Beranda blog Halaman 21

Balik Nama Sertipikat Kini Dibidik 10 Hari

0

JAKARTA PUSAT, Redaksi.co — Proses balik nama sertipikat di Jakarta Pusat diarahkan memasuki era pelayanan yang lebih cepat dan terukur, Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Pusat tengah menyiapkan penerapan layanan Peralihan Hak dengan target penyelesaian maksimal 10 hari kerja.

Langkah tersebut mengemuka dalam forum sosialisasi bersama Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Wilayah Kerja Kota Administrasi Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026), Pertemuan ini menjadi bagian dari persiapan sebelum mekanisme pelayanan baru dijalankan secara lebih luas.

Target 10 hari kerja bukan sekadar mempercepat pekerjaan di Kantor Pertanahan,Skema tersebut mengharuskan seluruh rantai pelayanan bergerak dalam batas waktu yang telah ditentukan, termasuk tahapan yang berada di luar kewenangan langsung Kantor Pertanahan.

Dalam rancangan waktunya, verifikasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) ditargetkan selesai paling lama tiga hari, Tahapan pembuatan Akta Jual Beli (AJB) oleh PPAT dialokasikan dua hari, sedangkan proses administrasi pertanahan ditargetkan rampung dalam lima hari kerja.

Pembagian waktu ini membuat kelengkapan dan ketepatan dokumen menjadi faktor krusial, Keterlambatan pada satu tahapan berpotensi memengaruhi keseluruhan target penyelesaian.

Karena itu, keterlibatan PPAT dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam keberhasilan transformasi layanan tersebut. Sosialisasi dengan IPPAT sekaligus menjadi ruang untuk menyamakan prosedur, memperjelas tanggung jawab masing-masing pihak serta mengantisipasi kendala yang dapat menghambat pelayanan.

Bagi masyarakat, perubahan ini diharapkan memberikan kepastian yang lebih jelas mengenai proses balik nama sertipikat, Tidak hanya soal cepat, tetapi juga menyangkut transparansi tahapan dan kepastian waktu penyelesaian.

Penerapan target 10 hari kerja nantinya akan menjadi ujian bagi koordinasi antarlembaga,Jika seluruh tahapan berjalan disiplin sesuai batas waktu, layanan Peralihan Hak berpeluang menjadi salah satu bentuk nyata reformasi pelayanan pertanahan yang langsung dirasakan masyarakat.

Kini tantangannya bukan lagi menetapkan angka 10 hari, melainkan memastikan seluruh proses di balik angka tersebut benar-benar berjalan konsisten, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Polri pastikan pengelolaan Rutan bereskrim berjalan sesuai prosedur

0

JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memastikan pengelolaan Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, mulai dari penerimaan dan penempatan tahanan, pelayanan, kunjungan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pengawasan keamanan dan ketertiban.

http://( redaksi.co )(13 Agustus )!2026)

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, pengelolaan Rutan Bareskrim mengacu pada Perkap Nomor 4 Tahun 2015 tentang ketentuan mengenai perawatan tahanan di lingkungan Polri. Setiap proses dilaksanakan melalui mekanisme yang telah ditetapkan dan berada dalam sistem pengawasan secara berjenjang.

“Pengelolaan Rutan Bareskrim dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Mulai dari penempatan tahanan, pelayanan, kunjungan, pemenuhan kebutuhan makanan dan kesehatan, sampai dengan pengawasan dan penjagaan semuanya memiliki ketentuan yang harus dipatuhi,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, pelayanan terhadap tahanan mencakup pembinaan kerohanian dan jasmani, pemberian makanan, pemeriksaan kesehatan, pakaian tahanan, waktu kunjungan, serta mekanisme penyampaian keluhan. Seluruh bentuk pelayanan tersebut merupakan bagian dari perawatan tahanan yang telah diatur.

“Fasilitas dan pelayanan yang diberikan kepada tahanan juga sudah diatur dalam Perkap Nomor 4 Tahun 2015,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan kunjungan, misalnya, setiap pengunjung wajib melalui pemeriksaan dan pencatatan identitas serta pemeriksaan barang bawaan. Kunjungan juga dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan dan tidak dipungut biaya.

