mengusulkan kepada Pemerintah melalui PUPR. Walaupun ada beberapa kendala namun insya Allah sekarang sudah berhasil.

Sekelompok Masyarakat di Alah air Timur menyambut dengan antusias bantuan dari Pemerintah ini dan mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Pemerintah terkait, Dengan adanya KP-SPAM masyarakat dapat menggunakan air untuk kebutuhan sehari- hari.

Waluyo.S.Pd kades Desa alah air Timur selanjutnya mengatakan bahwa ini adalah antisipasi untuk kemudahan sekelompok masyarakat Desa alah air Timur kecamatan Tebing Tinggi untuk dapat menggunakan air sebagai mana mestinya. Dan sekarang kita harus memaafkan dengan sebaik baiknya dan memelihara nya.

Dengan sudah terbentuk nya Pengurus KP-SPAM ini agar dapat menjalankan aktivitas nya dengan konsekwen.

Ketua H.Suprapto

Sekretaris. Sunarto

Bendahara. Rusmini

Semoga kelompok ini dapat menjalankan aktivitas nya dengan sebaik baiknya.

H.Suprapto Ketua kelompok KP-SPAM  Memimpin Rapat yang berlangsung dengan baik bergai masalah sudah mencapai mufakat. Diantaranya tarif beban, tarif Penggunaan Air perkubik, ketentuan menerima anggota baru, dan ketentuan lainnya. Ketua kelompok mengajak semua anggota untuk bekerja sama dalam aktivitas Pengawasan KP-SPAM. Ujar nya.

Dan kami dari kelompok pengelola sistem penyediaan air minum mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah terkait yang telah memberikan bantuan kepada kami .

Semoga bantuan, semua Pembangunan, maupun INFRASTRUKTUR terialisasi terus menerus di Desa kami Alah air Timur kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti Amin.

Rapat ini ditutup dengan doa pukul 22.00 wib dan doa dipimpin H. SUPRAPTO Ketua kelompok pengelola sistem penyediaan air minum.

Skor Meroket, Kabupaten Jember Kembali Raih Predikat Informatif dari KI Jatim

0

JEMBER, redaksi.co – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik kembali berbuah hasil. Dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 yang digelar Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Jember kembali meraih predikat Informatif dengan nilai tinggi.

Berdasarkan keputusan Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, Jember mencatatkan skor 98,11. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 93,98, sekaligus menegaskan konsistensi Jember menjaga standar transparansi pemerintahan.

Nilai tersebut diperoleh dari tiga tahapan penilaian, meliputi Self Assessment Questionnaire (SAQ) dengan nilai 98,85, verifikasi faktual atau visitasi sebesar 99,14, serta presentasi dan wawancara yang menghasilkan nilai 96,00.

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Jember di jajaran pemerintah daerah di Jawa Timur yang dinilai serius dan berkelanjutan dalam membuka akses informasi publik kepada masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember,

Regar Jeane Dealen Nangka, menegaskan bahwa predikat Informatif merupakan hasil kerja kolektif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi wujud komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan dan penggunaan anggaran dapat diakses serta diawasi publik,” tegas Regar.

Menurutnya, Monev 2025 memiliki indikator penilaian yang lebih komprehensif, tidak hanya menitikberatkan pada ketersediaan informasi, tetapi juga akuntabilitas dan partisipasi masyarakat.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Inovasi layanan informasi publik akan terus diperkuat agar lebih cepat, responsif, dan menjangkau masyarakat hingga tingkat desa,” lanjutnya.

Regar menambahkan, pada 2026 komitmen keterbukaan informasi publik akan semakin diperkuat seiring dukungan penuh Bupati Jember, Gus Fawait, salah satunya melalui optimalisasi kanal pengaduan masyarakat Wadul Gus’e.

Sebagai informasi, penetapan hasil Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 dilaksanakan di Sidoarjo pada 14 November 2025 oleh Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, Edi Purwanto. Evaluasi ini menjadi instrumen penting untuk memastikan badan publik tetap patuh pada amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Reporter: Sofyan

Sat Lantas Polres Langkat Tingkatkan Pengawasan Lalu Lintas, Tekankan Keselamatan sebagai Kebutuhan Bersama 

0

Langkat _redaksi.co

Sat Lantas Polres Langkat terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas di wilayah hukum Polres Langkat. Melalui kegiatan pengaturan, patroli, peneguran, hingga penindakan kasat mata, personel Sat Lantas hadir langsung di tengah masyarakat sebagai langkah nyata memelihara kamtibmas dan kamseltibcarlantas. Selasa (20/01/26)

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terukur di sejumlah titik rawan dan pusat aktivitas masyarakat, dengan fokus pada pencegahan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Kasat Lantas Polres Langkat, AKP Mhd. Tommy Franata, menjelaskan bahwa pada hari ini pihaknya melaksanakan peneguran di tiga titik utama serta melakukan pengaturan arus lalu lintas di titik-titik keramaian lainnya.

“Hari ini Sat Lantas Polres Langkat melaksanakan peneguran di tiga titik, sekaligus melakukan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah lokasi yang padat aktivitas. Dari hasil pemantauan, masih ditemukan pengendara yang melakukan pelanggaran,” ujar AKP Tommy.

Menurutnya, peneguran dan penindakan kasat mata bukan semata-mata bertujuan memberikan sanksi, melainkan sebagai bentuk edukasi agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa lalu lintas merupakan ruang publik yang menuntut kedisiplinan bersama. Oleh karena itu, kehadiran personel kepolisian di jalan bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengingat akan tanggung jawab kolektif dalam menciptakan keselamatan.

“Ini adalah tanggung jawab bersama. Polisi hadir untuk mengatur, mengingatkan, dan menindak jika diperlukan, namun kesadaran masyarakat menjadi kunci utama,” tegas Kapolres.

AKBP David juga menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan Sat Lantas Polres Langkat mengedepankan prinsip preventif dan humanis. Penindakan dilakukan secara proporsional, dengan tetap mengedukasi dan membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa aturan lalu lintas bukan untuk membatasi, tetapi untuk melindungi. Disiplin di jalan adalah bagian dari budaya tertib yang harus kita bangun bersama,” tambahnya.

Melalui kegiatan rutin ini, Polres Langkat berharap dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Sat Lantas di jalan menjadi wujud nyata Polri yang hadir, peduli, dan bekerja untuk keselamatan masyarakat.

M.ilyas