Beranda blog Halaman 179

Ditresnarkoba Polda Malut Tangkap Pemuda Pembawa Ganja di Halmahera Tengah  

0

REDAKSI. CO  – Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Maluku Utara. Kali ini, personel Unit II Ditresnarkoba berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis ganja di Kabupaten Halmahera Tengah.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Senin (18/5/2026) di Desa Lelilef Sawai, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah. Dalam Pengungkapan itu, polisi mengamankan seorang pria berinisial JSA (26).

Dari tangan terlapor, petugas menyita barang bukti berupa satu bungkus sedang narkotika jenis ganja yang dibungkus menggunakan kertas nasi dengan berat bruto 18,82 gram. Polisi juga mengamankan satu unit telepon genggam merek Itel yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku Utara, Bobby P. Marpaung, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat terkait adanya narkotika yang masuk ke wilayah Maluku Utara dengan tujuan Kabupaten Halmahera Tengah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Unit II Ditresnarkoba Polda Malut yang dipimpin IPTU Hamid Samsudin langsung melakukan penyelidikan di wilayah Halmahera Tengah.

Lebih lanjut, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, petugas berhasil mengamankan terlapor di Desa Lelilef Sawai.

Saat dilakukan pemeriksaan badan, polisi menemukan satu paket narkotika jenis ganja dalam penguasaan terlapor. Berdasarkan hasil interogasi awal di lokasi, JSA mengaku ganja tersebut diperoleh dari rekannya berinisial MI yang berada di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, dengan harga Rp550 ribu.

Usai diamankan, terlapor bersama seluruh barang bukti langsung dibawa ke Kantor Ditresnarkoba Polda Maluku Utara untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkotika tersebut.

Polisi Ungkap Peredaran Ganja di Halmahera Tengah, Tiga Orang Diamankan  

0

REDAKSI.CO – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku Utara Kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja di Desa Lelilef Sawai, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Senin (18/5/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku beserta barang bukti ganja seberat bruto 70,77 gram.

Tiga terlapor yang diamankan masing-masing berinisial WH (22), FOS (32), dan AR (32). Selain satu bungkus sedang ganja yang dililit lakban cokelat, polisi juga mengamankan tiga unit telepon genggam merek Oppo dan Vivo yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku Utara, Bobby P. Marpaung, mengatakan pengungkapan kasus itu berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan masuknya narkotika ke wilayah Maluku Utara dengan tujuan Kabupaten Halmahera Tengah.

Lanjut, Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Unit II Ditresnarkoba Polda Malut melalui serangkaian penyelidikan.

Tim Opsnal yang dipimpin IPTU Hamid Samsudin bergerak menuju Desa Lelilef Sawai untuk melakukan pemantauan. Dari hasil pemantauan itu, polisi lebih dahulu mengamankan FOS dan AR. Saat dilakukan pemeriksaan badan, petugas menemukan satu paket berisi narkotika jenis ganja yang berada dalam penguasaan FOS.

Berdasarkan hasil interogasi awal di lokasi, kedua terlapor mengaku barang tersebut milik WH yang saat itu berada di sebuah rumah kos di Desa Lelilef. Tim kemudian bergerak menuju lokasi kos dan berhasil mengamankan WH tanpa perlawanan.

Dalam pemeriksaan, WH mengaku membeli ganja tersebut melalui akun media sosial Instagram dengan harga Rp600 ribu. Polisi kini masih mendalami asal-usul barang haram tersebut serta menelusuri jaringan peredarannya.

Ketiga terlapor bersama barang bukti kemudian dibawa ke Kantor Ditresnarkoba Polda Maluku Utara guna menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga akan melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus tersebut.

Di akhir keterangannya, Kombes Pol Bobby P. Marpaung mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkoba di lingkungan sekitar.

Polisi Bagikan Air Mineral dan Roti ke Massa Aksi Guru Honorer di DPR

0

Jakarta Pusat , Redaksi.Co- Polisi membagikan air mineral dan makanan ringan kepada massa aksi guru honorer yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan pendekatan humanis dalam pengamanan aksi.

Aksi unjuk rasa yang digelar Persatuan Guru Honorer Seluruh Indonesia berlangsung pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 11.46 WIB. Sebanyak 4.873 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat,TNI dan Pemda diterjunkan untuk mengamankan jalannya kegiatan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan pihaknya mengedepankan pola pelayanan yang persuasif dan humanis kepada peserta aksi.

