Senin, Maret 23, 2026
Beranda blog Halaman 288

Pemkab Aceh Barat Resmi Luncurkan Aplikasi Sistem Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi)

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat resmi meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) versi 3 yang berlangsung di Aula Cabang Dinas Pendidikan.

Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, S.H, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Barat dan Kadis Kominsa, sebagai wujud komitmen daerah terhadap reformasi birokrasi berbasis digital.

Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, SH menyatakan bahwa SRIKANDI bukan sekadar platform teknologi, melainkan simbol dari semangat baru untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

“Dengan aplikasi ini, proses pengelolaan dokumen dan arsip di Kabupaten Aceh Barat akan lebih terintegrasi, cepat, dan mudah diakses tanpa mengurangi aspek keamanan dan kerahasiaan data,” ujar Said Fadheil.

Said menambahkan, Peluncuran ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 679 Tahun 2020 tentang Aplikasi Umum Bidang Kearsipan Dinamis.

Walaupun Aceh Barat menjadi kabupaten ke-17 di Provinsi Aceh yang melaunching aplikasi ini, diharapkan dapat mengiplentasikan di seluruh SKPK dan Kecamatan.

“Kami berharap seluruh kepala dinas dan camat dapat memanfaatkan aplikasi ini secara maksimal, termasuk dalam pemberkasan arsip digital, tanda tangan elektronik, serta layanan informasi berbasis elektronik,” tambah Said

Said menyebutkan, panggilan sedang lagi Berdasarkan data dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh Barat, telah tercatat lebih dari 45.000 transaksi elektronik yang terintegrasi dengan Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) BSSN, menandakan kesiapan daerah dalam menjalankan sistem pemerintahan digital yang aman dan efisien.

Peluncuran SRIKANDI ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi bukan hanya alat, tapi juga bagian dari budaya kerja pemerintahan modern yang adaptif dan inovatif, pungkas Said ****

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP.MM Kagumi Kreatifitas Siswa dan Guru Saat Kunjungi SMPN 2 Meureubo

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat Tarmizi,.SP,. MM melakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Meureubo pada Rabu 14/5-2025

Dalam kunjungan tersebut Bupati Tarmizi turut didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Husensah,.M.Pd disambut hangat oleh Kepala SMPN 2 Meureubo Ibnu Abas,.S.Pd,.M.Pd dan seluruh dewan guru sekolah setempat

Kedatangan orang nomor satu di Aceh Barat ke SMPN 2 Meureubo untuk melihat secara langsung kondisi sekolah baik bangunan phisik maupun lingkungan sekolah. Selain itu, Bupati Tarmizi juga melakukan pertemuan dan dialog dengan seluruh dewan guru untuk memberi semangat kepada dewan guru dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Dan disamping itu, juga ingin mendengarkan aspirasi langsung dari guru terkait proses PBM di sekolah setempat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga melihat langsung hasil kreativitas siswa dan guru yang mengolah sampah menjadi barang-barang bermanfaat yang bernilai ekonomis.

Bupati Tarmizi menyatakan kekagumannya atas hasil kreasi siswa dan guru sekolah tersebut yang menyulap sampah plastik dan barang bekas menjadi barang-barang yang bermanfaat yang bernilai ekonomis. Disamping itu, dengan memanfaatkan sampah menjadi sebuah karya atau ketrampilan, para siswa sudah turut berpartisipasi menjaga lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat yang bersih dan terbebas dari sampah

“Saya berharap apa yang telah dilakukan oleh SMP Negeri 2 Meureubo menjadi sekolah percontohan dalam pengelolaan sampah dilingkungan sekolah, dan hal ini patut kita apresiasi,” Imbuh Bupati Tarmizi****

Usai Kalahkan Balee United Dengan Skor 3-1 , Eva Sky Juarai Turnamen Macan Putih Cup 2025

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Klub Sepak bola Eva Sky berhasil meraih gelar juara Piala Presiden Macan Putih 2025 setelah sukses menundukkan Balee United dengan skor meyakinkan 3-1 dalam partai final yang digelar di Lapangan Bola Kaki Gajah Tunggal, Gampong Ranto Panyang Barat Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Rabu 14/5/25.

