Beranda blog Halaman 219

“Efek Domino Tabrakan Bekasi: Stasiun Pasar Senen Lumpuh Sementara, Penumpang Menumpuk Menanti Kepastian”

0

Jakarta,Redaksi.Co —Selasa (28/4/2026) Aktivitas di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, mendadak tersendat pada Selasa siang akibat keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh,Lonjakan penumpang tak terhindarkan setelah jadwal keberangkatan terganggu imbas insiden tabrakan kereta di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Sejak sekitar pukul 12.00 WIB, petugas gabungan mulai melakukan pemantauan intensif di area stasiun, Kepadatan terlihat di sejumlah titik, terutama di ruang tunggu dan jalur antrean penumpang yang menanti kepastian jadwal keberangkatan.

Aparat kepolisian turut dikerahkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Wakapolsek Senen, AKP Basuki Rahmat, terlihat langsung memimpin pengamanan di lokasi, memastikan situasi tetap terkendali di tengah meningkatnya volume penumpang.

Meski terjadi antrean panjang dan keterlambatan perjalanan, kondisi di Stasiun Pasar Senen dilaporkan tetap aman, Petugas secara berkala memberikan imbauan kepada penumpang untuk tetap tertib serta mengikuti arahan resmi dari pihak stasiun.

Berbeda dengan situasi di Pasar Senen, pemantauan di Stasiun Kramat, Kelurahan Paseban, menunjukkan kondisi yang relatif kondusif,Tidak ditemukan adanya penumpukan penumpang, dan aktivitas keberangkatan berjalan normal.

Pihak keamanan stasiun menjelaskan bahwa operasional Kereta Rel Listrik (KRL) tidak terdampak dan tetap berjalan sesuai jadwal,Namun sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh mengalami keterlambatan sebagai dampak langsung dari gangguan operasional di lintasan Bekasi.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian bersama petugas stasiun masih bersiaga penuh untuk mengantisipasi lonjakan penumpang serta memastikan kelancaran arus keberangkatan, Penanganan terus dilakukan sembari menunggu normalisasi jadwal perjalanan kereta api secara menyeluruh.

Terapi Wicara RSUDMA Sumenep,Wujud Komitmen Untuk Melayani Masyarakat Madura

0
Oplus_0

Rumah Sakit Umum Daerah dr. H.Moh.Anwar (RSUDMA) Sumenep,kembali berinovasi, kali ini Rumah Sakit plat merah itu menghadirkan layanan terapi wicara di Poli Rehabilitasi Medik.

Layanan yang ditangani oleh Aisyah Shinta Balqis, A.Md. Kes, ini bertujuan untuk membantu pasien yang mengalami gangguan komunikasi, seperti kesulitan berbicara, keterlambatan bicara (speech delay), hingga gangguan bahasa dan menelan, baik pada anak maupun orang dewasa.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, menyampaikan bahwa kehadiran layanan terapi wicara merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan menyeluruh.

“Kami terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang komprehensif. Terapi wicara menjadi salah satu layanan penting, khususnya bagi pasien yang membutuhkan rehabilitasi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kualitas hidup,” ujar dr. Erliyati.

“Layanan ini dapat membantu masyarakat dalam mengatasi berbagai gangguan, seperti kesulitan berbicara, keterlambatan bicara (speech delay) pada anak, hingga pemulihan kemampuan komunikasi pasca stroke,”imbuhnya.

Erliyati juga mengungkapkan bahwa masih banyak orang tua yang terlambat membawa anaknya untuk mendapatkan terapi karena menganggap keterlambatan bicara sebagai hal yang wajar,padahal kondisi tersebut perlu segera ditangani oleh tenaga medis.

“Kami menghimbau masyarakat untuk segera berkonsultasi apabila menemukan tanda-tanda keterlambatan bicara pada anak,biar segera ditangani,karena deteksi dan penanganan sejak dini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi,”tegasnya.

“Layanan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan komunikasi pasien secara bertahap. Untuk itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan, terutama bagi anak yang mengalami keterlambatan bicara,” sambungnya.

