Beranda blog Halaman 350

Lewat Coffee Morning, Kapolresta Tidore Pererat Sinergi dengan Wartawan

0

REDAKSI.CO – Dalam upaya mempererat hubungan kemitraan dan meningkatkan koordinasi, Kapolresta Tidore Kombes Pol. Ampi Mesias Von Bulow, S.I.K., M.H. menggelar kegiatan Coffee Morning bersama insan pers Kota Tidore Kepulauan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rupatama Polresta Tidore, Selasa (20/01)

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt. Wakapolresta Tidore Kompol Muhammad Jufri Dukomalamo, S.H., M.H., Kasat Intelkam Polresta Tidore AKP Sri Hartanto, Plh. Kasi Humas Polresta Tidore Aipda Agung Setyawan, serta para wartawan dari berbagai media cetak, daring, dan elektronik yang bertugas di Kota Tidore Kepulauan.

Coffee Morning tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana komunikasi antara kepolisian dan insan pers dalam rangka mendukung keterbukaan informasi publik serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah hukum Polresta Tidore.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Tidore menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan peran strategis media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara objektif dan bertanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa sinergi yang baik antara kepolisian dan media merupakan kunci dalam membangun kepercayaan publik.

“Kami berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi dengan rekan-rekan media, khususnya dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, tentunya dengan tetap mengedepankan aturan dan ketentuan yang berlaku,” ungkap Kombes Pol. Ampi Mesias Von Bulow.

Kapolresta juga berharap, melalui kegiatan seperti ini, hubungan kemitraan yang telah terjalin dapat semakin solid sehingga mampu mendukung tugas-tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Tidore Kepulauan.

Kegiatan Coffee Morning berlangsung dengan suasana akrab dan penuh kehangatan, serta diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen sinergi antara Polresta Tidore dan insan pers.

Unit Pidum Sat Reskrim Polres Langkat Amankan Diduga Pelaku Pelemparan Mobil Box di Pantai Gemi

0

Langkat _redaksi.co

Unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polres Langkat bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aksi pelemparan batu terhadap sebuah mobil box yang terjadi di Jalan Tendean, Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, pada Senin, 19 Januari 2026. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga yang merasa resah dan khawatir atas aksi pelemparan batu yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Benar, kami telah berhasil mengamankan satu orang yang diduga pelaku. Setelah menerima laporan masyarakat, personel langsung melakukan penyelidikan, mengidentifikasi yang diduga pelaku, dan pada hari yang sama melakukan pengintaian hingga penangkapan,” jelas Kasat Reskrim. Selasa (20/01/26)

Dari hasil penyelidikan awal, Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Langkat berhasil mengamankan satu orang yang diduga pelaku berinisial H, yang diduga berperan sebagai pengendara sepeda motor yang digunakan sebagai sarana dalam melakukan tindak pidana tersebut.

Yang diduga pelaku diamankan di sebuah cakruk yang berada di wilayah Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, tanpa perlawanan. Bersama yang diduga pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy yang diduga digunakan pada saat kejadian.

“Saat ini yang diduga pelaku H beserta barang bukti telah kami bawa ke Mapolres Langkat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tambah Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim juga menegaskan bahwa penyidik masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan perkara. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, masih terdapat satu orang lain yang diduga turut terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Identitas yang diduga terlibat lainnya sudah kami kantongi dan saat ini masih dalam proses pengejaran,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa Polres Langkat berkomitmen untuk menindak setiap perbuatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan membahayakan keselamatan masyarakat.

“Setiap tindakan yang mengancam keselamatan pengguna jalan akan kami tindak secara tegas dan profesional. Penanganan cepat ini merupakan wujud komitmen Polres Langkat dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Kapolres Langkat juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah melaporkan kejadian tersebut, sehingga dapat segera ditangani oleh kepolisian.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian. Laporan dari warga sangat membantu dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tambahnya.

