Beranda blog Halaman 218

Melalui Peringatan 1 Mei, Danrem 182/JO Tekankan Pemahaman Sejarah yang Tepat.

0

Fakfak, Redaksi.co – Peringatan kembalinya Irian Barat ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dipusatkan di Gedung Winder Tuare, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Kamis (30/4/2026), berlangsung khidmat. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf Korem 182/Jazira Onim (Kasrem 182/JO), Eko Handono, membacakan sambutan Komandan Korem 182/Jazira Onim, Irwan Budiana.

Dalam sambutannya, Danrem 182/JO menegaskan bahwa tanggal 1 Mei 1963 merupakan momentum bersejarah yang menandai kembalinya Irian Barat ke dalam wilayah NKRI. Ia menekankan pentingnya pemahaman sejarah yang benar, khususnya bagi generasi muda, agar tidak terpengaruh oleh narasi yang menyimpang dari fakta sejarah.

Menurutnya, kembalinya Irian Barat bukanlah proses “bergabung” sebagaimana sering disalahartikan, melainkan pengembalian wilayah yang secara sah telah menjadi bagian dari Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Pada saat itu, seluruh wilayah bekas jajahan Jepang, termasuk Papua, secara otomatis masuk dalam kedaulatan Indonesia.

Lebih lanjut dijelaskan, setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, wilayah jajahannya semestinya diserahkan kepada Indonesia. Namun, Belanda menolak dan tetap mempertahankan kekuasaan di Irian Barat, bahkan membentuk struktur pemerintahan yang disebut sebagai negara boneka pada 1 Desember.

“Jangan sampai terbalik dalam memahami sejarah. Tanggal 1 Desember bukanlah hari kemerdekaan Papua, melainkan hari dibentuknya negara boneka oleh Belanda. Ini penting untuk diluruskan,” tegasnya dalam sambutan yang dibacakan Kasrem.

Danrem juga menegaskan bahwa tidak pernah terjadi aneksasi oleh Indonesia terhadap Papua. Ia menyebut proses yang terjadi adalah pengembalian wilayah yang sah, yang didukung oleh fakta sejarah serta ketentuan hukum internasional.

“Kita tidak mencaplok dan tidak mengambil wilayah orang lain. Yang terjadi adalah kembalinya wilayah yang memang merupakan bagian sah dari Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem 182/JO turut mengapresiasi semangat para pemuda di Fakfak yang aktif menyuarakan kebenaran sejarah. Ia menilai, peran generasi muda sangat penting dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pemahaman sejarah yang tepat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan 1 Mei sebagai momentum memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan. Fakfak, menurutnya, memiliki nilai historis yang kuat sebagai “tanah damai” yang harus terus dijaga.

“Fakfak adalah tanah sejarah dan simbol persatuan. Mari kita rawat kebersamaan ini dan wariskan pemahaman sejarah yang benar kepada generasi penerus,” tutupnya.

Peringatan ini diharapkan dapat menjadi pengingat kolektif akan pentingnya menjaga keutuhan NKRI, sekaligus memperkuat komitmen seluruh masyarakat dalam merawat persatuan di tengah keberagaman.

Ancaman Kriminalisasi Aktivis Dinilai Berlebihan, Demokrasi Dipertaruhkan

0

Pernyataan yang mendorong penangkapan aktivis hanya karena rencana aksi demonstrasi perlu diluruskan secara tegas. Dalam pandangan Mohamad Saiful Rizal, sikap tersebut tidak hanya berlebihan, tetapi juga berpotensi mencederai prinsip dasar demokrasi yang menjamin kebebasan berpendapat di ruang publik.

Menurut Rizal, melabeli aktivis sebagai “pengadu domba” atau “pembuat gaduh” tanpa dasar yang objektif justru mencerminkan kegagalan dalam memahami esensi kritik sebagai bagian dari kontrol sosial. Demonstrasi adalah hak konstitusional warga negara, selama dilakukan secara damai dan sesuai aturan. Upaya membungkamnya dengan ancaman penangkapan justru berisiko memperkeruh situasi, bukan meredamnya.