“Kami berharap,dengan hadirnya layanan ini ,masyarakat Sumenep dan sekitarnya dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, khususnya dalam bidang rehabilitasi medik,” pungkasnya.(hrs)

RSUDMA Sumenep,Pastikan Proses Permohonan Rekam Medis Secara Cepat dan Akuntable

0

Rumah Sakit Umum Daerah  H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, khususnya dalam penanganan permohonan salinan rekam medis bagi masyarakat.

Pelayanan permohonan salinan rekam medis merupakan bagian dari tanggung jawab rumah sakit dalam memenuhi hak pasien atas informasi medis, dengan tetap mengacu pada prosedur dan ketentuan yang berlaku. RSUDMA memastikan setiap permohonan diproses secara tertib, cepat, dan akuntabel.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, menyampaikan bahwa seluruh layanan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat harus diberikan secara maksimal, terlebih jika bersifat mendesak.

“Setiap pelayanan yang berkaitan dengan masyarakat wajib kami layani secara optimal, apalagi jika bersifat urgent. Kami berupaya memberikan kemudahan tanpa mengabaikan prosedur yang berlaku,” ujarnya Erliyati ,Selasa (28/04/26).

Ia menambahkan, pihak rumah sakit terus melakukan pembenahan sistem pelayanan agar lebih responsif dan transparan, sehingga masyarakat dapat merasakan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan, termasuk dalam pengurusan dokumen rekam medis.

“Pelayanan medis akan terus kami respons secara optimal, bahkan selama 24 jam, guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” tambah dr. Erliyati.

Sementara itu, Bambang Hermanto, salah satu warga yang mengajukan permohonan salinan rekam medis orang tuanya yang pernah dirawat di RSUD pada tahun 2023, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Direktur yang telah mempermudah keperluan saya, karena rekam medis tersebut sangat saya butuhkan,” ungkapnya.

Dengan komitmen tersebut, RSUDMA Sumenep diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi layanan kesehatan daerah.

(HR)

Tingkatkan Mutu dan Kualitas Layanan, RSUDMA Buka Rekrutmen Pegawai BLUD

0

Rumah Sakit Umum Daerah dr. H.Moh. Anwar (RSUDMA) Kabupaten Sumenep resmi membuka rekrutmen pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) non-Aparat Sipil Negara (ASN) untuk tahun 2026.

Rekrutmen ini menjadi peluang bagi masyarakat, khususnya tenaga profesional di bidang kesehatan dan tenaga pendukung, untuk bergabung dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumenep.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya apapun.

“Pendaftaran dan seluruh tahapan seleksi gratis. Kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk pungutan yang mengatasnamakan panitia,” tegasnya.

Pendaftaran dibuka selama empat hari, mulai 13 hingga 16 April 2026.

Formasi yang dibutuhkan cukup beragam, meliputi tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga tenaga pendukung.

Diantaranya dokter umum, perawat, apoteker, radiografer, tenaga laboratorium, fisioterapis, serta tenaga administrasi dan programmer.

Untuk dapat mengikuti seleksi, pelamar harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya:

Warga Negara Indonesia (WNI)

Tidak berstatus ASN, TNI, atau Polri

Memiliki ijazah sesuai formasi dengan IPK minimal 2,75

Khusus tenaga kesehatan wajib memiliki STR aktif

Selain itu, pelamar juga diminta melengkapi dokumen administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pihak RSUDMA mengimbau masyarakat agar waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen.

“Jika ada pihak yang menjanjikan janji dengan ketidakseimbangan tertentu, itu tidak benar. Jangan mudah percaya,” tambahnya.

Rekrutmen ini diharapkan dapat menjaring tenaga kerja yang kompeten dan profesional guna mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumenep.

(HR)

Kegiatan Program Posyandu Dan PKK Desa Manisharjo Tahun 2026

0

 

Redaksi.co Ngawi – Pemerintah Desa Manisharjo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, secara resmi melaksanakan Program Pelayanan Kesehatan Posyandu dan PKK tahun 2026. Program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah desa dalam menyediakan layanan kesehatan masyarakat yang merata dan berkualitas bagi seluruh warga Desa Manisharjo.

