Senin, Maret 30, 2026
Beranda blog Halaman 255

Dua Atlit Muaythai Aceh Barat Berjaya di Sabet Dua Mendali

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Dua atlet Muaythai asal Kabupaten Aceh Barat berhasil mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional setelah meraih medali emas dalam ajang RING WARRIORS CHAMPIONSHIP 2025 yang digelar pada 4–6 Juli 2025 di Batu Pahat, Johor, Malaysia.
Dalam kejuaraan bergengsi tersebut, Afriansyah Putra dan M. Zakie Al Hafid tampil impresif di kelas masing-masing dan keluar sebagai juara, membawa pulang emas untuk tanah air.

Afriansyah Putra bertanding di kelas 45 kg kategori Amateur dan sukses menaklukkan lawan-lawannya hingga meraih juara. Sedangkan M. Zakie Al Hafid berlaga di kelas 63 kg kategori Semi Pro dan juga berhasil menyabet medali emas.

Keduanya merupakan atlet andalan Aceh Barat yang diutus oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat di bawah kepemimpinan pasangan Tarmizi-Said (TARSA) dan dibina oleh KONI Aceh Barat.

Afriansyah berasal dari Komplek Perumahan Army, Gampong Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan. Sementara Zakie adalah putra asli Gampong Ujong Kalak, juga di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Ketua KONI Aceh Barat, Tarmizi Satar, SE., mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian kedua atlet tersebut.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi perjuangan Afriansyah dan Zakie yang telah mengharumkan nama Aceh Barat di tingkat internasional. Ini menjadi bukti bahwa anak-anak muda dari daerah kita mampu bersaing dan berprestasi di level dunia,” ujar Tarmizi.

Ajang RING WARRIORS CHAMPIONSHIP sendiri merupakan salah satu kompetisi Muaythai paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara, yang mempertemukan para petarung dari berbagai negara. Turnamen ini menjadi wadah bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan teknik, kekuatan fisik, dan strategi bertanding kelas dunia.

Afriansyah Putra yang telah kembali ke tanah air dan saat ini berada di Banda Aceh, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada pelatih, keluarga, Pemerintah Aceh Barat, KONI Aceh Barat, serta seluruh masyarakat Bumi Teuku Umar atas doa dan dukungan yang telah diberikan selama ini.

” Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami, terutama masyarakat Aceh Barat. Semoga ini bisa menjadi semangat bagi generasi muda untuk terus berprestasi,” ucapnya.

Afriansyah, yang akrab disapa Puput, juga mengabarkan bahwa dirinya akan kembali tampil mewakili Indonesia dalam kejuaraan internasional lainnya yang akan digelar di Malaysia pada bulan Oktober 2025.

” Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Aceh dan Indonesia untuk pertandingan saya selanjutnya di Malaysia bulan Oktober mendatang,” tutupnya.

Sementara itu, pelatih Muaythai Aceh Barat, Putra, mengatakan bahwa capaian yang diraih oleh Afriansyah dan Zakie adalah hasil dari latihan keras, disiplin, serta dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk KONI dan Pemerintah Aceh Barat.

” Prestasi ini tidak datang secara instan. Kedua atlet telah menjalani latihan yang intensif selama berbulan-bulan. Mereka punya semangat juang tinggi, mental bertanding yang kuat, dan yang terpenting adalah dukungan dari semua pihak, terutama keluarga dan masyarakat Aceh Barat,” ujar Putra.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pembinaan berkelanjutan agar para atlet Muaythai Aceh Barat bisa terus mencetak prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

” Kami tidak akan berhenti di sini. Target kami ke depan adalah menciptakan lebih banyak atlet berprestasi dari Aceh Barat. Kita punya banyak talenta muda yang potensial dan perlu terus dibina secara serius,” pungkasnya.

Prestasi gemilang ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi para pemuda Aceh Barat lainnya untuk terus berlatih, berprestasi, dan membawa nama daerah ke pentas nasional maupun internasional. Selain itu, ini juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat dukungan terhadap pembinaan olahraga, khususnya cabang Muaythai ****

Berbagai Perusahaan BUMN/Swasta Terima Sertifikat Proper, Ini Yang Disampaikan

0

Redaksi.co | Palembang,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M menghadiri, memberikan penghargaan sekaligus launching aplikasi Laboratorium Lingkungan Manajement Sistem (LIMAS) pada kegiatan temu pelanggan laboratorium lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel dan pembagian sertifikat PROPER provinsi Sumsel Tahun 2023-2024 yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumsel bertempat di Grand Ballroom Arya Duta Hotel Palembang, Rabu (9/7/2025).