Johnny menegaskan, aspek keamanan juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan Rutan. Petugas jaga memiliki kewajiban melakukan pemeriksaan secara berkala dan insidentil, termasuk pemeriksaan terhadap kondisi ruang tahanan serta penggeledahan apabila diperlukan.

“Penjagaan dilakukan secara berlapis. Ada pemeriksaan secara periodik dan insidentil, pengawasan ruang tahanan secara berkala, serta pencatatan setiap kegiatan jaga. Ini semua dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban di dalam Rutan,” kata Johnny.

Selain itu, terdapat sejumlah larangan yang wajib dipatuhi oleh tahanan, di antaranya membawa alat komunikasi, membawa uang, melakukan perjudian, serta memasukkan, menyimpan, menggunakan maupun mengedarkan narkoba di dalam Rutan.

Pengawasan dan pengendalian perawatan tahanan di tingkat Mabes Polri juga dilaksanakan melalui supervisi, monitoring dan evaluasi, serta bimbingan teknis dan arahan. Pelaksanaannya berada dalam koordinasi Kabareskrim Polri dan dilakukan secara berjenjang.

Menurut Johnny, keberadaan fasilitas Rutan juga telah disesuaikan dengan kebutuhan perawatan tahanan, antara lain ruang penjagaan, ruang tahanan, MCK, ruang kunjungan, ruang makan, ruang ibadah, tempat penyimpanan barang titipan, serta sarana pengamanan seperti CCTV dan metal detector.

“Prinsipnya, seluruh proses perawatan tahanan dilaksanakan berdasarkan prosedur, dengan mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, pelayanan, dan penghormatan terhadap hak-hak tahanan. Pengawasan juga terus dilakukan untuk memastikan seluruh ketentuan berjalan sebagaimana mestinya,” pungkas Johnny.

http://( Agus kustiadi )(13 Agustus )2026)

 

Polres Pasuruan bersama Polda Jatim pertemukan Bonek dan Aremania sepakat damai jaga Kondusifitas

0

PASURUAN – Polda Jawa Timur memfasilitasi pertemuan kedua kelompok sporter terbesar di Jawa Timur, Bonek Mania dan Aremania pascakerusuhan saat perayaan HUT Aremania di Sukerojo Kabupaten Pasuruan.

http://(redaksi.co )(13 Agustus )(2026)

Pertemuan yang dikemas dalam forum silaturahmi dan dialog ini dihadiri oleh 25 perwakilan Bonek dan 30 perwakilan Aremania di RM Sri Istana Ayam Goreng Pandaan, Pasuruan, pada Rabu (12/8/2026) malam.

Melalui momentum ini, kedua kelompok suporter didorong untuk menyudahi konflik panjang dan berkomitmen bahwa rivalitas sepak bola hanya ada di dalam lapangan.

Dirintelkam Polda Jatim, Kombes Pol Bondan Witjaksono, mengajak seluruh elemen suporter untuk bersama-sama menggaungkan jargon “Jogo Jawa Timur”.

Ia menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif, terlebih di tengah momen bulan kemerdekaan dan menjelang berbagai agenda besar di Jawa Timur.

“Kami mengingatkan besarnya pengaruh media sosial terhadap dinamika suporter saat ini. Informasi maupun provokasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, tokoh dan komunitas suporter harus aktif mengingatkan anggotanya agar tidak mudah terpancing,” ujar Kombes Pol Bondan.

Senada dengan hal tersebut, Kapolresta Malang, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno, menegaskan bahwa Bonek dan Aremania pada dasarnya adalah saudara sesama warga Jawa Timur.

Ia meminta kedua belah pihak memanfaatkan pertemuan ini untuk memutus rantai permusuhan agar tidak mewariskan dendam kepada generasi mendatang.

Di sisi lain, Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, memberikan klarifikasi terkait insiden sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian sebenarnya telah melakukan pengawalan ketat terhadap pergerakan rombongan suporter.