Ia menegaskan bahwa negara seharusnya hadir sebagai penjamin ruang dialog, bukan sebagai alat represi terhadap suara yang berbeda. Kritik dan aksi massa, kata Rizal, adalah indikator bahwa masyarakat masih peduli terhadap kondisi sosial dan kebijakan publik. Jika setiap perbedaan pandangan direspons dengan pendekatan hukum yang represif, maka yang terbangun bukan stabilitas, melainkan ketakutan kolektif.

Lebih jauh, Rizal mengingatkan bahwa aparat penegak hukum perlu bertindak proporsional dan profesional. Penegakan hukum tidak boleh didasarkan pada persepsi sepihak atau tekanan tertentu, melainkan pada fakta dan ketentuan yang jelas. Ia juga mengajak semua pihak untuk menahan diri dari narasi yang memperkeruh keadaan, serta mengedepankan dialog terbuka sebagai jalan penyelesaian.

“Jangan sampai demokrasi kita mundur hanya karena ketidaknyamanan terhadap kritik. Aktivis bukan musuh negara, mereka adalah bagian dari masyarakat yang ingin didengar,” tegas Rizal, pada Kamis (30/4/2026).

Dengan demikian, penolakan terhadap wacana kriminalisasi aktivis bukan sekadar pembelaan terhadap individu atau kelompok tertentu, melainkan bentuk komitmen untuk menjaga ruang demokrasi tetap sehat, terbuka, dan berkeadilan.

Apel Besar Sabuk Kamtibmas 2026 Polresta Banyuwangi Satukan Elemen Masyarakat Jaga Keamanan

0

BANYUWANGI – Polresta Banyuwangi menggelar Apel Besar Sabuk Kamtibmas 2026 di halaman Mapolresta Banyuwangi, Kamis (30/6/2026), sebagai bentuk penguatan sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban wilayah.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari Senkom, driver ojek online (OJOL), Banser, Ansor, perguruan silat, Pecalang, hingga organisasi kemasyarakatan lainnya.

Kapolresta Banyuwangi dalam amanatnya menyampaikan pesan Kapolda Jawa Timur agar seluruh elemen masyarakat terus bersatu menjaga stabilitas keamanan di wilayah Banyuwangi.

“Pesan Bapak Kapolda Jawa Timur, mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban di Banyuwangi. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Kapolresta Banyuwangi.

Apel berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, ditandai dengan pembacaan Ikrar Sabuk Kamtibmas oleh seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama menjaga persatuan dan mencegah potensi gangguan keamanan.

Selain itu, Polresta Banyuwangi juga memberikan apresiasi kepada para peserta apel sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi aktif dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan damai.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga Banyuwangi tetap aman, harmonis, dan kondusif di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. (**)

Hari Posyandu 2026,Direktur RSUDMA Sumenep Apresiasi Peran Para Kader Sebagai Ujung Tombak Layanan Kesehatan

0

Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran layanan kesehatan berbasis masyarakat.

Direktur RSUDMA Sumenep,dr.Erliyati, M.Kes menyampaikan bahwa Posyandu tidak sekadar menjadi tempat pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak.

“Hari Posyandu Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Posyandu adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di tengah masyarakat,” kata dr.Erliyati ,Rabu (29/04/26).

Menurutnya, transformasi Posyandu melalui penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh.

“Melalui transformasi Posyandu dengan 6 Standar Pelayanan Minimal, kami ingin memastikan layanan semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjawab kebutuhan kesehatan secara lebih optimal,” tandasnya.

Dikatakan, guna meningkatkan keberhasilan Posyandu tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kader, tenaga kesehatan, hingga dukungan aktif masyarakat.

Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat terus mendukung dan memanfaatkan layanan Posyandu, agar kualitas hidup masyarakat dapat ditingkatkan bersama.