Laga yang sangat dinantikan ini menyedot perhatian ribuan penonton yang memadati lapangan sejak sore hari. Atmosfer pertandingan berlangsung meriah, dengan dukungan penuh dari para suporter kedua tim yang menciptakan suasana kompetitif dan penuh semangat.

Sejak peluit awal dibunyikan, Eva Sky tampil agresif dan langsung mendominasi jalannya pertandingan. Gol pembuka tercipta pada menit ke-17 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti oleh Miftahul Hamdi, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Eva Sky.

Tertinggal satu gol, Balee United yang diperkuat para pemain “Ring 1″ mulai meningkatkan intensitas permainan. Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-30 lewat gol penyama kedudukan dari striker andalan, Al Muzadi, yang sukses menjebol gawang Eva Sky. Skor imbang 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, kedua kesebelasan saling melancarkan serangan. Meski Balee United kerap menekan, lini pertahanan Eva Sky tampil solid dan disiplin. Pada menit ke-70, Eva Sky berhasil membangun serangan balik cepat yang diakhiri dengan gol dari Amirul Al Mukminin, membawa timnya kembali unggul 2-1.

Tidak berselang lama, pada menit ke-80, Afdhalul Basyar memastikan kemenangan Eva Sky lewat gol ketiga yang dicetaknya memanfaatkan kemelut di depan gawang Balee United. Skor 3-1 bertahan hingga wasit meniup peluit akhir.

Meski terus mencoba mengejar ketertinggalan di sisa waktu, Balee United harus puas menempati posisi runner-up. Sementara itu, kemenangan ini menjadi puncak manis bagi Eva Sky yang tampil konsisten sepanjang turnamen dan akhirnya meraih trofi juara Piala Presiden Macan Putih 2025.

Turut hadir menyaksikan pertandingan final tersebut, Bupati Aceh Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Aceh Barat, Said Azmi, S.E. dalam kesempatan di sela – sela berakhirnya laga menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten terhadap kegiatan olahraga lokal.

” Turnamen seperti ini sangat positif dan perlu terus digalakkan karena tidak hanya membina bakat sepak bola, tetapi juga mempererat persatuan masyarakat,” ujar Said Azmi usai pertandingan.

Lebih lanjut, said mengungkapkan apresiasi kepada Presiden Macan Putih dan seluruh pihak yang telah menyukseskan turnamen tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras panitia penyelenggara khususnya kepada Presiden MACAN PUTIH yang telah memprakarsai turnamen yang luar biasa, serta seluruh tim peserta yang telah menunjukkan semangat sportivitas sejak awal kompetisi. Ini bukti bahwa sepak bola tidak hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang silaturahmi dan persaudaraan,” ungkap Said dengan penuh semangat.

Ditekankan, agar turnamen seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin tahunan yang mampu membangkitkan gairah olahraga, khususnya sepak bola, di kalangan generasi muda Aceh Barat.

Said Azmi, juga menyampaikan harapannya usai menyaksikan langsung suksesnya penyelenggaraan Turnamen Open Cup Piala Presiden Macan Putih tahun 2025.

Menurutnya bahwa event seperti ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi wadah pembinaan yang sangat penting bagi generasi muda.

” Melihat suksesnya turnamen ini, kami berharap akan lahir tunas-tunas muda berbakat yang kelak mampu membawa kembali kejayaan sepak bola Aceh Barat. Ini sejalan dengan harapan Bupati Aceh Barat, Bapak Tarmizi, S.P., M.M., yang bertekad menghidupkan kembali kejayaan PERSABAR seperti masa kejayaannya dulu,” ujar Said Azmi.

Ditambahkan juga, bahwa pihaknya (Pemerintah Aceh barat) siap mendukung program-program pembinaan dan pengembangan olahraga, khususnya sepak bola, demi kemajuan dunia olahraga di Aceh Barat.

Selanjutnya ia juga menyampaikan salam dari Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., yang berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota.

“Pak Bupati menitipkan salam hangat untuk seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang telah meramaikan turnamen ini. Beliau sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini dan berharap even seperti Piala Presiden Macan Putih bisa terus berkembang dan menjadi ajang pembinaan talenta muda di bidang olahraga,” pungkasnya.