Namun, gesekan di lapangan tetap tak terhindarkan hingga mengakibatkan satu unit kendaraan dinas kepolisian hangus terbakar.

Terkait pelanggaran hukum yang terjadi, AKBP Harto menegaskan bahwa proses hukum terhadap individu yang terlibat tindakan kriminal akan tetap berjalan secara profesional.

Penegakan hukum ini ditargetkan kepada oknum pelaku secara personal, bukan kepada kelompok suporter secara keseluruhan.

Langkah tegas ini juga didukung penuh oleh salah satu perwakilan Aremania, Dedi Arisandi, demi memberikan efek jera.

Respons positif juga datang dari kedua belah pihak dalam sesi dialog. Tokoh Aremania dari Presidium Arema Bidang SDM, Tedi Kresna, menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan perdamaian antarsuporter.

Harapan serupa disampaikan oleh Tokoh Bonek Pandaan, Reza, yang mengaku prihatin atas insiden Sukorejo dan berharap komunikasi antar-akar rumput bisa diperkuat guna mencegah gesekan susulan.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, Polda Jatim bersama Polres jajaran telah menyiapkan skema pengamanan ketat untuk kegiatan yang melibatkan massa suporter, termasuk pengetatan jalur pergeseran dan pengawalan melekat.

Acara silaturahmi ini diakhiri dengan makan malam dan foto bersama. Momen tersebut menjadi simbol kuat komitmen persaudaraan baru di luar stadion, karena bagi mereka, rivalitas mutlak hanya 90 menit di atas lapangan hijau.

http://(. Agus kustiadi )(13 Agustus )(2026)

*Brimob Polda Metro Jaya Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

0

Jakarta,Redaksi.Co — Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggelar kegiatan donor darah dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung di Gedung Aula Cagar Budaya Satbrimob Polda Metro Jaya, Rabu (12/8/2026).

Sebanyak 82 personel mengikuti kegiatan donor darah yang berasal dari berbagai satuan, yakni Makosat, Patroli Brimob, Detasemen Gegana, Batalyon A, Batalyon B, Batalyon C, dan Batalyon D Pelopor.

Sebelum mendonorkan darah, para personel terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi mereka memenuhi persyaratan sebagai pendonor. Darah yang terkumpul diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus cara personel Brimob memaknai momentum kemerdekaan melalui aksi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui aksi ini, kami ingin mengajak seluruh personel untuk terus menumbuhkan rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Darah yang diberikan semoga dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Kombes Pol Henik Maryanto.

Menurutnya, semangat perjuangan para pendahulu tidak hanya diperingati melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diwujudkan dengan semangat berbagi, saling membantu, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Kombes Pol Henik menambahkan, Satbrimob Polda Metro Jaya akan terus mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat.

Melalui kegiatan donor darah tersebut, Satbrimob Polda Metro Jaya berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian semakin kuat serta menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama.

“Dan Bandung” Mulai Menguji Nyali Box Office, Kota Kembang Jadi Titik Panas

0

JAKARTA, Redaksi.co — Perjalanan film drama romantis “Dan Bandung” memasuki babak yang lebih menentukan,Setelah resmi memperkenalkan filmnya melalui Gala Premiere di Jakarta, produksi Verona Films kini mengarahkan sorotan ke Bandung sebelum film tersebut berhadapan langsung dengan pasar penonton nasional.

Film yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq ini tidak sekadar menjual formula percintaan dua anak muda,Cerita Basil dan Elma justru dibangun melalui benturan perbedaan latar belakang, kondisi ekonomi, keluarga, hingga pilihan hidup yang menguji seberapa jauh sebuah hubungan mampu bertahan.

Di bawah arahan sutradara Rudi Soedjarwo, kisah tersebut diperankan oleh Shanna Shannon sebagai Elma dan Samo Rafael sebagai Basil, Keduanya mendapat dukungan sejumlah nama, di antaranya Keisya Levronka, Theo Supple, Razan Zu, Paul Aro, Donny Damara, Tike Priatnakusumah, Jenny Zhang, Arswendy Bening Swara, De Boer William, Silvester Sugga, dan Ade Habibie.