M.ilyas

Larangan Angkutan Batubara, Buruh Sumsel Minta Jalan Crosing Dibuka

0

Redaksi.co | Palembang – Forum Komunikasi Solidaritas Vendor buruh karyawan perusahaan batubara kembali datangi DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Senin (19/01/2026)

Dipimpin secara langsung oleh Aka Cholik Darlin Ketua Forum Komunikasi Solidaritas Vendor Buruh Karyawan PT SLR dan SDJ, kembali menyampaikan aspirasi terkait instruksi Gubernur Sumatera Selatan yang menghentikan operasional kendaraan pengangkut Batubara karena dianggap merugikan masyarakat.

Semenjak dikeluarkannya instruksi Gubernur tersebut, tidak dipungkiri ada nasib 15 ribu karyawan yang terancam terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan baru.

Seperti yang disampaikan oleh Aka Cholik Darlin bahwa maksud dan tujuannya kembali ke DPRD Sumatera Selatan adalah untuk mendesak serta meminta DPRD segera memfasilitasi terkait masalah tersebut.

” Ini merupakan kali kedua kami kembali mendatangi DPRD Provinsi Sumatera Selatan, dengan tujuan menyampaikan aspirasi dan desakan kepada DPRD provinsi Sumatera Selatan agar segera memfasilitasi dengan Pemprov Sumsel terkait larangan kendaraan angkutan batubara”, kata Aka Cholik Darlin

Dilanjutkannya, Meski kami (Buruh) perusahaan Batubara memahami maksud baik Gubernur Sumatera Selatan untuk melindungi kepentingan masyarakat banyak, namun juga perlu dipikirkan nasib karyawan yang terancam PHK.

Lebih jauh Aka Cholik mengungkapkan, bahwa selain karyawan tidak dapat ditepis bahwa larangan tersebut juga sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan.

” Selain berdampak kepada karyawan dan buruh secara langsung, jelas larangan ini membawa para pelaku UMKM yang ada di sekitar wilayah perusahaan, yang akhirnya harus tutup dan membawa dampak ekonomi yang cukup besar pada kehidupan keluarga dan sosial disekitarnya”, beber Aka Cholik Darlin

Dengan kondisi yang seperti ini, Maka Aka Cholik meminta beberapa hal kepada DPRD Sumsel agar segera disampaikan kepada Gubernur Sumatera Selatan.

” Tentu saja melihat hal begitu mendesak yang membawa pengaruh pada kehidupan banyak orang, maka hari ini kembali meminta DPRD menyampaikan aspirasi kami (buruh) kepada Gubernur Sumsel yang pertama adalah, memberikan solusi kepada buruh agar tidak di PHK yang kedua membuka sedikit jalan crosing sebanyak 25 Meter di KM 111 dan 25 Meter di KM 45 dengan harapan perusahaan dapat beroperasi kembali”, tegas Aka Cholik Darlin Ketua Forum Komunikasi Buruh Vendor Perusahaan Batubara

Ditempat yang sama M Oktafiansyah anggota komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menyampaikan beberapa hal diantaranya sejarah permasalahan tersebut.

” Yang jelas kami memberikan apresiasi terhadap lahirnya instruksi Gubernur Sumatera Selatan terkait larangan kendaraan angkutan Batubara melintasi jalan umum, demi menjaga kenyamanan, keselamatan dan keamanan masyarakat”, kata M Oktafiasnyah

Diceritakannya, Bahwa permasalah kendaraan batubara ini sudah ada dari 14 dari tahun lalu namun selama ini seperti dianggap remeh oleh perusahaan – perusahaan tersebut, sehingga melahirkan instruksi Gubernur merupakan wajah kemarahan masyarakat selama ini.

Diungkapkan pria yang akrab disapa Engga ini, Meskipun begitu kami (DPRD) pun akan tetap memperjuangkan hak – hak karyawan dan buruh terkait permasalahan tersebut.

” Meskipun kejadian ini bisa dianggap kelalaian perusahaan, namun tidak dapat dipungkiri dengan adanya larangan tersebut menimbulkan permasalahan baru yaitu nasib ribuan karyawan dan buruh yang terancam PHK dan nasib pelaku usaha UMKM yang selama ini menggantungkan hidup dari operasional perusahaan tersebut, pastinya saat ini pun kami perjuangkan dengan solusi terbaik”, tegas M Oktafiansyah, ST. MM Anggota DPRD Sumsel

Menutup perbincangan M Oktafiansyah menyampaikan bahwa dengan kejadiaan ini agar dapat menjadi sebuah pembelajaran bagi semua pihak.

