Beranda blog Halaman 325

Pastikan Kesiapan Personil, Bupati Dan Wakil Bupati Aceh Barat Gelar Apel Gabungan Di Dinas DLHK

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., bersama Wakil Bupati Said Fadheil, S.H., dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Barat, Dr. Kurdi, memimpin apel gabungan di kompleks DLHK Kabupaten Aceh Barat, Senin pagi 9/2/2026

Apel tersebut menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam menindaklanjuti instruksi Presiden terkait penanganan sampah dan penguatan kebersihan lingkungan.

Bupati Tarmizi menegaskan bahwa persoalan sampah tidak lagi dapat dipandang sebagai masalah rutin, melainkan sudah menjadi prioritas utama yang harus ditangani secara serius, terukur, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Kota Meulaboh. Ia meminta seluruh jajaran DLHK tampil sebagai garda terdepan sekaligus teladan bagi seluruh instansi dan masyarakat.

“Ini serius, Hari ini kami datang mengajak kita semua untuk memperlihatkan bahwa Aceh Barat itu bersih. Kita tidak ingin masuk dalam daftar daerah yang bikin Presiden marah,” tegas Bupati Tarmizi

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan menggelar aksi gotong royong massal pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan tersebut melibatkan personel lintas sektor, mulai dari unsur TNI, Polri, ASN, hingga pelajar. Selain membersihkan sampah, kegiatan ini juga difokuskan pada penertiban baliho dan spanduk yang dinilai mengganggu estetika kota.

Menurut Tarmizi, gerakan bersama ini bukan semata-mata membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat agar menjadikan kebersihan sebagai budaya hidup sehari-hari.
Bupati Tarmizi menegaskan bahwa target yang ingin dicapai sudah sangat jelas, yakni menjadikan Kota Meulaboh bersih, tertata, dan layak meraih pengakuan nasional melalui penghargaan Adipura.

“Target kita jelas, kebersihan kota dan kita ingin meraih predikat Adipura. Ini bukan sekadar wacana, tetapi harus kita buktikan dengan kerja nyata,” ujarnya.

Untuk mendorong semangat dan kinerja, Bupati juga menyampaikan rencana pemberian reward bagi pihak-pihak yang berkontribusi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ia mencontohkan kebijakan serupa yang telah diterapkan pada tahun 2025 lalu, di mana pemerintah daerah memberikan tiket umroh sebagai bentuk penghargaan.

“Seperti tahun 2025 kemarin, kita sudah berikan reward berupa tiket umroh. Ini akan kita lanjutkan sebagai bentuk apresiasi bagi mereka yang benar-benar bekerja dan berkontribusi menjaga kebersihan Aceh Barat,” kata Tarmizi.

Tarmizi berharap Aceh Barat terbebas dari persoalan sampah dan mampu tampil sebagai daerah yang bersih, nyaman, serta membanggakan, sejalan dengan harapan masyarakat dan arahan Pemerintah Pusat, pungkasnya ****

Brimob Metro Jaya Gelar Kerja Bakti “Jaga Jakarta Bersih” di Danau Cincin, Jakarta Utara

0

Jakarta,Redaksi.co-Satbrimob Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Jaga Jakarta Bersih di kawasan Danau Cincin, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan lingkungan dan menjaga kenyamanan kawasan danau bagi masyarakat sekitar.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Brimob terhadap lingkungan. “Brimob hadir untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan,” ujarnya.

Sebanyak 1 kompi diterjunkan dalam kegiatan ini. Kegiatan diawali dengan apel gabungan yang melibatkan brimob polda metro jaya, masyarakat dan unsur terkait. Seluruh personel kemudian diterjunkan untuk membersihkan sampah dan puing di wilayah tersebut, menekankan sinergi lintas sektor sebagai kunci efektivitas kegiatan. Kehadiran berbagai instansi menunjukkan kolaborasi yang solid dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan kota.

Dengan program Jaga Jakarta Bersih, Satbrimob Polda Metro Jaya terus menegaskan komitmennya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut berkontribusi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Sinergi Polri dan Petani: Polsek Bungursari Gelar Penanaman Jagung Serentak demi Swasembada Pangan 2026

0

PURWAKARTA | Redaksi.co – Sebagai aksi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Polsek Bungursari Polres Purwakarta bersinergi dengan Kelompok Tani (Poktan) melaksanakan Kegiatan Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare yang diinisiasi oleh Polda Jawa Barat. Senin 9/2/2025.