Bandung Jadi Ujian Berikutnya
Bandung bukan sekadar lokasi promosi bagi film ini, Kota tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan identitas cerita yang diangkat dari karya Pidi Baiq.

Karena itu, agenda “Dan Bandung Day” pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menjadi momentum penting,Sebanyak 11 bioskop di Kota Bandung dijadwalkan menggelar penayangan khusus sebelum rangkaian kegiatan ditutup melalui Gala Premiere Bandung di Ciwalk XXI.

Langkah tersebut sekaligus menjadi cara film untuk mengukur respons penonton di kota yang memiliki hubungan erat dengan dunia cerita “Dan Bandung”.

Jika Jakarta menjadi pintu pembuka, maka Bandung berpotensi menjadi salah satu indikator awal apakah daya tarik film ini benar-benar mampu diterjemahkan menjadi antusiasme penonton.

20 Agustus Jadi Pertaruhan
Setelah rangkaian promosi berlangsung, pertarungan sebenarnya akan dimulai pada 20 Agustus 2026, ketika “Dan Bandung” resmi tayang serentak di bioskop Indonesia.

Untuk menarik minat penonton sejak awal, pihak film juga menghadirkan program Buy One Get One Free (BOGOF) untuk pembelian tiket pada 7–19 Agustus 2026, Promo tersebut ditujukan untuk penayangan 20 Agustus melalui TIX.ID, MTIX, CGV, dan Cinepolis, sesuai ketentuan masing-masing platform.

Dengan tanggal tayang yang tinggal menghitung hari, “Dan Bandung” kini tidak lagi hanya berbicara soal kisah Basil dan Elma.

Film ini mulai memasuki fase pembuktian: apakah nama besar Pidi Baiq, sentuhan Rudi Soedjarwo, serta deretan pemainnya cukup kuat untuk membawa penonton memenuhi layar bioskop?
20 Agustus akan menjadi jawabannya.

PSI Aceh Turun Tangan Bantu Korban Kebakaran di Aceh Tengah

0

Aceh Barat .Redaksi.co
DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi korban kebakaran yang terjadi di Pasar Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah Minggu, (9/8/2026) Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak musibah.

Bantuan yang disalurkan berupa 2 ton beras, ratusan liter minyak, ratusan dus mi instan, serta ratusan lembar kain sarung.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada warga terdampak oleh Sekretaris DPW PSI Aceh yang mewakili Ketua DPW PSI Aceh, T Rival Amiruddin.

Ketua DPW PSI Aceh T Rival Amiruddin mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas PSI Aceh terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Rival menambahkan dalam kondisi darurat seperti ini, kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi perhatian bersama. PSI Aceh berupaya hadir dan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan warga di lokasi terdampak.

“Kami menyampaikan rasa prihatin dan duka atas musibah kebakaran yang menimpa masyarakat di Aceh Tengah. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kami kepada saudara-saudara yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar T Rival Amiruddin pada Rabu, 12/8/2026

Dia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para korban dan membantu memenuhi kebutuhan mereka selama masa tanggap darurat.

“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat. Yang paling penting adalah masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah ini,” kata rival.

PSI Aceh juga mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada warga yang terdampak kebakaran.

Menurut rival, penanganan pascakebakaran membutuhkan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen PSI Aceh untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi bencana dan kondisi darurat yang membutuhkan kepedulian serta bantuan bersama ****

Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah Masuk Meja Penyidik Polresta Mamuju, Suriani Minta Fakta Terungkap

0

Redaksi.co MAMUJU : Laporan pengaduan yang diajukan Suriani terkait dugaan pemalsuan dokumen Surat Keterangan Jual Beli Tanah kini memasuki tahap penanganan oleh penyidik Unit II TIPIDTER Polresta Mamuju.

Perkara tersebut berkaitan dengan Surat Keterangan Jual Beli Tanah tertanggal 6 Februari 2009, yang disebut berlokasi di Dusun Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

Pengaduan Suriani disebut telah masuk di Polresta Mamuju pada 29 Agustus 2026. Selanjutnya, perkara tersebut mulai ditangani penyidik Unit II TIPIDTER untuk ditelusuri lebih jauh, termasuk mengungkap dugaan pemalsuan serta pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan penerbitan maupun penggunaan dokumen tersebut.