Kegiatan Posyandu yang dijalankan tidak hanya terbatas pada satu kelompok usia, melainkan mencakup seluruh siklus kehidupan masyarakat. Ada Posyandu khusus Balita, ibu hamil, para pemuda dan pemudi, serta lansia yang semuanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yang beragam di lingkungan pedesaan.

Selain itu, pelayanan kesehatan masyarakat Desa Manisharjo juga diperluas mencakup pemeriksaan rutin dan konsultasi kesehatan umum. Hal ini memastikan bahwa warga dari berbagai lapisan usia dapat mengakses layanan kesehatan tanpa harus pergi ke fasilitas kesehatan yang jauh dari desa.

Seluruh kegiatan Posyandu dan PKK tersebut telah dilengkapi dengan jadwal tetap untuk masing-masing kelompok sasaran. Jadwal untuk Balita, ibu hamil (Bumil), remaja, dan lansia disusun secara terpisah agar pelayanan berjalan efektif dan tidak terjadi penumpukan peserta di waktu yang sama.

Fokus utama dari program tahun 2026 ini adalah pemenuhan gizi masyarakat dan pencegahan stunting yang masih menjadi perhatian serius di banyak wilayah. Melalui Posyandu, para ibu balita dan ibu hamil mendapatkan penyuluhan gizi seimbang serta makanan tambahan secara berkala untuk menekan angka stunting di desa tersebut.

Ketua Posyandu Desa Manisharjo, Deti Purnawati, yang memiliki pengalaman panjang dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Di bawah kepemimpinannya, seluruh kegiatan berjalan terarah dan selalu mengutamakan keselamatan serta kenyamanan warga.

“Dari tahun ke tahun TP-PKK desa Manisharjo terus menunjukkan peningkatan. Ini berkat kerjasama yang dibangun bersama. Harapannya untuk tahun ini dan yang akan datang terus mengalami peningkatan sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Deti Purnawati, Rabu (29/4/26).

Deti Purnawati juga dibantu oleh puluhan kader kesehatan yang berasal dari lima dusun di Desa Manisharjo. Para kader ini berperan aktif dalam menggerakkan masyarakat, mendata sasaran posyandu, hingga membantu proses pemeriksaan ringan serta penyuluhan kesehatan di setiap dusun.

Dengan kerja sama antara pemerintah desa, bidan desa, dan seluruh kader, program pelayanan kesehatan Posyandu dan PKK tahun 2026 ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Manisharjo secara menyeluruh. Semangat gotong royong inilah yang menjadi kunci keberhasilan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di wilayah Desa. (Agus Supriyoko)

Persiapan Jelang May Day 2026, Partai Buruh Gelar Baksos dan Siap Jaga Zero Konflik di Sumsel

0

Redaksi.co | Palembang, – Menjelang Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day Tahun 2026, yang jatuh pada tanggal 1 Mei, Executive Committee (EXCO) Partai Buruh Sumatera Selatan, Hermawan, SH menyampaikan bahwa Serikat Buruh dan Serikat Pekerja di Sumsel akan menggelar dialog terbuka bersama Gubernur Sumatera Selatan pada Jumat mendatang di Kantor DPRD Sumsel.

Menurut Hermawan, dialog terbuka tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi buruh kepada Pemerintah Daerah, termasuk Kepada Gubernur dan Ketua DPRD Sumsel.

Lebih lanjut, Hermawan menyampaikan bahwa Serikat Buruh dan Serikat Pekerja Sumsel akan berdialog secara terbuka dengan Bapak Gubernur dan Ketua DPRD Sumsel untuk menyampaikan berbagai tuntutan dan persoalan yang dihadapi pekerja.

Secara nasional,” buruh mendesa pemerintah pusat untuk segera mengesahkan regulasi ketenagakerjaan pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168, serta melakukan revisi terhadap berbagai kebijakan yang dinilai memberatkan pekerja. Di antaranya terkait sistem perpajakan seperti pajak THR, pajak upah, hingga pajak Jaminan Hari Tua (JHT),”ujar Hermawan.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti belum terbentuknya Dewan Pengupahan di sejumlah Daerah di Sumatera Selatan. Dari total Kabupaten/Kota, masih terdapat delapan daerah yang belum memiliki Dewan Pengupahan.

