Sabtu, April 11, 2026
Beranda blog Halaman 200

Pemdes Kutai Donok Gelar Musdes RKP Desa TA 2026 Berjalan dengan sukses

0

Pemdes Kutai Donok Gelar Musdes RKP Desa TA 2026 Berjalan dengan sukses

 

Lebong-Redaksi.co Pemerintah Desa (Pemdes) Kutai Donok, Kecamata Lebong selatan, Kabupaten Lebong bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada Selasa, (07/10/2025), secara resmi menggelar Musyawarah Desa (Musdes) yang berfokus pada Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026. Acara penting ini dilangsungkan di Balai Desa kutai donok.

Musdes RKPDes ini menjadi forum strategis yang melibatkan berbagai pihak. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan kecamatan Lebong slatan,tenaga ahli, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, perwakilan dari BUMDes, serta sejumlah Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan komitmen bersama dalam merencanakan masa depan desa.

 

Kepala desa kutai donok,(VIKY ANUARI) menjelaskan bahwa Musdes ini merupakan tahapan krusial dalam perencanaan pembangunan desa.

 

“Tujuan Musdes ini adalah untuk menentukan arah kebijakan Pemerintah Desa, baik dalam sektor pembangunan, pembinaan, pemberdayaan, ataupun penyelenggaraan pemerintahan yang akan dilaksanakan tahun 2026,ungkap VIKY ANUARI

 

Ia juga menyatakan kegembiraannya melihat antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir. kepala desa menambahkan, dalam forum tersebut, perwakilan masyarakat dari setiap dusun di Desa kutai donok secara aktif menyampaikan berbagai usulan dan kebutuhan desa untuk tahun 2026 mendatang.

 

“Usulan-usulan tersebut mencakup sektor pembangunan, pembinaan, pemberdayaan, kesehatan, pengembangan ekonomi desa, hingga bidang pendidikan seperti pembentukan yg lain-lain, ataupun penyelenggaraan pemerintah,” paparnya.

 

Lebih lanjut kepala desa kutai donok menjelaskan bahwa pelaksanaan Musdes ini berlandaskan pada regulasi yang berlaku, yaitu Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pembangunan Desa dan Permendesa PDTT Nomor 16 Tahun 2019 tentang Musyawarah Desa. Musdes ini diharapkan dapat menjaring aspirasi dan menyusun skala prioritas program pembangunan yang selaras dengan visi dan misi Desa kutai donok, serta potensi dan kebutuhan masyarakat.

 

Pemdes kota donok sangat menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam proses perencanaan ini. Harapannya, hasil pembangunan akan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh warga.

 

Melalui Musdes ini, Pemdes kutai donok menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan desa yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Semua aspirasi yang terkumpul akan menjadi landasan kuat untuk menentukan arah pembangunan di tahun 2026, demi Desa kutai donok yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

 

Terpantau, jalannya Musdes berlangsung lancar, diwarnai dengan interaksi komunikasi, diskusi, dan pertukaran ide yang konstruktif di antara para peserta.

 

Rilis CIKAK S,A

Jaga Ketahanan Pangan, Koptu Anwar Tanjung Babinsa Koramil 08 Kemiri Ajak Warga Tanam Jagung

0

PURWOREJO || Redaksi.co — Demi menjaga ketahanan pangan, Babinsa Koramil 08/Kmr Koptu Anwar bersama Bhabinkamtibmas membantu petani menanam jagung di Desa Kaliglagah Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Selasa 7/10/2015.

Di sela-sela kesibukannya, Koptu Anwar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sehingga terjalin sinergitas untuk meningkatkan capaian pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang optimal.

“Dengan pertumbuhan pertanian yang baik akan menghasilkan peningkatan produksi pangan yang berkualitas guna memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Danramil ramil 08/Kemiri Kapten Cpl Arief bakhtiar menyebut bahwa bantuan serta perhatian Babinsa tersebut mampu membantu pemerintah dalam menciptakan swasembada pangan di wilayah binaan. Tidak hanya jagung, tetapi tanaman pangan yang lain, seperti padi dan komoditas lainnya.

