Beranda blog Halaman 22

Apresiasi kreasi polri untuk Masyarakat wujut komitmen Polri Dorong kreativitas dan inovasi

0

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar kegiatan bertajuk Apresiasi Kreasi “Polri untuk Masyarakat” di Grand Ballroom The Tribrata, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.

http://(redaksi.co )(12 Agustus )(2026)

Kegiatan ini menjadi momentum Polri untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat maupun satuan kerja Polri yang menghasilkan karya, inovasi, dan prestasi melalui berbagai bidang perlombaan. Selain memberikan apresiasi, kegiatan ini juga dirancang untuk mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi berkelanjutan, memperkuat citra positif Polri yang Presisi, serta meningkatkan partisipasi dan kolaborasi masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga ruang untuk mempertemukan berbagai prestasi, inovasi, dan pengabdian yang lahir dari kolaborasi Polri bersama masyarakat.

“Apresiasi dan kreasi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga merupakan ruang untuk mempertemukan prestasi, inovasi, maupun pengabdian yang lahir dari kegiatan yang dilakukan bersama-sama antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Trunoyudo di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Polri memberikan penghargaan kepada para pemenang dari puluhan kategori lomba yang melibatkan berbagai bidang, mulai dari kreativitas dan komunikasi publik, pembinaan potensi masyarakat, ketahanan pangan, perlindungan anak dan masyarakat, hingga pemanfaatan ruang digital dan kreativitas generasi muda.

Khusus bidang kreasi dan komunikasi publik yang diselenggarakan Divhumas Polri, terdapat berbagai kategori seperti cerpen, melukis difabel, cipta lagu, TikTok, mendongeng, fotografi, video edukasi, infografis, artikel jurnalistik, dan animasi AI. Sementara itu, sejumlah kategori lainnya mencakup Mobile Legends: Bang Bang, Character Defile, KOL (Influencer) Hunt, Capture the Flag, Kampung Bebas dari Narkoba, hingga kearifan lokal dan kebersihan.

Trunoyudo mengatakan, keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan tersebut menjadi perhatian penting Polri, khususnya dalam membuka ruang kreativitas bagi generasi Z dan Alpha yang akan menjadi bagian penting dari Generasi Emas Indonesia 2045.

“Bapak Kapolri hari ini memberikan awarding. Tentu hal ini menjadi satu rangkaian yang bukan sekadar penghargaan, tetapi juga merupakan pertemuan atau mempertemukan ruang bagi prestasi, inovasi, maupun pengabdian,” katanya.

Ia menegaskan, Polri akan terus memberikan penghargaan terhadap karya dan prestasi terbaik sebagai bentuk komitmen untuk mendorong kreativitas serta inovasi yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan apresiasi dan kreasi ini, Polri akan terus memberikan penghargaan atas karya dan prestasi terbaik untuk mendorong lahirnya kreativitas serta inovasi yang berkelanjutan, meningkatkan partisipasi dan kolaborasi masyarakat, serta mempererat hubungan Polri dengan seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Pakar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Prof. Dr. Seto Mulyadi. Ia menilai komitmen Polri dalam melibatkan dan memberikan ruang kepada anak-anak melalui kegiatan kreatif merupakan langkah positif untuk membangun kedekatan antara polisi dengan generasi muda.

“Intinya adalah agar polisi tidak ditakuti oleh anak-anak; polisi menjadi sahabat anak, polisi bisa menanamkan karakter yang baik, dalam hal ini adalah akhlak mulia dan sebagainya kepada anak-anak,” kata Seto.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr. Aris Adi Leksono. Menurutnya, pemberian penghargaan melalui berbagai lomba dapat memotivasi anak untuk terus tumbuh, berkembang, dan berkreasi sesuai minat serta bakatnya.

“Saya kira ke depan apresiasi untuk anak-anak perlu diberi ruang yang lebih luas lagi dengan berbagai macam mata lomba dan seterusnya, sehingga memberikan ruang bagi anak untuk terus berkreasi berdasarkan minat dan bakatnya sesuai dengan tumbuh kembang mereka,” ujar Aris.

