Sabtu, April 11, 2026
Beranda blog Halaman 196

BP Goes to Campus: Perkenalkan Rumah Pintar Sebagai Program Sosial di Papua Barat.

0

FAKFAK, Redaksi.co — Kegiatan bp Goes to Campus yang digelar bersama SKK Migas di Aula Laboratorium Politeknik Negeri Fakfak, Senin (13/10/2025), menjadi ajang bagi BP Tangguh untuk memperkenalkan salah satu program sosial unggulan mereka, yakni Rumah Pintar.

Dalam sesi pemaparan, Jefrry D. Ahuluheluw, SP&D Team Leader bp Tangguh, menjelaskan bahwa Rumah Pintar merupakan bagian dari program sosial LNG Tangguh di bawah bidang education (pendidikan). Program ini bertujuan untuk mendukung pengembangan kapasitas dan pengetahuan masyarakat, terutama anak-anak di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Ia menjelaskan, hingga saat ini bp telah membina dua Rumah Pintar di wilayah Fakfak, masing-masing berlokasi di Kokas dan Goras Rumah Pintar tersebut menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk membaca, mengenal teknologi, dan mengasah keterampilan dasar bersama para fasilitator.

“Rumah Pintar bukan hanya tempat anak-anak membaca buku, tetapi juga tempat belajar yang kami lengkapi dengan mentor dan fasilitator. Anak-anak bisa belajar komputer, dan terkadang kami juga berkolaborasi dengan masyarakat, misalnya dengan para ibu yang memiliki keterampilan menganyam untuk berbagi ilmu kepada anak-anak,” jelasnya.

Melalui program Rumah Pintar, bp Tangguh berharap dapat menciptakan ruang pembelajaran yang inklusif, interaktif, dan berkelanjutan bagi generasi muda di Papua Barat.

Goes to Campus: bp Tangguh Dorong Mahasiswa Papua Barat Lebih Melek Industri Migas.

0

FAKFAK, Papua Barat — Melalui kegiatan bp Goes to Campus yang digelar bersama SKK Migas di Aula Laboratorium Politeknik Negeri Fakfak, Senin (13/10/2025), bp Tangguh mendorong mahasiswa untuk lebih terbuka dan memahami peluang besar yang ada di sektor minyak dan gas bumi (migas).
Dalam sesi pemaparan, Jefrry D. Ahuluheluw, SP&D Team Leader bp Tangguh, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai berbagai kesempatan karier di industri migas, sekaligus menumbuhkan semangat agar mereka mempersiapkan diri sejak dini.
“Harapan kami, mahasiswa menjadi lebih melek, terbuka matanya, dan termotivasi untuk melihat bahwa ada banyak peluang di industri minyak dan gas ini,” ujar Jefrry.

Ia menambahkan, masih banyak mahasiswa yang cenderung berorientasi pada pekerjaan di sektor pemerintahan setelah menyelesaikan studi, padahal dunia industri juga menawarkan peluang yang menjanjikan.
“Kita tahu, setelah lulus, kebanyakan ingin jadi pegawai negeri. Padahal ada kesempatan lain di sektor industri, termasuk minyak dan gas. Namun tentu, untuk bisa masuk ke sana, perlu kesiapan dan memenuhi persyaratan yang cukup tinggi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, bp Tangguh berharap mahasiswa di Papua Barat, khususnya di Fakfak, dapat memperluas pandangan mereka terhadap dunia kerja dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan serta peluang di masa depan.

AWPI Gelar Rapimnas 2025, Bukti Kemandirian dan Kebersamaan

0

REDAKSI.CO – Jakarta, 13 Oktober 2025.

Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) resmi membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) tahun 2025. Acara yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 13 hingga 15 Oktober 2025, ini diselenggarakan di Hotel Grand Boutique, Kemayoran, Jakarta Pusat. Rapimnas ini mengusung semangat kolaborasi untuk memajukan jurnalisme Indonesia yang berkualitas dan berintegritas.

Yang membedakan Rapimnas kali ini adalah semangat kemandirian yang menjadi fondasinya. Sejak berdiri, AWPI telah berkomitmen untuk berdiri di kaki sendiri (stand on our own feet), menjaga independensi dalam setiap gerak dan kebijakannya. Komitmen ini tidak hanya sekadar wacana, tetapi dibuktikan dengan penyelenggaraan Rapimnas yang didanai secara swadaya.

“Rapimnas AWPI 2025 ini adalah cerminan nyata dari kekuatan kebersamaan. Acara strategis nasional ini dapat terselenggara berkat kontribusi dan sumbangan yang tulus dari para anggota, simpatisan, serta dukungan pendanaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Ini adalah bukti bahwa organisasi yang mandiri dapat bergerak dengan dukungan solidaritas internal dan kepercayaan dari mitra eksternal,” ujar Ketua Umum AWPI dalam sambutan pembukaannya.