“TNI melalui Babinsa akan terus ditingkatkan dalam memberikan dukungan serta semangat kepada petani untuk menanam jagung seperti sekarang ini demi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Sumber: Koramil 08 Kemiri

Pemdes Suka Damai Gelar Musdes RKP Desa TA 2026 Berjalan dengan sukses

0

Pemdes Suka Damai Gelar Musdes RKP Desa TA 2026 Berjalan dengan sukses

 

Lebong-Redaksi.co Pemerintah Desa (Pemdes) suka damai, Kecamata Lebong tengah, Kabupaten Lebong bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada Selasa, (07/10/2025), secara resmi menggelar Musyawarah Desa (Musdes) yang berfokus pada Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026. Acara penting ini dilangsungkan Balai Desa suka damai.

Musdes RKPDes ini menjadi forum strategis yang melibatkan berbagai pihak. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Camat Lebong tengah Tenaga Ahli Desa, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, perwakilan dari BUMDes, serta sejumlah Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan komitmen bersama dalam merencanakan masa depan desa.

 

Pjs kepala desa suka damai, ANTOMI S,ip menjelaskan bahwa Musdes ini merupakan tahapan krusial dalam perencanaan pembangunan desa.

 

“Tujuan Musdes ini adalah untuk menentukan arah kebijakan Pemerintah Desa, baik dalam sektor pembangunan, pembinaan, pemberdayaan, ataupun penyelenggaraan pemerintahan yang akan dilaksanakan tahun 2026,” ANTOMI S,ip

 

Ia juga menyatakan kegembiraannya melihat antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir. kepala desa menambahkan, dalam forum tersebut, perwakilan masyarakat dari setiap dusun di Desa suka damai secara aktif menyampaikan berbagai usulan dan kebutuhan desa untuk tahun 2026 mendatang.

 

“Usulan-usulan tersebut mencakup sektor pembangunan, pembinaan, pemberdayaan, kesehatan, pengembangan ekonomi desa, hingga bidang pendidikan seperti pembentukan yg lain-lain, ataupun penyelenggaraan pemerintah,” paparnya.

 

Lebih lanjut Pjs suka damai menjelaskan bahwa pelaksanaan Musdes ini berlandaskan pada regulasi yang berlaku, yaitu Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pembangunan Desa dan Permendesa PDTT Nomor 16 Tahun 2019 tentang Musyawarah Desa. Musdes ini diharapkan dapat menjaring aspirasi dan menyusun skala prioritas program pembangunan yang selaras dengan visi dan misi Desa suka damai, serta potensi dan kebutuhan masyarakat.

 

Pemdes suka damai sangat menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam proses perencanaan ini. Harapannya, hasil pembangunan akan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh warga.

 

Melalui Musdes ini, Pemdes suka damai menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan desa yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Semua aspirasi yang terkumpul akan menjadi landasan kuat untuk menentukan arah pembangunan di tahun 2026, demi Desa suka damai yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

 

Terpantau, jalannya Musdes berlangsung lancar, diwarnai dengan interaksi komunikasi, diskusi, dan pertukaran ide yang konstruktif di antara para peserta.

 

Rilis CIKAK S,A

Hadiri Pemberkatan dan Peresmian, Bupati : Gereja Santo Yosep Pekerja Jadi Pusat Kehidupan Rohani

0

Fakfak,Redaksi.co– Bupati Fakfak Samaun Dahlan,S.SOS. M.AP menghadiri acara pemberkatan dan peresmian Gereja Katolik Santo Yosep Pekerja Stasi Brongkendik – Raduria – Hambriangkendik di Distrik Fakfak Tengah, Selasa (7/10/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh sukacita, dihadiri oleh Gubernur Papua Barat, Uskup Manokwari–Sorong Mgr. Hilarion Datus Lega, Danrem 182/Jazirah Onim, Forkopimda Kabupaten Fakfak, serta umat Katolik dari berbagai stasi di Fakfak.

Dalam sambutannya, Bupati Samaun Dahlan menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya acara pemberkatan dan peresmian gereja yang telah lama dinantikan umat Katolik di wilayah tersebut. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada panitia pembangunan dan seluruh umat yang telah berjuang dengan penuh semangat dan iman hingga pembangunan gereja dapat terselesaikan.