Ia pun mengapresiasi langkah Polri yang memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kreatif sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Generasi Emas Indonesia.

http://(Agus kustiadi )(12 Agustus )(2026)

Dari Dongeng hingga cita cita Kapolri beri ruang anak untuk berkarya

0

Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan ruang kepada tiga anak untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menyampaikan cita-cita mereka, Selasa (11/8/2026). Faiha Samaira Khansa, Violina Firdausa, dan Gilang berkesempatan membawakan dongeng secara langsung di hadapan Kapolri.

http://(redaksi.co )(12 Agustus )(2026)

Seusai menyimak penampilan ketiganya, Kapolri mengajak mereka berbincang mengenai sekolah, keluarga, hingga cita-cita yang ingin diraih. Interaksi tersebut menunjukkan perhatian terhadap anak tidak hanya melalui apresiasi atas prestasi, tetapi juga dengan mendengarkan cerita dan harapan mereka.

Faiha yang baru memasuki jenjang sekolah dasar menyampaikan keinginannya untuk menjadi dokter. Kapolri kemudian memberikan semangat agar Faiha terus belajar dan mengapresiasi peran ibunya yang telah mendampingi serta membimbingnya.

Sementara itu, Violina Firdausa atau Vio memiliki cita-cita berbeda. Seusai membawakan kisah tentang seorang anak perempuan yang ingin menjadi polisi, Vio mengungkapkan bahwa dirinya juga bercita-cita menjadi anggota Polri.

Percakapan menjadi semakin hangat ketika Kapolri menanyakan keluarga Vio. Mengetahui ibunda Vio sedang sakit, Kapolri menyampaikan doa agar segera diberikan kesembuhan serta berpesan agar Vio terus belajar dan menjaga kesehatan.

“Sekolahnya yang pintar, sehat selalu ya,” pesan Kapolri.

Gilang juga mendapat kesempatan yang sama. Setelah menyelesaikan dongengnya, ia bercerita mengenai sekolah, keluarga, serta keinginannya untuk menjadi dokter spesialis anak. Kapolri memberikan motivasi agar Gilang terus belajar, meraih cita-cita, dan membahagiakan kedua orang tuanya.

Pertemuan tersebut memperlihatkan pentingnya memberikan ruang kepada anak untuk mengembangkan kemampuan, keberanian, dan kepercayaan diri sejak dini. Kesempatan untuk tampil dan didengarkan menjadi bentuk apresiasi yang dapat mendorong anak terus berkarya sekaligus memiliki keyakinan untuk mengejar cita-citanya.

Melalui interaksi tersebut, Polri menegaskan kepedulian terhadap tumbuh kembang generasi muda. Anak-anak tidak hanya membutuhkan perlindungan, tetapi juga ruang untuk belajar, berkarya, menyampaikan gagasan, dan mengembangkan potensi secara optimal.

Dukungan terhadap anak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Dari ruang untuk berkarya dan keberanian untuk bermimpi hari ini, diharapkan tumbuh generasi yang kelak mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

http://(Agus kustiadi )(12 Agustus )(2026)

Diskominsa Aceh Barat Gelar Pelatihan TTE di Lingkup ASN RSUD Cut Nyak Dien Meulaboh

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat terus mendorong penguatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, khususnya dalam pemanfaatan layanan sertifikat elektronik dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, aman, dan efisien.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Diskominsa Aceh Barat dalam kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Aktivasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) berbasis Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Selasa 11/8/2026

Kabid Persandian dan Statistik Diskominsa Kabupaten Aceh Barat, Dedy Jefernal, ST, yang menjadi narasumber utama pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh dalam mendorong percepatan implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis aplikasi SIMGOS, melalui penerbitan dan aktivasi sertifikat elektronik serta peningkatan pemahaman dan kompetensi ASN dalam memanfaatkan layanan sertifikat elektronik BSrE di RSUD Cut Nyak Dhien ujarnya.

Disamping memberikan sosialisasi mengenai Tanda Tangan Elektronik (TTE) berbasis BSrE, Tim Diskominsa Aceh Barat yang dipimpin langsung oleh Kabid. Persandian dan Statistik, Sandiman Ahli Muda dan Penelaah Teknis Kebijakan juga turut mendampingi peserta dalam proses pendaftaran dan aktivasi TTE. “Materi kemudian dilanjutkan dengan pelatihan aktivasi TTE secara bertahap dalam beberapa kelompok peserta hingga sore hari” ungkap Dedy.