” Apapun yang terjadi hari ini merupakan bentuk kekecewaan dari masyarakat, namun dibalik itu semua ada pelajaran penting bagi semua pihak terutama bagi perusahaan baik yang telah berdiri dan akan berdiri, bahwa untuk mendirikan sebuah usaha tetap memperhatikan peraturan serta kepentingan masyarakat baik itu Kenyamanan, Keamanan serta kesehatan”, tandas M Oktafiansyah ST.MM Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan

Warga Villa Indah Tegal Besar II Suarakan Keluhan Banjir dalam Hearing DPRD Jember

0

JEMBER, redaksi.co – Pasca banjir yang kembali melanda kawasan Perumahan Villa Indah Tegal Besar II, puluhan warga mengikuti pertemuan dengar pendapat (hearing) bersama DPRD Kabupaten Jember, Selasa (20/1/2026). Hearing yang digelar di Ruang Banmus DPRD Kabupaten Jember itu bertujuan mencari solusi atas persoalan banjir yang berulang kali terjadi dan merugikan warga.

Pertemuan dipimpin Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Jember, David Handoko Seto, dan dihadiri perwakilan Dinas PUPR Sumber Daya Air Kabupaten Jember, Komisaris PT 9 Bintang selaku pengembang, serta Ketua REI Kabupaten Jember, Abdus Salam.

Hearing tersebut belum menghasilkan kesepakatan final. Namun demikian, seluruh pihak sepakat untuk menggelar pertemuan lanjutan guna merumuskan solusi berkelanjutan bagi persoalan banjir di kawasan Perumahan Villa Indah Tegal Besar II.

Perwakilan warga, Saifudin, menyampaikan bahwa banjir telah berulang kali terjadi dan menimbulkan kerugian baik secara materiil maupun non-materiil.

“Setiap musim hujan kami selalu was-was. Banjir tahun 2025 lalu sudah banyak menelan kerugian. Kami ini mayoritas warga dengan ekonomi pas-pasan. Saat banjir, kami tidak bisa bekerja karena harus membersihkan air dan lumpur, sementara cicilan rumah tetap berjalan,” keluhnya.

Ia pun berharap adanya solusi nyata, mulai dari normalisasi aliran air, pembangunan pagar atau plengsengan yang kuat, hingga langkah teknis lain agar warga merasa lebih aman.

Keluhan serupa disampaikan Agus, warga Blok E yang telah menempati rumahnya sejak 2019. Ia mengaku sudah beberapa kali terdampak banjir dan khawatir kondisi tersebut berdampak pada psikologis anak-anak, mengingat banyak keluarga muda dengan balita tinggal di kawasan tersebut.

“Kami bahkan berharap bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman. Dari hasil musyawarah warga, kami meminta pembangunan tembok yang kuat, pembuatan drainase pembuangan, serta normalisasi sungai,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PUPR SDA yang akrab disapa Pak Dai menjelaskan bahwa berdasarkan catatan pihaknya, wilayah DAS Bedadung saat ini telah berada di atas ambang batas yang sangat tinggi. Ia menambahkan bahwa kewenangan pengerukan sungai berada di tingkat provinsi.

“Aturan penetapan sempadan sungai ada dua kriteria. Untuk kawasan perkotaan, sempadan sungai berada di kanan dan kiri sungai pada jarak 15 hingga 30 meter, tergantung kondisi,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, David Handoko Seto menegaskan bahwa sesuai ketentuan, sempadan sungai sejauh 15 meter di kanan dan kiri tidak boleh dibangun. Ia meminta adanya langkah konkret dan tanggung jawab dari pihak pengembang.

Di sisi lain, Komisaris PT 9 Bintang, H. Lutfi, menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang dialami warga. Ia menegaskan bahwa pembangunan perumahan telah dilakukan sesuai mekanisme dan perizinan yang berlaku.