“Pembangunan gereja ini adalah hasil dari kerja keras, pengorbanan, dan doa dari seluruh umat. Semoga Gereja Santo Yosep Pekerja menjadi pusat kehidupan rohani dan sosial yang memperkokoh semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Bupati menegaskan pentingnya menjaga dan merawat gereja beserta fasilitasnya agar dapat berfungsi optimal sebagai tempat ibadah dan pembinaan iman bagi generasi mendatang.

“Gereja ini telah dibangun dengan megah, maka tugas kita semua adalah merawatnya, agar tetap menjadi rumah doa yang hidup dan sumber kekuatan rohani bagi umat Katolik di Fakfak Tengah,” pesannya.

Lebih lanjut, Bupati Samaun juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui visi Fakfak Membara terus berkomitmen mendukung pembangunan di bidang keagamaan. Salah satunya melalui kerja sama dengan Seminari Menengah Petrus van Diepen Sorong yang telah ditandatangani pada 6 Oktober 2025, sebagai wujud nyata dukungan terhadap pendidikan gratis dan penguatan spiritual.
“Kerja sama ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan dan pembinaan iman, agar generasi muda Fakfak tumbuh dengan karakter dan spiritualitas yang kuat,” jelasnya.

Menutup sambutan, Bupati Fakfak mengucapkan terima kasih kepada Uskup Manokwari–Sorong, para pastor, biarawan-biarawati, serta seluruh umat Katolik yang telah berperan aktif mendukung terlaksananya acara tersebut.

Acara pemberkatan dan peresmian Gereja Santo Yosep Pekerja berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan umat, yang memaknai momen tersebut sebagai berkat besar bagi perkembangan kehidupan iman Katolik di Distrik Fakfak Tengah.

Krisis Irigasi Bayan Belasan Tahun: Pipa Liar Biang Keladi, Warga Bertindak

0

PURWOREJO, BAYAN || Redaksi.co – Krisis air yang telah melanda sawah di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo dan sekitarnya selama lebih dari 15 tahun kembali mengemuka. Ribuan hektare lahan sawah di wilayah hilir Daerah Irigasi (DI) Kragilan tak lagi terairi, memaksa petani beralih ke tanaman palawija dan hanya mengandalkan tadah hujan. Senin 6/10/2025.

Persoalan ini menjadi sorotan utama dalam Dialog Saluran Irigasi/Pertanian Daerah Irigasi Kragilan yang digelar di Pendopo Hasnu Hasanah Nusantara, Desa Sambeng, Kecamatan Bayan, pada Minggu (05/10/2025) malam.

Kekeringan yang membelit petani Bayan terungkap disebabkan oleh praktik ilegal. Anggota DPRD Kabupaten Purworejo, Rudi Hartono, setelah melakukan pengecekan lapangan, menemukan fakta mengejutkan.

“Permasalahan utama hanya satu: air tidak sampai ke Bayan karena banyaknya kebocoran saluran pipa tak resmi,” tegas Rudi Hartono.

Ia menyebut ada sekitar 70 titik pipa liar yang menyedot aliran air DI Kragilan, bahkan salah satunya berdiameter enam inci, yang diduga kuat menjadi penyebab utama hilangnya pasokan ke wilayah hilir.

“Insyaallah, persoalan ini akan kami dorong sampai ke provinsi, bahkan Gubernur,” janji Rudi.

Harapan Bangkit dan Langkah Konkret
Kondisi tersebut telah memukul kehidupan petani secara langsung.

“Selama 15 tahun kami bertani tanpa air. Dulu bisa panen padi dua kali setahun, sekarang hanya palawija, hasil pun jauh berkurang,” keluh Usman Setiawan, perwakilan BPD Jrakah.

Beberapa kepala desa bahkan mengungkapkan dampak yang meluas, seperti sumur warga yang ikut mengering dan lahan sawah yang terpaksa dialihfungsikan menjadi perumahan bersubsidi karena unsur pembiaran selama belasan tahun.

Sementara itu, Kepala Desa Sambeng menyindir ketahanan pangan mustahil terwujud tanpa solusi irigasi, seraya menyatakan desa mereka merasa “dianaktirikan” dibanding wilayah DI Ngloning.

Menanggapi keluhan ini, Muhaimin dari Fraksi PKB, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, berjanji akan memperjuangkan aspirasi ini.