Menurutnya, Keterlibatan Diskominsa sebagai narasumber menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi, tetapi juga membutuhkan penguatan aspek keamanan, autentikasi, dan keabsahan dokumen elektronik. Pemanfaatan TTE berbasis sertifikat elektronik menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun proses administrasi pemerintahan yang semakin terdigitalisasi tuturnya.

Pemanfaatan TTE di lingkungan pemerintahan khususnya di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh diharapkan dapat mempercepat proses administrasi, mengurangi ketergantungan terhadap dokumen fisik, sekaligus mendukung penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang lebih terintegrasi serta memperkuat implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis aplikasi SIMGOS.

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan bahwa Keterlibatan Diskominsa Aceh Barat dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dalam mempercepat agenda transformasi digital pemerintah daerah.

Diskominsa, melalui bidang Persandian dan Statistik, memiliki peran strategis dalam mendorong pemanfaatan teknologi informasi yang memperhatikan aspek keamanan dan kepercayaan digital. Sementara itu, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh sebagai fasilitas pelayanan kesehatan terus berupaya mengembangkan sistem pelayanan berbasis digital guna mendukung peningkatan kualitas tata kelola dan pelayanan kepada masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi dan aktivasi TTE, tetapi berlanjut pada pemanfaatan TTE secara konsisten dalam proses kerja digital, sehingga transformasi digital benar-benar memberikan dampak terhadap percepatan pelayanan, efisiensi administrasi, dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.

Melalui kegiatan ini, Diskominsa Aceh Barat kembali menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai mitra strategis perangkat daerah dalam membangun ekosistem pemerintahan digital yang aman, terpercaya, dan berorientasi pada pelayanan publik tutupnya ****

Polri Dampingi program Pekarangan pangan bergizi di Desa pungging

0

PASURUAN – Polri melalui Bhabinkamtibmas Desa Pungging, Polsek Nongkojajar, Polres Pasuruan, melakukan pendampingan dan pemantauan lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang dilakukan Aipda Daud tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan untuk menanam berbagai komoditas bahan pangan.

http://( redaksi.co )(12 Agustus )(2026)

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan sambang dan meninjau perkembangan tanaman pangan di lahan P2B. Pendampingan juga dilakukan untuk memberikan motivasi kepada masyarakat agar turut berperan dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kecamatan Tutur.

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan, keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat ketersediaan pangan.

“Melalui kegiatan ini, kami terus memotivasi masyarakat untuk ikut berpartisipasi menanam komoditas bahan pokok guna mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Budi Luhur.

Menurutnya, pemanfaatan lahan di lingkungan masyarakat dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam program ketahanan pangan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.10 hingga 11.45 WIB tersebut berjalan aman, lancar, dan kondusif.

http://( Agus kustiadi )(12 Agustus )(2026)

 

Polri gelar Apel serentak Kesiapsiagaan penanganan Karhutla di seluruh indonesia

0

Jakarta – Polri menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun Anggaran 2026 secara serentak di seluruh Polda jajaran, Selasa (11/8/2026). Kegiatan terpusat dilaksanakan di Lapangan Apel Korps Sabhara Baharkam Polri, Jakarta, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di berbagai wilayah Indonesia.

http://( redaksi.co )( 12 Agustus )(2026)

Apel di Mako Korps Sabhara Baharkam Polri dipimpin Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Dr. M. Nazly Harahap, S.I.K., M.H., M.M. Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan sebanyak 420 personel, terdiri dari 360 personel Polri, 20 personel Basarnas, 20 personel Damkar Kota Depok, dan 20 personel BPBD.

Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol M. Nazly Harahap mengatakan apel tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi ancaman Karhutla, sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi.

“Apel ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen bersama dalam menghadapi Karhutla. Penanganan Karhutla membutuhkan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi, sehingga seluruh personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Nazly di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Ia menuturkan, berdasarkan data yang ada, luas areal kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah mencapai lebih dari 107 ribu hektare. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan daerah lainnya.

Menurutnya, kondisi cuaca panas, kekeringan, angin kencang, serta aktivitas manusia yang membuka lahan dengan cara membakar menjadi sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya Karhutla.

“Kita tidak boleh menunggu api membesar. Deteksi dini, patroli, pencegahan, edukasi kepada masyarakat, serta respons cepat harus menjadi langkah utama dalam penanganan Karhutla,” tegasnya.