“Kami meminta agar Dewan Pengupahan segera dibentuk di seluruh Kabupaten/Kota di Sumsel, karena ini penting dalam menentukan kebijakan upah yang adil bagi pekerja,”jelasnya.

Hermawan juga, menekankan pentingnya penegakan Hukum Ketenagakerjaan, khususnya bagi perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak. Ia meminta agar pengawas ketenagakerjaan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di lingkungan Dinas Tenaga Kerja Sumsel menjalankan tugasnya secara maksimal.

“Penegakan hukum harus berjalan. Hak-hak buruh yang di-PHK harus dilindungi dan dipenuhi,”jelasnya.

Terkait Undang-Undang Cipta Kerja, Hermawan kembali menegaskan penolakan dari kalangan buruh.

Menurutnya, sejak awal disahkan, regulasi tersebut dinilai telah mendegradasi hak-hak pekerja.

“UU Cipta Kerja sejak awal ditolak oleh buruh di seluruh Indonesia karena dianggap merugikan pekerja. Kami berharap ada perubahan regulasi yang lebih berpihak pada buruh,” ujarnya.

Ia menambahkan, Partai Buruh bersama serikat pekerja telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi agar klaster ketenagakerjaan dalam UU Cipta Kerja dapat dikeluarkan dan diganti dengan undang-undang baru yang lebih sesuai dengan aspirasi pekerja.

Dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Partai Buruh Sumsel memperkirakan sekitar 3.000 buruh akan terlibat dalam kegiatan yang dipusatkan di halaman DPRD Sumsel. Kegiatan tersebut tidak hanya berupa penyampaian aspirasi, tetapi juga dialog terbuka dengan pemerintah.

“Koordinasi juga telah dilakukan dengan pihak Kepolisian, termasuk Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang, guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib,”jelasnya.

Hermawan mengimbau kepada seluruh serikat Buruh dan Pekerja untuk menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi.

“Kami menghimbau seluruh buruh untuk menjaga situasi tetap kondusif, mengedepankan zero konflik dan zero insiden, serta tidak ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Selain itu, dalam rangkaian kegiatan May Day, Partai Buruh juga akan menggelar Bakti Sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

“Peringatan May Day bukan hanya tentang perjuangan buruh, tetapi juga momentum untuk berbagi kepada masyarakat,”pungkasnya.

Kawal Jemaah Haji, Polres Purwakarta Pastikan Lalin Lancar

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( 𝚁𝚎𝚍𝚊𝚔𝚜𝚒.𝚌𝚘 ) — 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚛𝚘𝚖𝚋𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚓𝚎𝚖𝚊𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚓𝚒 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚑𝚞𝚔𝚞𝚖 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍, 𝚁𝚊𝚋𝚞 (29/04/2026).

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍 𝙰𝙺𝙿 𝙰𝚕𝚒 𝙼𝚞𝚛𝚝𝚊𝚍𝚑𝚘 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗, 𝚙𝚎𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚔𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚛𝚎𝚔𝚊𝚢𝚊𝚜𝚊 𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜 𝚍𝚒 𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚗𝚝𝚘𝚛 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚝𝚒𝚝𝚒𝚔 𝚔𝚞𝚖𝚙𝚞𝚕 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚓𝚎𝚖𝚙𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚓𝚎𝚖𝚊𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚓𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚍𝚒𝚋𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚓𝚞 𝚃𝚊𝚓𝚞𝚐 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙲𝚒𝚕𝚘𝚍𝚘𝚗𝚐.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Kapolres Purwakarta Tegaskan Peran Strategis Linmas dalam FGD Pencegahan Premanisme Berbasis Masyarakat

𝙻𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚕𝚊𝚗𝚌𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚓𝚎𝚖𝚊𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚓𝚒 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚒𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜 𝚍𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛 𝚕𝚘𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚕𝚎𝚛𝚎𝚍 𝙰𝙺𝙿 𝙰𝚕𝚒 𝙼𝚞𝚛𝚝𝚊𝚍𝚑𝚘 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚞𝚛𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚔𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗, 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗, 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋𝚊𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚊𝚗𝚌𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜 (𝙺𝚊𝚖𝚜𝚎𝚕𝚝𝚒𝚋𝚌𝚊𝚛𝚕𝚊𝚗𝚝𝚊𝚜) 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑𝚗𝚢𝚊.

