Beranda blog Halaman 328

RSUD Tarakan Masuk Skema Medis AFC Futsal 2026, Cermin Kesiapan Layanan Kesehatan Ibu Kota

0

Jakarta,Redaksi.Co– Keterlibatan RSUD Tarakan dalam sistem dukungan medis ajang AFC Futsal 2026 menegaskan kesiapan rumah sakit publik Jakarta dalam memenuhi standar layanan kesehatan bertaraf internasional, Sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama DKI Jakarta, RSUD Tarakan ditetapkan dalam skema kesiapsiagaan medis turnamen, khususnya untuk penanganan kasus kegawatdaruratan akibat cedera serius selama pertandingan.

Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho, menyebut kepercayaan yang diberikan kepada RSUD Tarakan bukan sekadar penugasan teknis, melainkan refleksi dari kesiapan sistem layanan publik yang terintegrasi.

“Ajang olahraga internasional seperti AFC Futsal memiliki standar medis yang sangat ketat,Ketika RSUD Tarakan masuk dalam sistem rujukan resmi, itu berarti fasilitas, sumber daya manusia, dan tata kelola kegawat daruratannya telah dinilai layak secara profesional,” ujar Agung kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, pertandingan futsal tetap memiliki potensi risiko cedera, mulai dari trauma kepala, patah tulang, hingga gangguan pernapasan, Karena itu sistem medis yang diterapkan dalam event internasional umumnya berlapis, mulai dari tim medis arena, ambulans siaga, hingga rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Rumah sakit rujukan tidak bisa bekerja spontan. Semua harus siap dari sisi IGD, dokter spesialis, peralatan diagnostik sampai sistem rujukan, Biasanya diawali dengan simulasi dan koordinasi lintas pihak sebelum turnamen berlangsung,” katanya.

Menurut Agung, keterlibatan RSUD Tarakan dalam AFC Futsal 2026 berpotensi memperkuat posisi rumah sakit tersebut sebagai rujukan strategis layanan kesehatan ibu kota, Pengalaman terlibat dalam event internasional dinilai akan berdampak langsung pada peningkatan kapasitas institusi secara berkelanjutan.

“Standar internasional mendorong sistem menjadi lebih disiplin dan terstruktur,Protokol diperketat, koordinasi diperjelas. Ini bukan hanya untuk event, tapi penting bagi penguatan layanan kesehatan jangka panjang,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dan komunikasi publik, Menurutnya masyarakat perlu memahami peran rumah sakit daerah dalam mendukung agenda internasional agar kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan semakin kuat.

“Rumah sakit publik tidak hanya bekerja, tapi juga perlu menjelaskan perannya. Ini bagian dari akuntabilitas, Keterlibatan RSUD Tarakan di AFC Futsal harus dipahami publik sebagai bukti kesiapan layanan kesehatan Jakarta,” tegasnya.

AFC Futsal 2026 menjadi salah satu agenda olahraga internasional yang digelar di Jakarta, dengan tuntutan kesiapan sistem pendukung yang komprehensif, termasuk layanan medis yang responsif dan terintegrasi, Keterlibatan RSUD Tarakan diharapkan memastikan dukungan medis berjalan sesuai standar keselamatan yang ditetapkan federasi olahraga Asia, sekaligus memperkuat citra layanan kesehatan publik Indonesia di level internasional.

Polsek Padang Tualang Gotong Royong Bersihkan Ekowisata Tangkahan, Warga Apresiasi Kepedulian Polri

0

Langkat -redaksi.co

Dalam rangka mendukung kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata, Kapolsek Padang Tualang IPTU Bayu Mahardhika, S.Tr.K., M.H., bersama personel Polsek Padang Tualang melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan di kawasan Ekowisata Tangkahan, Desa Namu Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Jumat (06/02/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut menyasar area sekitar aliran pantai dan lingkungan wisata Tangkahan. Personel Polsek Padang Tualang secara bersama-sama membersihkan sampah dan material yang dapat mengganggu kebersihan serta kenyamanan pengunjung.