Disisi lain, Keberhasilan Eva Sky sekaligus menutup gelaran Turnamen Open Cup Piala Presiden Macan Putih 2025 dengan gemilang serta menandai semangat sportivitas dan kebersamaan dalam geliat sepak bola di Aceh Barat.

Presiden Club Eva Sky, Hamdayani yang akrab disapa Bang AM, saat ditemui media usai laga tersebut mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan timnya meraih gelar juara.

“Alhamdulillah, ini hasil kerja keras seluruh tim, pelatih, pemain, dan dukungan penuh dari para suporter. Kami sangat bangga bisa membawa pulang trofi Piala Presiden Macan Putih 2025,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kemenangan tersebut menjadi motivasi besar bagi Eva Sky untuk terus berkembang dan berprestasi di turnamen-turnamen berikutnya.

“Semoga ke depan, Eva Sky bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub lokal lainnya dan terus mencetak pemain-pemain berbakat dari Aceh Barat,” Ringkasnya.

Dengan suksesnya digelar turnamen Sepak bola di Kecamatan Meureubo itu, diharapkan persepakbolaan di Aceh Barat dapat terus berkembang, tidak hanya dari segi kompetisi, tetapi juga dalam pembinaan pemain usia dini, peningkatan kualitas klub lokal, serta penguatan infrastruktur olahraga, ****

Akses Ekonomi dan Kehidupan Warga Lalan Bersiap Terhubung Kembali

0

Akses Ekonomi dan Kehidupan Warga Lalan Bersiap Terhubung Kembal

Redaksi.co LALAN, (MUBA) — Untuk pertama kalinya berkunjung ke Kecamatan Lalan, Bupati H M. Toha dan Wabup Rohman membawa “kado” istimewa bagi masyarakat setempat. Setelah penantian panjang dan koordinasi lintas sektor selama hampir sembilan bulan, harapan warga Kecamatan Lalan akhirnya mulai menunjukkan titik terang.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin secara resmi memulai proyek revitalisasi Jembatan P6 Sungai Lalan, ditandai dengan seremoni peletakan tiang pancang pertama (groundbreaking) pada Rabu (14/5/2025) di Desa Sukajadi, Kecamatan Lalan. Kegiatan ini disambut antusias dan penuh haru oleh masyarakat setempat.

Groundbreaking ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemulihan konektivitas dan kebangkitan ekonomi warga, menyusul rusaknya jembatan akibat dihantam kapal tongkang bermuatan batu bara pada 12 Agustus 2024 lalu. Sejak insiden itu, aktivitas masyarakat terganggu, distribusi hasil pertanian terhambat, dan roda perekonomian melambat drastis.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Ketua DPRD Muba Afitni Junaidi Gumay beserta anggota, Forkopimda, Ketua Asosiasi Pengguna Lalu Lintas di Bawah Jembatan P6 Lalan (AP6L) Humala Oloan Pasaribu, serta jajaran OPD Provinsi dan Kabupaten turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di wilayah terpencil.

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru mengapresiasi langkah cepat Pemkab Muba. Ia menargetkan kepada pihak AP6L agar pembangunan jembatan dapat rampung sebelum 31 Desember 2025, lebih cepat dari target awal yang diperkirakan 10 bulan.

“Saya bangga atas respons cepat dan komitmen kuat Pemkab Muba dalam merealisasikan pembangunan jembatan vital ini. Ini bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah, perusahaan dan masyarakat. Kalau target awal 10 bulan, saya minta bisa dipercepat jadi 6 bulan, dan harus rampung maksimal 31 Desember 2025,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga meminta pihak PLN agar segera memfasilitasi peralihan jaringan listrik warga dari PT. MEP ke PLN, demi menjamin kualitas layanan yang lebih baik dan stabil.

Sementara itu, Bupati Muba H. M. Toha menegaskan bahwa keselamatan dan aksesibilitas masyarakat adalah prioritas utama pemerintah daerah. “Revitalisasi Jembatan P6 bukan sekadar membangun kembali infrastruktur fisik, tapi juga membangun kembali harapan dan masa depan warga Lalan,” ujar Toha.