Turut hadir didalam kegiatan tersebut Kepala DLHP Provinsi Sumsel Herdi Apriansyah, S.STP., M.M, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Sumsel Ir H Novian Aswardani, S.T., M.M, IPM., ASEAN.Eng, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumsel Ir H Herwan, M.M, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumsel Drs Ari Narsa, JS, dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemprov Sumsel, serta undangan lainnya.

Dikatakan Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M, alhamdulillah kita bersama-sama dapat menghadiri sebuah acara yang sangat mulia dan insya Allah besar manfaatnya, karena acara ini kita memberikan penghargaan kepada beberapa perusahaan yang punya komitmen terhadap keberlanjutan, terhadap keberlangsungan, juga komitmen terhadap lingkungan, minimal diwilayah kerjanya.

Kepada instansi-instansi yang secara simbolik telah diberikan juga pengharagaan-penghargaan, apakah kita melihat ini dari apa yang kita serahkan berupa sertifikat, atau piala, atau berbentuk plakat dari berbagai tingkatan penghargaannya, pasti tidak.

“Kita tidak melihat itu dari benda apa yang kita serahkan pada hari ini, yang kita hargai, yang kita banggakan itu adalah komitmen para korporasi ini dalam menjaga keberlangsungan hidup ini. Artinya sadar, bahwa dunia atau alam ini adalah milik para generasi muda,” ujarnya.

Kemudian, kita sangat konsentrasi terhadap lingkungan ini, kalau kita bicara lingkungan tentu tidak bisa kita hindarkan dengan tentang alam. Kita saat ini sedang dalam posisi mengelola alam ini, tapi alam ini adalah bukan milik kita, alam ini milik anak cucu kita.

Maka pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini Pemprov Sumsel memberikan penghargaan korporasi, institusi, yang punya komitmen agar keberlangsungan lingkungan ini, alam ini bisa diterima nantinya.

“Sebagai warisan terbaik bagi anak cucu kita, karena merekalah yang akan menerima estafet dari kondisi alam. Komitmennya apa, apakah kita ingin berikan alam ini dengan apa adanya, alam yang terjaga dengan baik atau dengan kerusakan alam,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, dimana yang kita berikan penghargaan hari ini adalah kepada instansi atau institusi, dan korporasi yang berkomitmen untuk mewariskan kondisi alam yang terbaik. Makanya itu, kita ini kalau sudah bicara alam atau lingkungan, tidak bisa bicara sampah saja, sampah itu penting, tapi itu hanya salah satu sampah.

Kalau sampah kita sudah ada rumus 3R, yakni Reduce, Reuse, Rechile, artinya bagaimana kita mengurangi sampah itu dari sumbernya, di mana sumbernya adalah rumah tangga, industri, dan lain-lain sebagainya.

“Bagaimana Reuse, bagaimana kita memanfaatkan ini, sampah ini termanfaat itu bisa jadi kompos, mungkin botol air mineral bisa menjadi pot. Bagaimana Rechile, bagaimana kita mengelola kembali agar menjadi baik, di Islam sudah disebutkan kebersihan adalah bagian daripada iman,” katanya

Menurut Kepala DLHP Provinsi Sumsel Herdi Apriansyah, S.STP., M.M, dasar hukum, yakni peraturan menteri lingkungan hidup Nomer 23 Tahun 2020 tentang laboratorium lingkungan, peraturan Gubernur Sumsel Nomer 4 Tahun 2018 tentang pembentukan wewenang tugas dan fungsi pelaksanaan teknis dinas lingkungan hidup dan pertanahan.

Undang-Undang Nomer 32 Tahun 2009 tentang perlindungan,dan peran lingkungan hidup, peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomer 1 Tahun 2021 tentang program penilaian peningkatan kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

“Tujuan pelaksanaan kegiatan yakni untuk mempererat hubungan kerjasama antara UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup dan mitra kerja, serta terlaksananya pembagian sertifikat proper yang berlandaskan pada periode evaluasi Juli 2023 dan Juni 2024,” ucapnya.