Kapolsek Padang Tualang IPTU Bayu Mahardhika menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap lingkungan sekaligus dukungan nyata terhadap pengembangan pariwisata daerah.

“Kami ingin memastikan kawasan wisata Tangkahan tetap bersih, nyaman, dan aman sehingga memberikan rasa senang dan aman bagi para wisatawan yang berkunjung,” ungkapnya.

Warga masyarakat setempat menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kepedulian jajaran Polsek Padang Tualang yang telah ikut menjaga kebersihan kawasan Ekowisata Tangkahan. Menurut warga, kegiatan gotong royong tersebut sangat membantu dalam menciptakan lingkungan wisata yang bersih, asri, dan nyaman, serta berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh jajaran Polsek Padang Tualang. Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan sosial merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan gotong royong ini mencerminkan kepedulian dan tanggung jawab Polri terhadap lingkungan dan masyarakat. Polri harus selalu hadir, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung serta mendukung kemajuan pariwisata daerah,” ujar Kapolres.

Ia juga menambahkan bahwa kawasan wisata menjadi salah satu prioritas pelayanan kepolisian, sehingga kebersihan, kenyamanan, dan keamanan harus dijaga secara berkelanjutan melalui sinergi Polri dan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kawasan Pantai Tangkahan kini terlihat lebih bersih dan nyaman, baik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

Polres Langkat mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin menyampaikan informasi, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 yang siap melayani 24 jam.

M.ilyas

BAZNAS NTB Salurkan Bingkisan Warga Dusun Peseng Jelang Ramadhan

0

BAZNAS NTB Salurkan Bingkisan Warga Dusun Peseng Jelang Ramadhan

Lombok Barat | Redaksi.co
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat. Menjelang Bulan Suci Ramadhan, BAZNAS NTB di bawah kepemimpinan Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA menyalurkan bantuan berupa bingkisan sembako kepada warga Dusun Peseng, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.


Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya meringankan beban ekonomi masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah. Penyaluran bingkisan dilakukan secara langsung dan berjalan tertib dengan tetap mengedepankan prinsip tepat sasaran.


Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun harus dikelola secara amanah dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya menjelang Ramadhan.


Salah satu warga penerima manfaat, Amak Sabudin, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, bingkisan tersebut sangat membantu kebutuhan keluarga, terutama untuk persiapan menyambut Bulan Suci Ramadhan.


Sementara itu, H. Mahdi selaku Kepala Dusun Peseng berharap program bantuan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Ia menilai kehadiran BAZNAS NTB di tengah masyarakat membawa dampak positif serta memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan antarwarga.
Program bantuan ini disalurkan atas dasar usulan wartawan Media Nasional Investigasi Redaksi.co, sebagai bentuk kepedulian insan pers terhadap kondisi sosial masyarakat sekaligus mendorong penyaluran bantuan agar tepat sasaran.


Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi, mempererat solidaritas sosial, serta menghadirkan keberkahan bagi masyarakat Dusun Peseng dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Sumber : Media Nasional Investigasi – Redaksi.co
Penulis : Abch Uhel

BAZNAS NTB Salurkan Bingkisan Warga Dusun Peseng Jelang Ramadhan

0

BAZNAS NTB Salurkan Bingkisan Warga Dusun Peseng Jelang Ramadhan

Lombok Barat | Redaksi.co

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat. Menjelang Bulan Suci Ramadhan, BAZNAS NTB di bawah kepemimpinan Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA menyalurkan bantuan berupa bingkisan sembako kepada warga Dusun Peseng, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya meringankan beban ekonomi masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah. Penyaluran bingkisan dilakukan secara langsung dan berjalan tertib dengan tetap mengedepankan prinsip tepat sasaran.

Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun harus dikelola secara amanah dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya menjelang Ramadhan.

Salah satu warga penerima manfaat, Amak Sabudin, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, bingkisan tersebut sangat membantu kebutuhan keluarga, terutama untuk persiapan menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Sementara itu, H. Mahdi selaku Kepala Dusun Peseng berharap program bantuan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Ia menilai kehadiran BAZNAS NTB di tengah masyarakat membawa dampak positif serta memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan antarwarga.