Ia menambahkan, Jembatan P6 merupakan jalur vital yang menunjang mobilitas dan perekonomian masyarakat di Kecamatan Lalan dan sekitarnya. “Kami ingin pembangunan ini menjadi simbol nyata hadirnya negara hingga ke pelosok,” lanjutnya.

Bupati Toha juga menyampaikan apresiasi kepada pihak perusahaan yang telah menunjukkan tanggung jawab dan komitmen dalam proses perbaikan jembatan pasca insiden. Ia berharap proses revitalisasi ini dilaksanakan secara profesional, tepat waktu, dan sesuai standar keselamatan serta kualitas konstruksi.

“Kami akan terus mengawal dan memfasilitasi proses pembangunan ini agar berjalan lancar dan optimal. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawasi dan mendukung. Mari kita jaga, kita awasi, dan kita doakan agar pembangunan ini berjalan sesuai harapan,” katanya di hadapan ratusan warga yang hadir.

Dalam kesempatan ini, Bupati Toha juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sumsel atas respon cepat terhadap dua aspirasi penting masyarakat yang telah ia sampaikan. Pertama, permohonan agar jaringan listrik yang saat ini masih dikelola oleh PT. MEP dapat dialihkan ke PLN untuk menjamin pelayanan yang lebih andal. Kedua, usulan peningkatan status jalan penghubung dari Kecamatan Sungai Lilin ke Lalan menjadi jalan provinsi, guna mendukung kelancaran mobilitas dan distribusi hasil pertanian.

“ Terima kasih pak gubernur, Kami percaya dengan sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi, berbagai persoalan ini bisa segera diatasi demi kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Jembatan ini membentang sepanjang 320 meter dengan lebar 7 meter. Kegiatan groundbreaking ini sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses transportasi masyarakat perairan.

Camat Lalan, Jami’an, juga menyampaikan apresiasinya. “Ini bukan sekadar pembangunan jembatan, tetapi simbol kepedulian dan keberpihakan pemerintah terhadap warga kami. Terima kasih atas perhatian dan langkah nyata ini,” pungkasnya.

Di akhir acara, Gubernur Sumsel H. Herman Deru secara simbolis menyerahkan bantuan 12 unit traktor dari Kementerian Pertanian kepada masyarakat.
(Alam/Team)

TIM Jibom Polda Jatim Ledakkan Mortir Hasil  Temuan Warga Kencong

0

JEMBER, Redaksi. co – Bertempat di pesisir pantai Paseban Tim Penjinak Bom (JIBOM) dari Polda Jatim dengan di saksikan oleh Anggota Polres Jember dan Polsek Kencong berhasil menghancurkan Mortir yang di duga peninggalan jaman kolonial (14/05/2025).

Dari keterangan Kabag Ops Polres Jember, Kompol Istono, Mortir yang di ledakkan oleh Tim Jibom merupakan jenis amunisi militer standar dengan panjang sekitar 25 cm dengan berat sekitar 2 kg yang di perkirakan peninggalan jaman kolonial, hal ini di lihat dari model dan bentuknya.

oplus_0

“Kami dari Polres Jember bersama kapolsek Kencong mendatangkan Tim Jibom dari Polda Jatim secara khusus guna melakukan penangan benda berbahaya berupa mortir untuk proses disposal atau peledakan secara aman di area pesisir pantai yang jauh dari permukiman warga.

Mortir yang diledakkan tersebut awalnya di temukan oleh warga di sungai di wilayah Kecamatan Kencong – JemberJember, “imbuhnya.

Di tempat dan waktu yang sama, Bripka Hariri, PS Panit Jibom Polda Jatim mengatakan, Peledakan dan penghancuran Montir, kami lakukan di pesisir pantai dengan alasan keamanan.

“Sebelum di lakukan peledakkan, mortir  tersebut di taruh di dalam galian dengan kedalaman sekitar 50 cm, sehingga ketika Mortir di ledakkan aman dari hal – hal yang tidak di inginkan dan serpian dari mortir tiak berserakan (*)

Polres Aceh Barat Lakukan Pengamanan Aksi Damai Mahasiswa Desak Evaluasi Kemenag

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Polres Aceh Barat melaksanakan pengamanan terhadap aksi unjuk rasa yang digelar oleh sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Generasi Aceh Menggugat (GAM).