“Pengamanan ini tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pelayanan. Kami hadir untuk memastikan kegiatan berjalan tertib sekaligus memberikan perhatian kepada peserta aksi, salah satunya dengan membagikan air mineral dan makanan ringan,” kata Reynold dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Menurut Reynold, polisi ingin memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

“Kami mengedepankan pendekatan simpatik agar tercipta suasana yang sejuk antara aparat dan masyarakat. Penyampaian pendapat di muka umum adalah hak warga negara dan harus dijaga bersama agar tetap tertib,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian terlihat membagikan botol air mineral dan roti kepada peserta aksi di sela pengamanan. Polisi juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar kawasan DPR/MPR RI guna mengantisipasi kepadatan kendaraan.

Hingga siang hari, aksi unjuk rasa berlangsung aman dan kondusif tanpa adanya gangguan berarti.

“Kamu Harus Mati” Bukan Sekedar Horor : Teror Trauma Yang Siap Menghantui Bioskop Indonesia

0

Jakarta,Redaksi.Co– Industri perfilman horor Tanah Air kembali dipanaskan oleh kehadiran film terbaru berjudul Kamu Harus Mati, sebuah horor psikologis yang menawarkan pengalaman berbeda dari sekadar ketakutan biasa.

Film produksi Nant Entertainment ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 21 Mei 2026, Di tengah maraknya film horor yang mengandalkan kemunculan hantu dan efek kejut, Kamu Harus Mati justru hadir dengan pendekatan yang lebih gelap dan emosional.

Film garapan Tema Patrosza ini membawa penonton masuk ke dalam labirin trauma, kehilangan, dan rasa bersalah yang perlahan berubah menjadi teror mematikan,Cerita berpusat pada Meta, seorang perempuan muda yang hidup dalam bayang-bayang kematian tragis sang kekasih, Sam,Sejak peristiwa itu hidupnya berubah penuh ketakutan,Ia terus dihantui suara-suara misterius, sosok menyeramkan, hingga halusinasi yang membuatnya sulit membedakan kenyataan dan ilusi,Namun penderitaan Meta justru dianggap sebagai gangguan mental oleh dua sahabat terdekatnya, Dona dan Kesi, Ketidakpercayaan itu menjadi awal retaknya persahabatan mereka, sekaligus membuka pintu teror yang semakin brutal dan tidak masuk akal.

Ketegangan film dibangun perlahan namun menusuk psikologis penonton, Alih-alih langsung menampilkan adegan menyeramkan tanpa arah, film ini memainkan rasa curiga, paranoia, dan tekanan batin yang membuat suasana semakin tidak nyaman di setiap adegan.

Sutradara Tema Patrosza menyebut film ini sengaja dirancang untuk membuat penonton larut dalam konflik emosional sang karakter utama,“Kami ingin menghadirkan horor yang terasa dekat dengan kehidupan nyata, Kadang yang paling menyeramkan bukan makhluk gaib, tetapi luka batin yang tidak pernah sembuh,” ungkapnya.

Nuansa kelam film semakin kuat lewat penampilan para pemain muda seperti Sahila Hisyam, Pamela Bowie, Sitha Marino, Leo Consul, dan Leon Alexander yang tampil intens membangun atmosfer penuh tekanan sepanjang cerita.

Tak hanya menyuguhkan misteri, Kamu Harus Mati juga menghadirkan konflik emosional tentang kehilangan, rasa bersalah, dan kepercayaan dalam hubungan pertemanan, Perlahan, penonton akan diajak menyusun potongan demi potongan teka-teki yang membawa cerita menuju teror yang lebih besar.

Produser Muhammad Hananto menilai film ini memiliki kekuatan utama pada sisi psikologis yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang,“Trauma bisa menjadi monster paling mengerikan dalam hidup manusia. Itulah yang menjadi roh utama film ini,” katanya.

Dengan balutan sinematografi gelap, atmosfer mencekam, dan cerita yang penuh kejutan, Kamu Harus Mati diyakini mampu menjadi salah satu film horor psikologis paling mencuri perhatian di tahun 2026,Film ini bukan hanya mengajak penonton takut terhadap sosok tak kasat mata, tetapi juga terhadap pikiran mereka sendiri.

Pastikan Keamanan dan Kelayakan, Dir Tahti Polda Jabar Cek Ruang Tahanan Polres Purwakarta

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝔼𝔻𝔸𝕂𝕊𝕀.ℂ𝕆 ) – Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Jabar melaksanakan pengecekan langsung ruang tahanan Polres Purwakarta dalam rangka supervisi fungsi Tahti Tahun Anggaran 2026, Selasa, 19 Mei 2026.