Program bantuan ini disalurkan atas dasar usulan wartawan Media Nasional Investigasi Redaksi.co, sebagai bentuk kepedulian insan pers terhadap kondisi sosial masyarakat sekaligus mendorong penyaluran bantuan agar tepat sasaran.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi, mempererat solidaritas sosial, serta menghadirkan keberkahan bagi masyarakat Dusun Peseng dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Sumber : Media Nasional Investigasi – Redaksi.co

Penulis : Abch Uhel

Warga Mbaham Ma Youn Palang Akses Sekolah dan Kantor Distrik di Kramongmongga, Tuntut Ganti Rugi Tanaman

0

Fakfak, Redaksi.co – Aktivitas belajar mengajar di SMA Negeri 1 Henggi serta pelayanan publik di Kantor Distrik Kramongmongga, Kabupaten Fakfak, terhenti setelah warga Kampung Mbaham Ma Youn memalang akses masuk kedua fasilitas tersebut, Rabu (4/2/2026) pagi.

Aksi pemalangan dilakukan sejak pukul 06.00 WIT dengan memasang bambu dan kayu di jalan utama menuju lokasi. Warga menuntut pembayaran ganti rugi tanaman dan pohon milik mereka yang ditebang saat proses pembangunan gedung.

Ironisnya, bangunan sekolah dan kantor distrik tersebut diketahui baru selesai dibangun dan sedianya segera digunakan untuk menunjang pendidikan serta pelayanan masyarakat. Namun hingga kini fasilitas itu belum dapat difungsikan karena masih dipalang oleh pemilik hak ulayat.

Warga mengaku sudah cukup lama menunggu realisasi janji pembayaran dari pemerintah daerah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Redaksi.co, mediasi antara warga dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Fakfak telah dilakukan pada 21 Oktober 2025. Dalam pertemuan itu disepakati pembangunan tetap berjalan, sementara pembayaran tanaman terdampak akan diselesaikan pada awal tahun 2026.

Namun memasuki Februari, warga menyebut belum ada kepastian jadwal maupun realisasi pembayaran.

“Kami tidak menolak pembangunan. Sekolah dan kantor ini untuk kepentingan bersama. Tapi hak kami juga harus dibayar sesuai kesepakatan. Selama belum dibayar, palang tetap ada,” ujar salah satu perwakilan pemilik tanaman yang enggan disebutkan namanya.

Pemalangan berdampak langsung pada aktivitas harian. Guru dan siswa tidak dapat masuk ke lingkungan sekolah, sementara masyarakat yang hendak mengurus administrasi di kantor distrik terpaksa menunggu tanpa pelayanan.

Warga menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk desakan agar pemerintah segera menepati komitmen, bukan upaya menghambat pembangunan.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Fakfak segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan pembayaran, sehingga fasilitas yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan dan aktivitas pendidikan maupun pelayanan publik kembali normal.

Wabup Aceh Barat Melepas Mahasiswa Dan Pendamping Pada Program Pengabdian Mahasiswa Berdampak Tahun 2026

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil SH, melepas mahasiswa dan pendamping lapangan pada program mahasiswa berdampak tahun 2026, Universitas Teuku Umar (UTU) di halaman kantor bupati setempat pada Jumat 6/2/2026

Said Fadheil menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada UTU khususnya LPPM yang terus konsisten menghadirkan program pengabdian masyarakat yang nyata, relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat, terutama dalam konteks pemulihan bencana.

“Kita ketahui bersama bahwa Aceh Barat pasca bencana banjir dan tanah longsor akhir November tahun 2025 lalu khususnya beberapa gampong seperti Gampong Lawet dan Gampong Jambak masih membutuhkan pendampingan, sentuhan inovasi dan semangat kolaborasi dalam proses pemulihan pascabencana,” kata Said Fadheil.

Dikatakan Said, kehadiran para mahasiswa disana diharapkan mampu menghadirkan energi baru, memperkuat semangat pemulihan, serta menumbuhkan harapan dan kepercayaan masyarakat.