Diakui pula, peringatan Hari Posyandu Nasional tahun ini mengusung semangat peningkatan kualitas layanan yang inklusif dan berkelanjutan. Di berbagai wilayah, Posyandu telah menjadi pusat aktivitas kesehatan yang tidak hanya melayani penimbangan balita, tetapi juga pemeriksaan kesehatan, edukasi gizi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap, Posyandu mampu terus bertransformasi menjadi layanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern, sekaligus tetap mempertahankan nilai gotong royong yang menjadi fondasi utamanya.

“Kami berharap, momentum Hari Posyandu ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga menjadi penguat komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui layanan Posyandu yang semakin berkualitas,” pungkasnya

Aksi Sigap Sat Samapta Polres Purwakarta Amankan Keberangkatan Haji Kloter 12

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰  ( ℝ𝔼𝔻𝔸𝕂𝕊𝕀.ℂ𝕆 ) — 𝙿𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚏 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚒𝚊𝚙𝚜𝚒𝚊𝚐𝚊𝚊𝚗 𝚂𝚊𝚝𝚞𝚊𝚗 𝚂𝚊𝚖𝚊𝚙𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚒𝚑𝚊𝚝 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 445 𝚓𝚎𝚖𝚊𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚓𝚒 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚐𝚊𝚋𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝙺𝚕𝚘𝚝𝚎𝚛 12 𝚃𝚊𝚑𝚞𝚗 2026.

𝙱𝚎𝚛𝚝𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚍𝚒 𝙼𝚊𝚜𝚓𝚒𝚍 𝚃𝚊𝚓𝚞𝚐 𝙶𝚎𝚍𝚎, 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙱𝚞𝚗𝚐𝚞𝚛𝚜𝚊𝚛𝚒, 𝚁𝚊𝚋𝚞 (29/04/2026), 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋, 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚔𝚑𝚒𝚍𝚖𝚊𝚝.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Antisipasi Unras 2026, Polres Purwakarta Asah Kemampuan Personel Lewat Latihan Dalmas Rayonisasi Purwasuka

𝚂𝚎𝚓𝚊𝚔 𝚍𝚒𝚗𝚒 𝚑𝚊𝚛𝚒, 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚂𝚊𝚝 𝚂𝚊𝚖𝚊𝚙𝚝𝚊 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚝𝚎𝚛𝚒𝚕𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒 𝚊𝚛𝚎𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚞𝚔𝚊 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚞𝚝𝚞𝚙 𝚍𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛 𝚕𝚘𝚔𝚊𝚜𝚒.

𝙳𝚒𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚓𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚠𝚒𝚛𝚊 𝚂𝚊𝚝 𝚂𝚊𝚖𝚊𝚙𝚝𝚊, 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚍𝚒𝚜𝚒𝚊𝚐𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚝𝚒𝚝𝚒𝚔 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒𝚜, 𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚊𝚛𝚎𝚊 𝚔𝚎𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚓𝚎𝚖𝚊𝚊𝚑, 𝚕𝚘𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚙𝚊𝚛𝚔𝚒𝚛 𝚔𝚎𝚗𝚍𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚓𝚊𝚕𝚞𝚛 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛 𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚋𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚓𝚞 𝚎𝚖𝚋𝚊𝚛𝚔𝚊𝚜𝚒.

𝚃𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚏𝚘𝚔𝚞𝚜 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗, 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝚂𝚊𝚝 𝚂𝚊𝚖𝚊𝚙𝚝𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚗𝚓𝚞𝚔𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚜𝚒 𝚑𝚞𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗. 𝚃𝚎𝚛𝚕𝚒𝚑𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚐𝚊𝚙 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚓𝚎𝚖𝚊𝚊𝚑 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝 𝚞𝚜𝚒𝚊 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚝𝚞𝚛𝚞𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚔𝚎𝚗𝚍𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗, 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚔𝚘𝚙𝚎𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚠𝚊𝚊𝚗, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚖𝚊𝚑 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚎𝚜𝚊𝚔𝚊𝚗.

𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏: Kawal Jemaah Haji, Polres Purwakarta Pastikan Lalin Lancar

𝙿𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚗 𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜 𝚍𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛 𝙼𝚊𝚜𝚓𝚒𝚍 𝚃𝚊𝚓𝚞𝚐 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚑𝚊𝚝𝚒𝚊𝚗 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊. 𝙿𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚂𝚊𝚝 𝚂𝚊𝚖𝚊𝚙𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙱𝚞𝚗𝚐𝚞𝚛𝚜𝚊𝚛𝚒 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚊𝚗𝚌𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚖𝚘𝚋𝚒𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚔𝚎𝚗𝚍𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚙𝚛𝚘𝚜𝚎𝚜 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 11 𝚞𝚗𝚒𝚝 𝚋𝚞𝚜 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚠𝚊 𝚛𝚊𝚝𝚞𝚜𝚊𝚗 𝚓𝚎𝚖𝚊𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚑𝚊𝚖𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜, 𝙰𝙺𝙿 𝙴𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚂𝚞𝚔𝚊𝚗𝚍𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚊𝚗 𝚂𝚊𝚝 𝚂𝚊𝚖𝚊𝚙𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚐𝚊𝚛𝚍𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

“𝚂𝚊𝚝 𝚂𝚊𝚖𝚊𝚙𝚝𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚞𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜. 𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚜𝚊𝚔𝚛𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚓𝚒 𝚒𝚗𝚒, 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚓𝚎𝚖𝚊𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚗𝚢𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞,” 𝚞𝚓𝚊𝚛𝚗𝚢𝚊.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Kapolres Purwakarta Tegaskan Peran Strategis Linmas dalam FGD Pencegahan Premanisme Berbasis Masyarakat

𝚂𝚞𝚊𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚑𝚊𝚛𝚞 𝚙𝚞𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚕𝚒𝚖𝚞𝚝𝚒 𝚕𝚘𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚓𝚎𝚖𝚊𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚕𝚎𝚙𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚓𝚞 𝚎𝚖𝚋𝚊𝚛𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛 𝚙𝚞𝚔𝚞𝚕 13.00 𝚆𝙸𝙱. 𝙻𝚊𝚖𝚋𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚘𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚒𝚛𝚒𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚝𝚊𝚖𝚞 𝙰𝚕𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚓𝚞 𝚃𝚊𝚗𝚊𝚑 𝚂𝚞𝚌𝚒.

𝙳𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚒𝚊𝚙𝚊𝚗, 𝚔𝚎𝚍𝚒𝚜𝚒𝚙𝚕𝚒𝚗𝚊𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚎𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚑𝚞𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚝𝚞𝚗𝚓𝚞𝚔𝚔𝚊𝚗 𝚂𝚊𝚝 𝚂𝚊𝚖𝚊𝚙𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚞𝚜𝚒𝚏. 𝙷𝚊𝚕 𝚒𝚗𝚒 𝚔𝚎𝚖𝚋𝚊𝚕𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Demi Patuhi Arahan Bupati, Direktur RSUDMA Sumenep BerBecak Ria Saat Pulang Ngantor

0

Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam upaya hemat BBM.

Kali ini, rumah sakit menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh pegawai dan tenaga kesehatan untuk menggunakan sepeda sebagai transportasi saat berangkat kerja.

Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor 19 Tahun 2026 sebagai perubahan atas SE Nomor 17 Tahun 2026 tentang penghematan BBM dan tindak lanjut dari arahan Bupati Sumenep.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, menginstruksikan kepada seluruh pegawai untuk menggunakan sepeda saat berangkat ke kantor, khususnya pada hari Rabu dan Jumat.

Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar bentuk kepatuhan terhadap regulasi pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja rumah sakit.

“Seluruh pegawai kami dorong untuk bersepeda ke kantor, khususnya yang berdomisili tidak terlalu jauh, terutama pada hari Rabu dan Jumat. Ini bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah sekaligus menjaga kesehatan,” ujarnya. Kamis, (30/04/26).