“Ini soal hajat hidup orang banyak. Kami akan perjuangkan semaksimal mungkin dan pertemukan perwakilan warga duduk satu meja dengan Pimpinan Komisi D, Kepala Pusdataru, dan Kepala BPSDA Probolo agar ada solusi terbaik dan tercepat,” ujar Muhaimin.

Langkah konkret pun segera diambil. Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Bayan, Ismail, menegaskan bahwa mulai 6 Oktober 2025, pihaknya bersama warga akan bergerak menutup 50 titik pipa liar.

“Harapannya, musim kemarau mendatang sawah Bayan bisa kembali terairi. Ini perjuangan bersama,” katanya penuh harap.

Dari sisi teknis, perwakilan komunitas Probolo Kutoarjo, Bowo Sulistiyo, menyampaikan bahwa uji coba aliran air akan segera dilakukan.

“Paling cepat dua minggu lagi setelah penutupan pipa liar. Jika berhasil, air diharapkan bisa kembali mengalir ke Bayan,” jelasnya.

Dialog ini menegaskan bahwa persoalan air di Bayan bukan sekadar masalah teknis, melainkan menyangkut ketahanan pangan, keadilan pembangunan, dan keberlangsungan hidup petani. Air adalah hak dasar masyarakat, dan membiarkan ribuan hektare sawah kering selama lebih dari 15 tahun merupakan bentuk ketidakadilan struktural yang harus segera diselesaikan. (WS)

Firdaus Oiwobo, Sindir Hotman Paris: “Jangan Jumawa, Hari Apes Nggak Ada di Kalender”

0

Redaksi.co, Jakarta | Kuasa hukum Razman Arif Nasution, Firdaus Oiwobo, bersama timnya mendatangi Bareskrim Polri, Senin (6/10/2025), untuk meminta gelar perkara khusus terkait keributan yang terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pada Februari lalu. Langkah ini diambil setelah Hotman Paris menyebut adanya dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Kami datang ke sini untuk menanyakan apakah memang sudah ada tersangka atau belum?. Selain itu, kami juga mengajukan permohonan gelar perkara khusus agar lebih jelas apa yang dituduhkan, pasal apa yang digunakan, dan apakah unsur-unsurnya terpenuhi.” ujar kuasa hukum Firdaus, Deolipa Yumara, di Mabes Polri.

Firdaus yang turut hadir langsung mengatakan kedatangannya bukan tanpa alasan. Ia menilai pernyataan Hotman Paris di media sosial sudah melampaui kewenangan dan bisa menyesatkan publik.

“Saya datang ke sini menyikapi bualan Hotman Paris. Bualan, ya, bukan omongan. Karena beliau sudah mendahului kewenangan Mabes Polri,” ujar Firdaus tegas.

Menurutnya, hanya pihak kepolisian yang berhak menyampaikan status hukum seseorang.

“Hotman ini orangnya jumawa, sombong. Sampai detik ini belum mampu menjatuhkan saya dan Bang Razman, makanya saya bilang ke dia, jangan jumawa, hari apes nggak ada di kalender.” ujar Firdaus.

Firdaus juga menyesalkan sikap Hotman yang menurutnya terlalu tendensius dan menyeret persoalan pribadi ke ranah publik. Ia menilai hal tersebut justru menimbulkan persepsi negatif di mata masyarakat.

“Publik akhirnya mengira saya tersangka hanya karena Hotman bicara begitu. Padahal yang naik meja waktu itu memang saya, tapi itu spontan, bukan sengaja,” kata Firdaus.

“Saya sendiri nyesal kenapa bisa sampai di atas meja. Tapi penyesalan itu saya tuangkan dalam dalil hukum.”

Lebih lanjut, Firdaus menegaskan dirinya masih berstatus advokat sah dan menjabat sebagai Ketua Umum Pembela Muslim dan Masyarakat Tertindas (PEMBATMI).

“Buktinya, saya sudah mengajukan sumpah ulang, dan dijawab bahwa saya masih advokat, hanya sedang dibukukan. Legalitas saya juga diakui oleh negara,” ujarnya.

Firdaus berharap polemik ini tidak ditarik ke arah politik atau kepentingan pribadi.