“Kami berpesan kepada seluruh mahasiswa, turunlah ke lapangan dengan sikap rendah hati, jaga etika, hormati adat dan budaya setempat. Hadirkan diri sebagai mitra masyarakat, belajar bersama mereka, mendengarkan dengan baik lalu berkontribusi secara nyata sesuai kemampuan kalian,” katanya.

Selain itu, Said juga meminta para dosen dan pembimbing lapangan agar terus membimbing mahasiswa dengan baik, sehingga program tersebut berjalan dengan baik, terarah dan benar – benar memberi dampak kepada masyarakat.

“Pemkab Aceh Barat tentu mendukung penuh kegiatan ini, kami berharap hasil dari program ini dapat menjadi contoh kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh dan mandiri,” ujar Said ****

JOL Polman Kecam Penolakan Laporan Kekerasan Seksual Anak: Preseden Gelap Penegakan Hukum

0

Redaksi.co POLMAN : Penolakan laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Polewali Mandar memicu kecaman keras dari Jaringan Oposisi Loyal (JOL) Polewali Mandar. Tindakan oknum kepolisian tersebut dinilai sebagai preseden berbahaya yang mencederai penegakan hukum, mengancam kepastian hukum, serta memperlemah perlindungan negara terhadap korban anak.

Laporan tersebut diajukan pada 5 Februari 2026 oleh Erwin, Central Commando JOL, yang bertindak sebagai pelapor atas nama organisasi. Selain dugaan kekerasan seksual terhadap anak, laporan juga memuat dugaan perbuatan melawan hukum karena kasus tersebut disebut-sebut diselesaikan melalui mediasi, meskipun menyangkut kejahatan serius yang secara hukum tidak dapat dimediasi.

Namun, alih-alih menerima dan memproses laporan sesuai hukum acara pidana, pelapor justru menghadapi sikap berbelit-belit dari oknum petugas Unit PPA. Selama hampir satu jam, pelapor dipaksa berdebat mengenai isu-isu yang dinilai tidak relevan dengan mekanisme penerimaan laporan, mulai dari definisi delik umum, konsep mediasi, hingga pengertian kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Situasi tersebut bahkan diarahkan seolah-olah laporan pidana yang disampaikan merupakan agenda sosialisasi, bukan pengaduan hukum.

“Ini absurd. Pelapor diposisikan seolah sedang diuji pengetahuan hukumnya, bukan dilayani hak konstitusionalnya untuk melapor,” tegas Erwin, Kamis (5/2/2026).

Penolakan laporan semakin menuai sorotan setelah oknum polisi secara tegas menyatakan tidak akan menerima berkas laporan dengan alasan pelapor tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan korban dan tidak menghadirkan korban untuk dimintai keterangan. Alasan lain yang dikemukakan adalah laporan dinilai tidak memenuhi syarat materil, tanpa disertai penjelasan dasar hukum yang jelas. Bahkan, berkas laporan sempat diarahkan untuk diserahkan ke Unit Intelijen, langkah yang dinilai keliru dan menyalahi prosedur hukum pidana.

JOL Polman menegaskan, alasan-alasan tersebut tidak hanya keliru, tetapi bertentangan secara langsung dengan hukum positif. Pasal 108 ayat (1) KUHAP secara eksplisit menyatakan bahwa setiap orang yang mengetahui terjadinya tindak pidana berhak melaporkannya kepada penyelidik atau penyidik, tanpa syarat hubungan darah dengan korban.

Lebih jauh, tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak merupakan delik umum dan diatur sebagai lex specialis dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pasal 76D dan 76E UU Perlindungan Anak dengan tegas melarang segala bentuk kekerasan seksual terhadap anak dan mewajibkan negara bersikap aktif dalam penanganannya.

Penolakan laporan tersebut juga dinilai melanggar kewajiban kepolisian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya fungsi melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. Menolak laporan tanpa dasar hukum yang sah dinilai sebagai bentuk pengabaian kewenangan dan penyalahgunaan diskresi.

