Top 5 This Week

Related Posts

“Ketika Lembur Menjelma Teror, ‘Monster Pabrik Rambut’ Ubah Dunia Kerja Jadi Mimpi Buruk Sinematik”

Jakarta, Redaksi.Co-29 April 2026, Rumah Produksi Palari Films resmi memperkenalkan wajah terbaru film horor mereka, Monster Pabrik Rambut, lewat peluncuran Trailer, Poster, serta lagu tema yang langsung mencuri perhatian publik.

Film garapan Edwin ini tak sekadar menyuguhkan kengerian, tetapi juga menyentil realitas pahit dunia kerja modern yang kian relevan. Trailer yang dirilis memperlihatkan bagaimana sebuah pabrik rambut berubah menjadi ruang penuh tekanan yang terasa hidup bahkan menyerupai “monster” yang menghisap tenaga manusia, Atmosfer mencekam dibangun melalui kisah dua saudara, Putri dan Ida, yang diperankan oleh Rachel Amanda dan Lutesha. Keduanya memasuki pabrik tersebut demi menguak misteri kematian sang ibu, namun justru terjebak dalam kejanggalan yang semakin tak masuk akal.

Salah satu elemen paling unik hadir lewat karakter Bona, yang dimainkan Iqbaal Ramadhan, Karakter ini digambarkan memiliki kemampuan regenerasi tubuh layaknya Axolotl sebuah metafora kuat tentang tuntutan kerja tanpa henti, seolah manusia dituntut terus pilih hanya untuk kembali dieksploitasi.

Film ini menjadi proyek kolaborasi lintas negara yang melibatkan Indonesia hingga Eropa dan Asia Timur, mempertegas ambisi produksi yang tak main-main.

Dari sisi penulisan, Edwin kembali berkolaborasi dengan Eka Kurniawan setelah kesuksesan Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, Keterlibatan sejumlah nama besar sebagai produser eksekutif, termasuk Ernest Prakasa, Dian Sastrowardoyo, dan Maudy Ayunda, turut memperkuat posisi film ini sebagai salah satu rilisan yang patut dinantikan.

Poster resmi yang dirilis menampilkan para karakter dengan ekspresi kosong dan lelah, memperkuat tema kelelahan kronis akibat tekanan kerja.

Sosok misterius yang diperankan Didik Nini Thowok pun hadir samar di balik latar, menambah lapisan horor yang tak biasa.
Di sisi musikal, lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” yang dibawakan Sal Priadi diproyeksikan menjadi semacam “anthem” bagi para pekerja urban. Lagu ini lahir dari eksplorasi kreatif di dalam adegan film, sebelum akhirnya dikembangkan menjadi original soundtrack yang utuh.

Menariknya, film ini juga menjadi debut horor bagi Iqbaal serta debut layar lebar bagi kreator konten Kev, memperlihatkan pergeseran generasi dalam Industri Film Indonesia, Lebih dari sekadar tontonan, Monster Pabrik Rambut membawa pesan sosial yang tajam. Isu kelelahan kerja, budaya “hustle”, hingga hilangnya batas antara manusia dan mesin menjadi benang merah yang diolah dalam balutan visual surealis.

Dijadwalkan tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop tanah air, film ini berpotensi menjadi salah satu karya horor paling menggugah bukan hanya karena terornya, tetapi karena kedekatannya dengan realitas sehari-hari.

Popular Articles