Suriani berharap proses penyidikan dapat mengungkap fakta dan keabsahan dokumen secara terang, termasuk kaitannya dengan lahan yang menjadi objek perkara.

Menurut Suriani, persoalan tersebut memiliki dampak serius terhadap keluarganya. Ia menyebut dugaan permasalahan dokumen tersebut berkaitan dengan eksekusi lahan milik orang tuanya pada Kamis, 30 Juli 2026, yang menurut keterangannya telah menimbulkan kerugian.

Kini perhatian tertuju kepada penyidik Unit II TIPIDTER Polresta Mamuju. Publik menanti apakah proses hukum tersebut mampu mengurai fakta di balik dokumen yang dipersoalkan dan memberikan kepastian mengenai status serta keabsahan lahan yang menjadi objek perkara.

Suriani berharap penyidik bekerja secara profesional dan mengungkap fakta berdasarkan bukti-bukti yang ada, sehingga persoalan tersebut memperoleh penyelesaian sesuai ketentuan hukum. (ZUL)

Bukan Sekadar Sumpah, Andi Sabri Resmi Sandang Profesi Advokat DPP Tekankan Integritas dan Marwah Organisasi

0

JAKARTA PUSAT ,Redaksi.Co— Langkah baru dalam perjalanan profesional hukum ditempuh Andi Sabri, SH., MH. Setelah mengikuti prosesi pengambilan sumpah advokat di Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026), Andi Sabri resmi menyandang profesi advokat dan memiliki kewenangan untuk menjalankan tugas profesinya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Prosesi tersebut bukan sekadar seremoni. Pengambilan sumpah menjadi momentum penting bagi para advokat baru untuk memasuki dunia profesi hukum dengan membawa tanggung jawab besar memberikan pendampingan hukum secara profesional sekaligus menjaga kehormatan profesi.

Salah satu penekanan datang dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melalui Bendahara Umum, Candra Zakaria, SH. Ia memastikan para advokat yang telah mengikuti proses pengambilan sumpah telah memiliki kelengkapan legalitas untuk menjalankan profesinya.

“Legalitasnya sudah jelas, bisa beracara. BAS dan KTA sudah ada. Jadi seluruh Indonesia sudah bisa melampirkan BAS dan KTA,” ujar Candra.

Menurut Candra, kelengkapan administrasi dan legalitas tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab moral. Advokat tidak hanya dituntut memahami hukum, tetapi juga wajib menjaga sikap, etika, serta nama baik organisasi.

Jangan Arogan, Jangan Rusak Marwah Profesi
Pesan tersebut menjadi perhatian serius bagi para advokat baru. Candra meminta seluruh anggota organisasi tidak terjebak pada sikap arogan maupun tindakan yang dapat merugikan citra profesi.

“Harapannya di manapun tempat, yang pasti menjunjung tinggi marwah organisasi advokat dan profesinya ini harus kita tingkatkan lagi. Jangan sampai seperti rekan-rekan yang lainnya, arogansi, atau melompat-lompat. Itu enggak boleh,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa profesi advokat memiliki konsekuensi dan aturan yang harus dihormati. Karena itu, setiap anggota diminta mampu mengendalikan sikap ketika menjalankan tugas di lapangan, termasuk ketika berhadapan dengan insan pers.

“Nanti wartawan ini kan bahaya ya kan. Meliput begitu dilompat, dicabut BAS-nya ya. Tolong dijaga organisasi. Tolong dijaga profesi,” pungkas Candra.

Tantangan Setelah Pengambilan Sumpah
Dengan resmi disumpahnya Andi Sabri, SH., MH. bersama para advokat lainnya, perjalanan sebagai praktisi hukum justru memasuki babak yang sesungguhnya.
Sumpah profesi menjadi awal dari tanggung jawab untuk memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat secara profesional, berintegritas dan beretika.