​Kegiatan yang bertujuan mendukung program Swasembada Pangan Tahun 2026 ini dipusatkan di Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, pada Minggu, 8 Februari 2026.

​Langkah ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis petani. Melalui kerja sama erat dengan masyarakat, Polsek Bungursari terjun langsung dalam proses penanaman jagung—salah satu komoditas pangan krusial bagi ketahanan daerah.

​Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, melalui Kapolsek Bungursari, Kompol R Dandan Nugraha Gaos, menegaskan komitmen Polri dalam mendorong kemandirian dan produktivitas petani.

“Kami ingin memastikan kehadiran Polri memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Semangat kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan di wilayah Purwakarta,” ujar Kompol Dandan.

BACA JUGA : Tingkatkan Profesionalisme Penyidik, Polres Purwakarta Ikuti Program “Polri Belajar”

Yang menjadi point kegiatan utama, adalah:​Kemandirian Pangan: Mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya ketersediaan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

Kolaborasi Lintas Sektor: Sinergi antara kepolisian, instansi terkait, dan kelompok tani lokal.

Peningkatan Kepercayaan: Mempererat hubungan emosional antara Polri dan warga melalui pendampingan ekonomi produktif.

​”Mari kita jadikan ketahanan pangan sebagai fokus dan konsentrasi bersama. Terlihat hari ini semua pihak bersinergi dengan baik dalam pelaksanaannya,” tutup Kompol Dandan. (*)

Sumber: Si Humas Polres Purwakarta

Redaksi Penyelaras: SK

Perdana, Bumkam Ita Mancia Kokas Salurkan Komoditas Pertanian dan Perikanan Lewat Skema Kemitraan

0

Fakfak, Redaksi.co – Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam) Bersama Ita Mancia Kokas (Katong Orang Kokas), resmi memulai distribusi perdana hasil pertanian dan perikanan masyarakat melalui skema kemitraan, Minggu (8/02/2026). Kegiatan ini menjadi tonggak awal penguatan ekonomi kampung melalui pemasaran hasil produksi lokal secara terorganisir.

Distribusi perdana tersebut ditandai dengan penerimaan sekaligus pengiriman pertama berbagai komoditas lokal yang telah memiliki kontrak kerja sama dengan PT HSI sebagai mitra distribusi. Perusahaan ini menangani suplai kebutuhan logistik (sesmik) untuk wilayah Kokas dan Sorong Selatan.

Bumkam Bersama Ita Mancia Kokas sendiri dibentuk atas inisiatif dan dukungan penuh Pemerintah Distrik Kokas sebagai wadah resmi pengelolaan potensi ekonomi masyarakat. Kepala Distrik Kokas terlibat langsung sejak proses pembentukan, pembinaan, hingga tahap pengiriman perdana. Bahkan, ia turut hadir melepas langsung keberangkatan komoditas dari Kokas sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menerjemahkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Fakfak dalam mendorong kemandirian ekonomi kampung serta penguatan UMKM berbasis potensi lokal.

Selain pemerintah distrik, BP Tangguh juga berperan sebagai pihak yang memfasilitasi dan mengawal Bumkam, mulai dari pendampingan, koordinasi kemitraan, hingga memastikan proses distribusi berjalan lancar.

Ketua Bumkam Bersama Ita Mancia Kokas, Abdul Tanggih Iriwanas, mengatakan distribusi perdana ini menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan potensi besar sektor pertanian dan perikanan masyarakat yang selama ini belum terkelola maksimal.

“Ini adalah titik awal agar hasil kebun dan tangkapan nelayan punya pasar yang pasti. Kita ingin potensi kampung benar-benar memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada tahap pertama, komoditas yang dikirim masih didominasi hasil pertanian segar, seperti kangkung, sawi, labu siam, tomat, rica (cabai), jeruk, serta berbagai jenis sayuran lainnya. Dari sektor perikanan, masyarakat juga memasok ikan komo dan ikan asar sebagai produk unggulan lokal.

Sementara itu, komoditas lain seperti ayam potong dan daging sapi sebenarnya sudah masuk dalam daftar permintaan pasar, namun pengirimannya akan dilakukan pada tahap berikutnya menyesuaikan kesiapan produksi.