“Mengenai sertifikat tanah di Villa Indah Tegal Besar II sudah terbit dan ditandatangani oleh Pak Djoko Susanto saat menjabat sebagai Kepala BPN Jember,” ungkapnya.

Meski demikian, Lutfi juga menyampaikan keberatan atas sejumlah tuntutan warga yang dinilai memberatkan pihak pengembang. Hearing pun ditutup tanpa keputusan final, dengan komitmen seluruh pihak untuk kembali duduk bersama mencari solusi terbaik bagi keselamatan dan kenyamanan warga.

Reporter: Sofyan

Relawan Tim WASH PMI Jember diperbantukan ke Aceh

0

JEMBER, redaksi.co – Untuk yang ketiga kalinya, PMI Kabupaten Jember mengirim relawannya untuk membantu korban bencana hidrometerologi banjir dan longsor yang terjadi di dua propinsi, Aceh dan Sumatra utara. Pada Selasa sore (20/01/26) PMI Jember mengirimkan satu relawan yakni M. Faiturahman yang setiap hari menjadi staf Penanggulangan Bencana untuk bertugas di Tim Water, Sanitation and Hygiene (WASH) di Kabupaten Pidie, Propinsi Aceh.

Bersama tiga relawan lainnya asal Propinsi Jawa Timur, M.Faiturahman nantinya akan bertugas sebagai teknisi pengolahan air bersih dimana tim tersebut akan melakukan pengolahan air sungai yang memeiliki kekeruhan diatas 20 NTU (Nephelometric Turbidity Unit ) menjadi air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat terdampak bencana.

“Hari ini saya bersama tiga relawan lain dari Jawa Timur akan bergabung dalam tim WASH yang ada di Propinsi Aceh untuk membantu warga terdampak bencana dalam pemenuhan air bersih yang dibutuhkan setiap hari,” ujar M.Faiturahman usai pelepasan di Markas PMI Kabupaten Jember.

Kebutuhan air bersih di daerah terdampak bencana hidrometerologi banjir dan longsor di Aceh dan Sumut sangatlah mendesak, banyaknya sumber air yang terkontaminasi lumpur membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari hari.

Jutaan liter air bersih telah di distribusikan oleh pemerintah setempat dan beberapa pihak yang turut membantu, namun banyaknya warga yang membutuhkan membuat pasokan air bersih kurang. Dengan adanya Tim WASH dari Palang Merah Indonesia akan membantu memenuhi ketersediaan air bersih warga di dua propinsi.

“Sesuai surat dari PMI Pusat, relawan PMI Jember yakni M.Faiturahman ini akan bertugas di Kabupaten Pidie, Propinsi Aceh hingga 02 Februari 2026. Dia nantinya akan memperkuat tim yang ada disana sebagai Teknisi Tim WASH,” jelas Imam Muslim Al Hariri, Kepala Markas PMI Kabupaten Jember.

Hingga saat ini PMI Kabupaten Jember telah memberangkatkan empat relawannya untuk membantu korban terdampak bencana hidrometerologi banjir dan longsor yang ada di Aceh dan Sumatra Utara. Sebelumnya, dua relawan PMI Jember yakni Imron Syafi’i dan Solihin bertugas di pendistribusian air bersih, kemudian Elvana Kusdijanto ditugaskan membantu kegiatan Psychosocial Support Service (PSS) dan M.Faiturahman di Tim WASH.

Reporter: Sofyan

Kecamatan Gumukmas Tegaskan Fungsi Pengawasan, Kawal Penjabaran APBDes 2026 Desa Tembokrejo

0

JEMBER, redaksi.co – Pemerintah Kecamatan Gumukmas menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel dengan turun langsung melakukan pendampingan penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 di Desa Tembokrejo, Selasa (20/1/2026).

Pendampingan ini dipimpin langsung oleh Camat Gumukmas, Dannie Alcholine, AMd.L.L.A.J., ST, M.Si, sebagai bentuk nyata fungsi pembinaan dan pengawasan kecamatan terhadap pemerintah desa. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk mencegah potensi kesalahan administrasi sejak tahap perencanaan dan penjabaran anggaran.

