Beranda blog Halaman 220

GEPMA “GASPOL”! Komisi I DPRD Sulbar Dihajar Ultimatum, Dugaan Skandal Rp9 Miliar Meledak ke Publik

0

Redaksi.co SULBAR : Gerakan Pemuda Mahasiswa Mamasa (GEPMA) melancarkan ultimatum kepada Komisi I DPRD Sulawesi Barat. Lembaga yang seharusnya jadi garda pengawas itu justru disorot tajam setelah mangkir dari audiensi krusial, sebuah langkah yang dinilai publik sebagai bentuk penghindaran dari isu panas dugaan penyimpangan anggaran.

Audiensi yang dijadwalkan Rabu, 29 April 2026, sejatinya menjadi momen penting untuk membongkar dugaan kejanggalan di tubuh Sekretariat DPRD Sulbar. Sorotan tertuju pada dua pos anggaran jumbo, lebih dari Rp9 miliar untuk pemeliharaan kendaraan dinas, serta pengadaan mobiler, kursi dan meja anggota dewan, untuk tahun anggaran 2025–2026.

Alih-alih tampil memberi penjelasan, Komisi I justru “menghilang”. Lebih mencengangkan, mereka juga dinilai tak mampu menghadirkan Biro Umum Setda Sulbar dan Sekretaris DPRD (Setwan) untuk dimintai klarifikasi. Kondisi ini langsung memantik kecurigaan luas: apakah ada sesuatu yang sengaja disembunyikan?

Ketua GEPMA, Mondy, meluapkan kemarahannya tanpa kompromi. Ia menyebut absennya Komisi I sebagai tamparan keras bagi publik dan bukti rapuhnya fungsi pengawasan.

Ini bukan sekadar mangkir. Ini bentuk penghinaan! Komisi I adalah mitra kerja Biro Umum dan Setwan. Kalau mereka tidak berani atau tidak mampu memanggil, publik berhak curiga, ada apa sebenarnya?” tegas Mondy lantang.

GEPMA menilai sikap bungkam dan menghindar ini justru mempertebal dugaan adanya praktik tak transparan dalam pengelolaan anggaran. Mereka pun memberi sinyal keras: jika DPRD terus bermain diam, gelombang aksi dengan skala lebih besar siap digelar dalam waktu dekat.

Ultimatum sudah ditebar. Tekanan publik terus membesar. Kini sorotan mengarah ke Komisi I, akan angkat bicara atau terus tenggelam dalam sunyi yang semakin mencurigakan? (ZUL)

Di Balik Topeng Badut, Tersimpan Dendam Mematikan:Teror Baru”Badut Gendong”

0

Jakarta, Redaksi.Co – 29 April 2026
Industri perfilman Indonesia kembali bersiap menyambut gelombang horor baru yang tidak sekadar menakutkan, tetapi juga menyayat emosi.

Film Badut Gendong hadir membawa pendekatan berbeda menggabungkan tragedi personal, konflik sosial, dan teror supranatural dalam satu napas cerita yang intens.

Dalam peluncuran trailer dan poster terbarunya di kawasan Metropole, Jakarta, publik diperlihatkan sekilas dunia kelam yang akan menjadi panggung utama film ini.

Tidak hanya menjual ketegangan, karya ini juga mencoba menantang batas empati penonton terhadap sosok yang berada di antara korban dan pelaku,
Alih-alih menghadirkan sosok antagonis yang hitam-putih, film ini menggali sisi manusiawi dari karakter utamany, Darso, seorang pengamen jalanan yang hidupnya hancur akibat tragedi memilukan, menjadi pusat dari teror yang berkembang.

Rasa kehilangan yang mendalam perlahan berubah menjadi energi destruktif yang sulit dibendung, menciptakan konflik batin yang kuat sekaligus mengerikan.

Yang menarik, film ini tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari perluasan semesta Qodrat, namun tetap dirancang agar dapat dinikmati oleh penonton baru,Pendekatan ini memberi ruang eksplorasi cerita yang lebih luas, sekaligus memperkaya dunia yang sudah lebih dulu dikenal.

Dari sisi produksi, film ini tampak berani keluar dari pola horor konvensional,Nuansa visual yang gelap, atmosfer desa yang mencekam, hingga simbolisasi “Badut Gendong” sebagai representasi luka batin, menjadi elemen yang membedakan film ini dari rilisan horor lainnya.

Tak hanya itu, jajaran pemain yang terlibat juga memberikan warna tersendiri,Penampilan aktor-aktor lintas generasi menghadirkan dinamika akting yang kuat, memperkuat narasi yang sejak awal memang dibangun dengan emosi yang dalam.

Lebih dari sekadar kisah balas dendam, film ini seperti mengajak penonton bertanya: seberapa jauh seseorang bisa berubah ketika kehilangan segalanya?
Dengan jadwal tayang yang ditetapkan pada 27 Mei 2026, “Badut Gendong” diprediksi akan menjadi salah satu film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan jejak psikologis bagi penontonnya.

Sebuah teror yang tidak hanya muncul dari luar, tetapi juga dari dalam diri manusia itu sendiri.

Penuh Haru, Polda Malut Gelar Upacara Pelepasan Purna Tugas Irjen Pol. Waris Agono  

0

REDAKSI. CO – Upacara pelepasan purna tugas Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si, digelar di Mapolda Malut pada Selasa, (28/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran pejabat serta personel kepolisian.

Dalam upacara tersebut, Wakapolda Malut Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum turut hadir bersama Irwasda Polda Malut, para pejabat utama, serta Kapolres dan Kapolresta jajaran. Seluruh personel Polda Malut juga mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk penghormatan kepada pimpinan yang memasuki masa purna tugas.

Prosesi pelepasan ditandai dengan penghormatan pasukan serta tradisi pedang pora yang menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan pengabdian selama menjabat sebagai Kapolda Maluku Utara. Suasana haru tampak menyelimuti jalannya upacara.

Kabidhumas Polda Malut Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W., S.H., S.I.K., M.I.K., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi institusi kepada pimpinan yang telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menambahkan, selama masa kepemimpinan Irjen Pol. Waris Agono, berbagai program dan kebijakan strategis telah dijalankan guna meningkatkan kinerja Polri, khususnya di lingkungan Polda Maluku Utara.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat pengabdian yang telah ditunjukkan dapat menjadi teladan bagi seluruh personel dalam melaksanakan tugas ke depan.

Bupati Purworejo Tinjau Lokasi Kebakaran di Desa Kalimeneng: Apresiasi Gotong Royong Warga

0

PURWOREJO | 𝘙𝘦𝘥𝘢𝘬𝘴𝘪.𝘤𝘰 – Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, S.H., melakukan kunjungan langsung ke lokasi musibah kebakaran yang menimpa rumah Bapak Nurodin di Dukuh Cengkirlegi RT 02 RW 02, Desa Kalimeneng, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Senin (27/04/2026).

​Dalam kunjungannya, Bupati didampingi oleh Asisten Pemerintahan serta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait untuk memberikan dukungan moril sekaligus menyerahkan santunan dari Baznas Kabupaten Purworejo dan bantuan sosial kepada keluarga korban.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Lawan Penyakit Masyarakat, Polres Purworejo Ringkus Enam Pengedar Minuman Beralkohol

​Musibah kebakaran tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 26 April 2026, sekitar pukul 03.45 WIB.

  • Awal Mula: Api pertama kali terlihat oleh warga di area parkir kendaraan.
  • Penyebab: Berdasarkan pantauan lapangan, api diduga berasal dari korsleting listrik pada mesin pompa air. Percikan api kemudian menyambar bahan mudah terbakar dan menghanguskan sepeda motor yang terparkir hingga merambat ke bagian atap rumah.

​Bupati 𝘗𝘶𝘳𝘸𝘰𝘳𝘦𝘫𝘰, 𝘠𝘶𝘭𝘪 𝘏𝘢𝘴𝘵𝘶𝘵𝘪, 𝘚.𝘏., menyampaikan rasa prihatin yang mendalam, namun ia juga mengaku bangga melihat respon cepat masyarakat setempat.

​“Kami turut prihatin dengan kebakaran rumah ini. Semoga bantuan yang diberikan bisa membawa berkah ke depannya. Kebersamaan warga di Desa Kalimeneng ini patut kita apresiasi; mereka bersatu padu memperbaiki atap rumah yang terbakar hanya dalam waktu satu hari,” ujar Bupati.

​Bupati juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat untuk:

  1. Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran.
  2. Mengecek berkala instalasi listrik di rumah masing-masing guna menghindari korsleting.
  3. ​Memastikan lingkungan sekitar aman dari benda-benda yang memicu api.

​Rasa simpati juga datang dari tokoh masyarakat lainnya. Mochamad Solihin SH, didampingi KSB LRI Komda Purworejo, Akhmad Subandi dan Eko Priyono SE, turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Nurodin dan berharap keluarga diberikan ketabahan. (𝘞𝘢𝘩𝘪𝘥)

Mediasi di Polsek Plered, Kasus Kecelakaan Kolam Renang Diselesaikan Secara Kekeluargaan

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — Polsek Plered melaksanakan kegiatan mediasi antara pihak pemilik kolam renang dengan keluarga korban meninggal dunia akibat insiden kecelakaan yang terjadi di area kolam renang, Senin (13/04/2026).

Mediasi yang berlangsung di Mapolsek Plered tersebut berjalan dengan lancar dan penuh suasana kekeluargaan. Kedua belah pihak secara terbuka menyampaikan pandangan masing-masing hingga akhirnya mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan permasalahan secara damai tanpa melanjutkan ke proses hukum.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Antisipasi Unras 2026, Polres Purwakarta Asah Kemampuan Personel Lewat Latihan Dalmas Rayonisasi Purwasuka

Kesepakatan ini diambil setelah keluarga korban memahami bahwa peristiwa yang terjadi merupakan murni kecelakaan, berdasarkan hasil rekaman CCTV serta keterangan para saksi di lokasi kejadian.

Selain itu, hasil penyelidikan juga mengungkap bahwa korban tidak meninggal dunia di tempat kejadian, melainkan sempat mendapatkan penanganan awal di fasilitas kesehatan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙋𝙐𝙇𝘼: Antisipasi Dampak Global, Polres Purwakarta Ikuti Rakor Lintas Sektoral Bersama Mabes Polri

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi menyampaikan bahwa proses mediasi ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat.

“Melalui mediasi, Polri berupaya menghadirkan solusi yang adil dan mengedepankan musyawarah. Dalam hal ini, kedua belah pihak telah sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan dengan penuh kesadaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Plered AKP Ali Murtadho mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di tempat umum, termasuk di kolam renang.

“Dengan adanya kegiatan mediasi ini, diharapkan setiap permasalahan dapat diselesaikan secara bijak serta tetap menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Purwakarta,” ungkap Ali mengakhiri informasi ini. (“/SK)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Pertemuan T.Rival Amiruddin dan PSI,Sinyal Munculnya Poros Politik Baru Dari Aceh

0

Banda Aceh.Redaksi.co
Pertemuan antara tokoh asal Aceh, T. Rival Amiruddin, dengan jajaran elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jakarta memunculkan spekulasi baru di panggung politik nasional.

Agenda yang sekilas tampak sebagai silaturahmi politik ini dinilai menyimpan makna strategis awal dari konsolidasi kekuatan politik berbasis daerah menuju pusat.

Di tengah dinamika politik Indonesia yang semakin cair, kekuatan tak lagi hanya bertumpu pada struktur partai.

Kendali atas basis sosial riil di daerah justru menjadi faktor penentu. Dalam konteks ini, nama T. Rival Amiruddin mulai diperhitungkan.

Dikenal sebagai pengusaha dengan jejaring luas, T. Rival disebut memiliki akses langsung ke berbagai simpul sosial penting di Aceh mulai dari ulama, santri, hingga komunitas akar rumput.

Posisi ini menjadikannya figur kunci dalam membuka jalur politik ke wilayah yang selama ini dikenal memiliki karakter kuat dan relatif tertutup terhadap pengaruh eksternal.

“Ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ada potensi besar di balik komunikasi ini,” ujar Sayed Munawir Assegaf pengamat politik muda.

Aceh sendiri memiliki dinamika politik yang khas. Faktor historis, kultural, dan religius menjadikan pendekatan politik di wilayah ini tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Di sinilah peran figur lokal seperti T. Rival menjadi krusial sebagai jembatan antara kepentingan nasional dan realitas lokal.

Di sisi lain, langkah PSI membuka komunikasi dengan tokoh daerah dinilai sebagai bagian dari perubahan strategi. Jika sebelumnya partai cenderung mengandalkan ekspansi simbolik, kini pendekatan berbasis figur berpengaruh mulai diutamakan.

Pendekatan ini dianggap lebih efektif karena bertumpu pada legitimasi sosial yang sudah terbentuk, bukan sekadar kekuatan struktural partai.

Secara strategis, T. Rival dinilai memiliki sejumlah keunggulan basis sosial yang nyata, latar belakang non-politik yang relatif bersih dari konflik nasional, serta kemampuan menggabungkan narasi religius dan nasionalisme.

Kombinasi tersebut membuatnya tidak hanya relevan dalam konteks lokal Aceh, tetapi juga potensial di tingkat nasional.

Jika komunikasi politik ini berlanjut dan dikelola secara konsisten, bukan tidak mungkin T. Rival akan muncul sebagai representasi baru Aceh di panggung nasional bahkan menjadi penghubung antara dua kutub besar politik Indonesia yang selama ini kerap berseberangan.

Pertemuan ini pun lebih tepat dibaca sebagai langkah awal konsolidasi kekuatan, bukan sekadar komunikasi biasa.

Di tengah perubahan lanskap politik nasional, kemunculan figur dengan basis sosial kuat seperti T. Rival Amiruddin bisa menjadi bagian dari kebutuhan strategis dalam membentuk arah baru politik Indonesia ****

Aceh Perpanjang Masa Pemulihan Pascabencana Hingga Juli 2026

0

Banda Aceh.Redaksi.co
Pemerintah Provinsi Aceh resmi memperpanjang Status Transisi Darurat Pemulihan Pascabencana hidrometeorologi selama 90 hari, terhitung mulai 28 April hingga 30 Juli 2026. Langkah ini diambil guna memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan tuntas di seluruh wilayah terdampak.

Kebijakan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, dalam rapat koordinasi virtual yang melibatkan kepala daerah, instansi teknis, serta berbagai pemangku kepentingan, Selasa ,28/4/2026

Perpanjangan status ini dilakukan karena sejumlah program pemulihan dinilai masih belum sepenuhnya selesai, terutama pada sektor infrastruktur dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat.

Menurut Fadhlullah, pemerintah tidak hanya fokus pada perbaikan kerusakan akibat bencana, tetapi juga memperkuat sistem dan infrastruktur agar lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Kebijakan ini berlaku di seluruh kabupaten dan kota di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi, mencakup wilayah dengan kerusakan infrastruktur maupun permukiman warga.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, organisasi sosial, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat guna mempercepat proses pemulihan.

Fadhlullah menegaskan bahwa tambahan waktu ini penting untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal, sekaligus menjamin sinkronisasi program antar instansi serta kepastian pendanaan.

“Pemerintah Aceh bersama seluruh komponen bangsa akan terus bersinergi membangun kembali daerah yang lebih kuat dan tangguh,” ujarnya.

Untuk mendukung percepatan pemulihan, pemerintah menetapkan enam prioritas utama, yakni penuntasan infrastruktur, pembangunan hunian sementara (huntara), distribusi logistik, jaminan perlindungan sosial, penyediaan lahan hunian tetap (huntap), serta penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana ****

Aceh Perpanjang Masa Pemulihan Pascabencana Hingga Juli 2026

0

Banda Aceh.Redaksi.co
Pemerintah Provinsi Aceh resmi memperpanjang Status Transisi Darurat Pemulihan Pascabencana hidrometeorologi selama 90 hari, terhitung mulai 28 April hingga 30 Juli 2026. Langkah ini diambil guna memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan tuntas di seluruh wilayah terdampak.

Kebijakan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, dalam rapat koordinasi virtual yang melibatkan kepala daerah, instansi teknis, serta berbagai pemangku kepentingan, Selasa, 28/4/2026

Perpanjangan status ini dilakukan karena sejumlah program pemulihan dinilai masih belum sepenuhnya selesai, terutama pada sektor infrastruktur dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat.

Menurut Fadhlullah, pemerintah tidak hanya fokus pada perbaikan kerusakan akibat bencana, tetapi juga memperkuat sistem dan infrastruktur agar lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Kebijakan ini berlaku di seluruh kabupaten dan kota di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi, mencakup wilayah dengan kerusakan infrastruktur maupun permukiman warga.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, organisasi sosial, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat guna mempercepat proses pemulihan.

Fadhlullah menegaskan bahwa tambahan waktu ini penting untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal, sekaligus menjamin sinkronisasi program antar instansi serta kepastian pendanaan.

“Pemerintah Aceh bersama seluruh komponen bangsa akan terus bersinergi membangun kembali daerah yang lebih kuat dan tangguh,” ujarnya.

Untuk mendukung percepatan pemulihan, pemerintah menetapkan enam prioritas utama, yakni penuntasan infrastruktur, pembangunan hunian sementara (huntara), distribusi logistik, jaminan perlindungan sosial, penyediaan lahan hunian tetap (huntap), serta penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana****

Antisipasi Unras 2026, Polres Purwakarta Asah Kemampuan Personel Lewat Latihan Dalmas Rayonisasi Purwasuka

0

 

PURWAKARTA ( Redaksi.co ) — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi unjuk rasa (unras) tahun 2026, Polres Purwakarta menggelar kegiatan latihan bersama Pengendalian Massa (Dalmas) rayonisasi wilayah Purwasuka (Purwakarta, Subang, Karawang), di Lapang Patria Tama Polres Purwakarta, Pada Selasa (28/04/2026) siang.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, dan diikuti oleh jajaran lintas wilayah, di antaranya Kabag Ops Polres Purwakarta Kompol Erwan Dwiyanto, Kabag Ops Polres Karawang AKBP Suparlan, Kabag Ops Polres Subang Kompol Asep Rahman, serta para pejabat utama dan personel dari Polres Purwakarta, Karawang, Subang, hingga personel Brimob Yon C Pelopor.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Antisipasi Dampak Global, Polres Purwakarta Ikuti Rakor Lintas Sektoral Bersama Mabes Polri

Sebelum pelaksanaan latihan, Kapolres Purwakarta memberikan arahan kepada seluruh peserta, menekankan pentingnya profesionalisme, kesiapsiagaan, serta soliditas antar satuan dalam menghadapi dinamika situasi di lapangan.

Dalam pelaksanaan latihan, para peserta secara aktif mengikuti berbagai tahapan simulasi penanganan unjuk rasa, mulai dari formasi dasar Dalmas awal, Dalmas lanjut, hingga pergerakan taktis dalam menghadapi eskalasi massa.

Personel dilatih membentuk barisan pengendalian, teknik dorong massa (push back), hingga strategi pemecahan konsentrasi massa secara terukur.

Tak hanya itu, peserta juga mempraktikkan penggunaan perlengkapan Dalmas seperti tameng, tongkat, serta koordinasi dengan unit khusus seperti PHH Brimob dan penembak gas air mata.

Dalam skenario tertentu, personel diuji dalam situasi kontijensi, termasuk simulasi massa anarkis, evakuasi korban, serta mekanisme pelaporan cepat kepada pimpinan.

Latihan ini menuntut kekompakan, disiplin, serta kemampuan komunikasi antar regu di lapangan. Setiap gerakan dilakukan secara terstruktur dan terkoordinasi, guna memastikan bahwa tindakan yang diambil tetap sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan mengedepankan prinsip humanis.

𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏: Asah Kemampuan Taktis, Personel Polres Purwakarta Ditempa Profesional Dan Siap Amankan Situasi

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas, AKP Enjang Sukandi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif yang strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Purwakarta dan sekitarnya.

“Latihan Dalmas rayonisasi ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam meningkatkan kapasitas personel, baik dari segi langkah, prosedur, hingga mekanisme pelaporan saat menghadapi situasi unjuk rasa. Ini penting agar setiap tindakan di lapangan tetap terukur, profesional, dan sesuai dengan standar operasional,” ujar AKP Enjang Sukandi.

Ia juga menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya mengandalkan kekuatan personel, namun harus didukung dengan perencanaan yang matang, koordinasi yang solid, serta kemampuan respons cepat dalam menghadapi setiap kemungkinan.

“Melalui latihan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh personel siap menghadapi situasi kontijensi dengan pendekatan humanis, mengedepankan dialog, namun tetap tegas apabila diperlukan demi menjaga ketertiban umum,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat, mencerminkan kesiapan dan komitmen Polres Purwakarta bersama jajaran dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (*/SK)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

“Di Antara Cinta dan Ancaman: ‘Crocodile Tears’ Menguak Wajah Gelap Kasih Ibu di Layar Lebar”

0

Jakarta, Redaksi.Co – Selasa (28/4/2026) Perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya yang tak hanya menghibur, tetapi juga menggugah sisi terdalam emosi manusia,Film Crocodile Tears muncul sebagai salah satu rilisan paling dinanti tahun ini, menawarkan pengalaman sinematik yang sunyi, intens, dan perlahan menghantui.

Disutradarai oleh Tumpal Tampubolon, film ini tidak bermain di wilayah dramatis yang meledak-ledak, Sebaliknya ia membangun ketegangan secara perlahan nyaris tanpa disadari hingga penonton terseret masuk ke dalam pusaran konflik batin yang mencekam, Ini bukan sekadar cerita keluarga, melainkan potret relasi yang rapuh, penuh kendali, dan diam-diam berbahaya.

Kekuatan utama film ini terletak pada akting yang terasa “hidup”, Marissa Anita tampil sebagai sosok ibu yang kompleks hangat sekaligus menyesakkan, Perannya bukan hanya melindungi, tetapi juga membatasi, bahkan mengurung.

Sementara Yusuf Mahardika menghadirkan kegamangan seorang anak yang terjebak antara rasa patuh dan keinginan untuk bebas, Kehadiran Zulfa Maharani sebagai sosok luar menjadi katalis yang memicu retaknya keseimbangan yang selama ini tampak utuh,Alih-alih mengandalkan kejutan instan, film ini mengolah atmosfer sebagai kekuatan utama.

Setting yang tak biasa kehidupan di tengah lingkungan yang dekat dengan buaya menjadi metafora tajam tentang ancaman yang selalu mengintai, bahkan di ruang yang seharusnya terasa aman.

Simbolisme ini memperkuat lapisan cerita yang sarat makna,Di balik layar, proyek ini mencerminkan standar produksi yang tidak main-main,Diproduseri oleh Mandy Marahimin, film ini melibatkan kolaborasi lintas negara yang memperkaya perspektif artistik dan teknis,Hasilnya adalah karya yang terasa lokal dalam emosi, namun universal dalam penyampaian.

Sebelum resmi tayang di tanah air, Crocodile Tears telah lebih dulu mencuri perhatian dunia.

Pemutaran perdananya di Toronto International Film Festival 2024 menjadi pintu masuk menuju rangkaian festival global, termasuk Busan International Film Festival dan BFI London Film Festival, Respons positif dari berbagai negara menegaskan bahwa cerita yang berakar dari Indonesia mampu melintasi batas budaya.

Lebih dari sekadar film, karya ini seperti cermin memantulkan sisi relasi manusia yang kerap dihindari: cinta yang berlebihan, ketakutan yang membelenggu, dan keputusan ekstrem yang lahir dari perasaan paling dalam.

Mulai 7 Mei 2026, penonton Indonesia akan berhadapan langsung dengan pengalaman tersebut di bioskop,Satu hal yang pasti, Crocodile Tears bukan tontonan yang mudah dilupakan—ia meninggalkan jejak, perlahan, namun dalam.