Nazly menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, dan masyarakat.

“Sinergi seluruh pihak menjadi kunci. Polri siap bekerja bersama seluruh stakeholder untuk melakukan pencegahan, penanganan, hingga penegakan hukum apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui apel serentak tersebut diharapkan seluruh jajaran memiliki kesamaan persepsi, kesiapan operasional, serta komitmen yang sama dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita ingin memastikan seluruh personel di lapangan siap memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus menjaga hutan dan lahan Indonesia dari ancaman kebakaran,” pungkas Nazly.

http://( Agus kustiadi )(12 Agustus )(2026)

Kolaborasi Strategis Polri dan Kemenkeu dalam Persiapan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatanke-280*

0

Jakarta ,Redaksi.Co– Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia unggul. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Angkatan ke-280 di Sekolah Bahasa Lemdiklat Polri, Jakarta, Tanggal 10 hingga 15 Agustus 2026.

Kegiatan pembekalan ini diikuti 230 peserta yang terdiri dari 119 peserta laki-laki dan 111 peserta perempuan. Para peserta merupakan calon mahasiswa jenjang magister dan doktor yang telah berhasil melewati tahapan seleksi dan bersiap melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terkemuka, baik nasional maupun internasional.

Kerja sama lintas kementerian/lembaga antara Polri dan Kemenkeu tersebut diwujudkan melalui penguatan wawasan kebangsaan serta pembekalan karakter kepemimpinan dan kedisiplinan. Rangkaian program dirancang untuk memastikan para awardee memiliki ketahanan mental, wawasan kebangsaan, dan nasionalisme yang kokoh.

Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs. R.Z Panca Putra S. M.Si. mengatakan keterlibatan Polri dalam program LPDP merupakan bentuk komitmen penuh Polri dalam mengawal program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas.

“Melalui lingkungan kedisiplinan di Lembaga Pendidikan Polri, termasuk di Sekolah Bahasa Polri, para peserta dibentuk agar tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga mampu bertindak sebagai duta bangsa yang membawa nilai-nilai integritas, berkarakter kebangsaan, cinta tanah air, dan mampu menjadi agen perubahan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 sesuai Astacita,” ujar Panca dalam Keterangannya, Selasa, (11/08).

Dengan penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan ini, para peserta diharapkan siap menempuh studi dengan semangat nasionalisme dan cinta tanah air serta kembali membawa kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara di masa mendatang.

*Dari Dongeng hingga Cita-Cita, Kapolri Beri Ruang Anak untuk Berkarya*

0

Jakarta,Redaksi.Co – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan ruang kepada tiga anak untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menyampaikan cita-cita mereka, Selasa (11/8/2026). Faiha Samaira Khansa, Violina Firdausa, dan Gilang berkesempatan membawakan dongeng secara langsung di hadapan Kapolri.

Seusai menyimak penampilan ketiganya, Kapolri mengajak mereka berbincang mengenai sekolah, keluarga, hingga cita-cita yang ingin diraih. Interaksi tersebut menunjukkan perhatian terhadap anak tidak hanya melalui apresiasi atas prestasi, tetapi juga dengan mendengarkan cerita dan harapan mereka.

Faiha yang baru memasuki jenjang sekolah dasar menyampaikan keinginannya untuk menjadi dokter. Kapolri kemudian memberikan semangat agar Faiha terus belajar dan mengapresiasi peran ibunya yang telah mendampingi serta membimbingnya.

Sementara itu, Violina Firdausa atau Vio memiliki cita-cita berbeda. Seusai membawakan kisah tentang seorang anak perempuan yang ingin menjadi polisi, Vio mengungkapkan bahwa dirinya juga bercita-cita menjadi anggota Polri.

Percakapan menjadi semakin hangat ketika Kapolri menanyakan keluarga Vio. Mengetahui ibunda Vio sedang sakit, Kapolri menyampaikan doa agar segera diberikan kesembuhan serta berpesan agar Vio terus belajar dan menjaga kesehatan.

“Sekolahnya yang pintar, sehat selalu ya,” pesan Kapolri.