Ia menegaskan bahwa penerapan kebiasaan tersebut diharapkan mampu menekan konsumsi BBM secara signifikan sekaligus memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kebugaran pegawai.

“Selain efisiensi energi, bersepeda juga berdampak baik bagi kebugaran pegawai. Kami ingin kebijakan ini berjalan konsisten dan menjadi budaya baru,” tegasnya.

(HR)

Teladani Kartini,Segenap Srikandi RSUDMA Sumenep Siap di Garda Terdepan Optimalkan Layanan Kesehatan

0
Oplus_0

Momentum peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 lalu, dimaknai Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi mendalam atas pengabdian dan ketulusan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes., menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini harus diwujudkan dalam praktik pelayanan yang humanis, dengan mengedepankan empati, kepedulian, serta profesionalitas tenaga medis.

“Semangat Kartini kami wujudkan melalui komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pasien dan keluarganya dengan sepenuh hati,” ujar dr. Erliyati, Selasa (27/04/26).

Ia menekankan, peringatan Hari Kartini bukan hanya perayaan tahunan, melainkan pengingat pentingnya dedikasi tanpa henti dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bukan soal kemeriahan, tetapi bagaimana kami meneladani Kartini dengan selalu siap memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan tulus,” imbuhnya.

Menurutnya, emansipasi perempuan yang diperjuangkan Kartini telah membuka ruang luas bagi perempuan untuk berkontribusi di berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan. Di RSUDMA,perempuan bahkan menjadi garda terdepan dalam pelayanan.

“Mereka menghadirkan kehangatan sekaligus ketegasan profesional dalam melayani pasien,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Erliyati menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengimplementasikan nilai emansipasi melalui pelayanan tanpa diskriminasi, serta menjunjung tinggi empati kepada seluruh pasien.

RSUDMA Sumenep juga memberikan perhatian khusus pada layanan kesehatan ibu dan anak sebagai bentuk kepedulian terhadap perempuan.

Mulai dari proses persalinan hingga perawatan lanjutan, seluruh layanan dirancang untuk memberikan rasa aman dan nyaman.

“Kami ingin memastikan setiap ibu mendapatkan pelayanan terbaik, terutama dalam momen penting seperti persalinan,” katanya.

Ia menambahkan, kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan dalam dunia kerja, termasuk sektor kesehatan, menjadi fondasi penting dalam membangun layanan yang kuat dan berkelanjutan.

“Semua memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan yang terbaik dengan tetap menjunjung profesionalitas dan tanggung jawab,” tuturnya.

Di akhir, dr. Erliyati menegaskan seluruh jajaran RSUDMA akan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang berpihak kepada masyarakat, sejalan dengan semangat “Bismillah Melayani”.

“Ini bukan sekadar slogan, tetapi komitmen yang kami terapkan dalam setiap layanan kepada masyarakat,” tukasnya.
(HR)

Dari Mustahik Menjadi Muzakki: Program Z-Mart Purworejo Resmi Diluncurkan

0

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙾𝚁𝙴𝙹𝙾 | 𝚁𝙴𝙳𝙰𝙺𝚂𝙸.𝙲𝙾 – 𝙱𝚊𝚍𝚊𝚗 𝙰𝚖𝚒𝚕 𝚉𝚊𝚔𝚊𝚝 𝙽𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕 (𝙱𝙰𝚉𝙽𝙰𝚂) 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘 𝚛𝚎𝚜𝚖𝚒 𝚖𝚎𝚕𝚞𝚗𝚌𝚞𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚐𝚛𝚊𝚖 𝚙𝚎𝚛𝚌𝚘𝚗𝚝𝚘𝚑𝚊𝚗 𝚆𝚊𝚛𝚞𝚗𝚐 𝚉-𝙼𝚊𝚛𝚝 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚜𝚊 (28/4/2026). 𝙻𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒𝚜 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚞𝚓𝚞𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚞𝚋𝚊𝚑 𝚙𝚘𝚕𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚊𝚕𝚞𝚛𝚊𝚗 𝚣𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚒𝚗𝚏𝚊𝚔, 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚍𝚎𝚔𝚊𝚑 (𝚉𝙸𝚂) 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚗𝚜𝚞𝚖𝚝𝚒𝚏 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚖𝚘𝚍𝚊𝚕 𝚙𝚛𝚘𝚍𝚞𝚔𝚝𝚒𝚏 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚖𝚒 𝚔𝚎𝚖𝚊𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒𝚊𝚗 𝚎𝚔𝚘𝚗𝚘𝚖𝚒 𝚞𝚖𝚊𝚝.