“Masalah ini murni hukum. Jangan dipolitisasi. Kami datang dengan itikad baik, ingin semua terang benderang,” tutupnya.

Penunjukan Seketaris PUPR Palembang Diduga Adanya Unsur Nepotisme dan Kepentingan Muatan Politik

0

Redaksi.co | Palembang – Puluhan massa Jaringan Masyarakat Sipil Anti Korupsi Indonesia (JAMSAKI) sambangi DPRD Kota Palembang untuk melaksanakan aksi damai terkait kebijakan mutasi jabatan yang terjadi dilingkungan jajaran Pemerintahan Kota Palembang, Sumatera Selatan, sorotan tajam tertuju pada penempatan seorang pejabat golongan Penata Tingkat 1 (3D) sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang.

Aksi massa yang dimotori oleh David Koordinator aksi dan di dampingi oleh Satria, Dorres Angga, Reza Mao, Mukri dan Rahmat Sandi Koordinator lapangan, Senin (06/10/25).

“Menyikapi kebijakan mutasi jabatan yang terjadi dilingkungan jajaran pemerintahan kota palembang, sorotan tajam tertuju pada penempatan seorang pejabat golongan Penata Tingkat 1 (3D) sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang, penunjukan ini dinilai tidak sesuai dengan kapasitas dan tupoksi (Tuga Pokok dan Fungsi yang seharusnya diemban oleh seorang Sekretaris Dinas,”ujar David dalam orasinya.

“Golongan dan kapasitas pejabat tersebut jelas kurang pas untuk menempati posisi Sekretaris Jabatan strategis, seharusnya di isi oleh figur dengan pengalaman dan kapabilitas yang mumpuni, kejanggalan semakin mencuak karena pejabat yang berinisial “R” tersebut juga merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang,”tambahnya.

Situasi rangkap jabatan ini dinilai sangat berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan menghambat kinerja optimal Dinas yang memiliki anggaran besar dan proyek-proyek infrastruktur vital bagi kota palembang.

“Bagaimana mungkin seorang pejabat dengan golongan 3D bisa mengawasi dan mengkoordinasikan pekerjaan di Dinas sebesar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang, ini jelas merusak sistem dan membuka celah penyalahgunaan wewenang jahatan dan anggaran yang akan terjadi dilingkungan kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang,”ungkapnya.

Oleh karena itu, Kami JARINGAN MASYARAKAT SIPIL ANTI KORUPSI INDONESIA (JAMSAKI) meminta DPRD Kota Palembang, sebagai berikut:

1.Meminta kepada DPRD Kota Palembang untuk segera memanggil dan memeriksa Walikota Palembang. Wakil Walikota Palembang. serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang, guna memberikan penjelasan terkait penujukan kontroversial ini, yang diduga adanya unsur nepotisme dan kepentingan muatan politik tertentu dibalik kebijakan mutasi jabatan yang terjadi dilingkungan jajaran pemerintahan kota palembang yang semakin meresahkan masyarakat kota palembang.

2.Golongan Penata Tingkat (3D) dan kapasitas pejabat tersebut jelas kurang pas untuk menempati posisi Sekretaris Jabatan strategis, seharusnya di isi oleh figur dengan pengalaman dan kapabilitas yang mumpuni, kejanggalan semakin mencuak karena pejabat yang berinisial “R” tersebut juga merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang. Situasi rangkap jabatan ini dinilai sangat berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan menghambat kinerja optimal Dinas yang memiliki anggaran besar dan proyek-proyek infrastruktur vital bagi kota palembang.

3.Mendukung DPRD Kota Palembang untuk segera mengevaluasi dan menyelidik lebih lanjut terkait kebijakan Walikota Palembang, Wakil Walikota Palembang, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)) Kota Palembang, dalam mutasi jahatan yang terjadi dilingkungan jajaran pemerintahan kota palembang baru-baru ini, yang diduga kuat adanya unsur nepotisme dan muatan politik dalam penunjukan saudara “R” sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang dan sekaligus sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Palembang yang di Wakili oleh Juana Ria Kabag Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan DPRD Kota Palembang mengatakan permohonan maaf dari DPRD Kota Palembang karena tidak bisa menemui rekan-rekan dari jaringan masyarakat sipil anti korupsi indonesia karena mereka tidak ada di tempat.