Gilang juga mendapat kesempatan yang sama. Setelah menyelesaikan dongengnya, ia bercerita mengenai sekolah, keluarga, serta keinginannya untuk menjadi dokter spesialis anak. Kapolri memberikan motivasi agar Gilang terus belajar, meraih cita-cita, dan membahagiakan kedua orang tuanya.

Pertemuan tersebut memperlihatkan pentingnya memberikan ruang kepada anak untuk mengembangkan kemampuan, keberanian, dan kepercayaan diri sejak dini. Kesempatan untuk tampil dan didengarkan menjadi bentuk apresiasi yang dapat mendorong anak terus berkarya sekaligus memiliki keyakinan untuk mengejar cita-citanya.

Melalui interaksi tersebut, Polri menegaskan kepedulian terhadap tumbuh kembang generasi muda. Anak-anak tidak hanya membutuhkan perlindungan, tetapi juga ruang untuk belajar, berkarya, menyampaikan gagasan, dan mengembangkan potensi secara optimal.

Dukungan terhadap anak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Dari ruang untuk berkarya dan keberanian untuk bermimpi hari ini, diharapkan tumbuh generasi yang kelak mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Polisi bagi Anak-Anak: Hadir, Menolong, Melindungi

0

Jakarta ,Redaksi.Co- Tiga anak menyampaikan pandangan sederhana namun bermakna tentang sosok polisi saat berkesempatan berdialog dan mendongeng di hadapan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Selasa (11/8/2026).

Melalui tiga cerita berbeda, Faiha Samaira Khansa, Violina Firdausa, dan Gilang menggambarkan polisi dari sudut pandang yang dekat dengan kehidupan anak-anak: sosok yang memberikan pertolongan ketika menghadapi kesulitan, menghadirkan rasa aman, serta dapat dipercaya ketika membutuhkan perlindungan.

Faiha mengangkat perubahan pandangan seorang anak yang semula takut kepada polisi hingga akhirnya merasa aman setelah mendapat pertolongan. Pesan tersebut menunjukkan bahwa kedekatan dan tindakan nyata dapat mengubah rasa takut menjadi kepercayaan.

“Pak Polisi itu bukan untuk ditakuti. Pak Polisi tugasnya menjaga kita semua agar selamat di jalan raya,” ujar Faiha.

Sementara itu, Vio memaknai polisi melalui keberanian dan kepedulian terhadap sesama. Melalui tokoh anak perempuan yang bercita-cita menjadi polisi, ia menunjukkan bahwa keberanian bukan hanya tentang kekuatan, tetapi juga kemauan untuk menolong orang lain. Vio sendiri dengan mantap menyampaikan cita-citanya untuk menjadi polisi.

Adapun Gilang menempatkan polisi sebagai sosok yang dapat dipercaya ketika seorang anak berada dalam kesulitan. Ceritanya juga membawa pesan mengenai perlindungan anak dan pentingnya edukasi keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

Ketiga cerita tersebut memperlihatkan satu pesan penting: *bagi anak-anak, citra polisi terbentuk dari pengalaman dan tindakan yang mereka rasakan secara langsung. Kehadiran, kepedulian, serta cara polisi memperlakukan masyarakat menjadi dasar tumbuhnya rasa aman dan kepercayaan.*

Kapolri pun tidak hanya mendengarkan cerita mereka, tetapi turut berbincang mengenai sekolah, keluarga, dan cita-cita masing-masing. Saat mengetahui ibunda Vio sedang sakit, Kapolri menyampaikan doa agar segera diberikan kesembuhan sekaligus memberikan semangat kepada ketiganya untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

Momen tersebut menunjukkan pentingnya membangun hubungan Polri dengan anak-anak melalui pendekatan yang humanis dan penuh perhatian. Sebab, *kepercayaan terhadap polisi tidak hanya dibangun ketika seseorang telah dewasa, tetapi dapat tumbuh sejak dini melalui pengalaman positif bersama anggota Polri.*

*Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat, Wujud Komitmen Polri Dorong Kreativitas dan Inovasi*

0

Jakarta ,Redaksi.Co– Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar kegiatan bertajuk Apresiasi Kreasi “Polri untuk Masyarakat” di Grand Ballroom The Tribrata, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.