​𝙿𝚛𝚘𝚐𝚛𝚊𝚖 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚜𝚊𝚛 40 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞 𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊 𝚖𝚒𝚔𝚛𝚘 (𝚠𝚊𝚛𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚕𝚘𝚗𝚝𝚘𝚗𝚐) 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚊𝚛 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚛𝚒𝚗𝚌𝚒𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚊𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚞𝚝:

• ​30 𝚄𝚗𝚒𝚝: 𝙳𝚒𝚍𝚊𝚗𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝙱𝙰𝚉𝙽𝙰𝚂 𝚁𝙸.

• ​10 𝚄𝚗𝚒𝚝: 𝙷𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚙𝚎𝚛𝚕𝚞𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚐𝚛𝚊𝚖 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚊𝚖𝚙𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒 𝙱𝙰𝚉𝙽𝙰𝚂 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘.

​𝙿𝚎𝚛𝚎𝚜𝚖𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚜𝚒𝚖𝚋𝚘𝚕𝚒𝚜 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚃𝚘𝚔𝚘 𝙱𝚊𝚢𝚞, 𝙺𝚎𝚕𝚞𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗 𝙺𝚕𝚎𝚍𝚞𝚗𝚐 𝙺𝚛𝚊𝚍𝚎𝚗𝚊𝚗, 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙱𝚊𝚗𝚢𝚞𝚞𝚛𝚒𝚙, 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚓𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚞𝚜𝚊𝚝.

​𝙰𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚝𝚘𝚔𝚘𝚑-𝚝𝚘𝚔𝚘𝚑 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚞𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚎𝚔𝚘𝚗𝚘𝚖𝚒 𝚛𝚊𝚔𝚢𝚊𝚝:

​1. 𝚂𝚞𝚛𝚊𝚗𝚝𝚘, 𝚂𝚃, 𝚂𝚂𝚘𝚜, 𝙼.𝙿𝙰 (𝚂𝚎𝚔𝚛𝚎𝚝𝚊𝚛𝚒𝚜 𝙳𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘) 𝚖𝚎𝚠𝚊𝚔𝚒𝚕𝚒 𝙱𝚞𝚙𝚊𝚝𝚒.

2. ​𝙳𝚛. 𝙷. 𝙼. 𝙸𝚖𝚍𝚊𝚍𝚞𝚗 𝚁𝚊𝚑𝚖𝚊𝚝, 𝙼.𝚂𝚒 (𝙳𝚎𝚙𝚞𝚝𝚒 𝙸𝙸 𝙱𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙿𝚎𝚗𝚍𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒𝚋𝚞𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚎𝚗𝚍𝚊𝚢𝚊𝚐𝚞𝚗𝚊𝚊𝚗 𝙱𝙰𝚉𝙽𝙰𝚂 𝚁𝙸).

3. ​𝙺𝙷 𝙰𝚌𝚑𝚖𝚊𝚍 𝙷𝚊𝚖𝚒𝚍, 𝚂.𝙿𝚍.𝚒 (𝙺𝚎𝚝𝚞𝚊 𝙱𝙰𝚉𝙽𝙰𝚂 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘).