Merry Riana Education (MERI) Resmi Melantai di Bursa Efek

0

redaksi.co, Jakarta – PT Merry Riana Edukasi Tbk, perusahaan yang bergerak di sektor pendidikan dan pengembangan diri terkemuka di Indonesia, hari ini resmi mencatatkan saham perdana atau
Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham MERI di Papan Pengembangan. Perseroan yang didirikan pada tahun 2014 oleh Merry Riana ini resmi menjadi perusahaan ke-21 yang tercatat di BEI sepanjang tahun 2025. Pencatatan ini merupakan key milestone dalam perjalanan Perseroan untuk melangkah sebagai perusahaan publik yang accountable, transparan, dan bertanggungjawab kepada seluruh investor, masyarakat, dan seluruh stakeholders dalam menjalankan bisnis ke depan.

Langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis. Ini adalah misi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem pendidikan karakter dan soft skills di Indonesia – dengan semangat yang sama ketika PT Merry Riana Edukasi Tbk pertama kali dirintis… dari sebuah garasi kecil, hingga kini menjelma menjadi pemimpin pasar.

Dukungan Penuh Untuk IPO MERI

Dari Sejumlah Tokoh Nasional
Langkah IPO MERI mendapat dukungan penuh dari berbagai tokoh nasional, termasuk
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Ini contoh yang bagus. Merry Riana tidak pernah berhenti berpikir untuk meningkatkan ketangguhan dan inisiatif dari rakyat Indonesia yang kita cintai,” ungkap SBY.

“Human capital adalah aset strategis bangsa. Semoga IPO MERI berjalan sukses dan membawa dampak positif bagi masa depan Indonesia,” tutur AHY saat menghadiri perayaan
HUT ke-45 Merry Riana dan pengumuman IPO MERI di Jakarta.

Oscar Darmawan, Founder dari Indodax juga memberikan dukungannya untuk IPO MERI.

“Saya yakin banget dengan Merry Riana karena saya benar-benar mengikuti perjalanannya
dari nol (di Singapore) sampai sekarang luar biasa.”

Komitmen Founder dan Dukungan Investor Strategis

Sebagai pendiri, Merry Riana & Alva Tjenderasa menunjukkan komitmen luar biasa dengan mengunci (lock up) seluruh kepemilikan sahamnya selama 5 tahun penuh – sebuah langkah langka di pasar modal.

“Kami sudah menandatangani commitment letter yang sudah kami submit ke Bursa untuk tidak menjual saham kami sendiri. Saya memilih untuk stay, bersama Anda. Karena nilai MERI bukan hanya ada hari ini – tapi akan terus bertumbuh dalam lima tahun ke depan,” tegas Merry Riana.

Masuknya Hermanto Tanoko, pengusaha nasional dan Founder Tancorp, sebagai investor strategis menambah kredibilitas dan kekuatan fundamental MERI. Melalui pencatatan ini, PT Merry Riana Edukasi Tbk menjadi perusahaan ke-9 yang berhasil dibawa Hermanto Tanoko untuk melantai di BEI. “Setelah IPO ini, Tancorp akan tetap aktif mendukung ekspansi dan pertumbuhan dari MERI. Kami akan FULL SUPPORT,” ujar Hermanto Tanoko.

Dengan dukungan korporat, akses jaringan luas, dan benchmark profesionalisme yang tinggi,
ini adalah sinyal kepada pasar: bahwa MERI bukan hanya punya semangat, tapi juga struktur.
Bukan hanya punya mimpi, tapi juga peta jalan untuk mencapainya.

Keberanian Melangkah di Tengah Gejolak Pasar

Keputusan untuk tetap menjalankan proses IPO MERI di tengah dinamika pasar global
bukanlah keputusan impulsif—melainkan langkah yang berani, strategis, dan penuh
keyakinan. Langkah ini membuktikan bahwa di Indonesia, ada institusi pendidikan yang
dikelola secara profesional, profitable , dan mengedepankan tata kelola yang sehat .

“Saya percaya, masa depan pendidikan bukan ditentukan oleh siapa yang paling hebat membangun kurikulum, tetapi oleh siapa yang mampu membangun ekosistem,” jelas Merry Riana.

“Pendidikan bukan hanya soal mengajar di ruang kelas, tapi tentang menggerakkan seluruh ekosistem – orang tua, guru, komunitas, pelaku usaha, dan investor – untuk bersama menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter. Biarlah saya yang mengambil langkah pertama ini. Langkah yang bukan hanya besar, tapi bermakna. Untuk satu tujuan: Menggerakkan Edukasi Rakyat Indonesia.