Secara etik dan disiplin, tindakan oknum tersebut diduga melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Disiplin Anggota Polri, yang mewajibkan anggota Polri bersikap profesional, objektif, dan tidak mempersulit masyarakat dalam pelayanan hukum. Jika terbukti, sanksi dapat berupa teguran hingga rekomendasi pelanggaran kode etik profesi Polri.

JOL Polman menilai tindakan tersebut mencederai prinsip-prinsip fundamental hukum pidana, termasuk asas persamaan di hadapan hukum, asas perlindungan korban, dan asas kepastian hukum. Dalam kasus kekerasan seksual anak, prinsip kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child) seharusnya menjadi prioritas utama.

“Kami melihat indikasi kuat upaya menutup-nutupi perkara ini. Menolak laporan dengan dalih tidak menghadirkan korban justru berpotensi memperparah trauma dan menghambat akses keadilan,” ujar Erwin.

Atas peristiwa tersebut, JOL Polman menyatakan kekecewaan mendalam dan mengeluarkan ultimatum kepada Polres Polewali Mandar. Jika dalam waktu 3 x 24 jam laporan tersebut tidak ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum, JOL memastikan akan melaporkan oknum polisi yang terlibat ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Barat.

Langkah tersebut, menurut JOL, bukan sekadar untuk menindak individu, melainkan demi menjaga marwah hukum dan memastikan negara benar-benar hadir melindungi korban, khususnya anak-anak.

“Jika laporan kekerasan seksual terhadap anak saja bisa ditolak dengan mudah, maka yang runtuh bukan hanya kepercayaan publik, tetapi juga wibawa hukum itu sendiri,” pungkas Erwin. (ZUL)

Musrenbang Kecamatan Sampaga 2026 Tegaskan Tiga Prioritas Utama Pembangunan 2027

0

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kecamatan Sampaga menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tahun 2026 sebagai tahapan penting dalam penyusunan Program Kerja Tahun Anggaran 2027. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memastikan aspirasi masyarakat desa terakomodasi dan selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Mamuju.

Camat Sampaga, Muhammad Yusuf, menegaskan komitmennya untuk tetap fokus menjalankan tugas sebagai camat meski baru saja menerima amanah tambahan sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju. Menurutnya, kesinambungan pembangunan di Kecamatan Sampaga tetap menjadi prioritas utama.

Dalam sambutannya, Camat Sampaga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para Pejabat Eselon II dan III serta rombongan Pemerintah Kabupaten Mamuju. Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat yang telah melaksanakan Musrenbang Desa secara partisipatif dan penuh tanggung jawab.

Usulan dari desa adalah fondasi utama Musrenbang Kecamatan. Saya berharap ini tidak berhenti sebagai dokumen formal semata, tetapi benar-benar menjadi program prioritas yang direalisasikan oleh OPD terkait,” tegas Muhammad Yusuf.

Musrenbang Kecamatan Sampaga berperan sebagai forum dialog strategis dalam menyelaraskan kebutuhan riil masyarakat desa dengan prioritas pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Mamuju 2025–2029, khususnya untuk tahun ketiga pelaksanaan pembangunan pada 2027. Pendekatan bottom-up yang diterapkan diharapkan menghasilkan perencanaan yang berbasis data dan kebutuhan nyata di lapangan.

Berdasarkan hasil rekapitulasi Musrenbang Desa se-Kecamatan Sampaga, terdapat tiga usulan prioritas yang secara konsisten disepakati seluruh desa, yakni peningkatan infrastruktur jalan, perbaikan irigasi pertanian, serta pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan. Usulan peningkatan jalan lingkar dan penghubung antarwilayah seperti Bunde, Losso, Tanambuah, Kalonding, dan Salubarakna bahkan telah diajukan selama tiga tahun berturut-turut.