Camat Gumukmas menegaskan bahwa pendampingan tidak sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya serius kecamatan dalam mengawal setiap rupiah APBDes agar tepat sasaran dan sesuai regulasi.

“Kecamatan hadir untuk memastikan APBDes dijabarkan secara cermat, tertib administrasi, dan benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat desa,” tegasnya.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kasi Pemerintahan Kecamatan Gumukmas Thomas Heru Indra dan Kasi PMKS Kecamatan Gumukmas Adhy W., yang secara teknis memberikan arahan serta koreksi terhadap penjabaran program dan kegiatan desa.

Kepala Desa Tembokrejo Suyitno bersama jajaran perangkat desa menyambut positif pendampingan ini, karena dinilai membantu pemerintah desa dalam menyusun APBDes 2026 secara lebih terstruktur dan sesuai ketentuan.

Hadir pula Pendamping Desa Nur Laili, Pendamping Lokal Desa M. Khosim, Operator SISKUDES Nafik, serta Bendahara Desa Ainur, guna memastikan sinkronisasi perencanaan, penganggaran, dan pelaporan keuangan desa.

Sepanjang kegiatan, proses pendampingan berjalan aktif, kritis, dan konstruktif. Tim Kecamatan secara tegas namun solutif mengarahkan setiap tahapan penjabaran APBDes, sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, profesional, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Kecamatan Gumukmas sebagai garda terdepan pembinaan desa dalam mewujudkan pengelolaan APBDes yang akuntabel dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Reporter: Sofyan

Kapolres Langkat Pimpin Sertijab Kabag Ren, Kasat, Kapolsek serta Purna Bakti Polri

0

Kapolres Langkat Pimpin Sertijab Kabag Langkat_redaksi.co

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Langkat Polres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin langsung upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kabag Ren, Kasat, Kapolsek jajaran serta pelepasan personel yang memasuki masa purna bakti Polri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Jananuraga Polres Langkat, Selasa (20/01/2026).

Upacara dilaksanakan dengan khidmat, Kapolres Langkat bertindak selaku Inspektur Upacara, sementara Komandan Upacara dijabat oleh IPDA Rudi Gunawan Saragih, S.H.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PC Bhayangkari Langkat Ny. Ayu David beserta pengurus, Wakapolres Langkat Kompol Husnil Mubarak Daulay, S.H., S.I.K., M.I.K., para Pejabat Utama Polres Langkat, para Kapolsek jajaran, pejabat yang melaksanakan Sertijab, perwira, brigadir, ASN Polres Langkat, serta perwakilan personel Polsek jajaran.

Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan, antara lain PS Kabag Ren Polres Langkat dari Kompol Mardianto kepada AKP Harianto yang sebelumnya menjabat Kasubbag Bekpal Baglog Polres Langkat. Jabatan Kasat Narkoba Polres Langkat diserahterimakan dari AKP Rudy Saputra, S.H., M.H. kepada AKP Amrizal Hasibuan, S.H., M.H. yang sebelumnya menjabat Kapolsek Pangkalan Brandan.

Selain itu, AKP Eben Heser Tarigan, S.H. dipercaya menjabat Kapolsek Pangkalan Brandan, Kompol Muhammad Kamaruddin Daulay, S.H. mengakhiri masa tugas sebagai Kasat Samapta dan memasuki masa pensiun, sementara jabatan Kasat Samapta Polres Langkat selanjutnya diemban oleh AKP M. Syafril S., S.H. yang sebelumnya menjabat Danki I Yon C Pelopor Sat Brimob Polda Sumut.

Jabatan Kapolsek Stabat diserahterimakan dari Kompol Sisbudianto kepada AKP Zulkarnain, S.H. Selanjutnya AKP Rinaldi Parulian Simamora, S.H. mendapat jabatan baru sebagai PS Kabag SDM Polres Sibolga, digantikan oleh AKP Pamilu Hamonangan Hutagaol, S.H., M.H. sebagai Kapolsek Secanggang. Sementara jabatan Kapolsek Pangkalan Susu diserahkan dari AKP Reynold Saut Pangihutan Naibaho, S.H. kepada AKP Dedi Yansyah Putra Ginting, S.H., M.H.

