Beranda blog Halaman 217

“Ketika Lembur Menjelma Teror, ‘Monster Pabrik Rambut’ Ubah Dunia Kerja Jadi Mimpi Buruk Sinematik”

0

Jakarta, Redaksi.Co-29 April 2026, Rumah Produksi Palari Films resmi memperkenalkan wajah terbaru film horor mereka, Monster Pabrik Rambut, lewat peluncuran Trailer, Poster, serta lagu tema yang langsung mencuri perhatian publik.

Film garapan Edwin ini tak sekadar menyuguhkan kengerian, tetapi juga menyentil realitas pahit dunia kerja modern yang kian relevan. Trailer yang dirilis memperlihatkan bagaimana sebuah pabrik rambut berubah menjadi ruang penuh tekanan yang terasa hidup bahkan menyerupai “monster” yang menghisap tenaga manusia, Atmosfer mencekam dibangun melalui kisah dua saudara, Putri dan Ida, yang diperankan oleh Rachel Amanda dan Lutesha. Keduanya memasuki pabrik tersebut demi menguak misteri kematian sang ibu, namun justru terjebak dalam kejanggalan yang semakin tak masuk akal.

Salah satu elemen paling unik hadir lewat karakter Bona, yang dimainkan Iqbaal Ramadhan, Karakter ini digambarkan memiliki kemampuan regenerasi tubuh layaknya Axolotl sebuah metafora kuat tentang tuntutan kerja tanpa henti, seolah manusia dituntut terus pilih hanya untuk kembali dieksploitasi.

Film ini menjadi proyek kolaborasi lintas negara yang melibatkan Indonesia hingga Eropa dan Asia Timur, mempertegas ambisi produksi yang tak main-main.

Dari sisi penulisan, Edwin kembali berkolaborasi dengan Eka Kurniawan setelah kesuksesan Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, Keterlibatan sejumlah nama besar sebagai produser eksekutif, termasuk Ernest Prakasa, Dian Sastrowardoyo, dan Maudy Ayunda, turut memperkuat posisi film ini sebagai salah satu rilisan yang patut dinantikan.

Poster resmi yang dirilis menampilkan para karakter dengan ekspresi kosong dan lelah, memperkuat tema kelelahan kronis akibat tekanan kerja.

Sosok misterius yang diperankan Didik Nini Thowok pun hadir samar di balik latar, menambah lapisan horor yang tak biasa.
Di sisi musikal, lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” yang dibawakan Sal Priadi diproyeksikan menjadi semacam “anthem” bagi para pekerja urban. Lagu ini lahir dari eksplorasi kreatif di dalam adegan film, sebelum akhirnya dikembangkan menjadi original soundtrack yang utuh.

Menariknya, film ini juga menjadi debut horor bagi Iqbaal serta debut layar lebar bagi kreator konten Kev, memperlihatkan pergeseran generasi dalam Industri Film Indonesia, Lebih dari sekadar tontonan, Monster Pabrik Rambut membawa pesan sosial yang tajam. Isu kelelahan kerja, budaya “hustle”, hingga hilangnya batas antara manusia dan mesin menjadi benang merah yang diolah dalam balutan visual surealis.

Dijadwalkan tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop tanah air, film ini berpotensi menjadi salah satu karya horor paling menggugah bukan hanya karena terornya, tetapi karena kedekatannya dengan realitas sehari-hari.

Festival Syawal 1447 H: LPPOM Perkuat Rantai Pasok Halal, Dorong UMKM Naik Kelas

0

Redaksi.co, Jakarta | Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM resmi menggelar Festival Syawal 1447 Hijriah sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem industri halal nasional, khususnya dari sektor hulu di Hotel Peninsula Jakarta, Kamis (30/4).

Program tahunan ini bertujuan mendorong pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) naik kelas melalui fasilitasi sertifikasi halal, edukasi, serta penguatan rantai pasok. Hingga 2025, kegiatan ini telah mengedukasi hampir 10.000 peserta dan membantu lebih dari 1.500 pelaku usaha memperoleh sertifikasi halal.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, mengatakan bahwa pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya melalui sertifikasi produk. “Pemberdayaan UMKM bukan hanya soal memiliki sertifikat halal, tetapi bagaimana pelaku usaha dibekali agar bisa tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Tahun ini, Festival Syawal mengusung tema “Toko Bahan Baku Halal: Langkah Awal Menuju UMKM Tangguh”. Tema tersebut dipilih untuk menjawab persoalan utama di lapangan, yakni keterbatasan akses bahan baku yang terjamin kehalalannya.