 

Dukungan dari Baznas ini juga menandai kolaborasi strategis antara dunia jurnalisme dan lembaga zakat nasional, menunjukkan peran strategis pers dalam mendukung program-program sosial dan kemanusiaan.

Rapimnas AWPI 2025 dihadiri oleh puluhan pimpinan redaksi dan perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia. Agenda utama pertemuan ini antara lain menyusun peta jalan pengembangan organisasi, merumuskan strategi peningkatan kapasitas wartawan dalam menghadapi disrupsi digital, serta memperkuat kode etik jurnalistik di tengah maraknya informasi hoaks.

Dengan diselenggarakannya Rapimnas ini, AWPI berharap dapat semakin memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi keempat yang profesional, akuntabel, dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai kemandirian dan kebersamaan yang menjadi jiwa organisasi.

( Red )

bp Goes to Campus 2025 Sambangi Politeknik Negeri Fakfak: Edukasi Migas untuk Mahasiswa.

0

FAKFAK,Redaksi.cobp bersama SKK Migas terus memperkuat upaya memperkenalkan industri minyak dan gas (migas) kepada generasi muda melalui program “bp Goes to Campus”. Kegiatan ini menjadi ajang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami lebih dekat tentang dunia migas dan peluang karier di dalamnya.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 13/10/2025, bertempat di Aula Laboratorium Politeknik Negeri Fakfak, dan diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan.

Jefrry D. Ahuluheluw, SP&D Team Leader BP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kerja sama antara bp dan SKK Migas yang bertujuan memperkenalkan industri minyak dan gas kepada mahasiswa di berbagai kampus di Tanah Papua.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan dunia industri minyak dan gas kepada mahasiswa di berbagai kampus,” jelas Jefrry D. Ahuluheluw.

Ia menambahkan, untuk tahun 2025, bp Goes to Campus” telah melaksanakan roadshow ke sejumlah daerah, mulai dari Jayapura, yaitu Universitas Cenderawasih (Uncen), Manokwari yaitu Universitas Papua (Unipa), hingga Sorong, yaitu Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (Unimuda) serta Fakfak yaitu Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) yang menjadi salah satu lokasi terakhir dari rangkaian kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, bp dan SKK Migas juga memperkenalkan Proyek Tangguh LNG, yang beroperasi di Fakfak dan Teluk Bintuni, sebagai salah satu proyek strategis nasional yang berperan penting bagi perekonomian Papua Barat dan Indonesia.
“Penting bagi kami untuk memperkenalkan Tangguh dan industri migas ini kepada mahasiswa agar mereka memahami potensi serta peran besar sektor ini. Kami juga berharap mahasiswa bisa tertarik untuk berkarier di industri migas,” ujarnya.

Selain sesi kuliah umum, kegiatan juga diisi dengan bootcamp interaktif, di mana mahasiswa dapat bertanya langsung tentang dunia kerja di sektor energi, tantangan operasional di lapangan, hingga persiapan kompetensi yang dibutuhkan.
“Kami ingin mahasiswa tahu apa yang perlu mereka persiapkan jika ingin berkarier di industri migas. Melalui sesi ini, mereka bisa belajar langsung dari praktisi di lapangan,” tutupnya.

Sat Res Narkoba Polres Ketapang Laksanakan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Sekolah Rakyat

0

*Sat Res Narkoba Polres Ketapang Laksanakan Penyuluhan Bahaya dan Dampak Narkoba di Sekolah Rakyat Ketapang*

KETAPANG, Polda Kalbar – Satuan Reserse Narkoba (Sat Res Narkoba) Polres Ketapang melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang bahaya dan dampak penyalahgunaan narkoba serta sanksi hukumnya, bertempat di Aula Sekolah Rakyat Kabupaten Ketapang, pada Kemaren Kamis (09/10/2025).

Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh para guru, siswa, serta perwakilan orang tua murid. Tim Sat Res Narkoba Polres Ketapang menyampaikan berbagai materi edukatif mengenai jenis-jenis narkotika, dampak buruk yang ditimbulkan bagi kesehatan, kehidupan sosial, hingga masa depan generasi muda. Selain itu, turut disampaikan pula penjelasan tentang aturan hukum dan ancaman pidana bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasat Res Narkoba Polres Ketapang, AKP Aris Pramudji Widodo, S.A.P. melalui KBOnya IPDA M Julham, S.H. dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Ketapang dalam melakukan pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan pelajar. “Melalui penyuluhan ini, kami berharap adik-adik pelajar dapat memahami betapa berbahayanya narkoba dan menjauhinya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan interaktif, ditandai dengan antusiasme para peserta yang aktif mengajukan pertanyaan seputar bahaya narkoba dan langkah-langkah pencegahannya.

Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Ketapang, semakin memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjauhi narkoba demi masa depan yang sehat, cerdas, dan berprestasi.

DPC GWI Jember Jalin Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan: Wujud Perlindungan bagi Wartawan

0

JEMBER, Redaksi.co – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Jember melakukan audiensi resmi dengan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Jember, Senin (13/10/2025).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jember, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya GWI dalam memperjuangkan perlindungan jaminan sosial bagi para wartawan di daerah.

Ketua DPC GWI Jember, Ahmadi, yang akrab disapa Pak Made, memimpin langsung rombongan bersama Sekretaris dan Humas DPC GWI Jember.

Dalam pertemuan itu, dibahas sejumlah hal penting terkait program keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan bagi wartawan, mencakup perlindungan keselamatan kerja hingga jaminan sosial di masa depan.

“Kami ingin memastikan rekan-rekan wartawan di bawah naungan GWI memiliki perlindungan yang layak. Profesi wartawan memiliki risiko tinggi, dan sudah saatnya kami bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Ahmadi.

Pihak BPJS Ketenagakerjaan Jember menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan siap membuka ruang kerja sama yang konstruktif dengan GWI. Mereka menilai langkah GWI Jember sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh sektor, termasuk profesi pers.

Ahmadi juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan arahan dari DPP GWI, khususnya kepada Sekretaris Jenderal DPP GWI, Idrus Rosyid, yang terus membimbing agar setiap DPC bergerak selaras dengan semangat profesionalisme dan kesejahteraan wartawan.

“Kami mohon doa dan dukungan dari DPP agar langkah ini menjadi pintu awal bagi kesejahteraan seluruh wartawan GWI di Jember,” tutupnya.

Audiensi ini menjadi langkah awal menuju kerja sama resmi antara GWI Jember dan BPJS Ketenagakerjaan, sekaligus menegaskan komitmen GWI untuk hadir tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai wadah yang memperjuangkan hak-hak sosial serta perlindungan bagi anggotanya.

Penipuan Berkedok Bisnis Barang Kelontong Kembali Menelan Korban

0

Bogor, Redaksi.co – Penipuan barang kelontong kembali menelan korban. Kali ini menimpa bernama RWS (30), dia mengaku mengalami kerugian materi cukup besar.

Minggu, (12/10/2025)

RWS menceritakan kronologi penipuan yang membuatnya rugi besar, “Waktu itu saya dijanjikan barang kelontong, tetapi saya tunggu bulanan hingga sekarang barang tidak dikirim, sementara uang sudah saya transfer, hingga saya mengalami kerugian cukup besar. Terduga pelaku penipuan yang bernama Sony Gunawan Wijaya sampai sekarang tidak punya niat baik mengembalikan uang transferan,” ucapnya.

Gambar: Foto terduga pelaku

Sekarang, RWS sudah melaporkan masalah ini ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Tangerang Kota. Dia berharap, tidak ada lagi korban yang bernasib sama dengannya.

(Okta)

Guna Tingkatkan Aksesibilitas Perbankan Syariah,BPRS Bhakti Sumekar Resmikan Kantor Cabang Pasean

0

Pekan lalu,melalui laman resminya, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Sumenep, mengumumkan pembukaan kantor cabang baru di Pasean Kabupaten Pamekasan.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar menyampaikan bahwa pembukaan cabang Pasean ini merupakan bagian dari rencana bisnis 2025 yang sudah mendapatkan izin dari OJK.

“Pembukaan kantor cabang ini bukan sekadar ekspansi bisnis, tapi wujud komitmen kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat,” kata Hairil Fajar,Minggu (12/10/2025).

Ia juga menyebutkan, bahwa kehadiran BPRS Bhakti Sumekar di Pasean diharapkan bisa memberi dampak yang nyata. Tidak hanya sekedar menyediakan layanan perbankan syariah, tetapi juga mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan masyarakat.

Kami ingin jadi agen pembangunan daerah. Harapannya, masyarakat bisa lebih mudah mengakses layanan keuangan dan itu akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi di wilayah ini,” tuturnya.

Bahkan, dirinya juga mengakui perjalanan membuka cabang baru tidaklah mudah. Karena itu, pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung, termasuk mitra kerja dan pemerintah daerah.

Langkah tersebut lanjutnya, juga menjadi bukti keseriusan BPRS Bhakti Sumekar sebagai BUMD yang berorientasi pada pelayanan publik, sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.

Semoga keberadaan kantor cabang Pasean membawa manfaat dan tumbuh bersama masyarakat,
dan diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas perbankan syariah bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir,”Tukasnya.(HR)

Targetkan KLA Nindya 2026, Bappeda Sumenep Gelar Sosialisasi Standarisasi SRA

0
Oplus_0

Demi mendorong transformasi budaya belajar anak, baru-baru ini
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar sosialisasi Standarisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) tahun 2025.