Upacara Sertijab tersebut juga dirangkaikan dengan pelepasan personel yang memasuki masa purna tugas berdasarkan Keputusan Kapolda Sumut, di antaranya Kompol Mardianto, AKP Elly Irawan, Kompol Muhammad Kamaruddin Daulay, S.H., Kompol Sisbudianto, serta ASN Moza Kurniawan.

Dalam amanatnya, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta peningkatan kinerja institusi.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh personel yang memasuki masa purna bakti atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama bertugas di Polres Langkat. Semoga pengabdian yang telah diberikan menjadi ladang amal dan inspirasi bagi personel yang masih bertugas,” tutup Kapolres.

M.ilyas

Kantor Desa Disegel Warga, Klaim Hak Milik Picu Malu Publik Pemkab Lombok Barat

0

Kantor Desa Disegel Warga, Klaim Hak Milik Picu Malu Publik Pemkab Lombok Barat

Lombok Barat | Redaksi.co
Kantor Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, disegel oleh warganya sendiri. Penyegelan tersebut dilakukan oleh Amaq Sai’in, warga setempat yang mengklaim bangunan kantor desa berdiri di atas lahan milik pribadinya yang merupakan warisan keluarga.
Aksi tersebut dilakukan lantaran Amaq Sai’in mengaku memiliki alas hak yang sah berupa pipil Garuda serta denah lokasi yang jelas.

Kantor desa kebon ayu

Menurutnya, dokumen tersebut menjadi bukti kuat bahwa tanah yang selama ini digunakan sebagai kantor desa merupakan hak ahli waris dari almarhum ayahnya.
“Saya berani menyegel kantor desa ini karena saya punya bukti alas hak yang jelas, pipil Garuda dan denah lokasi ada. Ini juga amanah dari almarhum bapak saya,” ujar Amaq Sai’in kepada wartawan Redaksi.co.

Denah lokasi lahan

Lebih jauh, Amaq Sai’in mengungkapkan bahwa semasa hidupnya, almarhum Kepala Desa Kebon Ayu, Jumarsah, secara terbuka telah mengakui bahwa lahan tersebut adalah milik ahli waris, yakni dirinya. Bahkan, pihak Pemerintah Desa Kebon Ayu disebut mengakui bahwa selama ini hanya menumpang menggunakan lahan tersebut untuk aktivitas perkantoran desa.

Pipil garuda alas hak asli

“Almarhum kepala desa dulu sudah mengakui kalau ini tanah ahli waris saya. Pemdes juga mengakui menumpang untuk ngantor di sini. Bahkan beliau berjanji akan menyelesaikan persoalan ini sebelum masa jabatannya berakhir,” ungkap Sai’in.

Amaq Sai’in ( pemilik lahan )

Namun, janji tersebut tak pernah terealisasi. Takdir berkata lain, almarhum Kepala Desa Jumarsah lebih dahulu wafat sebelum penyelesaian dilakukan. Sejak saat itu, persoalan status dan kompensasi penggunaan lahan tak kunjung menemukan titik terang.

Amak sai’in

Amaq Sai’in menegaskan, penyegelan kantor desa akan tetap dilakukan hingga ada kejelasan resmi dari Pemerintah Daerah. Ia berharap Bupati Lombok Barat turun tangan langsung untuk memberikan solusi yang adil dan bermartabat.

“Saya akan tetap menyegel kantor ini sampai ada jawaban yang jelas dari Pemerintah Daerah,” tegasnya.


Terkait permintaan ganti rugi, Amaq Sai’in meluruskan bahwa nominal Rp50 juta yang ia sampaikan bukan tuntutan sepihak, melainkan sebagai bentuk ganti rugi sewa atas penggunaan lahan selama ini, sebagaimana pernah dijanjikan oleh pihak pemerintah desa.

“Anggap saja Rp50 juta itu sebagai sewa selama lahan saya digunakan. Itu juga sesuai dengan janji Pemdes sebelumnya. Saya mohon kebijakan dari Pak Bupati agar persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Sai’in.