Menurut Muti, penguatan sektor hilir tidak akan optimal tanpa dukungan dari hulu. “Kita tidak bisa hanya mendorong hilir tanpa memperkuat hulu. Toko bahan baku halal masih menjadi mata rantai yang perlu diperkuat,” katanya.

Sebagai langkah konkret, LPPOM mengembangkan toko bahan baku halal, termasuk proyek percontohan toko daging halal di Bogor, serta rencana ekspansi ke beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, dan Bengkulu.

Upaya ini mendapat apresiasi dari Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso. Ia menyebut Festival Syawal sebagai momentum penting memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi Islam global. “Nilai ekspor produk halal Indonesia mencapai 64,42 miliar dolar AS pada 2025, dan ini menjadi potensi besar yang harus terus diperkuat,” ujarnya.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hassan, menambahkan bahwa percepatan sertifikasi halal masih menjadi pekerjaan besar. “Dari sekitar 64 juta produk yang beredar, baru sekitar 24 juta yang bersertifikat halal,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI, KH M. Cholil Nafis, menyoroti pentingnya pengawasan ketat di tengah kompleksitas produk pangan modern. “Batas antara halal dan syubhat semakin meluas, sehingga peran ulama dalam audit tetap krusial,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi kerakyatan, Kementerian Koperasi melalui perwakilannya, Deva Rachman, menyatakan kesiapan 83.000 koperasi desa untuk terlibat dalam rantai pasok halal nasional.

Melalui sinergi pemerintah, ulama, dan pelaku usaha, Festival Syawal diharapkan mampu menjadikan sertifikasi halal sebagai investasi jangka panjang sekaligus meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di pasar global.

Pemdes Senggigi Beri Dana Prestasi untuk Warga Kurang Mampu yang Lulus SNBP di UNRAM

0

Pemdes Senggigi Beri Dana Prestasi untuk Warga Kurang Mampu yang Lulus SNBP di UNRAM

Lombok Barat, 30 April 2026 –Redaksi.Co  Kebahagiaan dan rasa haru menyelimuti keluarga Sahwan dan Masitah, warga Dusun Loco, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Putri mereka, Eva Pandini, berhasil menorehkan prestasi membanggakan setelah dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026 di Fakultas Pertanian Program Studi Kehutanan Universitas Mataram.

Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Desa Senggigi. Mengetahui kondisi ekonomi keluarga Eva yang tergolong kurang mampu, Pemdes Senggigi bergerak cepat memberikan bantuan berupa Dana Prestasi sebesar Rp3.050.000 untuk membantu kebutuhan awal perkuliahan.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Desa Senggigi, Mastur, didampingi Sekretaris Desa Juwaedi Achsan, S.Pd serta Kasi Pelayanan Hamidiah, di Kantor Desa Senggigi, Kamis (30/04/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mastur mengaku bangga atas capaian yang diraih warganya. Ia menilai prestasi Eva menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti mengejar pendidikan dan cita-cita.

Kami sangat bangga dengan pencapaian Eva Pandini. Ini menjadi contoh bagi generasi muda lainnya bahwa semangat belajar dan kerja keras dapat membuka jalan menuju pendidikan tinggi. Pemerintah Desa Senggigi akan terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas SDM masyarakat desa,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan dana prestasi tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap generasi muda berprestasi, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Pemdes Senggigi berharap bantuan itu dapat meringankan beban keluarga sekaligus memotivasi pelajar lain agar terus berprestasi.

Eva Pandini yang merupakan lulusan SMAN 1 Gunung Sari tampak haru saat menerima bantuan tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah desa yang telah memberikan perhatian kepada dirinya dan keluarganya.

Terima kasih kepada Pak Kades dan seluruh perangkat Desa Senggigi. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami untuk membantu biaya kuliah dan kebutuhan awal masuk kampus,” ungkap Eva.