Meski menjadi langkah awal, volume distribusi saat ini baru mencapai sekitar 10–15 persen dari total potensi produksi Kokas. Karena itu, tahap perdana difokuskan pada pembuktian kualitas produk sebagai jaminan kepercayaan bagi mitra kerja sama, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Tanggih berharap ke depan semakin banyak mitra yang terlibat sehingga seluruh hasil produksi petani dan nelayan Kokas dapat terserap pasar secara berkelanjutan.

Program ini diharapkan menjadi langkah jangka panjang dalam menciptakan kepastian pemasaran, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong kesejahteraan warga kampung.

“Intinya, kita ingin hasil masyarakat dipasarkan secara pasti dan kesejahteraan warga Kokas semakin meningkat,” tutupnya.

Rekrut Guru Non-SK di SDN 01 Ambulu Disorot, Aktivis Nilai Pembangkangan Terhadap UU ASN

0

Jember, redaksi.co – Dugaan praktik rekrutmen guru tanpa Surat Keputusan (SK) Bupati, non-PPPK, dan bukan PNS di SD Negeri 01 Ambulu dinilai sebagai bentuk pembangkangan terbuka terhadap Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Praktik ini memicu kecaman keras dari aktivis pendidikan hingga organisasi profesi guru karena dinilai berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum serius dan menjadi preseden buruk tata kelola pendidikan negeri.

Aktivis pendidikan PGRI sekaligus Humas PB PGRI, Ilham Wahyudi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pengangkatan guru di sekolah negeri tidak mengenal ruang kompromi, apalagi dalih sukarelawan.

“Ini bukan persoalan niat baik atau darurat. Ini soal kepatuhan hukum. Negara sudah tegas melarang pengangkatan honorer di sekolah negeri,” ujar Ilham saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Minggu (8/2/2026).

Ilham menilai, penggunaan istilah guru sukarelawan justru menjadi kamuflase pelanggaran aturan. Terlebih, fakta di lapangan menunjukkan nama guru tersebut berulang kali tercantum dalam dokumen dan kegiatan resmi sekolah, yang mengindikasikan praktik pengangkatan tidak prosedural.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahjono, membenarkan bahwa guru dimaksud berstatus sukarelawan yang menggantikan guru yang tengah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan pengakuan Kepala SDN 01 Ambulu yang menyebut keberadaan guru sukarelawan itu tidak pernah dilaporkan dan tidak diketahui oleh Dinas Pendidikan.

Kondisi ini memperkuat dugaan adanya pelanggaran sistemik yang tidak bisa lagi dianggap insidental.

Ilham dengan tegas menyebut praktik tersebut melanggar Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 Pasal 66 yang secara eksplisit melarang pengangkatan tenaga honorer di instansi pemerintah.

“Tahun 2024 sudah ditetapkan sebagai batas akhir tenaga honorer. Jadi alasan kekurangan guru, sukarelawan, atau kondisi darurat sama sekali tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, di sekolah negeri saat ini hanya boleh ada guru berstatus PNS, PPPK, atau memiliki SK Bupati. Di luar itu, kepala sekolah yang tetap merekrut tenaga pengajar tambahan patut diduga melanggar hukum dan wajib dikenai sanksi.

Ilham mengingatkan bahwa pembiaran praktik semacam ini berpotensi menjadi bom waktu yang akan membebani pemerintah daerah di kemudian hari.

“Kalau dibiarkan, persoalan honorer tidak akan pernah selesai. Ini bisa berubah jadi beban hukum dan beban anggaran. Jangan sampai kepala daerah yang akhirnya menanggung akibatnya,” ujarnya.

Sebagai aktivis pendidikan, Ilham menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Bupati Jember dalam penertiban manajemen ASN. Ia menekankan bahwa sekolah negeri seharusnya menjadi contoh kepatuhan hukum, bukan justru sumber persoalan.

Ia pun mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember untuk tidak ragu menelusuri dan menindak dugaan pelanggaran ini.

“Kalau terbukti ada rekrutmen atau pengangkatan guru honorer, baik di SDN 01 Ambulu maupun sekolah lain, itu wajib ditindak. Ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, tapi pelanggaran terhadap UU ASN Nomor 20 Tahun 2023 dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen ASN,” tandasnya.

Menurut Ilham, tidak ada celah hukum yang membenarkan pengangkatan tenaga pengajar di sekolah negeri dengan dalih apa pun.

“Hukum tidak mengenal istilah sukarelawan untuk mengajar di sekolah negeri. Mau disebut apa pun, tetap dilarang,” tegasnya.