Kegiatan ini menjadi momentum Polri untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat maupun satuan kerja Polri yang menghasilkan karya, inovasi, dan prestasi melalui berbagai bidang perlombaan. Selain memberikan apresiasi, kegiatan ini juga dirancang untuk mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi berkelanjutan, memperkuat citra positif Polri yang Presisi, serta meningkatkan partisipasi dan kolaborasi masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga ruang untuk mempertemukan berbagai prestasi, inovasi, dan pengabdian yang lahir dari kolaborasi Polri bersama masyarakat.

“Apresiasi dan kreasi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga merupakan ruang untuk mempertemukan prestasi, inovasi, maupun pengabdian yang lahir dari kegiatan yang dilakukan bersama-sama antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Trunoyudo di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Polri memberikan penghargaan kepada para pemenang dari puluhan kategori lomba yang melibatkan berbagai bidang, mulai dari kreativitas dan komunikasi publik, pembinaan potensi masyarakat, ketahanan pangan, perlindungan anak dan masyarakat, hingga pemanfaatan ruang digital dan kreativitas generasi muda.

Khusus bidang kreasi dan komunikasi publik yang diselenggarakan Divhumas Polri, terdapat berbagai kategori seperti cerpen, melukis difabel, cipta lagu, TikTok, mendongeng, fotografi, video edukasi, infografis, artikel jurnalistik, dan animasi AI. Sementara itu, sejumlah kategori lainnya mencakup Mobile Legends: Bang Bang, Character Defile, KOL (Influencer) Hunt, Capture the Flag, Kampung Bebas dari Narkoba, hingga kearifan lokal dan kebersihan.

Trunoyudo mengatakan, keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan tersebut menjadi perhatian penting Polri, khususnya dalam membuka ruang kreativitas bagi generasi Z dan Alpha yang akan menjadi bagian penting dari Generasi Emas Indonesia 2045.

“Bapak Kapolri hari ini memberikan awarding. Tentu hal ini menjadi satu rangkaian yang bukan sekadar penghargaan, tetapi juga merupakan pertemuan atau mempertemukan ruang bagi prestasi, inovasi, maupun pengabdian,” katanya.

Ia menegaskan, Polri akan terus memberikan penghargaan terhadap karya dan prestasi terbaik sebagai bentuk komitmen untuk mendorong kreativitas serta inovasi yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan apresiasi dan kreasi ini, Polri akan terus memberikan penghargaan atas karya dan prestasi terbaik untuk mendorong lahirnya kreativitas serta inovasi yang berkelanjutan, meningkatkan partisipasi dan kolaborasi masyarakat, serta mempererat hubungan Polri dengan seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Pakar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Prof. Dr. Seto Mulyadi. Ia menilai komitmen Polri dalam melibatkan dan memberikan ruang kepada anak-anak melalui kegiatan kreatif merupakan langkah positif untuk membangun kedekatan antara polisi dengan generasi muda.

“Intinya adalah agar polisi tidak ditakuti oleh anak-anak; polisi menjadi sahabat anak, polisi bisa menanamkan karakter yang baik, dalam hal ini adalah akhlak mulia dan sebagainya kepada anak-anak,” kata Seto.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr. Aris Adi Leksono. Menurutnya, pemberian penghargaan melalui berbagai lomba dapat memotivasi anak untuk terus tumbuh, berkembang, dan berkreasi sesuai minat serta bakatnya.

“Saya kira ke depan apresiasi untuk anak-anak perlu diberi ruang yang lebih luas lagi dengan berbagai macam mata lomba dan seterusnya, sehingga memberikan ruang bagi anak untuk terus berkreasi berdasarkan minat dan bakatnya sesuai dengan tumbuh kembang mereka,” ujar Aris.

Ia pun mengapresiasi langkah Polri yang memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kreatif sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Generasi Emas Indonesia.

FPPM Mamasa “Naikkan Suhu”: Warning Keras untuk APH, 15 Perkara Disorot, Mahasiswa Siap Turun 14–15 Agustus

0

Redaksi.co MAMASA : Forum Pergerakan Pelajar Mahasiswa (FPPM) Kabupaten Mamasa menaikkan tensi kritik terhadap penegakan hukum di daerah tersebut. FPPM melayangkan warning keras kepada seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) dan menegaskan kesiapannya turun ke jalan pada 14–15 Agustus 2026 untuk mendesak transparansi, kepastian hukum, dan penanganan perkara secara profesional.