Langkah yang dilakukan Pemdes Senggigi ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah desa terhadap dunia pendidikan. Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi sebagian masyarakat, perhatian terhadap pendidikan generasi muda dianggap menjadi investasi penting bagi masa depan desa dan daerah. 🌿

Sumber : Media Nasional Investigasi – Redaksi.co

Jurnalis : Abach Uhel

Erwin BPD Desa Taman Ayu Resmi Dilantik di Kantor Bupati Lombok Barat, Siap Perkuat Pengawasan Desa

0

Erwin BPD Desa Taman Ayu Resmi Dilantik di Kantor Bupati Lombok Barat, Siap Perkuat Pengawasan Desa

Gerung, 30 April 2026 –Redaksi.Co Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat resmi dilantik bersama sejumlah anggota BPD dari berbagai desa di Kabupaten Lombok Barat, Kamis (30/04/2026). Prosesi pelantikan berlangsung di ruangan Kantor Bupati Lombok Barat dan berlangsung khidmat di era kepemimpinan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini.

Erwin bersama anggota lainya

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem pemerintahan desa, khususnya dalam fungsi pengawasan, penyaluran aspirasi masyarakat, hingga pengawalan pembangunan desa agar berjalan sesuai aturan dan kebutuhan warga.

Salah satu anggota BPD Desa Taman Ayu dari Dusun Peseng, Erwin, menyampaikan harapannya agar ke depan tercipta hubungan yang harmonis antara BPD dan pemerintah desa, namun tetap mengedepankan fungsi pengawasan sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.

Mistafa,etwin,jaelani BPD Taman ayu

Kami berharap adanya sinergitas yang baik dengan kepala desa ke depan. Tetapi kami juga tidak ingin pemerintah desa menjalankan kegiatan tanpa pengawasan dari BPD. Artinya, desa tetap harus bersinergi dengan kami sebagai lembaga pengawasan dan penyalur aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Erwin, BPD bukanlah lembaga yang bertujuan mencari kesalahan pemerintah desa, melainkan mitra strategis dalam menjaga transparansi dan memastikan seluruh program pembangunan benar-benar berpihak kepada masyarakat. Ia juga berharap komunikasi antara pemerintah desa dan BPD tetap terbuka demi terciptanya pemerintahan desa yang sehat dan profesional.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, BPD memiliki fungsi penting di antaranya membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa, menampung serta menyalurkan aspirasi masyarakat, dan melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa.

Selain itu, BPD juga memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga keseimbangan tata kelola pemerintahan desa agar tetap transparan, akuntabel, dan tidak keluar dari aturan yang berlaku. Dengan hadirnya wajah-wajah baru BPD di Kabupaten Lombok Barat, diharapkan pengawasan dan pembangunan desa dapat berjalan lebih maksimal.

Suasana pelantikan di ruangan Kantor Bupati Lombok Barat berlangsung penuh kekeluargaan. Para anggota BPD yang hadir tampak kompak mengenakan pakaian putih hitam sebagai simbol kesiapan mengemban amanah masyarakat desa masing-masing. 🌿

Sumber : Redaksi.co

Jurnalis : Abach Uhel

MAY DAY MEMBARA: Mahasiswa Teknik UMI Mengamuk, Tuding Polisi Represif, Salah Tangkap, Nyawa Rakyat Diabaikan

0

Redaksi.co MAKASSAR : Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, gelombang kemarahan meledak dari jantung kampus. Ketua Umum HMI Komisariat Teknik UMI, Andi Ali Askari, melontarkan gugatan keras tanpa tedeng aling-aling, negara dinilai gagal melindungi warganya, aparat dituding represif, dan kampus dianggap kehilangan marwah akademiknya.

Pernyataan itu muncul setelah insiden panas pasca aksi 24 April, ketika aparat kepolisian masuk ke area Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan melakukan penangkapan yang disebut-sebut “serampangan”. Sejumlah mahasiswa bahkan dikabarkan ditangkap saat tidak terlibat aksi, termasuk yang sedang menyiapkan kegiatan organisasi.

Bagi Andi, peristiwa ini bukan sekadar kesalahan prosedur, ini adalah simbol runtuhnya hukum dan akal sehat di ruang akademik.