Peringatan serupa disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Jember, Muhammad Abror Budianto. Ia mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar tidak mengambil kebijakan sepihak dalam merekrut tenaga pengajar tambahan.

Abror menegaskan, apabila sekolah mengalami kekurangan guru, satu-satunya jalur yang sah adalah melalui koordinasi dan persetujuan Dinas Pendidikan, bukan melalui kebijakan internal sekolah yang berpotensi menabrak aturan dan menyeret persoalan hukum di kemudian hari.

Reporter: Sofyan.

Dari Nol hingga Distribusi Perdana: Kisah Abdul Tanggih Iriwanas cs Bangun Bumkam ita Mancia Kokas.

0

Fakfak, Redaksi.co – Tidak ada yang instan dalam membangun kemandirian ekonomi kampung. Semua butuh proses panjang, kerja keras, dan ketekunan. Hal itulah yang dirasakan Abdul Tanggih Iriwanas saat merintis Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam) bersama Ita Mancia Kokas (Katong Orang Kokas) hingga akhirnya mampu melaksanakan distribusi perdana hasil pertanian dan perikanan masyarakat Distrik Kokas.

Di balik keberhasilan itu, tersimpan cerita perjuangan yang dimulai dari langkah-langkah kecil.

Abdul mengenang, saat awal berdiri, Bumkam belum memiliki apa-apa. Sarana terbatas, modal minim, bahkan kepercayaan masyarakat masih harus dibangun perlahan. Namun ia yakin, jika dikelola dengan niat baik dan melibatkan masyarakat, Bumkam bisa menjadi jalan keluar bagi perekonomian kampung.

“Waktu awal, kita mulai dari nol. Tidak mudah mengajak orang percaya. Tapi kita pelan-pelan buktikan bahwa ini untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Bersama Ita Mancia Kokas, pemerintah distrik, dan pemerintah kampung se-Kokas, Abdul aktif turun langsung ke masyarakat. Ia mendata potensi lokal, mendorong petani menanam lebih teratur, serta mengajak nelayan menjual hasil tangkapan melalui wadah bersama agar harga lebih stabil.

Baginya, Kokas memiliki kekayaan alam melimpah. Sayur-mayur, umbi-umbian, hingga hasil laut seperti ikan dan hasil tangkapan lainnya tersedia hampir setiap hari. Tantangannya bukan pada produksi, melainkan pada distribusi dan pemasaran.

“Selama ini masyarakat produksi sendiri-sendiri. Kadang hasil banyak tapi susah dijual. Di situ Bumkam hadir, jadi penghubung,” jelasnya.

Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Untuk pertama kalinya, Bumkam bersama Ita Mancia Kokas berhasil melaksanakan distribusi perdana hasil pertanian dan perikanan masyarakat melalui pola kemitraan.

Berbagai komoditas seperti kangkung, sawi, labu siam, dan aneka sayuran lokal, hingga hasil perikanan, berhasil dihimpun dan disalurkan secara terorganisir. Momen ini menjadi tonggak penting, menandai bahwa Bumkam tidak lagi sebatas rencana, tetapi sudah berjalan nyata.

Distribusi perdana tersebut disambut antusias masyarakat. Petani dan nelayan merasa lebih terbantu karena hasil mereka memiliki pasar yang jelas.

Abdul menyebut, keberhasilan ini bukan kerja satu dua orang, melainkan hasil gotong royong.

“Ini bukan keberhasilan saya pribadi. Ini kerja bersama. Kita ingin orang Kokas berdiri di kaki sendiri, hasil kampung bisa kasih hidup untuk masyarakat kampung,” katanya.

Ke depan, ia berharap Bumkam semakin kuat, mampu memperluas jaringan pemasaran, serta menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Ia juga ingin generasi muda Kokas terlibat aktif membangun kampungnya sendiri.

Dari langkah kecil hingga distribusi perdana, perjalanan Bumkam Kokas menjadi bukti bahwa ketika masyarakat bersatu dan dikelola dengan baik, potensi kampung bisa berubah menjadi kekuatan ekonomi.

Dan di balik itu semua, ada sosok Abdul Tanggih Iriwanas yang memilih berjalan bersama rakyatnya, membangun dari bawah, demi masa depan Kokas yang lebih mandiri.