“Aspirasi ini nantinya akan kami sampaikan ke anggota DPRD Kota Palembang khususnya Komisi I DPRD Kota Palembang, dan kami juga nantinya sampaikan secara tertulis kepada Pimpinan DPRD, Komisi I dan Juga Sekretaris DPRD Kota Palembang,”tutupnya.

Mall Pelayanan Publik Resmi Beroperasi,Warga Bisa Urus Semua Administrasi Di Satu Tempat

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Aceh Barat mulai memberikan layanan kepada masyarakat sejak Senin, 6 Oktober 2025.

Kehadiran pusat layanan terpadu ini diharapkan menjadi solusi cepat, mudah, dan nyaman bagi warga dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk langsung membuka pelayanan di MPP.

“Pelayanan di MPP dilakukan setiap hari kerja, mulai pukul 08.30 hingga 16.30 WIB,” ujar Tarmizi di Meulaboh.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Launching MPP akan digelar secara resmi pada 16 Oktober 2025 mendatang, sekaligus memperkenalkan secara penuh layanan-layanan yang tersedia bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh Barat, Edy Juanda, menyebutkan hadirnya MPP akan memangkas birokrasi dan memudahkan masyarakat.

“MPP menghadirkan layanan lintas instansi, mulai dari perizinan usaha, layanan kependudukan dan catatan sipil, pajak dan retribusi, hingga pelayanan haji, BPJS, bahkan pembuatan paspor,” jelasnya.

Selain layanan utama, Kata Edy, MPP juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung untuk kenyamanan pengunjung, antara lain tempat parkir luas, ruang tunggu yang nyaman, area bermain anak, ruang laktasi, hingga gerai UMKM lokal.

“Dengan kehadiran MPP ini, Pemkab Aceh Barat berharap kualitas pelayanan publik semakin meningkat serta mampu memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam mengurus dokumen dan perizinan hanya di satu lokasi, pungkas nya ****

Polikant di Ambang Runtuh: Skandal Jusron Ali Rahayaan Guncang Kampus Negeri

0

Tual,Redaksi.co – Maluku Tenggara | 5 Oktober 2025 – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant), salah satu kampus vokasi unggulan di kawasan timur Indonesia, tengah berada di ambang kehancuran. Di balik citra akademik yang mestinya dijaga, tersimpan kisah kelam tentang kepemimpinan penuh skandal yang menyeret nama sang direktur, Jusron Ali Rahayaan, S.Pi., M.Si., yang masa jabatannya berakhir hari ini, 5 Oktober 2025.

Berbagai dugaan penyimpangan keuangan, penyalahgunaan aset negara, dan manipulasi politik internal mencuat dari tubuh kampus yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu.
Beberapa laporan internal menyebut, sang direktur kerap mencairkan dana perjalanan dinas fiktif—dana SPPD yang dikeluarkan tanpa kegiatan riil, hanya berbekal tanda tangan formalitas. Negara, lagi-lagi, menjadi korban dari praktik yang menyerupai penggelapan uang publik berkedok administrasi.

Tak berhenti di situ, Jusron juga disebut menguasai sejumlah aset kampus untuk kepentingan pribadi. Dari alat musik band mahasiswa, perangkat drone, hingga sisa material pekerjaan proyek lingkungan kampus—semuanya diduga raib tanpa jejak yang jelas.
Sumber internal kampus menyebut tindakan itu sebagai “penjarahan kecil-kecilan yang dibiarkan membesar,” menodai integritas jabatan direktur dan mencederai prinsip pengelolaan barang milik negara.

Lebih mencengangkan lagi, Jusron yang juga menjabat sebagai Ketua Senat Polikant, dituding mempermainkan mekanisme demokrasi kampus.

Rapat senat yang semestinya menentukan arah kepemimpinan baru berubah menjadi panggung politik manipulatif.

Ia berulang kali menjanjikan pelaksanaan pemilihan direktur tahap kedua—mulai 16 September hingga 25 September 2025—namun seluruh jadwal itu berujung pada kebohongan.

“Ia membohongi senat, menunda-nunda agenda dengan alasan yang dibuat-buat. Semua demi memperpanjang kekuasaan pribadi,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.