“Kampus seharusnya menjadi ruang suci bagi ilmu dan nalar. Tapi yang terjadi justru sebaliknya: aparat masuk tanpa presisi, menangkap tanpa dasar jelas, dan menghancurkan rasa aman mahasiswa,” tegasnya.

Ia menyebut tindakan aparat mencerminkan pola kekuasaan koersif seperti yang pernah dikritik Michel Foucault, di mana rasa takut digunakan untuk mendisiplinkan masyarakat. Bahkan, Andi menyindir keras pendekatan aparat yang dianggap masih menganut pola “pukul dulu, urusan belakangan”.

Lebih jauh, Andi menyoroti benturan antara mahasiswa dan pengemudi ojek online dalam aksi tersebut. Ia menilai konflik itu bukan kebetulan, melainkan produk sistem yang membuat rakyat kecil saling berhadapan.

Mengutip gagasan Thomas Hobbes tentang homo homini lupus, Andi menyebut kondisi ini sebagai bentuk nyata manusia dipaksa menjadi “serigala” bagi sesamanya.

“Kita dipaksa bertarung di akar rumput, sementara penguasa nyaman di menara. Mahasiswa dan ojol itu satu barisan, sama-sama korban kebijakan yang tidak berpihak,” serangnya.

Tak berhenti di situ, Andi juga menyinggung kegagalan institusi hukum dengan mengacu pada pemikiran Gustav Radbruch. Ia menilai aparat hanya mengejar kepastian hukum semu, sambil mengorbankan keadilan.

“Kalau hukum hanya jadi alat pembenar tindakan represif, itu bukan hukum, itu kekerasan yang dilegalkan,” ujarnya tajam.

Amarah mahasiswa Teknik UMI juga terhubung dengan tragedi maut di Bekasi yang menewaskan belasan orang. Bagi Andi, dua peristiwa ini memiliki benang merah yang sama, kelalaian sistem dan rendahnya penghargaan terhadap nyawa manusia.

“Di Bekasi, rakyat mati karena sistem gagal. Di Makassar, mahasiswa ditangkap karena arogansi aparat. Ini satu cerita, manusia dianggap angka, bukan nyawa,” katanya.

Dalam momentum May Day 2026, Andi mengeluarkan tuntutan tegas:

* Kepolisian diminta meminta maaf secara terbuka atas dugaan salah tangkap.

* Evaluasi total sistem keamanan kampus UMI.

* Jaminan perlindungan nyata terhadap mahasiswa di ruang akademik.

Ia juga memperingatkan bahwa gerakan mahasiswa tidak akan berhenti.

“Kalau rumah kami saja tidak aman, maka ada yang rusak dalam sistem hukum negeri ini. Kami tidak akan diam. Ini bukan hanya soal mahasiswa, ini soal masa depan keadilan,” tegasnya.

Bagi mahasiswa Teknik UMI, May Day tahun ini bukan lagi sekadar isu upah atau buruh. Ini telah menjelma menjadi perlawanan terhadap represi, ketidakadilan, dan sistem yang dianggap gagal melindungi rakyatnya sendiri.

Pesannya jelas: ketika kampus diinjak dan suara kritis dibungkam, perlawanan bukan lagi pilihan, tapi keharusan. (ZUL)

Guncangan di Internal GERINDRA: Dugaan Suap Rp50 Juta Hantam Program Prabowo

0

Redaksi.co SULBAR : Badai politik menghantam tubuh Partai Gerindra di Sulawesi Barat. Lembaga Pemantau Kebijakan Publik Sulbar (LPKP-Sulbar) secara resmi menyeret nama Rahmat Ichwan Bahtiar ke Mahkamah Partai, Kamis (30/4/2026), atas dugaan pelanggaran berat yang disebut-sebut mencoreng wajah partai dari dalam.

Tak tanggung-tanggung, kader Gerindra yang juga anggota DPRD Sulbar itu dituding terlibat praktik suap senilai Rp50 juta demi melancarkan urusan administratif operasional dapur SPPG, sebuah sektor yang justru berkaitan dengan program prioritas pemerintah.