Penawaran Saham dan Penggunaan Dana IPO

MERI menawarkan 235.132.500 saham (22,72% dari modal ditempatkan dan disetor setelah
IPO) dengan harga Rp128 ,- dengan total dana hasil penawaran umum sebesar Rp30.096.960.000. Dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan secara terukur dan strategis
untuk :

65% untuk memperluas jaringan Merry Riana Learning Centre lewat model kemitraan & sewa
35% untuk memperkuat program Merry Riana Event seperti Life Camp, Leadership Camp, dan Billionaire Camp

Termasuk di dalamnya: perekrutan SDM, pelatihan, marketing dan penguatan infrastruktur
digital.

Dengan pendekatan asset-light berbasis kemitraan dan sewa, strategi ini memungkinkan
ekspansi cepat tanpa beban finansial berlebih – menjadikan pertumbuhan PT Merry Riana
Edukasi Tbk berkualitas dan berkelanjutan.

“Saham-saham yang IPO dengan Lotus Andalan Sekuritas dan Pak Hermanto rata-rata naik 100%. Kita sudah jabarin semua, jadi benar-benar ada datanya,” ujar Andry Hakim, investor ritel dan Chief Investment Officer StockWise.

Fundamental Kuat, Ekspansi Berkelanjutan

Dengan pertumbuhan rata-rata tahunan yang konsisten selama 3 tahun terakhir dan 3 pilar revenue (Learning Center, Events, dan Digital Learning), PT Merry Riana Edukasi Tbk membuktikan potensi jangka panjangnya. Perusahaan juga telah menunjuk PT Lotus Andalan
Sekuritassebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

“Kami tidak menunggu besar untuk go public. Kami go public agar bisa menjadi besar dan berdampak lebih luas lagi. Melantai di bursa bukan akhir, tapi awal dari lompatan yang lebih besar, dari Indonesia, untuk dunia.” tutup Merry.

Tentang PT Merry Riana Edukasi Tbk

Didirikan tahun 2014 oleh Merry Riana, PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) adalah lembaga pendidikan karakter dan pengembangan diri yang telah menjangkau puluhan ribu anak dan remaja di Indonesia melalui pendekatan Experiential Learning Technologies™.

Saat ini, MERI memiliki ekosistem dengan metode pembelajaran :
• Offline Events : Merry Riana Events
• Offline Regular Class : Merry Riana Learning  Centre (34 lokasi)
• Online : Merry Riana Digital Learning

Dengan misi menciptakan dampak positif dari Indonesia untuk Dunia melalui pengembangan karakter unggul anak bangsa, MERI memimpin gerakan pendidikan berbasis soft skills untuk membentuk generasi muda yang tangguh, percaya diri, dan berintegritas tinggi.

Berikut adalah Video Profile PT Merry Riana Edukasi Tbk

Simak perjalanan sukses PT Merry Riana Edukasi Tbk dari garasi menuju lantai bursa melalui
tayangan dokumenter berikut :

📌Untuk informasi lebih lanjut:
Website: www.merryrianaeducation.com
Instagram: @merryrianaeducation
Media Contact: 0857 1784 7626 (Astri Novaria – PR & Media)

Kabidhumas: Waspadai Penipuan Catut nama Pejabat Polda Maluku Utara

0

REDAKSI.CO -Kepolisian Daerah Maluku Utara melalui Kabidhumas Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H. menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspadai terkait praktik penipuan yang mengatasnamakan pejabat Polda Maluku Utara dan jajaran.

Hal itu disampaikan di ruang kerjanya saat di konfirmasi pada Rabu (9/7), ia mengatakan bahwa sudah banyak laporan yang masuk ke kami terkait dugaan penipuan yang mengatasnamakan pejabat Polda Maluku Utara dengan dalih meminta sejumlah uang.

“Penipuan itu dilakukan dengan berbagai modus diantaranya dengan via telfon dan mengirim pesan via WhatsApp yang menggunakan profil foto pejabat dan meminta bantuan sejumlah uang”. Ujarnya.

Untuk itu, kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Maluku Utara untuk tidak mudah percaya modus penipuan yang mengirimkan pesan maupun dengan modus lainnya dengan meminta bantuan mengatasnamakan pejabat Polri.

Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa dengan adanya pergantian beberapa Pejabat Utama dan para Kapolres yang kedepan akan dilakukan serah terima jabatan tentunya akan dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan seperti itu, “untuk itu agar seluruh masyarakat waspada dan tidak mudah percaya serta segera melaporkan ke Kepolisian terdekat”.

Bupati Tarmizi Mendorong Ekspor Karet Melalui Pelabuhan Mandiri

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Dengan telah resminya beroperasi Pabrik karet di kecamatan woyla, Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM., menyampaikan harapan besar agar produksi pengolahan karet khususnya jenis CIR 20 dari PT Potensi Bumi Sakti (PBS) ke depan dapat diekspor langsung melalui pelabuhan di wilayah Aceh Barat.
Namun, ia mengakui bahwa hingga saat ini, fasilitas pelabuhan yang layak untuk menunjang aktivitas ekspor tersebut masih belum tersedia di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Bupati Tarmizi dalam sambutan resminya saat menghadiri acara peresmian Pabrik Karet Remah (Rubber Crumb) milik PT PBS di Desa Glee Siblah, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, Selasa 8/7/2025

Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 25 hektare tersebut merupakan milik Hashim Djojohadikusumo,yang tidak lain adalah adik kandung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Produksi CIR 20 yang berkualitas dari PT PBS ini sangat potensial untuk pasar ekspor, dan akan jauh lebih efisien jika bisa langsung diberangkatkan melalui pelabuhan di Aceh Barat. Untuk itu, pemerintah daerah saat ini sedang menyusun Fisibility study sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan pelabuhan yang memadai,” ujar Tarmizi di hadapan Gubernur serta para tamu undangan dan investor.

Menurutnya, pelabuhan bukan hanya sebagai solusi logistik, tetapi juga akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir, memperkuat sektor industri, dan membuka lapangan kerja yang lebih luas.

“Ini bukan hanya berbicara tentang kemajuan PT PBS, tetapi sekaligus Kehadiran Pabrik ini juga menjadi solution untuk masa depan ekonomi Aceh Khususnya Aceh Barat,” tegas Tarmizi.

Dipaparkan, Pembangunan pabrik pengolahan karet milik PT PBS sendiri sudah dimulai sejak 12 tahun yang lalu, ditandai dengan peletakan batu pertama yang diketahui pada saat itu, Muzakir Manaf menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh.

Menariknya, Bupati Tarmizi, kala itu juga turut terlibat dalam proses awal pembangunan pabrik tersebut sebagai, Comparative Partner, mitra kerja perusahaan dan diketahui juga Bupati Tarmizi, Sebagai ketua Pemenangan Prabowo Gibran Pada Pilkada/ Pilpres, 2024 lalu.

Setelah 12 tahun, pabrik ini akhirnya diresmikan dan siap beroperasi penuh, menjadikan sektor karet sebagai salah satu andalan baru penggerak ekonomi daerah.

Pada acara peresmian pabrik karet yang dihadiri Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) hadir dari unsur pemerintah daerah, Bupati dan wakil bupati Aceh Barat dan unsur Pejabat Forkopimda. Hadir juga, Danrem 012/TU, Denpom/Abar., Dandim 0105/Abar, Kajati Aceh Barat dan Kapolres /ABAR.

Sementara dari unsur legislatif., terlihat hadir, Ketua DPRK Hj. Siti Ramazan, S.E. (PAN), Wakil Ketua DPRK Azwir, SP. (Partai Aceh), Ahmad Yani (Gerindra), H. Tarmizi Satar, SE., (Fraksi Partai Aceh) Hermanto (Gerindra), dan T. Muhammad Arfan (Partai Aceh).

Tak ketinggalan juga para Kapolsek serta Camat dari 12 kecamatan dan sejumlah Kecik (kepala desa) dalam Kecamatan woyla, turut serta memberikan dukungan pada acara tersebut.