Kepala Bappeda Sumenep,Dr.Ir.Arif Firmanto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekedar seremonial belaka,melainkan
langkah nyata yang dilakukan untuk mewujudkan Sumenep sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya pada 2026 mendatang.

“Target kita tahun depan adalah KLA Nindya,penghargaan KLA Madya yang kita raih tahun lalu itu bukan akhir, melainkan awal dari komitmen, tentunya hal ini menuntut penerapan standar SRA secara konsisten, agar anak-anak kita bisa belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif,” Ujar Arif Firmanto, Minggu (12/10/25).

 

“Jadi, SRA ini bukan sekadar pemenuhan administratif, tetapi sebuah instrumen untuk mengubah pola interaksi dan sistem pendidikan di sekolah,baik dari pengelolaan ruang kelas yang mendukung kenyamanan anak, komunikasi guru-murid yang sehat, hingga keterlibatan orang tua dan masyarakat, semuanya harus berjalan harmonis dengan prinsip perlindungan anak,” Sambungnya.

Untuk di ketahui,acara
yang di gelar di Ruang Rapat Potre Koneng Bappeda ini, di hadiri Dinas Pendidikan Sumenep, Kementerian Agama Sumenep, serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep,yang mana melibatkan 49 lembaga pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, madrasah hingga SMK.

Dan masing-masing satuan pendidikan,di dampingi oleh Fasilitator Daerah (Fasda) SRA untuk memperkuat pemahaman teknis dan implementasi standar SRA di lingkungan sekolah,sehingga di harapkan ,hasil dari sosialisasi bisa segera di tindak lanjuti oleh sekolah-sekolah dengan membangun sistem internal yang sesuai dengan standarisasi Sekolah Ramah Anak.(HR)

Utamakan Kepuasan Konsumen, RSUDMA Sumenep Ciptakan Lingkungan Asri dan Bersih

0
Oplus_0

Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Tak hanya unggul dalam hal pelayanan medis,Rumah Sakit plat merah itu juga mengutamakan dan menjaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati ,menegaskan perannya sebagai rumah sakit rujukan yang tidak hanya mengedepankan kualitas medis, tetapi juga mengutamakan kepuasan dan kenyamanan pasien serta keluarganya.

“Kebersihan bukan sekedar pelengkap, melainkan merupakan elemen mendasar dalam dunia pelayanan kesehatan, yang mana berperan penting dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap mutu sebuah rumah sakit”, terang Erliyati, Minggu (12/10/25).

Menurutnya,selain pelayanan medis yang prima, kebersihan lingkungan rumah sakit kini menjadi salah satu indikator utama yang diperhatikan masyarakat saat memilih fasilitas kesehatan.

“Kebersihan yang terjaga tidak hanya berdampak langsung pada kenyamanan pasien dan pengunjung, tetapi juga berkontribusi besar dalam mendukung kualitas pelayanan secara menyeluruh,” ujarnya.

Mantan Kabid Yankes itu memaparkan sejumlah alasan mengapa kebersihan merupakan aspek krusial dalam pengelolaan rumah sakit:

1. Mencegah Infeksi Nosokomial Lingkungan rumah sakit yang bersih dapat secara signifikan menurunkan risiko infeksi nosokomial, yaitu infeksi yang didapat selama proses perawatan di rumah sakit. Pencegahan ini penting untuk menjaga keselamatan pasien serta mencegah komplikasi tambahan dalam proses penyembuhan.

2. Mendukung Proses Penyembuhan Pasien
Suasana yang bersih, rapi, dan nyaman terbukti secara psikologis memberikan efek positif bagi pasien. Lingkungan yang higienis menciptakan rasa aman dan tenang, yang pada gilirannya mempercepat proses pemulihan.

3. Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat
Rumah sakit yang menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan akan lebih dipercaya oleh masyarakat. Kepercayaan ini menjadi modal penting dalam membangun loyalitas pasien dan meningkatkan reputasi institusi.

4. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Aman dan Sehat
Tenaga medis membutuhkan lingkungan kerja yang bersih untuk menjalankan tugas secara optimal. Kebersihan mendukung produktivitas dan keselamatan kerja, serta membantu mencegah kelelahan atau stres akibat kondisi lingkungan yang tidak mendukung.

6. Meningkatkan Citra dan Reputasi Rumah Sakit
Rumah sakit yang bersih akan lebih dihargai oleh masyarakat, dan ini menjadi salah satu indikator pelayanan berkualitas. Citra positif ini sangat penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang dan menarik lebih banyak pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Jadi,dengan mempertahankan standar kebersihan yang tinggi, rumah sakit tidak hanya memenuhi aspek teknis pelayanan kesehatan, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata terhadap keselamatan, kenyamanan, dan kepuasan pasien,” tutupnya.(HR)