Laporan yang diajukan memuat bukti-bukti serius, percakapan elektronik, jejak transfer dana, hingga dokumen pendukung lain yang mengarah pada dugaan keterlibatan aktif Rahmat sebagai inisiator. Kasus ini bahkan telah lebih dulu dilaporkan ke kepolisian, mempertegas eskalasi persoalan dari sekadar isu etik menjadi potensi tindak pidana korupsi.

Dugaan ini bukan sekadar persoalan individu. LPKP menilai, tindakan tersebut berpotensi merusak kredibilitas program unggulan Prabowo, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai ujung tombak peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ini bukan hanya pelanggaran personal. Ini tamparan keras terhadap komitmen partai dan program strategis nasional. Sangat ironis ketika kader sendiri justru diduga merusaknya dari dalam,” tegas Muhaimin Faisal.

Status Rahmat sebagai legislator sekaligus pemilik sejumlah dapur SPPG dinilai membuka ruang konflik kepentingan yang serius. LPKP menyebut, praktik semacam ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap prinsip integritas yang selama ini digaungkan partai.

“Bagaimana publik bisa percaya, jika yang menjalankan program justru diduga bermain di balik layar?” lanjut Muhaimin.

LPKP Sulbar tak hanya melapor, mereka melontarkan tuntutan keras kepada Mahkamah Partai Gerindra:

* Pemeriksaan cepat, transparan, dan tanpa kompromi.

* Penonaktifan sementara Rahmat dari jabatan dan keanggotaan partai.

* Sanksi tegas hingga pemecatan jika terbukti bersalah.

Seluruh laporan turut dilengkapi dokumen lengkap, mulai dari laporan polisi hingga bukti transaksi, yang disebut siap “membongkar praktik busuk yang merugikan publik.”

Kasus ini menjadi ujian nyata bagi Partai Gerindra, apakah berani bersih-bersih di internal, atau justru tersandera oleh kepentingan kader sendiri.

Jika terbukti, publik menunggu langkah tegas, bukan sekadar retorika. Sebab, di tengah janji perubahan dan program pro-rakyat, skandal seperti ini bisa menjadi bom waktu yang menghancurkan kepercayaan.

Satu hal jelas, ketika kader sendiri diduga bermain kotor, krisis bukan lagi di luar, tapi sudah di dalam tubuh partai. (ZUL)

T Rival Amiruddin : Jejak Pengusaha Transportasi Yang Menjadikan Kepedulian Sebagai Identitas

0

Banda Aceh — Redaksi.co
Di tengah dinamika industri transportasi darat yang semakin kompetitif, nama T Rival Amiruddin muncul sebagai salah satu figur yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga konsisten menghadirkan dampak sosial. Ia dikenal sebagai pengusaha transportasi yang membangun dan mengelola perusahaan otobus (PO) besar seperti PO JRG dan Mitra Rahayu, dengan jaringan layanan yang menjangkau lintas provinsi hingga Pulau Jawa.

Perjalanan kariernya di sektor transportasi tidak dibangun dalam semalam. Dengan pendekatan manajemen yang adaptif dan fokus pada kualitas layanan, Amiruddin berhasil memperluas armada serta memperkuat konektivitas antarwilayah menjadi sebuah kontribusi nyata bagi mobilitas masyarakat, khususnya dari dan menuju Aceh. Di tengah tantangan operasional yang kompleks, ia mampu menjaga keberlanjutan bisnis dengan strategi yang terukur dan efisien.

Namun, identitas T Rival Amiruddin tidak berhenti pada capaian bisnis. Ia juga dikenal luas sebagai sosok dermawan yang aktif dalam berbagai gerakan sosial dan kemanusiaan. Salah satu perannya yang menonjol adalah sebagai donatur aktif dalam organisasi Barisan Muda Ummat (BMU), sebuah gerakan filantropi dan dakwah sosial yang didirikan oleh almarhum ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau yang akrab disapa Tu Sop.

Pasca wafatnya Tu Sop, semangat perjuangan BMU tetap berlanjut di bawah kepemimpinan Abiya Jeunieb, dengan berbagai program sosial yang terus dijalankan. Di antaranya adalah pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu dan program yang kini menjadi ikon gerakan tersebut.