Selain itu, perbaikan sistem irigasi dinilai krusial untuk meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Sementara pembangunan dan rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Menutup kegiatan Musrenbang, Camat Sampaga menegaskan bahwa hasil musyawarah ini akan menjadi suara resmi dan peta jalan pembangunan Kecamatan Sampaga dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Mamuju Tahun 2027. (ZUL)

Polres Mateng Gelar Aksi Indonesia Bersih di KTM Tobadak, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

0

Redaksi.co MATENG : Dalam rangka mendukung program pemerintah sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, Polres Mamuju Tengah bersama instansi terkait menggelar kegiatan Indonesia Bersih di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Jumat (06/02/2026).

Kasi Humas Polres IPTU Saldi mengatakan, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 Wita hingga 10.00 Wita tersebut menjadi bukti nyata komitmen Polres Mamuju Tengah dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan suasana yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Aksi bersih-bersih dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembersihan sampah di area umum, saluran air, hingga lingkungan sekitar fasilitas publik di kawasan KTM Tobadak.

Tidak hanya sekadar kegiatan kebersihan, aksi ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Polres Mamuju Tengah dan instansi terkait untuk mendukung gerakan nasional kebersihan lingkungan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan.

Sejumlah pejabat utama Polres Mamuju Tengah turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan ini, di antaranya Wakapolres Mamuju Tengah, para Kabag, Kasat, KBO, Kasi, serta Perwira Polres Mamuju Tengah. Selain itu, personel Bintara dari masing-masing satuan fungsi serta personel Satuan Brimob juga ikut ambil bagian, menunjukkan kekompakan dan semangat kebersamaan.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh personel tampak antusias dan bekerja sama dengan penuh semangat gotong royong. Kebersamaan tersebut mencerminkan komitmen kuat Polres Mamuju Tengah dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kegiatan Indonesia Bersih di KTM Tobadak berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti. Polres Mamuju Tengah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, tidak hanya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Kabupaten Mamuju Tengah semakin meningkat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi kualitas hidup yang lebih baik, sehat, dan berkelanjutan. (ZUL)

Dari Rimbun Bambu ke Lumbung Padi, Oplah Ubah Nasib Petani Dusun Pulo

0

JEMBER, redaksi.co – Program optimalisasi lahan (oplah) yang digulirkan pemerintah pusat di era Presiden RI Prabowo Subianto membawa dampak signifikan bagi petani di Dusun Pulo, Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas (06/02/2026).

Lahan persawahan seluas 86 hektare yang puluhan tahun terbengkalai dan tertutup rimbunan bambu kini kembali produktif dan siap menjadi penopang ketahanan pangan.

Melalui program oplah, lahan yang sebelumnya tak dapat diolah kini telah ditanami padi oleh para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Langgeng 1. Pada musim tanam perdana ini, petani menargetkan hasil panen rata-rata 5–6 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

Dengan proyeksi tersebut, total produksi padi dari lahan 86 hektare diperkirakan mencapai 430 hingga 516 ton GKP dalam satu kali musim panen. Angka ini dinilai cukup signifikan, tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan petani setempat, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan pangan di tingkat daerah maupun nasional.

Ketua Poktan Langgeng 1 menyampaikan bahwa keberhasilan pengolahan kembali lahan tidur ini menjadi sumber penghidupan baru bagi petani Dusun Pulo yang selama bertahun-tahun kehilangan akses ekonomi dari sektor pertanian.

“Dengan oplah ini, petani kembali bisa bekerja di lahannya sendiri. Harapan kami, hasil panen bisa maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Para petani juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas kebijakan dan perhatian terhadap sektor pertanian melalui program optimalisasi lahan.

Apresiasi serupa disampaikan kepada Bupati Jember yang dinilai telah memberikan dukungan dan fasilitasi di tingkat daerah sehingga program tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI dan Bupati Jember atas dukungannya. Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh petani, khususnya di Dusun Pulo,” ungkap perwakilan petani.

Ke depan, petani berharap program oplah dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan, termasuk dukungan sarana produksi, irigasi, serta pendampingan teknis, agar lahan yang telah dihidupkan kembali ini mampu menjadi lumbung pangan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani secara jangka panjang.

Reporter: Sofyan