Peresmian pabrik ini menjadi sinyal kuat bahwa investasi besar di sektor hilirisasi komoditas unggulan (karet) dan

kini setelah 12 tahun menanti, pabrik ini kini resmi beroperasi dan banyak pihak serta kalangan masyarakat di Aceh Barat berharap kehadiran perusahaan ini dapat membawa manfaat serta perubahan besar bagi masa depan ekonomi di Bumi Teuku Umar ****

AKTIVIS LOMBOK BARAT SOROTI DUGAAN REKAYASA TENDER ULANG PENGADAAN PROYEK SPAM DAERAH

0

AKTIVIS LOMBOK BARAT SOROTI DUGAAN REKAYASA TENDER ULANG PENGADAAN PROYEK SPAM DAERAH

Lombok Barat –Redaksi.Co
Asmuni, tokoh yang tergabung dalam Gabungan Aktivis Lombok Barat, menyoroti dugaan permainan dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah, khususnya pada proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang akan ditender ulang.

Oplus_131072

Menurutnya, proses tender seharusnya mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2021 yang merupakan revisi dari Perpres Nomor 16 Tahun 2018. Regulasi ini menekankan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, efisiensi, serta akuntabilitas dalam pengadaan barang/jasa oleh pemerintah.

Namun dalam praktiknya di Lombok Barat, melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Kelompok Kerja (Pokja), terindikasi munculnya aturan tambahan yang tidak ada dalam dokumen lelang sebelumnya. Hal ini menurutnya sangat janggal dan rawan dijadikan celah untuk mengarahkan kemenangan kepada salah satu penyedia.

Oplus_131072

Asumsi kami, adanya aturan tambahan tersebut mengarah pada satu distributor pipa dengan merk RCA yang dikendalikan oleh seorang pengusaha berinisial ‘OA’. Ini bisa menjadi bentuk pelanggaran terhadap prinsip netralitas lelang,” ungkap Asmuni.

Ia menegaskan bahwa panitia dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) tidak dibenarkan menambahkan syarat yang dapat memberi keuntungan kepada penyedia tertentu. Jika dipaksakan, maka mereka sedang menciptakan jeratan hukum bagi diri sendiri.

Semua proses pengadaan harus dilandasi prinsip good governance. Evaluasi dan koreksi syarat tambahan perlu dilakukan demi menjaga integritas sistem pengadaan,” tutupnya.

Read: HS2025 Abach Uhel
Sumber: Media Nasional Investigasi – Redaksi.Co

Gubernur Aceh Usul Pembangunan Pabrik Penggilingan Gabah’ Hashim : Itu Ide Saya Sejak Lama

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) mengusulkan pembangunan pabrik penggilingan gabah di Aceh Utara kepada Hashim Djojohadikusumo, Direktur Utama Arsari Group sekaligus adik dari Presiden Prabowo Subianto.

Usulan tersebut disampaikan dalam peresmian pabrik karet remah milik PT Potensi Bumi Sakti di Gampong Gle Siblah, Kecamatan Woyla, Aceh Barat, Selasa, 8 Juli 2025.

Mualem menyampaikan harapannya agar Arsari Group turut mendirikan pabrik beras di kampung halamannya yang dikenal sebagai lumbung padi.

“Di sini juga saya harapkan kepada Pak Hashim, akan ada lagi pabrik beras yang akan didirikan di Aceh Utara. Itu tepat kampung saya Pak, karena kampung saya semuanya lumbung padi. Jadi inilah yang kita harapkan,” ujar Mualem dalam sambutannya.

Menanggapi usulan dari muallem tersebut, Hashim Djojohadikusumo menyambut baik gagasan itu dan menyebut bahwa ide pembangunan pabrik penggilingan gabah di Aceh sudah lama menjadi perhatiannya sejak lebih dari satu dekade lalu.

“Bapak Gubernur Aceh, Bapak Muzakir Manaf, Mualem, sahabat Prabowo Subianto.
Tadi Bapak Gubernur sudah sampaikan gagasan untuk mendirikan mesin giling, pabrik penggilingan gabah di Aceh. Itu adalah ide saya tahun 2013, ya Mualem. 2013 itu ide saya untuk membangun sejumlah pabrik penggilingan beras atau gabah, yang waktu itu saya dengar dan saya pelajari ternyata hampir 100% produksi gabah di Aceh itu diolah di provinsi tetangga,” kata Hashim.

Ia juga mengaitkan inisiatif tersebut dengan semangat hilirisasi yang pernah ditekankan oleh ayahnya, ekonom legendaris Prof. Sumitro Djojohadikusumo, agar setiap daerah dapat mengolah sendiri hasil bumi mereka untuk meningkatkan nilai tambah.