Dalam ekosistem ini, kontribusi Amiruddin dinilai sebagai salah satu faktor penguat keberlanjutan program. Dukungan yang ia berikan tidak hanya berbentuk materi, tetapi juga keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial di lapangan. Ia kerap hadir di tengah masyarakat, memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memberi dampak nyata.

Secara personal, Amiruddin dikenal sebagai figur yang humanis dan rendah hati. Kedekatannya dengan masyarakat menjadi nilai tambah yang memperkuat kepercayaan publik terhadap kiprahnya, baik di sektor bisnis maupun sosial.

Kisah T Rival Amiruddin mencerminkan model kepemimpinan modern, di mana kesuksesan ekonomi berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial. Ia menjadi contoh bahwa keberhasilan tidak semata diukur dari skala usaha, tetapi juga dari kontribusi yang mampu mengubah kehidupan orang lain.

Dengan rekam jejak tersebut, T Rival Amiruddin tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai pengusaha transportasi yang berpengaruh, tetapi juga sebagai figur inspiratif yang memperkuat fondasi gerakan sosial dan kemanusiaan di Aceh ****

DPD LAN MUBA DESAK PU PERKIM TERTIBKAN DAN MANFAATKAN ASET TANAH MILIK PEMKAB YANG TERBENGKALAI

0

Redaksi.co, Sekayu-Musi Banyuasin – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Aspirasi Nusantara (DPD LAN) Musi Banyuasin menggelar aksi orasi di halaman kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Perkim) Kabupaten Muba, menuntut penertiban dan pemanfaatan optimal aset tanah milik pemerintah daerah yang bernilai milyaran rupiah namun banyak yang terbengkalai,Kamis (30/04/2026 )

Dalam orasinya, orator Aksi Fitriandi, S.Sos, ketu DPD LAN menyampaikan empat poin tuntutan .

Pertama, meminta Dinas PU Perkim segera melakukan penertiban aset tanah dengan mengandeng instansi terkait yakni Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN). Langkah ini dianggap penting untuk menjamin kepastian hukum, melakukan sertifikasi, serta mencegah terjadinya upaya pengalihan atau penguasaan aset secara tidak sah.

Kedua, mendesak agar aset tanah Pemkab Muba yang bertahun tahun terbengkalai segera dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Langkah konkret yang diminta meliputi pembangunan sarana publik, pemasangan pagar pembatas, pemasangan plang identitas kepemilikan, dan upaya lain agar aset tersebut memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

Ketiga, mempertanyakan kebijakan dinas yang melakukan pembelian tanah dalam skala besar, namun tidak diikuti dengan rencana pembangunan yang jelas dan terjadwal. Akibatnya, tanah yang sudah dibeli justru kembali menjadi aset yang tidak terpakai terbengkalai.

Keempat, meminta pertanggungjawaban dari pimpinan dinas terkait bangunan yang sudah dibangun menggunakan anggaran daerah, namun hingga kini tidak pernah dimanfaatkan dan justru terabaikan.

“Aset tanah milik Pemkab Muba banyak yang terbengkalai belum dimanfaatkan di berbagai titik lingkup Kota Sekayu nilainya mencapai milyaran rupiah, namun hingga saat ini belum seluruhnya tertib administrasi maupun pengamanannya. Ini menjadi risiko besar jika tidak segera ditangani,” tegas Fitriandi.

“Kami ingin tahu apa motif di balik kebijakan ini. Apakah pembelian dilakukan dengan perencanaan yang matang atau hanya sekadar memenuhi target anggaran? Jika dibeli tapi tidak dibangun, maka ini adalah pemborosan keuangan daerah,” tandasnya.

Tak lama setelah tuntutan disampaikan, Kepala Bidang Pertanahan PU Perkim, Dodi, didampingi sejumlah stafnya menemui massa aksi. Pertemuan kemudian dilanjutkan dalam Ruang Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas secara lebih mendalam.

Dalam tanggapannya, Dodi menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik aspirasi yang disampaikan. Ia juga menyampaikan komitmen untuk melakukan perbaikan pengelolaan aset.

“Terkait tanah aset Pemkab Muba yang belum di manfaatkan, secepatnya akan kami pasang papan pelang …” Ujar nya.