“𝙸𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚝𝚒𝚜𝚒𝚙𝚊𝚜𝚒 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚔𝚎𝚖𝚊𝚌𝚎𝚝𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚋𝚊𝚋𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚌𝚎𝚕𝚊𝚔𝚊𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜,” 𝚞𝚓𝚊𝚛𝚗𝚢𝚊.

𝙸𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚙𝚒𝚑𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚓𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚝𝚎𝚛𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚊𝚐𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚓𝚎𝚖𝚊𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚓𝚒.

“𝙺𝚊𝚖𝚒 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚊𝚑 𝚕𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚖𝚋𝚊𝚞 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚝𝚒-𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚗𝚍𝚊𝚛𝚊, 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚝𝚞𝚑𝚒 𝚛𝚊𝚖𝚋𝚞 𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗,” 𝚝𝚊𝚖𝚋𝚊𝚑𝚗𝚢𝚊.

𝚂𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙰𝙺𝙿 𝙴𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚂𝚞𝚔𝚊𝚗𝚍𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

“𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚌𝚊𝚛, 𝚝𝚎𝚛𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚓𝚎𝚖𝚊𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚓𝚒. 𝙸𝚗𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚠𝚞𝚓𝚞𝚍 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝙿𝚛𝚎𝚜𝚒𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚕𝚒𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗, 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚢𝚘𝚖𝚊𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗,” 𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙 𝙴𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝚂𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi Hadiri Konferensi Pers Mayday 2026

0

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi Hadiri Konferensi Pers Mayday 2026

Jakarta, 29 April 2026 — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi, S.T., S.H., menyampaikan sejumlah aspirasi strategis pekerja Indonesia usai konferensi pers peringatan May Day 2026 yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (29/04).

Dalam keterangannya, Ristadi menegaskan bahwa momentum Hari Buruh tahun ini tidak semata-mata diwarnai tuntutan, melainkan sebagai bentuk penyampaian aspirasi yang telah lama diperjuangkan sekaligus apresiasi kepada pemerintah atas respons terhadap sebagian aspirasi pekerja.

“Besok itu bukan tuntutan, tapi penyampaian aspirasi yang sebelumnya sudah kami sampaikan. Bahkan sebagian sudah direspons oleh pemerintah dan DPR,” ujar Ristadi.

Adapun sejumlah isu utama yang disoroti KSPN meliputi pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK), pengaturan ulang sistem outsourcing, serta percepatan pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).

Soroti Ketimpangan Upah

KSPN juga menekankan pentingnya reformasi sistem pengupahan yang lebih adil dan berimbang. Ristadi menyoroti adanya kesenjangan signifikan antara upah pekerja di sektor yang sama di daerah berbeda.

“Pekerja di sektor otomotif dengan jam kerja sama, tapi upah di Yogyakarta dan Karawang bisa berbeda hingga dua setengah kali lipat. Ini tidak adil,” tegasnya.

Menurutnya, perbedaan biaya hidup antar daerah tidak cukup signifikan untuk membenarkan kesenjangan tersebut. KSPN mendorong pemerintah melakukan survei bersama untuk memastikan standar kebutuhan hidup layak yang lebih objektif.

Dinamika Regulasi Ketenagakerjaan

Terkait revisi regulasi ketenagakerjaan, Ristadi mengungkapkan bahwa proses politik masih berjalan dan akan melibatkan tarik-menarik kepentingan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Ia juga mengakui potensi benturan antara regulasi lama dan rencana undang-undang baru, khususnya terkait fleksibilitas outsourcing.