Dua Kali Kebakaran, Rizal Kahfi Desak Pemkab Mamasa Segera Sediakan Mobil Damkar di Mambi

0

Redaksi.co MAMASA : Desakan agar Pemerintah Kabupaten Mamasa segera menyediakan mobil pemadam kebakaran di wilayah Mambi dan sekitarnya menguat. Hal ini menyusul dua peristiwa kebakaran rumah warga yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Rizal Kahfi menilai, rentetan kejadian tersebut menjadi bukti nyata bahwa Mambi sangat membutuhkan fasilitas pemadam kebakaran yang siaga di lokasi. Menurutnya, ketiadaan armada damkar di wilayah tersebut membuat penanganan kebakaran kerap terlambat sehingga kerugian warga semakin besar.

Beberapa bulan lalu terjadi kebakaran yang meludeskan rumah warga. Sekarang kembali terjadi kebakaran yang melahap rumah lainnya. Ini menunjukkan bahwa Mambi sangat membutuhkan mobil pemadam kebakaran untuk meningkatkan keselamatan masyarakat,” tegas Rizal.

Ia menekankan, keberadaan mobil pemadam di Mambi bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan mendesak. Jarak tempuh armada pemadam dari lokasi yang jauh dinilai menjadi salah satu faktor lambatnya penanganan saat api mulai membesar.

Sudah banyak kejadian yang tidak tertolong karena mobil pemadam terlalu jauh dari lokasi kejadian. Jangan tunggu musibah berikutnya. Segera sediakan mobil pemadam di Mambi dan lindungi warga dari ancaman kebakaran,” ujarnya.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera merespons tuntutan tersebut demi meningkatkan rasa aman dan meminimalkan risiko kerugian yang lebih besar di masa mendatang. Keberadaan mobil pemadam kebakaran di Mambi dinilai akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana di wilayah tersebut. (ZUL)

Perdana, Bumkam Ita Mancia Kokas Salurkan Komoditas Pertanian dan Perikanan Lewat Skema Kemitraan

0

Fakfak, Redaksi.co – Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam) Bersama Ita Mancia Kokas (Katong Orang Kokas), bekerja sama dengan Pemerintah Distrik serta pemerintah kampung se-Distrik Kokas, resmi memulai distribusi perdana hasil pertanian dan perikanan masyarakat melalui skema kemitraan, Minggu (8/02/2026).

Kegiatan tersebut ditandai dengan penerimaan sekaligus pengiriman pertama komoditas lokal yang telah memiliki kontrak kerja sama dengan PT HSI sebagai mitra distribusi. Perusahaan ini menangani suplai kebutuhan logistik (sesmik) untuk wilayah Kokas dan Sorong Selatan.

Ketua Bumkam Bersama Ita Mancia Kokas, Abdul Tanggih Iriwanas, menjelaskan bahwa langkah ini menjadi titik awal dalam menyalurkan potensi besar yang dimiliki masyarakat Kokas, khususnya pada sektor pertanian dan perikanan yang selama ini belum terkelola secara optimal.

Pada distribusi perdana, komoditas yang dikirim masih didominasi hasil pertanian segar, di antaranya kangkung, sawi, labu siam, tomat, rica atau cabai, jeruk, serta berbagai jenis sayuran lainnya. Dari sektor perikanan, masyarakat turut memasok ikan komo dan ikan asar sebagai produk unggulan lokal.

Sementara itu, beberapa komoditas lain seperti ayam potong dan daging sapi sebenarnya sudah masuk dalam daftar permintaan pasar, namun pengirimannya akan dilakukan pada tahap berikutnya menyesuaikan kesiapan produksi.

Meski menjadi langkah awal, volume distribusi saat ini baru mencapai sekitar 10–15 persen dari total potensi produksi Kokas. Karena itu, tahap pertama ini lebih difokuskan pada pembuktian kualitas produk sebagai jaminan bagi mitra kerja sama, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

“Harapan kami bukan hanya satu mitra saja. Semakin banyak pihak yang melirik potensi pertanian dan perikanan Kokas, sehingga seluruh produksi masyarakat bisa tersalurkan,” ujar Tanggih.

Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan UMKM serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat kampung. Ke depan, kerja sama distribusi direncanakan diperluas ke sejumlah wilayah lain, termasuk kawasan LNG Tangguh dan permintaan pasar di Kabupaten Fakfak.

Tanggih berharap distribusi perdana ini menjadi langkah berkelanjutan agar potensi lokal benar-benar menjadi sumber penghasilan tetap bagi petani dan nelayan.