Kemampuan menangani perkara harus dibarengi dengan kepatuhan terhadap kode etik serta penghormatan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam proses hukum.

Momentum pengambilan sumpah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjadi advokat bukan hanya soal memiliki kewenangan untuk beracara, tetapi juga tentang bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat dan marwah profesi.

Kini, dengan legalitas di tangan, tantangan Andi Sabri dan para advokat baru bukan lagi sekadar membuktikan bahwa mereka mampu beracara, melainkan membuktikan bahwa mereka mampu menjalankan profesi hukum dengan integritas, keberanian dan etika.

Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Bahas Pengucapan Sumpah Wakil Ketua dan Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS 2026

0

TULUNGAGUNG – REDAKSI CO. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung menggelar Rapat Paripurna di Graha Wicaksana DPRD Kabupaten Tulungagung, Rabu (12/8/2026).

Rapat Paripurna tersebut mengagendakan dua pembahasan penting, yakni pengucapan sumpah/janji Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung sisa masa jabatan Tahun 2024–2029, serta kesepakatan bersama antara Kepala Daerah dan DPRD terhadap Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Rapat dipimpin oleh jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Tulungagung dan dihadiri anggota DPRD, unsur Pemerintah Kabupaten Tulungagung, serta undangan lainnya.

Pengucapan sumpah/janji Wakil Ketua DPRD menjadi salah satu agenda kelembagaan penting dalam rangka melengkapi unsur pimpinan DPRD untuk menjalankan tugas dan fungsi legislasi, penganggaran, serta pengawasan selama sisa masa jabatan 2024–2029.

Sementara itu, agenda kesepakatan bersama mengenai Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 menjadi bagian penting dalam tahapan penyusunan Perubahan APBD Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2026.

Melalui pembahasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama DPRD melakukan penyesuaian terhadap arah kebijakan dan prioritas anggaran dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi daerah, kemampuan keuangan daerah, serta kebutuhan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

*Plt. Bupati Tekankan Sinergi Eksekutif dan Legislatif*

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, S.M., M.M. menyampaikan bahwa rapat paripurna merupakan bagian penting dari proses penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya dalam membangun kesepahaman antara eksekutif dan legislatif mengenai arah kebijakan pembangunan serta pengelolaan keuangan daerah.

Ahmad Baharudin menekankan bahwa kesepakatan terhadap Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 bukan sekadar proses administratif, tetapi merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan kebijakan anggaran daerah mampu menjawab kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, setiap program dan kegiatan yang dituangkan dalam perubahan anggaran harus memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat serta mendukung pencapaian target pembangunan Kabupaten Tulungagung.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang dilakukan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel, dengan tetap memperhatikan kemampuan fiskal daerah.

Plt. Bupati berharap seluruh perangkat daerah dapat menjalankan program yang nantinya telah ditetapkan dengan penuh tanggung jawab. Perubahan anggaran, menurutnya, harus diikuti dengan peningkatan kinerja sehingga tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi juga menghasilkan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.

Ahmad Baharudin juga memberikan apresiasi terhadap DPRD Kabupaten Tulungagung yang telah menjalankan fungsi penganggaran bersama pemerintah daerah melalui proses pembahasan dan koordinasi.

Ia menilai sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan DPRD harus terus diperkuat karena kedua lembaga memiliki peran strategis dalam memastikan roda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik berjalan dengan baik.

Plt. Bupati mengharapkan hasil kesepakatan Perubahan KUA-PPAS 2026 dapat menjadi pedoman dalam penyusunan Perubahan APBD sehingga program pembangunan yang menjadi prioritas daerah dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.

Menurutnya, tantangan pembangunan daerah terus berkembang sehingga diperlukan kemampuan pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian kebijakan secara terukur, tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah.