“Ini adalah sebetulnya yang dimaksud ayah saya, Profesor Sumitro, dulu tahun saya belajar tahun 70-an: agar setiap daerah di Indonesia hendaknya mengolah produksi bahan baku sendiri untuk menjadi barang-barang yang lebih ada nilai tambah, pengolahan, atau yang sekarang dikatakan hilirisasi. Yang kami lakukan hari ini adalah hilirisasi. Dari karet mentah menjadi karet kering, nanti menjadi bahan-bahan lain,” katanya.

“Yang dimaksud dengan penggilingan beras adalah hilirisasi, dari gabah menjadi lebih tambah lagi,” lanjutnya.

Hashim juga menyebut bahwa dirinya telah berbicara dengan Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik MahmudAl-Haythar, yang menyampaikan harapan serupa. Ia pun berjanji akan mengupayakan agar cita-cita tersebut dapat terwujud. ****

Gubernur,Wali Nanggroe, Dan Bupati Aceh Barat Meresmikan Pabrik Karet Remah PT.Potensi Bumi Sakti

0

Direktur Utama Arsari Group, Hashim Djodjohadikusumo, bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar, dan Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM meresmikan pabrik karet remah PT Potensi Bumi Sakti di Desa Gle Siblah, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, Selasa 8/7/2025

Peresmian pabrik ini menjadi angin segar bagi masyarakat Aceh Barat yang tengah berjuang menghadapi tingginya angka pengangguran dan kemiskinan.

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM mengungkapkan bahwa di kabupatennya terdapat sekitar 50.300 pengangguran terbuka, dengan tingkat kemiskinan mencapai 17,6 persen.

“Bapak Hashim datang di saat yang sangat tepat, membantu membuka lapangan kerja di Aceh Barat. Saat rekrutmen tahap awal saja, dari 120 orang tenaga kerja yang dibutuhkan, pendaftar mencapai 4.200 orang. Ini membuktikan betapa mendesaknya kebutuhan lapangan kerja di sini,” ujar Tarmizi

Ia juga menyampaikan, bahwa pemerintah daerah kini dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi berkurangnya Dana Otsus dan terbatasnya sumber pendapatan. “Kami tidak ingin mengecewakan Bapak Presiden. Kami wajib mencari solusi agar rakyat sejahtera. Kehadiran PT Potensi Bumi Sakti menjadi bukti menciptakan lapangan kerja dan mendongkrak ekonomi daerah,” katanya.
Tarmizi pun berharap kehadiran industri karet remah ini akan semakin lengkap jika ke depan hasil olahan karet SIR 20 bisa diekspor langsung melalui pelabuhan di Aceh Barat. “Kami sedang menyiapkan studi kelayakan pelabuhan, Insya Allah ke depan Aceh Barat punya pelabuhan sendiri. Mohon dukungan penuh dari Bapak Hashim dan seluruh pihak,” pintanya.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan bahwa Aceh aman dan damai, sehingga sangat layak menjadi tujuan investasi. Ia meminta media untuk membantu menyebarluaskan kabar baik ini ke seluruh Indonesia.

“Kondisi Aceh aman dan damai, dan tentu saja aman untuk investasi. Pengangguran di Aceh masih tinggi, pabrik ini akan sangat membantu menyerap tenaga kerja. Kami optimis akan hadir lebih banyak industri di Aceh, seperti pabrik rokok di Aceh Utara, pabrik beras di Aceh Utara, dan pabrik lainnya di Aceh Selatan,” jelas Mualem.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan Forkopimda untuk menjaga kondusivitas daerah. “Modal utama kita adalah situasi yang aman agar investor tidak ragu masuk ke Aceh”

Ia menambahkan, Setiap tahun ribuan anak muda Aceh menjadi sarjana, tetapi karena kurangnya peluang kerja, banyak yang terpaksa mengadu nasib ke negeri jiran Malaysia. Ini tantangan kita bersama,” tegasnya.

Secara khusus, Mualem juga meminta dukungan penuh untuk rencana pembukaan jalur penyeberangan kapal roro dari Aceh ke Penang, Malaysia, guna memperluas akses ekonomi rakyat Aceh ****

Tanggapi Isu Di Media Sosial Polres Aceh Barat Ungkap Penanganan Tambang Ilegal

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Menanggapi informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan aktivitas tambang ilegal di wilayah Kabupaten Aceh Barat, Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat memberikan klarifikasi resmi.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Reskrim IPTU Fahmi Suciandy, S.H., menjelaskan bahwa penanganan dugaan aktivitas tambang ilegal tersebut saat ini ditangani oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Aceh Barat.