Aksi ini berlangsung di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat pada Rabu pagi 14/05/2025, dengan tujuan untuk mendesak transparansi, evaluasi, dan reformasi birokrasi di lingkungan Kemenag Aceh Barat.

Pengamanan kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Aceh Barat, Kompol Anton Praptono, S.H., M.H., atas arahan langsung dari Kapolres Aceh Barat. Personel gabungan dikerahkan untuk memastikan jalannya aksi berjalan tertib dan aman.

Sekitar pukul 11.00 WIB, massa yang terdiri dari ± 50 orang peserta aksi tiba di titik aksi di depan Kantor Kemenag Aceh Barat, Jalan Nasional, Gampong Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Massa dipimpin oleh koordinator aksi, Gusti Fernandi, mahasiswa asal Gampong Gunong Panah, Kecamatan Bubon, Aceh Barat.

Dalam aksinya, para peserta membawa berbagai alat peraga seperti spanduk kain, kertas karton, dan pengeras suara. Isi dari spanduk yang dibawa menggambarkan kekecewaan dan kritik tajam terhadap Kemenag Aceh Barat.

Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K. menyampaikan bahwa pihak kepolisian tetap berkomitmen menjaga ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi sepanjang berlangsung sesuai hukum dan peraturan yang berlaku.

Pengamanan aksi ini merupakan bagian dari pelayanan Polri. “Kami mengerahkan personel gabungan untuk memastikan aksi berlangsung aman, tertib, dan situasi Kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.

Kapolres menambahkan bahwa pihaknya melakukan pendekatan humanis dalam melayani dan mengawal penyampaian pendapat dimuka umum yang dilakukan sejumlah elemen mahasiswa.

Kami juga sangat mengapresiasi adik-adik dari Aliansi Generasi Aceh Menggugat (GAM) karena aksi damai berjalan kondusif, Aksi unjuk rasa yang berlangsung sekitar satu jam ini berjalan dengan tertib dan damai.

Polres Aceh Barat menerapkan strategi pengamanan terbuka dan tertutup untuk mencegah potensi gesekan maupun provokasi yang tidak diinginkan. Aparat juga melakukan pendekatan humanis dan persuasif terhadap para peserta aksi.

Satuan Lalu Lintas juga ditempatkan di sekitar lokasi aksi untuk menjaga Kamseltibcarlantas, keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu Lintas di lokasi tersebut.

Aksi unjuk rasa ini pun berakhir dengan damai, pada Pukul 12.20 WIB, massa membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan seluruh tuntutannya di depan Kantor Kemenag Aceh Barat. Situasi di lokasi terpantau aman, kondusif, dan terkendali****

Polda NTB Musnahkan Barang Bukti Narkoba dan Miras Senilai Rp 17,7 Miliar

0
Oplus_131072

Polda NTB Musnahkan Barang Bukti Narkoba dan Miras Senilai Rp 17,7 Miliar

Redaksi.co, Mataram | 14 Mei 2025 – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar konferensi pers dalam rangka pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan kasus narkotika dan minuman keras (miras) ilegal yang terjadi selama periode Maret hingga April 2025. Dalam kesempatan tersebut, terungkap bahwa sebanyak 29 kasus berhasil diungkap, dengan jumlah tersangka mencapai 49 orang.

Wakapolda NTB mengungkapkan bahwa dalam rentang waktu tersebut, pihaknya berhasil menyita narkotika jenis sabu seberat 3,1 kilogram, 11 butir ekstasi, serta ganja sebanyak 645,281 gram. Berkat penyitaan ini, Polda NTB memperkirakan telah menyelamatkan sekitar 16.201 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba, serta memukul kerugian ekonomi jaringan peredaran gelap tersebut hingga mencapai Rp 4,6 miliar.

Selain itu, data akumulatif dari Januari hingga April 2025 mencatat bahwa Polda NTB telah menangani 53 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 85 orang. Barang bukti yang disita dalam kurun waktu tersebut meliputi sabu seberat 8,6 kilogram, mefedron 62 butir, ekstasi 20 butir, serta ganja seberat 650,155 gram. Tak hanya itu, aparat juga berhasil menyelamatkan sekitar 44.147 orang dari dampak buruk narkoba dan memperkirakan kerugian ekonomi jaringan tersebut mencapai Rp 13 miliar.