“Presiden sudah menyampaikan akan ada perubahan, minimal kembali ke aturan sebelumnya yang lebih membatasi outsourcing. Ini tentu akan menjadi perdebatan,” jelasnya.

Dorong Perlindungan dan Lapangan Kerja

KSPN mencatat sekitar 20 juta masyarakat Indonesia berada dalam kondisi rentan pekerjaan. Oleh karena itu, pemerintah didorong untuk memperluas lapangan kerja sekaligus memperkuat perlindungan bagi pekerja aktif.

Selain itu, KSPN menekankan pentingnya perlindungan industri dalam negeri melalui pembatasan impor, pemberantasan impor ilegal, serta dukungan terhadap modernisasi industri nasional.

“Kalau industri dalam negeri kuat, pekerja akan lebih terlindungi dari ancaman PHK,” katanya.

Isu Pajak dan Jaminan Sosial

Dalam aspek kesejahteraan, KSPN juga mendorong penghapusan pajak penghasilan bagi pekerja serta perluasan jaminan sosial bagi seluruh tenaga kerja, termasuk pekerja mandiri.

Tantangan Teknologi dan Perubahan Generasi

Menanggapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), Ristadi menilai dampaknya tidak merata di semua sektor. Sektor industri padat karya dinilai relatif lebih aman, namun perubahan pola kerja generasi muda menjadi perhatian serius.

“Generasi muda sekarang cenderung memilih pekerjaan fleksibel seperti jualan online atau menjadi konten kreator. Ini harus diantisipasi agar tidak berdampak pada keberlangsungan industri,” ujarnya.

Harapan May Day 2026

Menutup pernyataannya, Ristadi berharap momentum May Day 2026 menjadi titik penguatan sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adil, berkelanjutan, dan berdaya saing.

“Kami berharap ke depan lapangan kerja semakin luas, perlindungan meningkat, dan kesejahteraan pekerja terus membaik,” pungkasnya.

 

Inspektorat Bantah Audit Tuntas Dugaan Rangkap Jabatan ASN PMI Lobar

0

Inspektorat Bantah Audit Tuntas Dugaan Rangkap Jabatan ASN PMI Lobar

LOMBOK BARAT – Redaksi.Co Polemik dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kembali memicu perhatian publik. Perbedaan pernyataan antara pihak PMI Lombok Barat dan Inspektorat daerah membuat persoalan tersebut semakin menjadi sorotan.

ASN PPPK bernama dr. Souvia Mutmainnah diketahui bertugas sebagai tenaga medis di Puskesmas Kediri. Namun, di waktu bersamaan juga menjabat sebagai Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Lombok Barat.

Ketua PMI Lombok Barat, Haris Karnaen, menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran dalam posisi yang dijalankan dr. Souvia. Menurutnya, masyarakat perlu memahami secara utuh aturan terkait rangkap pekerjaan ASN.

Yang tidak diperbolehkan itu jika menerima gaji dari dua sumber APBN atau APBD. PMI ini NGO, bukan lembaga pemerintah. Yang bersangkutan hanya menerima insentif, bukan gaji,” ujar Haris saat dikonfirmasi, Senin (28/4/2026).

Ia juga menilai publik keliru memahami istilah rangkap jabatan karena dr. Souvia di Puskesmas Kediri bukan pejabat struktural.

“Di puskesmas hanya pegawai pelaksana, bukan kepala atau pejabat. Jadi tidak ada masalah jabatan rangkap,” tambahnya.

Namun keterangan tersebut berbeda dengan penjelasan Inspektur Lombok Barat, Suparlan. Ia menegaskan bahwa laporan dugaan rangkap jabatan baru diterima dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan awal.

Kami sudah menerima laporan dari Dinas Kesehatan Lombok Barat terkait indikasi double jabatan ASN,” ungkap Suparlan.

Menurutnya, Inspektorat belum mengeluarkan kesimpulan apa pun karena proses klarifikasi dan pemeriksaan masih berjalan.

Atas laporan ini kami akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Setelah itu baru bisa disimpulkan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin ASN,” jelasnya.

Suparlan juga mempertanyakan proses perizinan terhadap ASN tersebut apabila benar menjalankan tugas tambahan sebagai Kepala UDD PMI Lombok Barat.

Kalau memang bekerja lagi sebagai Kepala Unit Donor Darah PMI, siapa yang memberi izin? ASN harus mendapatkan persetujuan atasan,” tegasnya.

Berdasarkan hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Dinas Kesehatan Lombok Barat, dr. Souvia disebut mengakui menjalankan tugas sebagai Kepala UDD PMI Lombok Barat.

Perbedaan fakta antara pihak PMI dan Inspektorat ini memunculkan pertanyaan publik, terutama terkait informasi sebelumnya yang menyebut audit telah selesai dan tidak ditemukan pelanggaran. Sementara Inspektorat memastikan pemeriksaan justru baru dimulai.

Sebelumnya, Ketua LSM Edukasi, Yusri, juga meminta Bupati Lombok Barat turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terkait proses perizinan dan disiplin ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Jurnalis : Abach Uhel Editor : Redaksi.co

Kapolres Purwakarta Tegaskan Peran Strategis Linmas dalam FGD Pencegahan Premanisme Berbasis Masyarakat

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menegaskan pentingnya pemberdayaan keamanan berbasis masyarakat dalam mencegah aksi premanisme melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Tatag Trawang Tunggal Polres Purwakarta, Rabu (29/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut mengusung tema: “Langkah Strategis Memberdayakan Keamanan Berbasis Masyarakat untuk Mencegah Premanisme di Wilayah”, dengan sasaran utama para anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dari seluruh wilayah hukum Polres Purwakarta.

FGD ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah dan kepolisian, di antaranya Kabid Poldagri Ormas Kesbangpol Kabupaten Purwakarta, Kabid Linmas Kabupaten Purwakarta, Kasat Binmas Polres Purwakarta, jajaran anggota Sat Binmas, serta perwakilan Linmas dari masing-masing Polsek sebanyak 50 orang.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Antisipasi Unras 2026, Polres Purwakarta Asah Kemampuan Personel Lewat Latihan Dalmas Rayonisasi Purwasuka

Dalam sambutannya, Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menjelaskan bahwa pelaksanaan FGD ini bertujuan untuk memperkuat peran Linmas sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan di lingkungan masyarakat, khususnya dalam menghadapi potensi premanisme yang masih menjadi ancaman nyata.

Ia mengungkapkan bahwa berbagai bentuk premanisme seperti pungutan liar di kawasan industri, penguasaan parkir ilegal, hingga intimidasi terhadap pedagang masih kerap dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut, jika tidak ditangani secara serius, dapat berdampak pada terganggunya iklim investasi serta menurunnya rasa aman di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan FGD ini, kami ingin menyamakan persepsi dan memperkuat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan Linmas dalam upaya pencegahan premanisme. Polri tidak bisa bekerja sendiri, sehingga kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama,” tegas Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian serta Peraturan Polri Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemolisian Masyarakat (Polmas), keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, keberadaan Linmas di tingkat desa dan kelurahan memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendeteksi dan mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini.

𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏: Antisipasi Dampak Global, Polres Purwakarta Ikuti Rakor Lintas Sektoral Bersama Mabes Polri

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan materi oleh narasumber dari Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Purwakarta yang membahas strategi penanggulangan premanisme serta penguatan kapasitas Linmas sebagai Satgas umum di lapangan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif guna menggali permasalahan serta solusi yang dihadapi di masing-masing wilayah.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi menyampaikan bahwa melalui FGD ini diharapkan para anggota Linmas dapat meningkatkan kemampuan, baik dalam deteksi dini, penanganan situasi di lapangan, hingga pemahaman dasar hukum terkait premanisme.

“Linmas diharapkan semakin aktif dalam melakukan patroli lingkungan, menghidupkan kembali pos ronda, serta berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam memetakan potensi kerawanan di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Polres Purwakarta berharap tercipta kolaborasi yang solid antara aparat keamanan dan masyarakat, sehingga upaya pencegahan premanisme dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Purwakarta. (*/SK)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