Ia juga menegaskan tidak menutup diri terhadap opsi penyelesaian lain selama ada kejelasan dan itikad baik dari pemerintah.
“Mau sistem sewa, tukar guling dengan lahan lain, atau bentuk kebijakan lainnya, saya tidak masalah. Yang penting jelas,” tambahnya.
Sementara itu, wartawan Redaksi.co mengonfirmasi persoalan ini kepada Camat Gerung, Fitriati Wahyuni, SP. Ia menyampaikan bahwa pihak kecamatan saat ini tengah memproses persoalan tersebut dan melakukan koordinasi lintas pihak.

“Kami dari pihak kecamatan sedang memproses masalah ini dan terus berkoordinasi dengan Bupati Lombok Barat,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini atau yang akrab disapa LAZ, telah memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Bahkan, Bupati disebut telah memanggil Kepala Aset Pemerintah Kabupaten Lombok Barat guna menindaklanjuti dan mengkaji status aset serta legalitas lahan kantor desa Kebon Ayu.

Kasus ini sontak menyita perhatian publik dan memantik rasa malu bersama. Sebuah kantor pemerintahan desa yang disegel oleh warganya sendiri menjadi cermin rapuhnya penataan aset dan administrasi pemerintahan. Situasi ini menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk segera bertindak cepat, tegas, dan adil, sebelum konflik melebar dan kepercayaan publik semakin tergerus.

Sumber: Media Nasional Investigasi – Redaksi.co
Abach uhel

Kesaksian Kisah Kerinduan Anak Pada Ibu Lewat Film”Esok Tanpa Ibu”

0

Jakarta,Redaksi. Co-Senin (19/1/2026) Rumah Produksi Base Entertainment, Beacon Film dan Refinery Media serta didukung oleh rumah produksi Singapore Film Commission (SFC) dan Infocomm Media Development Authority (IMDA) telah meluncurkan sebuah Film yang berjudul”Esok Tanpa Ibu” bertempat di Bioskop XXI Epicentrum Jakarta Selatan.

Film Esok Tanpa Ibu yang dibintangi oleh para pemeran Aktor dan Aktris Senior antara lain Dian Sastro Wardoyo,Ringgo Agus Rahman,Ali Fikry, Aisha Nurra Datau dan Bima Sena,serta diproduseri oleh Dian Sastrowardoyo bersama Shanty Harmayn, disutradarai oleh Ho Wi-ding sutradara asal malaysia, Naskah film Esok Tanpa Ibu ditulis oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief.

Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) mengisahkan sebuah kontras ketika kecerdasan buatan (AI) berupaya menggantikan peran seorang Ibu untuk mengasihi serta memberikan empati kepada seorang anak remaja telah kehilangan ibunya yang mengalami koma berkepanjangan.

Kisah yang personal saat perasaan kehilangan dan duka dari seorang remaja bernama Rama/Cimot diperankan oleh (Ali Fikry)dan seorang suami menjadi satu-satunya yang tersisa dalam sebuah keluarga , keduanya mencoba untuk menjalin hubungan yang dekat namun dengan adanya kecanggungan membuat keduanya justru semakin berjarak, situasi kedekatan yang sebelumnya selalu direkatkan saat kehadiran sang Ibu.

Kehilangan sosok Ibu yang mengalami koma di usia muda membuat cimot membuat segala cara dengan menggantikan peran Ibu lewat sebuah kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) yang dirancang khusus oleh temannya.

I-BU, AI dipersonalisasi untuk Cimot yang mampu memahami perasaannya, menemani percakapan serta mengetahui hal-hal yang disukainya semua sama saat seperti Ibunya masih sehat.

Dian Sastrowardoyo selaku Produser Serra pemeran dalam film Esok Tanpa Ibu (Mother net) mengatakan film ini adalah film keluarga yang mempertanyakan tentang autentisitas koneksi manusia di dunia yang sangat modern, di saat teknologi hadir diruang paling privat, manusia modern yang beda generasi antara anak dan bapak dalam menghadapi duka dengan atau tanpa teknologi.