“𝙿𝚛𝚘𝚐𝚛𝚊𝚖 𝚒𝚗𝚒 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚞𝚔𝚝𝚒 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚣𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚛𝚞𝚖𝚎𝚗 𝚎𝚔𝚘𝚗𝚘𝚖𝚒 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒𝚊𝚕. 𝚆𝚊𝚛𝚞𝚗𝚐 𝚉-𝙼𝚊𝚛𝚝 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒 𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚊, 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚔𝚊 𝚊𝚔𝚜𝚎𝚜 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞 𝚖𝚒𝚔𝚛𝚘 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝚂𝚎𝚔𝚍𝚊 𝚂𝚞𝚛𝚊𝚗𝚝𝚘 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊.

​𝚅𝚒𝚜𝚒 𝚃𝚛𝚊𝚗𝚜𝚏𝚘𝚛𝚖𝚊𝚜𝚒: 𝙼𝚞𝚜𝚝𝚊𝚑𝚒𝚔 𝙼𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝙼𝚞𝚣𝚊𝚔𝚔𝚒

​𝙳𝚎𝚙𝚞𝚝𝚒 𝙸𝙸 𝙱𝙰𝚉𝙽𝙰𝚂 𝚁𝙸, 𝙳𝚛. 𝙷. 𝙼. 𝙸𝚖𝚍𝚊𝚍𝚞𝚗 𝚁𝚊𝚑𝚖𝚊𝚝, 𝙼𝚂𝚒, 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚔𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕𝚊𝚗 40 𝚞𝚗𝚒𝚝 𝚉-𝙼𝚊𝚛𝚝 𝚍𝚒 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚙𝚛𝚘𝚏𝚎𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚞𝚜𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑. 𝙱𝚎𝚕𝚒𝚊𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚟𝚒𝚜𝚒 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊 𝚙𝚊𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚛𝚘𝚐𝚛𝚊𝚖 𝚒𝚗𝚒 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑:

Target Program

Penjelasan

Kemandirian

Mengubah status penerima bantuan (Mustahik) menjadi pemberi zakat (Muzakki).

Kualitas Usaha

Pendampingan intensif agar warung kelontong mampu bersaing dengan ritel modern.

Keadilan Ekonomi

Mewujudkan kesejahteraan yang merata berbasis nilai keislaman dan kebersamaan.

 

Dengan diluncurkannya Z-Mart, diharapkan roda ekonomi di tingkat desa/kelurahan berputar lebih cepat. Program ini diharapkan tidak hanya berhenti di 40 unit, tetapi dapat terus direplikasi di wilayah lain sebagai model sukses penanggulangan kemiskinan terstruktur di Kabupaten Purworejo. (𝚆𝚊𝚑𝚒𝚍)

*Polri Pastikan Pemulihan Mental Korban, Tim Trauma Healing Turun di RSUD Bekasi*

0

Jakarta ,Redaksi.co— Tim konselor Polres Metro Bekasi Kota turun langsung memberikan pendampingan psikologi kepada korban kecelakaan kereta api KAI dan KRL di RSUD Kota Bekasi.

Pendampingan dilakukan terhadap korban yang menjalani perawatan serta keluarga korban yang berada di rumah sakit. Tim konselor juga melakukan pendataan untuk memastikan kebutuhan para korban dapat tertangani dengan baik.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan pendampingan psikologi ini dilakukan agar korban dan keluarga tidak hanya mendapat penanganan medis, tetapi juga dukungan mental.

“Kami ingin memastikan para korban dan keluarga tidak merasa sendiri. Selain penanganan medis, dukungan psikologis juga penting agar mereka bisa lebih kuat menghadapi situasi ini,” ujarnya pada Rabu (29/4/2026)

lebih lanjut, Kombes Pol Kusumo menyebut bahwa para korban kecelakaan telah mendapatkan penanganan di RSUD Kota Bekasi. Sebagian korban saat ini masih menjalani perawatan intensif, sementara lainnya telah diperbolehkan kembali ke rumah. Adapun korban yang meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Personel kami akan terus mendampingi dan membantu proses penanganan korban. Polri hadir untuk memberikan rasa aman, kepedulian, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya