Beranda blog Halaman 221

Antisipasi Dampak Global, Polres Purwakarta Ikuti Rakor Lintas Sektoral Bersama Mabes Polri

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — Polres Purwakarta mengikuti kegiatan Zoom Meeting Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kepolisian Republik Indonesia bersama kementerian dan lembaga terkait, yang digelar di Aula Presisi Polres Purwakarta, pada Selasa, 28 April 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, didampingi Wakapolres Kompol Sosialisman M. Natsir, serta diikuti para Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran Polres Purwakarta.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Gerakan ASRI Polres Purwakarta dan DLH Ungkap Persoalan Sampah di Asrama Kebon Kolot

Rapat koordinasi yang dilaksanakan secara daring ini merupakan bagian dari langkah strategis Polri dalam merespons dinamika global yang semakin kompleks, termasuk dampak geopolitik internasional terhadap stabilitas keamanan dan ekonomi nasional.

Dalam arahannya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas yang dipicu oleh kondisi global, seperti konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi, inflasi, hingga kondisi sosial di dalam negeri.

Selain itu, sejumlah menteri dan pimpinan lembaga turut menyampaikan paparan terkait kondisi terkini, mulai dari ketahanan energi, pangan, ketenagakerjaan, hingga stabilitas sistem keuangan nasional. Seluruhnya menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam menjaga keseimbangan ekonomi serta mengantisipasi potensi gejolak sosial di masyarakat.

𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏: Asah Kemampuan Taktis, Personel Polres Purwakarta Ditempa Profesional Dan Siap Amankan Situasi

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas, AKP Enjang Sukandi menyampaikan bahwa keikutsertaan Polres Purwakarta dalam rakor ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi tantangan ke depan.

“Melalui kegiatan ini, jajaran Polres Purwakarta mendapatkan arahan strategis dalam menghadapi dinamika global yang berdampak pada situasi kamtibmas di daerah. Kami akan menindaklanjuti setiap kebijakan dan arahan pimpinan dengan langkah konkret di lapangan,” ujar AKP Enjang Sukandi.

Ia juga menegaskan bahwa sinergitas antara Polri, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.

“Koordinasi lintas sektoral sangat penting agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini. Polres Purwakarta siap bersinergi untuk menjaga wilayah tetap aman, kondusif, dan mendukung stabilitas nasional,” tambahnya. (*/SK)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Antisipasi May Day, Polresta Banyuwangi Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Simulasi Pengamanan

0

BANYUWANGI, Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026, Polresta Banyuwangi menggelar simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) dan latihan Pengendalian Massa (Dalmas), Selasa (28/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolresta Banyuwangi mulai pukul 08.00 hingga 09.30 WIB itu diikuti jajaran pejabat utama Polresta Banyuwangi, di antaranya Wakapolresta, Kabag Ops, para Kasat, anggota Polresta, Dalmas inti dan kerangka, serta tim negosiator.

Simulasi tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya yang berpotensi muncul saat momentum May Day.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel persiapan, dilanjutkan arahan dari Kabag Ops dan Wakapolresta Banyuwangi. Setelah itu, personel mengikuti Tactical Floor Game (TFG) sebagai gambaran taktis penanganan situasi kontinjensi, sebelum memasuki simulasi langsung pengamanan markas komando.

Kegiatan kemudian ditutup dengan analisa dan evaluasi (anev), serta latihan Dalmas sebagai bagian dari penguatan kemampuan personel di lapangan.

Kasat Binmas Polresta Banyuwangi, Kompol Basori Alwi, S.H., M.H., mengatakan kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh personel memahami tugas dan perannya dalam menghadapi situasi darurat, termasuk potensi gangguan yang menyasar markas komando.

“Melalui simulasi ini, personel dilatih untuk merespons cepat dan tepat dalam setiap tahapan pengamanan, sekaligus memperkuat koordinasi antar fungsi di lapangan,” ujarnya.

Dari hasil kegiatan, seluruh personel dinilai mampu memahami prosedur penanganan situasi kontinjensi, mengetahui peran masing-masing, serta menunjukkan peningkatan koordinasi dalam pelaksanaan pengamanan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Polresta Banyuwangi berharap kesiapsiagaan personel semakin optimal dalam menjaga stabilitas kamtibmas menjelang peringatan May Day 2026.

Gerakan ASRI Polres Purwakarta dan DLH Ungkap Persoalan Sampah di Asrama Kebon Kolot

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — Implementasi Gerakan ASRI (Aktif, Sehat, Ramah, Indah) yang digelorakan Polri tidak hanya menjadi simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga membuka persoalan mendasar terkait pengelolaan sampah. Hal itu terlihat dalam kegiatan pembersihan area Asrama Kebon Kolot Polres Purwakarta yang dilaksanakan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta, Selasa, 28 April 2026.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kabag Logistik Polres Purwakarta Kompol Acep Hasbullah dan melibatkan Kabid Pengelolaan Sampah DLH Anggoro Budianto, jajaran fungsi pendukung Polres, serta Tim Orange dari DLH.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Gerak Cepat Tindak Aduan Warga, Pamapta Polres Purwakarta Turun Langsung Cek Dugaan Premanisme

Fokus kegiatan tidak hanya pada pembersihan, tetapi juga penataan lingkungan dan identifikasi permasalahan pengelolaan sampah di kawasan asrama.

Dari hasil kegiatan di lapangan, ditemukan dominasi sampah rumah tangga dan sisa material tebangan pohon yang menumpuk di sejumlah titik.

Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan armada pengangkut sampah yang dinilai belum sebanding dengan volume sampah harian.

Akibatnya, masih terdapat sampah yang tercecer dan berpotensi terbawa aliran air saat hujan, sehingga menciptakan kesan kumuh di lingkungan asrama.

𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏: Polres Purwakarta Dukung Sekolah Aman dan Nyaman, PPA Tekankan Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan

Selain itu, frekuensi pengangkutan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang belum optimal turut menjadi faktor penyebab penumpukan. Dalam satu hari, pengangkutan dinilai belum mampu mengimbangi produksi sampah yang terus meningkat.

Berdasarkan temuan tersebut, sejumlah rekomendasi disampaikan, di antaranya peningkatan kesadaran dan tanggung jawab warga asrama terhadap kebersihan lingkungan, serta penguatan koordinasi dengan dinas terkait agar pengangkutan sampah dapat dilakukan minimal dua kali dalam sehari.

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas AKP Enjang Sukandi menegaskan bahwa Gerakan ASRI merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam membangun lingkungan yang bersih dan sehat.

“Kegiatan ini tidak hanya sebatas aksi bersih-bersih, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap pengelolaan lingkungan. Polri berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kolaborasi dengan instansi terkait,” ujar AKP Enjang Sukandi.

Ia menambahkan, pembentukan Satgas ASRI diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menjaga kebersihan dan menciptakan budaya hidup sehat, baik di lingkungan internal maupun masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, Polres Purwakarta tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan, tetapi juga mendorong lahirnya solusi konkret atas persoalan pengelolaan sampah, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. (*/SK)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

TNI Disorot: Terlalu Jauh Masuk Program Sipil, PMII Mamasa Angkat Suara

0

Redaksi.co MAMASA : Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam berbagai program unggulan pemerintah pusat menuai kritik tajam. Sejumlah kebijakan seperti MBG, KDMP, hingga program percetakan sawah dinilai menunjukkan peran TNI yang semakin melebar, bahkan menyentuh ranah yang dianggap bukan fungsi utamanya.

Ketua PMII Cabang Mamasa, Yasir, secara tegas menyoroti fenomena tersebut. Ia menilai kehadiran TNI dalam program-program sipil seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih mencerminkan pergeseran peran yang berlebihan.

Ini bukan lagi sekadar keterlibatan, tapi sudah mengarah pada dominasi. TNI seharusnya fokus pada tugas utama menjaga keamanan negara, bukan ikut mengelola program kebijakan sipil,” tegas Yasir.

Menurutnya, masih banyak lembaga negara lain yang memiliki kewenangan dan kapasitas untuk menjalankan serta mengawasi program-program tersebut. Ia mempertanyakan alasan di balik pelibatan TNI secara masif.

Kekhawatiran lain yang mencuat adalah soal akuntabilitas hukum. Yasir menilai, jika terjadi pelanggaran oleh oknum TNI dalam pelaksanaan program, proses penanganannya tidak selalu transparan.

“Faktanya, TNI memiliki mekanisme peradilan internal yang jarang terekspos ke publik. Ini berbeda dengan masyarakat sipil yang proses hukumnya terbuka. Di mana jaminan transparansinya?” ujarnya.

Situasi ini dinilai berpotensi menimbulkan ketimpangan dalam penegakan hukum serta mengurangi kepercayaan publik terhadap prinsip keadilan yang setara.

PMII Mamasa pun mendesak Presiden dan pimpinan TNI untuk segera mengambil langkah tegas. Mereka meminta agar TNI dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai alat pertahanan negara, bukan sebagai pelaksana program pemerintah.

Di tengah dinamika konflik global yang masih berlangsung, Yasir menegaskan bahwa fokus TNI seharusnya tidak terpecah.

Negara butuh TNI yang kuat menjaga kedaulatan, bukan yang terseret terlalu jauh ke urusan sipil. Kembalilah ke fungsi utama, dan tetaplah bersama rakyat,” pungkasnya. (ZUL)

Transparansi Desa Hargomulyo Tahun 2026

0

Redaksi.co Ngawi Pemerintah Desa Hargomulyo Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi Melaksanakan Pelaksanaan Pembangunan Desa dengan Paparan Transparansi Rancangan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa /APBDes Tahun 2026 Dengan Rincian:1.Pendapatan :RP 1.236.102.200,- yang bersumber dari PAD,DD,ADD,Bagi Hasil Pajak dan retribusi,Silpha tahun kemarin juga penyertaan modal.

2.Belanja Desa yaitu RP 1.246.032.915,45 yaitu untuk;Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan,Bidang Pembangunan,Bidang Pembinaan Kemasyarakatan,Bidang Pemberdayaan masyarakat, Penanggulangan Bencana,Darurat yang mendesak.

Adapun Prioritas Dana Desa adalah BLT DD, Penguatan Ketahanan Iklim dan Bencana,Promosi Dan Layanan kesehatan, Program Ketahanan Pangan,Program PKTD, Infrastruktur Digital Dan Teknologi informasi.Dan Juga pembangunan Fisik yaitu 1.Talud Penahan Tanah di Dusun Bulurejo 11 RT 05/07. 2.Aspal Buras Dudun Ngetrep RT 04/05. 3.Rabat Jalan Dusun Punen RT02/02.

Kades Hargomulyo,Susilo menjelaskan bahwa Dana Desa di Tahun 2026 ini menurun drastis dari pemerintah pusat Dana Desa yang kita peroleh RP 373.456.000,-sangat jauh dari tahun sebelumnya.Kita jalankan program pembangunan sesuai dengan anggaran yang ada dan prioritas utama dari Dana Desa.”terang Kades

Untuk Pembangunan Infrastruktur tidak banyak yang kita bangun ada 3 titik yaitu TPT di dusun Bulurejo 2,Aspal jalan didusun Ngetrep dan Rabat jalan di Dusun Punen dan semua itu anggaran nya juga tidak banyak.”lanjutnya

Kita laksanakan tahap demi tahap semua program dan pembangunan di Desa kami sesuai rencana dan anggaran yang ada,semoga dapat terlaksana dengan baik dan lancar.”tutupnya (Agus supriyoko)

Lebih dari Sekadar Sepatu: TOMS Indonesia Edukasi Anak-Anak Tentang Lingkungan di Hari Bumi

0

TOMS Indonesia menyalurkan 110 buku bacaan serta total 150 pasang
sepatu TOMS kepada anak-anak, guru, dan pengurus yayasan sebagai penutupan kampanye
#PurchaseWithPurpose yang telah dimulai dari December 2025 yang dimana kampanye
tersebut juga sekali gus dijalani bareng kreator konten Febrian dengan judul, Berjalan Sambil
Berbagi. Sebanyak 30 pasang sepatu telah lebih dulu diberikan kepada para guru sebagai bentuk
apresiasi atas peran mereka dalam mendampingi anak-anak. Selanjutnya, 120 pasang sepatu
disalurkan untuk mendukung aktivitas dan keseharian anak-anak dan pengurus di Yayasan
Peduli Anak.
Selain penyerahan donasi, kegiatan ini juga diisi dengan aktivasi kreatif DIY menghias frame
menggunakan bahan kardus dan material daur ulang. Aktivitas ini dihadirkan sebagai bagian
dari perayaan Hari Bumi, sekaligus mengajak anak-anak untuk memahami pentingnya
kepedulian terhadap lingkungan melalui cara yang sederhana dan menyenangkan. Penyerahan
donasi dilakukan secara langsung bersama travel content creator dan aktivis sosial Febrian, yang
turut menjadi bagian dari perjalanan kampanye ini dari awal. Momen ini tidak hanya menjadi
simbol penyerahan bantuan, tetapi juga bentuk nyata dari kolaborasi antara brand, komunitas,
dan konsumen dalam menciptakan dampak bersama.
“Melalui campaign #PurchaseWithPurpose yang sejalan dengan passion project saya yaitu
#BerjalanSambilBerbagi, saya melihat langsung bagaimana kontribusi kecil bisa memberikan
dampak yang nyata bagi anak-anak di sini,” ujar Febrian.
Melalui aktivitas ini, anak-anak tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga diajak untuk
berkreasi—mengolah material sederhana menjadi karya personal yang penuh makna.
Putri Savana, Marketing Executive TOMS Indonesia, menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi
bagian dari nilai yang ingin terus dibawa oleh TOMS Indonesia.
“Melalui momen Hari Bumi ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian bisa dimulai dari
hal-hal sederhana—termasuk dari bagaimana kita memanfaatkan kembali material di sekitar
kita. Harapannya, pengalaman ini bisa menjadi sesuatu yang bermakna bagi anak-anak,”
ujarnya.

Sementara itu, Brand Manager TOMS Indonesia, Herliane Silomba, menambahkan bahwa
inisiatif ini juga menjadi bentuk transparansi dampak kepada konsumen.
“Melalui donasi dan edukasi kreatif di Hari Bumi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap
partisipasi customer melalui #PurchaseWithPurpose benar-benar sampai kepada mereka yang
membutuhkan. Kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk terus
peduli dan berbagi,” jelasnya.
Selama 20 tahun, setiap langkah bersama TOMS selalu membawa arti—lebih dari sekadar apa
yang terlihat. Perjalanan ini menjadi refleksi dari komitmen TOMS dalam menciptakan dampak
positif yang berkelanjutan, dan akan terus berlanjut kedepannya.

Gerak Cepat Tindak Aduan Warga, Pamapta Polres Purwakarta Turun Langsung Cek Dugaan Premanisme

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — Respons cepat ditunjukkan jajaran Polres Purwakarta dalam menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan aksi premanisme di sekitar pintu masuk STS. 

Laporan yang disampaikan melalui media sosial itu langsung direspon dengan penurunan personel ke lapangan.

Unit Jatanras Satreskrim bersama dengan Piket Samapta Polres Purwakarta diterjunkan untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang dilaporkan.

Langkah ini dilakukan guna memastikan kebenaran informasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di lokasi, petugas melakukan pemantauan situasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat sekitar. Selain itu, dilakukan pula upaya penelusuran terhadap dugaan praktik pungutan liar yang meresahkan para sopir truk yang melintas di kawasan tersebut.

Kehadiran aparat kepolisian di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya tindakan premanisme yang dapat merugikan masyarakat.

𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏: Antisipasi Pencurian di Jam Rawan, Patroli Siang KRYD Polsek Pasawahan Sasar Pedagang Rumahan

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas, AKP Enjang Sukandi menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional.

“Kami pastikan setiap aduan masyarakat menjadi prioritas untuk segera ditindaklanjuti. Polres Purwakarta berkomitmen menindak tegas segala bentuk premanisme yang meresahkan masyarakat,” tegas AKP Enjang Sukandi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas, baik secara langsung maupun melalui layanan pengaduan resmi Polri di 110, agar dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat.

“Dengan langkah sigap tersebut, Polres Purwakarta terus berupaya menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, serta memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Enjang. (*/SK)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Dugaan Suap Rp50 Juta Guncang DPRD Sulbar: Skandal “Ordal” Terbongkar, Drama Balik Narasi Menguat

0

Redaksi.co SULBAR : Aroma busuk praktik korupsi makin menyeruak dari jantung birokrasi daerah. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada dugaan suap senilai Rp50 juta yang menyeret seorang anggota DPRD Sulawesi Barat, Rahmat Ichwan Bahtiar. Skandal ini tak hanya memantik kemarahan publik, tetapi juga membuka dugaan permainan “orang dalam” alias “ordal” yang selama ini jadi rahasia umum, namun jarang tersentuh hukum.

Laporan resmi dilayangkan oleh Muhaimin Faisal ke Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, lengkap dengan bukti awal yang disebut-sebut “cukup telanjang”: rekaman percakapan, dokumen transaksi keuangan, hingga data pendukung yang mengarah pada upaya sistematis memuluskan proses administratif sebuah unit dapur SPPG di Lantora, Polewali Mandar.

Dari dokumen yang beredar, komunikasi antara Rahmat dan Muh. Firman Jaelani, Koordinator Wilayah SPPG Polewali Mandar, menjadi titik awal terbongkarnya dugaan praktik ini. Dalam percakapan tersebut, Rahmat diduga aktif meminta percepatan proses administrasi. Namun, permintaan itu tak berhenti pada jalur resmi.

Istilah yang di ruang publik sering diartikan sebagai akses jalur belakang itu kini menjadi kunci pembuka tabir dugaan praktik suap. Tak lama setelahnya, percakapan bergeser ke angka: Rp50 juta. Dana itu disebut mengalir dalam dua tahap, Rp30 juta dan Rp20 juta, ke rekening atas nama Puspita Angreni, yang diduga menjadi pihak penerima.

Di tengah menguatnya dugaan suap, muncul manuver tak terduga. Rahmat Ichwan Bahtiar justru melaporkan Muh. Firman Jaelani ke Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional Indonesia dengan klaim dirinya sebagai korban pemerasan.

Berdasarkan analisis awal terhadap bukti komunikasi, tidak ditemukan adanya tekanan, ancaman, atau paksaan, unsur utama dalam tindak pidana pemerasan. Justru sebaliknya, komunikasi yang terjadi terlihat cair, bahkan menunjukkan inisiatif datang dari pihak pemberi.

Satu kalimat penutup dalam percakapan menjadi sorotan: “mohon bimbingannya terus.

Kalimat ini dianggap janggal jika ditempatkan dalam konteks korban pemerasan.

Fakta yang ada lebih mengarah pada suap aktif, bukan pemerasan. Jangan sampai hukum dibelokkan oleh narasi,” tegas Muhaimin Faisal.

Kasus ini tak berhenti pada dugaan transaksi uang. Muh. Firman Jaelani dilaporkan telah kehilangan jabatannya usai laporan ke pusat mencuat. Situasi ini memicu spekulasi: apakah ada upaya mengorbankan pihak tertentu untuk menyelamatkan aktor utama?

Lebih jauh, Muhaimin menilai kasus ini bisa menjadi pintu masuk membongkar praktik percaloan administratif yang lebih luas, sebuah jaringan tak kasat mata yang diduga telah lama bermain di sektor pelayanan publik.

Dengan nama pejabat publik terseret, kasus ini menjelma menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum di daerah. Publik kini menanti: apakah hukum akan berdiri tegak, atau kembali tunduk pada kekuasaan?

Tidak boleh ada yang kebal hukum. Kasus ini harus dibuka terang-benderang,” ujar Muhaimin.

Ia memastikan akan terus mengawal proses hukum, bahkan siap menyerahkan bukti tambahan jika diperlukan.

Skandal ini kini menjadi bola panas. Dan publik menunggu, siapa yang akan terbakar lebih dulu? (ZUL)

Antisipasi Pencurian di Jam Rawan, Patroli Siang KRYD Polsek Pasawahan Sasar Pedagang Rumahan

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 )— Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus digencarkan jajaran Polsek Pasawahan Polres Purwakarta melalui patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di Desa Kertajaya, Kecamatan Pasawahan, pada Selasa, 28 April 2026.

Patroli yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu melibatkan Aiptu Hari Adrianto dan Aipda Ridwan Hendrawan dari fungsi Binmas, serta Bripka Dik Dik dari unit Reskrim. Kegiatan difokuskan pada cipta kondisi wilayah sekaligus pemberian pembinaan dan penyuluhan (binluh) kepada masyarakat.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Gerak Cepat Polres Purwakarta, Pelaku Pencurian di Gang Beringin Berhasil Diamankan

Dalam pelaksanaannya, petugas menyasar sejumlah titik aktivitas warga, termasuk lingkungan permukiman dan area usaha kecil. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, seperti pencurian, curanmor, aksi geng motor, hingga premanisme yang kerap terjadi pada siang hingga malam hari.

Secara khusus, petugas memberikan perhatian kepada warga yang berjualan maupun pedagang rumahan agar lebih waspada terhadap potensi pencurian di siang hari. Mereka diminta memastikan barang dagangan tetap dalam pengawasan serta tidak lengah terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar tempat usaha.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk mengaktifkan kembali ronda atau patroli lingkungan secara bergantian sebagai langkah preventif menghadapi kejahatan C3 (curat, curas, dan curanmor). Warga yang memiliki kendaraan bermotor diingatkan untuk menggunakan kunci ganda serta memasang alarm guna meminimalisir risiko kehilangan.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙋𝙐𝙇𝘼: Sinergitas Penegak Hukum Kian Solid, Kapolres Purwakarta Hadiri Tasyakur HBP ke-62 di Lapas Kelas IIB

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui, Kasi Humas, AKP Enjang Sukandi menyampaikan bahwa patroli KRYD merupakan langkah strategis dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan.

“Patroli ini kami lakukan secara rutin sebagai bentuk pencegahan dini agar potensi gangguan kamtibmas dapat diminimalisir, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Enjang menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada upaya preventif melalui edukasi dan pendekatan humanis.

“Polri akan terus hadir melalui kegiatan patroli dan pembinaan kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan gangguan kamtibmas. Kami mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga lingkungannya, karena keamanan merupakan tanggung jawab bersama,” ungkap AKP Enjang Sukandi.(*/SK)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Tragedi Rel Bekasi Timur: Seruan Evaluasi Total Keselamatan Usai Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek

0

Jakarta,Redaksi.Co -Selasa (28/4/2026) Insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam, menyisakan duka mendalam sekaligus mengguncang kepercayaan publik terhadap sistem keselamatan transportasi rel di Indonesia.

Peristiwa yang terjadi di jam sibuk tersebut memicu kepanikan penumpang dan warga sekitar.

Sejumlah saksi mata menggambarkan suasana mencekam saat benturan keras terdengar, disusul evakuasi darurat yang melibatkan petugas gabungan dari berbagai instansi.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Jurnalis Bersatu (DPP AJB)Andi Mulyati Pananrangi, SE menegaskan bahwa tragedi ini tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa, Menurutnya, kejadian ini harus menjadi titik balik untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem operasional dan standar keselamatan perkeretaapian nasional,
“Ini bukan sekadar musibah, tetapi peringatan keras bagi semua pihak untuk memastikan keamanan transportasi publik benar-benar menjadi prioritas utama,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Selasa pagi.

Selain menyampaikan belasungkawa kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses investigasi,Ia meminta agar pihak berwenang membuka hasil penyelidikan secara objektif kepada publik guna menghindari spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.

Di sisi lain, penanganan korban menjadi fokus utama pascakejadian, Para korban luka telah dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat, sementara proses evakuasi terus dilakukan hingga dini hari untuk memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal.

Hingga berita ini diturunkan, otoritas terkait masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Dugaan awal mencakup kemungkinan kesalahan teknis maupun faktor human error, namun belum ada pernyataan resmi yang memastikan hal tersebut.

Tragedi ini kembali menegaskan pentingnya modernisasi sistem sinyal, peningkatan disiplin operasional, serta pengawasan ketat terhadap lalu lintas kereta api.

Publik kini menunggu langkah nyata dari pemerintah dan operator untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta tidak lagi menjadi taruhan.