Ketua FPPM Mamasa, Ahyar Anwar, menyatakan mahasiswa tidak akan membiarkan persoalan hukum yang menjadi perhatian publik berhenti tanpa kejelasan mengenai proses dan statusnya.

“Kami memberikan warning keras kepada APH di Kabupaten Mamasa. Jika persoalan-persoalan hukum yang menjadi perhatian publik terus dibiarkan tanpa kejelasan, FPPM akan mengambil sikap. Kami merencanakan aksi demonstrasi pada 14–15 Agustus 2026 sebagai bentuk perlawanan konstitusional dan upaya menyuarakan tuntutan masyarakat,” tegas Ahyar.

FPPM menekankan bahwa tuntutan mereka bukanlah desakan agar seseorang langsung dinyatakan bersalah atau dihukum. Sebaliknya, mahasiswa meminta agar proses hukum berjalan secara profesional, transparan, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami tidak meminta siapa pun dihukum tanpa proses hukum. Kami meminta hukum bekerja. Setiap laporan harus ditindaklanjuti sesuai kewenangan, setiap dugaan harus diperiksa secara profesional, dan masyarakat harus mendapatkan kepastian mengenai proses yang dapat diinformasikan secara hukum,” ujar Ahyar.

Dalam rencana aksinya, FPPM akan mendesak Kapolres Mamasa membuka perkembangan dan status terkini 15 perkara yang sebelumnya disebut masih dalam proses, sepanjang informasi tersebut dapat disampaikan kepada publik sesuai ketentuan hukum.

FPPM juga meminta kepastian bahwa setiap perkara ditangani secara profesional, objektif, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Selain kepolisian, sorotan FPPM juga diarahkan kepada Kejaksaan Negeri Mamasa. Mahasiswa mendesak agar laporan maupun informasi masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi ditindaklanjuti secara serius sesuai kewenangan dan ketentuan hukum.

FPPM juga meminta adanya kepastian mengenai perkembangan laporan yang telah disampaikan kepada APH, sepanjang informasi tersebut memang dapat dibuka kepada publik secara hukum.

Aksi yang direncanakan pada 14–15 Agustus 2026 disebut FPPM sebagai momentum untuk menggunakan ruang demokrasi dalam menyampaikan aspirasi masyarakat.

Ahyar menegaskan, aksi tersebut akan ditempuh melalui jalur konstitusional sebagai bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap kinerja penegakan hukum.

“Tanggal 14–15 Agustus akan menjadi momentum bagi FPPM untuk menyampaikan suara masyarakat secara terbuka. Kami akan menggunakan ruang demokrasi dan jalur konstitusional untuk menuntut transparansi, kepastian hukum, dan keadilan,” tegasnya.

FPPM menyatakan gerakan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengintervensi proses hukum, melainkan untuk memastikan lembaga penegak hukum tetap mendapat pengawasan publik.

Ahyar kembali menegaskan bahwa FPPM akan terus mengawal persoalan penegakan hukum yang menjadi perhatian mereka.

“Jangan anggap diamnya masyarakat sebagai tanda bahwa persoalan telah selesai. Jangan anggap suara mahasiswa sebagai suara yang bisa diabaikan. Kami akan terus mengawal sampai ada kejelasan,” pungkas Ahyar Anwar.

FPPM kemudian menyampaikan sejumlah tuntutan secara terbuka:

  • USUT SETIAP DUGAAN TINDAK PIDANA!
  • JANGAN LAMBAN DALAM PENEGAKAN HUKUM!
  • BUKA INFORMASI YANG DAPAT DIBUKA KEPADA PUBLIK!
  • TEGAKKAN HUKUM TANPA TEBANG PILIH!
  • BERIKAN KEPASTIAN HUKUM!
  • 14–15 AGUSTUS 2026: FPPM MERENCANAKAN TURUN KE JALAN.
  • HUKUM JANGAN DIPERMAINKAN.
  • KEADILAN BUKAN UNTUK DIPILIH-PILIH.

FPPM BERSAMA RAKYAT, KAWAL PENEGAKAN HUKUM. MERDEKA DARI KORUPSI. MERDEKA DARI KETIDAKADILAN. MERDEKA DARI KETIDAKPASTIAN HUKUM. (ZUL)