Dengan teknologi kecerdasan AI I-BU yang digunakan Cimot dalam film ini menjadi coping mechanismnya tempat yang nyaman untuk menggantikan peran Ibu namun dia juga percaya I-BU tidak bisa menggantikan ibunya melainkan hanya menjadi sosok baru baginya, “ujar Ali Fikry selaku pemeran Rama/cimot.

Proses perilisan film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) didukung melalui kolaborasi promosi dengan Samsung Galaxy dan Telkomsel, kolaborasi ini mengusung pendekatan Advertorial Sponsorship serta pemanfaatan kekayaan Cerita (IP Utilization) sehingga memungkinkan aktivasi yang lebih kreatif, relevan serta terintegrasi dengan karakter dunia cerita dalam film.

Saksikan Film Esok Tanpa Ibu (Mother net) Di seluruh Bioskop Indonesia mulai tayang 22 Januari 2026…Don’t Miss It.

Geopark Ciletuh, Surga Alam di Sukabumi yang Memikat Hati dan Menginspirasi Jiwa

0

Redaksi.Co || Ciletuh, sebuah tempat yang salahsatunya terletak di Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang paling memikat hati dan menginspirasi jiwa. Dengan keindahan alam yang luar biasa, Ciletuh menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

Ciletuh memiliki tiga curug yang sangat indah, yaitu Curug Awang, Curug Tengah, dan Curug Puncakmanik. Curug Awang, yang terletak di hulu, memiliki ketinggian sekitar 40 meter dan lebar 60 meter, membuatnya menjadi salah satu curug yang paling spektakuler di Ciletuh. Curug Tengah, yang terletak di tengah, memiliki keindahan yang tidak kalah dengan Curug Awang, dengan hutan yang masih alami dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Curug Puncakmanik, yang terletak di puncak, memiliki keistimewaan yang tidak kalah dengan curug lainnya, dengan kebun kelapa yang terawat dan berbuah lebat.

Selain curug, Ciletuh juga memiliki keindahan alam lainnya, seperti sungai yang masih alami dan terpelihara dengan baik, serta batu-batu purba yang berusia jutaan tahun. Salah satu batu yang paling menarik adalah Batu Ukir, yang bentuknya seperti ukiran batik dan berusia sekitar 2,5 juta tahun. Batu ini merupakan hasil dari pergeseran lempeng bumi yang terjadi jutaan tahun yang lalu, dan merupakan salah satu contoh dari keanekaragaman geologi yang ada di Ciletuh.

Kawasan Ciletuh juga memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, dengan berbagai jenis tanaman kayu-kayu langka dan binatang-binatang seperti kera dan lutung. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam ini dengan cara berjalan kaki atau berenang di sungai. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati makanan khas Ciletuh, seperti cimlung kelapa atau cimplung ubi, yang dibuat dari bahan-bahan alami dan memiliki rasa yang lezat.

Untuk mengakses Ciletuh, pengunjung dapat mengikuti jalan ke Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Disana, pengunjung dapat mendapatkan informasi mengenai kawasan Ciletuh dan pemandu wisata yang sangat mengerti dengan lingkungan alam Ciletuh. Pemandu wisata ini dapat membantu pengunjung untuk menikmati keindahan alam Ciletuh dengan lebih aman dan nyaman.

Dengan keindahan alam yang luar biasa dan keanekaragaman hayati yang luar biasa, Ciletuh merupakan salah satu destinasi wisata alam yang paling memikat hati dan menginspirasi jiwa di Indonesia. Jadi, jika Anda ingin menikmati keindahan alam yang luar biasa dan menginspirasi jiwa, Ciletuh adalah pilihan yang tepat!

Ciletuh juga memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama dalam bidang pariwisata dan pertanian. Dengan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, Ciletuh dapat menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat setempat. Selain itu, Ciletuh juga memiliki potensi dalam bidang pertanian, terutama dalam produksi kelapa dan ubi, yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat.

Namun, perlu diingat bahwa pengembangan pariwisata di Ciletuh harus dilakukan dengan cara yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, agar keindahan alam dan keanekaragaman hayati Ciletuh dapat tetap terjaga untuk generasi yang akan datang.***

Editor : AS