Pemusnahan barang bukti dilakukan sebagai bentuk transparansi kepada publik dan bukti nyata komitmen Polda NTB dalam memberantas peredaran narkoba dan miras di wilayah hukum NTB. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat kepolisian, instansi terkait, serta media lokal.

Polda NTB mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam memerangi peredaran gelap narkoba demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.

 

Read : HS2015 Abach uhel

 

Sumber : Redaksi.co

*Polda Malut Gelar Nobar Film “Sayap-Sayap Patah 2: Olivia” untuk Tangkal Radikalisme*

0

REDAKSI.CO- Kepolisian Daerah Maluku Utara menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia di Bioskop XXI Ternate, Selasa (13/5/2025). Acara ini menjadi momen reflektif sekaligus ajakan moral untuk bersama-sama menangkal radikalisme dan terorisme.

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., turut hadir bersama Wakapolda Malut, Ketua Bhayangkari Daerah Malut, serta para pejabat utama Polda dan Kapolres/ta jajaran. Selain itu, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan insan pers juga ikut nobar.

Dalam sambutannya sebelum pemutaran film, Kapolda Malut mengenang tragedi bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, yang menewaskan balita berusia dua tahun, Intan Olivia Marbun.

“Peristiwa ini bukan hanya luka, tapi peringatan bahwa radikalisme masih nyata di sekitar kita. Saya menyaksikan langsung dampaknya, karena saat itu saya menjabat Kabag Ops Korps Brimob Polri,” ujarnya.

Pelaku serangan, Juhanda, diketahui merupakan eks narapidana teroris yang tergabung dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), berafiliasi dengan ISIS. Tragedi itu menjadi dasar cerita dalam film yang ditayangkan malam itu.

Film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia menggambarkan perjuangan keluarga korban dan aparat negara menghadapi dampak kekerasan ekstremisme.

“Ini bukan sekadar tontonan. Lewat seni dan budaya, kita bisa menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan cinta damai,” kata Kapolda.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polda Malut membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat benteng sosial terhadap ancaman kekerasan dan intoleransi.

DARURAT JALAN DI MEANG, WARGA TANDU PASIEN SAKIT LEWATI LUMPUR

0

DARURAT JALAN DI MEANG, WARGA TANDU PASIEN SAKIT LEWATI LUMPUR

Lombok Barat, NTB  Redaksi.Co– Sebuah potret memilukan kembali menyentak hati publik. Warga Dusun Meang, Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, terpaksa menandu pasien sakit melintasi jalan rusak berat yang penuh lumpur dan genangan air untuk mencapai jalan utama.

Kondisi jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju fasilitas kesehatan dan pusat kegiatan warga ini kini berada dalam kondisi rusak total. Jalan berlubang besar, digenangi air, dan licin karena lumpur, menyulitkan bahkan membahayakan warga, terutama saat terjadi kondisi darurat kesehatan.

Dalam video yang beredar, tampak beberapa warga bergotong royong membawa pasien menggunakan tandu dari kain dan bambu, menyusuri medan yang sulit dilalui bahkan oleh kendaraan bermotor.

H. Munawar, salah satu tokoh masyarakat peduli di wilayah Sekotong, mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam.

> “Kami sangat berharap ada perhatian khusus terhadap warga kami di Dusun Meang ini. Akses jalannya sangat memprihatinkan. Sampai-sampai warga yang sakit harus ditandu sejauh beberapa kilometer ke jalan besar, baru bisa dijemput kendaraan pick-up atau ambulans,” ujar H. Munawar.

 

> “Semoga Bapak Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Ibu Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, serta Dinas PUPR dan instansi terkait lainnya bisa segera mengatensi kondisi ini. Jangan hanya jalan-jalan pinggir kota yang diperbaiki, karena kalau di kota masih banyak jalan alternatif. Tapi di Meang, jalan ini satu-satunya akses keluar-masuk warga. Ini sangat mendesak,” imbuhnya.