“Polres Aceh Barat telah melakukan pemetaan lokasi dan pemantauan terhadap titik-titik yang diduga menjadi tempat aktivitas tambang ilegal. Kami juga tengah melakukan penyelidikan terhadap laporan masyarakat serta pengumpulan bahan keterangan di lapangan,” ujar IPTU Fahmi Suciandy.

Ia menambahkan, selama ini Polres Aceh Barat secara aktif menerima dan menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait aktivitas tambang ilegal. Bahkan, seluruh kasus yang telah ditangani sampai saat ini telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh pihak Kejaksaan, yang artinya siap untuk dilimpahkan ke tahap persidangan.

Polres Aceh Barat juga terus bersinergi dengan instansi terkait, termasuk dinas teknis dan pemerintah daerah, dalam upaya penertiban dan penegakan hukum secara menyeluruh serta untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk aktivitas penambangan tanpa izin yang dapat merusak lingkungan dan melanggar hukum,” tegasnya.

Polres Aceh Barat mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan.

Untuk pengaduan atau laporan, masyarakat dapat menghubungi hotline pengaduan Polres Aceh Barat di nomor 0822 7721 2004, serta layanan panggilan darurat Polri di nomor 110, yang aktif selama 24 jam ****

Tambang Emas Ilegal Sungai Mas,Di Salahkan ,Namun Keberadaannya Menyelamatkan Kehidupan Warga

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, kian marak dan menyulut perdebatan publik. Isu pencemaran lingkungan akibat penggunaan merkuri hingga kerusakan ekosistem sungai dan lahan pertanian menjadi sorotan utama media, termasuk infoaceh.net.

Namun, narasi itu tak sepenuhnya diterima oleh semua pihak. Tatam, tokoh muda dan mantan aktivis mahasiswa Aceh Barat, justru mempertanyakan keakuratan informasi yang beredar. Ia menilai, pemberitaan tentang Sungai Mas perlu diuji lebih dalam dengan fakta di lapangan.

“Jangan hanya menulis dari jauh tanpa cek langsung ke lokasi. Banyak informasi yang tidak sesuai kenyataan,” tegas Tatam saat ditemui di Meulaboh.

Menurutnya, pemberitaan yang hanya menyorot sisi negatif tambang justru menciptakan stigma dan ketidakadilan sosial bagi warga yang menggantungkan hidup dari sektor ini. Tatam mengakui adanya risiko lingkungan, namun menekankan pentingnya melihat dimensi ekonomi dan kemanusiaan.

“Berapa banyak tenaga kerja lokal yang terserap? Banyak keluarga kini bisa menyekolahkan anak, memperbaiki rumah, dan memenuhi kebutuhan harian dari tambang ini,” ungkapnya.

Di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan, tambang emas—meski ilegal—menjadi solusi ekonomi bagi banyak keluarga di Sungai Mas. Aktivitas ini menyerap puluhan tenaga kerja lokal dan mengangkat taraf hidup masyarakat desa yang sebelumnya terjebak dalam kemiskinan.

Meski demikian, Tatam tidak menampik risiko penggunaan merkuri dan dampaknya terhadap lingkungan. Namun ia menilai pelarangan total bukanlah solusi. Ia mendorong pengelolaan tambang yang lebih manusiawi dan bertanggung jawab.

“Risikonya ada, tapi mari kita pikirkan solusi jangka panjang. Edukasi, pengawasan, dan pembinaan harus melibatkan masyarakat, bukan semata pendekatan represif,” tambahnya.

Tatam berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum membuka ruang dialog dengan warga. Kolaborasi lintas pihak, menurutnya, bisa menjadi jalan tengah menjaga lingkungan sekaligus mempertahankan sumber penghidupan rakyat kecil.

Fenomena tambang emas ilegal di Sungai Mas mencerminkan dilema klasik: antara kebutuhan ekonomi dan tuntutan pelestarian lingkungan. Tatam mengajak seluruh pihak untuk bersikap objektif dan mencari solusi yang berkelanjutan.

“Masalah ini bukan sekadar soal tambang, tapi soal hidup. Mari cari jalan tengah yang adil bagi masyarakat dan alam,” tutupnya ****