Pemerintah daerah juga akan terus mendorong agar anggaran diarahkan pada program-program yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan perekonomian daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pewarta joko miswanto

Apresiasi kreasi polri untuk Masyarakat wujut komitmen Polri Dorong kreativitas dan inovasi

0

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar kegiatan bertajuk Apresiasi Kreasi “Polri untuk Masyarakat” di Grand Ballroom The Tribrata, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.

http://(redaksi.co )(12 Agustus )(2026)

Kegiatan ini menjadi momentum Polri untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat maupun satuan kerja Polri yang menghasilkan karya, inovasi, dan prestasi melalui berbagai bidang perlombaan. Selain memberikan apresiasi, kegiatan ini juga dirancang untuk mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi berkelanjutan, memperkuat citra positif Polri yang Presisi, serta meningkatkan partisipasi dan kolaborasi masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga ruang untuk mempertemukan berbagai prestasi, inovasi, dan pengabdian yang lahir dari kolaborasi Polri bersama masyarakat.

“Apresiasi dan kreasi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga merupakan ruang untuk mempertemukan prestasi, inovasi, maupun pengabdian yang lahir dari kegiatan yang dilakukan bersama-sama antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Trunoyudo di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Polri memberikan penghargaan kepada para pemenang dari puluhan kategori lomba yang melibatkan berbagai bidang, mulai dari kreativitas dan komunikasi publik, pembinaan potensi masyarakat, ketahanan pangan, perlindungan anak dan masyarakat, hingga pemanfaatan ruang digital dan kreativitas generasi muda.

Khusus bidang kreasi dan komunikasi publik yang diselenggarakan Divhumas Polri, terdapat berbagai kategori seperti cerpen, melukis difabel, cipta lagu, TikTok, mendongeng, fotografi, video edukasi, infografis, artikel jurnalistik, dan animasi AI. Sementara itu, sejumlah kategori lainnya mencakup Mobile Legends: Bang Bang, Character Defile, KOL (Influencer) Hunt, Capture the Flag, Kampung Bebas dari Narkoba, hingga kearifan lokal dan kebersihan.

Trunoyudo mengatakan, keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan tersebut menjadi perhatian penting Polri, khususnya dalam membuka ruang kreativitas bagi generasi Z dan Alpha yang akan menjadi bagian penting dari Generasi Emas Indonesia 2045.

“Bapak Kapolri hari ini memberikan awarding. Tentu hal ini menjadi satu rangkaian yang bukan sekadar penghargaan, tetapi juga merupakan pertemuan atau mempertemukan ruang bagi prestasi, inovasi, maupun pengabdian,” katanya.

Ia menegaskan, Polri akan terus memberikan penghargaan terhadap karya dan prestasi terbaik sebagai bentuk komitmen untuk mendorong kreativitas serta inovasi yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan apresiasi dan kreasi ini, Polri akan terus memberikan penghargaan atas karya dan prestasi terbaik untuk mendorong lahirnya kreativitas serta inovasi yang berkelanjutan, meningkatkan partisipasi dan kolaborasi masyarakat, serta mempererat hubungan Polri dengan seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Pakar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Prof. Dr. Seto Mulyadi. Ia menilai komitmen Polri dalam melibatkan dan memberikan ruang kepada anak-anak melalui kegiatan kreatif merupakan langkah positif untuk membangun kedekatan antara polisi dengan generasi muda.

“Intinya adalah agar polisi tidak ditakuti oleh anak-anak; polisi menjadi sahabat anak, polisi bisa menanamkan karakter yang baik, dalam hal ini adalah akhlak mulia dan sebagainya kepada anak-anak,” kata Seto.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr. Aris Adi Leksono. Menurutnya, pemberian penghargaan melalui berbagai lomba dapat memotivasi anak untuk terus tumbuh, berkembang, dan berkreasi sesuai minat serta bakatnya.

“Saya kira ke depan apresiasi untuk anak-anak perlu diberi ruang yang lebih luas lagi dengan berbagai macam mata lomba dan seterusnya, sehingga memberikan ruang bagi anak untuk terus berkreasi berdasarkan minat dan bakatnya sesuai dengan tumbuh kembang mereka,” ujar Aris.

Ia pun mengapresiasi langkah Polri yang memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kreatif sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Generasi Emas Indonesia.

http://(Agus kustiadi )(12 Agustus )(2026)