 

Masyarakat menilai, perbaikan jalan bukan lagi menjadi permintaan biasa, tapi sudah menyangkut hak dasar warga negara untuk mendapatkan layanan publik yang layak. Dalam keadaan darurat, akses jalan menjadi penentu keselamatan jiwa, terlebih bagi pasien, ibu hamil, dan lansia.

Situasi ini menunjukkan bahwa masih ada ketimpangan serius dalam pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di daerah pelosok. Dusun Meang yang memiliki potensi di sektor pertanian, kelautan, dan pariwisata ini seharusnya mendapatkan perhatian lebih.

Dengan ini, warga Dusun Meang dan para tokoh masyarakat mendesak agar Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menjadikan perbaikan jalan ini sebagai prioritas utama dan segera merealisasikan langkah-langkah nyata di lapangan.

read : HS2025 Abach uhel

Sumber : Redaksi.Co

Ajang Silaturrahmi Dan Kekompakan Pemuda Desa Dalam Liga Kuala Bhee

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan LIGA KUALA BHEE, sebuah ajang olahraga yang digelar untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kekompakan pemuda dan pemudi Desa Kuala Bhee.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa bersama unsur pemuda ini berlangsung meriah di Lapangan Bola Kaki PERKASA, kebanggaan warga Woyla, pada Selasa, 13/5/25 Liputanone

LIGA KUALA BHEE mempertandingkan dua cabang olahraga, yakni sepak bola dan bola kasti, yang diikuti oleh pemuda-pemudi dari empat dusun yang ada di Desa Kuala Bhee.

Selama tiga hari, sejak tanggal 13 hingga 15 Mei 2025, antusiasme peserta dan warga terus membara menyambut ajang yang tak hanya bertujuan hiburan, tetapi juga sarana pemersatu generasi muda.

Ketua Panitia, Teuku Afdhal Reumaffer, menegaskan bahwa LIGA KUALA BHEE bukan sekadar soal menang atau kalah.

“Tujuan kami bukan mencari siapa juaranya, bukan hadiah ratusan juta yang kami kejar. Ini tentang membangun semangat kebersamaan, menjalin silaturahmi, dan menghidupkan semangat membangun desa,” ujarnya.

Keceriaan dari kegiatan ini tak hanya dirasakan oleh para pemuda dan pemudi serta masyarakat dewasa, namun juga menyentuh hati para kanak-kanak.

Tawa riang, sorak sorai, dan gelak canda anak-anak yang memenuhi sisi lapangan menjadi warna tersendiri yang menambah semarak suasana.

Bagi mereka, LIGA KUALA BHEE adalah momen bermain bebas, menyaksikan idola mereka di lapangan, dan menikmati kebahagiaan sederhana di tengah komunitas yang hangat.

Sementara itu, Kepala Desa Kuala Bhee, Kausar Yusmida, A.Md.Kep., dalam sambutannya saat pembukaan turnamen menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemuda Gampong Kuala Bhee atas partisipasi yang ditunjukkan dengan penuh kekompakan dan persatuan.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas dedikasi luar biasa dari Ketua Panitia Pelaksana dan seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan pesta pora pemuda ini. Guna dan maksud kegiatan ini tidak lain adalah untuk menjaga dan menjalin ukhuwah silaturahmi yang baik, serta membentuk kekompakan dan persatuan yang utuh,”ujar Keuchik Kuala bhee itu.
Harapannya, pemuda Kuala Bhee ke depan dapat terus bersatu padu dalam berbagai bidang, baik keagamaan, olahraga, sosial kemasyarakatan, dan lainnya.

Puncak kegiatan akan digelar pada Kamis, 15 Mei 2025, dengan resepsi pembagian hadiah bagi peserta yang tampil terbaik, dilanjutkan dengan makan bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat aparatur gampong, pemuda, anak-anak, hingga warga dari berbagai latar belakang.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan melalui LIGA KUALA BHEE, Desa Kuala Bhee menunjukkan bahwa kekompakan dan gotong royong pemuda desa bisa menjadi motor penggerak pembangunan yang inklusif dan menyenangkan.

Diharapkan kegiatan serupa dapat menginspirasi desa-desa lainnya untuk menggelar ajang positif demi mempererat persaudaraan antarwarga.
****