Aksi berlangsung aman, damai dan kondusif .

( Alam/TIM ) .

Ratusan Ojol Singo Jalanan Deklarasi Jaga Harkamtibmas di Palembang

0

Redaksi.co | Palembang, – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam komunitas Singo Jalanan menggelar kegiatan kopi darat (kopdar) sekaligus deklarasi dukungan terhadap pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di Kota Palembang, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Karya Muda II, Kecamatan Sako ini dihadiri oleh Ketua Umum Singo Jalanan Rusdi, Sekretaris Bambang Yd, Bendahara Andi Utama, serta ratusan driver ojol dari berbagai wilayah di Palembang yang tergabung dalam komunitas tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Singo Jalanan Rusdi menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar driver, tetapi juga sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa driver ojol tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif,” ujar Rusdi.

Selain deklarasi harkamtibmas, para pengemudi juga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi. Mulai dari status kemitraan yang belum memberikan kepastian perlindungan, besarnya potongan dari aplikator, meningkatnya biaya operasional, hingga minimnya jaminan sosial dan keselamatan kerja.

Rusdi juga menyoroti kebijakan aplikator yang dinilai kerap berubah secara sepihak tanpa melibatkan mitra pengemudi. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat para driver berada dalam posisi yang rentan secara ekonomi.

“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan pihak aplikator agar kesejahteraan driver ojol dapat lebih diperhatikan,” tambahnya.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, komunitas Singo Jalanan menegaskan sikap untuk tidak terlibat dalam aksi-aksi yang berpotensi mengarah pada kepentingan politik maupun kelompok tertentu. Mereka memilih fokus pada upaya menjaga stabilitas keamanan serta menjadikan profesi ojol sebagai mata pencaharian utama yang dijalankan secara profesional.

Dalam deklarasinya, komunitas ini menyatakan komitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan, memperkuat sinergi dengan aparat kepolisian, serta menolak segala bentuk aksi anarkis. Mereka juga mendukung langkah tegas aparat dalam memberantas kejahatan jalanan seperti begal dan balap liar yang meresahkan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari tersebut ditutup dengan silaturahmi dan makan bersama dalam suasana penuh kebersamaan. Seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Dukungan dari komunitas ojol ini dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap stabilitas keamanan daerah. Namun di sisi lain, kegiatan ini juga mencerminkan adanya kegelisahan sosial yang perlu menjadi perhatian, khususnya menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei.(*)

BRI BO Bekasi Bangun Musholla Al- Imamah di Lapas Cikarang, Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan

0

CIKARANG — Komitmen terhadap tanggung jawab sosial perusahaan kembali ditegaskan Bank Rakyat Indonesia melalui program BRI Peduli TJSL. Kali ini, dukungan diwujudkan dalam pembangunan Musholla Al-Imamah di Lapas Kelas II A Cikarang, sebagai bagian dari penguatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Kamis (23/4/2026).

Penyerahan simbolis bantuan dilakukan oleh perwakilan BRI melalui *BRI Kantor Cabang Bekasi* kepada pihak Lapas Cikarang. Prosesi tersebut berlangsung di area lobi lapas, disaksikan oleh jajaran petugas serta pihak terkait lainnya.

Pembangunan musholla ini diharapkan menjadi sarana ibadah yang layak sekaligus ruang pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan. Dengan adanya fasilitas tersebut, kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah, pengajian, hingga pembinaan akhlak dapat berjalan lebih optimal.

Perwakilan BRI menyampaikan bahwa program TJSL ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

“Kami berharap kehadiran musholla ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter bagi warga binaan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Lapas Kelas II A Cikarang menyambut baik dukungan tersebut. Mereka menilai fasilitas keagamaan memiliki peran penting dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial warga binaan.

Program CSR seperti ini dinilai selaras dengan upaya pemerintah dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, dengan menitikberatkan pada pembinaan kepribadian dan spiritual.

Melalui langkah ini, BRI tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan perubahan sosial yang lebih luas dan menjadikan ruang pembinaan sebagai harapan baru bagi mereka yang tengah menata kembali masa depan.

( Red//Kornellius)