Pengecekan tersebut dipimpin langsung oleh Dir Tahti Polda Jabar Widodo didampingi tim supervisi bersama jajaran Sat Tahti Polres Purwakarta.

𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏 : Perkuat Standar Pengamanan Tahanan, Dit Tahti Polda Jabar Supervisi Fungsi Tahti di Polres Purwakarta

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi ruang tahanan, mulai dari sistem pengamanan, kebersihan ruangan, kondisi kesehatan tahanan, hingga kelengkapan administrasi dan prosedur penjagaan tahanan.

Selain mengecek kondisi fisik ruang tahanan, Dir Tahti Polda Jabar juga meninjau pelaksanaan pemeriksaan terhadap barang bawaan pembesuk serta mekanisme pengawasan keluar masuk tahanan guna memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar operasional.

Tim supervisi turut mengingatkan personel agar rutin melaksanakan razia barang terlarang di dalam ruang tahanan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼 : Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek Pasawahan Polres Purwakarta Gencarkan Patroli Hewan Kurban

Pemeriksaan berkala terhadap jumlah dan kondisi tahanan juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan tersebut.

Kasat Tahti Polres Purwakarta, IPDA Suparman bersama jajaran menerima berbagai arahan dan evaluasi guna meningkatkan kualitas pengamanan serta pelayanan di ruang tahanan.

Kapolres Purwakarta I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas, IPTU Tini Yutini mengatakan bahwa pengecekan ruang tahanan tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pembinaan internal untuk memastikan pengelolaan tahanan berjalan aman, tertib, dan humanis.

  • “Pengecekan ini penting untuk memastikan seluruh prosedur pengamanan tahanan dilaksanakan secara profesional sesuai aturan yang berlaku. Selain menjaga keamanan, petugas juga harus memperhatikan kondisi ruang tahanan agar tetap layak dan bersih,” ujar IPTU Tini Yutini.

Ia menambahkan, pengawasan ruang tahanan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas Tahti, tetapi merupakan bagian penting dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang baik dan menjunjung tinggi standar keamanan.

“Melalui kegiatan supervisi dan pengecekan ini, diharapkan personel semakin disiplin dan maksimal dalam menjalankan tugas sehingga situasi keamanan di lingkungan ruang tahanan tetap kondusif,” pungkasnya. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕠𝕣𝕖𝕛𝕠

Reforma Agraria Mamasa 2026 Resmi Dimulai, Sekda Tegaskan Fokus pada Keadilan dan Kesejahteraan Masyarakat

0

Redaksi.co MAMASA : Pemerintah Kabupaten Mamasa mulai memperkuat langkah pelaksanaan reforma agraria tahun 2026 melalui Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) tingkat Kabupaten Mamasa yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Mamasa, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, H. Muh. Syukur, dan dihadiri unsur Forkopimda Mamasa, Kepala Kantor Pertanahan Mamasa Sukirman, serta para pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Mamasa.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan reforma agraria di Kabupaten Mamasa. Pemerintah daerah menilai reforma agraria bukan sekadar program pertanahan, tetapi strategi penting untuk menghadirkan keadilan, kepastian hukum, dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Sekda Mamasa menegaskan bahwa penataan kepemilikan dan pemanfaatan tanah yang tertib diharapkan mampu menjadikan lahan sebagai sumber kehidupan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Kabupaten Mamasa memiliki potensi lahan yang sangat luas, termasuk di kawasan hutan. Potensi tersebut perlu dikelola dengan baik melalui penataan aset dan penataan akses agar masyarakat tidak hanya memiliki legalitas, tetapi juga memperoleh nilai tambah secara ekonomi,” ujarnya.

Sekda juga menekankan tiga peran utama Gugus Tugas Reforma Agraria. Pertama, sebagai wadah koordinasi dan kerja sama lintas sektoral dalam mendukung program reforma agraria. Kedua, menjadi forum untuk memetakan persoalan agraria dan merumuskan solusi konkret terhadap berbagai persoalan di lapangan, mulai dari sengketa tanah, tumpang tindih lahan, hingga legalitas penguasaan tanah masyarakat.

Sementara itu, poin ketiga yang menjadi perhatian utama adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, reforma agraria tidak hanya berhenti pada pembagian sertifikat tanah atau penataan aset semata, tetapi juga harus diikuti dengan akses permodalan, pendampingan, dan penyuluhan agar lahan yang dimiliki masyarakat dapat produktif dan meningkatkan kesejahteraan.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamasa berharap pelaksanaan reforma agraria tahun 2026 dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat di daerah. (ZUL)

Kloter Terakhir Calon Jemaah Haji Kabupaten Purworejo Diberangkatkan

0

PURWOREJO | REDAKSI.CO — Menyusul dua kelompok terbang (Kloter) sebelumnya yaitu kloter 24 dan 25, 47 calon jemaah haji Kabupaten Purworejo yang tergabung dalam kloter 26, diberangkatkan menuju Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) Yogyakarta, Rabu (20/5/2026).

Keberangkatan Kloter 26 dari Pendopo Kabupaten Purworejo tersebut, dilepas langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH beserta jajaran Forkopimda, Pimpinan Kemenhaj dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menyampaikan rasa syukur dan menitipkan pesan mendalam kepada para jemaah agar senantiasa menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjalankan ibadah di tanah suci.

​”Jaga kesehatan, perbanyak sabar, dan fokuslah pada ibadah. Jaga nama baik daerah kita, Kabupaten Purworejo, serta doakan agar wilayah kita selalu diberikan kedamaian dan kesejahteraan,” ujar Bupati.

Dengan diberangkatkannya kloter 26 ini, maka berakhir sudah tahapan pemberangkatan seluruh calon jemaah haji Kabupaten Purworejo untuk menunaikan ibadah haji 1447 H/ 2026 M dengan total jumlah 755 orang calon jemaah haji.

Termasuk menjadi bagian dari 47 calon jemaah haji kloter 26 yaitu, Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Suranto ST SSos MPA, menunaikan ibadah haji beserta istri, Indah Herlawati Suranto, yang juga merupakan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Purworejo. (WS)

Sumber: Prokopim Kab. Purworejo

Munas Aptrindo 2026 Dorong Modernisasi Logistik dan Target Zero ODOL 2027

0

Redaksi.co, Jakarta | Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Forum ini menjadi ajang konsolidasi pelaku usaha truk nasional dalam memperkuat ekosistem logistik yang efisien dan berbasis teknologi.

Munas dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Muiz Thohir, perwakilan Kadin Indonesia, KNKT, Pelindo, BPH Migas, serta asosiasi transportasi lainnya.

Ketua Umum Aptrindo, Gemilang Tarigan, menegaskan sektor transportasi logistik memiliki peran vital dalam menjaga pergerakan ekonomi nasional.

“Ketika industri membutuhkan bahan baku, pelabuhan bergerak, hingga ekspor dan impor berjalan, di situlah insan transportasi hadir menjaga denyut ekonomi bangsa,” ujar Tarigan.

Ia menilai Aptrindo harus menjadi pelaku utama dalam perubahan industri transportasi melalui modernisasi dan digitalisasi armada.

Menurutnya, Munas Aptrindo 2026 diharapkan melahirkan program konkret yang mampu memperjuangkan regulasi adil, efisiensi biaya logistik, serta perlindungan bagi pengusaha dan pengemudi truk.

Tarigan juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha logistik, mulai dari kenaikan biaya operasional, persoalan BBM, pajak kendaraan, hingga pembatasan operasional.

“Namun hingga kini, kita tetap berdiri tegak sebagai tulang punggung distribusi Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Muiz Thohir mengajak pelaku usaha angkutan barang mendukung program Zero Over Dimension and Over Load (ODOL) 2027.

*Lapor Kehilangan STNK di SPKT Polda Metro Jaya, Warga Sebut Pelayanan Memuaskan*

0

Jakarta ,Redaksi.Co— Pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya kembali mendapat ucapan terima kasih dari masyarakat, Rabu (20/5/2026). Apresiasi tersebut disampaikan oleh Hendar Munir Amroe usai membuat laporan kehilangan STNK di SPKT Polda Metro Jaya.

Hendar mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan petugas. Ia menilai proses pelaporan berjalan dengan baik serta memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

“Terimakasih kepada SPKT Polda Metro Jaya telah melayani laporan kehilangan STNK saya. Pelayanannya baik dan memuaskan,” ujarnya.

Sementara itu, Ka Siaga SPKT Polda Metro Jaya AKP Eko Sowandono mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap humanis, cepat, dan profesional.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, sehingga setiap kebutuhan pelayanan kepolisian dapat berjalan dengan baik dan masyarakat merasa nyaman,” katanya.

Pelayanan RS Regional Sulbar Dinilai Bobrok, PP-IPMAPUS Minta Audit dan Investigasi

0

Redaksi.co SULBAR : Kritik keras menghantam pelayanan Rumah Sakit Regional Sulawesi Barat. Ketua PP-IPMAPUS Sulawesi Barat, Akbar, secara terbuka mengecam dugaan praktik pelayanan yang dinilai membebani dan menyengsarakan masyarakat, khususnya terkait pembelian obat di luar apotek rumah sakit menggunakan uang pribadi pasien maupun keluarga pasien.

Praktik tersebut disebut dilakukan dengan alasan biaya obat nantinya akan diganti setelah klaim BPJS Kesehatan cair. Namun ironisnya, berdasarkan berbagai laporan dan keluhan masyarakat yang diterima PP-IPMAPUS Sulbar, banyak pasien mengaku uang mereka tak kunjung dikembalikan meski sudah berbulan-bulan lamanya.

“Ini bukan lagi sekadar pelayanan buruk, tetapi sudah mengarah pada praktik yang sangat merugikan rakyat kecil. Orang sakit datang mencari pertolongan, tapi justru dibebani biaya tambahan di tengah kondisi ekonomi yang sulit,” tegas Akbar.

Menurutnya, sistem seperti itu mencerminkan wajah pelayanan kesehatan yang bobrok dan kehilangan rasa kemanusiaan. Pasien dan keluarga yang sedang tertekan karena kondisi kesehatan dipaksa kembali memikirkan biaya obat, transportasi, biaya pendamping, hingga kebutuhan hidup selama proses pengobatan berlangsung.

Akbar menilai persoalan ini sangat serius karena mayoritas masyarakat Sulawesi Barat berasal dari daerah pelosok dengan kondisi ekonomi terbatas. Baginya, nominal ratusan ribu rupiah mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, tetapi sangat besar bagi masyarakat kecil.

Banyak warga dari kampung harus berpikir dua kali untuk kembali menagih uang penggantian obat karena ongkos perjalanan justru lebih mahal daripada uang yang tersisa. Ada juga yang kembali menagih, tetapi selalu diberi alasan BPJS belum cair padahal sudah berbulan-bulan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pola seperti ini berpotensi berlangsung bertahun-tahun tanpa pengawasan serius dan bisa saja telah memakan korban dalam jumlah besar.

Kami yakin korbannya bukan satu dua orang. Bisa ratusan bahkan ribuan masyarakat Sulawesi Barat yang mengalami hal serupa dari tahun ke tahun,” katanya.

Sebagai rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Barat yang menerapkan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RS Regional Sulbar dinilai seharusnya mampu menghadirkan pelayanan yang melindungi pasien, bukan justru menambah penderitaan masyarakat yang sedang sakit.

Tak hanya soal obat, PP-IPMAPUS Sulbar juga menerima banyak keluhan terkait antrean panjang, lambannya pelayanan medis, hingga pasien yang harus menunggu lama dengan alasan dokter belum datang.

Orang datang ke rumah sakit bukan untuk berwisata. Mereka datang dalam keadaan takut, cemas, dan penuh tekanan. Jangan sampai rumah sakit justru menjadi tempat lahirnya penderitaan baru bagi rakyat kecil,” ujar Akbar.

Dalam pernyataannya, Akbar bahkan menyinggung sebuah film India yang mengangkat kisah kelam dunia medis dan konspirasi rumah sakit yang menjadikan penderitaan pasien miskin sebagai ladang bisnis.

Ia mengaku teringat adegan ketika seorang pasien yang sebenarnya telah meninggal dunia justru kembali “ditangani” demi menguras biaya keluarga pasien hingga habis.

Memang itu film, tetapi pesan moralnya sangat kuat. Jangan sampai dunia medis kehilangan hati nurani dan menjadikan rakyat kecil sebagai objek keuntungan,” tegasnya.

Karena itu, PP-IPMAPUS Sulbar mendesak dilakukan pembenahan total terhadap sistem pelayanan di RS Regional Sulbar.

Mereka juga meminta aparat penegak hukum turun tangan melakukan investigasi karena dugaan praktik tersebut dinilai berpotensi merugikan masyarakat secara sistematis.

Selain itu, PP-IPMAPUS Sulbar menuntut audit menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan pengelolaan keuangan rumah sakit guna memastikan transparansi dan perlindungan hak masyarakat.

“Kami tegaskan, pelayanan kesehatan adalah hak rakyat. Rumah sakit harus menjadi tempat yang menghadirkan keselamatan dan ketenangan, bukan tempat rakyat kecil dipaksa menanggung beban baru di tengah penderitaan,” tutup Akbar. (ZUL)