Sikap keras kepala itu membuat dinamika kampus membeku. Proses akademik berjalan di atas ketidakpastian, sementara kepercayaan publik internal kian terkikis.

“Polikant seperti kapal yang kehilangan nakhoda, hanya bergerak oleh arus politik, bukan oleh visi pendidikan,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Di tengah kekacauan ini, desakan publik mulai menguat. Sejumlah civitas akademika dan pemerhati pendidikan menuntut Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi segera turun tangan. Audit forensik atas keuangan dan inventaris kampus dinilai mutlak dilakukan.

“Jika terbukti, harus ada tindakan hukum. Ini bukan sekadar pelanggaran etik, tapi dugaan penyalahgunaan uang dan barang negara,” tegas salah satu aktivis pendidikan Maluku Tenggara.

Kritik keras juga datang dari kalangan mahasiswa. Dalam pernyataan terbuka, mereka menyebut Polikant kini dikuasai oleh “penipu berjas” yang menodai nilai kejujuran dan integritas yang mestinya dijunjung tinggi oleh dunia akademik.

“Bagaimana kami bisa belajar tentang moral dan tanggung jawab publik jika kampus kami sendiri dikelola dengan cara kotor?” ujar seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Teknologi Hasil Perikanan.

Polikant bukan milik seorang direktur, bukan pula alat kekuasaan pribadi. Kampus ini adalah institusi publik yang dibiayai oleh rakyat, dikelola untuk kepentingan bangsa. Bila krisis ini dibiarkan, Polikant berisiko menjadi simbol kehancuran moral dunia pendidikan tinggi negeri di kawasan timur Indonesia.

Kini, seluruh mata tertuju pada kementerian. Publik menunggu: apakah negara berani menegakkan integritas di lembaga pendidikan yang sedang dikhianati oleh pemimpinnya sendiri?

Kodim 0708 Purworejo Gelar Upacara Peringatan HUT TNI ke-80, Tegaskan Komitmen TNI Bersama Rakyatju

0

PURWOREJO || Redaksico – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodim 0708 Purworejo menggelar upacara peringatan yang dipusatkan di halaman Makodim 0708 Purworejo, Minggu (5/10/2025).Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Imam Purwoko, S.E., M.H.I., memimpin langsung jalannya kegiatan dengan penuh khidmat.

Upacara diikuti oleh prajurit dan PNS Kodim 0708 Purworejo, personel TNI Angkatan Laut, Yonif 412/Bharata Eka Sakti, serta perwakilan dari berbagai dinas jawatan di Kabupaten Purworejo. Kegiatan berlangsung tertib, penuh semangat nasionalisme, dan mencerminkan soliditas TNI bersama rakyat.

Peringatan HUT TNI tahun ini mengusung tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”, yang menjadi refleksi tekad TNI untuk terus bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan negara yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Imam Purwoko, disampaikan bahwa tema tersebut relevan dengan visi dan misi TNI dalam menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“Makna yang terkandung dalam tema ini adalah bahwa TNI lahir dari rakyat, bersama rakyat, dan berjuang demi rakyat. Hal ini menekankan kedekatan, kebersamaan, dan sinergitas TNI dengan seluruh komponen bangsa untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Dandim saat membacakan amanat tersebut.

Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa perubahan lingkungan strategis pada tataran global, regional, dan nasional yang semakin dinamis dan kompleks menjadi dasar bagi TNI dalam menyiapkan kapabilitas pertahanan. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kesiapan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) serta pembinaan sumber daya manusia TNI yang tangguh dan profesional.

“Dalam menyikapi perkembangan lingkungan strategis tersebut, setiap prajurit TNI harus selalu waspada dan tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang berbau provokasi. Upaya yang berusaha memecah belah soliditas TNI, menghancurkan sinergitas TNI dengan Kementerian dan Lembaga lainnya, serta merusak kemanunggalan TNI dengan rakyat harus kita lawan bersama,” tegasnya.

Upacara peringatan HUT TNI ke-80 di Kodim 0708 Purworejo ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh semangat pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara, serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai landasan utama dalam menjaga kedaulatan NKRI. (WS)

Sumber: Humas Kodim 0708 Purworejo