“Intinya, kita ingin hasil masyarakat bisa dipasarkan secara pasti dan kesejahteraan warga Kokas semakin meningkat,” tutupnya.

Pemkab Aceh Barat Rampungkan Persiapan Peringatan Syahidnya Pahlawan Nasional Teuku Umar ke 127 Tahun 2026

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat merampungkan sejumlah persiapan untuk kegiatan Peringatan Syahidnya Pahlawan Nasional Teuku Umar ke 127 Tahun 2026.

Peringatan Syahidnya Teuku Umar pada tahun ini,mengusung thema : 127 Tahun Gugurnya Teuku Umar, Warisan Pahlawan, Inspirasi Sepanjang Zaman.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat, Dr Kurdi ST, MT, MH mengatakan, Peringatan Syahidnya Teuku Umar ke 127 tahun ini akan dilaksanakan dengan serangkaian kegiatan yang melibatkan sejumlah unsur baik itu dari pemerintahan, masyarakat dan juga pelajar.

“Kegiatan akan dimulai dengan malam renungan yang akan digelar di Suak Ujong Kalak pada Senin 9 Februari malam sekitar pukul 20.00 WIB hingga selesa. Nantinya di malam renungan itu juga akan diisi dengan sejumlah penampilan seperti pembacaan puisi dan penampilan drama dari para pelajar,” kata Kurdi, Minggu 8/2/2026

Selanjutnya, pada Selasa 10 Februari kata Kurdi, akan dilaksanakan kegiatan Napak Tilas oleh sejumlah peserta yang pelepasannya akan dimulai dari pukul 07.00 WIB di Suak Ujong Kalak.

“Kemudian pada malam harinya akan dilaksanakan malam pengajian di lokasi Komplek Makam Teuku Umar di Desa Mugo Rayeuk, Kecamatan Panton Reu pada pukul 20.00 WIB hingga selesai,” katanya.

Terakhir kata Kurdi yaitu, puncak Peringatan Syahidnya Teuku Umar ke 127 akan dilaksanakan pada Rabu 11 Februari dengan agenda upacara dan ziarah makam Teuku Umar yang akan dilaksanakan dari pukul 09.00 Wib hingga selesai ****

HALAMAN SEKOLAH YANG MEMPRIHATINKAN

0
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 33;

Redaksi co. Kula tungkal

Hari: minggu

Tanggal : 08/02/2026

Terkait halaman sekolah dasar, SD/053 tanjung jabung barat serta bangunan sekolah yang sampai sa’at ini belum dapat bantuan dalam hal pembangunan.

salah satu seorang guru yang bernama sadat menyebut kan, berkata ntah sampai kapan pembangunan di SD/053 ini bisa secepat nya terlaksana kan atau pun mendapat kan pembangunan yang layak tutur nya.

Dlam hal ini seluruh guru terkusus sekolh dasar, sangat mengharap kan ada nya bantuan dalam hal pembangunan halaman sekolah dan juga lokal kelas yang layak, mengingat keadaan sekolah yang sangat memprihatinkan ini.

kepda bapak  dinas pendidikan. kami sangat berharap tentu nya, agar kami SD/053 segra dapat bantuan perubahan pembanguan.

dalam hal ini guru SD/053 sebenar nya juga agak mersa kecwa ,karna sudah mengajukan proposal pembanguan ke dianas pendidikan Menganai lokal sekolah, dan juga halaman sekolah. namun sampai hari ini, tidak ada respon, dan juga tidak ada garak perubahan atau pun pelaksanaan pembangunan samapi hari ini juga.

 

Mengingat seluruh SD yang berada terkusus di pengabuan, sudah banyak yg mendapat kan batuan dalam hal pembangunan sekolah namun kami sampai hari ini belum mendapat kan ha itu.

Ini sangat miris karna sekolah ini sangat memprihtikan  dengan keadaan lapangan  yang berlumpur, dan atap sekolah banyak yg jebol serta toilet yg reot, sangat membuat anak anak sekolah kesulitan dalam hal belajar ,dan melakukan berbagai kegiatan apa saja.

belum lgi kedaan toilet yang tidak memungkin kan, hal ini tentu  membuat anak anak didik susah mau buang air besar, mau pun buang air kecil. karna keadaan toilet yang sangat tidak layak dan rawan terjdi kecelakan yang bisa saja membahayakan anak pelajar sewaktu waktu.

Penulis : alvian